silahkan bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan, Salam sejahtera untuk kita semua, TABIK PUN....
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.
Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Sinta Novita sari Npm 2013053123 Selaku Moderator dari kelompok 11 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.
Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 11 :
1. Ida lestari (2013053109)
2. Sinta novita sari (2013053123)
Kelompok 11 disini akan menyajikan materi dengan judul " EFEKTIVITAS DAN MUTU SEKOLAH"
Susunan acara pada hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab terdiri dari dua termin
4. Penutup
Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan, Salam sejahtera untuk kita semua, TABIK PUN....
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.
Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Sinta Novita sari Npm 2013053123 Selaku Moderator dari kelompok 11 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.
Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 11 :
1. Ida lestari (2013053109)
2. Sinta novita sari (2013053123)
Kelompok 11 disini akan menyajikan materi dengan judul " EFEKTIVITAS DAN MUTU SEKOLAH"
Susunan acara pada hari ini yaitu:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab terdiri dari dua termin
4. Penutup
Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahhirrahmannirrahim
Bismillahhirrahmannirrahim
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumsalam warohmatullohiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warrahmatullahi wabarakatuh. Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahhirrahmannirrahim
Bismillahhirrahmannirrahim
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumsalam warohmatullohiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh bismillahirrahmanirrahim
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahhirrahmannirrahim
Bismillahhirrahmannirrahim
Waalaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Meningkat ke acara yang kedua yaitu penyajian materi, kepada saudari Ida Lestari saya persilahkan untuk share materi ppt dan makalahnya.
Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.20- 10.50 WIB)
Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.20- 10.50 WIB)
Izin mengirim makalah dan ppt kelompok 11 dengan judul materi "Efektivitas dan Mutu Sekolah"
Baiklah untuk mempersingkat waktu kita lanjut ke acara yang selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang terdiri dari 2 termin dimana setiap termin terdiri dari 3 penanya, pertanyaan tidak boleh keluar dari pembahasan yang ada di makalah dan setiap yang bertanya silahkan mengajukan diri dengan format NAMA_NPM_ IZIN BERTANYA dan akan dipilih oleh moderator.
Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan.
Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan.
Rima Anggraini_2013053062_Izin bertanya
Dimas Aris Setiawan_2013053066_Izin bertanya
Hidayatullah 2013053117 izin bertanya
Mira Desrina
2013053059
Izin bertanya
2013053059
Izin bertanya
Nida Ankhofia
2013053101
Izin bertanya
2013053101
Izin bertanya
Nazla Asa Luqyana_2013053152_Izin bertanya
Utchi Umairoh 2013053094 izin bertanya
Perhanda hapit
2013053179
Izin bertanya
2013053179
Izin bertanya
Ridha Rizkyka Azammi
2013053177
Izin bertanya
2013053177
Izin bertanya
Okta Mirnawati 2013053130 izin bertanya
Atri Putri 2013053060 izin bertanya
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Untuk termin pertama dipersilahkan kepada perhanda, utchi umairoh, dan okta mirnawati untuk menulis pertanyaannya
Nama: Okta Mirnawati
NPM: 2013053130
Menurut kelompok penyaji apakah pada cara untuk dapat meningkatkan mutu sekolah yang sudah dijabarkan pada makalah terdapat hambatan dalam proses penerapannya? jikalau ada mohon dijelaskan
Terima kasih
NPM: 2013053130
Menurut kelompok penyaji apakah pada cara untuk dapat meningkatkan mutu sekolah yang sudah dijabarkan pada makalah terdapat hambatan dalam proses penerapannya? jikalau ada mohon dijelaskan
Terima kasih
Sinta novita sari 2013053123 izin menjawab
Menurut saya ada hambatan dalam peningkatan efektivitas sekolah yaitu di bagian “kepemimpinan yang berkualitas”. Mengapa demikian? Karena ada banyak sekali masalah untuk mewujudkan pemimpin yang berkualitas, contohnya seperti berikut.
1. Hasil yang selalu tidak memenuhi ekspektasi
Dalam sekolah, tolok ukur yang mutakhir bagi keberhasilan pembelajaran adalah kualitas lulusan. Jika sekolah mendapati hasil yang sering atau bahkan selalu tidak memenuhi target yang ditetapkan, maka pemimpin harus berusaha untuk mengevaluasi permasalahan yang ada dan menemukan solusi yang tepat.
2. Jarang atau bahkan tidak pernah ada ide baru yang muncul
Pemimpin adalah orang yang menetapkan serta memastikan berjalannya kegiatan di sekolah berjalan dengan lancar. Bila pemimpin dan tim atau tenaga pendidik tidak aktif dalam memberikan ide baru untuk perkembangan sekolah, maka inilah waktu yang tepat untuk memperbaiki kepemimpinan di sekolah.
3. pendidik yang hanya menjalani rutinitas tanpa bekerja dengan sepenuh hati
Meskipun hal ini terjadi, jarang ada pemimpin sekolah yang mau mengakui bahwa para guru yang dipimpinnya hanya menjalani rutinitas mereka saja. Penting bagi seorang pemimpin untuk menyadari terjadinya hal ini dan menemukan solusi yang tepat untuk kembali mengontrol serta memotivasi tim dalam bekerja.
Menurut saya ada hambatan dalam peningkatan efektivitas sekolah yaitu di bagian “kepemimpinan yang berkualitas”. Mengapa demikian? Karena ada banyak sekali masalah untuk mewujudkan pemimpin yang berkualitas, contohnya seperti berikut.
1. Hasil yang selalu tidak memenuhi ekspektasi
Dalam sekolah, tolok ukur yang mutakhir bagi keberhasilan pembelajaran adalah kualitas lulusan. Jika sekolah mendapati hasil yang sering atau bahkan selalu tidak memenuhi target yang ditetapkan, maka pemimpin harus berusaha untuk mengevaluasi permasalahan yang ada dan menemukan solusi yang tepat.
2. Jarang atau bahkan tidak pernah ada ide baru yang muncul
Pemimpin adalah orang yang menetapkan serta memastikan berjalannya kegiatan di sekolah berjalan dengan lancar. Bila pemimpin dan tim atau tenaga pendidik tidak aktif dalam memberikan ide baru untuk perkembangan sekolah, maka inilah waktu yang tepat untuk memperbaiki kepemimpinan di sekolah.
3. pendidik yang hanya menjalani rutinitas tanpa bekerja dengan sepenuh hati
Meskipun hal ini terjadi, jarang ada pemimpin sekolah yang mau mengakui bahwa para guru yang dipimpinnya hanya menjalani rutinitas mereka saja. Penting bagi seorang pemimpin untuk menyadari terjadinya hal ini dan menemukan solusi yang tepat untuk kembali mengontrol serta memotivasi tim dalam bekerja.
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan
1. Rendahnya kualitas sarana fisik.
Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya sekolah ataupun gedung perguruan tingga yang mengalami kerusakan parah, ketersediaan media pembelajaran yang rendah, laboratorium yang tidak standdar, dan masih banyak lagi. Bahkan masih ada sekolah yang tidak memiliki gedung, tidak mempunyai perpustakaan, tidak memiliki laboratorium, dan sarana lainnya.
2. Rendahnya kualitas guru
Kebanyakan guru di Indonesia belum profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana dicantumkan dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu Guru bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
3. Rendahnya prestasi siswa
Pencapaian prestasi siswa belum memuaskan. Hal ini disebabkan antara lain karena keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran yang terjadi hampir di semua sekolah yang ada di Indonesia. Masih rendahnya prestasi siswa ini bisa dilihat dari hasil pencapaian prestasi siswa Indonesia di dunia internasional yang masih sangat rendah.
Izin menambahkan
1. Rendahnya kualitas sarana fisik.
Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya sekolah ataupun gedung perguruan tingga yang mengalami kerusakan parah, ketersediaan media pembelajaran yang rendah, laboratorium yang tidak standdar, dan masih banyak lagi. Bahkan masih ada sekolah yang tidak memiliki gedung, tidak mempunyai perpustakaan, tidak memiliki laboratorium, dan sarana lainnya.
2. Rendahnya kualitas guru
Kebanyakan guru di Indonesia belum profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana dicantumkan dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu Guru bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
3. Rendahnya prestasi siswa
Pencapaian prestasi siswa belum memuaskan. Hal ini disebabkan antara lain karena keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran yang terjadi hampir di semua sekolah yang ada di Indonesia. Masih rendahnya prestasi siswa ini bisa dilihat dari hasil pencapaian prestasi siswa Indonesia di dunia internasional yang masih sangat rendah.
Nida Ankhofia
2013053101
Izin menambahkan
Iya ada yaitu bagian “Aman, nyaman, dan terorganisir.” Seperti dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah, Strategi pendidik yang dapat dilakukan dalam mengatasi hambatan yaitu dengan lebih melibatkan masyarakat dalam program sekolah melalui komite sekolah baik untuk peningkatan mutu maupun memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dirasakan oleh pihak sekolah.
2013053101
Izin menambahkan
Iya ada yaitu bagian “Aman, nyaman, dan terorganisir.” Seperti dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di sekolah, Strategi pendidik yang dapat dilakukan dalam mengatasi hambatan yaitu dengan lebih melibatkan masyarakat dalam program sekolah melalui komite sekolah baik untuk peningkatan mutu maupun memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dirasakan oleh pihak sekolah.
Arina Izzati 2013053096
Izin menambahkan
Hambatan dalam meningkatkan mutu sekolah:
1. Sumber daya pendidikan yang belum cukup andal untuk mendukung tercapainya tujuan dan target pendidikan secara efektif. Sumber daya pendidikan yang mencakup antara lain kinerja mengajar guru, kualitas budaya belajar siswa, anggaran pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, masih dipandang lemah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, baik dalam pembentukan keimanan, ketaqwaan, kecerdasan, ketrampilan maupun akhlak mulia di kalangan peserta didik dan guru. Sumber daya pendidikan lebih banyak difokuskan pada urusan administrasi daripada diarahkan pada proses pembelajaran secara utuh, total dan menyeluruh.
2. Sistem pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada kuantitas hasil daripada kualitas proses. Hal ini tercermin dalam semangat penyelenggaraan Ujian Nasional. Para penyelenggara pendidikan lebih memusatkan perhatiannya pada jumlah lulusan daripada memperhatikan kualitas proses pembelajaran. Membahas soal-soal lebih diminati daripada mengkaji dan mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori ilmu pengetahuan.
3. Kurikulum, proses pembelajaran, sistem evaluasi masih bersifat parsial terhadap tujuan pendidikan nasional. Kesenjangan antara tujuan nasional dengan hasil belajar dapat dilihat dari tampilan para lulusan yang belum mencerminkan nilai-nilai sebagaimana tertuang dalam tujuan pendidikan nasional. Hasil belajar belum mencerminkan terbentuknya watak bangs yang bermartabat.
4. Manajemen pendidikan dan kinerja mengajar guru/ dosen lebih menitikberatkan pada tuntutan administratif daripada menciptakan budaya belajar yang bermutu.
5. Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan belum didukung oleh sistem, kultur dan kinerja mengajar, serta budaya belajar secara komprehensif. Secara konseptual standar tersebut dianggap telah mewakili standar kualitas yang diharapkan, namun dalam praktiknya belum didukung oleh sistem, kultur dan kinerja mengajar, serta budaya belajar siswa/ mahasiswa secara komprehensif.
Izin menambahkan
Hambatan dalam meningkatkan mutu sekolah:
1. Sumber daya pendidikan yang belum cukup andal untuk mendukung tercapainya tujuan dan target pendidikan secara efektif. Sumber daya pendidikan yang mencakup antara lain kinerja mengajar guru, kualitas budaya belajar siswa, anggaran pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, masih dipandang lemah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, baik dalam pembentukan keimanan, ketaqwaan, kecerdasan, ketrampilan maupun akhlak mulia di kalangan peserta didik dan guru. Sumber daya pendidikan lebih banyak difokuskan pada urusan administrasi daripada diarahkan pada proses pembelajaran secara utuh, total dan menyeluruh.
2. Sistem pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada kuantitas hasil daripada kualitas proses. Hal ini tercermin dalam semangat penyelenggaraan Ujian Nasional. Para penyelenggara pendidikan lebih memusatkan perhatiannya pada jumlah lulusan daripada memperhatikan kualitas proses pembelajaran. Membahas soal-soal lebih diminati daripada mengkaji dan mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori ilmu pengetahuan.
3. Kurikulum, proses pembelajaran, sistem evaluasi masih bersifat parsial terhadap tujuan pendidikan nasional. Kesenjangan antara tujuan nasional dengan hasil belajar dapat dilihat dari tampilan para lulusan yang belum mencerminkan nilai-nilai sebagaimana tertuang dalam tujuan pendidikan nasional. Hasil belajar belum mencerminkan terbentuknya watak bangs yang bermartabat.
4. Manajemen pendidikan dan kinerja mengajar guru/ dosen lebih menitikberatkan pada tuntutan administratif daripada menciptakan budaya belajar yang bermutu.
5. Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan belum didukung oleh sistem, kultur dan kinerja mengajar, serta budaya belajar secara komprehensif. Secara konseptual standar tersebut dianggap telah mewakili standar kualitas yang diharapkan, namun dalam praktiknya belum didukung oleh sistem, kultur dan kinerja mengajar, serta budaya belajar siswa/ mahasiswa secara komprehensif.
Utchi Umairoh 2013053094
izin bertanya
Saat ini sering dijumpai dengan istilah sekolah unggulan, menurut kelompok penyaji apakah antara sekolah unggulan dengan sekolah bermutu itu sama? jika tidak apa saja perbedaan antara sekolah unggulan dan sekolah bermutu!
izin bertanya
Saat ini sering dijumpai dengan istilah sekolah unggulan, menurut kelompok penyaji apakah antara sekolah unggulan dengan sekolah bermutu itu sama? jika tidak apa saja perbedaan antara sekolah unggulan dan sekolah bermutu!
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin menjawab, menurut kelompok kami antara sekolah unggulan dan sekolah bermutu itu berbeda.
Sekolah Unggul
NPM: 2013053109
Izin menjawab, menurut kelompok kami antara sekolah unggulan dan sekolah bermutu itu berbeda.
Sekolah Unggul
Secara ontologis, sekolah unggul dalam perspektif Departemen Pendidikan Nasional adalah sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Untuk mencapai keunggulan tersebut maka masukan (input), proses pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus di arahkan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut. Sekolah unggul merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari sebuah keinginan untuk memiliki sekolah yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan dunia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh ditunjang oleh akhlakul karimah. Sekolah unggul dikembangkan untuk mencapai keistimewaan dalam keluaran pendidikannya. Untuk mencapai keistimewaan tersebut, maka masukan, proses pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus diarahkan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut.
Karakteristik Sekolah Unggul
Sesuai dengan pengertian dasarnya, sekolah unggul (effectife school) berarti sekolah yang memiliki kelebihan, kebaikan, keutamaan jika dibandingkan dengan yang lain, maka dalam konteks ini sekolahunggul mengandung makna sekolah model yang dapat dirujuk sebagai contoh bagi kebanyakan sekolahlain karena kelebihan, kebaikan dankeutamaan serta kualtas yang dimilikinya baik secara akademik maupun non akademik.
Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan sejumlah kriteria yang harus dimiliki sekolah unggul.Meliputi :
1. Masukan (input) yaitu siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Kriteria yang dimaksud adalah : (1) prestasi belajar superior dengan indicator angka rapor, Nilai Ebtanas Murni (NEM), dan hasil tes prestasi akademik, (2) skor psikotes yang meliputi intelgensi dan kreativitas, (3) tes fisik, jika diperlukan.
2. Sarana dan prasarana yang menunajang unutk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler.
3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata baik lingkung fisik maupun social-psikologis.
4. Guru dan tenaga kependidikan yang menangani harus unggul baik dari segi penguasaan materi pelajaran, metode mengajar, maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.Untuk itu perlu diadakan insentif tambahan guru berupa uang maupun fasilitas lainnya seperti perumahan.
5. Kurikulum dipercaya dengan pengembangan dan improvisasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa seusianya.
6. Kurun waktu belajar lebih lama dibandingkan sekolah lain. Karena itu perlu ada asrama untuk memaksimalkan pembinaan dan menampung para siswa dari berbagai lokasi. Di kompleksasrama perlu adanya sarana yang bisa menyalurkan minat danbakat siswa seperti perpustakaan, alat-alat olah raga,kesenian dan lain yang diperlukan.
7. Proses belajar mengajar harus berkulitas dan hasilnya dapat diertanggungjawabkan (accountable) baik kepada siswa, lembaga maupun masyarakat.
8. Sekolah unggul tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didikdi sekolah tersebut, tetapi harus memiliki resonansi social kepada lingkungan sekitarnya.
9. Nilai lebih sekolah unggul terletak pada perlakuan tamban di luar kurikulum nasional melalui pengembangan kurikulum, program pengayaan dan perluasan, pengajaran remedial, pelayanan bimbingn dan konseling yang berkualitas, pembinaan kreatifitas dan disiplin.
Sekolah Bermutu
Kalau berbicara mengenai mutu pendidikan, maka kita tidak lepas dari definisi mutu itu sendiri. Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam konteks pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana dikutip Mulyasa, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan adalah sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sedangkan output pendidikan merupakan kinerja sekolah, yaitu prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses dan perilaku sekolah.
Maka dari itu, mutu dalam pendidikan dapat saja disebutkan mengutamakan pelajar atau program perbaikan sekolah yang mungkin dilakukan secara lebih kreatif dan konstruktif. Mutu dalam pendidikan memang dititiktekankan pada pelajar dan proses yang ada di dalamnya. Tanpa adanya proses yang baik, maka sekolah yang bermutu juga mustahil untuk dicapai.
Setelah penulis mengadakan pengamatan, ternyata ada tiga faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan yaitu: kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-input analisis yang tidak consisten; penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik; peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim.
Mutu, menurut Usman, memiliki 13 karakteristik, sebagai berikut:
-Kinerja (performa); berkaitan dengan aspek fungsional sekolah.Waktu ajar (time liness): selesai dengan waktu yang wajar.
-Handal (reliability); usia pelayanan prima bertahan lama.
-Daya tahan (durability): tahan banting
-Indah (asetetics)
-Hubungan manusiawi (personal interface): menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme.
-Mudah penggunaannya (easy of use) sarana dan prasarana dipakai.
-Bentuk khusus (feature) keunggulan tertentu.
-Standar tertentu (conformance to specification) memenuhi standar tertentu.
-Konsistensi (consistency) keajegan, konstan, atau stabil
-Seragam (uniformity): tanpa variasi, tidak tercampur.
-Mampu melayani (serviceability): mampu memberikan pelayanan prima.
-Ketepatan (acruracy) ketepatan dalam pelayanan.
Sekian, terima kasih.
Karakteristik Sekolah Unggul
Sesuai dengan pengertian dasarnya, sekolah unggul (effectife school) berarti sekolah yang memiliki kelebihan, kebaikan, keutamaan jika dibandingkan dengan yang lain, maka dalam konteks ini sekolahunggul mengandung makna sekolah model yang dapat dirujuk sebagai contoh bagi kebanyakan sekolahlain karena kelebihan, kebaikan dankeutamaan serta kualtas yang dimilikinya baik secara akademik maupun non akademik.
Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan sejumlah kriteria yang harus dimiliki sekolah unggul.Meliputi :
1. Masukan (input) yaitu siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Kriteria yang dimaksud adalah : (1) prestasi belajar superior dengan indicator angka rapor, Nilai Ebtanas Murni (NEM), dan hasil tes prestasi akademik, (2) skor psikotes yang meliputi intelgensi dan kreativitas, (3) tes fisik, jika diperlukan.
2. Sarana dan prasarana yang menunajang unutk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler.
3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata baik lingkung fisik maupun social-psikologis.
4. Guru dan tenaga kependidikan yang menangani harus unggul baik dari segi penguasaan materi pelajaran, metode mengajar, maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.Untuk itu perlu diadakan insentif tambahan guru berupa uang maupun fasilitas lainnya seperti perumahan.
5. Kurikulum dipercaya dengan pengembangan dan improvisasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa seusianya.
6. Kurun waktu belajar lebih lama dibandingkan sekolah lain. Karena itu perlu ada asrama untuk memaksimalkan pembinaan dan menampung para siswa dari berbagai lokasi. Di kompleksasrama perlu adanya sarana yang bisa menyalurkan minat danbakat siswa seperti perpustakaan, alat-alat olah raga,kesenian dan lain yang diperlukan.
7. Proses belajar mengajar harus berkulitas dan hasilnya dapat diertanggungjawabkan (accountable) baik kepada siswa, lembaga maupun masyarakat.
8. Sekolah unggul tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didikdi sekolah tersebut, tetapi harus memiliki resonansi social kepada lingkungan sekitarnya.
9. Nilai lebih sekolah unggul terletak pada perlakuan tamban di luar kurikulum nasional melalui pengembangan kurikulum, program pengayaan dan perluasan, pengajaran remedial, pelayanan bimbingn dan konseling yang berkualitas, pembinaan kreatifitas dan disiplin.
Sekolah Bermutu
Kalau berbicara mengenai mutu pendidikan, maka kita tidak lepas dari definisi mutu itu sendiri. Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam konteks pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana dikutip Mulyasa, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan adalah sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sedangkan output pendidikan merupakan kinerja sekolah, yaitu prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses dan perilaku sekolah.
Maka dari itu, mutu dalam pendidikan dapat saja disebutkan mengutamakan pelajar atau program perbaikan sekolah yang mungkin dilakukan secara lebih kreatif dan konstruktif. Mutu dalam pendidikan memang dititiktekankan pada pelajar dan proses yang ada di dalamnya. Tanpa adanya proses yang baik, maka sekolah yang bermutu juga mustahil untuk dicapai.
Setelah penulis mengadakan pengamatan, ternyata ada tiga faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan yaitu: kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-input analisis yang tidak consisten; penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik; peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim.
Mutu, menurut Usman, memiliki 13 karakteristik, sebagai berikut:
-Kinerja (performa); berkaitan dengan aspek fungsional sekolah.Waktu ajar (time liness): selesai dengan waktu yang wajar.
-Handal (reliability); usia pelayanan prima bertahan lama.
-Daya tahan (durability): tahan banting
-Indah (asetetics)
-Hubungan manusiawi (personal interface): menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme.
-Mudah penggunaannya (easy of use) sarana dan prasarana dipakai.
-Bentuk khusus (feature) keunggulan tertentu.
-Standar tertentu (conformance to specification) memenuhi standar tertentu.
-Konsistensi (consistency) keajegan, konstan, atau stabil
-Seragam (uniformity): tanpa variasi, tidak tercampur.
-Mampu melayani (serviceability): mampu memberikan pelayanan prima.
-Ketepatan (acruracy) ketepatan dalam pelayanan.
Sekian, terima kasih.
Anjelly Triane Chaterina 2063053003
Izin menambahkan
definisi mutu itu sendiri. Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin
Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut.
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan.
Izin menambahkan
definisi mutu itu sendiri. Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin
Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut.
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan.
Wildah Aprilia Dharma 2013053078
Menurut saya, sekolah unggulan itu adalah sekolah yang merubah peserta didiknya yang dari kemampuannya biasa saja menjadi luar biasa, dan menawarkan fasilitas yang sangat memadai/mewah. Sedangkan sekolah bermutu adalah sekolah yang memfokuskan/mengutamakan mutu pendidikan. Prinsip sekolah yang bermutu adalah sekolah yang melakukan perbaikan secara terus-menerus (berkelanjutan) dan sebisa mungkin menghindari sajian pendidikan yang tidak baik. Sedang Suyanto dalam Elfahmi (2006) menegaskan bahwa sekolah unggul memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu: (1) memiliki budaya akademik yang kuat, (2) memiliki kurikulum yang selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (3) memiliki komunitas sekolah yang selalu menciptakan cara-cara atau teknik belajar untuk belajar yang inovatif, (4) berorientasi pada pengembangan hard knowlegde dan soft knowlegde secara seimbang, (5) proses belajar untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik, dan (6) mengembangkan proses pengembangan kemampuan dan kompetensi ber-komunikasi siswa secara global.
Menurut saya, sekolah unggulan itu adalah sekolah yang merubah peserta didiknya yang dari kemampuannya biasa saja menjadi luar biasa, dan menawarkan fasilitas yang sangat memadai/mewah. Sedangkan sekolah bermutu adalah sekolah yang memfokuskan/mengutamakan mutu pendidikan. Prinsip sekolah yang bermutu adalah sekolah yang melakukan perbaikan secara terus-menerus (berkelanjutan) dan sebisa mungkin menghindari sajian pendidikan yang tidak baik. Sedang Suyanto dalam Elfahmi (2006) menegaskan bahwa sekolah unggul memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu: (1) memiliki budaya akademik yang kuat, (2) memiliki kurikulum yang selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (3) memiliki komunitas sekolah yang selalu menciptakan cara-cara atau teknik belajar untuk belajar yang inovatif, (4) berorientasi pada pengembangan hard knowlegde dan soft knowlegde secara seimbang, (5) proses belajar untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik, dan (6) mengembangkan proses pengembangan kemampuan dan kompetensi ber-komunikasi siswa secara global.
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136
Izin menambahkan,
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
NPM : 2013053136
Izin menambahkan,
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
Arina Izzati 2013053096
Izin menambahkan
Izin menambahkan
Sekolah dikatakan bermutu jika terjadi keterlibatan total seluruh elemen sekolah untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan. Sedangkan sekolah dikatakan unggul jika sekolah tersebut berprestasi baik dalam bidang tertentu.
Rusbiantari Ningsih
2013053153
Izin menambahkan
Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut. Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
2013053153
Izin menambahkan
Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut. Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
Ada 10 ciri-ciri sekolah unggulan :
1. kepemimpinan sekolah profesional.
2. semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah.
3. suasana pembelajaran yang menyenangkan.
4. kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam.
5. guru memiliki perencanaan pembelajaran.
6. semua program yang positif
7. sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram.
8. hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah.
9. kemitraan antara sekolah dengan rumah tangga atau orang tua.
10. munculnya kretativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan
Sekolah bermutu adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam konteks pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana di kutip Mulyasa, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan adalah sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sedangkan output pendidikan merupakan kinerja sekolah, yaitu prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses dan perilaku sekolah.
Ciri-ciri sekolah bermutu:
1. Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
2. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul, dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.
3. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya.
4. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya.
6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal.
10. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.
Mira Desrina
2013053059
Izin menambahkan
1.Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam konteks pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana di kutip Mulyasa, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan adalah sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sedangkan output pendidikan merupakan kinerja sekolah, yaitu prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses dan perilaku sekolah.
Maka dari itu, mutu dalam pendidikan dapat saja disebutkan mengutamakan pelajar atau program perbaikan sekolah yang mungkin dilakukan secara lebih kreatif dan konstruktif. Mutu dalam pendidikan memang dititiktekankan pada pelajar dan proses yang ada di dalamnya. Tanpa adanya proses yang baik, maka sekolah yang bermutu juga mustahil untuk dicapai.
2.Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut.
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
Tipe sekolah unggulan :
Tipe1
Tipe ini yaitu, dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul output yang dihasilkan juga unggul
Tipe2
Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya.
Tipe3
Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.
Ciri sekolah unggulan
Ada 10 ciri-ciri sekolah unggulan :
1. kepemimpinan sekolah profesional.
2. semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah.
3. suasana pembelajaran yang menyenangkan.
4. kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam.
5. guru memiliki perencanaan pembelajaran.
6. semua program yang positif
7. sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram.
8. hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah.
9. kemitraan antara sekolah dengan rumah tangga atau orang tua.
10. munculnya kretativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan.
2013053059
Izin menambahkan
1.Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Mutu pendidikan yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam konteks pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana di kutip Mulyasa, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan adalah sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sedangkan output pendidikan merupakan kinerja sekolah, yaitu prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses dan perilaku sekolah.
Maka dari itu, mutu dalam pendidikan dapat saja disebutkan mengutamakan pelajar atau program perbaikan sekolah yang mungkin dilakukan secara lebih kreatif dan konstruktif. Mutu dalam pendidikan memang dititiktekankan pada pelajar dan proses yang ada di dalamnya. Tanpa adanya proses yang baik, maka sekolah yang bermutu juga mustahil untuk dicapai.
2.Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut.
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu, namun dalam penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
Tipe sekolah unggulan :
Tipe1
Tipe ini yaitu, dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul output yang dihasilkan juga unggul
Tipe2
Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya.
Tipe3
Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.
Ciri sekolah unggulan
Ada 10 ciri-ciri sekolah unggulan :
1. kepemimpinan sekolah profesional.
2. semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah.
3. suasana pembelajaran yang menyenangkan.
4. kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam.
5. guru memiliki perencanaan pembelajaran.
6. semua program yang positif
7. sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram.
8. hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah.
9. kemitraan antara sekolah dengan rumah tangga atau orang tua.
10. munculnya kretativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan.
Atri Putri 2013053060
Izin menambahkan,
Menurut saya sekolah unggulan adalah sekolah yang baik kualitas, fasilitas maupun sumberdaya manusia nya sangat berkualitas, dan juga memiliki prestasi yang lebih baik dari pada sekolah-sekolah lainnya sedangkan bermutu adalah sekolah yang memiliki kualitas yang sangat baik namun belum tentu memiliki fasilitas yang memadai.
Terimakasih
Izin menambahkan,
Menurut saya sekolah unggulan adalah sekolah yang baik kualitas, fasilitas maupun sumberdaya manusia nya sangat berkualitas, dan juga memiliki prestasi yang lebih baik dari pada sekolah-sekolah lainnya sedangkan bermutu adalah sekolah yang memiliki kualitas yang sangat baik namun belum tentu memiliki fasilitas yang memadai.
Terimakasih
Terimakasih moderator
Perhanda Hapit
2013053179
Izin bertanya
Dalam meningkatkan mutu sekolah, apabila dari materi di makalah yang kalian sampaikan belum berhasil meningkatkan mutu sekolah. maka, cara lain yang bisa kalian lakukan itu cara apa dan mengapa memilih cara tersebut?
Terimakasih
Perhanda Hapit
2013053179
Izin bertanya
Dalam meningkatkan mutu sekolah, apabila dari materi di makalah yang kalian sampaikan belum berhasil meningkatkan mutu sekolah. maka, cara lain yang bisa kalian lakukan itu cara apa dan mengapa memilih cara tersebut?
Terimakasih
Sinta novita sari 2013053123 izin menjawab
cra lain yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan mutu sekolah adalah sebagai berikut
1. Peningkatan Kualitas Guru
Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya.
2. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
3. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton.
4. Peningkatan Sarana
Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
cra lain yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan mutu sekolah adalah sebagai berikut
1. Peningkatan Kualitas Guru
Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya.
2. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
3. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton.
4. Peningkatan Sarana
Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
mengapa saya pilih cara diatas? karena kualitas guru, materi, metode pembelajaran serta sarana prasarana merupakan hal mendasar yang harus ada dalam pembelajaran dan menurut saya hal tersebut jika benar-benar dipersiapkan dengan baik maka akan menghasilkan mutu sekolah yaang baik pula.
Elysia Vitaloka (2013053150)
Izin menambahkan,
Mutu pendidikan dapat diukur dari hasil yang diperoleh baik itu dalam bidang akademik maupun nonakademik, pemberian arahan kepada guru maupun peserta didik. Jadi untuk meningkatkan mutu sekolah dapat mengupayakan agar para guru selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi serta peserta didik yang juga diajarkan teknologi seperti menggunakan komputer dan alat-alat lab, kemudian memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah terutama dalam hal kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ekstrakurikuler yang ada disekolah tersebut, dilakukan secara insidental agar pelaksanaan belajar mengajar di sekolah dapat mencapai tujuan pembelajaran serta menunjang hasil belajar peserta didik, selanjutnya sekolah dapat menenetapkan standard pencapaian nilai untuk mencapai mutu, menyelenggarakan program pendidikan pendidikan dan pelatihan bagi guru, seminar pendidikan, workshop, studi banding, adanya pembinaan khusus bagi peserta didik yang berprestasi.
Izin menambahkan,
Mutu pendidikan dapat diukur dari hasil yang diperoleh baik itu dalam bidang akademik maupun nonakademik, pemberian arahan kepada guru maupun peserta didik. Jadi untuk meningkatkan mutu sekolah dapat mengupayakan agar para guru selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi serta peserta didik yang juga diajarkan teknologi seperti menggunakan komputer dan alat-alat lab, kemudian memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah terutama dalam hal kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ekstrakurikuler yang ada disekolah tersebut, dilakukan secara insidental agar pelaksanaan belajar mengajar di sekolah dapat mencapai tujuan pembelajaran serta menunjang hasil belajar peserta didik, selanjutnya sekolah dapat menenetapkan standard pencapaian nilai untuk mencapai mutu, menyelenggarakan program pendidikan pendidikan dan pelatihan bagi guru, seminar pendidikan, workshop, studi banding, adanya pembinaan khusus bagi peserta didik yang berprestasi.
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Perhanda Hapit
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Sebagaimana yang telah dijelaskan di makalah ada 12 cara meningkatkan mutu sekolah saya rasa cara yang telah ada di makalah sudah bisa meningkatkan mutu sekolah, mungkin nanti di dalam cara yang pertama yaitu
1. Efektivitas Proses Belajar Mengajar Tinggi
Sahabat yang budiman! Sekolah memiliki efektifitas proses balajar mengajar
(PBM) yang tinggi. Proses belajar mengajar yang menjadikan peserta didik sebagai
faktor utama pendidikan. Dalam hal ini guru harus menjadikan peserta didik
memiliki kecakapan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan tentang cara
belajar yang efektif (learning how to learn). Untuk itu guru
harus mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan (joyful
learning) sehingga peserta didik tidak merasa tertekan atau terpaksa ketika
menghadapi pembelajarandi dalam kelas.
Nah disini bisa ditambah dengan
a. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
b. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar.
Dan menurut saya 12 cara ini sudah cukup mampu untuk meningkatkan mutu sekolah yang baik, dalam meningkatkan mutu sekolah yang baik bukan hanya dilihat dari kualitas gurunya namun dari manajemen sekolah nya, akuntabilitas sekolah yang baik, kepemimpinan yang kuat dan dari partisipasi warga sekolah seperti yang dijelaskan di dalam makalah.
Terima Kasih.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Sebagaimana yang telah dijelaskan di makalah ada 12 cara meningkatkan mutu sekolah saya rasa cara yang telah ada di makalah sudah bisa meningkatkan mutu sekolah, mungkin nanti di dalam cara yang pertama yaitu
1. Efektivitas Proses Belajar Mengajar Tinggi
Sahabat yang budiman! Sekolah memiliki efektifitas proses balajar mengajar
(PBM) yang tinggi. Proses belajar mengajar yang menjadikan peserta didik sebagai
faktor utama pendidikan. Dalam hal ini guru harus menjadikan peserta didik
memiliki kecakapan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan tentang cara
belajar yang efektif (learning how to learn). Untuk itu guru
harus mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan (joyful
learning) sehingga peserta didik tidak merasa tertekan atau terpaksa ketika
menghadapi pembelajarandi dalam kelas.
Nah disini bisa ditambah dengan
a. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
b. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar.
Dan menurut saya 12 cara ini sudah cukup mampu untuk meningkatkan mutu sekolah yang baik, dalam meningkatkan mutu sekolah yang baik bukan hanya dilihat dari kualitas gurunya namun dari manajemen sekolah nya, akuntabilitas sekolah yang baik, kepemimpinan yang kuat dan dari partisipasi warga sekolah seperti yang dijelaskan di dalam makalah.
Terima Kasih.
Nazla Asa Luqyana 2013053152
Izin menambahkan
1. Mengembalikan fungsi guru sebagai pendidik yang mempunyai tugas untuk mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik mampu menghadapi persoalan-persoalan di masa mendatang secara kreatif dan inovatif. Setiap peserta didik mempunyai potensi masing-masing yang harus dimaksimalkan
2. Perlu upaya peningkatan kualitas sumber daya pendidikan melalui penataan ulang berbagai kebijakan dan tata kelola pendidikan yang pelaksanaannya disamakan dengan bidang lain yang tujuan, fungsi dan perannya berbeda dengan lembaga pendidikan.
3. Perlu diubah paradigma pembelajaran di sekolah tersebut. Dari yang menitikberatkan pada kuantitas hasil menjadi penekanan pada keduanya baik kuantitas maupun kualitas hasil pembelajaran.
4. Memberikan peluang dalam mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan peserta didik
5. Alokasi perhatian yang sama dengan bidang-bidang lain yang berbeda, seperti bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya untuk mengatasi rendahnya kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah
Izin menambahkan
1. Mengembalikan fungsi guru sebagai pendidik yang mempunyai tugas untuk mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik mampu menghadapi persoalan-persoalan di masa mendatang secara kreatif dan inovatif. Setiap peserta didik mempunyai potensi masing-masing yang harus dimaksimalkan
2. Perlu upaya peningkatan kualitas sumber daya pendidikan melalui penataan ulang berbagai kebijakan dan tata kelola pendidikan yang pelaksanaannya disamakan dengan bidang lain yang tujuan, fungsi dan perannya berbeda dengan lembaga pendidikan.
3. Perlu diubah paradigma pembelajaran di sekolah tersebut. Dari yang menitikberatkan pada kuantitas hasil menjadi penekanan pada keduanya baik kuantitas maupun kualitas hasil pembelajaran.
4. Memberikan peluang dalam mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan peserta didik
5. Alokasi perhatian yang sama dengan bidang-bidang lain yang berbeda, seperti bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya untuk mengatasi rendahnya kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah
Baiklah kami meminta waktu sebentar untuk mendiskusikan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut.
Untuk mempersingkat waktu saya akan membuka termin kedua yang terdiri dari tiga penanya, kepada teman-teman yang ingin bertanya dipersilahkan.
Atri Putri 2013053060 izin bertanya
Nida Ankhofia
2013053101
Izin bertanya
2013053101
Izin bertanya
Mira Desrina
2013053059
Izin bertanya
2013053059
Izin bertanya
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Kepada atri, nida, dan fadila dipersilahkan menulis pertanyaan.
Nida Ankhofia
2013053101
Izin bertanya
Dalam materi terdapat Efektivitas Sekolah salah satunya adalah efektif Fungsi politis sekolah yaitu sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Bagaimana cara pendidik mengimplementasikan fungsi politis ini jika dilihat saat ini banyak pelanggaran mengenai hak dan kewajiban warga negara.
Terima kasih
2013053101
Izin bertanya
Dalam materi terdapat Efektivitas Sekolah salah satunya adalah efektif Fungsi politis sekolah yaitu sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Bagaimana cara pendidik mengimplementasikan fungsi politis ini jika dilihat saat ini banyak pelanggaran mengenai hak dan kewajiban warga negara.
Terima kasih
Sinta novita sari 2013053123 izin menjawab
cara mengimplementasikan fungsi politis mengenai hak dan kewajiban warga negara adalah pendidik bisa mengajarkan melalui pelajaran pendidikan kewarganegaraan mengenai pentingnya hak dan kewajiban warga negara.
Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Menurut saya, hak adalah hal-hal yang seharusnya kita dapatkan. Sedangkan kewajiban adalah hal-hal yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita mengetahui dan memahami apa saja hak dan kewajiban warga negara. Hak sebagai mahasiswa adalah dapat menggunakan Kebebasan akademik secara bertanggung jawab dalam mengkaji ilmu pengetahuan. Dan kewajibannya yaitu mematuhi semua peraturan yang berlaku dalam universitas masing-masing.
Sebagai bagian dari Negara Indonesia mahasiswa merupakan insan yang memiliki berbagai dimensi yaitu sebagai bagian dari sivitas akademika yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Hak dan kewajiban tersebut harus di manfaatkan dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
cara mengimplementasikan fungsi politis mengenai hak dan kewajiban warga negara adalah pendidik bisa mengajarkan melalui pelajaran pendidikan kewarganegaraan mengenai pentingnya hak dan kewajiban warga negara.
Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Menurut saya, hak adalah hal-hal yang seharusnya kita dapatkan. Sedangkan kewajiban adalah hal-hal yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita mengetahui dan memahami apa saja hak dan kewajiban warga negara. Hak sebagai mahasiswa adalah dapat menggunakan Kebebasan akademik secara bertanggung jawab dalam mengkaji ilmu pengetahuan. Dan kewajibannya yaitu mematuhi semua peraturan yang berlaku dalam universitas masing-masing.
Sebagai bagian dari Negara Indonesia mahasiswa merupakan insan yang memiliki berbagai dimensi yaitu sebagai bagian dari sivitas akademika yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Hak dan kewajiban tersebut harus di manfaatkan dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 3013053066
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nida
Cara pendidik mengimplementasikan fungsi politis pada sekolah yaitu dengan :
1. Pendidik menjadi contoh atau teladan yang baik dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai seorang pendidik di sekolahnya sehingga peserta didik akan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan oleh pendidik.
2. Didik dapat menerapkan aturan kepada para peserta didik untuk dapat menerapkan hak dan kewajiban peserta didik di sekolah. Contoh kewajiban seperti mengikuti upacara bendera, berpakaian rapi, berangkat sekolah tepat waktu dan lainnya. Lalu hak yang akan diperoleh peserta didik yaitu hak mendapat bimbingan dan pelajaran dari pendidik.
Terima Kasih
NPM : 3013053066
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nida
Cara pendidik mengimplementasikan fungsi politis pada sekolah yaitu dengan :
1. Pendidik menjadi contoh atau teladan yang baik dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai seorang pendidik di sekolahnya sehingga peserta didik akan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan oleh pendidik.
2. Didik dapat menerapkan aturan kepada para peserta didik untuk dapat menerapkan hak dan kewajiban peserta didik di sekolah. Contoh kewajiban seperti mengikuti upacara bendera, berpakaian rapi, berangkat sekolah tepat waktu dan lainnya. Lalu hak yang akan diperoleh peserta didik yaitu hak mendapat bimbingan dan pelajaran dari pendidik.
Terima Kasih
Baik terimakasih moderator,
Atri Putri 2013053060
Izin bertanya, dari materi yang disajikan oleh penyaji dalam makalah terkait efektivitas dan suatu mutu , sekolah, bagaimana dengan para guru yang ada di Indonesia saat in apakah mutu dari guru ini sudah cukup baik sebagai bagian dari sekolah.
Terimakasih
Atri Putri 2013053060
Izin bertanya, dari materi yang disajikan oleh penyaji dalam makalah terkait efektivitas dan suatu mutu , sekolah, bagaimana dengan para guru yang ada di Indonesia saat in apakah mutu dari guru ini sudah cukup baik sebagai bagian dari sekolah.
Terimakasih
Sinta novita sari 2013053123 izin menjawab
Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang dan kualitas guru menempati ukuran ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia, Pak/Bu. Jumlah guru mengalami peningkatan sebanyak 382% dari 1999/2000 menjadi sebanyak 3 juta orang lebih, sedangkan peningkatan jumlah peserta didik hanya 17%. Dari 3.9 juta guru yang ada, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan 52% di antaranya belum memiliki sertifikat profesi. Dengan jumlah guru yang banyak, diharapkan kegiatan belajar yang optimal dapat tercapai. Sayangnya, meningkatnya kuantitas guru tidak sejalan dengan kualitasnya.
Sampai saat ini, belum semua guru di sekolah mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ella Yulaewati Rumindasari, menyatakan bahwa dari 600 ribu guru PAUD, baru 30% di antaranya yang sudah lulus S1, itu pun tidak semuanya menyandang sarjana Pendidikan Anak Usia Dini. Oleh karena itu, direncanakan pembentukan program melalui diklat berjenjang dan kursus untuk 250 ribu guru lulusan SMA. Dibuat berdasarkan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) peringkat tiga atau setara D2.
Peningkatan kualitas guru merupakan hal yang penting, karena sebaik apapun kurikulum yang telah direncanakan, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas. Terdapat empat penyebab umum yang menyebabkan rendahnya kualitas guru, di antaranya:
1. Ketidaksesuaian disiplin ilmu dengan bidang ajar.
Seperti pada kasus PAUD di atas, dapat lihat bahwa beberapa studi mengalami kekurangan jumlah tenaga pengajar sehingga banyak guru yang beralih mengisi studi tersebut.
2. Kualifikasi guru yang belum setara sarjana.
Rendahnya kualifikasi guru berdampak pada menurunnya standar keilmuan yang berlaku.
3. Program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru yang rendah.
Bukan hanya siswa saja ternyata yang dapat merasakan rasa malas, tetapi ternyata guru pun demikian. Masih banyak guru yang enggan untuk mengembangkan diri untuk menambah pengetahuan dan kompetensi dalam mengajar. Contohnya masih ada guru yang malas untuk melakukan penelitian ilmiah dan sebagainya.
4. Rekrutmen guru yang tidak efektif.
Masih dapat ditemukan sistem perekrutan guru yang tidak dilakukan secara profesional, sehingga menjadi celah yang menjadikan kompetensi guru menjadi rendah.
Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang dan kualitas guru menempati ukuran ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia, Pak/Bu. Jumlah guru mengalami peningkatan sebanyak 382% dari 1999/2000 menjadi sebanyak 3 juta orang lebih, sedangkan peningkatan jumlah peserta didik hanya 17%. Dari 3.9 juta guru yang ada, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan 52% di antaranya belum memiliki sertifikat profesi. Dengan jumlah guru yang banyak, diharapkan kegiatan belajar yang optimal dapat tercapai. Sayangnya, meningkatnya kuantitas guru tidak sejalan dengan kualitasnya.
Sampai saat ini, belum semua guru di sekolah mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ella Yulaewati Rumindasari, menyatakan bahwa dari 600 ribu guru PAUD, baru 30% di antaranya yang sudah lulus S1, itu pun tidak semuanya menyandang sarjana Pendidikan Anak Usia Dini. Oleh karena itu, direncanakan pembentukan program melalui diklat berjenjang dan kursus untuk 250 ribu guru lulusan SMA. Dibuat berdasarkan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) peringkat tiga atau setara D2.
Peningkatan kualitas guru merupakan hal yang penting, karena sebaik apapun kurikulum yang telah direncanakan, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas. Terdapat empat penyebab umum yang menyebabkan rendahnya kualitas guru, di antaranya:
1. Ketidaksesuaian disiplin ilmu dengan bidang ajar.
Seperti pada kasus PAUD di atas, dapat lihat bahwa beberapa studi mengalami kekurangan jumlah tenaga pengajar sehingga banyak guru yang beralih mengisi studi tersebut.
2. Kualifikasi guru yang belum setara sarjana.
Rendahnya kualifikasi guru berdampak pada menurunnya standar keilmuan yang berlaku.
3. Program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru yang rendah.
Bukan hanya siswa saja ternyata yang dapat merasakan rasa malas, tetapi ternyata guru pun demikian. Masih banyak guru yang enggan untuk mengembangkan diri untuk menambah pengetahuan dan kompetensi dalam mengajar. Contohnya masih ada guru yang malas untuk melakukan penelitian ilmiah dan sebagainya.
4. Rekrutmen guru yang tidak efektif.
Masih dapat ditemukan sistem perekrutan guru yang tidak dilakukan secara profesional, sehingga menjadi celah yang menjadikan kompetensi guru menjadi rendah.
Mira Desrina
2013053059
Izin menambahkan
Salah satu yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia rendah adalah rendahnya kualitas guru. Hasil dari UKG atau Uji Kompetensi Guru dari tahun 2012 sampai 2015, sekitar 81% guru di Indonesia nilainya bahkan tidak mecapai nilai minimum. UKG sendiri merupakan salah satu evaluasi untuk mengukur kompetensi guru dan yang dinilai adalah penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kemampuan guru dalam menyiapkan strategi belajar untuk siswa dan mengelola kelas, pemahaman atas mata pelajaran yang diampu serta kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran.
Faktor utama yang menyebabkan kualitas guru di Indonesia rendah adalah kurang maksimalnya manajemen sumber daya manusia dalam perekrutan guru.
2013053059
Izin menambahkan
Salah satu yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia rendah adalah rendahnya kualitas guru. Hasil dari UKG atau Uji Kompetensi Guru dari tahun 2012 sampai 2015, sekitar 81% guru di Indonesia nilainya bahkan tidak mecapai nilai minimum. UKG sendiri merupakan salah satu evaluasi untuk mengukur kompetensi guru dan yang dinilai adalah penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kemampuan guru dalam menyiapkan strategi belajar untuk siswa dan mengelola kelas, pemahaman atas mata pelajaran yang diampu serta kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran.
Faktor utama yang menyebabkan kualitas guru di Indonesia rendah adalah kurang maksimalnya manajemen sumber daya manusia dalam perekrutan guru.
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin menjawab, menurut kelompok kami para guru yang ada di Indonesia saat ini belum memenuhi mutu guru yang cukup baik dari pendidikan Indonesia. Mengapa? karena Fakta di tahun 2016, kualitas pendidikan di Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 69 negara. Hal ini menjadi cermin konkret akan kualitas dan kuantitas guru di Indonesia. Maka harus ada langkah serius untuk membenahi kualitas guru. Karena nyatanya, tidak sedikit guru yang hari ini tetap saja menjalankan proses belajar-mengajar dengan pola "top-down". Guru seolah berada "di atas" dan siswa berada "di bawah", guru bertindak sebagai subjek dan siswa sebagai objek belajar.
Guru merasa berkuasa untuk "membentuk" siswanya. Ibaratnya, guru menjadi "teko" dan siswa sebagai "gelas" sehingga siswa berstatus hanya menerima apapun yang dituangkan guru. Siswa tidak diajarkan untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya. Siswa hanya bisa disuruh tanpa diajarkan untuk mengenal dirinya lalu mampu bertahan hidup.
Belajar bukanlah proses untuk menjadikan siswa sebagai "ahli" pada mata pelajaran tertentu. Siswa lebih membutuhkan "pengalaman" dalam belajar, bukan "pengetahuan". Karena itu, kompetensi guru menjadi syarat utama tercapainya kualitas belajar yang baik. Guru yang kompeten akan "meniadakan" problematika belajar akibat kurikulum. Kompetensi guru harus berpijak pada kemampuan dalam mengajarkan materi pelajaran secara menarik, inovatif, dan kreatif yang mampu membangkitkan gairah siswa dalam belajar.
Maka, hari ini sangat dibutuhkan guru-guru yang mampu mengubah kurikulum menjadi unit pelajaran yang mampu menembus ruang-ruang kelas. Kelas sebagai ruang sentral interaksi guru dan siswa harus menyenangkan. Guru tidak butuh kurikulum yang mematikan kreativitas. Seharusnya, guru menjadi sosok yang tidak dominan di dalam kelas. Guru bukan orang yang tahu segalanya. Guru bukan pendidik yang berbasis kunci jawaban. Tapi, guru penuntun siswa agar tahu bidang pelajaran yang paling disukainya.
Tujuan besar perubahan kurikulum tentu akan sia-sia apabila mindset guru tidak berubah. Guru adalah kreator dan tidak perlu text book terhadap kurikulum. Guru tidak boleh nyaman dengan cara belajar yang satu arah. Sekali lagi, mutu pendidikan hanya bisa terjadi bila guru mengajar dengan hati, bukan hanya logika.
Jadi, mutu pendidikan ada di tangan guru. Kurikulum memang penting, tapi tidak urgen bagi kualitas pendidikan. Menteri sehebat apapun tidak terlalu penting bagi mutu pendidikan. Kasihan dunia pendidikan kita. Sudah terlalu banyak diskusi tentang teori-teori untuk memajukan pendidikan. Terlalu banyak berdebat tentang pelaksanaan kurikulum. Tapi sayang, kita terlalu sedikit bertindak untuk membenahi kompetensi dan mentalitas guru dalam mendidik.
Ketahuilah, guru akan sulit menerima perubahan jika kompetensinya rendah. Pendidikan akan semakin rumit ke depan bila kualitas guru kita memang lemah. Maka kompetensi guru harus segera ditingkatkan, itulah titik penting mutu pendidikan Indonesia.
Sekian, terima kasih.
NPM: 2013053109
Izin menjawab, menurut kelompok kami para guru yang ada di Indonesia saat ini belum memenuhi mutu guru yang cukup baik dari pendidikan Indonesia. Mengapa? karena Fakta di tahun 2016, kualitas pendidikan di Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 69 negara. Hal ini menjadi cermin konkret akan kualitas dan kuantitas guru di Indonesia. Maka harus ada langkah serius untuk membenahi kualitas guru. Karena nyatanya, tidak sedikit guru yang hari ini tetap saja menjalankan proses belajar-mengajar dengan pola "top-down". Guru seolah berada "di atas" dan siswa berada "di bawah", guru bertindak sebagai subjek dan siswa sebagai objek belajar.
Guru merasa berkuasa untuk "membentuk" siswanya. Ibaratnya, guru menjadi "teko" dan siswa sebagai "gelas" sehingga siswa berstatus hanya menerima apapun yang dituangkan guru. Siswa tidak diajarkan untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya. Siswa hanya bisa disuruh tanpa diajarkan untuk mengenal dirinya lalu mampu bertahan hidup.
Belajar bukanlah proses untuk menjadikan siswa sebagai "ahli" pada mata pelajaran tertentu. Siswa lebih membutuhkan "pengalaman" dalam belajar, bukan "pengetahuan". Karena itu, kompetensi guru menjadi syarat utama tercapainya kualitas belajar yang baik. Guru yang kompeten akan "meniadakan" problematika belajar akibat kurikulum. Kompetensi guru harus berpijak pada kemampuan dalam mengajarkan materi pelajaran secara menarik, inovatif, dan kreatif yang mampu membangkitkan gairah siswa dalam belajar.
Maka, hari ini sangat dibutuhkan guru-guru yang mampu mengubah kurikulum menjadi unit pelajaran yang mampu menembus ruang-ruang kelas. Kelas sebagai ruang sentral interaksi guru dan siswa harus menyenangkan. Guru tidak butuh kurikulum yang mematikan kreativitas. Seharusnya, guru menjadi sosok yang tidak dominan di dalam kelas. Guru bukan orang yang tahu segalanya. Guru bukan pendidik yang berbasis kunci jawaban. Tapi, guru penuntun siswa agar tahu bidang pelajaran yang paling disukainya.
Tujuan besar perubahan kurikulum tentu akan sia-sia apabila mindset guru tidak berubah. Guru adalah kreator dan tidak perlu text book terhadap kurikulum. Guru tidak boleh nyaman dengan cara belajar yang satu arah. Sekali lagi, mutu pendidikan hanya bisa terjadi bila guru mengajar dengan hati, bukan hanya logika.
Jadi, mutu pendidikan ada di tangan guru. Kurikulum memang penting, tapi tidak urgen bagi kualitas pendidikan. Menteri sehebat apapun tidak terlalu penting bagi mutu pendidikan. Kasihan dunia pendidikan kita. Sudah terlalu banyak diskusi tentang teori-teori untuk memajukan pendidikan. Terlalu banyak berdebat tentang pelaksanaan kurikulum. Tapi sayang, kita terlalu sedikit bertindak untuk membenahi kompetensi dan mentalitas guru dalam mendidik.
Ketahuilah, guru akan sulit menerima perubahan jika kompetensinya rendah. Pendidikan akan semakin rumit ke depan bila kualitas guru kita memang lemah. Maka kompetensi guru harus segera ditingkatkan, itulah titik penting mutu pendidikan Indonesia.
Sekian, terima kasih.
Baik terima kasih moderator atas kesempatan nya
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Berbicara tentang mutu sekolah dan pendidikan, lalu bagaimanakah konsep yang baik dari mutu sekolah atau pendidikan itu sendiri ? agar nantinya sekolah tersebut bisa menjadi sekolah yang benar benar memiliki mutu yang sangat baik.
Terima kasih
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Berbicara tentang mutu sekolah dan pendidikan, lalu bagaimanakah konsep yang baik dari mutu sekolah atau pendidikan itu sendiri ? agar nantinya sekolah tersebut bisa menjadi sekolah yang benar benar memiliki mutu yang sangat baik.
Terima kasih
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin menjawab,
Lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain dan dapat mengantarkan anak didiknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun ke dunia kerja dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan teknis yang sangat diperlukan oleh dunia usaha dan industri, lembaga seperti ini merupakan lembaga pendidikan yang diminati masyarakat dan adalah lembaga pendidikan yang baik dan bermutu.
Lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang senantiasa diperlukan oleh masyarakat sepanjang waktu, namun tidak semua lembaga pendidikan diminati masyarakat. Beberapa lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin menurun baik jumlah siswa maupun kualitasnya pada akhirnya tutup, sebaliknya tidak sedikit lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin populer dan semakin maju.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengelola lembaga pendidikan untuk menciptakan lembaga pendidikan yang baik dan bermutu yaitu selalu memperhatikan dan mengidentifikasi keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang terkait yaitu antara lain :
Pemerintah - Yaitu kepatuhan seorang pengelola lembaga pendidikan terhadap semua peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah melalui dinas pendidikan.
Siswa dan orang tua - Keinginan untuk mendapat pelayanan yang baik dengan hasil lulusan yang berkualitas, berbudi luhur, terampil dan bertanggung jawab.
Komunitas - Memerlukan lingkungan kerja yang sejuk, nyaman dan kondusif untuk pengembangan diri.
Pendidik dan tenaga kependidikan - Membutuhkan kesejahteraan yang baik, jaminan kesehatan dan keselamatan.
Investor - Mengharapkan reputasi lembaga pendidikan yang baik.
Institusi lain - Membutuhkan tenaga kerja yang bersaing dan siap pakai.
Selain hal-hal diatas tersebut, untuk mengelola lembaga pendidikan diperlukan sistem manajemen yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu sistem manajemen yang tepat untuk lingkungan pendidikan adalah Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2015) yang merupakan salah satu sistem manajemen yang dapat digunakan untuk mengelola suatu organisasi/lembaga pendidikan dalam mencapai suatu tujuan atau sasaran.
Pola dasar sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) adalah apa yang akan dan setelah kita kerjakan kita tulis ( perencanaan dan laporan ) dan apa yang kita tulis kita kerjakan yang lebih dikenal dengan pola P-D-C-A (Plan – Do – Check – Action). Terdapat 7 prinsip dasar manajemen mutu dalam menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) yaitu :
Fokus pada pelanggan.
Kepemimpinan.
Keterlibatan orang-orang.
Pendekatan proses.
Peningkatan terus-menerus.
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta.
Hubungan yang saling menguntungkan dengan supplier.
Adapun model sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) yang dikembangkan sebagai berikut :
Ruang Lingkup.
Acuan Normatif.
Istilah dan Definisi.
Konteks Organisasi.
Kepemimpinan.
Perencanaan.
Dukungan.
Evaluasi
Peningkatan.
10 Klausul Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2015)
Klausul 1 s/d 3 merupakan klausul yang sifatnya umum, yaitu klausul yang menjelaskan ruang lingkup penerapan, acuan standar yang dipilih dan semua istilah dan definisi yang selalu digunakan dalam implementasi sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) di suatu organisasi atau lembaga pendidikan.
Klausul 4 meliputi :
Persyaratan umum
Persyaratan dokumentasi yang terdiri dari :
Umum
Pedoman mutu
Pengontrolan dokumen
Pengontrolan rekaman
Klasul 5 meliputi :
Kebijakan mutu dan sasaran mutu
Komitmen manajemen
Fokus pada pelanggan
Manajemen representative
Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi
Komunikasi internal
Tinjauan manajemen
Klausul 6 meliputi :
Perencanaan tindakan
Alur yang terkait dengan pelanggan
Rancangan dan pengembangan
Pembelian
Realisasi proses pendidikan dan penyediaan layanan
Pengendalian terhadap alat pemantau dan alat pengukur
Klausul 7 meliputi :
Penyediaan sumber daya
Sumber daya manusia
Infrastruktur
Lingkungan kerja
Klausul 8 meliputi :
Perencanaan realisasi proses pendidikan
Pelaksanaan proses pendidikan
Hubungan dengan siswa, orangtua, komite, masyarakat
Penanganan masalah selama proses pendidikan
Klausul 9 meliputi:
Pengawasan dan pengukuran
Kepuasan pelanggan
Audit internal
Pengontrolan
Analisa data
Klausul 10 meliputi:
Perbaikan terus-menerus
Peningkatan dan pengembangan
Keuntungan penerapan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015)
Keuntungan internal, antara lain :
Sistem dokumentasi prosedur dan pedoman kerja yang rapi (persetujuan, penerbitan, distribusi, revisi dan pemusnahan).
Disiplin dalam pencatatan dan pelaporan hasil kerja.
Sistem penysunan data yang rapi sehingga mudah mencari atau menemukannya.
Semua guru dan karyawan harus bekerja sesuai prosedur (kepatuhan terhadap prosedur akan selalu diperiksa selama audit, melalui kepatuhan yang diawasi melalui audit, kemungkinan kesalahan dan komplain dapat dihindari).
Melalui audit internal rutin team-work dan komunikasi internal dapat diperbaiki.
Meningkatkan kesadaran guru dan karyawan tentang arti mutu dan kepuasan pelanggan (siswa, orang tua, pengguna tamatan dsb).
Lingkungan kerja yang sejuk, nyaman dan kondusif.
Membantu top manajemen (kepala sekolah) memperoleh gambaran permasalahan yang dihadapi di tingkat menengah maupun bawah.
Job deskripsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih jelas dan tertata rapi.
Kejelasan tentang sasaran dan target kinerja yang harus dicapai oleh masing-masing unit kerja/program studi/personil.
Tindak lanjut hasil rapat dan program-program perbaikan akan termonitor dengan baik.
Keuntungan eksternal, antara lain :
Peningkatan citra lembaga pendidikan/sekolah dalam hal mutu layanan.
Siswa dan orangtua akan lebih merasa aman dan terjamin tentang penerapan manajemen lembaga pendidikan.
Membantu kerja unit publikasi/hubungan masyarakat.
Keyakinan dunia usaha/industri yang lebih baik akan kualitas tamatan dan layanan yang lebih baik dibanding dengan lembaga pendidikan lain yang tidak pernah diaudit.
Dengan menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) secara baik dan benar serta konsisten, maka akan dapat meningkatkan mutu pendidikan baik mutu lulusan maupun mutu layanan pendidikan pada masyarakat.
Terima kasih.
NPM: 2013053109
Izin menjawab,
Lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain dan dapat mengantarkan anak didiknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun ke dunia kerja dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan teknis yang sangat diperlukan oleh dunia usaha dan industri, lembaga seperti ini merupakan lembaga pendidikan yang diminati masyarakat dan adalah lembaga pendidikan yang baik dan bermutu.
Lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang senantiasa diperlukan oleh masyarakat sepanjang waktu, namun tidak semua lembaga pendidikan diminati masyarakat. Beberapa lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin menurun baik jumlah siswa maupun kualitasnya pada akhirnya tutup, sebaliknya tidak sedikit lembaga pendidikan yang semakin tahun semakin populer dan semakin maju.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengelola lembaga pendidikan untuk menciptakan lembaga pendidikan yang baik dan bermutu yaitu selalu memperhatikan dan mengidentifikasi keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang terkait yaitu antara lain :
Pemerintah - Yaitu kepatuhan seorang pengelola lembaga pendidikan terhadap semua peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah melalui dinas pendidikan.
Siswa dan orang tua - Keinginan untuk mendapat pelayanan yang baik dengan hasil lulusan yang berkualitas, berbudi luhur, terampil dan bertanggung jawab.
Komunitas - Memerlukan lingkungan kerja yang sejuk, nyaman dan kondusif untuk pengembangan diri.
Pendidik dan tenaga kependidikan - Membutuhkan kesejahteraan yang baik, jaminan kesehatan dan keselamatan.
Investor - Mengharapkan reputasi lembaga pendidikan yang baik.
Institusi lain - Membutuhkan tenaga kerja yang bersaing dan siap pakai.
Selain hal-hal diatas tersebut, untuk mengelola lembaga pendidikan diperlukan sistem manajemen yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu sistem manajemen yang tepat untuk lingkungan pendidikan adalah Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2015) yang merupakan salah satu sistem manajemen yang dapat digunakan untuk mengelola suatu organisasi/lembaga pendidikan dalam mencapai suatu tujuan atau sasaran.
Pola dasar sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) adalah apa yang akan dan setelah kita kerjakan kita tulis ( perencanaan dan laporan ) dan apa yang kita tulis kita kerjakan yang lebih dikenal dengan pola P-D-C-A (Plan – Do – Check – Action). Terdapat 7 prinsip dasar manajemen mutu dalam menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) yaitu :
Fokus pada pelanggan.
Kepemimpinan.
Keterlibatan orang-orang.
Pendekatan proses.
Peningkatan terus-menerus.
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta.
Hubungan yang saling menguntungkan dengan supplier.
Adapun model sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) yang dikembangkan sebagai berikut :
Ruang Lingkup.
Acuan Normatif.
Istilah dan Definisi.
Konteks Organisasi.
Kepemimpinan.
Perencanaan.
Dukungan.
Evaluasi
Peningkatan.
10 Klausul Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2015)
Klausul 1 s/d 3 merupakan klausul yang sifatnya umum, yaitu klausul yang menjelaskan ruang lingkup penerapan, acuan standar yang dipilih dan semua istilah dan definisi yang selalu digunakan dalam implementasi sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) di suatu organisasi atau lembaga pendidikan.
Klausul 4 meliputi :
Persyaratan umum
Persyaratan dokumentasi yang terdiri dari :
Umum
Pedoman mutu
Pengontrolan dokumen
Pengontrolan rekaman
Klasul 5 meliputi :
Kebijakan mutu dan sasaran mutu
Komitmen manajemen
Fokus pada pelanggan
Manajemen representative
Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi
Komunikasi internal
Tinjauan manajemen
Klausul 6 meliputi :
Perencanaan tindakan
Alur yang terkait dengan pelanggan
Rancangan dan pengembangan
Pembelian
Realisasi proses pendidikan dan penyediaan layanan
Pengendalian terhadap alat pemantau dan alat pengukur
Klausul 7 meliputi :
Penyediaan sumber daya
Sumber daya manusia
Infrastruktur
Lingkungan kerja
Klausul 8 meliputi :
Perencanaan realisasi proses pendidikan
Pelaksanaan proses pendidikan
Hubungan dengan siswa, orangtua, komite, masyarakat
Penanganan masalah selama proses pendidikan
Klausul 9 meliputi:
Pengawasan dan pengukuran
Kepuasan pelanggan
Audit internal
Pengontrolan
Analisa data
Klausul 10 meliputi:
Perbaikan terus-menerus
Peningkatan dan pengembangan
Keuntungan penerapan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015)
Keuntungan internal, antara lain :
Sistem dokumentasi prosedur dan pedoman kerja yang rapi (persetujuan, penerbitan, distribusi, revisi dan pemusnahan).
Disiplin dalam pencatatan dan pelaporan hasil kerja.
Sistem penysunan data yang rapi sehingga mudah mencari atau menemukannya.
Semua guru dan karyawan harus bekerja sesuai prosedur (kepatuhan terhadap prosedur akan selalu diperiksa selama audit, melalui kepatuhan yang diawasi melalui audit, kemungkinan kesalahan dan komplain dapat dihindari).
Melalui audit internal rutin team-work dan komunikasi internal dapat diperbaiki.
Meningkatkan kesadaran guru dan karyawan tentang arti mutu dan kepuasan pelanggan (siswa, orang tua, pengguna tamatan dsb).
Lingkungan kerja yang sejuk, nyaman dan kondusif.
Membantu top manajemen (kepala sekolah) memperoleh gambaran permasalahan yang dihadapi di tingkat menengah maupun bawah.
Job deskripsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih jelas dan tertata rapi.
Kejelasan tentang sasaran dan target kinerja yang harus dicapai oleh masing-masing unit kerja/program studi/personil.
Tindak lanjut hasil rapat dan program-program perbaikan akan termonitor dengan baik.
Keuntungan eksternal, antara lain :
Peningkatan citra lembaga pendidikan/sekolah dalam hal mutu layanan.
Siswa dan orangtua akan lebih merasa aman dan terjamin tentang penerapan manajemen lembaga pendidikan.
Membantu kerja unit publikasi/hubungan masyarakat.
Keyakinan dunia usaha/industri yang lebih baik akan kualitas tamatan dan layanan yang lebih baik dibanding dengan lembaga pendidikan lain yang tidak pernah diaudit.
Dengan menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001: 2015) secara baik dan benar serta konsisten, maka akan dapat meningkatkan mutu pendidikan baik mutu lulusan maupun mutu layanan pendidikan pada masyarakat.
Terima kasih.
Kepada teman-teman jika ingin menambahkan jawaban dipersilahkan setelah kelompok penyaji menjawab ya.
Demikianlah presentasi dari kelompok 11, apabila terdapat kesalahan dalam penyempaian materi atau menjawab pertanyaan kami minta maaf. Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah aktif berpartisipasi dalam diskusi hari ini, kami akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh