Forum diskusi kelompok 12

Forum diskusi

Forum diskusi

by muhisom M.Pd.I -
Number of replies: 83

bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya dipersilahkan

In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan, Salam sejahtera untuk kita semua, TABIK PUN....
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.

Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Julida Patimah NPM 2013053070 Selaku Moderator dari kelompok 12 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.
Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 12 :
1. Nabila Bilqisti Putri 2013053113
2. Nida Ankhofia 2013053101
3. Yasinta Almaida 2013053136

Kelompok 12 disini akan menyajikan materi dengan judul "Budaya Organisasi Sekolah Efektif"

Susunan acara pada hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab terdiri dari dua termin
4. Penutup

Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Rima Anggraini -
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Meningkat ke acara yang kedua yaitu penyajian materi, kepada saudari Nabila Bilqisti Putri saya persilahkan untuk share materi ppt dan makalahnya.
Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.35- 11.05 WIB)
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Baiklah untuk mempersingkat waktu kita lanjut ke acara yang selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang terdiri dari 2 termin dimana setiap termin terdiri dari 3 penanya, pertanyaan tidak boleh keluar dari pembahasan yang ada di makalah dan setiap yang bertanya silahkan mengajukan diri dengan format NAMA_NPM_ IZIN BERTANYA dan akan dipilih oleh moderator.
Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -

Untuk termin pertama dipersilahkan kepada Hidayatullah, Regita Nurliana Sukma, dan Ida Lestari untuk menulis pertanyaannya

In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by hidayatullah 2013053117 -
Nama : Hidayatullah
Npm : 2013053117

izin bertanya
seberapa pentingkah budaya organisasi sekolah?
In reply to hidayatullah 2013053117

Re: Forum diskusi

by Yasinta Almaida -
Yasinta Almaida 2013053072
Izin menjawab,
Pentingnya membangun budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah dan peningkatan kinerja sekolah. Sebagaimana disampaikan oleh Stephen Stolp (1994) tentang School Culture yang dipublikasikan dalam ERIC Digest, dari beberapa hasil studi menunjukkan bahwa budaya organisasi di sekolah berkorelasi dengan peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa serta kepuasan kerja dan produktivitas guru. Upaya untuk mengembangkan budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan tugas kepala sekolah selaku leader dan manajer di sekolah. Dalam hal ini, kepala sekolah hendaknya mampu melihat lingkungan sekolahnya secara holistik, sehingga diperoleh kerangka kerja yang lebih luas guna memahami masalah-masalah yang sulit dan hubungan-hubungan yang kompleks di sekolahnya. Melalui pendalaman pemahamannya tentang budaya organisasi di sekolah, maka ia akan lebih baik lagi dalam memberikan penajaman tentang nilai, keyakinan dan sikap yang penting guna meningkatkan stabilitas dan pemeliharaan lingkungan belajarnya.
In reply to Yasinta Almaida

Re: Forum diskusi

by Sinta Novita Sari 2013053123 -
Sinta Novita sari 2013053123
Izin menambahkan
Pentingnya membangun budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah dan peningkatan kinerja sekolah. Sebagaimana disampaikan oleh Stephen Stolp (1994) tentang School Culture yang dipublikasikan dalam ERIC Digest, dari beberapa hasil studi menunjukkan bahwa budaya organisasi di sekolah berkorelasi dengan peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa serta kepuasan kerja dan produktivitas guru. Begitu juga, studi yang dilakukan Leslie J. Fyans, Jr. dan Martin L. Maehr tentang pengaruh dari lima dimensi budaya organisasi di sekolah yaitu : tantangan akademik, prestasi komparatif, penghargaan terhadap prestasi, komunitas sekolah, dan persepsi tentang tujuan sekolah menunjukkan survey terhadap 16310 siswa tingkat empat, enam, delapan dan sepuluh dari 820 sekolah umum di Illinois, mereka lebih termotivasi dalam belajarnya dengan melalui budaya organisasi di sekolah yang kuat. Sementara itu, studi yang dilakukan, Jerry L. Thacker and William D. McInerney terhadap skor tes siswa sekolah dasar menunjukkan adanya pengaruh budaya organisasi di sekolah terhadap prestasi siswa. Studi yang dilakukannya memfokuskan tentang new mission statement, goals based on outcomes for students, curriculum alignment corresponding with those goals, staff development, and building level decision-making. Budaya organisasi di sekolah juga memiliki korelasi dengan sikap guru dalam bekerja. Studi yang dilakukan Yin Cheong Cheng membuktikan bahwa “ stronger school cultures had better motivated teachers. In an environment with strong organizational ideology, shared participation, charismatic leadership, and intimacy, teachers experienced higher job satisfaction and increased productivity”.
Upaya untuk mengembangkan budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan tugas kepala sekolah selaku leader dan manajer di sekolah. Dalam hal ini, kepala sekolah hendaknya mampu melihat lingkungan sekolahnya secara holistik, sehingga diperoleh kerangka kerja yang lebih luas guna memahami masalah-masalah yang sulit dan hubungan-hubungan yang kompleks di sekolahnya. Melalui pendalaman pemahamannya tentang budaya organisasi di sekolah, maka ia akan lebih baik lagi dalam memberikan penajaman tentang nilai, keyakinan dan sikap yang penting guna meningkatkan stabilitas dan pemeliharaan lingkungan belajarnya.
In reply to Yasinta Almaida

Re: Forum diskusi

by Anjelly Triane Chaterina -
Anjelly Triane Chaterina 2063053003

Izin menambahkan
Sebagai sebuah karakter khas yang dianut oleh seluruh anggota sekolah, budaya sekolah dapat menjadi tuntunan yang memberikan kerangka dan landasan baik berupa ide, semangat, gagasan, dan cita-cita yang mengarahkan kinerja guru mencapai tujuan sekolah dan kualitas pendidikan yang diharapkan.
In reply to Yasinta Almaida

Re: Forum diskusi

by Wildah Aprilia Dharma -
Wildah Aprilia Dharma 2013053078

Menurut Siagian (2002: 1999), fungsi budaya organisasi yang menonjol dan penting untuk diaktualisasikan adalah sebagai berikut:
a. Penentu batas-batas berperilaku
b. Menumbuhkan kesadaran tentang identitas sebagai anggota organisasi.
c. Penumbuhan komitmen
d. Pemeliharaan stabilitas organisasional
e. Sebagai instrumen pengawasan
In reply to Yasinta Almaida

Re: Forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan

Budaya sekolah merupakan jati diri sekolah sehingga kinerja sekolah dapat dilihat dari sikap dan tindakan yang dilakukan dalam bentuk manifestasi perilaku anggota sekolah. Pentingnya peran budaya organisasi termasuk organisasi sekolah, dikemukakan oleh Robbins (2008:262) sebagai berikut: 1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain. 2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. 3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang. 4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan. 5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
Budaya sekolah yang merupakan karakter khas sekolah dan suatu sistem nilai sekolah yang terdiri dari sejumlah norma-norma, nilai-nilai, sikap dan kebiasaan ini, dapat menjadi sarana yang memadai bagi peningkatan kinerja guru. Hal tersebut dikarenakan unsur-unsur yang terdapat dalam budaya sekolah seperti keteraturan perilaku, norma, nilai-nilai dominan, filosofi, peraturan dan iklim sekolah, dapat membentuk sikap dan perilaku warga sekolah termasuk di dalamnya dapat mendukung dan memaksimalkan kinerja guru. Sebagai sebuah karakter khas yang dianut oleh seluruh anggota sekolah, budaya sekolah dapat menjadi tuntunan yang memberikan kerangka dan landasan baik berupa ide, semangat, gagasan, dan cita-cita yang mengarahkan kinerja guru mencapai tujuan sekolah dan kualitas pendidikan yang diharapkan. Budaya sekolah akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan serta cara warga sekolah berperilaku. Dengan demikian, budaya yang berlaku di sekolah yang dianut oleh anggota-anggotanya, berperan penting dalam peningkatan kualitas kinerja anggota di dalamnya. Budaya sekolah yang unggul akan melahirkan dan membentuk kualitas kinerja yang unggul.
In reply to hidayatullah 2013053117

Re: Forum diskusi

by Regita Nurliana Sukma -
Regita Nurliana Sukma
2063053004

Izin menambahkan jawaban,
Pentingnya membangun budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah dan peningkatan kinerja sekolah. Budaya sekolah yang kuat akan meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas sekolah. Guru akan lebih berkomitmen terhadap sekolah dan lebih semangat bekerja sehingga akan berdampak pula pada peningkatan prestasi siswa. Cheng dalam Kuen, 2009:87. Peran budaya sekolah adalah untuk memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah, serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi, ketahanan belajar, semangat terus maju, dorongan bekerja keras dan tidak mudah mengeluh. Budaya sekolah yang positif akan menghasilkan produk budaya yang baik pula, seperti peningkatan kinerja individu dan kelompok, peningkatan kinerja sekolah atau institusi, terjamin hubungan yang sinergis di antara warga sekolah, tugas dilaksanakan dengan perasaan senang, timbul iklim akademik, kompetisi dengan kolaborasi, serta interaksi yang menyenangkan. Budaya sekolah yang baik memiliki daya gerak yang akan mendorong semua warga sekolah untuk berprestasi, sehingga kerja guru dan semangat belajar siswa akan tumbuh bilamana dipacu dan didorong dengan dukungan budaya yang memiliki daya ungkit yang tinggi. Misalnya semangat kerja guru dapat meningkat jika disertai dengan imbalan yang pantas, penghargaan yang cukup, dan proporsi tugas yang seimbang. Begitu juga dengan siswa akan meningkat semangat belajarnya, bila mereka diberi penghargaan yang memadai, pelayanan yang prima, serta didukung dengan sarana yang memadai.
In reply to hidayatullah 2013053117

Re: Forum diskusi

by NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113 -
Nabila Bilqisti Putri 2013053113
Izin menjawab
Budaya organisasi sangatlah penting dimiliki oleh setiap organisasi sekolah. Siagian (1992:153) menjelaskan bahwa budaya ini memiliki peran dalam menentukan batas perilaku, mewujudkan rasa memiliki untuk para anggotanya. Beradasrkan pendapa tersebut budaya organisasi berguna untuk menentukan batasan perilaku dari anggota organisasi dan menimbulkan rasa memiliki. Selain itu budaya organisasi juga sebagai identitas dan pembeda khas dari sebuah organisasi dengan organisasi lainnya. Apabila sebuah organisasi tidak memiliki sebuah budaya yang menjadi khas dan wujud pembatas perilaku anggotanya maka sebuah organisasi tidak memiliki karakteristiknya tersendiri dan eksistensinya dimasyarakat serta tentunya menambah keefektifan organisasi sekolah.
In reply to hidayatullah 2013053117

Re: Forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
Izin menambahkan jawaban
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 20630053002

budaya organisasi merupakan pola nilai-nilai, kepercayaan, asumsi-asumsi, sikap-sikap, dan kebiasaan seseorang atau kelompok manusai yang memengaruhi perilaku kerja dan cara bekerja dalam organisasi.
Dalam pengelolaan budaya organisasi menunjukan cara yang berbeda-beda, pengelolaan budaya tidak saja diarahkan pada penciptaan budaya produktif,tetapi juga memperhatikan dan berupaya merekayasa dan mengubah budaya negative dalam upaya mencapai evektifitas organisasi. Dalam pengubahan budaya merupakan tugas bersama dibawah kendali pemimpin organisasi.
Efektifitas sekolah dapat dinilai dari adanya upaya penciptaan budaya sekolah yang produktif, yaitu budaya yang mendukung terhadap tumbuhnya pemberdayaan dan kemandirian personal dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokok.
Disamping itu, sekolah yang berbudaya adalah sekolah yang senantiasa menumbuhkan kebanggaan kepada stakeholders, pada siswa tumbuh cinta diri positif terhadapsekolah dan sangat membanggakan almaamternya. Budaya ini harus ditumbuhkan agar terus melekat pada setiap personal yang berada didalamnya., budaya tersebut tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi melalui upaya manajemen dan pemimpin.
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Regita Nurliana Sukma -
Regita Nurliana Sukma
2063053004

Izin bertanya,
Menurut kelompok penyaji, apa dampak positif dari budaya organisasi bagi sekolah?

Terima kasih
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: Forum diskusi

by NIDA ANKHOFIA 2013053101 -
Nida Ankhofia
2013053101
izin menjawab
Budaya organisasi sekolah pengaruhnya sangat dominan terhadap kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama pada satuan pendidikan persekolahan diharapkan dapat bekerja secara maksimal sehingga kepala sekolah dapat membina para pendidik untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan mendayagunakan seluruh sumberdaya sekolah. kualitas kepala sekolah (pengalaman kerja, pendidikan, kemampuan profesional) memberikan pengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik.
terima kasih
In reply to NIDA ANKHOFIA 2013053101

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Nama : Julida Patimah
NPM : 2013053070
Izin menambahkan
Dampak positif budaya organisasi disekolah
1) Belajar Mengelola Waktu dengan Baik
Mengikuti organisasi di sekolah berarti kita akan mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih baik dalam mengelola waktu.
Dalam hal ini waktu yang kita miliki bisa dimanfaatkan untuk sekolah, mengikuti organisasi di sekolah, belajar di rumah dan juga istirahat.
Mengikuti organisasi di sekolah tidak akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah karena dilakukan setelah proses belajar di kelas selesai.
Hal ini berarti kegiatan yang kita miliki menjadi bertambah. Dimana selain sibuk sekolah, kita juga disibukkan dengan kegiatan berorganisasi.
Bertambahnya kegiatan yang kita miliki berarti dituntut untuk mengelola waktu dengan baik. kita harus lebih pandai dalam membagi waktu untuk belajar dan berorganisasi.

2) Melatih kita untuk Tanggung Jawab
Memutuskan untuk masuk dalam sebuah organisasi mengharuskan kita untuk belajar tanggung jawab.
Ini dikarenakan saat mengikuti organisasi, kita akan dilatih untuk memimpin dan juga menyelesaikan sesuatu yang sudah menjadi agenda dari organisasi.
Misalnya kita dipilih untuk menjadi salah satu panitia Dies Natalis Sekolah. Ketika diberi tugas untuk menjadi panitia berarti sebisa mungkin harus bertanggung jawab dan tidak boleh menghindar.
Belajar menerima tugas dan tanggung jawab berarti sedang dilatih untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin, melakukan koordinasi dan juga meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

3) Melatih Menjadi Pemimpin
Alasan berorganisasi selanjutnya yaitu akan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin. Terlebih jika dipilih menjadi ketua atau bagian dari struktur kepengurusan organisasi yang diikuti.
Jika sudah terpilih menjadi pemimpin maka harus bisa memahami anggota yang dipimpin serta mengetahui seluk beluk kepemimpinan dan organisasi.
Menjadi seorang pemimpin juga mengharuskan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

4) Melatih Kemampuan Komunikasi
Manfaat berorganisasi di sekolah adalah akan melatih kemampuan komunikasi. Jika kita adalah sosok yang pendiam sebaiknya mengikuti organisasi yang disediakan oleh sekolah.
Alasannya supaya bisa melatih kemampuan komunikasi.
Kemampuan ini bisa di asah karena mengikuti organisasi mengharuskan untuk banyak melakukan koordinasi dengan anggota lainnya. Komunikasi tersebut tidak hanya soal pekerjaan tetapi juga kemampuan sehari-hari.

5) Memperbanyak Relasi
Melalui organisasi sekolah bisa memperbanyak relasi. Mengikuti organisasi berarti akan memiliki kesempatan untuk berhubungan atau menjalin kerjasama dengan pihak lainnya.
In reply to NIDA ANKHOFIA 2013053101

Re: Forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan

Dampak positif dari budaya organisasi di sekolah yaitu
1. Terwujudnya peningkatan hasil belajar siswa
2. Terciptanya kepuasan kerja
3. Terwujudnya produktivitas kerja
4. Terarahnya perilaku warga sekolah untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar siswa
5. Terciptanya kerja tim warga sekolah yang kompak
6. Tersaringnya budaya asing dengan baik
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: Forum diskusi

by Serly Setyowati 2013053081 -
Serly Setyowati
2013053081
Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Regita.

Dampak positif dari budaya organisasi di sekolah:
1. Melatih peserta didik untuk meningkatkan berbagai kemampuan baik akademik dan non akademik;
2. Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik;
3. Meningkatkan jiwa kepemimpinan peserta didik;
4. Menambah wawasan dan pengalaman bagi peserta didik;
5. Memperluas jaringan / networking /relasi;
6. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi;
7. Meningkatkan pola pikir dan menyelesaikan masalah.

In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: Forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Mira Desrina
2013053059

Izin menambahkan
Budaya organisasi sekolah yang diterapkan suatu sekolah menuntut para warganya untuk mematuhi dan menyesuaikan diri dengan budaya yang ada di sekolah yang merupakan ciri khas sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan para pegawai lainnya. Meningkatnya kinerja guru merupakan hasil internalisasi guru terhadap nilai-nilai organisasi sekolah sehingga memunculkan loyalitas serta komitmen yang tinggi kepada sekolah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja guru. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja lembaga pendidikan, Fakta semacam ini menjadi indikator bahwa kinerja pendidikan belum terpenuhi antara lain disebabkan oleh kinerja guru. Peran guru dalam melaksanakan budaya organisasi sekolah sangat baik dalam meningkatkan kinerja guru. budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik budaya organisasi sekolah, kinerja guru akan semakin meningkat. Budaya organisasi yang baik tersebut, menimbulkan kinerja guru yang baik sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Keberhasilan guru dalam menigkatkan mutu pendidikan akan menimbulkan kepuasan tersendiri bagi guru atas pekerjaan yang sudah dilakukan.
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: Forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
izin menambahkan jawaban
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002

Dampak positif dari budaya organisasi

1.Budaya organisasi sekolah menjadi perhatian para pengelola dan pemerhati
pendidikan, karena budaya sekolah dipandang sebagai hal mendasar dalam kemampuan
sekolah untuk membangkitkan dan mempertahankan peningkatan mutu atau kualitas sekolah.

2.Selain itu, pengembangan budaya sekolah akan melahirkan kemampuan organisasi untuk
sukses dalam melakukan suatu perubahan atau merespons suatu perubahan

3.Budaya organisasi yang baik akan menciptakan kinerja
yang optimal seperti halnya kinerja adalah sebagai catatan hasil keluaran pada fungsi kerja
tertentu atau aktifitas selama periode waktu tertentu Bernardin (2007:173).

4.lalu budaya organisasi sekolah juga akan berdampak pada kinerja sekolah.
Terima Kasih
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Ida Lestari 2013053109 -
Baik, terima kasih sebelumnya kepada moderator atas kesempatannya,
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109

Izin bertanya, bagaimana cara meningkatkan budaya organisasi di sekolah-sekolah yang tergolong masih di dalam pelosok dari perkotaan dan belum terlalu mengenal dengan apa itu organisasi beserta manfaatnya?

Terima kasih.
In reply to Ida Lestari 2013053109

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Julida Patimah
2013053070
Izin menjawab

Organisasi akan dikenal dan juga diketahui manfaatnya apabila organisasi tersebut aktif dan juga berkembang seiring berjalannya waktu. Untuk meningkatkan organisasi disekolah yang tergolong didalam pelosok maka kita harus mengetahui beberapa alasan tidak berkembangnya suatu organisasi dengan cara
1. Mengenali permasalahan yang dihadapi organisasi
2. memilih data untuk menentukan iklim organisasi dan masalah perilaku anggota-anggotanya
3. melakukan umpan balik dari data tersebut dan konfrontasi
4. Merencanakan strategi untuk melakukan perubahan
5. Sistem menengah dalam organisasi, dan
6. Evaluasi.
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan jawaban
Jika sekolah itu masih belum terlalu mengenal apa itu organisasi dan manfaatnya, maka kita dapat mengenalkan organisasi itu dengan cara yang baik dan dapat mengenalkan manfaat organisasi itu dalam kehidupan. Maka diperlukan langkah-langkah membangun budaya organisasi yaitu Menetapkan Visi dan Misi Organisasi, Mensosialisasikan Visi dan Misi, Menetapkan Budaya Kerja, Mengimplementasikan Budaya Kerja secara Konsisten, Mengukur Implementasi Budaya Kerja dan Memberikan Reward dan Punishment. Langkah-langkah tersebut harus diimplementasikan untuk membangun budaya organisasi. Sekian terimakasih.
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Yasinta Almaida -
Yasinta Almaida 2013053072
Izin menambahkan,
Cara meningkatkan budaya organisasi di sekolah yang masih tergolong didaerah pedalaman? Sebelumnya perlu diketahui bahwa di sekolah terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara individu dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Lingkungan ini akan dipersepsi dan dirasakan oleh individu tersebut sehingga menimbulkan kesan dan perasaan tertentu. Dalam hal ini, yang dapat dilakukan oleh sekolah yaitu sekolah harus dapat menciptakan suasana lingkungan kerja
yang kondusif dan menyenangkan bagi setiap anggota sekolahnya, melalui berbagai penataan lingkungan, baik fisik maupun sosialnya. Tentunya hal ini dapat dilakukan ataupun diusahakan di sekolah pedalaman sekalipun.
Surya (1995) menyebutkan bahwa
lingkungan kerja yang kondusif baik lingkungan fisik, sosial maupun psikologis dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. Untuk itu, dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin, misalnya kebersihan ruangan, tata letak, fasilitas dan sebagainya. Demikian pula, lingkungan sosial-psikologis, seperti hubungan antar pribadi, kehidupan kelompok, kepemimpinan, pengawasan, promosi, bimbingan, kesempatan untuk maju, kekeluargaan dan sebagainya.
In reply to Ida Lestari 2013053109

Re: Forum diskusi

by NIDA ANKHOFIA 2013053101 -
Nida Ankhofia
2013053101
izin menjawab
Sekolah di pelosok mungkin bisa mengikuti seminar yang akan pentingnya budaya organisasi sekolah dimana budaya organisasi sekolah banyak pengaruhnya. selain itu dapat melalui proses budaya yang dapat terjadi dengan cara: (1) kontak budaya; (2) benturan budaya; dan (3) penggalian budaya. Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang sekejap, namun memerlukan waktu dan bahkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menerima nilai-nilai baru dalam organisasi. Setelah mapan, budaya organisasi sering mengabadikan dirinya dalam sejumlah hal. Calon anggota kelompok mungkin akan disaring berdasarkan kesesuaian nilai dan perilakunya dengan budaya organisasi. Kepada anggota organisasi yang baru terpilih bisa diajarkan gaya kelompok secara eksplisit. Kisah-kisah atau historis bisa diceritakan terus menerus untuk mengingatkan setiap orang tentang nilai-nilai kelompok dan apa yang dimaksudkan dengannya. Budaya organisasi berpengaruh besar pada tingkat pemimpin dan karyawan, sehingga efektivitas proses kerja yang terjadi dapat berjalan dengan baik jika budaya organisasi yang terjadi sesuai dengan sistematika prestasi kerja organisasi yang bersangkutan. Budaya organisasi memiliki fungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku karyawan atau pimpinan dalam organisasi, secara tidak langsung juga akan menciptakan mekanisme yang mengefektifkan kerja organisasi yang bersangkutan.

terima kasih
In reply to Ida Lestari 2013053109

Re: Forum diskusi

by Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri 2013053060

Izin menambahkan
Menurut saya cara kita atau cara menteri pendidikan dalam meningkatkan atau mengembangkan organisasi sekolah di dalam sekolah-sekolah yang masih terbilang pelosok adalah dengan cara mengembangkan atau membudayakan guru serta civitas akademik yang ada di sekolah tersebut dengan cara semaksimal mungkin maksudnya kita tidak memaksakan sesuatu yang memang belum ada di daerah tersebut namun kita semaksimal mungkin mengembangkan potensi-potensi yang ada terlebih dahulu agar dapat terstruktur dan terarah dengan baik untuk lebih lanjutnya agar dapat berkembang lebih baik I
Terutama di daerah-daerah yang terpelosok itu akan menjadi PR kita bersama atau menjadi PR organisasi sekolah yang sudah teratur tersebut bagaimana mengembangkannya agar dapat mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah yang ada di perkotaan ataupun daerah yang sudah tidak terperosok lagi.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Untuk mempersingkat waktu saya akan membuka termin kedua yang terdiri dari dua penanya, kepada teman-teman yang ingin bertanya dipersilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Kepada Elysia dan Nazla dipersilahkan menulis pertanyaan.
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
terima kasih moderator atas kesempatannya
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin bertanya

Adakah langkah-langkah/tahapan dalam membentuk budaya organisasi sekolah?
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: Forum diskusi

by NIDA ANKHOFIA 2013053101 -
Nida Ankhofia
2013053101
izin menjawab
Munculnya gagasan-gagasan atau jalan keluar yang kemudian tertanam dalam suatu budaya dalam organisasi bisa bermula dari mana pun, dari perorangan atau kelompok, dari tingkat bawah atau puncak. Ndraha (1997) menginventarisir sumber- sumber pembentuk budaya organisasi, diantaranya : (1) pendiri organisasi; (2) pemilik organisasi; (3) Sumber daya manusia asing; (4) luar organisasi; (4) orang yang berkepentingan dengan organisasi (stake holder); dan (6) masyarakat. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa proses budaya dapat terjadi dengan cara: (1) kontak budaya; (2) benturan budaya; dan (3) penggalian budaya. Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang sekejap, namun memerlukan waktu dan bahkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menerima nilai-nilai baru dalam organisasi. Setelah mapan, budaya organisasi sering mengabadikan dirinya dalam sejumlah hal. Calon anggota kelompok mungkin akan disaring berdasarkan kesesuaian nilai dan perilakunya dengan budaya organisasi. Kepada anggota organisasi yang baru terpilih bisa diajarkan gaya kelompok secara eksplisit. Kisah- kisah atau legenda-legenda historis bisa diceritakan terus menerus untuk mengingatkan setiap orang tentang nilai-nilai kelompok dan apa yang dimaksudkan dengannya.
terima kasih
In reply to NIDA ANKHOFIA 2013053101

Re: Forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136

Izin menambahkan,
Pembentukan dan pengelolaan budaya organisasi adalah suatu hal yang mutlak untuk memperoleh budaya organisasi yang kental. Membentuk budaya organisasi merupakan tanggung jawab pimpinan yang realisasinya merupakan tanggung jawab seluruh personel sekolah. Pimpinan perlu memahami cara pembentukan dan pengelolaan budaya organisasi. Budaya organisasi bisa terbentuk dengan tiga cara yaitu:
1. Seleksi, sejak awal sudah ditekankan bahwa hanya pegawai yang memenuhi kriteria organisasi yang diterima.
2. Manajemen puncak, pimpinan menjadi pendorong kuat bagi tumbuhnya perilaku bawahan.
3. Sisoalisasi, penanaman norma- norma yang ditetapkan organisasi dapat dilakukan dengan cara membicarakan dalam rapat- rapat, pertemuan atau bahkan dengan media khusus.
Hodge dan Anthony (1988), ada empat tahapan dalam pembentukan budaya organisasi yaitu:
1. Ketergantungan/ konfrontasi otoritas.
2. Konfrontasi keakraban, pembeda peran dan isu hubungan antar sejawat.
3. Kreatifitas
4. Isu pertumbuhan/ dapat bertahan.
Pada tahap pertama menunjukkan adanya kekuatan peran pemimpin dalam pembentukan budaya sehingga kelompok berupaya menentukan kriteria kepemimpinan yang sesuai dan dapat mereka terima. Keberhasilan yang dicapai pada tahap satu mendatangkan perasaan berhasil dan hubungan baik diantara anggota. Tahap kedua ditandai dengan adanya isu mengenai berbagai pertentangan antara kedekatan, perbedaan peran dan hubungan antar teman sejawat. Kemudian disusul oleh tahap ketiga yaitu kolompok mulai dihadapkan dengan perdebatan antara melakukan berbagai inovasi dan kretifitas dengan kecenderungan terhadap kemapanan atau kondisi tenang pada organisasi, terjadilah konflik dan peran pemimpin menentukan bagaimana cara bernegosiasi dan meyakinkan bawahan apa mau berubah atau pada status quo. Pada tahap selanjutnya/ keempat, kelompok akan mencapai kematangan ketika dihadapkan pada tuntutan untuk survive dan tumbuh. Pada tahap ini, organisasi telah mapan dan enggan untuk pindah dari keadaan dan cenderung mempertahankan status quo dan menolak perubahan.
Budaya dalam organisasi sekolah, lebih ditekankan pada terjaganya nilai- nilai utama kehidupan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan pada penciptanya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memelihara kebiasaan produktif dalam menelaah ilmu dan melaksanakn kinerja keilmuan tanpa mengabaikan lingkungan sosial tempat berinteraksi dan mengekspresikan kreatifitas produktif manusia.
In reply to NIDA ANKHOFIA 2013053101

Re: Forum diskusi

by Elysia Vitaloka -
Elysia Vitaloka (2013053150)

Izin menambahkan

Menurut yang saya baca ada 5 tahapan pembentukan budaya organisasi

Tahap pertama: Proses Pembentukan Budaya Organisasi
•Lingkungan Eksternal:
-Budaya politik nasional
-Budaya global Lingkungan Internal:
-Filsafat pendiri organisasi
-Sistem nilai organisasi

•Budaya Organisasi:
-Azas/prinsip-2 organisasi
-Landasan normatif organisasi
-Pedoman umum/nilai instrinsik organisasi -Seragam (uniform)
-Tertulis (verbal, numenklatur)
-Tidak tertulis (non verbal)

Tahap kedua: Proses Implementasi Budaya Organisasi

Tahap ketiga: Dampak atau  Konsekuensi Budaya Organisasi 
Kekuatan Budaya Tinggi Kekuatan Budaya Lemah Sinergi/Kinerja Organisasi Kepuasan Kerja Pegawai

Tahap keempat: umpan balik
Perlu atau tidaknya perubahan budaya organisasi terutama ketika budaya organisasi dalam keadaan lemah Tergantung:
- Sifat angkatan kerja
- Aspek teknologi 
- Kejutan ekonomi
- Tingkat persaingan
- Trend sosial (Tingkat keamanan Vs demokratisasi)
- Kondisi politik dunia

Tahap kelima: tindak lanjut (follow up)
Jika menginginkan adanya perubahan budaya organisasi, maka terjadilah proses pengembangan organisasi (organization development) sebagai bentuk pengelolaan atau manajemen dan strategi perubahan Jika tidak menginginkan adanya perubahan budaya organisasi, maka terjadilah statusquo (bertahan dengan budaya organisasi yang ada)
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: Forum diskusi

by Wildah Aprilia Dharma -
Wildah Aprilia Dharma 2013053078

Pengembangan budaya organisasi di sekolah dimulai dari pembentukan budaya organisasi yang diciptakan oleh pendiri sekolah sesuai dengan filosofi pendiri sekolah yang mengerucut pada penjabaran apa yang ingin dicapai melalui visi dan misi. Kemudian budaya tersebut dipertahankan sebagai proses untuk membentuk penguatan karakter. Selanjutnya dilakukan pengembangan budaya organisasi untuk memperkaya budaya organisasi yang telah dimiliki.
In reply to Julida Patimah

Re: Forum diskusi

by Elysia Vitaloka -
Elysia Vitaloka (2013053150)

Izin bertanya, mengapa budaya organisasi di sekolah perlu di kembangkan? Apakah akan mempengaruhi sekolah tersebut jika budaya organisasi dikembangkan?
Terimakasih
In reply to Elysia Vitaloka

Re: Forum diskusi

by Yasinta Almaida -
Yasinta Almaida 2013053072
Izin menjawab,
Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan pada keefektifan suatu
organisasi dan prestasi. Dengan demikian, keberhasilan suatu organisasi dapat
terpengaruh dari budaya yang terjadi dalam organisasi tersebut. Sumber daya yang
dimiliki organisasi dapat berkembang sesuai dengan budaya organisasi dengan
melibatkan sistem dan mekanisme yang berkembang.
Budaya organisasi berpengaruh besar pada tingkat pemimpin dan karyawan,
sehingga efektivitas proses kerja yang terjadi dapat berjalan dengan baik jika budaya organisasi yang terjadi sesuai dengan sistematika prestasi kerja organisasi yang
bersangkutan. Budaya organisasi memiliki fungsi sebagai mekanisme pembuat makna
dan kendali yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku karyawan atau
pimpinan dalam organisasi, secara tidak langsung juga akan menciptakan mekanisme
yang mengefektifkan kerja organisasi yang bersangkutan.
In reply to Yasinta Almaida

Re: Forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan

Budaya organisasi pendidikan berkaitan dengan aktivitas-aktivitas dan aturan kerja yang berlaku di lembaga pendidikan. Budaya organisasi sekolah akan menentukan kinerja yang dihasilkan sumber daya manusia yang ada dalam sekolah tersebut. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa perilaku kerja personil sekolah dilandasi oleh pola, sifat, kebiasaan, kekuatan, dan nilai kerja yang dimiliki organisasi tersebut. Dengan demikian budaya organisasi sekolah harus dikembangkan dan diarahkan dengan baik agar mampu menciptakan lingkungan kerja sekolah yang kondusif dan dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas.
Budaya organisasi akan mampu memberikan implikasi terhadap hasil kerja yang baik apabila dikembangkan, dikelola, dan diarahkan secara terencana. Hal ini merupakan suatu langkah yang akan menjadi jalan keluar bagi peningkatan kinerja organisasi. Oleh karena itu budaya organisasi sekolah harus dikembangkan secara terarah agar mampu memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pencapaian tujuan sekolah secara efektif dan efesien.
In reply to Elysia Vitaloka

Re: Forum diskusi

by NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113 -
Nabila Bilqisti Putri 2013053113
Izin menjawab
Jika budaya organisasi terus dikembangkan maka akan memengaruhi keefektifan suatu organisasi dan prestasinya. Sekolah sebagai organisasi pendidikan berperan dalam usaha untuk mengembangkan, melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada peserta didik. Budaya organisasi di sekolah adalah tolak ukur pencapaian mutu pendidikan di sekolah, yakni menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berakhlak mulia. Artinya semakin baik budaya organisasi di sekolah akan memengaruhi kualitas dan tujuan pendidikan di sekolah tersebut.
In reply to Elysia Vitaloka

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Julida Patimah
2013053070
Izin menjawab
Perkembangan suatu organisasi disekolah akan mempengaruhi sekolahan tersebut. Contohnya Organisasi bisa berperan sebagai penuntun pencapaian tujuan sekolah. Pencapaian tujuan akan lebih efektif dengan adanya organisasi yang baik.
Kemudian Organisasi dapat mengubah kedisiplinan, kesehatan, dan sebagainya. Contoh dari manfaat ini ialah, jika organisasi bergerak di bidang kesehatan dapat membentuk tim menjadi dan memiliki pola hidup sehat. Organisasi Kepramukaan, akan menciptakan generasi mudah yang tangguh dan ksatria juga memiliki jiwa kedisiplinan.
In reply to Elysia Vitaloka

Re: Forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Mira Desrina
2013053058

Izin menambahkan
Budaya organisasi akan mampu memberikan implikasi terhadap hasil kerja yang baik apabila dikembangkan, dikelola, dan diarahkan secara terencana. 

Hal ini merupakan suatu langkah yang akan menjadi jalan keluar bagi peningkatan kinerja organisasi.
Oleh karena itu budaya organisasi sekolah harus dikembangkan
secara terarah agar mampu memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pencapaian tujuan sekolah secara efektif dan efesien.
 
Sementara ini budaya organisasi yang ada danberlaku pada tiap-tiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda dengan budaya organisasi yang ada dan berlaku pada sekolah lain. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur internal dan eksternal sekolah tersebut. Oleh karena itu diperlukan pemahaman mengenai
konsep budaya organisasi yang mengarah kepada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
In reply to Elysia Vitaloka

Re: Forum diskusi

by Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092 -
Luthfia Rizki Yuniarti
2013053093

Izin menambahkan, 
Budaya mempunyai kaitan dan peran terhadap berbagai aspek kehidupan di sekolah secara menyeluruh. Fungsi utama budaya yaitu untuk adaptasi terhadap lingkungan eksternal dan proses integrasi internal.
Secara spesifik budaya memiliki lima peran, yaitu:
• Budaya memberikan rasa identitas dan kebanggaan bagi karyawan yaitu menciptakan perbedaan yang jelas antara organisasi satu denagn yang lain.
• Budaya mempermudah terbentuknya komitmen dan pemikiran yang lebih luas daripada kepentingan pribadi seseorang.
• Budaya memperkuat standar perilaku organisasi dalam membangun pelayanan superior pada pelanggan.
• Budaya menciptakan pola adaptasi.
• Budaya membangun sistem kontrol organisasi secara menyeluruh.

Fungsi-fungsi budaya sekolah merupakan kekuatan yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku anggotanya dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. Budaya yang kuat berperan dalam dua hal, pertama, mengarahkan perilaku, karyawan mengerti bagaimana harus bertindak dan apa yang diharapkan dari mereka. Kedua, budaya yang kuat memberi karyawan pengertian akan tujuan, dan membuat mereka berfikir positif terhadap sekolah. Budaya berfungsi sebagai perekat yang menyatukan organisasi.

Budaya sekolah yang dibangun oleh para pendiri merupakan jiwa bagi anggota-anggotanya, oleh karena itu para pendiri secara moral harus memberi keteladanan kepada seluruh stakeholder agar budaya yang dibangun dapat menjadi moral dalam proses keorganisasian. Secara alami, budaya sekolah sulit untuk dipahami karena tidak berwujud, implisit, dan dianggap sesuatu yang biasa. Budaya dalam proses keorganisasian menjadi dasar dari desain organisasi yang mencakup tujuan, struktur, teknologi, dan pola pengelolaan
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Julida Patimah -
Demikianlah presentasi dari kelompok 12, apabila terdapat kesalahan dalam penyempaian materi atau menjawab pertanyaan kami minta maaf. Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah aktif berpartisipasi dalam diskusi hari ini, kami akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: Forum diskusi

by Barata Jaguardo Sitanggang -
Demikianlah presentasi dari kelompok 13, apabila terdapat kesalahan dalam penyempaian materi atau menjawab pertanyaan kami minta maaf. Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah aktif berpartisipasi dalam diskusi hari ini, kami akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.