bagi yang ingin bertanya dan menjawabkan pertanyaan rekannya sampaikan di forum diskusi
Yang terhormat bapak Muhisom, M.Pd.I, serta teman-teman yang berbahagia
Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan yang maha Esa, atas karunia-Nya kita dalam berkumpul dalam forum diskusi pada pagi menjelang siang hari ini
Izinkan disini saya sebagai moderator dari kelompok 7 yang beranggotakan :
- Endharo Raviqo Aji 2013053139
- Mira Desrina 2013053059
- Rahmah Nur'Aini 2013053127
Disini kami akan membawakan materi yang berjudul "Manajemen Peserta Didik"
Kepada Mira Desrina atau Rahmah Nur'Aini dipersilahkan mengupload materinya
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum izin mengirimkan makalah dan ppt kelompok 7
Disini saya sebagai moderator membuka kesempatan bagi audience yang ingin bertanya
Saya buka termin 1 untuk 3 penanya
2013053123
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
2013053179
Izin bertanya
2013053152
Izin bertanya
2013053156
Izin bertanya,
Izin bertanya
2013053177
Izin bertanya
2013053131
Izin bertanya
2013053141
Izin bertanya
2013053060
Izin bertanya
Perhanda Hapit
2013053179
Izin bertanya
Diantara pendekatan kuantitatif dan kualitatif tersebut, Menurut kelompok kalian Pendekatan Manajemen Peserta Didik yang manakah yang paling cocok atau lebih mudah dipahami peserta didik?
Mengapa demikian?
Npm:2013053059
Izin menjawab pertanyaan perhanda
Sebenarnya semua pendekatan baik kualitatif dan kuantitatif cocok di terapkan kepada peserta didik hal tersebut tergantung kepada kondisi keadaan dan situasi peserta didik.
Karna setiap pendekatan memiliki masing-masing keunggulan dan kelemahan.
Adapun pengertian dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif sendiri adalah:
1. kuantitatif (the quantitative approach). Pendekatan ini lebih menitik beratkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah,bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya,manakala dapat memenuhi aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga pendidikannya. Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah, memperketat presensi, penuntutan disiplin yang tinggi, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.Pendekatan demikian, memang teraksentuasi pada upaya agar peserta didik
menjadi mampu.
2.kualitatif
Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada kesejahteraan peserta didik. Jika pendekatan kuantitatif di atas diarahkan agar peserta didik mampu,maka pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar peserta didik senang.
Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera,
maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang juga untuk mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah.
Jadi jika kita lihat dari pengertian masing-masing pendekatan di atas menurut kelompok kami pendekatan yang paling cocok untuk di terapkan adalah pendekatan kualitatif karena lebih diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang juga untuk mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan.
Terima kasih
Izin menambahkan
Menurut saya, tidak ada pendekatan yang lebih baik atau paling cocok. Kedua pendekatan harus dilakukan secara bersamaan, apabila salah satu pendekatan tidak terpenuhi, maka akan kurang optimal. Dengan melakukan pendekatan padu, peserta didik diminta untuk memenuhi tuntutan-tuntutan birokratik dan administratif sekolah di
satu pihak, tetapi di sisi lain sekolah juga menawarkan insentif-insentif lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Di satu pihak siswa diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas berat yang berasal dari lembaganya, tetapi di sisi lain juga disediakan iklim yang kondusif untuk menyelesaikan tugasnya.
Terimakasih
2013053081
Izin berpendapat mengenai pertanyaan Perhanda.
Sebenarnya kedua pendekatan yang sudah dituliskan di dalam makalah oleh Kelompok 7 sangat berkesinambungan untuk diterapkan bagi peserta didik. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, karena secara kasarnya dapat menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik peserta didik. Pendidik dan peserta didik sangat membutuhkan dan harus menerapkan pendekatan kuantitatif untuk memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik berada. Di sisi lain, pendidik dan peserta didik juga membutuhkan pendekatan kualitatif untuk mengembangkan potensi diri peserta didik di lembaga pendidikan.
Jadi menurut saya, kedua pendekatan ini harus diterapkan bersamaan oleh pendidik agar tujuan pendidikan yang dibebankan pada pendidik dan peserta didik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan SDM tercapai.
20130533108
Izin menambahkan jawaban
1. Pendekatan kuantitatif : Pendekatan ini lebih menitik beratkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan- harapan yang diminta oleh lembaga pendidikannya. Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah, memperketat presensi, penuntutan disiplin yang tinggi, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Pendekatan demikian, memang teraksentuasi pada upaya agar peserta didik menjadi mampu.
2. pendekatan kualitatif : Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada kesejahteraan peserta didik. . Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang juga untuk mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah. Pendekatan ini juga menekankan perlunya penyediaan iklim yang kondusif dan menyenangkan bagi pengembangan diri secara optimal.
Di antara kedua pendekatan tersebut, tentu dapat diambil jalan tengahnya, atau sebutlah dengan pendekatan padu. Di satu pihak siswa diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas berat yang berasal dari lembaganya, tetapi di sisi lain juga disediakan iklim yang kondusif untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan kata lain kedua pendekatan tersebut dapat saling dipadukan untuk saling melengkapi.
2013053066
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan perhanda
Menurut saya, kedua pendekatan yang sudah disebutkan sangat berhubungan dan berkaitan erat untuk diterapkan bagi peserta didik. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, karena kedua pendekatan tersebut dapat menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik peserta didik di sekolah. Pendekatan kuantitatif diperlukan untuk memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik berada. Namun, juga diperlukan pendekatan kualitatif untuk mengembangkan potensi diri peserta didik di lembaga pendidikan.
Maka penggunaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif tersebut tergantung kondisi dan keadaan sekolah dalam mengatasi dan mengelola para peserta didiknya.
Terima Kasih
Di makalah disebutkan tentang layanan khusus seperti layanan bimbingan konseling, kantin, perpustakaan, layanan kesehatan, transportasi dan asrama. Lalu bagaimana bila sekolah tidak memiliki salah satu layanan tersebut contohnya tidak memiliki transportasi untuk mengantar jemput siswa, apakah manajemen peserta didik pada sekolah tersebut bisa berjalan dengan baik?
Terima kasih.
NPM : 2013053127
Izin menjawab pertanyaan Sinta,
Layanan khusus pada sebuah lembaga pendidikan bertujuan untuk memberikan fasilitas yang memadai dan menunjang potensi peserta didik. Menurut kelompok kami, jika suatu lembaga pendidikan tidak memiliki transportasi untuk mengantar jemput siswa, manajemen pada sekolah tersebut masih berjalan dengan baik. Karena pada saat ini, peserta didik banyak menggunakan kendaraan pribadi dan antar jemput oleh kedua orang tuanya. Namun, alangkah baiknya suatu sekolah memberikan tranportasi untuk peserta didik karena Layanan transportasi sekolah digunakan untuk fasilitas antar jemput bagi pengguna layanan yaitu peserta didik. Layanan transportasi sekolah memudahkan akses kesekolah bagi peserta didik yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Layanan transportasi sekolah membantu peserta didik untuk tepat waktu dalam masuk maupun pulang sekolah. Transpotasi sekolah sangat membantu orang tua peserta didik yang memiliki kesibukan pekerjaan. Peserta didik yang bertempat tinggal jauh dapat dijangkau dengan adanya layanan tranportasi sekolah. Keberadaan layanan transportasi sekolah ini dapat membuat kenyamanan dan keamanan bagi orangtua peserta didik. Peserta didik dapat datang dan pulang tepat waktu. Akan tetapi, jika suatu sekolah tidak memiliki layanan seperti perpustakaan maka akan mempengaruhi dari manajemen pembelajaran peserta didik di sekolah. Terimakasih
Izin menambahkan
Menurut saya manajemen peserta didik tetap dapat berjalan dengan baik. Layanan transportasi antar jemput memang sangat baik dan bermanfaat bagi siswa untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan, efisiensi, keadilan serta pelestarian lingkungan. tetapi untuk mewujudkannya dibutuhkan biaya yang cukup besar, seperti yang kita tahu bahwa biaya fasilitas pendidikan di Indonesia tidak besar sehingga sekolah-sekolah (terkhususnya sekolah negeri) pasti kesulitan untuk mewujudkan adanya layanan transportasi. Oleh sebab itu para pelajar di Indonesia kebanyakan menggunakan layanan transportasi pribadi, dan menurut saya itu tidak menghambat terjadinya manajemen peserta didik dan untuk yang rumahnya jauh biasanya akan diantar dan dijemput oleh orang tua atau ngekos. dengan hal itu, kegiatan sekolah masih tetap bisa berjalan dengan baik.
Izin menjawab pertanyaan Sinta Novita Sari.
Menurut saya, jika sekolah tidak menyediakan transportasi untuk peserta didik akan berdampak bagi peserta didik yang tidak memiliki alat transportasi pribadi, maka dari itu sekolah sebaiknya meningkatkan layanan khusus bagi peserta dengan memiliki transportasi sekolah yang berfungsi untuk mengurangi tingkat kecelakaan serta tindakan-tindakan penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan sekolah dan mempermudah dalam mengawasi setiap peserta didik serta melaksanakan progam sekolah secara efektif dan efisien.
Karena Manajemen layanan khusus sekolah di tetapkan untuk memudahkan segala urusan yang berkaitan dengan tujuan pendidikan sekolah ataupun pembelajaran maka jika ada sesuatu hal yang menghalangi tujuan pendidikan seperti tidak ada transportasi bagi peserta didik, manajemen peserta didik disekolah tersebut belum berjalan dengan lancar.
2063053004
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Sinta,
Menurut saya manajeman peserta didik itu tetap berjalan dengan baik, tapi sedikit memiliki kendala jika banyak peserta didik yang terlambat. Karena dengan adanya transportasi sekolah dapat membantu siswa untuk lebih disiplin karena bisa datang dan pulang tepat pada waktunya dan membuat orang tua siswa lebih percaya akan keselamatan anak mereka dari berangkat sekolah sampai pulang ke rumah kembali. Dengan kata lain, orang tua siswa tidak perlu khawatir mengenai keselamatan anaknya karena sudah ada aturan yang telah disepakati bersama tentang adanya layanan transportasi sekolah dan secara tidak langsung juga akan meringankan beban orang tua. Sedangkan sekolah bisa meminimalisir keterlambatan siswa datang ke sekolah dan secara tidak langsung juga bisa mempromosikan sekolah kepada masyarakat agar masyarakat tertarik menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
2013053060
Izin menambahkan jawaban
Menurut saya akan tetap berjalan dengan baik, karena pada dasarnya memang tidak semua ada tranportasi untuk antar jemput siswa namun transportasi tersebut adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan pihak sekolah untuk memfasilitasi siswa agar lebih cepat dan terjamin sampai kesekolah
Terimakasih
Izin bertanya
Apa saja alternatif pencegahan, pengurangan dan pemecahan mutasi Perseta didik?
2013053059
Izin menjawab
Untuk mencegah pengurangan dan pemecahan mutasi peserta didik dapat di lakukan dengan menerapkan beberapa teknik di antaranya adalah
Teknik Pencegahan Mutasi
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mutasi, jika seseorang mau melakukannya khususnya seorang guru dalam pengaturan peserta didik seperti dijelaskan Imron (2012:156).
A.Melakukan tindakan preventif melalui jaminan Jika sumber penyebab mutasi berasal dari diri peserta didik sendiri, maka langkah preventif yang harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik, bahwa kalau dapat menyelesaikan studi di sekolah tersebut, peserta didik nantinya akan mempunyai prospek tertentu sebagaimana
lulusan-lulusan lain dari sekolah tersebut, agar mereka yakin benar dengan kebaikan sekolahnya.
B.Memberikan bimbingan dan motivasi kepada peserta didik
Peserta didik juga perlu
mendapatkan bimbingan yang baik di sekolah tersebut, agar dapat menyesuaikan dirinya dengan baik, dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Penyesuaian diri yang baik dan belajar dengan baik, ia tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, peserta didik perlu bimbingan dengan baik agar merencanakan belajarnya, dan diupayakan konsisten dengan rencana tujuan belajar yang sudah disusun sebelumnya oleh peserta didik tersebut. Oleh karena itu, dorongan dan atau motivasi yang terus menerus dari sekolah, akan membantu peserta didik untuk giat belajar dan tidak malas.
C.Memperbaiki kondisi sekolah
Jika sumber penyebab mutasi tersebut berasal dari sekolah, tak ada alternatif lain kecuali memperbaiki kondisi sekolah. Tentu saja tidak saja sarana dan prasarana fisik sekolah, melainkan sekaligus kondisi sekolah secara keseluruhan. Disiplin guru perlu ditingkatkan, proses dan metode belajar pembelajaran dibuat sevariatif mungkin, fasilitas dan sarana yang ada difungsionalkan dengan baik. Demikian juga layanan-layanan yang ada di sekolah, diupayakan dapat memuaskan peserta didiknya.
D. Menjalin hubungan baik dengan orang tua peserta didik
Jika sumber penyebab mutasi peserta didik tersebut berasal dari lingkungan keluarga, maka kerja sama antara sekolah dengan keluarga memang perlu ditingkatkan. Jangan sampai, hanya karena persoalan sepele saja kemudian anak tidak sekolah atau mutasi ke sekolah lain. Perlu ada komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga, sehingga kedua pihak tidak mengalami miscommunication.
E. Memberikan alasan mengapa ingin melaksanakan mutasi
Adapun, jika peserta didik memilih alasan untuk mutasi maka hendaknya mereka diberi keterangan sesuai dengan apa adanya. Tidak boleh dibaik-baikkan atau dijelek-jelekkan. Sebab, bagaimanapun juga, mutasi ke sekolah lain adalah hak peserta didik sendiri. Keterangan-keterangan yang lazim diberikan berkaitan dengan peserta didik yang mutasi misalnya identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik di sekolah, kelakuan dan kerajinan dan alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang senyatanya mengenai anak tersebut.
F.Meneliti peserta didik yang akan masuk ke sekolah,
Bagi sekolah yang akan menerima peserta didik yang akan mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima. Untuk itulah, sekolah harus meneliti mengenai identitas, kelakuan/kerajinan, prestasi akademiknya, jurusan atau program asalnya, dan alasan-alasan yang berangkutan mutasi. Peserta didik dapat diterima tidaknya sekolah tersebut, juga harus didasarkan atas ketersediaan fasilitas dan kesejajaran sekolah tersebut. Ini sangat penting, karena tidak mungkin sekolah dapat menerima peserta didik tanpa fasilitas dan menerima peserta didik yang kemampuannya tidak sejajar dengan teman-teman yang ada di sekolah tersebut. Sebab kalau ini terjadi, akan memberatkan peserta didik itu sendiri.
G.Mencatat mutasi
Dibuat buku mutasi yaitu buku yang dipergunakan untuk mencatat siswa yang masuk, pindah dan keluar pada tiap-tiap bulan. Buku ini juga merupakan alat bantu untuk mengisi data mutasi pada buku induk dan data statistik tentang keadaan siswa di sekolah.
Izin menambahkan
Alternatif pencegahan, pengurangan dan pemecahan mutasi Perseta didik adalah sebagai berikut:
Jika sumber penyebab mutasi berasal dari peserta didik sendiri, maka yang preventif harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik untuk dapat menyelesaikan studi di sekolah sehingga peserta didik nantinya akan mempunyai prospek yang bagus. Peserta didik juga diberi bimbingan yang baik di sekolah, sehingga dapat memotivasi dirinya.
Jika penyebab sumber mutasi tersebut berasal dari sekolah, sekolah dapat memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah secara fisik maupun secara keseluruhan. Jika penyebab sumber mutasi pada peserta didik berasal dari lingkungan keluarga maka jalinan sekolah dengan keluarga perlu ditingkatkan. Sehingga perlu adanya komunikasi yang intens antara sekolah dengan keluarga sehingga keduanya tidak mengalami miscommunication. Keterangan-keterangan yang lazim diberikan dengan peserta didik yang mutasi diantaranya identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik disekolah, kelakuan dan kerajinan, alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang sebenarnya mengenai anak tersebut. Sekolah yang akan menerima peserta didik yang mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima.
Terimakasih
NPM : 2013053136
Izin menambahkan,
Dalam banyak hal, mutasi memang perlu dicegah, agar terdapat kesinambungan pengetahuan peserta didik yang diterima di sekolah sebelum dengan kelanjutannya. Oleh karena itu, izin mutasi hendaknya diberikan jika disertai dengan alasan yang dapat diterima dan betujuan untuk perkembangan peserta didik itu sendiri. Seminal mungkin, mutasi peserta didik yang bersifat ekstern haruslah dikurangi. Pencegahan dan pengurangan tersebut, tentu bergantung kepada sumber faktor penyebabnya. Meskipun demikian, ada banyak faktor penyebab yang tidak bisa ditanggulangi. Dalam hal demikian, mereka yang mutasi memang harus dicarikan jalan keluarnya, agar menguntungkan bagi perkembangan peserta didik.
Jika sumber penyebab berasal dari peserta didik itu sendiri, maka langkah preventif yang harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik untuk dapat menyelesaikan studi di sekolah tersebut sehingga peserta didik nantinya akan mempunyai prospek yang bagus. Ini perlu dikemukakan, agar mereka yakin benar dengan kualitas sekolah yang dimasukinya. Dengan demikian, ia tidak ragu lagi dengan sekolah tersebut.
Peserta didik juga perlu mendapatkan bimbingan yang baik di sekolah agar dapat menyesuaikan diri dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Dengan demikian, ia tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Di samping itu, peserta didik perlu mendapatkan bimbingan merencanakan belajarnya, dan diupayakan konsisten dengan rencana yang dibuat. Oleh karena itu, motivasi dan dorongan yang terus-menerus dari sekolah, akan membantu peserta didik untuk giat belajar dan merasa senang belajar di sekolah tersebut.
Jika sumber penyebab mutasi tersebut berasal dari sekolah, tidak ada alternatif lain kecuali memperbaiki kondisi sekolah seperti sarana dan prasarana fisik sekolah, serta kondisi sekolah secara keseluruhan. Disiplin guru perlu ditingktkan, proses dan metode belajar pembelajaran dibuat sevariatif mungkin, fasilitas dan sarana yang ada hendaknya difungsionalkan dengan baik. Demikian juga layanan-layanan yang ada di sekolah, diupayakan agar dapat memuaskan peserta didiknya.
Jika sumber penyebab mutasi peserta didik tersebut berasal dari lingkungan keluarga, maka jalinan kerja sama antara sekolah dan keluarga memang perlu ditingkatkan. Jangan sampai, hanya karena persoalan sepele saja kemudian anak tidak sekolah atau mutasi ke sekolah lain. Perlu ada komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga sehingga keduanya tidak mengalami miscommunication.
Adapun jika peserta didik karena alasan tertentu, yang dapat diterima akan mutasi maka hendaknya mereka diberi keterangan-keterangan sesuai dengan apa adanya. Karena mutasi ke sekolah lain adalah hak peserta didik sendiri. Berilah ia keterangan bahwa yang bersangkutan memang pernah bersekolah di sekolah tersebut, dan kemukakan alasan-alasan mengapa yang bersangkutan mutasi.
NPM: 2013053109
Izin menambahkan,
Teknik Pencegahan Mutasi:
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mutasi, jika seseorang mau melakukannya khususnya seorang guru dalam pengaturan peserta didik seperti dijelaskan Imron (2012:156).
Cara-cara tersebut seperti:
A. Melakukan tindakan preventif melalui jaminan
Jika sumber penyebab mutasi berasal dari diri peserta didik sendiri, maka langkah preventif yang harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik, bahwa kalau dapat menyelesaikan studi di sekolah tersebut, peserta didik nantinya akan mempunyai prospek tertentu sebagaimana lulusan-lulusan lain dari sekolah tersebut, agar mereka yakin benar dengan kebaikan sekolahnya.
B. Memberikan bimbingan dan motivasi kepada peserta didik
Peserta didik juga perlu mendapatkan bimbingan yang baik di sekolah tersebut, agar dapat menyesuaikan dirinya dengan baik, dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Penyesuaian diri yang baik dan belajar dengan baik, ia tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, peserta didik perlu bimbingan dengan baik agar merencanakan belajarnya, dan diupayakan konsisten dengan rencana tujuan belajar yang sudah disusun sebelumnya oleh peserta didik tersebut. Oleh karena itu, dorongan dan atau motivasi yang terus menerus dari sekolah, akan membantu peserta didik untuk giat belajar dan tidak malas.
C. Memperbaiki kondisi sekolah
Jika sumber penyebab mutasi tersebut berasal dari sekolah, tak ada alternatif lain kecuali memperbaiki kondisi sekolah. Tentu saja tidak saja sarana dan prasarana fisik sekolah, melainkan sekaligus kondisi sekolah secara keseluruhan. Disiplin guru perlu ditingkatkan, proses dan metode belajar pembelajaran dibuat sevariatif mungkin, fasilitas dan sarana yang ada difungsionalkan dengan baik. Demikian juga layanan-layanan yang ada di sekolah, diupayakan dapat memuaskan peserta didiknya.
D. Menjalin hubungan baik dengan orang tua peserta didik
Jika sumber penyebab mutasi peserta didik tersebut berasal dari lingkungan keluarga, maka kerja sama antara sekolah dengan keluarga memang perlu ditingkatkan. Jangan sampai, hanya karena persoalan sepele saja kemudian anak tidak sekolah atau mutasi ke sekolah lain. Perlu ada komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga, sehingga kedua pihak tidak mengalami miscommunication.
E. Memberikan alasan mengapa ingin melaksanakan mutasi
Adapun, jika peserta didik memilih alasan untuk mutasi maka hendaknya mereka diberi keterangan sesuai dengan apa adanya. Tidak boleh dibaik-baikkan atau dijelek-jelekkan. Sebab, bagaimanapun juga, mutasi ke sekolah lain adalah hak peserta didik sendiri. Keterangan-keterangan yang lazim diberikan berkaitan dengan peserta didik yang mutasi misalnya identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik di sekolah, kelakuan dan kerajinan dan alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang senyatanya mengenai anak tersebut.
F. Meneliti peserta didik yang akan masuk ke sekolah
Bagi sekolah yang akan menerima peserta didik yang akan mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima. Untuk itulah, sekolah harus meneliti mengenai identitas, kelakuan/kerajinan, prestasi akademiknya, jurusan atau program asalnya, dan alasan-alasan yang berangkutan mutasi. Peserta didik dapat diterima tidaknya sekolah tersebut, juga harus didasarkan atas ketersediaan fasilitas dan kesejajaran sekolah tersebut. Ini sangat penting, karena tidak mungkin sekolah dapat menerima peserta didik tanpa fasilitas dan menerima peserta didik yang kemampuannya tidak sejajar dengan teman-teman yang ada di sekolah tersebut. Sebab kalau ini terjadi, akan memberatkan peserta didik itu sendiri.
G. Mencatat mutasi
Dibuat buku mutasi yaitu buku yang dipergunakan untuk mencatat siswa yang masuk, pindah dan keluar pada tiap-tiap bulan. Buku ini juga merupakan alat bantu untuk mengisi data mutasi pada buku induk dan data statistik tentang keadaan siswa di sekolah.
Terima kasih.
2013053153
Izin menambahkan
Jika sumber penyebab mutasi berasal dari peserta didik sendiri, maka yang preventif harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik untuk dapat menyelesaikan studi di sekolah sehingga peserta didik nantinya akan mempunyai prospek yang bagus. Peserta didik juga diberi bimbingan yang baik di sekolah, sehingga dapat memotivasi dirinya.
Jika penyebab sumber mutasi tersebut berasal dari sekolah, sekolah dapat memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah secara fisik maupun secara keseluruhan. Jika penyebab sumber mutasi pada peserta didik berasal dari lingkungan keluarga maka jalinan sekolah dengan keluarga perlu ditingkatkan. Sehingga perlu adanya komunikasi yang intens antara sekolah dengan keluarga sehingga keduanya tidak mengalami miscommunication. Keterangan-keterangan yang lazim diberikan dengan peserta didik yang mutasi diantaranya identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik disekolah, kelakuan dan kerajinan, alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang sebenarnya mengenai anak tersebut. Sekolah yang akan menerima peserta didik yang mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima. Drop out yakni keluar dari sekolah sebelum waktunya atau sebelum lulus sehingga perlu dicegah karena menyebabkan terjadinya pemborosan biaya. Jika terjadi drop out yang disebabkan ketidakmampuan peserta didik dalam mengikuti pelajaran sehingga ia merasa berat menyelesaikan pendidikanya dan juga penyebab lainya antara lain biaya untuk sekolah, anak dipaksa bekerja, mambantu orang tua di ladang, di drop out oleh sekolah, sakit parah, kasus pidana dengan kekuatan hukum serta sekolah dipandang tidak menarik bagi peserta didik mereka memandang lebih baik tidak sekolah saja.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mutasi, jika seseorang mau melakukannya khususnya seorang guru dalam pengaturan peserta didik seperti dijelaskan Imron (2012:156). Cara-cara tersebut seperti:
A. Melakukan tindakan preventif melalui jaminan
Jika sumber penyebab mutasi berasal dari diri peserta didik sendiri, maka langkah preventif yang harus dilakukan adalah memberikan semacam jaminan kepada peserta didik, bahwa kalau dapat menyelesaikan studi di sekolah tersebut, peserta didik nantinya akan mempunyai prospek tertentu sebagaimana
lulusan-lulusan lain dari sekolah tersebut, agar mereka yakin benar dengan kebaikan sekolahnya.
B. Memberikan bimbingan dan motivasi kepada peserta didik
Peserta didik juga perlu mendapatkan bimbingan yang baik di sekolah tersebut, agar dapat menyesuaikan dirinya dengan baik, dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Penyesuaian diri yang baik dan belajar dengan baik, ia tidak ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, peserta didik perlu bimbingan dengan baik agar merencanakan belajarnya, dan diupayakan konsisten dengan rencana tujuan belajar yang sudah disusun sebelumnya oleh peserta didik tersebut. Oleh karena itu, dorongan dan atau motivasi yang terus menerus dari sekolah, akan membantu peserta didik untuk giat belajar dan tidak malas.
C. Memperbaiki kondisi sekolah
Jika sumber penyebab mutasi tersebut berasal dari sekolah, tak ada alternatif lain kecuali memperbaiki kondisi sekolah. Tentu saja tidak saja sarana dan prasarana fisik sekolah, melainkan sekaligus kondisi sekolah secara keseluruhan. Disiplin guru perlu ditingkatkan, proses dan metode belajar pembelajaran dibuat sevariatif mungkin, fasilitas dan sarana yang ada difungsionalkan dengan baik. Demikian juga layanan-layanan yang ada di sekolah, diupayakan dapat memuaskan peserta didiknya.
D. Menjalin hubungan baik dengan orang tua peserta didik
Jika sumber penyebab mutasi peserta didik tersebut berasal dari lingkungan keluarga, maka kerja sama antara sekolah dengan keluarga memang perlu ditingkatkan. Jangan sampai, hanya karena persoalan sepele saja kemudian anak tidak sekolah atau mutasi ke sekolah lain. Perlu ada komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga, sehingga kedua pihak tidak mengalami miscommunication.
E. Memberikan alasan mengapa ingin melaksanakan mutasi
Adapun, jika peserta didik memilih alasan untuk mutasi maka hendaknya mereka diberi keterangan sesuai dengan apa adanya. Tidak boleh dibaik-baikkan atau dijelek-jelekkan. Sebab, bagaimanapun juga, mutasi ke sekolah lain adalah hak peserta didik sendiri. Keterangan-keterangan yang lazim diberikan berkaitan dengan peserta didik yang mutasi misalnya identitas anak, asal sekolah, prestasi akademik di sekolah, kelakuan dan kerajinan dan alasan-alasan yang bersangkutan mutasi. Dengan demikian, sekolah yang dituju oleh peserta didik tersebut, mendapatkan gambaran yang senyatanya mengenai anak tersebut.
F. Meneliti peserta didik yang akan masuk ke sekolah
Bagi sekolah yang akan menerima peserta didik yang akan mutasi, hendaknya juga meneliti lebih lanjut terhadap mereka, sebelum menyatakan menerima. Untuk itulah, sekolah harus meneliti mengenai identitas, kelakuan/kerajinan, prestasi akademiknya, jurusan atau program asalnya, dan alasan-alasan yang berangkutan mutasi. Peserta didik dapat diterima tidaknya sekolah tersebut, juga harus didasarkan atas ketersediaan fasilitas dan kesejajaran sekolah tersebut. Ini sangat penting, karena tidak mungkin sekolah dapat menerima peserta didik tanpa fasilitas dan menerima peserta didik yang kemampuannya tidak sejajar dengan teman-teman yang ada di sekolah tersebut. Sebab kalau ini terjadi, akan memberatkan peserta didik itu sendiri.
Melanjutkan kegiatan siang hari ini, saya buka termin 2 untuk 2 penanya
2013053152
Izin bertanya
Izin bertanya
2013053177
Izin bertanya
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin bertanya
Seperti yang kita ketahui bahwa ada begitu banyak Sekolah Dasar di Indonesia yang tidak menyediakan Layanan khusus, mulai dari layanan Bimbingan konseling, layanan perpustakaan, layanan laboratorium, bahkan layanan kesehatan pun juga masih tertinggal, yang mana ke-4 layanan tersebut sangat penting. Apa yang sebaiknya guru lakukan agar para peserta didiknya tidak mengalami ketertinggalan dengan sekolah-sekolah lain yang memiliki layanan lebih lengkap? Terima kasih
2013053059
Izin menjawab
Kita ketahui bersama bahwa layanan khusus sekolah dikelola dan diberikan kepada peserta didik berupa layanan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut diharapkan akan membantu kelancaran proses pembelajarannya.
sekolah yang keberadaannya tidak secara langsung digunakan untuk proses belajar tetapi secara langsung menunjang terjadinya proses belajar mengajar.Hal inilah yang menyebabkan bahwa layanan khusus sekolah tidak berpengaruh langsung terhadap peningkatan prestasi belajar karena keberadaannya tidak secara langsung berkenaan dengan proses belajar hanya berperan untuk mendukung kelancaran proses belajar. Bila suatu sekolah,layanan khusus dapat dikatakan memadai maka dapat dilihat dari seberapa besar motivasi peserta didik dalam proses belajar mengajar dan akan berdampak pada hasil prestasinya di sekolah. Dengan ditingkatkannya layanan khusus akan dapat mendorong kenyamanan dan ketercapain target pembelajaran.
Jadi pendidik atau guru dalam satuan pendidikan jika tidak terpenuhnya layanan khusu yang di butuhkan oleh peserta didik demi menunjang tercapainya pembelajaran menurut saya harus mengajukan data seperti pengajuan proposal terlebih dahulu untuk membangun dan memenuhi layanan khusus yang di perlukan di sekolahan tersebut.
2013053131
Izin menambahkan
Manajemen Tenaga Kependidikan
Masalah manajemen tenaga kependidikan di sekolah sebenarnya sudah secara konseptual telah jelas karena P3D (personel, peralatan, pendanaan, dan dokumen) sudah diserahkan ke daerah. Yang belum jelas adalah implementasinya. Sampai saat ini, perencanaan, rekrutmen, penempatan, pemanfaatan, pengembangan dan hal-hal lain yang terkait dengan manajemen tenaga kependidikan masih kurang jelas. Akibatnya, sulit memperoleh tenaga kependidikan di sekolah. Padahal, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menuntut kepala sekolah yang tangguh, yaitu kepala sekolah yang kuat manajemen dan kepemimpinannya.
Solusinya : Perlu dibahas secara intensif tentang manajemen tenaga kependidikan bahwa seharusnya kepala sekolah harus lebih mengerti dengan MBS khususnya manajemen tenaga kependidikan agar dapat segera mencari solusi kejelasan implementasi manajemen tenaga kependidikan karena kepala sekolah lebih tahu cara penempatan, pemanfaatan, dan pengembangannya.
2013053094
Izin menambahkan jawaban Nazla
Kreativitas Guru dalam
Mengatasi keterbatasan layanan sekolah sebagai berikut :
a. Kemampuan Melihat Masalah
Guru dapat melatih ketrampilan bidang sampai batas tertentu,
mengajarkan ketrampilan kreatif saat
menghadapi masalah untuk
memunculkan gagasan baru sebagai
pemecah masalah. Pengetahuan dan
pengalaman diharapakan dapat
menjadi pemecah masalah sehingga
pembelajaran tetap berlangsung.
b. Kemampuan Guru Menciptakan Ide
Kemampuan guru menciptakan ide,
dapat disimpulkan bahwa guru
termasuk dalam kategori kreatif dalam menciptakan ide dalam pembelajaran ketrampilan. Menciptakan ide atau
gagasan dalam usahan mencapai
keberhasilan belajar, terutama dalam
pembelajaran ketrampilan di sekolah
menengah pertama bukanlah cara yang mudah. Hal tersebut dapat dilakukan jika guru tidak banyak belajar atau
telah memiliki pengalaman dalam
member-kan pelajaran. Sarana
prasarana dan tata letak penyusunan
kelas saat kegiatan belajar mengajar
merupakan hal yang menyenangkan
dan menan tang. Hal tersebut dapat
membuat siswa aktif dan tidak bosan saat kegiatan belajar mengajar.
c. Terbuka dalam Hal Baru
Guru terbuka terhadap hal-hal
baru dalam mengatasi keterbatasan
sarana prasarana pembelajaran
ketrampilan disekolah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa guru
ketrampilan selalu berusaha
mengembangkan diri terutama dalam aspek pembelajaran di sekolah.
Informasi didapat dari berbagai
sumber seperti internet, buku,
pengalaman dan melakukan
eksperimen sebelum memberikan
pembelajaran kepada siswa. Pelajaran ketrampilan mengalami
perkembangan, hal ini sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang menuntut pelajaran
ketrampilan penjadi pembelajaran
yang dapat diterapkan diluar sekolah.
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin bertanya, seperti yang kita ketahui bahwa manajemen peserta didik itu sangat penting dilakukan oleh seorang pendidik. Selain itu, manajemen peserta didik juga mempunyai banyak fungsi baik secara umum maupun khusus. Pertanyaan saya adalah bagaimana apabila terdapat seorang guru SD yang tidak dapat memanajemen peserta didiknya? Apa yang akan terjadi dan apa solusi yang dapat digunakan kepada pendidik tersebut yang mengalami kesulitan dalam menerapkan manajemen peserta didik?
Terima kasih.
NPM : 2013053127
Pendidik mengemban tanggung jawab besar dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan demikian pendidik harus memiliki keahlian dalam mengelola dan mengkondisikan kelas secara baik. Jika pendidik tidak mampu mengelola maupun mengkondisikan kelas secara baik, bisa dipastikan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan tidak akan optimal dicapai.
Peran pendidik dalam pengelolaan kelas sangat penting, khususnya untuk menciptakan suasana belajar yang menarik. Karena itu, pada prinsipnya pendidik khususnya guru, dalam menjalankan profesinya memegang dua masalah pokok yaitu pengajaran dan pengelolaan kelas.
Dalam menjalankan profesinya seorang pendidik sering mengalami masalah bagaimana mengelola kelas, seperti bagaimana menciptakan kondisi yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Karena itu, pengelolaan kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian khusus oleh pendidik dalam rangka menyampaikan informasi pembelajaran kepada peserta didik. Sebab, pada hakikatnya penyebab kegagalan-kegagalan yang terjadi pada seorang pendidik dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas sering berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas.
Lalu solusi jika pendidik mengalami kesulitan yaitu menjadi seorang pendidik mengalami proses pendidikan yang sangat panjang khususnya di perguruan tinggi yang mempelajari ilmu secara menjurus. Dengan begitu maka seorang pendidik memiliki ilmu yang memahami Bagaimana cara pembelajaran itu berlangsung jika pendidik mengalami kesulitan maka pendidik bisa menerapkan ilmu yang didapatkannya pada di perguruan tinggi untuk diterapkan pada proses pembelajaran secara langsung dengan media yang diketahui dengan teknik yang diketahui serta dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Solusi lain yaitu meminya pendapat kepada pendidik yang sudah berpengalaman. Terimakasih
2013053131
Izin menambahkan
Cara menanggulangi keterbatasan sarana prasarana
a.Peningkatan kualitas guru
Kualitas guru harus ditekankan demi berjalannya pendidikan itu sendiri, tugas guru adalah merangsang kreativitas dan memberi pengajaran secara fleksibel, artinya berkedudukan seperti siswa yang belajar tidak ada patron client. Peningkatan mutu ini bukan hanya pada intelektual guru saja, melainkan juga mengembangkan psikologis guru itu sendiri misalnya dengan memahami karakteristik siswa, psikologi perkembangan dan sebagainya.Dengan adanya peningkatan ini tentunnya akan berdampak pada membaiknya output pendidikan. Dikarenakan guru dapat menempatkan dirinya sebagaimana mestinya dan bersifat fleksibel. Kenakalan remaja biasanya terjadi justru karena prilaku guru itu sendiri misalnya melakukan hukuman fisik kepada siswa ataupun penekanan psikologis.
b.Pembentukan lembaga studi mandiri
Pembentukan lembaga studi mandiri ini berfungsi sebagai wadah pengembangan kpribadian siswa.Jika lembaga studi ini dapat dibentuk tentunnya akan memperbaiki kualitas fakultas maupun menambah student experience.
Saya sebagai moderator mewakili kemlompok 7 meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat banyak kekurangan dalam penyajian presentasi kami hari ini
Saya tutup
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wa'alaikumsalam warohmatullohiwabarakatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh