Pertanyaan

Pertanyaan

Pertanyaan

Number of replies: 18

pertanyaan/tanggapan/sanggahan

pemateri wajib menjawab semua pertanyaan langsung

In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Dini Indah Nur'aini -
Nama: Dini Indah Nur'aini
NPM: 1913053120
No. Absen: 09
Kelas: 6E

Izin menambahkan jawaban pemateri terkait Pertayaan dari saudari Ajeng

Terdapat persoalan terkait pro dan kontra mengenai UN. Namun, Persoalan sebenarnya bukan ujian nasional itu sendiri melainkan ada faktor lain yang memengaruhi dan sejalan dengan pro dan kontra UN. Untuk itu perlu kajian dari berbagai sudut pandang diantaranya, adalah:
1. Ketidaksiapan siswa, guru, ataupun sekolah menghadapi kenyataan dari “cermin prestasi diri” yang disebut ujian nasional tersebut.
2. Proses pendidikan yang selama ini berlangsung banyak memberi kemudahan, termasuk dalam pembelajaran, yang menyebabkan banyak pihak baik siswa, guru, maupun orang tua yang terbuai oleh keberhasilan semu yang berupa angka-angka yang bisa dibuat oleh siapa saja.
3. Adanya kecenderungan umum bahwa evaluasi yang kehilangan makna, karena evaluasi yang seharusnya menjadi sarana atau cermin kemampuan diri, selama ini bukan lagi menjadi sarana tetapi menjadi tujuan.


Jawaban tersebut untuk menambahkan Jawaban dari materi Saudari Lisa Kelas 6B
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Asvyatul Mukaromah -
Nama: Asvyatul Mukaromah
NPM: 1913053073
Kelas: 6E

Izin bertanya, menurut saudara tanpa adanya UN, bagaimana mengukur ketercapaian standar nasional pendidikan? Terimakasih
In reply to Asvyatul Mukaromah

Re: Pertanyaan

by Aesti Meilandari -
Nama: Aesti Meilandari
Npm: 1953053001
No absen: 01

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Asvy. Tanpa adanya UN kita masih mempunyai alat ukur ketercapaian standar nasional pendidikan dengan diadakannya assessment nasional. Asesmen nasional adalah penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar serta menengah. Penilaian ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan informasi akurat.

Hasil Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh fasilitas pendidikan di Indonesia. Peta kualitas ini menjadi cermin untuk mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.

Asesmen nasional dirancang sebagai pengganti ujian nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Ada 3 bagian dalam asesmen nasional yang diujikan, meliputi:
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yakni mengukur capaian literasi (bahasa) membaca dan numerasi (matematika) sebagai hasil belajar kognitif
2. Survei Karakter, yaitu mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nlai sebagai hasil belajar non kognitif, seperti iman dan takwa kepada Tuhan, akhlak mulia, kebhinekaan global, mandiri, bergotongroyong, bernalar kritis, dan kreatif
3. Survei Lingkungan Belajar, adalah mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Aesti Meilandari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama: Aesti Meilandari
Npm: 1953053001
No absen: 01

Pemateri pada pertemuan 6 dengan materi Ujian Nasional sebagai standar penilaian. Bagi rekan rekan yang ingin bertanya saya persilahkan
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Nabila Nabila Suryani -
Nama: Nabila Suryani
Npm: 1913053005
Absen: 22
Kelas: Semester 6E
Izin bertanya mengapa 2020 akan menjadi tahun terakhir bagi UN?
In reply to Nabila Nabila Suryani

Re: Pertanyaan

by Aesti Meilandari -
Nama: Aesti Meilandari
Npm: 1953053001
No absen: 01

Izin menjawab pertanyaan dari saudari nabila, mengapa UN terkahir diadakan pada tahun 2020.
Pertama UN lebih banyak berisi butir-butir yang mengukur kompetensi berpikir tingkat rendah. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang lebih relevan dengan Abad 21, sebagaimana sebagaimana pada Kurikulum 2013.

Kedua, UN kurang mendorong guru menggunakan metode pengajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Asesmen menggantikan UN akan dirancang untuk mendorong dorongan lebih pada arah pengajaran yang inovatif dan berfokus pada pengembangan penalaran, bukan hafalan.

Ketiga, UN kurang optimal sebagai alat untuk memperbaiki mutu pendidikan secara nasional. Karena dilangsungkan di akhir jenjang, hasil UN tidak bisa digunakan untuk Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan memberi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
In reply to Aesti Meilandari

Re: Pertanyaan

by Vivi Seftiani -
Nama : Vivi Seftiani
Npm : 1913053029
Absen : 31

Izin menambahkan jawaban dari pemateri
Ujian Nasional ( UN) merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan untuk menentukan standar mutu pendidikan. Kemudian, dalam penilaian hasil belajar siswa guru telah melaksanakan ujian berupa tes formatif dan sumatif yang nantinya akan dihitung untuk menentukan kelulusan siswa.
Sedangkan UN hanya tiga atau empat mata pelajaran ini berarti UN kurang efektif sebagai standar kelulusan siswa. Karena standar penilaian kelulusan pada UN tidak mencakup semua aspek pedagogis yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif.
Jadi ini salah satu alasan mengapa 2020 menjadi tahun terakhir bagi UN dan digantikan dengan ANBK.

Itu saja yang dapat saya tambahkan terimakasih.
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Helvara Oktariyani -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama: Helvara Oktariyani
Npm: 1913053114
No absen: 14
Pemateri pada pertemuan 6 dengan materi Ujian Nasional sebagai standar penilaian. Bagi rekan rekan yang ingin bertanya saya persilahkan
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Sri Munjiati -
Nama : Sri Munjiati
NPM : 1913053078
Kelas : Semester 6E
Izin bertanya kepada saudari Helvara Oktariyani. Tolong jelaskan apa fungsi Badan Standar Nasional Pendidikan dalam pelaksanaan Ujian Nasional sebagai standar penilaian?
In reply to Sri Munjiati

Re: Pertanyaan

by Helvara Oktariyani -
Nama: Helvara Oktariyani
Npm: 1913053114
No absen: 14
Saya Pemateri pertemuan 6 ini izin menjawab, sebagai penyelenggara UN, BSNP memiliki tugas dan tanggungjawab, diantaranya adalah melakukan sosialisasi penyelenggaraan UN, menetapkan kisi-kisi soal berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL), menyusun dan merakit soal, menjamin mutu soal, menyiapkan master naskah soal, melakukan penskoran hasil UN, mendistribusikan hasil UN ke provinsi, mengkoordinasikan kegiatan pemantauan UN, menganalisis data hasil UN, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan UN kepada Menteri Pendidikan Nasional. 

Bagi rekan rekan yang ingin menambahkan dipersilahkan 
In reply to First post

Re: Pertanyaan

by Alfiza Fauziah -
Nama : Alfiza Fauziah
NPM : 1913053107
No. Absen : 2
Kelas : 6 E

Izin bertanya kepada saudari Helvara Oktariyani
Terkait dengan ditiadakannya Ujian Nasional dan diganti dengan asesmen nasional, mengapa perlu adanya Asesmen Nasional tersebut ?
Terima kasih
In reply to Alfiza Fauziah

Re: Pertanyaan

by Helvara Oktariyani -
Nama: Helvara Oktariyani
Npm: 1913053114
No absen: 14
Saya Pemateri pertemuan 6 ini izin menjawab, Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau:

Perkembangan mutu dari waktu ke waktu,
Kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).
Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Sekian yang bisa saya smpaikan, bagi rekan-rekan yang ingin menambahkan saya persilahkan
In reply to Helvara Oktariyani

Re: Pertanyaan

by Asvyatul Mukaromah -
Nama: Asvyatul Mukaromah
NPM: 1913053073
Absen: 6
Kelas: 6E

Izin menambahkan pelaksanaan Assesmen Nasional tentunya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara merata. Namun jika kita berbicara tentang mengapa dilaksanakan ANBK atau Assesmen Nasional Berbasis Komputer yang telah dilaksanakan kemarin, maka menurut saya dengan menyadur beberapa sumber pelaksanaan ANBK menjadi cara Pemerintah memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran dari berbagai aspek.
Terdapat beberapa aspek yang terkandung didalam ANBK, yakni tentang Aplikasi Teknologi yang digunakan, Literasi, Numerasi, dan Survey Karakter. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas penguasaan teknologi yang merata dengan cara menerapkan ANBK dan memanfaatkan perangkat laptop dan aplikasi guna pemanfaatan teknologi. Kemudian, dalam hal literasi, pemerintah ingin memperbaiki kualitas membaca, memahami, dan merefleksikan suatu bacaan dan selanjutnya dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal Numerasi, pemerintah ingin memperbaiki tentang bagaimana peserta didik mampu menggunakan matematika untuk memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan nya, dan yang terakhir adalah pembentukan karakter secara sosial dan emosional.
In reply to Helvara Oktariyani

Re: Pertanyaan

by ari puspita -
nama : ari Puspita
npm : 1913053109
izin menambah jawaban dari helvara atas pertnyaan dari alfiza.
Terkait dengan ditiadakannya UN dan diganti dengan asesmen nasional, mengapa perlu adanya Asesmen Nasional ?

jawaban:
Mulai tahun 2021 UN akan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Kedua asesmen baru ini dirancang khusus untuk fungsi pemetaan dan perbaikan mutu pendidikan secara nasional.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan, Asesmen terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan dirancang untuk menghasilkan informasi akurat guna memperbaiki kualitas belajar-mengajar yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar murid. Adapun tujuan Asesmen Nasional memiliki tujuan untuk pengembangan kompetensi dan karakter murid.
In reply to Alfiza Fauziah

Re: Pertanyaan

by Shintia Sasmia -
Nama : Shintia Sasmia
No Absen : 26
Npm : 1913053013
Kelas : 6E

Izin menambahkan jawaban terkait pertanyaan dari Alfiza Fauziah Semester 6E (Pemateri Helvara Oktariyani 6E).

Asesmen Nasional perlu diadakan karena untuk memantau perkembangan mutu peserta didik dari waktu ke waktu. Asesmen Nasional juga digunakan untuk mengembangkan kompetensi (KI-1 spiritual,KI-2 Sosial,KI3 Kognitif,KI-4 Keterampilan) dan karakter siswa yang termasuk juga pada KI-2. Perlunya keseimbangan terkait pengembangan antar KI karena peserta didik yang cerdas juga harus didukung dengan keterampilan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan sehari-hari dan memiliki karakter yang baik pula.
Kemudian Asesmen Nasional juga dirancang untuk menghasilkan informasi akurat guna memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar siswa pula.

Mengenai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menjadi bagian dari assesment nasional digunakan untuk mengukur kompetensi mendasar literasi membaca dan numerasi siswa.
Misalnya, guru ingin mengembangkan keterampilan literasi pada siswa. Dalam hal ini, guru perlu memotivasi siswa untuk membaca tidak hanya dari buku teks, tetapi bisa dari berbagai sumber. Guru juga perlu mengajak siswa berdiskusi dan mengevaluasi informasi yang dibaca, tidak sekedar meringkas dan mengulang kembali.
Pada keterampilan numerasi, guru perlu memastikan siswa memiliki intuisi angka dan pemahaman aritmatika dasar sejak dini. Guru juga perlu memandu siswa memecahkan masalah terkait numerasi yang terjadi dalam konteks kehidupannya. Hal ini disebabkan masalah yang menuntut diskusi dan penalaran tidak dapat dipecahkan hanya dengan menghafal rumus.