FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Jumlah balasan: 2
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh Andhika Akbar Pratama -
Analisis Jurnal INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

Integrasi nasional adalah suatu proses pemersatuan suatu bangsa berdasarkan identitas sosialnya, Integrasi nasional akan lebih mudah dilakukan apabila kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKLPKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama. Jadi bisa disimpulkan Integrasi nasional memuat visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat.

Etnosentrisme adalah suatu pemikiran bahwa budaya etnisnya lebih unggul daripada etnis yang lain. Pemikiran seperti ini sangat berbahaya karena bisa memecah belah suatu kelompok masyarakat, sehingga membuat integrasi nasional terancam. Etnosentrisme semakin menguat justru karena ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme. Hal ini dalam jangka panjang bukannya tak mungkin akan menyebabkan menyempitnya rasa integrasi nasional, karena integrasi cenderung lebih didasarkan pada faktor-faktor etnis dan faktor daerah semata.

Maka dari itu Integrasi Nasional sangatlah penting untuk mencegah etnosentrisme di Indonesia. Dengan lancarnya proses Integrasi Nasional maka akan semakin sedikit juga etnosentrisme di kalangan masyrakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh Farhan Hibatullah Farhan Hibatullah -
Nama: Farhan Hibatullah
NPM: 1915061014

Identitas merupakan suatu bentuk representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Bila dilihat dari aspek waktu, identitas tidaklah bentuk yang dihasilkan secara instan dan bertahan dalam esensi yang abadi sedangkan bila dilihat dari aspek ruang, identitas bukanlah hanya satu atau berbentuk tunggal, melainkan terdiri dari banyak lapisan yangmana tiap lapisan tersebut itu tergantung pada peran apa yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta bagaimana cara menyikapi pada keadaan dan peran tersebut.

Identitas bukanlah suatu yang dianggap final melainkan akan selalu menyesuaikan dengan keadaan, sifat yang selalu diperbarui, dan keadaan yang dinegoisasi terus menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung pada proses yang membentuknya.

Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.