FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Number of replies: 27
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by ALDA ALDA LARASATI -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri nama saya Alda Larasati dengan NPM 2115061022 ingin menyampaikan analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Identitas digunakan sebagai ciri yang dapat dijadikan pembeda dalam perbedaan kompleks yang ada dalam masyarakat. Identitas yang terbentuk secara internal maupun eksternal ini sebenarnya dapat dijadikan media dalam membentuk pola pikir yang dapat memajukan adab dan kemampuan bangsa dalam pembangunan kebudayaan nasional. Rasa nasionalisme dan saling menghargai merupakan pondasi dari lahirnya integrasi nasional. Integrasi nasional yang di gadang-gadang terbentuk dari beragam identitas yang lahir dalam kehidupan masyarakat diimplementasikan dengan menyatukan visi dan misi suatu bangsa. Karunia pluralitas bagi bangsa Indonesia bukan berarti menjadi pemisah yang kemudian dapat menimbulkan perpecahan antar kelompok. Namun sayangnya, masih sering terjadi perselisihan baik antar individu, kelompok, atau sampai membentuk faham negatif seperti sentrisme, etnosentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan lain lain yang menyebabkan penyempitan rasa integrasi nasional.
Merujuk pada hal itu, maka sebenarnya yang diperlukan adalah kesadaran dari setiap individu untuk menyadari pluralitas bangsa indonesia merupakan keniscayaan, dan kebijakan otonomi daerah ataupun pusat tidak seharusnya menjadi penghambat dalam penerapan konsep integrasi nasional.

terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to ALDA ALDA LARASATI

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by ENENG LATIFAH KURNIAWAN -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri nama saya Eneng Latifah Kurniawan dengan NPM 2155061012 ingin menyampaikan analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Ketika Era Reformasi mulai membuka kran demokrasi dan peluang besar daerah mengembangkan sistem desentralisasi, maka sejumlah daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa ini. Era Reformasi yang tidak memiliki platform secara jelas, justru menimbulkan ketidaktentuan dan kekacauan. Dari sinilah tergambar tentang tindakan anarkis, pelanggaran moral, pelanggaran etika, dan meningkatnya kriminalitas secara kasat mata.
Di kala hal ini berkepanjangan dan tidak jelas sampai kapan krisis akan berakhir, para pengamat hanya bisa mengatakan bahwa bangsa kita adalah «bangsa yang sedang sakit», suatu kesimpulan yang tidak menawarkan solusi. Untuk itulah diperlukan, suatu strategi kebudayaan nasional senyampang sejak kemerdekaan hingga hari ini negeri ini belum memiliki adanya strategi kebudayaan.

Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKLPKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by MONICA OKTAVIANI -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri:
NAMA: MONICA OKTAVIANI
NPM: 2115061026
KELAS: PSTI B

Analisis saya mengenai jurnal “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”, yaitu di dalam jurnal tersebut telah dibahas mengenai tantangan Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional dalam menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme. Kemudian dijelaskan lagi bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi apa yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia, seperti konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang semestinya tidak perlu terjadi. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Namun gambaran pluralitas ini justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat.

Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa. Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, nilai sistem budaya, cita-cita politik, kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau kelompoknya. Dengan demikian identitasnya tertinggal yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Sekian analisis dari saya, Terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by PANDU WIJAYA -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri:
NAMA: Pandu Wijaya
NPM: 2115061055
KELAS: PSTI B

Berdasarkan hasil analisis saya terhadap jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia". hal yang dapat saya analisis adalah pada masa orde lama banyak menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional,lalu dilanjut kepada masa orde baru yang menciptakan sebuah era baru dimana pada masa itu banyak permainan politik yang berlangsung selama lebih dari 30 tahun,di masa orde baru itu banyak terjaid peredaman ide dan gagasan dari daerah yang mana bertentangan dengan kodrat dan kondisi bangsa saat ini.hingga berakhirnya masa orde baru dan memasuki era reformasi yang penuh dengan kebebasan yang justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan yang masih berlangsung hingga sekarang dikarenakn tidak adanya strategi kebudayaan yang ada di indonesia.

dengan adanya identitas diharapkan dapat menjadi pembeda dan menjadi ciri khas.dengan adanya identitas diharapkan dapat memperbaiki mindset atau lebih tepat nya pola pikir yang mampu menjadi bangsa ini lebih baik kedepannya serta mampu memajukan peradaban dan pembangunan bangsa dalam hal kebudayaan,serta harapanya mampu menyadarkan generasi bangsa tentang adanya perbedaan serta plural yang ada di sekeliling kita sehingga integrasi yang ada dapat sebagai wadah pemersatu bangsa

Sekian Terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Winaldi Winaldi Putra Jaya -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri nama saya Winaldi Putra Jaya dengan NPM 2115061010 dari kelas PSTI B ingin menyampaikan hasil analisis dari jurnal "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat tentang sebuah entitas sosial dan budaya yang berlangsung kompleks. Identitas selalu melakukan penyesuian dan pembaharuan karena bukan merupakan bentuk final, sehingga wujudnya tergantung pada proses yang akan membentuknya. Identitas diperlukan adanya karena menjadi salah satu pembentukan pola pikir akan kesadaran nasional dengan memenamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak membatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang, dan asal usul. Perkembangannya pluralitas menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan bersama. Selain dampak-dampak positif pluralitas dapat menimbulkan beberapa dampak negatif misalnya lebih memilih kepintangan beberapa kelompok.

Integrasi nasional merupakan salah satu bentuk suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan dirinya memiliki suatu kesatuan. Integrasi terbentuk dari identitas yang mendukung seperti kesamaan bahasa, kesamaan cita-cita poitik dan pandangan hidup. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama dan akhirnya menyatukan identitas untuk kepentingan bersama. Integrasi nasional juga dapat dikatakan sebagai jalan keluar dalam menghadapi konflik-konflik antar-etnik, agama, politik, dan lain sebagainya dengan menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia merupakan sebuah keniscayaan.

Sekian penyampaian dari saya,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by HALIMAH MUFITA - -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri ;
Nama : HALIMAH MUFITA
NPM : 2115061031
KELAS : PSTI-B
Izin menyampaikan analisis mengenai jurnal dengan judul "'Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia'- Oleh Agus Maladi Irianto.

Integrasi suatu bangsa dapat terbentuk akibat adanya identitas yang mendukung seperti persamaan dalam pandangan hidup, cita-cita politik dan sistem budaya. Di mana nantinya integritas nasional akan melakukan proses penyatuan berbagai perbedaan-perbedaan yang ada dalam lingkungan masyarakat menjadi satu tujuan yang selaras dengan sebuah bangsa. Dan integritas nasional juga dapat terbentuk dari kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isi yang sama, baik yang bersifat ekonomis, ideologis, dan sosial.

Integrasi nasional dapat menjadi jalan keluar dari berbagai permasalahan yang ada di negara Indonesia, seperti konflik antar-agama, konflik antar-pelajar, konflik antar-partai dan sebagainya. Berbagai macam permasalahan juga muncul akibat adanya sikap Etnosentrisme, di mana seseorang atau sebuah kelompok menganggap bahwa budaya etniknya lebih baik dan unggul dari pada budaya yang etnik yang lain. Sikap sombong ini dapat menimbulkan konflik antar sesama. Maka dari itu dibutuhkannya integritas nasional yang dapat menjadi solusi dan menyatukan negara Indonesia yang beraneka ragam budaya dan ciri khas.


Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by META BERLIANA META BERLIANA -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Meta Berliana
NPM : 2115061047
Kelas : PSTI B
saya ingin menyampaikan analisis saya dari jurnal " Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia "

Negara dan bangsa Indonesia telah memiliki banyak pengalaman sejak proklamasi kemerdekaan. Selama pengalaman tersebut, bangsa Indonesia telah mengalami perubahan dalam berbagai prinsip, pemahaman, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan perubahan prinsip dan ideologi tersebut telah mengakibatkan disintegrasi dan ketidakstabilan negara. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ciri khas identitas nasional adalah bentuk fisik dan kebijakan umum seluruh rakyat Indonesia. Pada saat yang sama, dari perspektif ruang, tidak hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai tingkat identitas. Tingkat identitas tergantung pada peran yang dijalankan, kondisi objektif yang dihadapi, dan bagaimana menghadapi lingkungan dan peran tersebut. Identitas bukanlah hal yang selesai, tetapi keadaan penyesuaian terus-menerus, sifat pembaruan terus-menerus, keadaan negosiasi terus-menerus. sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.

Di satu sisi, integritas terbentuk jika ada dukungan identitas, seperti kesamaan bahasa, kesamaan nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional pada dasarnya mengandung makna menyatukan visi dan misi suatu negara dari berbagai kepentingan masing-masing anggota masyarakat. Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan dengan kondisi nasional Indonesia. Ketika terjadi konflik antar suku, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar partai, konflik antar pelajar, dan beberapa konflik kepentingan lainnya, hal tersebut masih melanda Indonesia hingga saat ini. Konsep integrasi etnis menjadi penting untuk penggunaan strategis budaya sebagai bangsa Indonesia, yang telah ada selama enam tahun.

Sekian analisis yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by WAHYU SIRAIT -
Selamat siang pak
Izin memperkenalkan diri nama saya Wahyu Sirait dengan NPM 2115061039 dari kelas Teknik Informatika B ingin menyampaikan hasil analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Andre Gilang Firmansyah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri nama saya Andre Gilang Firmansyah dengan NPM 2115061087 ingin menyampaikan analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional inilah yang akan menjadi dasar integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan bangsa Indonesia. Integrasi nasional sangat penting untuk dijadikan sebagai setrategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia dengan dasar menyatukan visi dan misi masyarakat Indonesia.

Maka dari itu integrasi nasional ini merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan seperti konflik antar etnik, antar daerah, antar agama, antar parpol, antar pelajar, dsb.

Sekian analisis dari saya, terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Alvin Reihansyah Makarim -
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri:
Nama: Alvin Reihansyah Makarim
NPM: 2115061083
Kelas: PSTI B
Izin untuk menyampaikan analisis tanggapan saya mengenai jurnal “INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA”.

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa.

Sayangnya, sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain yang kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah yang justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Padahal integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi berbagai macam konflik yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.

Sekian, terima kasih,
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by NAJLA ATIKAH DWIRAHMA -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama : Najla Atikah Dwirahma
NPM : 2115061043
Kelas : PSTI B.
Izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal pendidikan yang berjudul “INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.”

Identitas menggambarkan diri seseorang atau masyarakat dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukan sesuatu yang final atau selesai, melainkan suatu kondisi yang menyesuaikan, diperbarui, dan dinegosiasi secara terus menerus sehingga akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Integrasi nasioanal merupakan penyatuan visi misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat. Integrasi akan terbentuk jika ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.

Pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir yang patut untuk disyukuri. Akan tetapi, pluralitas ini semakin lama semakin memicu pertentangan antara sejumlah anggota masyarakat. Oleh sebab itu, maka akan muncul paham sentrisme yang nantinya akan melahirkan etnosentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya. Konsep integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya akan menyatukan visi misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat. Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana pembentukan pola pikir dan sikap mental merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. Perlu adanya kesadaran nasional dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan juga pluralisme. Sehingga sejumlah konflik yang ada di Indonesia dapat dihadapi dengan integrasi nasional melalui kesadaran nasional dan pluralitas bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by ABDUL RAHMAN WAHID ABDUL RAHMAN WAHID -
Assalamaualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama: Abdul Rahman Wahid
NPM: 2115061014
Kelas: PSTI B
Saya akan menyampaikan hasil analisis mengenai jurnal yang berjudul " Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" yaitu sebagai berikut:

Identitas merupakan representasi seseorang atau masyarakata mengenai entitas sosial dan budaya yang berlangsung secara kompleks. Identitas ini harus dilakukan penyesuaian dan pembaharuan karena wujudnya terantung dari proses yang akan membentuknya. Pluralitas yang berkembang saat ini tidak lagi hanya dibatasi perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal-usul daerah. Pluratitas sekarang justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Perbedaan seseorang tidak terlihat lagi dari segi etnis, profesi, latar belakang pendidikan, bahkan asal-usul daerah. Kepentingan masing-masing individu yang kemudian menyatukan identitas tersebut.

Apabila kita melihat masalah etnosentrisme, hal ini memiliki dampak yang positif dan dampak yang negatif. Dampak positif dari etnosentrisme adalah menguatnya solidaritas kelompok dan memiliki dampak negatif berupa sifat yang merasa paling unggul dibanding kelompok lain. Dengan demikian, entrosentrisme ini memiliki sejumlah dampak positif maupun negatif yang perlu diperhatikan karena masing-masing kelompok memiliki keunggulan sendiri dan tidak perlu merasa hanya satu kelompok saja yang unggul.Etnosentrisme dapat menjaga keutuhan bahasa tersebut agar dapat diwariskan turun temurun dalam masyarakat, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi daerahnya. Namun, Etnosentrisme juga bisa menjadi hambatan jika seseorang masih memiliki pemikiran bahwa budayanya lebih unggul.

Integrasi nasional diyakini dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang ada di negara Indonesia, seperti konflik antar-agama, konflik antar-pelajar, konflik antar-partai dan sebagainya. Integrasi terbentuk dari identitas yang mendukung seperti kesamaan bahasa, kesamaan cita-cita poitik dan pandangan hidup. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama dan akhirnya menyatukan identitas untuk kepentingan bersama.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabararakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Ni Putu Tiara Prezilia A. -
Selamat sore pak, izin memperkenalkan diri,
Nama : Ni Putu Tiara Prezilia A.
NPM : 2115061006
Kelas : PSTI B
Ingin mengumpulkan tugas analisis jurnal yang telah diberikan. Berikut adalah hasil analisis dari saya.

Sejak era proklamasi, Indonesia telah mengalami banyak peristiwa yang menciptakan gejolak dalam negeri termasuk disintegrasi dan instabilisasi nasional. Dimulai dari era orde lama hingga orde baru, banyak sekali penyimpangan yang terjadi di dalam pemerintahan dan menyebabkan adanya ketimpangan antara pemerintah dengan yang diperintah. Hal itu menyebabkan adanya pemberontakan dan munculnya aksi separatis dari daerah-daerah. Hampir sama dengan era sebelumnya, pada masa reformasi acuan kehidupan bernegara dan kerukunan sosial masih belum stabil sehingga menyebabkan ketidakpatuhan sosial yang diikuti oleh tindakan anarkis, pelanggaran moral, pelanggaran etika dan sebagainya serta terus terjadi hingga saat ini. Untuk itu, diperlukan suatu strategi yang dapat mendorong integrasi bangsa sehingga pelanggaran seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Integrasi nasional adalah proses penyatuan perbedaan dalam suatu negara agar keselarasan dan kesesuaian dalam kehidupan berbangsa-negara dapat diciptakan. Integrasi terbentuk ketika terdapat identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan cita-cita dan tujuan serta adanya sikap saling toleransi dan menghargai antar perbedaan yang ada di setiap unsur identitas nasional. Integrasi nasional juga terbentuk ketika adanya suatu isu bersama baik yang bersifat ideologis, ekonomis maupun sosial yang kemudian menyatukan tiap-tiap kelompok masyarakat. Seperti yang kita semua ketahui, Indonesia memiliki keanekaragaman khususnya dari segi kebudayaan seperti suku bangsa dan juga bahasa daerah. Hal ini tentu saja menandakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya. Namun, adanya pluralitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat menimbulkan pertentangan antar masyarakat. Adanya sikap etnosentris yang berfikir etniknya lebih unggul dibanding etnik lain juga memicu adanya disintegrasi bangsa. Untuk itu, integrasi sangat penting untuk menjaga bangsa dari perpecahan. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional pada dasarnya menyatukan visi misi antar sejumlah kepentingan masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda.

Sekian analisis yang dapat saya sampaikan, terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by AZIZAH SITI NUR AZIZAH -
Nama : Siti Nur Azizah
NPM : 2115061002
Kelas : PSTI B

Assalamualaikum wr.wb,
Adapun analisis saya mengenai jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia", yaitu Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Integrasi nasional pada dasarnya memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.4 Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Terima kasih, wassalamualaikum wr.wb
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Muchammad Raja Haikal Fiaugustian Raja Haikal -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama : Muchammad Raja Haikal Fiaugustian
NPM : 2155061016
Kelas : PSTI B.
Izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal pendidikan yang berjudul “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia.”

Identitas adalah gambaran atau ciri dari diri seseorang. Identitas terbentuk berdasarkan atas kemauan kita sendiri maupun hasil dari lingkungan sekitar. Identitas akan terus terbentuk seiring berjalannya dengan penyesuaian zaman yang terus berkembang. Dengan terbentuknya identitas dari suatu kelompok tentunya akan membuat rasa kekeluargaan dan kesatuan dalam diri akan terbentuk pula. Untuk itu indonesia harus memiliki identitas nasional perlu dibentuk agar paham etnosentrime dan paham - paham buruk lainnya juga dapat hilang.

Setelah terbentuknya identitas nasional tentunya dalam mencapai integritas nasional pula akan lebih mudah. Identitas nasional membuat bangsa yang plural ini memiliki satu kesamaan yang menjadi pendorong dalam kesatuan dan persatuan. Integritas nasional ini akan menjadi solusi dalam memerangi dan mengatasi konflik antar suku, agama, dan budaya. Maka dari itu identitas nasional harus diajarkan dan ditenkankan dari sedini mungkin hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar tercapainya integritas nasional yang menjadi wadah dalam memecahkan konflik nasional.

Sekian yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Refrizar Dwiardito refrizar.dwiardito -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri nama saya Refrizar Dwiardito dengan NPM 2115061051, dari kelas PSTI-B ingin menyampaikan analisis terkait jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".

Identitas adalah ciri khas yang dapat dijadikan sebagai pembeda di dalam masyarakat. Identitas ini dapat menjadi pembentuk pola pikir yang dapat mendukung kemampuan dalam pembangunan kebudayaan nasional. Integrasi nasional adalah pondasi tumbuhnya rasa nasionalisme dan saling menghargai. Integrasi nasional yang lahir dari beraneka ragam identitas diterapkan dengan menyatukan visi misi dari bangsa Indonesia. Namun karena terbentuknya paham sentrisme, etnosentrisme, religisentrisme, dan lainnya dapat menjadi penyebab sulitnya menumbuhkan rasa integrasi nasional.
Kesadaran setiap individu untuk menyadari pluralitas bangsa, dan kebijakan otonomi daerah atau pusat seharusnya tidak menjadi penghambat dalam penerapan konsep integrasi nasional. Konsep integrasi nasional sangatlah penting untuk menjadi strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia.

Terimakasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Rodhiyati Mardhiyyah Rodhiyati Mardhiyyah -
Assalamualaikum Wr. Wb
Izin memperkenalkan diri nama saya Rdhiyati Mardhiyyah, NPM 2115061059 dari kelas PSTI B. Disini saya izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul "Intergrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentris di Indonesia.

Indonesia memang telah dikodratkan sebagai negara multikulturasi yaitu memiliki banyak suku bangsa. perbedaan antar suku ini wajar saja. Yang tidak wajar yaitu jika perbedaan ini menimbulkan perpecahan antar semama rakyat Indonesia. Saat ini Pemerintah yang menerapkan sistem otonomi daerah dimana suatu daerah diberi kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri malah meningkatkan resiko terjadinya etnosentrik. Hal ini karena tiap-tiap daerah menginginkan agar daerahnya lebih baik dari pada yang lain. Jika faktor etnis dan daerah selalu menimbulkan masalah etnosentrik. Maka cara untuk menyelesaikanya adalah dengan integrasi nasional. integrasi nasional adalah usaha untuk menyatukan perbedaan seperti budaya dan pemahaman kelompok. Tujuanya tidak lain tentu karena ingin bersatu dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Kebijakan otonomi daerah ini akan menciptakan integrasi jika setiap setiap daerah tidak mementingkan kepentingan yang semata-mata hanya untuk kelompoknya saja. Serta sebagai anggota dari suatu suku bangsa, maka janganlah mengagung-agungkan sukunya sendiri karena kita semua adalah satu. yaitu sebagai bangsa Indonesia. kita memiliki identitas yang sama seperti dasar negara yaitu Pancasila, bendera yang sama yaitu Merah Putih dan masih banyak lagi identitas Indonesia. Untuk itu konflik yang terjadi di Indonesia seperti konflik agama, antar suku dan lain sebagainya sangatlah tidak di benarkan. Menghormati antar suku dan budaya adalah mutlak jika ingin menciptakan integrasi nasional.

Sebagai negara yang dengan memiliki wilayah yang sangat luas tentunya memiliki tantangan yang sangat besar pula. Untuk itu pemerintah Indonesia juga harus memperhatikan setiap pelosok wilayah di negeri ini dan bertindak adil. Jangan hanya berpihak pada suatu golongan saja. Dengan memiliki sikap positif terhadap kebudayaan lain, toleransi, diharapkan integrasi sesama masyarakat akan terwujud.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.
Wassalamualikum Wr. Wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Annisa Qurrota A'yun Annisa Qurrota A'yun -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri nama saya Annisa Qurrota A'yun dengan NPM 2115061103 ingin menyampaikan analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".
Analisis Jurnal
Indonesia memiliki kekayaan berupa keberagaman kebudayaan masyarakatnya. Indonesia juga dikaruniai alam dan iklim yang sangat bersahabat. Kekayaan kultur dan alam ini sudah menjadi takdir bangsa Indonesia yang harus disyukuri dan dipertahankan sebab sudah menjadi bagian dari identitas bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki potensi untuk memecah belah bangsa, namun kenyataannya bangsa Indonesia tetap menjadi satu kesatuan hingga hari ini. Artinya, keberagaman yang dimiliki rakyat Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk bersatu.
Pemersatuan masyarakat Indonesia yang majemuk ini didasari oleh faktor kesamaan identitas dan tujuan. Maksudnya, masyarakat Indonesia merasa memiliki identitas yang sama, latar belakang yang sama, sehingga meminggirkan sekat-sekat pembeda suku, agama, dan ras yang ada menjadi satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Kemudian, integrasi ini didorong juga oleh kesamaan tujuan untuk hidup merdeka dan sejahtera di bawah naungan bendera merah putih.
Dapat dilihat bahwa kesadaran tentang identitas nasional dan integrasi bangsa merupakan hal yang berhubungan erat dan saling mempengaruhi. Sayangnya, kini terdapat beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi, misalnya kebijakan-kebijakan yang cenderung mengarah ke disintegrasi. Meskipun demikian, masalah tersebut tidak boleh sampai memecah belah bangsa. Identitas nasional harus tetap dijaga eksistensinya sebab hal ini menjadi faktor utama untuk integrasi bangsa, begitu juga sebaliknya. Hal tersebut dapat dijaga dengan menanamkan rasa nasionalisme ke rakyat dan menerima keberagaman yang ada, menggalakkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Terima kasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Azahra Nafisa Azahra Nafisa -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama : Azahra Nafisa
NPM : 2115061111
Kelas : PSTI B

Izin menyampaikan analisis terkait jurnal pembelajaran dengan judul “INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA”. Dari jurnal pembelajaran ini saya dapat mengambil analisis yaitu :

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural. Indonesia terdiri dari beratus-ratus pulau, bahasa, dan suku bangsa. Hal ini merupakan kekayaan yang tiada tara bagi sebuah bangsa. Namun, sayangnya pluralitas ini juga menimbulkan berbagai konflik seperti konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, dan sejumlah konflik kepentingan lain serta terbentuknya faham negatif seperti sentrisme, etnosentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, yang dapat menyebabkan penyempitan rasa integrasi nasional. Selain itu, semenjak dimulainya era reformasi yang dimana pemerintah memberikan kebijakan otonomi darah atau kebebasan pada sejumlah daerah untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri justru menjadi penopang dalam menguatnya etnosetrisme sehingga menjadi penghambat cita-cita dalam menerapkan konsep integrasi nasional.

Dengan demikian, diperlukan adanya kesadaran dari setiap individu untuk menyadari pluralitas bangsa Indonesia. integrasi nasional diharapkan dapat menjadi suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan. Dengan mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya dapat menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks sehingga diharapkan dapat menjadi jalan keluar dalam menghadapi faham etnosentrisme pada kehidupan masyarakat.

Sekian analisis dari saya, Terima Kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Dimas Hidayanto Naim -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama : Dimas Hidayanto Naim
NPM : 2115061035
Kelas : PSTI B.
Izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal pendidikan yang berjudul “INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.”

integrasi nasional identik dengan integrasi bangsa yang mempunyai pengertian suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan kesimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa. Integrasi nasional merupakan jalan keluar untuk mengatasi berbagai konflik di Indonesia seperti konflik antar suku, antar daerah, konflik antar agama, antar politik, konflik antar siswa, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang seharusnya tidak diperlukan.

Namun untuk mewujudkan integrasi nasional selalu ada hambatan yang dihadapi seperti kebijakan otonomi daerah yang dirasa mengancam integrasi nasional jika para penguasa di daerah terlalu menonjolkan identitas kedaerahannya. integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.

Sekian, terima kasih,
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Sabila Zata Amani -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Sabila Zata Amani
Npm : 2115061071
Kelas TI B

Saya akan menyampaikan hasil analisis saya dari jurnal "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"
Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Kebudayaan tradisional menjadi mitos sebagai sosok kebudayaan yang arif. Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Ungkapan-ungkapan itu mencerminkan kearifan lokal, walaupun dengan intensitas yang berbeda, telah dikenal luas dikalangan masyarakat di nusantara.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by M. Naufal Rizqullah Naufal -
Assalamua'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Izin memperkenalkan diri, saya M Naufal Rizqullah dengan NPM 2155061008, dari kelas PSTI-B. Adapun tanggapan dan hasil analisis saya mengenai jurnal yang berjudul "INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA" adalah sebagai berikut : Indonesia telah melewati berbagai permasalahan geo-politik yang terjadi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu pula yang menjadikan bangsa Indonesia sempat melakukan perubahan azas, paham, ideologi, dan doktrin. Lalu perpindahan dari orde lama ke orde baru yang ditandai dengan gerakan pembunuhan jendral TNI AD dan PKI dituduh melakukannya. Kemudian terjadi perampingan parpol yang menyisakan PDI, PPP, dan GOLKAR. Selama pemilu berlangsung, GOLKAR selalu menang karena dijadikan kendaraan politik oleh penguasa saat itu. Setelah sekian lama, Orba pun juga dapat tumbang akibat kesalahan dalam mengatur jalannya pemerintahan saat itu. Kemudian era reformasi yang mulai membuka jalannya demokrasi dan peluang besar daerah untuk mengembangkan sisem desentralisasi. Namun pergantian masa pemerintahan juga tidak memperbaiki keadaan bangsa, yang mengakibatkan maraknya ketidakpatuhan sosial, tindakan anarkis, pelanggaran moral dan etika, serta meningkatnya kriminalitas secara terang-terangan. Untuk itu diperlukan adanya strategi untuk menyatukan kembali. Identitas adalah representasi seseorang untuk melihat dirinya dan melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Kemudian identitas dapat terbentuk dari kemauan diri sendiri dan akan bergantung terhadap kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi dan mengharuskan untuk meresponsnya. Identitas juga perlu diperbaharui dan dinegosiasi yang membuat wujudnya akan selalu bergantung pada proses yang terjadi. Tayangan tv juga menjadi refleksi kehidupan sehari-hari yang terjadi yang bisa menjadikan seorang individu objek dan subjek sekaligus. Pada satu sisi terwujudnya integrasi nasional dikarenakan kesamaan seperti bahasa, budaya, sistem, dan lainnya. Terjadinya pluralitas adalah takdir bangsa Indonesia. Mulai dari alam hingga pilihan politiknya. Namun semakin lama, semakin terlihat dengan jelas perbedaan yang terjadi dikarenakan sebagian orang mulai mengelompokkan diri mereka masing-masing lalu membuat mereka percaya diri sehingga menjadikan sombong dan menganggap rendah orang di luar mereka. Dengan adanya otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadikan setiap daerah ingin membuat sekolah sendiri. Yang pada akhirnya akan menerima murid dengan kesamaan latar belakang yang bisa membuat semakin bangganya terhadap budaya mereka sendiri. Lalu hal demikian juga terjadi dalam perpolitikan di Indonesia, yang mana banyak daerah yang mencoba untuk menempatkan putra daerahnya masing-masing untuk mengatur daerah asal mereka. Kebijakan otonomi daerah kini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas. Demikian hasil analisis saya, terimakasih atas perhatiannya
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by M. Irvan Sinado M. Irvan Sinado -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
izinkan saya memperkenalkan diri :
NAMA: M. IRVAN SINADO
NPM: 2115061115
KELAS: PSTI B

Izin menyampaikan Analisis saya mengenai jurnal “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”
tantangan Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional dalam menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme. Kemudian dijelaskan lagi bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi apa yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia, seperti konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang semestinya tidak perlu terjadi. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Namun gambaran pluralitas ini justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat.

Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa.

Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, nilai sistem budaya, cita-cita politik, kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau kelompoknya. Dengan demikian identitasnya tertinggal yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

sekian analisis yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
wassalammualaikum warohmatullahhi wabarokatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by JONATAN ILYASA -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memperkenalan diri nama saya Jonatan ilyasa dengan NPM 2115061126 dari kelas Teknik Informatika B. Saya akan menejelaskan apa yang saya dapat setelah menganalisis jurnal tentang “ Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia”.

Di dalam jurnal tersebut di bahas tentang historis bangsa Indonesia dari masa orde lama, orde baru daan masa orde reformasi dan tantangan bangsa Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional dalam menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme. Integrasi nasional adalah jawban dari masalah masalah yang terjadi di Negara kita seperti pelanggaran moral, perlakuan anarkis, pelanggaran etika, kriminalitas, perang antar suku, konflik antar suku, dan lain lain.

Integrasi nasional dan identitas nasional hadir untuk dapat menyelesaikan masalah masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dengan integrasi nasional dan identitas nasional l bangsa Indonesia akan sadar dimana dia tinggal dan mengapa ia harus menjaga Negara nya sendiri agar tidak hancur dari dalam dan menghargai setiap perbedaaan yang ada di negerinya sendiri karena Indonesia meredeka atas dasar persatuan dan menyadari bahwa konflik adalah sesuatu yang tidak berguna dan malah akan menghancurkan bangsanya.

sekian terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by TEGUH TEGUH KARYA RIZKI -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri:
NAMA: Teguh Karya Rizki
NPM: 2115061079
KELAS: PSTI B
Izin menyampaikan analisis mengenai jurnal dengan judul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia".

Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budayaetniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Segala sudut sesuatu dilihat dari sudut pandang etniknya sendiri.

Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing.3 Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabararakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by MUHAMMAD SHALAHUDDIN ZAIN MUHAMMAD SHALAHUDDIN ZAIN -

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri,
Nama : Muhammad Shalahuddin Zain
NPM : 2115061099
Kelas : PSTI B

Izin menyampaikan analisis saya terkait jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukanpola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa,

Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Sekian analisis saya, Terima Kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by A. Rochman Fachrozi A. Rochman Fachrozi -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
sebekumnya izin memperkenalkan
Nama : A,Rochman Fachrozi
NPM : 2115061022
Kelas : Teknik Informatika B
izin menyampaikan analisis dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia".
Integrasi suatu bangsa dapat terbentuk akibat adanya identitas yang mendukung seperti persamaan dalam pandangan hidup, cita-cita politik dan sistem budaya
Integrasi nasional merupakan salah satu bentuk suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan dirinya memiliki suatu kesatuan.
Integrasi nasional yang lahir dari beraneka ragam identitas diterapkan dengan menyatukan visi misi dari bangsa Indonesia. Tujuan identitas nasional yaitumenjadi pembeda dan menjadi ciri khas.dengan adanya identitas diharapkan dapat memperbaiki pola pikir yang mampu menjadi bangsa ini lebih baik kedepannya.
Sekian dari saya, terimakasih.