Forum diskusi kelompok 10

forum diskusi

forum diskusi

oleh muhisom M.Pd.I -
Jumlah balasan: 79

ssilahkan bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya

Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi Bapak dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa semuanya yang saya banggakan, Salam sejahtera untuk kita semua, TABIK PUN....

Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ( Vclass) ini.

Sebelumnya Izin memperkenalkan diri Saya Atri Putri Npm 2013053060 Selaku Moderator dari kelompok 10 yang akan memandu acara presentasi pada pagi hari ini.

Selanjutnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.

Kelompok 10 :
1. Atri Putri (2013053060)
2. M. Raihan alfarido
(2013053157)
3. Nazla Asa Luqyana
( 2013053152)
4. Widya Mitasari (2013053064)


Kelompok 10 disini akan menyajikan materi dengan judul " MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN"

Susunan acara pada hari ini yaitu
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab, terdiri dari dua termin ( menyesuaikan)
4. Penutup

Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Meningkat ke acara yang kedua yaitu penyajian materi, kepada yang bertugas saya persilahkan untuk share materi ppt dan makalahnya...

Selanjutnya, rekan-rekan mahasiswa silahkan membaca dan menyimak materi yang telah disajikan selama 30 menit (10.10- 10. 40 WIB)
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Baiklah karena waktu penyajian materi telah habis..
Meningkat ke acara ketiga yaitu sesi tanya jawab yang terdiri dari 2 termin dimana setiap termin terdiri dari 3 penanya..

Dan setiap yang bertanya akan mengajukan diri dengan format NAMA_NPM_ IZIN BERTANYA dan akan dipilih oleh moderator..

Untuk memasuki sesi pertama, kepada rekan-rekan mahasiswa yang ingin bertanya saya persilahkan...
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Baik kepada sinta, nabila dan rahmah saya persilahkan mengirimkan pertanyaannya
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113 -
Nabila Bilqisti Putri 2013053113
Terimakasih sebelumnya moderator.
Izin bertanya, terjadi beberapa kasus korupsi di sektor pendidikan yang melibatkan kepala sekolah maupun tenaga pendidik di sekolah. Sebenarnya faktor apa saja yang menyebabkan hal tersebut masih banyak terjadi hingga kini?
Sebagai balasan NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113

Re: forum diskusi

oleh Widya Mitasari -
Widya Mitasari 2013053064
Izin menjawab
Jadi faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi adalah:
1. Faktor ekonomi juga merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi. Selain rendahnya gaji pegawai, banyak aspek ekonomi lain yang menjadi penyebab terjadinya korupsi, diantaranya adalah kekuasaan pemerintah yang dibarengi dengan faktor kesempatan bagi pegawai pemerintah untuk memenuhi kekayaan mereka dan kroninya.
2. Iman Yang Tidak Kuat (Iman yang lemah)
Orang-orang yang memiliki kelemahan iman, sangat mudah sekali untuk melakukan tindakan kejahatan seperti korupsi contohnya. Apabila iman orang tersebut kuat, mereka tidak akan melakukan tindakan korups ini. Banyak sekali alasan yang diberikan oleh penindak korupsi ini.
3. Lemahnya penegakan hukum
Lemahnya dan tidak tegasnya penegakan hukum merupakan faktor berkembangnya tindakan korupsi. Penegakan hukum yang lemah ini dapat menghindarkan para pelaku korupsi dari sanksi-sanksi hukum.

4. Kurangnya Sosialisasi dan Penyuluhan kepada Masyarakat
Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak tahu tentang mengenai bentuk-bentuk tindakan korupsi, ketentuan dan juga sanksi hukumnya, dan juga cara menghindarinya. Akibatnya, banyak sekali diantara mereka yang menganggap "biasa" terhadap tindakan korupsi, bahkan merekapun juga akan melakukan hal tersebut.
5. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan yang baik akan berdampak baik juga bagi orang yang berada dilingkungan tersebut, tetapi bagaimana jika di lingkungan tersebut penuh dengan tindakan korupsi maka akan berdampak buruk
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh Serly Setyowati 2013053081 -
Serly Setyowati
2013053081
Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Nabila.

Kecurangan/fraud dalam pengelolaan dana BOS disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor eksternal yaitu opportunity dan exposure seperti kurangnya pengawasan dari orang tua sebagai masyarakat dalam proses pengelolaan dana BOS, serta kurang optimalnya peraturan yang mengatur jika ada oknum yang melakukan kecurangan. Selain faktor eksternal, terdapat juga faktor internal yaitu faktor dari dalam diri sesorang itu sendiri (karakteristik/integritas pribadi) seperti sifat yang serakah serta adanya kebutuhan yang mendesak sehingga menyebabkan seseorang tersebut melakukan kecurangan yaitu korupsi dana BOS.

Selain itu, kecurangan dalam penggunaan dana BOS juga dapat disebabkan oleh pernyataan berikut:
1. Anggaran pendidikan yang cukup besar sehingga peluang untuk terjadinya korupsi juga terbuka lebar;
2. Mental para pengelola pendidikan masih terbiasa dengan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
3. Relatif kontrol masyarakat masih kurang maksimal terhadap penyelenggara pendidikan.
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menambahkan
Faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi dana sekolah adalah:
1. Rendahnya pengawasan penggunaan anggaran pendidikan dari stakeholder sekolah, guru, komite sekolah dan masyarakat membuat Kepala Sekolah bersama dengan orang-orang terde­katnya seolah-olah membangun kerajaan kecil, sementara pejabat terkait yang seharusnya melakukan pendampingan dan pengawasan penggunaan dana BOS datang seperti utusan raja besar untuk menarik upeti pada raja-raja dibawahnya.
2. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan Komite Sekolah dalam mendorong transparansi anggaran sekolah. Banyak sekolah mengasingkan peran dan kedudukan komite sekolah dan menutup-nutupi informasi yang harusnya disampaikan pada komite sekolah.

Terimakasih
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh Ida Lestari 2013053109 -
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109

Izin menambahkan,
Kajian KPK pada 2014 menyebutkan bahwa akar permasalahan pengelolaan anggaran pendidikan disebabkan oleh 4 (empat) faktor, yaitu:
1. Lemahnya pengendalian internal,
2. Lemahnya sistem administrasi (data tidak andal),
3. Adanya kekosongan pengawasan, dan
4. Lemahnya pengawasan publik atau sosial.

Pemantauan lapangan yang dilakukan KPK menemukan banyak varian penyalahgunaan biaya operasional sekolah mulai dari penyuapan untuk pencairan anggaran hingga manipulasi data dan anggaran.

Upaya bersama agar pengelolaan anggaran pendidikan tepat sasaran dan mencegah penyimpangan dalam tahap pelaksanaannya juga pernah difasilitasi oleh KPK. Pada 15 Desember 2014, KPK bersama enam kementerian dan lembaga menyepakati rencana aksi bersama mencegah korupsi pada anggaran pendidikan pada tahun 2015.

Enam kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Kementerian Keuangan. Sayangnya, belum ada laporan monitoring dan evaluasi terkait rencana aksi bersama tersebut yang dapat disampaikan ke publik.

Korupsi anggaran pendidikan sudah seharusnya diberantas. Implikasi korupsi di sektor pendidikan tidak hanya dilihat dari jumlah kerugian negara, namun dampaknya jauh lebih besar. Akibat korupsi sektor pendidikan, pendidik akan kehilangan dasar legitimasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan serta pimpinan lembaga pendidikan juga menjadi hilang. Dampak lainnya adalah kesempatan rakyat mendapatkan pendidikan yang berkualitas menjadi sirna akibat anggaran pendidikannya dikorupsi.

Sekian, terima kasih.
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh MIRA DESRINA 2013053059 -
Mira Desrina
2013053059

Izin menambahkan
1.faktor internal
a.Gaya hidup yang konsumtif
Kehidupan di kota-kota besar sering mendorong gaya hidup seseong konsumtif. Perilaku konsumtif bila tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai akan membuka peluang seseorang untuk melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi hajatnya. Salah satu kemungkinan tindakan itu adalah dengan korupsi.

b.Aspek Sosial
Perilaku korup dapat terjadi karena dorongan keluarga. Kaum behavioris mengatakan bahwa lingkungan keluargalah yang secara kuat memberikan dorongan bagi orang untuk korupsi dan mengalahkan sifat baik seseorang yang sudah menjadi traits pribadinya. Lingkungan dalam hal ini malah memberikan dorongan dan bukan memberikan hukuman pada orang ketika ia menyalahgunakan kekuasaannya.

c.Aspek ekonomi
Dalam rentang kehidupan ada kemungkinan seseorang mengalami situasi terdesak dalam hal ekonomi. Keterdesakan itu membuka ruang bagi seseorang untuk mengambil jalan pintas diantaranya dengan melakukan korupsi.

2.faktor eksternal
a.Aspek Politis
Menurut Rahardjo (1983) bahwa kontrol sosial adalah suatu proses yang dilakukan untuk mempengaruhi orang-orang agar bertingkah laku sesuai dengan harapan masyarakat. Kontrol sosial tersebut dijalankan dengan menggerakkan berbagai aktivitas yang melibatkan penggunaan kekuasaan negara sebagai suatu lembaga yang diorganisasikan secara politik, melalui lembaga-lembaga yang dibentuknya. Dengan demikian instabilitas politik, kepentingan politis, meraih dan mempertahankan kekuasaan sangat potensi menyebabkan perilaku korupsi.

b.Aspek Organisasi
Aspek organisasi yang menjadi faktor penyebab korupsi di antaranya adalah:
- Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan
- Tidak adanya kultur organisasi yang benar
- Kurang meadainya sistem akuntabilitas yang benar
- Kelemahan sistem pengendalian manajemen
- Lemahnya pengawasan.
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan
faktor-faktor penyebab korupsi di Indonesia terdiri atas 4 (empat) aspek, yaitu:
1. Aspek perilaku individu, yaitu faktor-faktor internal yang mendorong seseorang melakukan korupsi seperti adanya sifat tamak, moral yang kurang kuat dalam menghadapi godaan, penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup yang wajar, kebutuhan hidup yang mendesak, gaya hidup konsumtif, malas atau tidak mau bekerja keras, serta tidak diamalkannya ajaran-ajaran agamasecara benar ;
2. Aspek organisasi, yaitu kurang adanya
keteladanan dari pimpinan, kultur organisasi yang tidak benar, sistem akuntabilitas yang
tidak memadai, kelemahan sistem pengen-
dalian manajemen, manajemen cenderung
menutupi perbuatan korupsi yang terjadi
dalam organisasi;
3. Aspek masyarakat, yaitu berkaitan dengan lingkungan masyarakat tempat individu dan
organisasi tersebut berada, seperti nilai-nilai yang berlaku yang kondusif untuk terjadinya
korupsi, kurangnya kesadaran bahwa yang paling dirugikan dari terjadinya praktik korupsi adalah masyarakat dan mereka sendiri terlibat alam praktik korupsi, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi hanya akan berhasil bila masyarakat ikut berperan aktif. Selain itu adanya penyalahartian pengertian-pengertian
dalam budaya bangsa Indonesia.
4. Aspek peraturan perundang-undangan, yaitu terbitnya peraturan perundangundangan yang
bersifat monopolistik yang hanya meng-
untungkan kerabat dan atau kroni penguasa
negara, kualitas peraturan perundang-un-
dangan yang kurang memadai, judicial
review yang kurang efektif, penjatuhan sanksi
yang terlalu ringan, penerapan sanksi tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.
Sebagai balasan Rima Anggraini

Re: forum diskusi

oleh INDRIE TARISA PUTRI -
Indrie Tarisa Putri
2013053131
Izin menambahkan
1. Penyebab terjadinya korupsi yang banyak terjadi di Indonesia karena seseoarang beranggapan bahwa jika kekayaan didapat maka orang tersebut dapat dikatakan sukses. Maka dari itu orang akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan kekayaan tersebut termasuk dengan cara korupsi yang merugikan masyarakat banyak dan negara. Lemahnya pendidikan agama, moral, dan etika juga merupakan penyebab lain yang mengakibatkan orang melakukan korupsi
2. Pengaturan pidana dalam tindak pidana korupsi diatur dalam Pasal 413- 437 KUHP, selain itu ada juga peraturan lain yang mengatur tentang tindak pidana korupsi di luar KUHP yaitu yang terdapat pada UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pertanggungjawaban pidana dalam delik korupsi lebih luas dari hukum pidana umum, karena pelaku dalam tindak pidana korupsi tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya walaupun pelaku telah meninggal dunia tetapi hanya dibatasi sampai perampasan pada barangbarang yang telah disita.
Sebagai balasan Widya Mitasari

Re: forum diskusi

oleh Rusbiantari Ningsih 2013053153 -
Rusbiantari Ningsih
2013053153
izin menambahkan

Bentuk korupsi di lembaga pendidikan sangat variatif, bahkan sering tidak disadari oleh pelaku. Misalnya, pemberian hadiah orangtua kepada guru untuk "mempermudah" nilai anaknya, pembocoran soal atau kunci jawaban ujian, lobi-lobi dengan uang suap untuk mendapatkan jatah bantuan atau anggaran dana dari pemerintah, uang suap untuk mendapatkan jabatan tertentu, uang suap untuk mempermudah izin operasional sekolah baru, dan uang suap untuk memperlancar akreditasi sekolah. Pelaku praktik korupsi ini sering memandang uang suap sebagai bagian dari servis.

Model-model korupsi di lembaga pendidikan memang sulit dihentikan karena modusnya yang berbeda dengan korupsi di lembaga lain yang kebanyakan modusnya penyelewengan anggaran atau dalam bentuk penggelembungan anggaran. Korupsi di lembaga pendidikan semu, dan sejatinya mengandung potensi bahaya lebih tinggi. Jika korupsi anggaran hanya merugikan negara dalam bentuk uang, korupsi di lembaga pendidikan merugikan secara ekonomi dan non-ekonomi seperti merusak mental siswa dan merusak masa depan siswa.

Solusinya:
  • Pertama, sistem pendidikan tidak memberi peluang untuk terjadi korupsi
  • Kedua, adanya pengawasan yang ketat di lembaga pendidikan.
  • Ketiga, ada pencerahan terhadap pendidik karena pendidik itu sendirilah sejatinya yang menjadi kunci untuk menghilangkan korupsi di bidang pendidikan. Pencerahan itu dapat bermacam bentuknya misalnya pembelajaran tentang korupsi dan dampaknya di lembaga pendidikan

    Terima Kasih
Sebagai balasan NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113

Re: forum diskusi

oleh Fadilatun Nisa Aulia -

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nabila Bilqisti Putri

Nama : Fadilatun Nisa Aulia

NPM : 2063053002

Faktor penyebab korupsi di bidang pendidikan

1. Pendapatan atau gaji yang kurang atau tidak memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Penyalahgunaan kesempatan dalam bekerja untuk memperkaya atau menguntungkan diri sendiri

3. Penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang untuk memperkaya diri.

4.Rendahnya PengawasanD

alam hal ini biasanya bantuan dana bos yang kerap kali menjadi permasalahan dalam penggunaannya.

Rendahnya pengawasan penggunaan anggaran pendidikan dari stakeholder sekolah --guru, komite sekolah, dan masyarakat --membuat Kepala Sekolah bersama dengan orang-orang dekatnya seolah-olah membangun kerajaan kecil, sementara pejabat terkait yang seharusnya melakukan pendampingan dan pengawasan penggunaan dana BOS datang seperti utusan raja besar untuk menarik upeti pada raja-raja di bawahnya.

Terima Kasih.





Sebagai balasan NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113

Re: forum diskusi

oleh Mirna Shoviandani 2013053155 -
Nama : Mirna Shoviandani
NPM : 2013053155

Izin menambahkan.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi, salah satunya pada bidang pendidikan adalah
1. Kurangnya nilai-nilai moral sehingga orang tersebut tidak dapat mengendalikan keinginan-keinginannya yang menyimpang dari kebiasaan masyarakatnya.
2. Faktor ekonomi juga menjadi pemicu utama dalam melakukan korupsi, rendahnya gaji yang diterima oleh pegawai membuat mereka mencari cara agar penghasilannya lebih banyak dari biasanya.
3.Faktor selanjutnya adalah tamak dan rakus, ingin mendapatkan sesuatu secara banyak tanpa mempedulikan hak-hak orang lain..
4. Gaya hidup yang konsumtif menyebabkan orang tersebut selalu ingin hidup berfoya-foya
Sebagai balasan NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113

Re: forum diskusi

oleh M Raihan Alfaridho -
Nama : Muhammad Raihan Alfaridho
Npm : 2013053157

Izin menjawab
Faktor penyebab terjadinya korupsi :

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor penyebab terjadinya korupsi, yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang. Hal ini ditandai dengan sifat manusia yang terbagi menjadi dua aspek, yakni:

a. Berdasarkan aspek perilaku individu

- Sifat tamak/rakus

Tamak adalah sifat manusia yang selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki, atau bisa pula disebut kurangnya rasa bersyukur. Orang tamak memiliki hasrat untuk menambah harta dan kekayaan dengan melakukan tindakan yang merugikan orang lain, seperti korupsi.

- Moral yang tidak kuat

Orang yang tidak memiliki moral kuat, tentunya akan mudah tergoda untuk melakukan korupsi.

Ketika seseorang memang sudah tidak memiliki moral yang kuat, atau kurang konsisten bisa tergoda dengan mudah. Banyak pengaruh dari luar yang masuk ke dalam dirinya.

- Gaya hidup yang konsumtif

Seperti diketahui, manusia kerap kali ingin memenuhi keinginan yang tak terbatas. Gaya hidup secara berlebihan, tentu menjadi salah satu penyebab terjadinya korupsi.
Saat seseorang memiliki gaya hidup yang konsumtif dan pendapatan yang lebih kecil dari konsumsinya tersebut, maka hal ini akan menjadi penyebab terjadinya korupsi. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pendapatan seseorang dan menjalar ke faktor eksternal.

b. Berdasarkan aspek sosial

Penyebab terjadinya korupsi dari faktor internal selanjutnya, dari aspek sosial. Berdasarkan aspek sosial, bisa membuat sesorang tergiur melakukan tindak korupsi.
Hal ini terjadi karena dorongan dan dukungan dari keluarga. Walaupun sifat pribadi seseorang itu tak ingin melakukannya, lingkungan dalam hal ini, malah memberikan dorongan untuk melakukan korupsi, bukan mencegah atau memberi hukuman.


2. Faktor Eksternal

Penyebab terjadinya korupsi dilihat dari faktor eksternal, lebih condong terhadap pengaruh dari luar yang terbagi dalam aspek berikut:

- Aspek Sikap Masyarakat terhadap Korupsi

Penyebab korupsi dalam aspek ini ialah saat nilai-nilai di masyarakat itu kondusif untuk terjadinya korupsi. Masyarakat tidak menyadari, bahwa yang paling rugi atau korban utama dari adanya korupsi adalah mereka sendiri. Selain itu, ada pula masyarakat yang tidak menyadari kalau mereka sedang terlibat korupsi.

- Aspek Ekonomi

Penyebab terjadinya korupsi berikutnya, dari aspek ekonomi. Hampir mirip dengan perilaku konsumtif pada faktor internal. Bedanya, di sini lebih ditekankan pada pendapatan seseorang. Bukan kepada sifat konsumtifnya. Pendapatan yang dinilai tidak mencukupi, bisa menjadi penyebab terjadinya korupsi dilakukan seseorang.

- Aspek Politis

Selanjutnya pada aspek politis, penyebab terjadinya korupsi karena kepentingan politik serta haus kekuasaan, ingin meraih dan mempertahankan jabatan. Biasanya dalam aspek politis ini, bisa membentuk rantai-rantai korupsi yang tak terputus. Dari seseorang kepada orang lainnya.

- Aspek Organisasi

Penyebab terjadinya korupsi dari aspek organisasi, bisa terjadi karena beberapa hal. Termasuk di antaranya sebagai berikut:

Kurang adanya sikap keteladanan pemimpin.
Tidak adanya kultur budaya organisasi yang benar.
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh Sinta Novita Sari 2013053123 -
Sinta novita sari 2013053123
izin bertanya
Disebutkan dalam makalah ada 5 komponen utama dalam pengelolaan anggaran, yaitu  prosedur anggaran, akutansi keuangan, pembelanjaan, investasi, dan pemeriksaan. Tolong jelaskan secara sederhana masing-masing komponen tersebut.
Terima kasih.
Sebagai balasan Sinta Novita Sari 2013053123

Re: forum diskusi

oleh Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin menjawab

Komponen utama dalam mengelola anggaran meliputi:
a. Prosedur Anggaran
Prosedur anggaran terdiri dari tahap proses penyusunan anggaran untuk menentukan target dan sasaran anggaran, revisi anggaran, pengendalian (evaluasi) anggaran dan umpan balik.
b. Prosedur Akutansi Keuangan
Prosedur akuntansi keuangan adalah tata cara dari suatu proses pencatatan / Pembukuan (Akuntansi) dari Proses pencatatan transaksi, Jurnal, Buku Besar, Neraca Percobaan sampai menjadi Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, dll.
c. Pembelanjaan
Pembelanjaan adalah menyediakan dana. Penyediaan dana pendidikan ini sangat diperlukan untuk program sekolah, pengadaan sarana dan prasarana, gaji guru, gaji pegawai, keperluan untuk menunjang tercapainya visi dan misi sekolah dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
d. Prosedur Investasi
Investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi.
e. Prosedur Pemeriksaan
Pemeriksaan/Pengawasan adalah suatu kegiatan melihat,memperhatikan, memonitor, memeriksa, menilai dan melaporkan pelaksanaan suatu program kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Tujuannya agar kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan, dilaksanakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ada dalam perencanaan anggaran.
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh RAHMAH NUR'AINI 2013053127 -
Nama : Rahmah Nur'Aini
Npm : 2013053127

Izin bertanya,
Anggaran suatu pendidikan didapatkan dari berbagai sumber seperti APBN, APBD, Dana Bos, dan SPP. Lalu yang ingin saya tanyakan dampak jangka pendek dan jangka panjang apa saja yang akan terjadi jika suatu lembaga pendidikan tidak bisa mengatur anggaran pendidikan dengan efektif dan benar?
Sebagai balasan RAHMAH NUR'AINI 2013053127

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri 2013053060
Dari kelompok 10 izin menanggapi pertanyaan rahmah

Menurut saya pribadi dampak yang akan ditimbulkan bagi jangka panjang maupun jangka pendek akibat gagalnya mengatur anggaran pendidikan dengan efektif dan benar adalah
1. Proses kegiatan pembelajaran tidak berjalan dengan baik
2. Terhambatnya proses KBM secara maksimal dikarenakan fasilitas dan juga kapasitas yang tidak memadai sesuai dengan sebagaimana mestinya
3. Suatu sekolah tersebut akan semakin tertinggal dengan sekolah-sekolah lain yang dapat mengatur dan menyusun anggaran sesuai dengan kebutuhan sekolah dan memenuhi fasilitas dan kebutuhan sekolah dengan baik.
4. Tentu akan ada evaluasi dan pemeriksaan lanjutan dari tim pemeriksa terhadap sekolah tersebut agar dapat di ketahui apa yang menyebabkan sekolah tersebut tidak dapat mengatur dan menyusun rencana anggaran dengan baik dan benar.
6. Selanjutnya akan ada tindak lanjut setelah adanya pemeriksaan.

Mungkin itu saja jika dari team ada yang ingin menambahkan saya persilahkan dan untuk audience juga dipersilahkan
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh Mirna Shoviandani 2013053155 -
Nama : Mirna Shoviandani
NPM : 2013053155

Izin menyanggah atri.
Bagaimana cara agar kita bisa mengelola anggaran pendidikan dengan baik ?
Sebagai balasan Mirna Shoviandani 2013053155

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Baik saya akan menjawab pertanyaan mirna

Di dalam perencanaan anggaran tentu kita berpatokan pada prosedur yang telah ditentukan seperti yang disebutkan oleh teman saya nazla, agar kita dapat mengelola anggaran dengan baik tentu kita harus memperhatikan kebutuhan mana yang akan kita penuhi sesuai dengan keperluan sekolah tersebut misalnya di dalam sekolah memerlukan fasilitas seperti meja dan bangku belajar, aliran listrik jika ingin menggunakan proyektor, media pendukung dalam belajar, laptop, lab, serta fasilitas lainnya yang mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.
Ketika kita sudah memenuhi kebutuhan utama kita dalam memenuhi fasilitas pembelajaran di sekolah artinya kita dapat mengelola anggaran pendidikan dengan baik sebagaimana mestinya yang telah direncanakan atau disepakati di awal oleh lembaga pendidikan.


Terimakasih
Sebagai balasan Mirna Shoviandani 2013053155

Re: forum diskusi

oleh Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin menjawab

5 langkah mengatur/mengelola anggaran sekolah yang baik:
1. Buat Objective Planning Anggaran
Saat mempersiapkan anggaran operasional untuk sekolah harus memiliki tujuan utama yang akan menjadi inti rencana tahunan. Memiliki objective planning yang tepat juga bisa membantu menurunkan risiko timbulnya masalah pada manajemen dan keuangan. Untuk itu, manajemen perlu memperhatikan tiga hal dalam penganggaran agar tidak menimbulkan masalah di masa depan. Pertama, anggaran harus seimbang. Selain itu, manajemen harus menjaga aliran pendapatan dapat memenuhi semua pengeluaran yang dibutuhkan. Kedua, lakukan belanja tahunan dengan prioritas, khususnya belanja pada kebutuhan produktif seperti sarana pembelajaran. Hindari belanja sekolah yang akan menguras kas pada kegiatan konsumtif seperti belanja kegiatan rapat dan event internal. Ketiga, lakukan review pada pengeluaran dan kinerja sekolah. Perhatikan apakah terjadi over budget pada kegiatan atau turunnya kualitas layanan. Oleh karena itu, hal terbaik yang bisa manajemen lakukan adalah membuat proyeksi berdasarkan data yang dikumpulkan dalam waktu dekat ini.
2. Buat Rencana Prioritas Program
Rencanakan program-program prioritas dengan detail dan matang. Sebab, kesalahan dalam perencanaan program akan sangat mempengaruhi hasil dan goal yang ingin dicapai. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan prioritas dan penetapan tujuan penganggaran. Oleh karena itu, tim perencana dan manajemen harus kreatif dalam mengembangkan ide-ide baru.
3. Buat Analisis Biaya dan Sumber Daya
Setelah melakukan perencanaan objektif, penetapan prioritas, dan tujuan program, selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap sumber daya dan kapasitas finansial sekolah. Pertama, manajemen harus melakukan analisis terhadap pengeluaran dan proyeksi pendapatan tahunan sekolah. Kedua, kalkulasikan semua faktor yang dibutuhkan oleh sekolah seperti sumber daya manusia (guru, tendik, dll), fasilitas, peralatan, dan material.
4. Buat Rencana Implementasi Keuangan
Setelah semua rencana penganggaran, pembuatan program prioritas, dan analisis sumber daya selesai, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh manajemen adalah membuat rencana implementasi. Khususnya rencana strategis mengenai roadmap jangka panjang anggaran dan finansial sekolah. Ini adalah langkah penerjemahan dari rencana strategis dan program yang sebelumnya dibuat. Oleh karena itu, akan fatal dampaknya bila kesalahan terjadi pada proses ini.
5. Pastikan Keberlanjutan Rencana dan Anggaran
Semua rencana diatas adalah bersifat statis. Oleh karena itu, manajemen memerlukan langkah-langkah yang menjamin fleksibilitas anggaran agar terjadi kesinambungan program. Pihak manajemen sekolah harus pandai memutar otak serta harus lebih kreatif dalam mencari peluang. Melakukan beberapa pinjaman untuk menjaga kestabilan cash flow atau arus kas sekolah pun bisa menjadi jawaban yang cukup tepat di pertengahan tahun hingga awal tahun 2021. Selain itu, promosi dan kampanye untuk menarik siswa baru yang potensial pun bisa dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan finansial sekolah.
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menambahkan
Dampak yang akan ditimbulkan bagi jangka panjang maupun jangka pendek akibat gagalnya mengatur anggaran pendidikan dengan efektif dan benar adalah
1. Membuat rencana dan program-program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam hal pendidikan tidak berjalan maksimal.
2. Pihak sekolah terpaksa masih membebankan biaya pendidikan kepada orang tua sebagai pemasukan mereka.
3. Terhambatnya proses pembangunan sarana maupun prasarana sekolah
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Baiklah menunggu penambahan dari audience ,kita memasuki termin kedua kepada yang ingin bertanya saya persilahkan
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -

Baik selanjutnya untuk termin kedua dipersilahkan kepada

Lia, nadia dan mira untuk mengirimkan pertanyannya


Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh MIRA DESRINA 2013053059 -
Terima kasih moderator atas kesempatan nya
Mira Desrina
2013053059

Izin bertanya
Apakah negara kita Indonesia di lihat dari segi pendidikan nya di setiap lembaga sekolah sudah baik dalam memanajemen pembiayaan pendidikan nya?tolong jelaskan serta berikan contoh lembaga pendidikan yang sudah baik dalam memanajemen pembiayaan pendidikan tersebut.

Terima kasih
Sebagai balasan MIRA DESRINA 2013053059

Re: forum diskusi

oleh Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin menjawab

Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.
Kurang meratanya pendidikan di indonesia bisa kita lihat dari bagaimana cara pengelolaan manajemen pendidikan saat ini. Seperti halnya tekstual semata, dimana proses dalam belajar mengajar terlihat sangat tidak mengena seperti contoh para pelajar lulusan SMK/SMA kebingungan apakah dia berkompeten dalam bidangnya? Apa justru sebaliknya. bahkan lulusan sarjana pun tidak jauh berbeda dimana kemampuan mereka tidak terasah dengan benar. Para lulusan sarjana inipun seperti kebingungan tentang kemampuan yang mereka miliki, akan seperti apa nanti mereka menghadapi nya setelah mereka lulus dan mencari pekerjaan di dalam dunia nyata yang sesungguhnya.
Tidak hanya itu saja, tenaga dalam kependidikan pun harus diperhatikan. Para tenaga pengajar saatini kurang baik dalam memahami konteks pelajaran dan pengajaran, dan selalu beranggapan bahwa tugas mereka hanya untuk mengajar dan melaksanakan rutinitas mereka sebagai pengajar, hal itu akan sulit membuat pendidikan di indonesia ini kearah yang lebih baik.
Berbagai solusi dapat diberikan seperti perbaikan ditenaga kerja pendidikan baik dari tanaga administrasinya, para pengajar, dan staf tata usaha. Selain itu kita pula sebagai masyarakat harus ikut membantu dalam proses tersebut untukmendukung program-program yang bisa memajukan pendidikan di indonesia ini khususnya dalam memanage pendidikan di indonesia.
Semoga kedapannya pendidikan di indonesia dapat lebih baik dengan meratanya pendidikan dan manajemen pendidikan di indonesia ini bisa lebih baik agar mutu pendidikan indonesia pun bisa lebih meningkat.

Hampir sebagian lembaga pendidikan di Indonesia tentunya sudah memiliki manajemen pendidikan yang cukup baik, dikarenakan jika manajemen pendidikan tidak berjalan dengan baik dan lancar maka hal tersebut akan berdampak buruk terhadap aktivitas belajar mengajar. Lalu seperti apa si contoh manajemen pendidikan yang baik? Manajemen pendidikan yang baik itu adalah yang mempunyai perencanaan untuk maju dan berkembang tertuju pada tujuannya, adanya pengorganisasian sebuah tindakan yang mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara individu atau kelompok dalam manajmen pendidikan tersebut, adanya pelaksanaan (actuating) yaitu lebih menekankan pada sebuah kegiatan yang berhubungan langsung dengan individu-individu dalam organisasi, terakhir yaitu pengawasan diamana adanya sebuah pengawasan dari sebuah pelaksanaan yang telah dilakukan, agar dapat terarahnya dengan konsisten sebuah kegiatan yang telah dilakukan.
Sebagai balasan Nazla Asa 2013053152

Re: forum diskusi

oleh SHERLY IKA SAVITRI -
Sherly Ika Savitri
NPM 2013053116
Izin menambahkan jawaban,

Sebuah lembaga pendidikan yang sukses tidak lepas dari sokongan biaya pendidikan yang tinggi pula, karena pada hakikatnya mutu pendidikan akan berbanding lurus dengan biaya pendidikan yang dikeluarkan, semakin tinggi dan mahal biaya pendidikan yang digunakan dan dikeluarkan maka semakin baik pula layanan pendidikan tersebut dan mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu dengan hasil belajar yang tinggi. Sepertinya akan sulit merealisasikan mutu pendidikan yang baik apabila tidak didukung oleh biaya pendidikan yang tinggi pula. Di Indonesia sendiri dalam manajemen pembiayaannya cukup baik dibeberapa daerah tetapi tidak dengan daerah terpencil lainnya. Sudah dibuktikan dengan berbagai sumber yang menyatakan adanya halangan di sekolah-sekolah pedesaan. Tidak hanya itu pendidikan Indonesia masih tergolong rendah jika di bandingkan dengan negara lainnya, karena Indonesia sendiri merupakan negara berkembang.

Lalu untuk lembaga pendidikan yang sudah baik dalam memanajemen pembiayaan pendidikan yaitu terdapat keberhasilan dalam hal sebagai berikut tanpa mengalami kerugian.

1. Perencanaan Anggaran Pendidikan
Dalam sebuah manajemen apapun selalu pelaksanaannya diawali dengan perencanaan, pun begitu dengan bidang pendidikan yang berkaitan dengan penganggaran. Untuk dapat menyusun anggaran pendidikan yang tepat para administrator dan manajer pendidikan harus mengerti dan memahami segala hal yang berkaitan dengan sistem penganggaran yang berlaku di suatu Negara. Di antara sistem yang ada adalah Line Item Budgeting (LIB), Capital Budgeting (CAB), Performance Budgeting (PEB), dan Zero Based Budgeting (ZBB).

2. Pelaksanaan Anggaran Pendidikan
Mekanisme pembiayaan pendidikan sekolah negeri di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan pelaksanaan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Saat ini aliran dana dari pusat ke daerah dilakukan melalui mekanisme dan perimbangan, khususnya melalui dana alokasi umum (DAU) yang bersifat block grant. Melalui alokasi ini pemda lebih memiliki kepastian tentang waktu dan jumlah dana yang diterimanya.

3.Penatausahaan Anggaran Pendidikan
Penatausahan keuangan pendidikan adalah kegiatan pencatatan transaksi keluar masuknya uang yang digunakan untuk membiayai program pendidikan dengan maksud agar diperoleh informasi tentang pengelolaan anggaran pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini perlu diperhatikan dengan baik, karena hal ini sangat berguna dalam rangka pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengguna anggaran pendidikan.

4. Pengawasan Anggaran Pendidikan
Dalam sebuah manajemen manapun tidak akan pernal lepas dengan pengawasan atau yang kita kenal dengan controlling. Secara istilah pengawasan ini bermakna suatu kegiatan melihat, memerhatikan, memonitor, memeriksa, menilai, dan melaporkan pelaksaanan dari sebuah program yang telah dicanangkan untuk melihat ketercapaian tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dalam kaitannya dengan pengawasan penggunaan dana pendidikan dapat diartikan dengna memperhatikan, melihat, menilai, dan melaporkan penggunaan anggaran pendidikan yang telah dialokasikan untuk membiayai program=program pendidikan agar anggaran yang dialokasikan tersebut digunakan sesuai dengan semestinya, dan program pendidikan dapat berjalan secara baik, efesian, dan efektif.

5. Pertanggungjawaban Keuangan Pendidikan
Dalam pengolahan keuangan pendidikan tidak akan terlepas dari pembuatan pertanggungjawaban keuangan pendidikan, yang dimaksud dengan pertanggungjawaban keuangan pendidikan adalah aktivitas membuat laporan keuangna dari kegiatan pengelolaan keunangan pendidikan yang disusun setelah semua bukti pengeluaran diuji kebenarannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan disajikan untuk atasan langsung bendaharawan atau untuk instansi yang terkait.
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh Nadia Salsabila Adzkia 2013053182 -
Baik, terimakasih atas kesempatannya moderator
Nadia Salsabila Adzkia 2013053182
Izin bertanya, dalam manajemen keuangan di sekolah terdapat beberapa kasus kecurangan keuangan, seperti halnya korupsi yang dilakukan oleh kepala sekolah, pendidik, maupun staff lainnya.
Bagaimanakah cara mengatasi permasalahan manajemen pembiayaan sekolah tersebut?
Sebagai balasan Nadia Salsabila Adzkia 2013053182

Re: forum diskusi

oleh M Raihan Alfaridho -
Nama : Muhammad Raihan Alfaridho
Npm : 2013053157

Izin menjawab

Adapun cara berikut bisa dicoba untuk mengatasi masalah keuangan di lembaga pendidikan seperti sekolah:

1. Memperbaiki Manajemen Keuangan
Lakukan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari tenaga keuangan yang baru dan memahami kerjanya dengan baik, pola laporan keuangan, perencanaan belanja yang baik dan sebagainya. Manajemen yang baik akan sangat berpengaruh pada pengelolaan.

Sebanyak apapun sumber pemasukan jika manajemennya buruk seringkali akan tetap bermasalah.

2. Kreativitas Mencari Pemasukan
Jaringan yang dibangun oleh pihak sekolah harus kuat secara eksternal sehingga dapat membantu meningkatkan sumber pemasukan keuangan ke sekolah.

Membangun kerjasama dengan banyak pihak, membuat program kreatif yang bisa mendatangkan sistem kerjasama. Tidak menyandarkan pemasukan keuangan hanya dari dana siswa, ada banyak pihak yang bisa diajak kerjasama dalam hal ini.

Perusahaan, bank, personal, antar lembaga hingga pemerintah perlu dicari peluang-peluang kerjasamanya untuk membantu meningkatkan pembangunan. Mungkin bukan dalam bentuk uang, tetapi hal itu tetap akan bermanfaat bagi perkembangan sekolah.

3. Reformasi Secara Mental
Bisa jadi penyebab masalah keuangan di sekolah adalah mental-mental korup yang masih ada di sebagian pengelola. Sulitnya jika sekolah milik sebuah yayasan yang sulit dilakukan perubahan.

Namun, jika ingin sekolah maju dan masalah keuangan berakhir, lakukan reformasi secara mental tentang pengelolaan keuangan. Tinggalkan mental korup yang merusak.

Pilihlah orang-orang yang jujur dan memiliki kompetensi yang baik dalam mengelola lembaga pendidikan. Mental pimpinan akan sangat mempengaruhi mental bawahannya.

4. Mencari Sumber Pemasukan Internal Sekolah
Sekolah bisa membuat unit-unit usaha yang dapat membantu meningkatkan pemasukan keuangan internal sekolah. Melalui koperasi hal ini bisa diwujudkan. Bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk seluruh anggota koperasi yakni siswa maupun guru yang ingin terlibat.

5. Memanfaatkan Lembaga Pinjaman Dana Pendidikan
Sebuah sekolah seringkali mengalami masalah keuangan untuk pembiayaan kebutuhan tertentu, mulai dari sarana dan fasilitas sekolah, penyelenggaraan program hingga untuk optimalisasi kegiatan belajar mengajar.

Dalam hal ini sekolah bisa menjalin kerjasama dengan lembaga pinjaman dana pendidikan yang terpercaya untuk membantu mengatasi masalah keuangan.
Sebagai balasan M Raihan Alfaridho

Re: forum diskusi

oleh Widya Mitasari -
Widya Mitasari 2013053064
Izin menambahkan

Korupsi anggaran pendidikan sudah seharusnya diberantas. Implikasi korupsi di sektor pendidikan tidak hanya dilihat dari jumlah kerugian negara, namun dampaknya jauh lebih besar. Akibat korupsi sektor pendidikan, pendidik akan kehilangan dasar legitimasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan serta pimpinan lembaga pendidikan juga menjadi hilang. Dampak lainnya adalah kesempatan rakyat mendapatkan pendidikan yang berkualitas menjadi sirna akibat anggaran pendidikannya dikorupsi.

Selain melakukan upaya penindakan, ICW memberikan sejumlah rekomendasi yang dapat dilakukan untuk mencegah korupsi anggaran pendidikan.

Pertama, penerima manfaat anggaran pendidikan, dalam hal ini pemerintah daerah, wajib menerapkan sistem pengadaan secara elektronik agar lebih transparan dan akuntabel.

Kedua, dalam setiap belanja ataupun pengeluaran lain-lainnya, pemerintah daerah wajib menerapkan sistem transaksi nontunai (cashless).

Ketiga, pemberdayaan komite sekolah untuk menjalankan fungsi pengawasan dalam proses penyusunan anggaran pendidikan di sekolah dan pengawasan pelaksanaan pendidikan yang meliputi pengadaan, penggunaan dana operasional.

Keempat, mendorong publik dan wakil rakyat, baik di pusat maupun daerah, untuk mengawasi perencanaan dan pelaksanaan anggaran pendidikan. Sekolah, dinas pendidikan, Kementerian Pendidikan, dan pemerintah daerah yang mengelola anggaran pendidikan wajib membuka perencanaan dan besaran anggaran ke masyarakat agar dapat diawasi.

Kelima, Badan Pemeriksa Keuangan perlu lebih aktif melakukan audit terhadap anggaran pendidikan yang rutin dialokasikan seperti dana alokasi khusus dan dana bantuan operasional sekolah. Proses audit yang dilakukan secara rutin selain bertujuan menemukan penyimpangan juga mendorong seseorang lebih hati-hati dalam mengelola anggaran dan berpikir ulang untuk merampok anggaran di sektor pendidikan
Sebagai balasan Nadia Salsabila Adzkia 2013053182

Re: forum diskusi

oleh Fadilatun Nisa Aulia -
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan dari Nadia Salsabila Adzkia
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002

Masalah dalam pembiayaan sekolah
Masalah dalam pembiayaan sekolah tidak hanya terjadi pada sebuah negara atau kehidupan rumah tangga, lembaga pendidikan seperti sekolah pun sangat mungkin mengalami hal ini. Munculnya masalah keuangan sekolah ini jelas akan berpengaruh pada proses belajar mengajar, terlebih lagi bagi sekolah swasta yang kesejahteraan gurunya tergantung pada kondisi keuangan sekolah.

Oleh karena itu, mengetahui tanda-tanda, penyebab hingga seolusinya merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orang yang bekerja di lembaga pendidikan atau institusi.

Penyebab masalah keuangan di sekolah bisa oleh banyak hal. Manajemen yang tidak baik sejak awal dapat menjadi pemicu masalah keuangan yang lebih serius. Sebagai pengelola, pimpinan atau yang berwenang di lembaga pendidikan, harus ada tindakan cepat untuk menyelamatkan kondisi tersebut.

Penyebab Masalah Keuangan di Sekolah
biaya sekolah
1. Manajemen keuangan yang tidak dikelola dengan baik
2. Adanya penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh oknum terkait
3. Kurangnya sumber pemasukan sekolah, hanya bersandar pada keuangan yang berasal dari siswa
4. Pemasukan yang kecil yang disebabkan adanya bencana seperti masa pandemi yang menyebabkan orang tua tidak membayar SPP disebabkan karena tidak ada proses belajar mengajar dan atau memang kondisi orang tua yang kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membayar
5. Belanja kebutuhan yang cukup besar melebihi pemasukan keuangan yang ada
Kebutuhan untuk pengembangan infrastruktur yang lebih besar, fasilitas pendidikan dan sebagainya.


Solusi Masalah Keuangan Sekolah
solusi masalah keuangan untuk mengatasi masalah keuangan di lembaga pendidikan seperti sekolah:

1. Memperbaiki Manajemen Keuangan
Lakukan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari tenaga keuangan yang baru dan memahami kerjanya dengan baik, pola laporan keuangan, perencanaan belanja yang baik dan sebagainya. Manajemen yang baik akan sangat berpengaruh pada pengelolaan.
Sebanyak apapun sumber pemasukan jika manajemennya buruk seringkali akan tetap bermasalah.

2. Kreativitas Mencari Pemasukan
Jaringan yang dibangun oleh pihak sekolah harus kuat secara eksternal sehingga dapat membantu meningkatkan sumber pemasukan keuangan ke sekolah.
Membangun kerjasama dengan banyak pihak, membuat program kreatif yang bisa mendatangkan sistem kerjasama. Tidak menyandarkan pemasukan keuangan hanya dari dana siswa, ada banyak pihak yang bisa diajak kerjasama dalam hal ini.

Perusahaan, bank, personal, antar lembaga hingga pemerintah perlu dicari peluang-peluang kerjasamanya untuk membantu meningkatkan pembangunan. Mungkin bukan dalam bentuk uang, tetapi hal itu tetap akan bermanfaat bagi perkembangan sekolah.

3. Reformasi Secara Mental
Bisa jadi penyebab masalah keuangan di sekolah adalah mental-mental korup yang masih ada di sebagian pengelola. Sulitnya jika sekolah milik sebuah yayasan yang sulit dilakukan perubahan.

4.Mencari Sumber Pemasukan Internal Sekolah
Sekolah bisa membuat unit-unit usaha yang dapat membantu meningkatkan pemasukan keuangan internal sekolah. Melalui koperasi hal ini bisa diwujudkan. Bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk seluruh anggota koperasi yakni siswa maupun guru yang ingin terlibat.

5.Memanfaatkan Lembaga Pinjaman Dana Pendidikan
Sebuah sekolah seringkali mengalami masalah keuangan untuk pembiayaan kebutuhan tertentu, mulai dari sarana dan fasilitas sekolah, penyelenggaraan program hingga untuk optimalisasi kegiatan belajar mengajar.
Dalam hal ini sekolah bisa menjalin kerjasama dengan lembaga pinjaman dana pendidikan yang terpercaya untuk membantu mengatasi masalah keuangan.

Melalui pinjaman yang bisa dicicil pembayarannya, masalah pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana jelas akan terbantu. Dalam jangka panjang sekolah akan bisa mencari sumber pemasukan untuk membayar cicilan.

Terima Kasih
Sebagai balasan Atri Putri 2013053060

Re: forum diskusi

oleh Lia Setianingsih -
Terima kasih moderator atas kesempatannya.
Lia Setianingsih
2013053141

Izin bertanya, bagaimana pendapat kelompok penyaji tentang manajemen pembiayaan pendidikan di Indonesia? Meskipun sudah ada manajemen pembiayaan pendidikan lalu mengapa masih banyak sekolah-sekolah yang tertinggal terutama di pelosok?
Sebagai balasan Lia Setianingsih

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri 2013053060

Dari kelompok penyaji izin menjawab pertanyaan lia

Memang benar adanya bahwasanya manajemen pendidikan itu sudah ada di sekolah-sekolah ah baik sekolah tingkat dasar menengah maupun sekolah tingkat atas bahkan perguruan tinggi namun yang menjadi kendala kita adalah di mana pemerintah belum secara keseluruhan melakukan pemerataan terhadap sekolah-sekolah yang ada di daerah terpelosok dan terpencil, hal inilah yang menjadi PR kita bersama bahwasannya di sekolah sekolah terpencil pun memerlukan pembiayaan dan pendanaan yang sama dengan sekolah-sekolah lainnya serta menerapkan manajemen pembiayaan pendidikan yang sama agar tidak ada sekolah-sekolah yang tertinggal terpencil maupun dikatakan terpelosok lagi,
Dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2020, masih ada ada sekolah sekolah yang masih tertinggal yang pertama disebabkan oleh sumber daya manusia yang minim dalam hal ini adalah pendidik yang akan mengajar di sekolah tersebut, kedua jarak antara sekolah dan peserta didiknya terbilang sangat jauh sehingga menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan dan pembelajaran di sekolah, ketiga dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak memadai membuat peserta didik dituntut untuk membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keempat kurangnya perhatian dari pemerintah dan pihak sekolah ah terhadap pendidikan terutama dalam hal ini adalah pemerintah yang kurang melakukan penelitian secara lebih dalam terhadap daerah-daerah serta sekolah-sekolah yang ada di pelosok.

Harapannya di tahun yang akan mendatang sekolah-sekolah yang ada di terpelosok dapat mendapatkan fasilitas dan juga pembiayaan pendidikan yang sama dengan sekolah-sekolah lainnya karena masa depan bangsa Indonesia terletak di tangan tangan generasi muda.

Terimakasih
Sebagai balasan muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

oleh Atri Putri 2013053060 -

Baiklah rekan-rekan mahasiswa dan bapak ibu dosen karena penyajian materi dan sesi tanya jawab telah selesai acara selanjutnya yaitu penutup..

Marilah kita tutup acara pada pagi menjelang siang hari ini dengan sama-sama melafadzkan lafadz hamdalah..

"Alhamdulillahirobbil'alamin"

Saya selaku moderator dan mewakili rekan-rekan penyaji memohon apabila terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam keberlangsungan presentasi pagi hari ini dan kepada Allah kami mohon ampun, kami akhiri

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh