Diskusi Sesi 1

Diskusi Sesi 1

Diskusi Sesi 1

Number of replies: 6

Pertanyaan, Jawaban, dan Sanggahan

In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by HARTATI MUKTI -
Nama : Hartati Mukti
Npm : 2113053131

Izin bertanya, Bentuk dari penilaian banyak sekali macamnya, fungsi dari penilaian adalah sebagai alat ukur hasil belajar, sedangkan ada peserta didik yang mendapat nilai 100 tetapi sebenarnya dia tidak terlalu menguasai/paham tentang materi yang diajarkan. Bagaimana cara mengimplementasikan bentuk² dari penilaian tersebut agar pendidik benar² sedang mengevaluasi belajar mereka ?
In reply to HARTATI MUKTI

Re: Diskusi Sesi 1

by Gustira febri Sazita 2113053081 -
NAMA: GUSTIRA FEBRI SAZITA
npm: 2113053081
izin menjawab pertanyaan dari hartati mukti pelaksanaan penilaian yang dilakukan guru saat proses belajar hanya terbatas, yaitu mengenai pencapaian tujuan pembelajaran sudah tercapai atau tidak.

Evaluasi pembelajaran tidak hanya berurusan pada nilai yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang telah diberikan guru, tetapi evaluasi program juga akan mengkaji banyak faktor. Oleh karena itu, evaluasi program sangat penting untuk diperkenalkan kepada seluruh guru, karena evaluasi memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa prinsip yang menjadi pegangan untuk seorang guru dalam evaluasi pembelajaran.
1. Kontinuitas
Evaluasi yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan saat ujian tengah semester atau ketika akhir semester saja. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru bertujuan untuk melihat perubahan nilai yang didapatkan siswa secara berkesinambungan. Sehingga, bisa dikatakan guru harus memastikan secara seksama dan detail dalam menganalisis kemampuan siswa.

2. Komprehensif
Selain itu, guru juga harus memerhatikan aspek kognitif dan aspek afektif siswa. Jika diperhatikan secara seksama, tidak jarang beberapa guru hanya fokus memerhatikan aspek kognitif siswa saja, padahal kedua aspek tersebut sama penting dan berperan besar dalam proses evaluasi pembelajaran siswa. Dalam hal ini, guru tidak hanya dituntut untuk mengajarkan siswa untuk memahami suatu materi pembelajaran saja, tetapi guru juga dituntut dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam mengajak siswa untuk bisa berpikir positif dan memiliki perilaku positif dalam proses belajar. Bahkan, akan sangat bagus jika bisa bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran yang baik akan dilakukan guru dari proses belajar siswa hingga hasil belajar.

3. Kooperatif
Proses evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru memiliki beberapa elemen yang berperan penting dalam perkembangan siswa, seperti dari kepala sekolah, guru wali kelas, guru mata pelajaran, dan orangtua. Dengan sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh beberapa pihak tersebut, perkembangan siswa akan jauh lebih baik lagi. Sehingga, bisa dikatakan bahwa komunikasi dan kerjasama merupakan unsur penting dalam evaluasi pembelajaran siswa.

4. Objektif
Selain itu, penilaian hasil dalam evaluasi belajar siswa harus bersifat objektif. Bersifat objektif berarti guru tidak memerhatikan faktor-faktor subjektif yang dapat mempengaruhi hasil belajar, seperti guru memiliki hubungan khusus terhadap siswa, ada faktor perasaan tidak tega atau hal-hal lain yang dapat mengubah pandangan dan penilaian guru terhadap kemampuan siswa. Apabila siswa mendapatkan nilai yang kurang baik, Anda harus memasukkan nilai tersebut dan memberikan catatan yang dapat memotivasi siswa serta pemberitahuan kepada orangtua.

5. Praktis
Hal terakhir yaitu evaluasi pembelajaran bersifat praktis, berarti kegiatan tersebut harus bisa menghemat biaya, waktu, dan tenaga guru. Praktis yang dimaksud seperti dalam membuat instrumen penilaian. Dengan adanya prinsip tersebut, guru akan lebih mudah dalam menyusun instrumen penilaian, dengan catatan instrumen tersebut juga dapat digunakan oleh guru lain, tanpa menghilangkan esensi evaluasi pembelajaran itu sendiri, terutama dalam mencapai tujuan kegiatan belajar.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by Rohmi Illiyin -
Nama : Rohmi Illiyin
NPM : 2113053040
Izin bertanya, Menurut kalian apakah sebuah penilaian terhadap peserta didik dapat mempengaruhi motivasi belajar mereka? Jika iya tolong jelaskan.
In reply to Rohmi Illiyin

Re: Diskusi Sesi 1

by IIN KURNIAWATI -
Nama: Iin Kurniawati
Npm: 2113053086

Izin menjawab Penilaian sangat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik karena ketika peserta didik belajar dengan penilaian atau hasil yang bagus maka mereka akan termotivasi untuk meningkatkan lagi nilai mereka atau hasil belajara mereka, selain itu penilaian juga memotivasi peserta didik untuk lebih giat lagi dalam belajar.

Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan
memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, artinya semakin tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya. Siswa melakukan berbagai upaya atau usaha untuk meningkatkan keberhasilan dalam belajar sehingga mencapai keberhasilan yang cukup memuaskan sebagaimana yang diharapkan mereka.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by Rahmanisa Da'iyah Putri 2113053301 -
Nama : Rahmanisa Da'iyah Putri
Npm : 2113053301
kelas : 2H

Pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar dapat menggunakan alat ukur berupa tes dan non tes. Dari berbagai contoh alat ukur tersebut manakah yang paling cocok diterapkan pada peserta didik kelas rendah? Dan juga diterapkan pada peserta didik kelas tinggi?
In reply to Rahmanisa Da'iyah Putri 2113053301

Re: Diskusi Sesi 1

by Kukuh Santoso -
Nama : kukuh santoso
Npm : 2113053179
Izin menjawab pertanyaan dari rahmanisa
Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan, untuk mengetahui hasil belajar dari peserta didik baik dari kelas rendah maupun kelas tinggi, pendidik bisa menggunakan alat ukur berupa tes salah satunya tes prestasi, karena alat ukur tes ini sering digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah berfikirnya (cognitive domain) sehingga dapat membantu pendidik untuk mendapatkan feedback atau timbal balik dari pembelajaran yang telah dilakukan dan juga mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah dipahami oleh peserta didik.
Secara umum, ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh teknik tes,
yaitu:
a) Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai olrh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.
b) Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.