གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

TA2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

PT Garuda Sejahtera adalah perusahaan publik di Indonesia yang bergerak di bidang penerbangan. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mengakui pesawat-pesawat yang dimiliki berdasarkan nilai wajar (fair value) sesuai dengan pendekatan IFRS (International Financial Reporting Standards).

Namun, auditor memberikan catatan bahwa penentuan nilai wajar tersebut tidak mencerminkan kondisi pasar di Indonesia secara akurat, karena pasar aktif untuk pesawat di Indonesia sangat terbatas. Auditor menyarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan biaya historis (historical cost) yang lebih konservatif.

Sementara itu, PT Garuda Sejahtera menyatakan bahwa pendekatan nilai wajar lebih mencerminkan "substance over form" dan kebutuhan investor global, karena perusahaan ingin menarik investor asing. Dalam penyusunannya, perusahaan mengacu pada kerangka konseptual IFRS, bukan kerangka konseptual PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

Beberapa anggota dewan komisaris mempertanyakan:

  1. Apakah penggunaan kerangka konseptual global (IFRS) sah diterapkan untuk perusahaan di Indonesia?
  2. Apakah kerangka konseptual PSAK sudah cukup memadai untuk menjawab dinamika bisnis global?
  3. Apakah nilai wajar benar-benar mencerminkan realitas ekonomi yang bisa diandalkan dalam konteks Indonesia?

 

Pertanyaan:

  1. Kritisi keputusan PT Garuda Sejahtera dalam memilih nilai wajar sebagai dasar pengukuran. Apakah keputusan tersebut dapat dibenarkan secara konseptual dalam konteks Indonesia? Jelaskan dengan mengacu pada prinsip-prinsip dalam kerangka konseptual PSAK dan IFRS.
  2. Bandingkan kerangka konseptual PSAK (Indonesia) dan IFRS dalam hal:
  • Tujuan laporan keuangan
  • Karakteristik kualitatif informasi
  • Basis pengukuran
  • Asumsi entitas dan kelangsungan usaha
Apakah Anda setuju bahwa Indonesia sebaiknya mengikuti sepenuhnya kerangka konseptual IFRS tanpa penyesuaian lokal? Jelaskan pendapat Anda dengan argumen kritis, mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, dan tingkat kematangan pasar di Indonesia.

TA C2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

PT IndoEnergi Tbk adalah perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan keuangan tahunannya, PT IndoEnergi mengubah metode depresiasi dari metode garis lurus menjadi metode saldo menurun ganda untuk aset tetapnya. Perubahan ini menghasilkan penurunan signifikan terhadap laba bersih tahun berjalan.

Manajemen beralasan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomi yang lebih akurat seiring dengan percepatan penggunaan aset dalam proyek energi baru.

Namun, analis pasar mencurigai bahwa perubahan ini dilakukan untuk mengurangi laba dan menurunkan pajak penghasilan, serta mengurangi ekspektasi dividen dari para investor.

Dalam konteks ini, Anda diminta untuk menilai keputusan akuntansi ini dari perspektif teori positif akuntansi, serta membandingkannya dengan praktik di negara lain (misalnya di AS atau IFRS secara umum).

 

Pertanyaan:

  1. Jelaskan bagaimana teori positif akuntansi menjelaskan perilaku PT IndoEnergi dalam mengubah kebijakan depresiasi. Gunakan pendekatan utama dari teori ini.
  2. Bandingkan pendekatan kebijakan akuntansi seperti yang dilakukan PT IndoEnergi dengan praktik serupa di negara lain, seperti AS (GAAP) atau di bawah IFRS. Apakah tindakan tersebut umum terjadi? Jelaskan.
  3. Buatlah penilaian kritis: Apakah Anda setuju bahwa teori positif cukup kuat dalam menjelaskan motivasi manajemen seperti kasus di atas? Atau adakah keterbatasan dari teori tersebut jika diterapkan dalam konteks global? Jelaskan dan beri argumen.

TA B 2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

PT IndoEnergi Tbk adalah perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan keuangan tahunannya, PT IndoEnergi mengubah metode depresiasi dari metode garis lurus menjadi metode saldo menurun ganda untuk aset tetapnya. Perubahan ini menghasilkan penurunan signifikan terhadap laba bersih tahun berjalan.

Manajemen beralasan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomi yang lebih akurat seiring dengan percepatan penggunaan aset dalam proyek energi baru.

Namun, analis pasar mencurigai bahwa perubahan ini dilakukan untuk mengurangi laba dan menurunkan pajak penghasilan, serta mengurangi ekspektasi dividen dari para investor.

Dalam konteks ini, Anda diminta untuk menilai keputusan akuntansi ini dari perspektif teori positif akuntansi, serta membandingkannya dengan praktik di negara lain (misalnya di AS atau IFRS secara umum).

 

Pertanyaan:

  1. Jelaskan bagaimana teori positif akuntansi menjelaskan perilaku PT IndoEnergi dalam mengubah kebijakan depresiasi. Gunakan pendekatan utama dari teori ini.
  2. Bandingkan pendekatan kebijakan akuntansi seperti yang dilakukan PT IndoEnergi dengan praktik serupa di negara lain, seperti AS (GAAP) atau di bawah IFRS. Apakah tindakan tersebut umum terjadi? Jelaskan.
  3. Buatlah penilaian kritis: Apakah Anda setuju bahwa teori positif cukup kuat dalam menjelaskan motivasi manajemen seperti kasus di atas? Atau adakah keterbatasan dari teori tersebut jika diterapkan dalam konteks global? Jelaskan dan beri argumen.

TA2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

PT IndoEnergi Tbk adalah perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan keuangan tahunannya, PT IndoEnergi mengubah metode depresiasi dari metode garis lurus menjadi metode saldo menurun ganda untuk aset tetapnya. Perubahan ini menghasilkan penurunan signifikan terhadap laba bersih tahun berjalan.

Manajemen beralasan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomi yang lebih akurat seiring dengan percepatan penggunaan aset dalam proyek energi baru.

Namun, analis pasar mencurigai bahwa perubahan ini dilakukan untuk mengurangi laba dan menurunkan pajak penghasilan, serta mengurangi ekspektasi dividen dari para investor.

Dalam konteks ini, Anda diminta untuk menilai keputusan akuntansi ini dari perspektif teori positif akuntansi, serta membandingkannya dengan praktik di negara lain (misalnya di AS atau IFRS secara umum).

 

Pertanyaan:

  1. Jelaskan bagaimana teori positif akuntansi menjelaskan perilaku PT IndoEnergi dalam mengubah kebijakan depresiasi. Gunakan pendekatan utama dari teori ini.
  2. Bandingkan pendekatan kebijakan akuntansi seperti yang dilakukan PT IndoEnergi dengan praktik serupa di negara lain, seperti AS (GAAP) atau di bawah IFRS. Apakah tindakan tersebut umum terjadi? Jelaskan.
  3. Buatlah penilaian kritis: Apakah Anda setuju bahwa teori positif cukup kuat dalam menjelaskan motivasi manajemen seperti kasus di atas? Atau adakah keterbatasan dari teori tersebut jika diterapkan dalam konteks global? Jelaskan dan beri argumen.

TA C2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

PT Nusantara Properti adalah perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan dan investasi properti komersial. Dalam laporan keuangannya tahun 2024, manajemen memutuskan untuk mengubah metode pengukuran aset tetap dari biaya historis (historical cost) ke nilai wajar (fair value) sesuai dengan ketentuan PSAK 16 revisi dan IFRS.

Perubahan ini menghasilkan lonjakan signifikan dalam nilai tercatat aset properti perusahaan, yang menyebabkan kenaikan total aset dan ekuitas. Namun, beberapa pemangku kepentingan mempertanyakan keandalan nilai wajar tersebut, terutama karena penilaian dilakukan oleh pihak ketiga yang didasarkan pada asumsi pasar yang bersifat subyektif.

Sebaliknya, auditor perusahaan mencatat bahwa metode nilai wajar memberikan informasi yang lebih relevan bagi investor untuk menilai posisi keuangan dan prospek perusahaan, terutama dalam pasar properti yang sangat fluktuatif.

Pertanyaan Evaluatif:

  1. Evaluasilah kelebihan dan kekurangan penggunaan fair value dibandingkan dengan historical cost dalam konteks pelaporan aset tetap di PT Nusantara Properti.
  2. Dalam konteks Indonesia dan standar global (IFRS), sejauh mana penggunaan nilai wajar dapat meningkatkan relevansi tanpa mengorbankan keandalan informasi akuntansi?
  3. Jika Anda adalah anggota Komite Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI), apa rekomendasi kebijakan Anda terkait penggunaan nilai wajar dalam pelaporan aset tetap di sektor properti? Berikan argumen yang didasarkan pada prinsip-prinsip pelaporan keuangan.