Kiriman dibuat oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

STATEK B2026 -> LATIHAN KASUS

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

KASUS 

Pengaruh Motivasi Belajar dan Lingkungan Keluarga terhadap Nilai Statistik Ekonomi

Seorang dosen meneliti pengaruh:

  • X₁ = Motivasi Belajar
  • X₂ = Lingkungan Keluarga
    terhadap
  • Y = Nilai Statistik Ekonomi

Jumlah responden = 40 mahasiswa
Taraf signifikansi = 5%

 

Output SPSS

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error

1

0,583

0,340

0,305

6,214

 

ANOVA

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig

Regression

732,40

2

366,20

9,50

0,001

Residual

1427,60

37

38,59

Total

2160,00

39

 

Coefficients

Variabel

B

Std.Error

t

Sig

(Constant)

40,000

8,200

4,878

0,000

Motivasi (X₁)

0,500

0,179

2,800

0,008

Lingkungan (X₂)

0,300

0,143

2,100

0,042

 

Pertanyaan untuk Mahasiswa

  1. Tuliskan persamaan regresinya.
  2. Uji pengaruh simultan berdasarkan tabel ANOVA.
  3. Uji pengaruh parsial masing-masing variabel.
  4. Interpretasikan nilai R².
  5. Buat kesimpulan dalam konteks pendidikan ekonomi.

Salam Pembelajar,

Pada pertemuan ini akan dilaksanakan Refleksi & Integrasi HOTS: Refleksi pembelajaran & rencana tindak lanjut.

Mahasiswa melakukan evaluasi atas proses belajar dan proyek yang telah dijalankan, serta merancang tindak lanjut untuk memperdalam pemahaman dan penerapan analisis data ekonomi riil.

 

1. Refleksi Pembelajaran

Mahasiswa diminta untuk merefleksikan beberapa hal:

  • Proses Analisis Data: Apa yang paling menantang dan apa yang paling mudah?
  • Penerapan Statistik: Bagaimana statistik deskriptif dan inferensial membantu memahami data ekonomi riil?
  • Kerjasama & Proyek: Bagaimana pengalaman bekerja dalam kelompok (jika ada) dan manajemen proyek?
  • Keterampilan yang Diperoleh: Apa keterampilan baru yang didapat, misal: pembersihan data, visualisasi, uji hipotesis, interpretasi data ekonomi.

Aktivitas:

  • Menulis refleksi singkat (1–2 halaman) atau membuat mind map pembelajaran
  • Diskusi daring di forum LMS: saling berbagi insight, tantangan, dan pengalaman

 

2. Evaluasi Hasil Proyek

Mahasiswa mengevaluasi:

  • Kualitas laporan analisis dan rekomendasi
  • Konsistensi data, metode analisis, dan interpretasi
  • Kesesuaian rekomendasi dengan temuan statistik

Pertanyaan Panduan:

  • Apakah laporan sudah logis dan dapat dipertanggungjawabkan?
  • Apa yang bisa diperbaiki jika proyek diulang atau dikembangkan lebih lanjut?

 

3. Rencana Tindak Lanjut

Mahasiswa membuat rencana untuk:

  • Peningkatan Keterampilan: Misal belajar software statistik lebih lanjut, teknik visualisasi, atau analisis regresi lanjutan
  • Pengembangan Proyek: Menggunakan dataset baru, memperluas topik analisis, atau menambahkan metode analisis lain
  • Implementasi Rekomendasi: Memikirkan bagaimana temuan proyek bisa diterapkan dalam konteks ekonomi nyata atau penelitian lanjutan

Output Pertemuan:

  1. Dokumen refleksi pribadi
  2. Daftar rencana tindak lanjut konkrit (minimal 3 poin)
  3. Diskusi singkat di forum LMS untuk berbagi rencana dan mendapatkan masukan

 


AKL C2026 -> Case

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

PT Edukasi Nusantara Tbk adalah perusahaan jasa pendidikan yang sedang berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha (sekolah swasta, pelatihan digital, dan platform edutech). Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi besar melalui akuisisi 70% saham PT Cerdas Digital, sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi pendidikan.

Manajemen PT Edukasi Nusantara menghadapi beberapa transaksi yang belum diatur secara eksplisit dalam PSAK tertentu dan memerlukan pertimbangan profesional (professional judgment). Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen memutuskan untuk:

  1. Mengakui goodwill dari akuisisi PT Cerdas Digital sebagai aset dengan nilai signifikan berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna di masa depan.
  2. Mengukur beberapa aset tidak berwujud (platform digital dan basis data pengguna) menggunakan pendekatan nilai wajar, meskipun pasar aktif untuk aset tersebut tidak tersedia.
  3. Menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan mengacu pada Kerangka Konseptual PSAK/IFRS karena tidak terdapat PSAK spesifik yang secara rinci mengatur karakteristik unik bisnis digital tersebut.

Sebagian pemangku kepentingan (investor dan pendidik) mempertanyakan apakah kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen telah mencerminkan substansi ekonomi dan memenuhi tujuan pelaporan keuangan yang berkualitas.

 

Pertanyaan:

Berdasarkan kasus di atas:

a. Jelaskan peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam membantu manajemen mengambil keputusan akuntansi ketika tidak terdapat PSAK spesifik yang mengatur transaksi tertentu.

b. Analisis secara kritis apakah pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud dalam kasus ini telah mencerminkan substansi ekonomi.

c. Jelaskan risiko dan implikasi etis apabila professional judgment digunakan secara tidak tepat dalam penyusunan laporan keuangan.

d. Menurut Anda sebagai calon pendidik ekonomi, bagaimana kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik?


AKL C2026 -> Case

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Soal Kasus Terintegrasi: PT Maju Jaya

PT Maju Jaya adalah perusahaan ritel yang bergerak di bidang penjualan alat elektronik. Pada tanggal 1 Januari 2024, perusahaan memulai usaha dengan modal disetor sebesar Rp 500.000.000. Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2024:

  1. 1 Jan 2024: Membeli persediaan barang elektronik senilai Rp 200.000.000 secara tunai.
  2. 5 Jan 2024: Menjual barang senilai Rp 120.000.000 dengan harga jual Rp 150.000.000, dimana Rp 100.000.000 dibayar tunai dan sisanya kredit.
  3. 10 Jan 2024: Menerima tagihan listrik dan sewa toko sebesar Rp 10.000.000 yang akan dibayar bulan depan.
  4. 15 Jan 2024: Membayar gaji karyawan bulan Januari sebesar Rp 20.000.000 secara tunai.
  5. 20 Jan 2024: Pelanggan yang membeli secara kredit pada 5 Jan membayar Rp 50.000.000.
  6. 25 Jan 2024: Membeli peralatan toko (depresiasi 10% per tahun) seharga Rp 60.000.000 secara kredit.
  7. 31 Jan 2024: Menyusun laporan keuangan bulan Januari.

Diminta:

  1. Buatlah jurnal umum untuk transaksi di atas.
  2. Susun neraca saldo (trial balance) per 31 Jan 2024.
  3. Buat laporan laba rugi dan neraca per 31 Jan 2024.
  4. Analisis singkat menggunakan analisis vertikal (persentase dari penjualan) untuk laporan laba rugi.
  5. Jelaskan konsep akuntansi dasar yang digunakan dalam kasus ini (minimal 3 konsep) dan mengapa konsep tersebut relevan.

AKL C2026 -> Case

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

KASUS: Konsolidasi Laporan Keuangan Dasar

PT Alpha (Induk) mengakuisisi 80% saham PT Beta (Anak) pada awal tahun 2024. Pada tanggal akuisisi, data ekuitas PT Beta adalah Rp 250 juta. PT Alpha membeli saham tersebut dengan harga Rp 350 juta.

Data Laporan Keuangan 31 Desember 2024

PT Alpha (Induk)

  • Aset: 1.200
  • Liabilitas: 700
  • Ekuitas akhir: 500
  • Pendapatan: 900
  • Beban: 600
  • Laba bersih: 300
  • Investasi pada PT Beta: 350

PT Beta (Anak)

  • Aset: 600
  • Liabilitas: 300
  • Ekuitas akhir: 300
  • Pendapatan: 400
  • Beban: 250
  • Laba bersih: 150

Catatan tambahan:

  1. Tidak ada transaksi antar entitas.
  2. Tidak ada dividen PT Beta pada tahun 2024.
  3. Pada saat akuisisi, nilai wajar aset bersih PT Beta sama dengan nilai buku (tidak ada penyesuaian nilai wajar).
  4. Selisih antara harga beli dan nilai buku pada saat akuisisi dianggap sebagai goodwill.

 

DIMINTA:

  1. Hitung Goodwill pada saat akuisisi.
  2. Hitung Kepentingan Non-Pengendali (KNP) pada akhir tahun 2024.
  3. Susun Laporan Laba Rugi Konsolidasi.
  4. Susun Neraca Konsolidasi per 31 Desember 2024.