Posts made by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

AKL A2026 -> Case

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

KASUS: Konsolidasi Laporan Keuangan Dasar

PT Alpha (Induk) mengakuisisi 80% saham PT Beta (Anak) pada awal tahun 2024. Pada tanggal akuisisi, data ekuitas PT Beta adalah Rp 250 juta. PT Alpha membeli saham tersebut dengan harga Rp 350 juta.

Data Laporan Keuangan 31 Desember 2024

PT Alpha (Induk)

  • Aset: 1.200
  • Liabilitas: 700
  • Ekuitas akhir: 500
  • Pendapatan: 900
  • Beban: 600
  • Laba bersih: 300
  • Investasi pada PT Beta: 350

PT Beta (Anak)

  • Aset: 600
  • Liabilitas: 300
  • Ekuitas akhir: 300
  • Pendapatan: 400
  • Beban: 250
  • Laba bersih: 150

Catatan tambahan:

  1. Tidak ada transaksi antar entitas.
  2. Tidak ada dividen PT Beta pada tahun 2024.
  3. Pada saat akuisisi, nilai wajar aset bersih PT Beta sama dengan nilai buku (tidak ada penyesuaian nilai wajar).
  4. Selisih antara harga beli dan nilai buku pada saat akuisisi dianggap sebagai goodwill.

 

DIMINTA:

  1. Hitung Goodwill pada saat akuisisi.
  2. Hitung Kepentingan Non-Pengendali (KNP) pada akhir tahun 2024.
  3. Susun Laporan Laba Rugi Konsolidasi.
  4. Susun Neraca Konsolidasi per 31 Desember 2024.

AKL A2026 -> Case

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Kasus: Eliminasi Transaksi Antar Perusahaan dalam Konsolidasi

PT Alfa (induk) memiliki 80% saham PT Beta (anak). Pada tanggal 31 Desember 2025, data yang relevan adalah sebagai berikut:

Neraca per 31 Desember 2025 (dalam juta rupiah)

PT Alfa

  • Kas: 100
  • Piutang Usaha: 200
  • Persediaan: 300
  • Investasi pada PT Beta: 500
  • Total Aset: 1.100
  • Utang Usaha: 150
  • Ekuitas: 950
  • Total Liabilitas & Ekuitas: 1.100

PT Beta

  • Kas: 50
  • Piutang Usaha: 120
  • Persediaan: 200
  • Aset Tetap: 300
  • Total Aset: 670
  • Utang Usaha: 80
  • Ekuitas: 590
  • Total Liabilitas & Ekuitas: 670

Transaksi Antar Perusahaan (Internal)

  1. Pada tahun 2025, PT Alfa menjual barang ke PT Beta senilai Rp150 juta (harga jual) dengan harga pokok Rp90 juta.
  2. Pada akhir tahun, PT Beta masih memiliki persediaan barang tersebut sebesar Rp60 juta (harga jual) dan belum dijual ke pihak eksternal.

 

DIMINTA:

Buatlah:

  1. Jurnal eliminasi konsolidasi yang diperlukan untuk menghilangkan transaksi internal tersebut.
  2. Penyesuaian laba belum direalisasi atas persediaan internal.
  3. Laporan neraca konsolidasi (setelah eliminasi) secara singkat (hanya akun yang terpengaruh).

 

 


AKL A2026 -> Case

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

PT Edukasi Nusantara Tbk adalah perusahaan jasa pendidikan yang sedang berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha (sekolah swasta, pelatihan digital, dan platform edutech). Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi besar melalui akuisisi 70% saham PT Cerdas Digital, sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi pendidikan.

Manajemen PT Edukasi Nusantara menghadapi beberapa transaksi yang belum diatur secara eksplisit dalam PSAK tertentu dan memerlukan pertimbangan profesional (professional judgment). Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen memutuskan untuk:

  1. Mengakui goodwill dari akuisisi PT Cerdas Digital sebagai aset dengan nilai signifikan berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna di masa depan.
  2. Mengukur beberapa aset tidak berwujud (platform digital dan basis data pengguna) menggunakan pendekatan nilai wajar, meskipun pasar aktif untuk aset tersebut tidak tersedia.
  3. Menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan mengacu pada Kerangka Konseptual PSAK/IFRS karena tidak terdapat PSAK spesifik yang secara rinci mengatur karakteristik unik bisnis digital tersebut.

Sebagian pemangku kepentingan (investor dan pendidik) mempertanyakan apakah kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen telah mencerminkan substansi ekonomi dan memenuhi tujuan pelaporan keuangan yang berkualitas.

 

Pertanyaan:

Berdasarkan kasus di atas:

a. Jelaskan peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam membantu manajemen mengambil keputusan akuntansi ketika tidak terdapat PSAK spesifik yang mengatur transaksi tertentu.

b. Analisis secara kritis apakah pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud dalam kasus ini telah mencerminkan substansi ekonomi.

c. Jelaskan risiko dan implikasi etis apabila professional judgment digunakan secara tidak tepat dalam penyusunan laporan keuangan.

d. Menurut Anda sebagai calon pendidik ekonomi, bagaimana kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik?


SSEKWU2026 -> KASUS 3

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Kewirausahaan Sosial untuk Mengatasi Kemiskinan Perkotaan

Di wilayah perkotaan, kemiskinan struktural meningkat, terutama pada kelompok keluarga urban miskin. Banyak program bantuan hanya bersifat konsumtif. Sebuah LSM ingin meluncurkan program kewirausahaan sosial berbasis pendidikan IPS, tetapi belum ada model pembelajaran yang efektif.

  1. Analisis akar penyebab kemiskinan struktural di perkotaan.
  2. Identifikasi peluang kewirausahaan sosial yang relevan dengan konteks perkotaan.
  3. Rancang model pembelajaran IPS yang menggabungkan kewirausahaan sosial untuk memberdayakan komunitas miskin.
Kirimkan disini hasil telaah kasus di atas dalam bentuk link drive, file word yang dapat diakses.

SSEKWU2026 -> KASUS 2

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

UMKM Lokal Tersingkir oleh Ekonomi Digital

Di sebuah daerah pesisir, UMKM kerajinan lokal mulai menurun karena tidak mampu bersaing dengan produk digital/online dan pemasaran berbasis e-commerce. Pemerintah daerah ingin melakukan intervensi, namun program yang ada belum menyentuh akar masalah seperti literasi digital dan strategi pemasaran.

  1. Analisis faktor sosial ekonomi yang menyebabkan UMKM tidak berkembang.
  2. Kritisi kebijakan pemerintah daerah dari perspektif ekonomi dan kewirausahaan sosial.
  3. Usulkan strategi pembelajaran IPS yang dapat memberdayakan siswa untuk mendukung UMKM melalui literasi digital dan kewirausahaan.
Kirimkan hasil telaah kasus di atas dalam bentuk link drive file word yang dapat diakses.