Bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertwnyaan rekannya dipersilahkan
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi wabarakatuh
Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan..
Salam sejahtera untuk kita semua..
Tabik Pun!
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.
Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Barata Jaguardo Sitanggang NPM 2013053138 Selaku Moderator dari kelompok 13 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.
Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 13 :
1. Barata Jaguardo Sitanggang (2013053038)
2. Dewi Mustikawati (2013053008)
3. Febi Eka Putri (2013053099)
Kelompok 13 disini akan menyajikan materi dengan judul "Konsep Manajemen Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar"
Susunan acara pada hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab terdiri dari dua termin
4. Penutup
Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan..
Salam sejahtera untuk kita semua..
Tabik Pun!
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.
Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Barata Jaguardo Sitanggang NPM 2013053138 Selaku Moderator dari kelompok 13 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.
Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 13 :
1. Barata Jaguardo Sitanggang (2013053038)
2. Dewi Mustikawati (2013053008)
3. Febi Eka Putri (2013053099)
Kelompok 13 disini akan menyajikan materi dengan judul "Konsep Manajemen Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar"
Susunan acara pada hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab terdiri dari dua termin
4. Penutup
Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh.
Selamat Pagi..
Selamat Pagi..
Yaa Pun!
Bismillahirrahmanirrahim..
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirrahim
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh. Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
bismillahirrahmanirrahim
bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh.
Selamat Pagi..
Selamat Pagi..
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh. Bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumsalam warohmatullohiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Pagii
Pagii
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Meningkat ke acara yang kedua yaitu penyajian materi, kepada saudari Dewi Mustika saya persilahkan untuk share materi ppt dan makalahnya.
Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.20- 10.50 WIB)
Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.20- 10.50 WIB)
assalamualaikum izin mengirimkan materi kelompok 13
Baiklah untuk mempersingkat waktu kita lanjut ke acara yang selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang terdiri dari 2 termin dimana setiap termin terdiri dari 3 penanya, pertanyaan tidak boleh keluar dari pembahasan yang ada di makalah dan setiap yang bertanya silahkan mengajukan diri dengan format NAMA_NPM_ IZIN BERTANYA dan akan dipilih oleh moderator.
Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan.
Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan.
Dimas Aris Setiawan_2013053066_Izin bertanya
Nazla Asa Luqyana 2013053152 Izin bertanya
Indrie Tarisa Putri
2013053131
Izin bertanya
2013053131
Izin bertanya
Okta Mirnawati 2013053130 izin bertanya
Ridha Rizkyka Azammi_2013053177_Izin bertanya
izin bertanya
Fadilatun Nisa Aulia
2063053002
Fadilatun Nisa Aulia
2063053002
Atri Putri 2013053060
Izin bertanya
Izin bertanya
Mira Desrina
2013053059
Izin bertanya
2013053059
Izin bertanya
Dipersilahkan kepada Dimas,Nazla,dan Indrie untuk menuliskan pertanyaan
Terima kasih moderator atas kesempatannya.
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066
Izin bertanya
Hal apakah yang paling membedakan dari konsep manajemen pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dengan Manajemen pendidikana di SMP maupun SMA ? Tolong jelaskan.
Terima kasih
NPM : 2013053066
Izin bertanya
Hal apakah yang paling membedakan dari konsep manajemen pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dengan Manajemen pendidikana di SMP maupun SMA ? Tolong jelaskan.
Terima kasih
Febi Eka Putri
2013053099
Izin menjawab..
Menurut saya, secara umum konsep manajemen pendidikan di SD sama dengan manajemen pendidikan di SMP dan SMA..
2013053099
Izin menjawab..
Menurut saya, secara umum konsep manajemen pendidikan di SD sama dengan manajemen pendidikan di SMP dan SMA..
Yaitu serangkaian kegiatan yang
diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya. Di mana kepala
sekolah dasar selaku administrator bersama atau melalui orang lain berupaya
mencapai tujuan institusional sekolah dasar secara efisien..
Hanya aja yang membedakan manajemen pendidikan SD dengan manajemen pendidikan SMP dan SMA bisa dilihat dari manajemen waktunya.. tentunya untuk menerapkan manajemen pendidikan di SD SMP dan SMA berbeda.. pembelajaran di SMP dan SMA tentunya lebih lama dibanding dengan kegiatan pembelajaran di SD..
Terimakasih..
Terima kasih moderator atas kesempatannya
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin bertanya
Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Tujuan manajemen sekolah dasar adalah mencapai tujuan institusional sekolah dasar, yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.
Adakah kendala dalam proses mencapai tujuan dari manajemen pendidikan di sekolah dasar?
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin bertanya
Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Tujuan manajemen sekolah dasar adalah mencapai tujuan institusional sekolah dasar, yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.
Adakah kendala dalam proses mencapai tujuan dari manajemen pendidikan di sekolah dasar?
Dewi Mustikawati
2013053108
izin menjawab
tantangan mencapai tujuan manajemen pendidikan di sekolah dasar di antaranya: perubahan nilai-nilai/norma, liberalisasi, ekonomi, Iptek yang canggih dan bahaya narkoba. Setiap peluang perlu dimanfaatkan dan dioptimalkan, sedangkan setiap tantangan perlu diantispasi, sehingga peranan sekolah tetap dapat ditingkatkan sesuai dengan peluang yang ada.peranan sekolah berkaitan secara langsung dengan pengembangan sumber daya manusia (human resources development).
2013053108
izin menjawab
tantangan mencapai tujuan manajemen pendidikan di sekolah dasar di antaranya: perubahan nilai-nilai/norma, liberalisasi, ekonomi, Iptek yang canggih dan bahaya narkoba. Setiap peluang perlu dimanfaatkan dan dioptimalkan, sedangkan setiap tantangan perlu diantispasi, sehingga peranan sekolah tetap dapat ditingkatkan sesuai dengan peluang yang ada.peranan sekolah berkaitan secara langsung dengan pengembangan sumber daya manusia (human resources development).
Arina Izzati 2013053096
Izin menambahkan jawaban
Beberapa kendala dalam mencapai tujuan manajemen sekolah dasar adalah:
1). Tidak Berminat Untuk Terlibat.
=>Anggota dewan sekolah harus lebih banyak menggunakan waktunya dalam hal-hal yang menyangkut perencanaan dan anggaran. Akibatnya kepala sekolah dan guru tidak memiliki banyak waktu lagi yang tersisa untuk memikirkan aspek-aspek lain dari pekerjaan mereka. Tidak semua guru akan berminat dalam proses penyusunan anggaran atau tidak ingin menyediakan waktunya untuk urusan itu.
2). Tidak Efisien.
=>Pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatif adakalanya menimbulkan frustrasi dan seringkali lebih lamban dibandingkan dengan cara-cara yang otokratis. Para anggota dewan sekolah harus dapat bekerja sama dan memusatkan perhatian pada tugas, bukan pada hal-hal lain di luar itu.
3). Pikiran Kelompok.
=>Setelah beberapa saat bersama, para anggota dewan sekolah kemungkinan besar akan semakin kohesif. Di satu sisi hal ini berdampak positif karena mereka akan saling mendukung satu sama lain. Di sisi lain, kohesivitas itu menyebabkan anggota terlalu kompromis hanya karena tidak merasa enak berlainan pendapat dengan anggota lainnya. Pada saat inilah dewan sekolah mulai terjangkit “pikiran kelompok.” Ini berbahaya karena keputusan yang diambil kemungkinan besar tidak lagi realistis.
4) Memerlukan Pelatihan.
=>Pihak-pihak yang berkepentingan kemungkinan besar sama sekali tidak atau belum berpengalaman menerapkan model yang rumit dan partisipatif ini. Mereka kemungkinan besar tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang hakikat Manajemen sekolah dasar sebenarnya dan bagaimana cara kerjanya, pengambilan keputusan, komunikasi, dan sebagainya.
5) Kebingungan Atas Peran dan Tanggung Jawab Baru.
=>Pihak-pihak yang terlibat kemungkinan besar telah sangat terkondisi dengan iklim kerja yang selama ini mereka geluti. Penerapan Manajemen sekolah dasar mengubah peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang berkepentingan. Perubahan yang mendadak kemungkinan besar akan menimbulkan kejutan dan kebingungan sehingga mereka ragu untuk memikul tanggung jawab pengambilan keputusan.
6). Kesulitan Koordinasi.
=>Setiap penerapan model yang rumit dan mencakup kegiatan yang beragam mengharuskan adanya koordinasi yang efektif dan efisien. Tanpa itu, kegiatan yang beragam akan berjalan sendiri ke tujuannya masing-masing yang kemungkinan besar sama sekali menjauh dari tujuan sekolah.
Apabila pihak-pihak yang berkepentingan telah dilibatkan sejak awal, mereka dapat memastikan bahwa setiap hambatan telah ditangani sebelum penerapan manajemen sekolah dasar. Dua unsur penting adalah pelatihan yang cukup tentang Manajemen sekolah dasar dan klarifikasi peran dan tanggung jawab serta hasil yang diharapkan kepada semua pihak yang berkepentingan. Selain itu, semua yang terlibat harus memahami apa saja tanggung jawab pengambilan keputusan yang dapat dibagi, oleh siapa, dan pada level mana dalam organisasi.
Anggota masyarakat sekolah harus menyadari bahwa adakalanya harapan yang dibebankan kepada sekolah terlalu tinggi. Pengalaman penerapannya di tempat lain menunjukkan bahwa daerah yang paling berhasil menerapkan manajemen sekolah dasar telah memfokuskan harapan mereka pada dua maslahat: meningkatkan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan menghasilkan keputusan lebih baik.
Izin menambahkan jawaban
Beberapa kendala dalam mencapai tujuan manajemen sekolah dasar adalah:
1). Tidak Berminat Untuk Terlibat.
=>Anggota dewan sekolah harus lebih banyak menggunakan waktunya dalam hal-hal yang menyangkut perencanaan dan anggaran. Akibatnya kepala sekolah dan guru tidak memiliki banyak waktu lagi yang tersisa untuk memikirkan aspek-aspek lain dari pekerjaan mereka. Tidak semua guru akan berminat dalam proses penyusunan anggaran atau tidak ingin menyediakan waktunya untuk urusan itu.
2). Tidak Efisien.
=>Pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatif adakalanya menimbulkan frustrasi dan seringkali lebih lamban dibandingkan dengan cara-cara yang otokratis. Para anggota dewan sekolah harus dapat bekerja sama dan memusatkan perhatian pada tugas, bukan pada hal-hal lain di luar itu.
3). Pikiran Kelompok.
=>Setelah beberapa saat bersama, para anggota dewan sekolah kemungkinan besar akan semakin kohesif. Di satu sisi hal ini berdampak positif karena mereka akan saling mendukung satu sama lain. Di sisi lain, kohesivitas itu menyebabkan anggota terlalu kompromis hanya karena tidak merasa enak berlainan pendapat dengan anggota lainnya. Pada saat inilah dewan sekolah mulai terjangkit “pikiran kelompok.” Ini berbahaya karena keputusan yang diambil kemungkinan besar tidak lagi realistis.
4) Memerlukan Pelatihan.
=>Pihak-pihak yang berkepentingan kemungkinan besar sama sekali tidak atau belum berpengalaman menerapkan model yang rumit dan partisipatif ini. Mereka kemungkinan besar tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang hakikat Manajemen sekolah dasar sebenarnya dan bagaimana cara kerjanya, pengambilan keputusan, komunikasi, dan sebagainya.
5) Kebingungan Atas Peran dan Tanggung Jawab Baru.
=>Pihak-pihak yang terlibat kemungkinan besar telah sangat terkondisi dengan iklim kerja yang selama ini mereka geluti. Penerapan Manajemen sekolah dasar mengubah peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang berkepentingan. Perubahan yang mendadak kemungkinan besar akan menimbulkan kejutan dan kebingungan sehingga mereka ragu untuk memikul tanggung jawab pengambilan keputusan.
6). Kesulitan Koordinasi.
=>Setiap penerapan model yang rumit dan mencakup kegiatan yang beragam mengharuskan adanya koordinasi yang efektif dan efisien. Tanpa itu, kegiatan yang beragam akan berjalan sendiri ke tujuannya masing-masing yang kemungkinan besar sama sekali menjauh dari tujuan sekolah.
Apabila pihak-pihak yang berkepentingan telah dilibatkan sejak awal, mereka dapat memastikan bahwa setiap hambatan telah ditangani sebelum penerapan manajemen sekolah dasar. Dua unsur penting adalah pelatihan yang cukup tentang Manajemen sekolah dasar dan klarifikasi peran dan tanggung jawab serta hasil yang diharapkan kepada semua pihak yang berkepentingan. Selain itu, semua yang terlibat harus memahami apa saja tanggung jawab pengambilan keputusan yang dapat dibagi, oleh siapa, dan pada level mana dalam organisasi.
Anggota masyarakat sekolah harus menyadari bahwa adakalanya harapan yang dibebankan kepada sekolah terlalu tinggi. Pengalaman penerapannya di tempat lain menunjukkan bahwa daerah yang paling berhasil menerapkan manajemen sekolah dasar telah memfokuskan harapan mereka pada dua maslahat: meningkatkan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dan menghasilkan keputusan lebih baik.
Nama :Rahmah Nur'Aini
NPM : 2013054127
Izin menambahkan,
Kendala dalam proses mencapai tujuan dari manajemen pendidikan di sekolag dasar salah satunya yaitu kemajuan zaman dan perubahan sosial, menghadapi tantangan pada era informasi dn perubahan sosial yang semakin cepat, pendidikan masa depan perlu sejak dini (mulai pendidikan dasar) melatih peserta didik untuk mampu belajar mandiri, sehingga disinilah tantangan proses manajemen pendidikan sekolah dasar yang membuat peserta didik untuk mandiri dengan kemajuan zaman. Selain itu, tantangan selanjutnya mengubah peserta didik yang tranformasi dari lingkungan masyarakat yang lamban, tidak kreatif dan bodoh menjadi terbentuknya peserta didik di masyarakat yang belajar (Learning Society) dengan kreativitas yang tinggi menjadi sasaran pembelajaran. Pengetahuan dan pembelajaran masyarakat dalam era informasi bermakna
NPM : 2013054127
Izin menambahkan,
Kendala dalam proses mencapai tujuan dari manajemen pendidikan di sekolag dasar salah satunya yaitu kemajuan zaman dan perubahan sosial, menghadapi tantangan pada era informasi dn perubahan sosial yang semakin cepat, pendidikan masa depan perlu sejak dini (mulai pendidikan dasar) melatih peserta didik untuk mampu belajar mandiri, sehingga disinilah tantangan proses manajemen pendidikan sekolah dasar yang membuat peserta didik untuk mandiri dengan kemajuan zaman. Selain itu, tantangan selanjutnya mengubah peserta didik yang tranformasi dari lingkungan masyarakat yang lamban, tidak kreatif dan bodoh menjadi terbentuknya peserta didik di masyarakat yang belajar (Learning Society) dengan kreativitas yang tinggi menjadi sasaran pembelajaran. Pengetahuan dan pembelajaran masyarakat dalam era informasi bermakna
Baik terimakasih moderator
Indrie Tarisa Putri
2013053131
Izin bertanya
Mengapa Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting?
Terimakasih
Barata Jaguardo Sitanggang
2013053138
Izin menjawab pertanyaan Indrie
Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting, karena
pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, bahkan merupakan salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan
manajemen pendidikan merupakan sub sistem dari manajemen pembangunan
nasional.
Manajemen sekolah merupakan faktor yang dibutuhkan dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Manajemen sekolah dasar merupakan proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang
diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya. Di mana kepala
sekolah dasar selaku administrator bersama atau melalui orang lain berupaya
mencapai tujuan institusional sekolah dasar secara efisien.
Salah satu yang kami bahas adalah manajemen sekolah dasar. Tujuan manajemen sekolah dasar adalah mencapai tujuan institusional
sekolah dasar, yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk
mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga
negara dan anggota ummat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. Dengan manajemen sekolah dasar yang
baik diharapkan sekolah dasar menjadi lembaga pendidikan yang baik dalam
segala aspek.
Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting, karena
pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, bahkan merupakan salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan
manajemen pendidikan merupakan sub sistem dari manajemen pembangunan
nasional.
Manajemen sekolah merupakan faktor yang dibutuhkan dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Manajemen sekolah dasar merupakan proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang
diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya. Di mana kepala
sekolah dasar selaku administrator bersama atau melalui orang lain berupaya
mencapai tujuan institusional sekolah dasar secara efisien.
Salah satu yang kami bahas adalah manajemen sekolah dasar. Tujuan manajemen sekolah dasar adalah mencapai tujuan institusional
sekolah dasar, yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk
mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga
negara dan anggota ummat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. Dengan manajemen sekolah dasar yang
baik diharapkan sekolah dasar menjadi lembaga pendidikan yang baik dalam
segala aspek.
Wildah Aprilia Dharma 2013053078
Dalam lembaga pendidikan, semua unsur pelaksanaan pendidikan akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan konsep dan prinsip-prinsip manajemen. Konsep dan prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dengan baik dan benar akan berdampak pada efektifitas pelaksanaan program, meningkatkan kualitas, dan produktivitas pendidikan yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga tersebut bermutu. Manajemen dalam pelaksanaan program pendidikan bukanlah tujuan, melainkan sebuah alat atau metode untuk mencapai mutu dan meningkatkan performance yang diharapkan. Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting karena untuk menjamin kualitas pendidikan, agar betul-betul nampak outcome-nya. Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, dipastikan pendidikan tidak akan berproses maksimal.
Dalam lembaga pendidikan, semua unsur pelaksanaan pendidikan akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan konsep dan prinsip-prinsip manajemen. Konsep dan prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dengan baik dan benar akan berdampak pada efektifitas pelaksanaan program, meningkatkan kualitas, dan produktivitas pendidikan yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga tersebut bermutu. Manajemen dalam pelaksanaan program pendidikan bukanlah tujuan, melainkan sebuah alat atau metode untuk mencapai mutu dan meningkatkan performance yang diharapkan. Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting karena untuk menjamin kualitas pendidikan, agar betul-betul nampak outcome-nya. Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, dipastikan pendidikan tidak akan berproses maksimal.
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan
Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting, karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, bahkan merupakan salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan manajemen pendidikan merupakan sub sistem dari manajemen pembangunan nasional. Dalam lembaga pendidikan, semua unsur pelaksanaan pendidikan akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan konsep dan prinsip-prinsip manajemen. Konsep dan prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dengan baik dan benar akan berdampak pada efektifitas pelaksanaan program, meningkatkan kualitas, dan produktivitas pendidikan yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga tersebut bermutu.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan. Dengan manajemen yang baik, semua perangkat pendidikan akan dapat bersinergi dengan baik sehingga kegiatan yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik pula. Karena sesungguhnya peran mahasiswa manajemen pendidikan untuk hal seperti ini menjadi faktor yang sangat penting untuk kemajuan pendidikan dan kualitas pendidikan Indonesia nanti di masa yang akan datang.
Izin menambahkan
Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting, karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, bahkan merupakan salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan manajemen pendidikan merupakan sub sistem dari manajemen pembangunan nasional. Dalam lembaga pendidikan, semua unsur pelaksanaan pendidikan akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan konsep dan prinsip-prinsip manajemen. Konsep dan prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dengan baik dan benar akan berdampak pada efektifitas pelaksanaan program, meningkatkan kualitas, dan produktivitas pendidikan yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga tersebut bermutu.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan. Dengan manajemen yang baik, semua perangkat pendidikan akan dapat bersinergi dengan baik sehingga kegiatan yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik pula. Karena sesungguhnya peran mahasiswa manajemen pendidikan untuk hal seperti ini menjadi faktor yang sangat penting untuk kemajuan pendidikan dan kualitas pendidikan Indonesia nanti di masa yang akan datang.
Rusbiantari Ningsih
2013053153
Izin menambahkan
Penerapan manajemen dalam pendidikan ini sangat penting karena tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan.
Untuk mencapai tujuan dalam manajemen pendidikan tentunya harus melalui proses mengoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti: tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana pendidikan misalnya laboratorium, perpustakaan, lapangan olah raga, tempat ibadah, dan sebagainya untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Terima kasih
2013053153
Izin menambahkan
Penerapan manajemen dalam pendidikan ini sangat penting karena tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan.
Untuk mencapai tujuan dalam manajemen pendidikan tentunya harus melalui proses mengoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti: tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana pendidikan misalnya laboratorium, perpustakaan, lapangan olah raga, tempat ibadah, dan sebagainya untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Terima kasih
Anjelly Triane Chaterina
2063053003
Izin menambahkan
Karena Manajemen Sekolah merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Tujuan manajemen pendidikan adalah terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan dan akuntabel, meningkatnya citra positif pendidikan, teratasinya mutu pendidikan karena masalah mutu di sebabkan oleh manajemennya.
2063053003
Izin menambahkan
Karena Manajemen Sekolah merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Tujuan manajemen pendidikan adalah terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan dan akuntabel, meningkatnya citra positif pendidikan, teratasinya mutu pendidikan karena masalah mutu di sebabkan oleh manajemennya.
Serly Setyowati
2013053081
Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Indrie.
Manajemen pendidikan sangat penting diterapkan karena manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, staf, sarana, dan prasarana pendidikan untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
2013053081
Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Indrie.
Manajemen pendidikan sangat penting diterapkan karena manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, staf, sarana, dan prasarana pendidikan untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Selain itu, majemen pendidikan diterapkan juga untuk mengatur segala aspek pendidikan agar tujuan yang direncanakan dalam pendidikan tercapai sesuai dengan apa yang telah di planning sejak awal.
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin menambahkan,
Manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.
Pendidikan yang visioner, memiliki misi yang jelas akan menghasilkan keluaran yang berkualitas. Dari sanalah pentingnya manajemen pendidikan diterapkan.
Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari akan hal itu.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Terima kasih.
NPM: 2013053109
Izin menambahkan,
Manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.
Pendidikan yang visioner, memiliki misi yang jelas akan menghasilkan keluaran yang berkualitas. Dari sanalah pentingnya manajemen pendidikan diterapkan.
Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari akan hal itu.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Terima kasih.
Mira Desrina
2013053059
Izin menambah kan
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tentunya manajemen sangat penting dalam pendidikan
Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan.
Melihat dari sisi ‘terpandang sebelah mata’ nya manajemen pendidikan inilah yang mendasari ketidak sesuaian cara berfikir dengan apa yang terjadi di lapangan. Seperti yang diketahui, tanpa ada manajemen yang baik, suatu institusi atau organisasi sekalipun akan sangat sulit untuk berkembang
2013053059
Izin menambah kan
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tentunya manajemen sangat penting dalam pendidikan
Tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, tentu saja suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal dan proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan.
Melihat dari sisi ‘terpandang sebelah mata’ nya manajemen pendidikan inilah yang mendasari ketidak sesuaian cara berfikir dengan apa yang terjadi di lapangan. Seperti yang diketahui, tanpa ada manajemen yang baik, suatu institusi atau organisasi sekalipun akan sangat sulit untuk berkembang
izin menjawab
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Karena Manajemen Sekolah merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.
Masalah manajemen pendidikan pada dasarnya menyangkut efisiensi
dalam pemanfaatan sumber daya yang ada. Manajemen pendidikan nasional adalah
strategi yang perlu ditata ulang untuk mengatasi efek negatif dari globalisasi. Revitalisasi
manajemen ini sekaligus akan mengarahkan globalisasi ke arah yang positif bagi
perkembangan peradaban bangsa. Selama ini sistem manajemen terpusat dari
pendidikan terbukti tidak membawa kemajuan yang signifikan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan pada umumnya. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, manajemen
terpusat telah menghambat kreativitas satuan pendidikan pada berbagai jenis dan
jenjang.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Karena Manajemen Sekolah merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.
Masalah manajemen pendidikan pada dasarnya menyangkut efisiensi
dalam pemanfaatan sumber daya yang ada. Manajemen pendidikan nasional adalah
strategi yang perlu ditata ulang untuk mengatasi efek negatif dari globalisasi. Revitalisasi
manajemen ini sekaligus akan mengarahkan globalisasi ke arah yang positif bagi
perkembangan peradaban bangsa. Selama ini sistem manajemen terpusat dari
pendidikan terbukti tidak membawa kemajuan yang signifikan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan pada umumnya. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, manajemen
terpusat telah menghambat kreativitas satuan pendidikan pada berbagai jenis dan
jenjang.
Baik Cukup untuk Sesi tanya jawab termin 1,Untuk mempersingkat waktu saya akan membuka termin kedua yang terdiri dari dua penanya, kepada teman-teman yang ingin bertanya dipersilahkan.
Baiklah.. untuk termin kedua kepada Okta dan Ridha dipersilahkan untuk menyampaikan pertanyaannya..
Nama: Okta Mirnawati
NPM: 2013053130
Didalam makalah terdapat penjelasan tentang 7 objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan yang salah satunya adalah market atau pasar. Pertanyaan saya, menurut kelompok penyaji bagaimana cara sekolah dalam memperluas market atau pasar ini agar selaras dengan tujuan yang hendak dicapai sekolah?
Terima kasih
NPM: 2013053130
Didalam makalah terdapat penjelasan tentang 7 objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan yang salah satunya adalah market atau pasar. Pertanyaan saya, menurut kelompok penyaji bagaimana cara sekolah dalam memperluas market atau pasar ini agar selaras dengan tujuan yang hendak dicapai sekolah?
Terima kasih
Dewi Mustikawati
2013053108
Pemasaran dalam konteks jasa pendidikan adalah sebuah proses sosial dan manajerial untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan penawaran, pertukaran produk yang bernilai dengan pihak lain dalam bidang pendidikan. Fokus dari penerapan pemasaran ini adalah bagaimana mendekatkan pelayanan sesuai dengan keinginan dan kepuasan siswa, yang tentunya hal tersebut harus didukung dengan peran para tenaga ahli di bidangnya, sumber daya dan fasilitas yang memadai, serta selalu meningkatkan mutu lulusan. dalam memperluas market agar sesuai tujuan sekolah perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan dalam pemasaran pendidikan bertujuan untuk mengurangi atau mengimbangi
ketidakpastian dan perubahan yang akan datang, memusatkan perhatian kepada sasaran, menjamin atau mendapatkan proses pencapaian tujuan terlaksana secara efisien dan efektif, serta memudahkan pengendalian
langkah - langkah :
- Identifikasi Pasar (Pesaing)
- Segmentasi Pasar dan Positioning(pemosisian)
- Diferensiasi produk
2. Organizing (Pengorganisasian)
merupakan tanggung jawab manajer untuk mendesain struktur organisasi dan mengatur pembagian pekerjaan. Termasuk mempertimbangkan tugas apa yang harus dilakukan, siapa melakukan, bagaimana tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa dan dimana keputusan dibuat Pengorganisasian ini sebagai proses membagi kerja ke dalam tugastugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas
pencapaian tujuan organisasi.
3. Actuating (Penggerakan)
Actuating merupakan implementasi dari apa yang direncanakan dalam fungsi planning dengan memanfaatkan persiapan yang sudah dilakukan dalam organizing Mengenai implementasi pemasaran, dalam merencanakan strategi yang baik hanyalah sebuah langkah awal menuju pemasaran sukses. Strategi pemasaran yang brilian kurang berarti apabila perusahaan gagal mengimplementasikannya dengan tepat.
4. Controlling (Pengendalian)
merupakan suatu aktivitas untuk menyakinkan bahwa semua hal berjalan seperti seharusnya dan memonitor kinerja organisasi. Kontrol harus dilakukan sedini mungkin agar tidak terjadi kesalahan yang berlarut-larut.
2013053108
Pemasaran dalam konteks jasa pendidikan adalah sebuah proses sosial dan manajerial untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan penawaran, pertukaran produk yang bernilai dengan pihak lain dalam bidang pendidikan. Fokus dari penerapan pemasaran ini adalah bagaimana mendekatkan pelayanan sesuai dengan keinginan dan kepuasan siswa, yang tentunya hal tersebut harus didukung dengan peran para tenaga ahli di bidangnya, sumber daya dan fasilitas yang memadai, serta selalu meningkatkan mutu lulusan. dalam memperluas market agar sesuai tujuan sekolah perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan dalam pemasaran pendidikan bertujuan untuk mengurangi atau mengimbangi
ketidakpastian dan perubahan yang akan datang, memusatkan perhatian kepada sasaran, menjamin atau mendapatkan proses pencapaian tujuan terlaksana secara efisien dan efektif, serta memudahkan pengendalian
langkah - langkah :
- Identifikasi Pasar (Pesaing)
- Segmentasi Pasar dan Positioning(pemosisian)
- Diferensiasi produk
2. Organizing (Pengorganisasian)
merupakan tanggung jawab manajer untuk mendesain struktur organisasi dan mengatur pembagian pekerjaan. Termasuk mempertimbangkan tugas apa yang harus dilakukan, siapa melakukan, bagaimana tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa dan dimana keputusan dibuat Pengorganisasian ini sebagai proses membagi kerja ke dalam tugastugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas
pencapaian tujuan organisasi.
3. Actuating (Penggerakan)
Actuating merupakan implementasi dari apa yang direncanakan dalam fungsi planning dengan memanfaatkan persiapan yang sudah dilakukan dalam organizing Mengenai implementasi pemasaran, dalam merencanakan strategi yang baik hanyalah sebuah langkah awal menuju pemasaran sukses. Strategi pemasaran yang brilian kurang berarti apabila perusahaan gagal mengimplementasikannya dengan tepat.
4. Controlling (Pengendalian)
merupakan suatu aktivitas untuk menyakinkan bahwa semua hal berjalan seperti seharusnya dan memonitor kinerja organisasi. Kontrol harus dilakukan sedini mungkin agar tidak terjadi kesalahan yang berlarut-larut.
Izin menambahkan jawaban
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Sekolah merupakan salah satu lembaga yang didirikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Guna mencapai tujuan tersebut, setiap sekolah menetapkan visi dan misi. Visi merupakan tujuan yang harus dicapai oleh sekolah dalam kurun waktu yang panjang (5-10 tahun) (Muhaimin, Suti’ah, & Prabowo, 2015). Misi adalah cara bagaimana mencapai visi (Kautsar, 2015). Sekolah perlu menetapkan hal-hal yang harus dilakukan (misi) untuk mencapai visi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan misi yaitu melibatkan berbagai pihak terkait dalam mengelola dan mengembangkan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh sekolah dalam mengenalkan visi dan misi yaitu strategi pemasaran. Strategi pemasaran dapat menjadi sebuah terobosan baru bagi sekolah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sekolah sebagai lembaga nonprofit sekaligus segmen kelembagaan yang penting, tujuannya bukanlah penciptaan kekayaan ekonomi melainkan usaha untuk melakukan aktivitas yang secara positif akan mempengaruhi masyarakat pada umumnya (Hax, 2010).
Sekolah perlu memperhatikan hal-hal yang telah, sedang, dan belum dilakukan untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan jasa pendidikan. Melalui strategi pemasaran yang tepat, sekolah dapat meningkatkan minat pelanggan (termasuk minat peserta didik). Sekolah yang diminati pelanggan dan memiliki SDM yang bermutu akan tetap eksis dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Strategi pemasaran merupakan suatu rencana kegiatan atau usaha menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen (termasuk pelanggan), dan usaha menciptakan pertukaran yang memuaskan melalui kegiatan pendistribusian, sekaligus sebagai upaya penyesuaian dengan kondisi lingkungan eksternal (Wijaya, 2012; Fransiska, tt). Pada penelitian ini, sekolah sebagai produsen perlu memahami keadaan dan kebutuhan (calon) pelanggan sehingga dapat menyediakan jasa yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Selain kondisi eksternal, sekolah juga perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan internalnya. Dengan kata lain, keberhasilan strategi pemasaran sekolah tergantung pada kondisi lingkungan dan upaya pemenuhan kebutuhan pihak terkait baik secara internal maupun eksternal.
Target utama dari pemasaran sekolah yaitu SD seakses/seiman khususnya SD yang berada dalam naungan yayasan yang sama. Target lainnya yaitu beberapa SD Negeri dan gereja. Pada Implementasi strategi pemasaran sekolah ini yaitu promosi. Sekolah melakukan promosi melalui kegiatan sekolah, menyebar brosur, presentasi ke beberapa sekolah dan gereja, mengikut sertakan siswa dalam lomba-lomba, memberikan pelayanan yang baik pada siswa dan orang tua, cerita dari mulut ke mulut (word of mouth), mengadakan bakti sosial, dan kepala sekolah mencari siswa dengan cara mendatangi rumah teman-temannya. Khusus untuk SD yang berada dalam satu yayasan, sekolah menggunakan strategi “jemput bola” yaitu dengan cara mendatangi sekolah tersebut. Promosi di gereja dilakukan dengan mengambil bagian dalam pelayanan yaitu menampilkan paduan suara dari siswa/i dan melakukan pendataan calon siswa di Sekolah Minggu. Promosi melalui kegiatan sekolah khususnya dilakukan pada kegiatan Bulan Bahasa. Promosi untuk SD Negeri menggunakan pendekatan secara personal.
Terima Kasih
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Sekolah merupakan salah satu lembaga yang didirikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Guna mencapai tujuan tersebut, setiap sekolah menetapkan visi dan misi. Visi merupakan tujuan yang harus dicapai oleh sekolah dalam kurun waktu yang panjang (5-10 tahun) (Muhaimin, Suti’ah, & Prabowo, 2015). Misi adalah cara bagaimana mencapai visi (Kautsar, 2015). Sekolah perlu menetapkan hal-hal yang harus dilakukan (misi) untuk mencapai visi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan misi yaitu melibatkan berbagai pihak terkait dalam mengelola dan mengembangkan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh sekolah dalam mengenalkan visi dan misi yaitu strategi pemasaran. Strategi pemasaran dapat menjadi sebuah terobosan baru bagi sekolah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sekolah sebagai lembaga nonprofit sekaligus segmen kelembagaan yang penting, tujuannya bukanlah penciptaan kekayaan ekonomi melainkan usaha untuk melakukan aktivitas yang secara positif akan mempengaruhi masyarakat pada umumnya (Hax, 2010).
Sekolah perlu memperhatikan hal-hal yang telah, sedang, dan belum dilakukan untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan jasa pendidikan. Melalui strategi pemasaran yang tepat, sekolah dapat meningkatkan minat pelanggan (termasuk minat peserta didik). Sekolah yang diminati pelanggan dan memiliki SDM yang bermutu akan tetap eksis dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Strategi pemasaran merupakan suatu rencana kegiatan atau usaha menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen (termasuk pelanggan), dan usaha menciptakan pertukaran yang memuaskan melalui kegiatan pendistribusian, sekaligus sebagai upaya penyesuaian dengan kondisi lingkungan eksternal (Wijaya, 2012; Fransiska, tt). Pada penelitian ini, sekolah sebagai produsen perlu memahami keadaan dan kebutuhan (calon) pelanggan sehingga dapat menyediakan jasa yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Selain kondisi eksternal, sekolah juga perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan internalnya. Dengan kata lain, keberhasilan strategi pemasaran sekolah tergantung pada kondisi lingkungan dan upaya pemenuhan kebutuhan pihak terkait baik secara internal maupun eksternal.
Target utama dari pemasaran sekolah yaitu SD seakses/seiman khususnya SD yang berada dalam naungan yayasan yang sama. Target lainnya yaitu beberapa SD Negeri dan gereja. Pada Implementasi strategi pemasaran sekolah ini yaitu promosi. Sekolah melakukan promosi melalui kegiatan sekolah, menyebar brosur, presentasi ke beberapa sekolah dan gereja, mengikut sertakan siswa dalam lomba-lomba, memberikan pelayanan yang baik pada siswa dan orang tua, cerita dari mulut ke mulut (word of mouth), mengadakan bakti sosial, dan kepala sekolah mencari siswa dengan cara mendatangi rumah teman-temannya. Khusus untuk SD yang berada dalam satu yayasan, sekolah menggunakan strategi “jemput bola” yaitu dengan cara mendatangi sekolah tersebut. Promosi di gereja dilakukan dengan mengambil bagian dalam pelayanan yaitu menampilkan paduan suara dari siswa/i dan melakukan pendataan calon siswa di Sekolah Minggu. Promosi melalui kegiatan sekolah khususnya dilakukan pada kegiatan Bulan Bahasa. Promosi untuk SD Negeri menggunakan pendekatan secara personal.
Terima Kasih
Ridha Rizkyka Azammi
2013053177
Izin bertanya
Bagaimana cara agar terciptanya sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar?
2013053177
Izin bertanya
Bagaimana cara agar terciptanya sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar?
Febi Eka Putri
2013053099
Izin menjawab..
Untuk menciptakan sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar dapat dilakukan dengan menerapkan aturan aturan atau norma-norma di lingkungan sekolah yang harus dipatuhi oleh kepala sekolah, guru, siswa dan seluruh warga sekolah..
Menguatkan dan mengokohkan kepemimpinan dalam artian dapat bertanggung jawab untuk segala aktivitas atau kegiatan yang ada di dalam sekolah..
Menyelenggarakan kegiatan atau rutinitas yang bermanfaat setiap harinya atau berkala..
Menciptakan lingkungan yang nyaman dengan mengadakan kegiatan kerja bakti setiap minggunya..
Mengupgrade pendidik pendidik agar dapat mendidik peserta didiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran..
Terimakasih..
2013053099
Izin menjawab..
Untuk menciptakan sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar dapat dilakukan dengan menerapkan aturan aturan atau norma-norma di lingkungan sekolah yang harus dipatuhi oleh kepala sekolah, guru, siswa dan seluruh warga sekolah..
Menguatkan dan mengokohkan kepemimpinan dalam artian dapat bertanggung jawab untuk segala aktivitas atau kegiatan yang ada di dalam sekolah..
Menyelenggarakan kegiatan atau rutinitas yang bermanfaat setiap harinya atau berkala..
Menciptakan lingkungan yang nyaman dengan mengadakan kegiatan kerja bakti setiap minggunya..
Mengupgrade pendidik pendidik agar dapat mendidik peserta didiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran..
Terimakasih..
Arina Izzati 2013053096
Izin menambahkan jawaban
Cara agar terciptanya sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar adalah:
1. School review, yakni suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta mutu lulusan;
2. Benchmarking, yakni kegiatan untuk menetapkan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu;
3. Quality assurance, merupakan teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Informasi yang akan dihasilkan menjadi umpan balik bagi sekolah dan memberikan jaminan bagi orang tua bahwa sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik;
4. Quality control merupakan suatu sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar.
Selaku pemimpin di sekolah, Kepala Sekolah dituntut dapat menjalankan semua peran tersebut secara optimal. Dalam mewujudkan sekolah yang efektif, permasalahan terberat yang harus segera ditangani adalah penyediaan fasilitas yang mendukung potensi lokal dapat berkembang optimal.
Izin menambahkan jawaban
Cara agar terciptanya sekolah efektif melalui konsep manajemen sekolah dasar adalah:
1. School review, yakni suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta mutu lulusan;
2. Benchmarking, yakni kegiatan untuk menetapkan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu;
3. Quality assurance, merupakan teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Informasi yang akan dihasilkan menjadi umpan balik bagi sekolah dan memberikan jaminan bagi orang tua bahwa sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik;
4. Quality control merupakan suatu sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar.
Selaku pemimpin di sekolah, Kepala Sekolah dituntut dapat menjalankan semua peran tersebut secara optimal. Dalam mewujudkan sekolah yang efektif, permasalahan terberat yang harus segera ditangani adalah penyediaan fasilitas yang mendukung potensi lokal dapat berkembang optimal.
Izin menambahan jawaban
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Dalam membangun pendidikan dan mengelola sekolah secara efektif dan efisien selain memakai pendekatan makro juga perlu memperhatikan pendekatan mikro yaitu dengan memberi fokus secara lebih luas pada institusi sekolah yang berkenaan dengan kondisi keseluruhan sekolah seperti iklim sekolah dan individu-individu yang terlibat di sekolah baik guru, siswa, dan kepala sekolah serta peranannya masing-masing dan hubungan yang terjadi satu sama lain. Dalam kaitan ini bahwa input sekolah memang penting tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mendayagunakan input tersebut yang terkait dengan individu-individu di sekolah maupun dengan individu-individu di luar sekolah seperti komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat yang berada disekitarnya.
Pentingnya pemahaman terhadap keefektifan sekolah tidak saja dalam kaitan dengan meningkatkan mutu pendidikan tetapi juga sejalan dengan kebijakan nasional yaitu desentralisasi pendidikan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang sekaligus terkait dengan adanya otonomi sekolah. Diharapkan sekolah dapat lebih leluasa mengelola sumber daya pendidikan dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan serta sekolah dapat lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat setempat dan mampu melibatkan masyarakat dalam membantu dan mengontrol pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah. Keberhasilan sekolah dalam melaksanakan program-progamnya perlu didukung oleh semua pihak baik kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, komite sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian iklim sekolah akan benar-benar kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Dalam membangun pendidikan dan mengelola sekolah secara efektif dan efisien selain memakai pendekatan makro juga perlu memperhatikan pendekatan mikro yaitu dengan memberi fokus secara lebih luas pada institusi sekolah yang berkenaan dengan kondisi keseluruhan sekolah seperti iklim sekolah dan individu-individu yang terlibat di sekolah baik guru, siswa, dan kepala sekolah serta peranannya masing-masing dan hubungan yang terjadi satu sama lain. Dalam kaitan ini bahwa input sekolah memang penting tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mendayagunakan input tersebut yang terkait dengan individu-individu di sekolah maupun dengan individu-individu di luar sekolah seperti komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat yang berada disekitarnya.
Pentingnya pemahaman terhadap keefektifan sekolah tidak saja dalam kaitan dengan meningkatkan mutu pendidikan tetapi juga sejalan dengan kebijakan nasional yaitu desentralisasi pendidikan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang sekaligus terkait dengan adanya otonomi sekolah. Diharapkan sekolah dapat lebih leluasa mengelola sumber daya pendidikan dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan serta sekolah dapat lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat setempat dan mampu melibatkan masyarakat dalam membantu dan mengontrol pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah. Keberhasilan sekolah dalam melaksanakan program-progamnya perlu didukung oleh semua pihak baik kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, komite sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian iklim sekolah akan benar-benar kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat.