Diskusi PERAN MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA

Diskusi

Diskusi

Yusuf Perdana གིས-
Number of replies: 3

Jelaskan menurut anda PERAN Penting MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Shinta Julia Rakhellita གིས-
Saya Shinta Julia npm 1853033002 izin menanggapi
Peristiwa Madiun 1948:
PKI Madiun ialah sebuah gerakan yang berusaha menggulingkan pemerintahan yang sah yakni Republik Indonesia dan mengganti landasan negara. Gerakan ini dipimpin oleh Amir Sjarifuddin dan Muso. Dimulai pada pertengahan tahun 1948 dan berpusat di Madiun, Jawa Timur. yang melatar belakangi hal tersebut adalah Pertama, ialah jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin akibat ditanda-tanganinya perjanjian Renville yang sangat merugikan Republik Indonesia. Setelah tidak lagi menjadi Perdana Menteri, Amir membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang kemudian berkerjasama dengan organisasi berpaham kiri seperti Partai Komunis Indonesia, Barisan Tani Indonesia (BTI), Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) dll. Kedua, kedekatan Amir Sjarifuddin dengan tokoh PKI Musodan bercita-cita menyebarkan ajaran komunisme di Indonesia. Ketiga, propaganda kekecewaan terhadap Perdana Mentri selanjutnya yakni Kabinet Hatta akibat programnya untuk mengembalikan 100.000 tentara menjadi rakyat biasa dengan alasan penghematan biaya. Pemberontakan PKI Madiun diawali dengan melancarkan propaganda anti pemerintah dan pemogokan kerja oleh kaum buruh. Selain itu pemberontakan juga dilakukan dengan menculik dan membunuh beberapa tokoh negara. Seperti Penembakan terhadap Kolonel Sutarto pada 2 Juli 1948, penculikan dan pembunuhan terhadap Gubernur Jawa Timur pertama RM. Ario Soerjo yang kebetulan berkunjung ke Ngawi dan kemudian dicegat oleh kelompok Amir pada 10 September 1948. Serta penculikan dan pembunuhan kepada Dr. Moewardi pada 13 September 1948 yang merupakan tokoh penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Puncak pemberontakan tersebut terjadi pada 18 September 1948, saat pemberontak berhasil menguasai kota Madiun dan mengumumkan lahirnya Republik Soviet Indonesia. Mereka pun menguasai tempat strategis, melakukan sabotase, perusakan pembakaran sarana dan prasarana, serta melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang anti PKI. Pemerintah menyadari apa yang dilakukan PKI sangat membahayakan negara. Oleh karena itu, dilakukan beberapa cara untuk mengakhiri pemberontakan. Pertama, Soekarno memperlihatkan pengaruhnya dengan meminta rakyat memilih Soekarno-Hatta atau Muso-Amir. Kedua, Panglima Besar Sudirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan dibantu para santri. Pada 30 September 1948, Madiun dapat diduduki lagi oleh RI. Beberapa petinggi PKI melarikan diri ke Tionghoa dan Vietnam seperti D.N Aidit dan Lukman. Muso tertembak dalam pertempuran kecil di Ponorogo. Amir Sjarifuddin ditangkap dan ditembak mati.

REPUBLIK MALUKU SELATAN(RMS)
* Terjadi pada : tanggal 25 April 1950
* Tokoh : Soumokil, J.H. Manuhutu, Frans Tutuhatunewa
* Sebab : Mendirikan negara sendiri
* Cara mengatasi :upaya Militer : Menggunakan pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang

Upaya Militer DI/TII Aceh
* Terjadi pada tanggal : Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan "Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20
September 1953.
* Tokoh : Daud Beureuh
* Sebab :
Persoalan otonomi daerah
Pertentangan antar golongan
Tidak lancarnya rehabilitasi dan modernisasi daerah

* Cara mengatasi : Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember 1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral Makarawong.
4.Di Sulawesi Selatan
*Terjadi pada tanggal : 17 Agustus 1951
* Tokoh : KaharMuzakar
* Sebab : Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.
* Cara mengatasi :
1. Operasi Militer
2. Pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.
5. Di Kalimantan Selatan
* Terjadi pada Bulan oktober 1950
* Tokoh : Ibnu Hajar
* Sebab : Ketidakpuasan terhadap kebijakan mengenai TNI
* Cara mengatasi :
Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.

Pemberontakan Andi Azis
* Terjadi pada : 5 April 1950
* Tokoh : Andi Azis
* Sebab :
1. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
* Cara mengatasi dan upaya militer
1. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan.
2. Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman.

PRRI/PERMESTA :
* Awal peristiwa :
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (biasa disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958.
*Tokoh : Dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
* Sebab :
Konflik yang terjadi ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan keinginan akan adanya otonomi daerah yang lebih luas. Selain itu ultimatum yang dideklarasikan itu bukan tuntutan pembentukan negara baru maupun pemberontakan, tetapi lebih kepada konstitusi dijalankan. Pada masa bersamaan kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum stabil pasca agresi Belanda. Hal ini juga mempengaruhi hubungan pemerintah pusat dengan daerah serta menimbulkan berbagai ketimpangan dalam pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa. Dan sebelumnya bibit-bibit konflik tersebut dapat dilihat dengan dikeluarkannya Perda No. 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah otonom oleh provinsi Sumatera Tengah waktu itu yang mencakup wilayah provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.

Upaya Militer DI/TII Aceh
* Terjadi pada tanggal : Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan "Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20
September 1953.
* Tokoh : Daud Beureuh
* Sebab :
Persoalan otonomi daerah
Pertentangan antar golongan
Tidak lancarnya rehabilitasi dan modernisasi daerah

* Cara mengatasi : Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember 1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral Makarawong.
4.Di Sulawesi Selatan
*Terjadi pada tanggal : 17 Agustus 1951
* Tokoh : KaharMuzakar
* Sebab : Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.
* Cara mengatasi :
1. Operasi Militer
2. Pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.
5. Di Kalimantan Selatan
* Terjadi pada Bulan oktober 1950
* Tokoh : Ibnu Hajar
* Sebab : Ketidakpuasan terhadap kebijakan mengenai TNI
* Cara mengatasi :
Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.
Terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Nelyta Sudarno གིས-
Nama : Nelyta sudarno
Npm :1853033008
PKI Madiun. PKI merupakan salah satu partai atau organisasi politik yang berdiri sejak penjajahan Belanda. Pasca proklamasi muncul dorongan dari orang-orang PKI untuk melakukan sebuah aksi, yakni mengambil alih pemerintahan dari tangan Presiden Soekarno dan Wakil presiden Mohammad Hatta. Dengan pimpinan di bawah seorang tokoh yang bernama Musso, PKI bersama dengan Front Demokrasi Rakyat (FDR) pimpinan Amir Syarifuddin melakukan sebuah aksi di Madiun, hal ini adalah sebuah bentuk upaya disintegrasi yang nyata. Pemberontakan ini sekaligus diwarnai dengan kecaman yang dilontarkan oleh pemimpin PKI kepada pemerintah, hal itu membuat tidak sedikit dari rakyat yang termakan pernyataan Musso dan bergabung dalam kelompok pemberontak. Dengan berani kemudian Musso memproklamasikan berdirinya Republik Soviet Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun. Penumpasan PKI Madiun yang dilakukan oleh TNI mengerahkan pasukan dari dua arah yang berbeda yakni barat dan timur. Selain itu, juga dilakukan rencana operasi pembersihan ke arah utara Surakarta (daerah Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Cepu). Pasukan yang digerakkan untuk operasi ini berintikan dua Batalyon dari Brigade I/Siliwangi yang dipimpin oleh Letkol Kusno Utomo yakni Batalyon Suryakencana dan Batalyon Kala Hitam. Dalam pemberontakan Madiun terlihat pula beberapa Batalyon Angkatan Darat ex Tentara Laut Republik Indonesia (TLRI) di Surakarta dan Madiun. Terhadap oknum-oknum yang terlibat oleh pimpinan TLRI diambil tindakan tegas dengan mengerahkan kesatuan-kesatuan TLRI dari daerah Temanggung (sic) CA IV, dari daerah Juana CA V dari Kediri dan Lodaya CA I dan CA VI155 untuk bekerjasama dengan Angkatan Perang lainnya menumpas pemberontakan.
Pemberontakan DI/TII. Pemberontakan DI/TII atau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia berawal dari suatu aksi dari kelompok yang dipimpin oleh S.M Kartosoewirjo di daerah Jawa Barat. Namun aksi tersebut kemudian mendapatkan dukungan dari daerah lain di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Pemberontakan ini juga termasuk aksi yang sangat merepotkan pemerintah Indonesia, pasalnya pemberontakan bersamaan dengan upaya bangsa Indonesia mengusir Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia. Dalam upaya penumpasan ini Operasi penumpasan dimulai dari daerah Banten. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah adanya kemungkinan pasukan TII menyeberang ke Sumatera. Daerah ini dilakukan isolasi total yang diselenggarakan menurut bentuk taktik Pagar Betis, dan akhirnya daerah ini pun dapat dibersihkan . Gerakan operasi selanjutnya ditujukan untuk mencari tempat persembunyaian pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosuwiryo Dalam melaksanakan tugas operasi ini, kesatuan militer masih tetap mengikutsertakan seluruh rakyat untuk melaksanakan tugas Pagar Betis. Setelah Operasi Brata Yudha dilaksanakan seluruhnya dalam bulan September 1962, yang berarti tiga bulan lebih cepat dari rencana awal, masih dilaksanakan operasi lanjutan yaitu Operasi Pamungkas. Operasi pamungkas ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa DII/TII di seluruh wilayah Jawa Barat.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Bunga Nurlatifah གིས-
Nama saya Bunga Nurlatifah (1853033003) izin menanggapi, bagaimana peran militer dalam penumpasan pemberontakan

a. PKI di Madiun 1948 : pemberontakan yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin dan Muso guna menggulingkan pemerintahan yang sah pada saat itu. Dalam upaya penumpasannya,peran militer pada saat ini yaitu; (1) pemerintah mengerahkan kekuatan tentara tentara nasional Indonesia yang didukung kepolisian, (2) pemerintah juga menunjuk kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer Jawa Timur dan Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer Jawa Tengah, (3) kemudian pemerintah menerapkan Gerakan Operasi Militer yang dipimpin A.H. Nasution dan, (4) memberikan tanda kehormatan bagi Angkatan bersenjata yang telah memberantas kekacauan dalam pemberontakan.

b. DII/TII: Merupakan gerakan politik yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia dan mempunyai pasukan sendiri yaitu Tentara Islam Indonesia, gerakan ini sekaligus gerakan yang sulit dihadapi pada saat itu. Maka peran militer saat ini yaitu;
(1) DII/TII di Jawa Barat: menurunkan pasukan kodam Siliwangi dan melakukan taktik Pagar Betis, operasi ini mengepung markas pemberontakan di gunung geber, pasukan TNI mengepung basis basis kekuatan DII/TII dan membatasi ruang gerak mereka. Selain operasi pagar betis, mereka juga menggunakan operasi Bharatayuda, guna menemukan tempat persembunyian sang imam NII, Kartosuwiryo.
(2) DII/TII di Jawa Tengah: membentuk pasukan khusus yang dinamakan Benteng Raiders, Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.
(3) DII/TII di Sulawesi Selatan: Untuk mengataasi pemberontakan Kahar Muzakar, pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Pemberontakan Kahar Muzakar cukup sulit untuk ditumpas, mengingat pasukan Kahar Muzakar sangat mengenal medan pertempuran. Akhirnya pada bulan februari 1965 Kahar Muzakar tewas dalam sebuah pertempuran.
(4) DII/TII di Aceh: pemerintah mengerahkan diplomasi dan operasi militer. Operasi militer yang dilakukan yaitu Operasi 17 Agustus dan Operasi Merdeka
(5) DII/TII di Kalimantan Selatan: pada 23 November 1959 dikirimkannya operasi Delima yang terbagi atas sector A dan sector B, operasi ini dilakukan selama 15 hari. Selanjutnya ditambah Operasi Segi tiga yang menambah sector C pada 10 Maret 1960. Yang terakhir yaitu Operasi Riko, operasi ini membuat mundur pasukan Ibnu Hajar dan mengalami perpecahan.

c. Pemberontakan Andi Azis: terjadi pada 5 April 1950 di Makassar, dibawah pimpinan Kapten Andi Azis yaitu mantan perwira KNIL, dengan tujuan mempertahankan Negara Indonesia Timur dan enggan bergabung dengan NKRI. Upaya pemerintah dan peran militer dalam penumpasan pemberontakan ini yaitu ; (1) mengirim pasukan khusus di bawah pimpinan Alex Kawilarang, (2) membuat ultimatum agar Andi Azis menyerahkan diri, jika tidak bertanggung jawab maka Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom kota Makassar.

d. PRRI/ Permessta:hal ini bukanlah suatu pemberontakan namun deklarasi politik, PRRI muncul karena ktidakpuasan di daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat pada saat itu dan menuntut pemerintah agar pemerintah bertindak lebih adil dalam pemerataan pembangunan daerah. Namun dalam penumpasan gerakan ini dibutuhkan pasukan militer dan beberapa operasi gabungan, gerakan PRRI di Sumatera berhasil dipadamkan oleh TNI dalam waktu yang tepat. Adapun beberapa operasi yang pernah dilancarkan yaitu;
(1) Operasi Tegas dengan sasaran Riau (12 Maret 1958) dipimpin Let.kol Kaharudin Nasution
(2) Operasi 17 Agustus (17 Agustus 1958) dipimpin Kolonel Ahmad Yani
(3) Operasi Merdeka dibawah pimpinan Letkol Inf.Rukmito Hendraningrat dengan sasaran wilayah Sulawesi Utara/Tengah
(4) Operasi Sapta Marga I di Sulteng, Operasi Sapta Marga II di Gorontalo, Operasi Sapta Marga III di Kepulauan Sangir Talaud, Operasi Sapta Marga IV di Manado.