Kiriman dibuat oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

AKL B2026 -> Case

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Kasus: Eliminasi Transaksi Antar Perusahaan dalam Konsolidasi

PT Alfa (induk) memiliki 80% saham PT Beta (anak). Pada tanggal 31 Desember 2025, data yang relevan adalah sebagai berikut:

Neraca per 31 Desember 2025 (dalam juta rupiah)

PT Alfa

  • Kas: 100
  • Piutang Usaha: 200
  • Persediaan: 300
  • Investasi pada PT Beta: 500
  • Total Aset: 1.100
  • Utang Usaha: 150
  • Ekuitas: 950
  • Total Liabilitas & Ekuitas: 1.100

PT Beta

  • Kas: 50
  • Piutang Usaha: 120
  • Persediaan: 200
  • Aset Tetap: 300
  • Total Aset: 670
  • Utang Usaha: 80
  • Ekuitas: 590
  • Total Liabilitas & Ekuitas: 670

Transaksi Antar Perusahaan (Internal)

  1. Pada tahun 2025, PT Alfa menjual barang ke PT Beta senilai Rp150 juta (harga jual) dengan harga pokok Rp90 juta.
  2. Pada akhir tahun, PT Beta masih memiliki persediaan barang tersebut sebesar Rp60 juta (harga jual) dan belum dijual ke pihak eksternal.

 

DIMINTA:

Buatlah:

  1. Jurnal eliminasi konsolidasi yang diperlukan untuk menghilangkan transaksi internal tersebut.
  2. Penyesuaian laba belum direalisasi atas persediaan internal.
  3. Laporan neraca konsolidasi (setelah eliminasi) secara singkat (hanya akun yang terpengaruh).

 

 


PT Mega Group terdiri dari PT Mega Utama (Induk) dan PT Mega Distribusi (Anak). Pada tahun 2025, kedua entitas melakukan beberapa transaksi antar perusahaan sebagai berikut:

1. Penjualan Persediaan

  • Pada 1 November 2025, PT Mega Utama menjual persediaan ke PT Mega Distribusi sebesar Rp 2.000.000 (harga jual).
  • Harga pokok persediaan pada PT Mega Utama adalah Rp 1.400.000.
  • Pada 31 Desember 2025, persediaan tersebut masih tersisa 50% di PT Mega Distribusi (belum terjual ke pihak luar).

2. Transfer Aset Tetap

  • Pada 1 Juli 2025, PT Mega Utama menjual mesin ke PT Mega Distribusi dengan harga Rp 1.800.000.
  • Nilai buku mesin di PT Mega Utama per 1 Juli 2025 adalah Rp 1.200.000.
  • Umur ekonomis mesin: 5 tahun (tidak ada nilai residu).
  • Penyusutan garis lurus dilakukan oleh pembeli (PT Mega Distribusi) sejak 1 Juli 2025.
  • PT Mega Distribusi menyusun laporan keuangan per 31 Desember 2025.

3. Utang/Piutang Intercompany

Pada 31 Desember 2025, saldo piutang intercompany PT Mega Utama adalah Rp 2.500.000, dan saldo utang intercompany PT Mega Distribusi adalah Rp 2.500.000 (sudah sesuai).

 

DIMINTA:

Buatlah jurnal eliminasi konsolidasi per 31 Desember 2025 untuk:

A. Menghilangkan transaksi penjualan antar perusahaan

B. Mengeliminasi laba belum direalisasi pada persediaan

C. Mengeliminasi keuntungan dari penjualan aset tetap dan menyesuaikan penyusutan

D. Menentukan laba konsolidasi yang benar jika laba sebelum eliminasi adalah:

Entitas

Laba (Sebelum Eliminasi)

PT Mega Utama

Rp 500.000

PT Mega Distribusi

Rp 250.000

 


AKL B2026 -> SOAL KASUS TERINTEGRASI

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

PT Alpha mengakuisisi 80% saham PT Beta pada 1 Januari 2024 dengan harga yang mencerminkan nilai wajar aset neto PT Beta.
Pada tanggal akuisisi, posisi ekuitas PT Beta adalah sebagai berikut:

  • Modal saham : Rp500.000
  • Laba ditahan : Rp300.000

Selama tahun 2024, PT Beta memperoleh laba bersih sebesar Rp200.000 dan pada 31 Desember 2024 membagikan dividen tunai sebesar Rp120.000.

Kebijakan PT Beta adalah bahwa dividen dibagikan dari laba ditahan yang tersedia, tanpa pemisahan eksplisit antara laba sebelum dan sesudah akuisisi.

PT Alpha menggunakan metode ekuitas dalam pencatatan investasinya.

 

DIMINTA:

  1. Tentukan bagian dividen PT Beta yang:
    a. Berasal dari laba sebelum akuisisi
    b. Berasal dari laba setelah akuisisi
  2. Buat jurnal pada pembukuan PT Alpha atas penerimaan dividen tersebut.
  3. Jelaskan perlakuan eliminasi yang diperlukan dalam laporan keuangan konsolidasian.
  4. Analisis secara kritis dampak kesalahan perlakuan dividen terhadap laba konsolidasian dan ekuitas.

AKL B2026 -> Case

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Pada tanggal 1 Januari 2025, PT Alfa mengakuisisi 75% saham PT Beta dengan harga Rp 1.500.000.000.

Pada tanggal akuisisi, nilai wajar aset dan liabilitas PT Beta adalah sebagai berikut:

Komponen

Nilai Wajar

Kas

200.000.000

Piutang

400.000.000

Persediaan

600.000.000

Tanah

800.000.000

Bangunan (nilai wajar)

700.000.000

Akumulasi penyusutan bangunan

(300.000.000)

Utang usaha

(500.000.000)

Utang bank

(400.000.000)

Catatan:

  • Bangunan pada buku PT Beta tercatat sebesar Rp 400.000.000 (setelah akumulasi penyusutan Rp 300.000.000).
  • Nilai wajar bangunan adalah Rp 700.000.000.
  • Tidak ada aset tak berwujud (intangible assets) lain.

Tugas:

  1. Hitung nilai wajar aset bersih PT Beta pada tanggal akuisisi.
  2. Hitung Goodwill yang muncul dari akuisisi.
  3. Hitung Non-Controlling Interest (NCI) menggunakan metode fair value.
  4. Buat jurnal konsolidasi pada tanggal akuisisi (tanpa mencantumkan akun-akun detail seperti persediaan dan piutang, cukup kelompokkan sebagai Aset, Liabilitas, Goodwill, NCI, Investasi).

AKL B2026 -> LATIHAN PENYELESAIAN KASUS

oleh Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

PT Sentosa Jaya mengakuisisi 80% saham PT Makmur Sejahtera pada tanggal 1 Januari 2025. Harga perolehan akuisisi sebesar Rp 1.200.000.000, dibayar tunai.

Pada tanggal akuisisi, laporan posisi keuangan PT Makmur Sejahtera menunjukkan data berikut (dalam nilai wajar):

Aset:

  • Kas : Rp 150.000.000
  • Piutang Usaha : Rp 300.000.000
  • Persediaan : Rp 250.000.000
  • Aset Tetap : Rp 800.000.000
  • Merek Dagang (belum diakui sebelumnya) : Rp 200.000.000

Liabilitas:

  • Utang Usaha : Rp 350.000.000
  • Utang Jangka Panjang : Rp 150.000.000

Diasumsikan tidak terdapat biaya akuisisi lain dan tidak ada kepentingan nonpengendali yang diukur menggunakan metode nilai wajar.

DIMINTA:

  1. Hitung nilai wajar aset bersih teridentifikasi PT Makmur Sejahtera.
  2. Hitung bagian aset bersih yang diakuisisi PT Sentosa Jaya (80%).
  3. Hitung nilai Goodwill yang timbul dari transaksi akuisisi.
  4. Buat jurnal akuisisi yang dicatat oleh PT Sentosa Jaya.