Ayyas Alfath Sahisnu / 1946041015
Hutan mangrove atau disebut juga hutan bakau, memiliki karakteristik hidup yang selalu membentuk komunitas. Hutan mangrove ini tanaman yang hidup di habitat pesisir. Habitat hutan mangrove umumnya memiliki tendensi untuk tumbuh pada daerah pesisir yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir. Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama. Mengapa perlu melestarikan hutang mangrove? Dan apa pentingnya? Tanpa disadari atau tidak oleh masyarakat pesisir, sebenarnya keberadaan hutan mangrove bernilai ekonomi tinggi bagi para nelayan. Diantara fungsinya (Haryanto, 2008) antara lain sebagai peredam gelombang dan angin badai, pelindung dari abrasi, penahan lumpur dan perangkap sedimen. Penghasil sejumlah detritus dari daun dan dahan pohon mangrove. Daerah asuhan, daerah mencari makanan dan daerah pemijahan berbagi jenis ikan, udang dan biota laut lainya. Penghasil kayu untuk bahan konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang, dan bahan baku kertas. Pemasok larva ikan, udang, dan biota laut lainya. Serta sebagai tempat pariwisata kalau di kelola dengan baik. Maka alangkah lebih baiknya jika kita sebagai masyarakat dan warga negara yang baik untuk tetap bisa menjaga alam, tidak hanya menjaga dan menyelamatkan hutan manhrove, namun aspek alam lainnya pula, untuk keberlangsungan hidup yang tidak hanya untuk generasi saat ini, namun juga untuk keberlangsungan generasi mendatang.