Kiriman dibuat oleh Reni Dwi yulianti 2053053013

Prefektif Global PGSD 6A -> Forum diskusi

oleh Reni Dwi yulianti 2053053013 -
perspektif global menjadi penting untuk diberikan kepada para mahasiswa dengan harapan agar kelak mereka mampu berpikir kritis dan memiliki pandangan yang luas
Perspektif global diharapkan mampu bermanfaat untuk mengembangkan perspektif yang serupa dalam diri peserta didik di sekolah dasar melalui pelajaran IPS SD. Dengan adanya perspektif global terhadap pembelajaran IPS SD, pendidikan ini dapat mendidik peserta didik menjadi warga negara yang baik dengan memberikan wawasan berpikir yang lebih luas berkaitan dengan permasalahan global.

Prefektif Global PGSD 6A -> Forum Diskusi

oleh Reni Dwi yulianti 2053053013 -
Wawasan global ini berguna sebagai peningkatan kompetensi pendidik, peningkatan kualitas pembelajaran dan pemanfaatan teknologi internet pada pembelajaran sebagai penyesuaian dalam era globalisasi.
perspektif global bertujuan agar mampu berwawasan global dan dapat berpikir secara global tetapi tetap bertindak secara lokal. Hal ini tentunya memiliki kaitan dengan globalisasi karena yang dikaji dalam mata kuliah perspektif global merupakan masalah-masalah atau isu yang terjadi secara global atau mendunia. Sehingga sebagai calon pendidik dapat menjadi pendidik yang berkualitas dengan wawasan yang luar pada saat pembelajaran berlangsung di sekolah dasar
Nama : Reni dwi yulianti
Npm : 2053053013

Implementasi pendidikan global diindonesia antara lain : Pendidikan yg kompetitif dan inovatif, Walaupun sudah tergerus arus globalisasi kita tidak boleh meninggalkan jati diri kita sebagai warga negara indonesia Pendidikan global seharusnya dilaksanakan tanpa meninggalkan identitas bangsa

Prefektif Global PGSD 6A -> Forum Diskusi

oleh Reni Dwi yulianti 2053053013 -
Nama : Reni Dwi Yulianti
Npm : 2053053013
Berkaitan dengan pembelajaran IPS SD karena pengertian tentang cara-cara manusia hidup, tentang kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, dan tentang lembaga-lembaga yang dikembangkan sehubungan dengan hal tersebut. Uraian tersebut menjelaskan bahwa IPS erat pertaliannya dengan manusia sebagai anggota masyarakat dan interaksinya dengan dunia sekitarnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa sumber IPS sesungguhnya terletak pada pusat-pusat kegiatan itu sendiri.
Ada pendapat yang mengatakan bah- wa IPS sebagai suatu mata pelajaran yang bertujuan mengantarkan siswa untuk me- ngetahui, mengenal dunia, maka tekanan yang diberikan adalah tentang fakta-fakta. Berbeda jika IPS sebagai pengetahuan yang bertalian dengan hubungan manusia satu sama lain dan hubungannya dengan dunia sekitarnya, yang diajarkan dengan tujuan membantu peserta didik untuk memahami, berpartisipasi, dan membina masyarakat, maka tekanannya pada pemecahan perso- alan-persoalan kehidupan nyata. Pendapat terakhirlah yang sesungguhnya yang diha- rapkan dalam pembelajaran IPS.
Pada kenyataan di lapangan pembel- ajaran IPS masih berorientasi pada hanya menghafal fakta-fakta tanpa mau mengkait- kan dengan pesoalan yang sedang dihadapi masyarakat pada umumnya dan individu pada khususnya, apalagi mengkaitkan de- ngan masalah-masalah global yang sesung- guhnya juga dapat mempengaruhi kehi- dupan individu dan masyarakat luas. Jadi, peserta didik tidak terlatih untuk berpikir kritis dan berusaha mengatasi tantangan da- lam kehidupan ini, sehingga pembelajaran tidak menjadi bermakna, karena hanya ber- lalu begitu saja (Sumantri, 1995).
Pendidikan hanya akan dianggap bermakna apabila ditujukan sebagai persi- apan siswa dalam menghadapi tugas hidup- nya kelak di masyarakat. Dalam hal ini pembelajaran IPS di SD dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam rangka mendidik siswa menjadi warga masyarakat yang mampu bermasyarakat, mampu beker- jasama dengan orang lain, dan mampu memecahkan masalah-masalah sosial, ekonomi, politik yang dihadapinya di masyarakat. Belajar IPS tidak hanya belajar tentang masyarakat, tetapi belajar bagaimana cara bermasyarakat, baik secara lokal maupun global.
Mengingat kehidupan yang makin lama makin penuh dengan tantangan, pem- belajaran IPS di SD hendaknya memasukkan pendidikan global dalam pembelajarannya.
contoh, ketika peserta didik di SD belajar IPS dengan topik rumah dan keluarga. Saatnya pendidik memulai mengembangkan pengertian, bahwa orang- orang di seluruh dunia membutuhkan rumah dan mereka membangun rumahnya dengan cara yang berbeda-beda dan memiliki variasi berbeda-beda yang dapat menunjuk- kan identitas dari suatu bangsa.