Diskusi KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA-BANGSA EROPA DI AFRIKA dan AMERIKA

Diskusi

Diskusi

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 10
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Rifki Ardiansyah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Rifki Ardiansyah NPM 2053033006. Izin menjawab pertanyaan yang telah bapak berikan tentang 1 hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika dan Amerika.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika

Inggris merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang pernah menancapkan kolonialismenya di Benua Hitam atau Afrika. Hingga menjelangnya Perang Dunia I wilayah jajahan Inggris di Afrika Barat, Selatan, Utara, Tengah dan beberapa wilayah Afrika lainnya. Seperti negara Eropa lainnya, kekuasaan Inggris di Afrika sangatlah menonjol hingga sebelum perang dunia 2 meletus. Inggris memiliki keyakinan bahwa mereka akan berkuasa di wilayah Afrika untuk waktu yang sangat lama. Inggris juga melakukan berbagai macam politik kolonial untuk melanggengkan kekuasaanya di Benua Afrika.

Di wilayah Afrika sendiri praktek imperialisme yang dilakukan oleh bangsa barat sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19. Seperti halnya yang dilakukan saat bangsa barat memulai melakukan praktek imperialismenya mereka mengawali dengan niat berdagang dan untuk menyebarkan ajaran agama kristiani ketempat yang baru. Setelah penjelajah Inggris yang bernama D. Livingstone dan Henry Morton Stanley membuka rahasia “benua gelap” itu, mulailah bangsa Barat mengenal daerah-daerah Afrika beserta kekayaan alamnya. Perkembangan industri di negara-negara Eropa mendorong para pedagang dan petualang atau penjelajah memasuki benua Afrika. Menjelang akhir abad 19 bangsa Barat berbondong-bondong datang ke Afrika untuk mencari daerah-daerah yang mempunyai potensi komersial. Dari sinilah dimulai lembaran baru dalam sejarah bangsa Afrika yang diwarnai dengan kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.



Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika

Kolonisasi awal Amerika Utara oleh Inggris mulai lebih intensif sejak pemerintah dipegang oleh Raja James I (1603-1625) yang berasal dari keluarga Stuart. Untuk mempermudah kaum kolonis memperoleh wilayah di Amerika Utara, Raja James I mendekati kembali Spanyol dan mengadakan perjanjian damai tahun 1604. Setelah perjanjian tersebut, Inggris mulai menata kembali rencananya mengenai kolonisasi atas Virginia. Didorong oleh kepentingan ekonomi, dua kelompok pedagang yaitu Virginia Company dan Virginia Company of Plymouth meminta raja Inggris untuk mendirikan perusahaan pasar modal untuk membiayai kolonisasi Amerika Utara. Model kolonisasi awal Amerika Utara, selain atas sponsor pemerintah Inggris juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dagang yang mencari komoditi ekspor. Virginia dan Massachussetts merupakan contoh dari dua daerah koloni yang dikembagkan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang juga mendapat sponsor dari Raja Inggris.

Eksplorasi yang sistematis terhadap "dunia baru" Amerika dilakukan oleh bangsa Portugis yang dipimpin oleh Pangerah Henry atau Prince Henry (1394-1460). Henry berambisi untuk mengembangkan kejayaan Portugal dan oleh karena itu mendorong setiap penjelajah Portugal untuk melakukan penjelajahan dan menemukan rute baru ke kawastin yang kaya akan rempah-rempah, emas dan perak. Dengan penguasaan langsung-daerah-daerah yang ditaklukkannya maka negara Portugal mulai merintis politik imperialisme, yaitu politik untuk menjadikan daerah yang ditaklukkannya sebagai bagian dari imperium seberang lautan Portugal, dan dikuasai langsung oleh pemerintah pusat di ibukota Lisabon, Portugal. Portugal merupakan negara pertama sejak jaman penjelajahan yang menguasai daerah imperium seberang lautan. Melalui politik imperialisme, Portugal memaksa bangsa-bangsa yang dikuasainya untuk tunduk pada aturan politik dan ekonomi yang dibuatnya. Dengan deniikian para pedagang yang berada di bawah kekuasaan bangsa Portugis harus menyerahkan barang hasil produksinya dengan harga yang ditentukan oleh mereka.


Sekian terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by ALIFIAN FARIDZ RAMADHAN -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh izin memperkenalkan diri nama saya Alifian Faridz Ramadhan Npm 2053033001 izin menyampaikan pendapat mengenai 1 hal penting yang kalian dapat dari KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA-BANGSA EROPA DI AFRIKA dan AMERIKA.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika.
Benua Afrika merupakan salah satu benua yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Faktor pendukung yang masih terbelakang dalam bidang pengetahuan dan teknologi membuat mereka dengan mudah mampu dijajah oleh bangsa Eropa. Pada abad ke-15, penaklukkan benua Afrika oleh bangsa Portugis dimulai dengan merebut pulau ceuta dari tangan orang-orang islam. Yang kemudian dilanjutkan dengan menduduki Tanjung Bojador, Tanjung Verde, dan Tanjung Palmas. Pengaruh Portugis ini semakin besar ketika Bartholomeus Diaz telah sampai di Tanjung Harapan. Ada eksploitasi besar-besaran di Afrika yang menyebabkan penipisan sumber daya, eksploitasi tenaga kerja, perpajakan yang tidak adil, kurangnya industrialisasi, larangan perdagangan antar-Afrika, dan pengenalan model tanaman satu jenis, Kerugian yang dialami bukan hanya kerusakan sumber daya alam, melainkan juga kegamangan identitas orang jajahan. Persaingan antaretnis terus bergema dalam konflik pascakemerdekaan di Afrika. Konflik ini di satu sisi merupakan warisan Inggris, yang melakukan kontrol lewat implementasi kebijakan pemerintahan tidak langsung 'indirect rule'. Bangsa barat datang ke Afrika dengan tujuan ekonomi. Tidak ketinggalan dengan Negara Perancis yang pada saat itu juga membutuhkan daerah imperialism. Konsep penguasaan ini, dipengaruhi oleh keinginan Prancis untuk mengimbangi Jerman. Politik Kolonial Prancis di daerah-daerah koloni dijalankan berdasarkan suatu doktrin “asimilasi”.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika
Timbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut. Beberapa Negara Eropa yang melakukan penjelajahan tersebut kemudian membentuk sebuah kebijakan di Amerika. Akibat dari adanya kolonialisme dan imperialism bangsa Eropa ke Amerika memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat Amerika pada saat itu, yaitu diantaranya berkembangan perbudakan, penyebaran agama yang dilakukan oleh bangsa Eropa, hancurnya beberapa kebudayaan suku Amerika seperti kebudayaan Aztec serta adanya percampuran kebudayaan dari berbagai Negara.

Demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Fefi Yunia Amalia Sari -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Fefi Yunia Amalia Sari dengan NPM 2053033010. Izin untuk menjawab pertanyaan yang Bapak berikan.

Jelaskan 1 hal penting yang kalian dapat dari Kolonialisme dan Imperealisme Bangsa Bangsa Eropa di Afrika dan Amerika!

Di wilayah Afrika sendiri praktek imperialisme yang dilakukan oleh bangsa barat sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19. Seperti halnya yang dilakukan saat bangsa barat memulai melakukan praktek imperialismenya mereka mengawali dengan niat berdagang dan untuk menyebarkan ajaran agama kristiani ketempat yang baru. Setelah penjelajah Inggris yang bernama D. Livingstone dan Henry Morton Stanley membuka rahasia “benua gelap” itu, mulailah bangsa Barat mengenal daerah-daerah Afrika beserta kekayaan alamnya. Perkembangan industri di negara-negara Eropa mendorong para pedagang dan petualang atau penjelajah memasuki benua Afrika.

Pada abad ke-15, penaklukkan benua Afrika oleh bangsa Portugis dimulai dengan merebut pulau ceuta dari tangan orang-orang islam. Yang kemudian dilanjutkan dengan menduduki Tanjung Bojador, Tanjung Verde, dan Tanjung Palmas. Pengaruh Portugis ini semakin besar ketika Bartholomeus Diaz telah sampai di Tanjung Harapan. Menjelang akhir abad 19 bangsa Barat berbondong-bondong datang ke Afrika untuk mencari daerah-daerah yang mempunyai potensi komersial. Dari sinilah dimulai lembaran baru dalam sejarah bangsa Afrika yang diwarnai dengan kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika adalah Timbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut. Beberapa Negara Eropa yang melakukan penjelajahan tersebut kemudian membentuk sebuah kebijakan di Amerika. Akibat dari adanya kolonialisme dan imperialism bangsa Eropa ke Amerika memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat Amerika pada saat itu. Melalui politik imperialisme, Portugal memaksa bangsa-bangsa yang dikuasainya untuk tunduk pada aturan politik dan ekonomi yang dibuatnya. Dengan deniikian para pedagang yang berada di bawah kekuasaan bangsa Portugis harus menyerahkan barang hasil produksinya dengan harga yang ditentukan oleh mereka.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by INTAN NUR RAMADANIA -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan nama saya Intan Nur Ramadania dengan NPM 2053033002. Izin memberikan pendapat mengenai kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika dan Amerika. 

Pada abad ke-15 dimulailah penaklukan benua Afrika oleh orang Portugis yang dimulai dengan merebut pulau Ceuta dari tangan orang-orang Islam, yang dilanjutkan dengan menduduki Tanjung Bojador, Tanjung Verde, dan Tanjung Palmas. Pengaruh Portugis semakin besar ketika Bartholomeus Diaz telah sampai di Tanjung Harapan. 

Pelayaran orang-orang Portugis dilanjutkan oleh Vasco da Gama yang melewati Tanjung Harapan dan akhirnya berhasil mencapai India. Portugis juga mendirikan banyak benteng di sepanjang Pantai Afrika. Benteng tersebut didirikan untuk melindungi rute perdagangan Portugis. Pada masa itu tidak hanya Portugis yang mengetahui kekayaan alam Benua Afrika, tetapi Spanyol juga mengetahui hal tersebut. Untuk mencegah terjadinya konflik antar kedua negara tersebut, akhirnya Paus mengintervensi kedua negara ini. Paus memiliki kekuasaan karena kedua negara ini menganut agama Katholik yang taat, sehingga kebijakan Paus akan didengarkan. Karena hal tersebut, lahirlah perjanjian Todesillas, yang membai dunia luar Benua Eropa menjadi 2, yaitu bagian barat untuk Portugis dan bagian timur untuk Spanyol. Portugis mendirikan benteng di Pantai barat yang bernama Elmina. Hampir 275 tahun Portugis menguasai monopoli rute perdagangan di Benua Afrika. Dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Benua Afrika, terjadi kompetisi di antara mereka sendiri. Akhirnya bangsa-bangsa Eropa tersebut membuat batas-batas daerah kolonial di benua tersebut. Negara-negara Eropa lain dilarang memasuki daerah kolonialnya di Afrika. Hal ini pun akhirnya diselesaikan dengan adanya konferensi Berlin yang membagi wilayah-wilayah yang terdapat di Benua Afrika kepada negara-negara di Benua Eropa.

  • Kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika
Pada awal tahun 1600-an merupakan permulaan gelombang besar emigrasi dari Eropa ke Amerika Utara. Selama lebih dari 3 abad, gerakan perpindahan penduduk ini tumbuh dari hanya beberapa ratus orang Inggris menjadi berjuta-juta pendatang baru. Banyak emigran dari Eropa meninggalkan tanah airnya karena berbagai faktor. Sebagian besar pemukiman yang datang ke Amerika pada abad ke 17 merupakan orang Inggris, namun ada juga orang Belanda, Swedia, dan Jerman. Setelah 1.680 ribuan pengungsi mulai berbondong-bondong meninggalkan daratan Eropa untuk melarikan diri dari bencana perang dan untuk menghindari kemiskinan yang diakibatkan oleh penindasan pemerintah dan para tuan tanah.

Jamestown merupakan koloni Inggris pertama yang dibangun di Amerika, tepatnya di Amerika Utara berdasarkan piagam yang dihadiahkan Raja James I kepada Virginia Company. Dari koloni awak di Amerika ini mulai terbentuk koloni-koloni lainnya di Amerika Utara yang dibedakan sebagai berikut

  1. Koloni New England yang terdiri atas Koloni Plymouth, New Hampshire.
  2. Koloni Teluk Massachussetts, Rhode Island, Connecticut.
  3. Middle Colonies yang terdiri atas New York, New Jersey, Delaware, Pennsylvania.
  4. Southern Colonies, terdiri atas Virginia, Maryland, North Caroline, South Carolina, dan Georgia.
Kehidupan ekonomi dalam koloni di Amerika secara umum dipengaruhi oleh kadaan geografis. Keadaan geografis di Amerika bagian utara adalah tanahnya tidak subur dan berupa dataran rendah serta memiliki banyak hutan, sehingga lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Sehingga sumber ekonomi banyak diperoleh dari perniagaan dan perdagangan. Keadaan geogradis di Amerika bagian selatan adalah tanah subur sehingga lahan pertanian menjadi luas. Sehingga sumber ekonomi banyak diperoleh dari lahan pertanian menjadi luas. 

Kehidupan politik di dalam koloni terdiri atas 3 pemerintahan yaitu sebagai berikut.

  1. Royal. Di dalam pemerintahan Royal gubernur dipilih oleh raja.
  2. Propietary. Di dalam pemerintahan Propietary yang menunjuk gubernur adalah Freeman, yaitu laki-laki yang memiliki kekayaan, berkulit putih, dan anggota gereja pemilik koloni (Propriato).
  3. Chater. Di dalam pemerintahan Chater yang memilik gubernur adalah mereka sendiri.
Dalam bidang agama setiap koloni masih mempertahankan dan melestarikan agama yang menjadi kepercayaan masing-masing. Dalam bidang pendidikan di koloni masing-masing masing sangat sederhana. Anak-anak gadis hanya memperoleh sedikit pendidikan formal. 

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Adhani Mayvera -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Perkanalkan nama Adhani Mayvera dengan NPM 2053033008, Izin untuk menjawab pertanyaan yanng sudah tersedia di forum diskusi.

Latar belakang kedatangan bangsa Barat ke Afrika adalah faktor sumber daya alam dan sumber daya manusia, faktor ekonomi, faktor berkeinginan untuk memperluas wilayah jajahan. Motif eropa terhadap afrika dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu politik, budaya dan ekonomi.Motivasi politik didorong oleh politik persaingan anter negara negara eropa untuk mendominasi dunia pada abad ke 18 dimana setiap negara berusaha meningkatkan gengsi dengan memperluas tanah jajahannya.Sementara, alasan budaya pada kolonisasi berakar dalam etnosentrisme dan arogansi orang-orang Eropa, yang menganggap budaya suku Afrika lebih rendah. Dengan sejenis kesombongan tertentu, orang-orang Eropa merasa memiliki tugas untuk 'membudayakan' dan 'memperadabkan' orang-orang Afrika.Sementara, alasan budaya pada kolonisasi berakar dalam etnosentrisme dan arogansi orang-orang Eropa, yang menganggap budaya suku Afrika lebih rendah. Dengan sejenis kesombongan tertentu, orang-orang Eropa merasa memiliki tugas untuk 'membudayakan' dan 'memperadabkan' orang-orang Afrika.Bagi Inggris, Afrika Selatan menyediakan pelabuhan penting bagi pelayaran kapal-kapal mereka dalam perjalanan ke India. Mulai 1869, Terusan Suez di Mesir juga menciptakan rute yang lebih pendek antara Inggris dan koloninya, serta membentuk rute ke ladang minyak di Timur Tengah

Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Raisya Aulia -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Raisya Aulia dengan NPM 2053033009. Izin untuk menjawab pertanyaan yang Bapak berikan.

• Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika

kolonialisme yang digunakan bangsa Eropa di Afrika meninggalkan banyak peninggalan yang masih dapat terlihat pasca kolonialisme. Masuknya bangsa eropa ke benua Afrika merubah secara langsung sistem-sistem kemasyarakat yang sebelumnya sudah berkembang, seperti kerajaan-kerjaan dan kesukuan. Keberadaan bangsa Eropa juga memperkuat permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah Afrika, contohnya seperti konflik antar suku yang dengan keberadaan bangsa Eropa justru menjadikan konflik antar kelompok etnis menjadi lebih kuat dengan bantuan bangsa-bangsa Eropa.
Dapat dilihat bahwa peninggalan kolonialisme dapat memberikan dampak yang positif namun juga negatif. Dimana para penjajah ketika menjajah suatu wilayah akan meninggalkan kemajuan-kemajuan ilmu dan tekonologi yang berasal dari Eropa. Contohnya seperti perkembangan ilmu kedokteran atau juga infrastruktur-infrastruktur barat yang kuat. Dari peninggalan-peninggalan tersebut kita dapat mempelajarinya untuk digunakan dengan sendiri. Namun disisi lain, mekanise dan sistem yang digunakan para penjajah di suatu wilayah koloni merupakan warisan yang memberikan dampak yang negatif dalam kehidupan masyarakat baik pada saat penjajahan maupun setelah penjajahan dimana kebiasaan atau karakteristik sistem kolonial baru akan hilang beberapa tahun.

Negara-negara Eropa berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah penyuplai bahan baku dan  juga sebagai daerah pemasaran hasil industri mereka. Dasar Imperialisme ini dilaksanakan demi agama, mereka menganggap bahwa menjadi tugas suci agama untuk menyelamatkan manusia dari segala macam penindasan dan ketidakadilan terutama di negara-negara yang dianggap terbelakang seperti para misionaris Kristen yang menganggap misi penyelamat ini sebagai  The White Man Burden Diantara faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya imperialisme adalah faktor kayanya rempah-rempah dan ekonomi. Di wilayah Afrika sendiri praktek imperialisme yang dilakukan oleh bangsa barat sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19. Praktek imperialismenya mereka mengawali dengan niat berdagang dan untuk menyebarkan ajaran agama kristiani ketempat yang baru. Setelah penjelajah Inggris yang bernama D. Livingstone dan Henry Morton Stanley membuka rahasia “benua gelap” itu, mulailah bangsa Barat mengenal daerah-daerah Afrika beserta kekayaan alamnya. Perkembangan industri di negara-negara Eropa mendorong para pedagang dan petualang atau penjelajah memasuki benua Afrika.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika adalah Timbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ferdy Nurfajri -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sebelumnya izin memperkenalkan diri nama saya Ferdy Nurfajri NPM 2053033013 izin memberikan pendapat mengenai materi yang diberikan.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika.
Di wilayah Afrika sendiri praktek imperialisme yang dilakukan oleh bangsa barat sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19. Seperti halnya yang dilakukan saat bangsa barat memulai melakukan praktek imperialismenya mereka mengawali dengan niat berdagang dan untuk menyebarkan ajaran agama kristiani ketempat yang baru. Setelah penjelajah Inggris yang bernama D. Livingstone dan Henry Morton Stanley membuka rahasia “benua gelap” itu, mulailah bangsa Barat mengenal daerah-daerah Afrika beserta kekayaan alamnya. Perkembangan industri di negara-negara Eropa mendorong para pedagang dan petualang atau penjelajah memasuki benua Afrika. Menjelang akhir abad 19 bangsa Barat berbondong-bondong datang ke Afrika untuk mencari daerah-daerah yang mempunyai potensi komersial. Dari sinilah dimulai lembaran baru dalam sejarah bangsa Afrika yang diwarnai dengan kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika
Timbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut. Beberapa Negara Eropa yang melakukan penjelajahan tersebut kemudian membentuk sebuah kebijakan di Amerika. Akibat dari adanya kolonialisme dan imperialism bangsa Eropa ke Amerika memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat Amerika pada saat itu, yaitu diantaranya berkembangan perbudakan, penyebaran agama yang dilakukan oleh bangsa Eropa, hancurnya beberapa kebudayaan suku Amerika seperti kebudayaan Aztec serta adanya percampuran kebudayaan dari berbagai Negara.

Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Gumahdona Khoirunnisa -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri nama saya Gumahdona Khoirunnisa NPM 2053033011. Izin menjawab pertanyaan yang telah bapak berikan dalam forum diskusi ini.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika

Inggris merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang pernah menancapkan kolonialismenya di Benua Hitam atau Afrika. Hingga menjelangnya Perang Dunia I wilayah jajahan Inggris di Afrika Barat, Selatan, Utara, Tengah dan beberapa wilayah Afrika lainnya. Seperti negara Eropa lainnya, kekuasaan Inggris di Afrika sangatlah menonjol hingga sebelum perang dunia 2 meletus. Inggris memiliki keyakinan bahwa mereka akan berkuasa di wilayah Afrika untuk waktu yang sangat lama. Inggris juga melakukan berbagai macam politik kolonial untuk melanggengkan kekuasaanya di Benua Afrika.

Di wilayah Afrika sendiri praktek imperialisme yang dilakukan oleh bangsa barat sudah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19. Seperti halnya yang dilakukan saat bangsa barat memulai melakukan praktek imperialismenya mereka mengawali dengan niat berdagang dan untuk menyebarkan ajaran agama kristiani ketempat yang baru. Setelah penjelajah Inggris yang bernama D. Livingstone dan Henry Morton Stanley membuka rahasia “benua gelap” itu, mulailah bangsa Barat mengenal daerah-daerah Afrika beserta kekayaan alamnya. Perkembangan industri di negara-negara Eropa mendorong para pedagang dan petualang atau penjelajah memasuki benua Afrika. Menjelang akhir abad 19 bangsa Barat berbondong-bondong datang ke Afrika untuk mencari daerah-daerah yang mempunyai potensi komersial. Dari sinilah dimulai lembaran baru dalam sejarah bangsa Afrika yang diwarnai dengan kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.

Hal penting yang di dapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika

Kolonisasi awal Amerika Utara oleh Inggris mulai lebih intensif sejak pemerintah dipegang oleh Raja James I (1603-1625) yang berasal dari keluarga Stuart. Untuk mempermudah kaum kolonis memperoleh wilayah di Amerika Utara, Raja James I mendekati kembali Spanyol dan mengadakan perjanjian damai tahun 1604. Setelah perjanjian tersebut, Inggris mulai menata kembali rencananya mengenai kolonisasi atas Virginia. Didorong oleh kepentingan ekonomi, dua kelompok pedagang yaitu Virginia Company dan Virginia Company of Plymouth meminta raja Inggris untuk mendirikan perusahaan pasar modal untuk membiayai kolonisasi Amerika Utara. Model kolonisasi awal Amerika Utara, selain atas sponsor pemerintah Inggris juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dagang yang mencari komoditi ekspor. Virginia dan Massachussetts merupakan contoh dari dua daerah koloni yang dikembagkan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang juga mendapat sponsor dari Raja Inggris.

Eksplorasi yang sistematis terhadap "dunia baru" Amerika dilakukan oleh bangsa Portugis yang dipimpin oleh Pangerah Henry atau Prince Henry (1394-1460). Henry berambisi untuk mengembangkan kejayaan Portugal dan oleh karena itu mendorong setiap penjelajah Portugal untuk melakukan penjelajahan dan menemukan rute baru ke kawastin yang kaya akan rempah-rempah, emas dan perak. Dengan penguasaan langsung-daerah-daerah yang ditaklukkannya maka negara Portugal mulai merintis politik imperialisme, yaitu politik untuk menjadikan daerah yang ditaklukkannya sebagai bagian dari imperium seberang lautan Portugal, dan dikuasai langsung oleh pemerintah pusat di ibukota Lisabon, Portugal. Portugal merupakan negara pertama sejak jaman penjelajahan yang menguasai daerah imperium seberang lautan. Melalui politik imperialisme, Portugal memaksa bangsa-bangsa yang dikuasainya untuk tunduk pada aturan politik dan ekonomi yang dibuatnya. Dengan deniikian para pedagang yang berada di bawah kekuasaan bangsa Portugis harus menyerahkan barang hasil produksinya dengan harga yang ditentukan oleh mereka.

Sekian terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ruri Rismawati -
Assalamualuikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama saya Ruri Rismawati npm 2053033004, izin menyampaikan pendapat mengenai hal penting yang saya dapat dari KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA-BANGSA EROPA DI AFRIKA dan AMERIKA.

Pada abad ke-15 dimulailah penaklukan benua Afrika oleh orang Portugis yang dimulai dengan merebut pulau Ceuta dari tangan orang-orang Islam, yang dilanjutkan dengan menduduki Tanjung Bojador, Tanjung Verde, dan Tanjung Palmas. Pengaruh Portugis semakin besar ketika Bartholomeus Diaz telah sampai di Tanjung Harapan.
Pelayaran orang-orang Portugis dilanjutkan oleh Vasco da Gama yang melewati Tanjung Harapan dan akhirnya berhasil mencapai India. Portugis juga mendirikan banyak benteng di sepanjang Pantai Afrika. Benteng tersebut didirikan untuk melindungi rute perdagangan Portugis. Pada masa itu tidak hanya Portugis yang mengetahui kekayaan alam Benua Afrika, tetapi Spanyol juga mengetahui hal tersebut. Untuk mencegah terjadinya konflik antar kedua negara tersebut, akhirnya Paus mengintervensi kedua negara ini. Paus memiliki kekuasaan karena kedua negara ini menganut agama Katholik yang taat, sehingga kebijakan Paus akan didengarkan. Karena hal tersebut, lahirlah perjanjian Todesillas, yang membai dunia luar Benua Eropa menjadi 2, yaitu bagian barat untuk Portugis dan bagian timur untuk Spanyol. Portugis mendirikan benteng di Pantai barat yang bernama Elmina. Hampir 275 tahun Portugis menguasai monopoli rute perdagangan di Benua Afrika. Dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Benua Afrika, terjadi kompetisi di antara mereka sendiri. Akhirnya bangsa-bangsa Eropa tersebut membuat batas-batas daerah kolonial di benua tersebut. Negara-negara Eropa lain dilarang memasuki daerah kolonialnya di Afrika. Hal ini pun akhirnya diselesaikan dengan adanya konferensi Berlin yang membagi wilayah-wilayah yang terdapat di Benua Afrika kepada negara-negara di Benua Eropa.

Itu saja yang dapat saya sampaikan, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Monica Agustia Wiwit Rahayu -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Monica Agustia Wiwit Rahayu dengan NPM 2053033007. Izin memberikan pendapat mengenai kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika dan Amerika.

Pada abad ke-15, penaklukkan benua Afrika oleh bangsa Portugis dimulai dengan merebut pulau ceuta dari tangan orang-orang islam. Yang kemudian dilanjutkan dengan menduduki Tanjung Bojador, Tanjung Verde, dan Tanjung Palmas. Pengaruh Portugis ini semakin besar ketika Bartholomeus Diaz telah sampai di Tanjung Harapan. imbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut. Beberapa Negara Eropa yang melakukan penjelajahan tersebut kemudian membentuk sebuah kebijakan di Amerika. Akibat dari adanya kolonialisme dan imperialism bangsa Eropa ke Amerika memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat Amerika pada saat itu.

Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh