Diskusi PERAN MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA

Diskusi

Re: Diskusi

by Bunga Nurlatifah -
Number of replies: 0
Nama saya Bunga Nurlatifah (1853033003) izin menanggapi, bagaimana peran militer dalam penumpasan pemberontakan

a. PKI di Madiun 1948 : pemberontakan yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin dan Muso guna menggulingkan pemerintahan yang sah pada saat itu. Dalam upaya penumpasannya,peran militer pada saat ini yaitu; (1) pemerintah mengerahkan kekuatan tentara tentara nasional Indonesia yang didukung kepolisian, (2) pemerintah juga menunjuk kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer Jawa Timur dan Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer Jawa Tengah, (3) kemudian pemerintah menerapkan Gerakan Operasi Militer yang dipimpin A.H. Nasution dan, (4) memberikan tanda kehormatan bagi Angkatan bersenjata yang telah memberantas kekacauan dalam pemberontakan.

b. DII/TII: Merupakan gerakan politik yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia dan mempunyai pasukan sendiri yaitu Tentara Islam Indonesia, gerakan ini sekaligus gerakan yang sulit dihadapi pada saat itu. Maka peran militer saat ini yaitu;
(1) DII/TII di Jawa Barat: menurunkan pasukan kodam Siliwangi dan melakukan taktik Pagar Betis, operasi ini mengepung markas pemberontakan di gunung geber, pasukan TNI mengepung basis basis kekuatan DII/TII dan membatasi ruang gerak mereka. Selain operasi pagar betis, mereka juga menggunakan operasi Bharatayuda, guna menemukan tempat persembunyian sang imam NII, Kartosuwiryo.
(2) DII/TII di Jawa Tengah: membentuk pasukan khusus yang dinamakan Benteng Raiders, Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.
(3) DII/TII di Sulawesi Selatan: Untuk mengataasi pemberontakan Kahar Muzakar, pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Pemberontakan Kahar Muzakar cukup sulit untuk ditumpas, mengingat pasukan Kahar Muzakar sangat mengenal medan pertempuran. Akhirnya pada bulan februari 1965 Kahar Muzakar tewas dalam sebuah pertempuran.
(4) DII/TII di Aceh: pemerintah mengerahkan diplomasi dan operasi militer. Operasi militer yang dilakukan yaitu Operasi 17 Agustus dan Operasi Merdeka
(5) DII/TII di Kalimantan Selatan: pada 23 November 1959 dikirimkannya operasi Delima yang terbagi atas sector A dan sector B, operasi ini dilakukan selama 15 hari. Selanjutnya ditambah Operasi Segi tiga yang menambah sector C pada 10 Maret 1960. Yang terakhir yaitu Operasi Riko, operasi ini membuat mundur pasukan Ibnu Hajar dan mengalami perpecahan.

c. Pemberontakan Andi Azis: terjadi pada 5 April 1950 di Makassar, dibawah pimpinan Kapten Andi Azis yaitu mantan perwira KNIL, dengan tujuan mempertahankan Negara Indonesia Timur dan enggan bergabung dengan NKRI. Upaya pemerintah dan peran militer dalam penumpasan pemberontakan ini yaitu ; (1) mengirim pasukan khusus di bawah pimpinan Alex Kawilarang, (2) membuat ultimatum agar Andi Azis menyerahkan diri, jika tidak bertanggung jawab maka Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom kota Makassar.

d. PRRI/ Permessta:hal ini bukanlah suatu pemberontakan namun deklarasi politik, PRRI muncul karena ktidakpuasan di daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat pada saat itu dan menuntut pemerintah agar pemerintah bertindak lebih adil dalam pemerataan pembangunan daerah. Namun dalam penumpasan gerakan ini dibutuhkan pasukan militer dan beberapa operasi gabungan, gerakan PRRI di Sumatera berhasil dipadamkan oleh TNI dalam waktu yang tepat. Adapun beberapa operasi yang pernah dilancarkan yaitu;
(1) Operasi Tegas dengan sasaran Riau (12 Maret 1958) dipimpin Let.kol Kaharudin Nasution
(2) Operasi 17 Agustus (17 Agustus 1958) dipimpin Kolonel Ahmad Yani
(3) Operasi Merdeka dibawah pimpinan Letkol Inf.Rukmito Hendraningrat dengan sasaran wilayah Sulawesi Utara/Tengah
(4) Operasi Sapta Marga I di Sulteng, Operasi Sapta Marga II di Gorontalo, Operasi Sapta Marga III di Kepulauan Sangir Talaud, Operasi Sapta Marga IV di Manado.