Pedesaan Masa Tanam Paksa

Diskusi

Diskusi

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 9

Jelaskan menurut anda sistem apakah yang tepat, selain tanam paksa yang dapat dengan cepat mengembalikan kas belanda yang terkuras setelah adanya perang jawa  !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by RIZKY.MAULANA21 RIZKY.MAULANA21 -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat siang menjelang sore dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat, Ibu Yustina Sri Ekwandari, S. Pd., M. Hum. Dan Bapak Yusuf Perdana, S.Pd., M.Pd. Selaku dosen pengampu mata kuliah sejarah pedesaan.

Kami kelompok 3 akan melakukan presentasi dengan materi Sistem Tanam Paksa pada Pedesaan dan anggota kelompok kami yaitu:

Ahmad Vaizin 211303011

Agusta Olyvia Pedesaan 2113033035

Stefanny Gloria Mulyanti 2113033043

Rizky maulana putra 2113033050

Febrianto 2113033053

Ariska aulia zannati 2113033063

Bagi teman-teman yang ingin berdiskusi, kami persilahkan.

In reply to RIZKY.MAULANA21 RIZKY.MAULANA21

Re: Diskusi

by MUHAMMAD.SAHRUL21 MUHAMMAD.SAHRUL21 -
Nama: Muhammad Sahrul Dwi Wantoro
NPM: 2113033030
Izin bertanya,
Apakah dampak dari tanam paksa yang di terapkan di indonesia khususnya di pedesaan apakah berlaku sampai saat ini atau tidak, jika berlaku dampak apa yang masih berlaku di pedesaan indonesia?
In reply to MUHAMMAD.SAHRUL21 MUHAMMAD.SAHRUL21

Re: Diskusi

by M.Fauzan Akbar 2113033054 -
Nama : M.Fauzan Akbar
NPM : 2113033054
Izin menjawab pertanyaan dari saudara sahrul,
Sistem tanam paksa atau cultuurstelsel merupakan kebijakan yang diterapkan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johanes van den Bosch pada rentang tahun 1830-1835. Tujuan utama kebijakan ini adalah untuk mengisi kekosongan kas Belanda akibat peperangan melawan Perancis dan membayar hutang-hutang VOC. Tanaman kopi dan rempah-rempah menjadi komoditas utama dalam sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa membawa dampak positif dan dampak negatif bagi bangsa Indonesia, yaitu:

*Dampak positifnya masih berlaku sampai saat ini khususnya di pedesaan, yaitu: masyarakat Indonesia mengenal teknik pertanian baru di Indonesia.

*Dampak negatif: rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang cukup panjang karena harus bekerja keras memenuhi target tanam paksa.
In reply to MUHAMMAD.SAHRUL21 MUHAMMAD.SAHRUL21

Re: Diskusi

by Nabila.Fauziah21 Nabila.Fauziah21 -
Nama : Nabila Fauziah Aziz
Npm : 2113033036
Izin menjawab pertanyaan saudara sahrul pak,menurut saya jika kegiatan tanam paksa masih dilakukan hingga sekarang dapat menyebabkan wabah dan penyakit di mana-mana, sehingga angka kematian meningkat tajam. bahaya menimbulkan korban jiwa yang sangat mengerikan di daerah. Hal ini mengakibatkan menurunnya jumlah penduduk di daerah tersebut.
In reply to RIZKY.MAULANA21 RIZKY.MAULANA21

Re: Diskusi

by WAHYU FITIR RAHIM 2113033052 -
Assalamualaikum wr.wb.
Izin memperkenalkan diri
Nama: Wahyu Fitir Rahim
NPM: 2113033052

Izin bertanya kepada kelompok 3, Apa yang akan terjadi jika tanam paksa dilakukan secara terus menerus dan apa pengaruh tanam paksa dalam bidang ekonomi bagi masyarakat Indonesia?
Sekian, terima kasih
Wassalamu'alaikum wr.wb
In reply to WAHYU FITIR RAHIM 2113033052

Re: Diskusi

by SUBHAN.AL21 SUBHAN.AL21 -
Nama : Subhan Al Qodri
Npm : 2113033072
Izin Menjawab Bapak, pertanyaan dari saudara wahyu fitir rahim.
Jawab:
Menurut MC Ricklefs dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008), dampak negatif tanam paksa, yaitu:
Memakan waktu
Waktu yang dibutuhkan dalam penggarapan budidaya tanaman ekspor sering mengganggu kegiatan tanam padi.
Akibatnya rakyat lebih fokus pada komoditi yang dipaksa untuk ditanam alih-alih untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Membutuhkan air banyak
Penggarapan tanaman ekspor seperti tebu membutuhkan air yang banyak sehingga memberatkan petani.
In reply to SUBHAN.AL21 SUBHAN.AL21

Re: Diskusi

by MERLINDA 2113033038 -
Nama: Merlinda
NPM: 2113033038
Izin menambahkan jawaban dari saudara subhan atas pertanyaan dari saudara wahyu fitir pak,menurut saya dampak negatif dari tanam paksa:

1.Rakyat hidup sangat menderita dan menyengsarakan, hal ini terjadi karena banyak aturan / ketentuan yang dilanggar oleh Belanda.

2.Kemiskinan semakin meluas hal ini disebabkan karena kesejahteraan masyarakat turun, sementara di lain pihak pemerintah Belanda mendapat keuntungan yang besar.

3.Berkurangnya jumlah tanah yang diproduksi demi kepentingan petani/pemilik tanah.

4.Masyarakat yang tidak memiliki tanah sangat dirugikan dan menderita, hal ini karena ia harus bekerja selama 20% hari dalam setahun.

5.Masyarakat mengalami banyak penderitaan karena mengalami kerja terlalu berlebihan, selain itu mereka juga menderita secara mental.

6.Pajak yang dibebani pemilik tanah sangat tinggi
In reply to WAHYU FITIR RAHIM 2113033052

Re: Diskusi

by Evrika.Liana21 Evrika.Liana21 -
Nama : evrika liana
Npm : 2113033002

Izin menjawab pertanyaan saudara wahyu fitir pak , Sistem tanam paksa tidak selamanya memberikan pengaruh yang bersifat negatif bagi tanah jajahan. Di sisi lain, adanya tanam paksa telah memberikan kesempatan bagi rakyat yang tidak memiliki lahan sendiri untuk ditanami, dan mereka bekerja dengan mendapatkan upah sebagai bayarannya. Pemberian upah ini dimulai pada masa sistem tanam paksa, pada masa sebelum tanam paksa perkembangan upah dan uang hanya terjadi pada jabatan sultan dan bupati saja, sedangkan untuk para buruh dan rakyat yang bekerja tidak diberikan upah berupa uang, melainkan berupa hasil panen yang telah didapat. Selama masa tanam paksa berjalan, sistem ini telah banyak mengalami perkembangan. Perkembangan ini diiringi dengan banyaknya peluang pekerjaan baru. Seperti buruh pabrik, menyewakan hewan ternak yang dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang pertanian menuju pabrik.
In reply to WAHYU FITIR RAHIM 2113033052

Re: Diskusi

by Okta.Mardalita21 Okta.Mardalita21 -
nama : okta mardalita
npm : 2113033034

izin menambahkan jawaban dari pertanyaan wahyu fitir rahim :

Dengan keadaan tanam paksa tersebut menyebabkan pekerja mengenal sistem upah yang sebelumnya tidak dikenal oleh penduduk, mereka lebih mengutamakan sistem kerjasama dan gotong royong terutama tampak di kota-kota pelabuhan maupun di pabrik-pabrik gula. Dalam pelaksanaan tanam paksa, penduduk desa diharuskan menyerahkan beberapa tanah pertaniannya untuk ditanami tanaman eksport, sehingga banyak terjadi sewa menyewa tanah milik penduduk dengan pemerintah kolonial secara paksa. Dengan demikian hasil produksi tanaman eksport bertambah, mengakibatkan perkebunan-perkebunan swasta tergiur untuk ikut menguasai pertanian di Indonesia di kesudahan hari.

Dampak lain dari keadaan tanam paksa ini merupakan timbulnya “kerja rodi” yaitu suatu kerja paksa untuk penduduk tanpa diberi upah yang layak, menyebabkan lebihnya kesengsaraan untuk pekerja. Kerja rodi oleh pemerintah kolonial berupa pembangunan-pembangunan seperti; jalan-jalan raya, jembatan, waduk, rumah-rumah pesanggrahan untuk pegawai pemerintah kolonial, dan benteng-benteng untuk tentara kolonial. Di samping itu, penduduk desa se tempat diwajibkan memelihara dan mengurus gedung-gedung pemerintah, mengangkut surat-surat, barang-barang dan sbgnya. Dengan demikian penduduk dikerahkan melakukan berjenis-jenis pekerjaan untuk kebutuhan pribadi pegawai-pegawai kolonial dan kepala-kepala desa itu sendiri.