Diskusi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) DAN Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI)

Diskusi

Diskusi

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 24

Jelaskan menurut anda proses transisi dari APRIS dan APRI & apa dampaknya bagi militer indonesia !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Yulia Putri Perdana -
Izin Menanggapi pak, saya Yulia Putri Perdana NPM.1813033058

Perubahan Transisi APRIS menjadi APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS).

Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

perkembangan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dimulai saat Perjanjian Renville tepatnya pada akhir 1947 dan awal 1948, saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan. Selain wilayah RI yang semakin sempit, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang. Selain itu, sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Dengan pertimbangan tersebut, muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) angkatan perang dengan mengurangi pasukan dan meningkatkan mutunya.

Dampak militernya bagi Indonesia ialah: Ketika Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI. Selanjutnya, atas desakan politik, pada tahun 2000 ABRI kembali berubah menjadi TNI setelah dikeluarkannya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/2000 Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Dimas Aditia -
Selamat pagi bapak, saya Dimas Aditia (1813033020) izin menanggapi pertanyaan bapak diatas.
Menurut saya transisi (perubahan/perpindahan) dari APRIS ke APRI dimulai sesudah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah haluan menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka diwujudkan pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang adalah gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampaknya tentu terdapat pengklasifikasian/pembedaan tugas menjadi lebih terstruktur dan berdasarkan jabatan fungsionalnya seperti misalnya Staf Umum Angkatan Perang dalam Kementerian Pertahanan. Untuk sementara, Kepala Staf Umum ditetapkan dijabat oleh Komodor Suryadarma dan wakilnya Kolonel TB Simatupang. Staf umum ini bertugas untuk melaksanakan rencana siasat umum angkatan perang, menyusun koordinasi antara Kementerian Pertahanan dengan angkatan perang dan antara bagian-bagian Kementerian Pertahanan lama dengan yang baru, serta merencanakan susunan baru Kementerian.

Demikian tanggapan dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf dan saya ucapkan terima kasih bapak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Fera Verianti -
Izin menanggapi pak saya Fera verianti npm 1813033022

proses transisi dari APRIS dan APRI dimulai ketika Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampak dari transisi tersebut yaitu Setelah Konferensi Meja Bundar atau KMB (23 Agustus-2 November 1949) di Den Haag, Indonesia mengumumkan bentuk Negara RIS dengan dibagi menjadi 16 federasi agar diakui kedaulatannya oleh pihak Belanda.Menurut Laessach M Pakatuwo dan kawan-kawan dalam artikel “Negara Boneka Belanda (Negara Indonesia Timur) 1945-1950" yang termuat di jurnal Pattingalloang (volume 5, no.1, 2018), ternyata, perjanjian ini hanya akal-akalan Belanda yang berusaha memecah belah Indonesia dan mempertahankan tanah jajahannya ketika itu.

Sekian terimakasih
In reply to Fera Verianti

Re: Diskusi

by Novita Sari -
zin menanggapi pak, nama saya Novita Sari (1813033042).

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (atau yang sering disingkat dengan istilah “APRIS”) adalah organisasi militer yang menjadi lembaga resmi pertahanan RIS (Republik Indonesia Serikat). APRIS berdiri dan bubar seiring dengan berdiri dan bubarnya RIS.

Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD. Periode yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh berbagai pemberontakan dalam negeri. Pada tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA), di Makassar Pemberontakan Andi Azis, dan di Maluku pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

sekian dan terima kasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ratih Juniarti -
Saya Ratih Juniarti (1813033006) Izin menanggapi atas pertanyaan bapak terkait proses transisi APRIS DAN APRI serta dampaknya bagi militer Indonesia..

Pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi angkatan perang republik indonesia (APRI).

Transisi tersebut kemudian berdampak pada tidak memungkinkannya untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan karena pada saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit. Selain itu, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Selain itu juga, Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI.
Terima kasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Nora Alim Miya -
Saya Nora Alim Miya NPM 1813033050 izin menanggapi Pak.

Perubahan transisi dari APRIS menjadi APRI berawal pada tanggal 27 Desember 1949, dimana Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) sebagai angkatan perang nasional RIS yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Kemudian pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Perubahan nama APRIS menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) berdampak bagi militer Indonesia. Dimana pada tahun 1962 dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Kemudian pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Khoira Yuslima -
Izin menanggapi pak, saya Khoira Yuslima NPM 1813033044.
Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar- laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Usaha untuk menyempurnakan tentara terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada waktu itu. Banyaknya laskar-laskar dan badan perjuangan rakyat, kurang menguntungkan bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS). APRIS merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan. Hal ini menyebabkan APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Heni Tri Wulandari -
Izin menanggapi pak
Nama : Heni Tri Wulandari
Npm : 1813033052


Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampaknya yaitu Setelah Perjanjian Renville pada akhir 1947 dan awal 1948, wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan.

Selain wilayah RI yang semakin sempit, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang. Selain itu, sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Dengan pertimbangan tersebut, muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera)

Pada 2 Januari 1948, Presiden menandatangani Penetapan Nomor 1 Tahun 1948. Penetapan tersebut berisi pembubaran pucuk pimpinan TNI dan Staf Gabungan Angkatan Perang serta diadakan susunan baru dalam Pusat Pimpinan Angkatan Perang, yakni Staf Umum Angkatan Perang dalam Kementerian Pertahanan serta Markas Besar Pertempuran.

Staf Umum Angkatan Perang bertugas untuk melaksanakan siasat umum angkatan perang dan menyusun koordinasi di antara Kementerian Pertahanan dan angkatan perang. Sedangkan Markas Besar Pertempuran bertugas sebagai pucuk pimpinan taktis operasional angkatan perang mobil.
Pada tanggal 5» Maret 1740, melanjutkan MOSI Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang, ditandatangi UU Nomor 3 Tahun 1948 oleh Presiden. Undang Undang tersebut diumumkan satu hari kemudian.

UU 3/1948 mengatur susunan Kementerian Pertahanan yang berkewajiban untuk melenggarakan pertahanan negara dalam arti yang seluas-luasnya. Untuk melaksanakan kewajiban tersebut, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) yang terbentuk dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Rahmad Dwi Sagita -
Saya Rahmad Dwi Sagita Izin sedikit menambahkan pak.
Pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatqan republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS (Suryawan, 2013: 1). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Dita Khoerunnisa -
Saya Dita Khoerunnisa Npm 1813033004 ijin menanggapi pak

Proses terjadinya transisi terjadi pada tanggal 27 Desember 1949, dimana pada saat itu Belanda mengakui kedaulatan negara republik Indonesia dimana pada saat itu telah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI).
Dampak terhadap militer Indonesia pada tahun 1962 dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Hingga pada akhirnya pada tanggal 1998 maka tiga angkatan milier yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, dikembalikan menjadi TNI, serta terpisah dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang memiliki institusi sendiri.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Istiqomah Qomah -
Izin menanggapi pak saya istiqomah npm 1813033002
Transisi perubahan APRIS menjadi APRI yaitu setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu karena itu dibuat pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dicerai-beraikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Sedangkan dampaknya bagi militer yaitu Angkatan perang RIS berganti menjadi APRIS sehingga gabungan antara TNI dan KNIL ditiadakan karna hal ini menimbulkan gangguan psikologis di kalangan anggota TNI. Sehingga pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan. Hal ini menyebabkan APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada saat itu, Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera, Kolonel Hidajat telah menyelesaikan penataan organisasi tentara di Pulau Sumatera.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ika Suci Fitriani -
Izin menanggapi pak

Terbentuknya APRA berawal dari APRIS, yaitu Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat. APRIS sendiri memiliki anggota yang terdiri atas gabungan tentara KNIL Belanda dan TNI. Sebenarnya keadaan tersebut cukup membuat mereka kesulitan, sebab di antara KNIL dengan TNI pernah berseteru ketika peperangan mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia.
Oleh karena itu, lahirlah kaum reaksioner dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka adalah elemen-elemen APRIS yang cenderung mendukung federalisme bangsa Indonesia atau kurang suka dengan TNI dan NKRI.
Mereka secara sukarela bergabung dengan Angkatan Perang Ratu Adil yang kemudian juga turut serta dalam pemberontakan APRA untuk mewujudkan Indonesia federal dalam RIS

Dampaknya bagi indonesia adalah Setelah mengtahui tujuan APRA, Anda juga harus mengetahui dampak yang diperoleh bangsa Indonesia waktu itu. Salah satu dampak langsung yang bisa dirasakan oleh bangsa Indonesia adalah gugurnya banyak tentara Indonesia. Pemberontakan ini  juga membuat kondisi keuangan negara menjadi sedikit berantakan, dan juga terganggunya keamanan dari rakyat Indonesia. Namun ada juga dampak positif yang terjadi, yaitu peningkatan dari rasa saling memiliki, persatuan dan kesatuan dari seluruh masyarakat Indonesia kala itu.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Meilia Anggraini -
Izin menangapi pak, saya Meilia Anggraini npm 1813033010.

Proses terjadinya perubahan Transisi _APRIS menjadi APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (_ KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Kemudian sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampak dari transisi tersebut yaitu Setelah Konferensi Meja Bundar atau KMB (23 Agustus-2 November 1949) di Den Haag, Indonesia mengumumkan bentuk Negara RIS dengan dibagi menjadi 16 federasi agar diakui kedaulatannya oleh pihak Belanda. Dampaknya itu juga ketika Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Veronica Carolline -
Izin menangagapi, nama saya veronica carolline npm 1813033018

Perubahan Transisi APRIS menjadi APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Transisi tersebut kemudian berdampak pada tidak memungkinkannya untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan karena pada saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit. Selain itu, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Banyaknya pemberontakan-pemberontakan dikarenakan perjanjian renviell yang dianggap merugikan bangsa infonesia pada saat itu. Selain itu juga, Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by M. Damar Alfin -
Izin menanggapi pak.

Pada akhir tahun 1949, sesuai dengan keputusa Konferensi Meja Budnar (KMB), dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk juga Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL).
Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (atau yang sering disingkat dengan istilah “APRIS”) adalah organisasi militer yang menjadi lembaga resmi pertahanan RIS (Republik Indonesia Serikat). APRIS berdiri dan bubar seiring dengan berdiri dan bubarnya RIS. APRIS terdiri dari dua unsur organisasi militer besar seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mewakili lembaga pertahanan Republik Indonesia dan Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) yang mewakili lembaga pertahanan negara-negara bagian yang dahulu dibina Belanda.

APRIS sempat mengalami perselisihan dengan tentara lama seperti KNIL dalam tubuh organisasinya sendiri. Sebagai contoh, kasus Andi Aziz menggambarkan bagaimana KNIL memiliki sentimen superioritas terhadap TNI dalam tubuh APRIS pada tahun 1950. Di saat terjadinya demonstrasi pro-NKRI dan pro-RIS di Makassar, sentimen tersebut ditumpahkan dalam bentuk konflik agresi dari beberapa oknum eks-KNIL terhadap komponen TNI dalam APRIS yang dikirim dari Pulau Jawa.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Wulansuci Kurnia Dwianingsih -
Izin menjawab bapak
proses transisi dari APRIS dan APRI dimulai ketika Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Dampaknya bagi Militer Indonesia adalah pada akhir Desember 1947 muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Selain itu juga, Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Kholi Fatun Nissah -
Izin menanggapi Pak, saya Kholifatun Nissah NPM 1813033008.
Pada akhir tahun 1949 atas tekanan Belanda, dibentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai syarat untuk penyerahan kedaulatan bagi Republik Indonesia. Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Hindia Belanda, pada bulan Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI).

Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) yang ber-Sapta Marga dan bersumpah Prajurit sebagai Bhayangkari negara dan bangsa, dalam bidang pertahanan keamanan negara adalah penindak dan penyanggah awal, pengaman, pengawal, penyelamat bangsa dan negara, serta sebagai kader dan pelopor dan pelatih rakyat guna menyiapkan kekuatan pertahanan keamanan negara dalam menghadapi setiap bentuk ancaman musuh atau lawan dari manapun datangnya. Dengan menghayati dan meresapi nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, setiap Prajurit Angkatan Perang Republik Indonesia memiliki sendi-sendi yang kukuh, kode etik dalam pergaulan, kode kehormatan dalam perjuangan, kode moral dalam perilaku dan pengamalan, serta sistem nilai dalam tata kehidupan yang mantap. Dengan tugas-tugas dan tanggung jawab APRI terhadap RI tersebut maka diharapkan APRI saat itu dapat menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dan melindungi dari segala ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, dampak perubahan APRIS menjadi APRI bagi Indonesia adalah semakin berkembangnya kemiliteran Indonesia menjadi lebih baik yang tentunya dapat menambah daftar panjang sejarah perkembangan kemiliteran Indonesia.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Terimakasih Pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Merisa Rusiana -
Saya Merisa Rusiana 1813033054 izin menanggapi

Pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Lalu Dampaknya adalah muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) angkatan perang dengan mengurangi pasukan dan meningkatkan mutunya.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Adelia Tamara 1813033048 -
Izin menanggapi pak, saya Adelia Tamara NPM 1813033048. Perubahan transisi dari APRIS menjadi APRI berawal pada tanggal 27 Desember 1949, dimana Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) sebagai angkatan perang nasional RIS yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Kemudian pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Perubahan nama APRIS menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) berdampak bagi militer Indonesia. Dimana pada tahun 1962 dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Kemudian pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Nanda Lintang Puspita -
Saya Nanda Lintang Puspita NPM 1813033056, izin menanggapi pertanyaan bapak terkait proses transisi dari APRIS dan APRI & apa dampaknya bagi militer indonesia.
Pada 27 Desember 1949, diadakan perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pemerintahan militer dinyatakan tetap berlaku dalam rangka pemindahan tanggung jawab dari angakatan perang Belanda kepada APRIS. Pemindahan tanggung jawab dari angkatan perang belanda kepada APRIS meliputi materil, personil, dan kependidikan. Setelah KNIL dibubarkan pada tanggal 26 Juli 1950, sesuai dengan hasil perjanjian KMB, maka seluruh peralatan KNIL akan diserahkan kepada APRIS. Serah terima dari angkatan perang Belanda kepada APRIS diwakilkan kepada Gubernur militer dan komandan pasukan angkatan perang Belanda. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Dampak bagi Indonesia setelah transisi ini terlihat pada tahun 1962, yang dimana dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.
Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Dea Nuci Adelia -
Saya Dea Nuci Adelia NPM 1813033028 Izin menjawab pak.

Proses transisi dari APRIS dan APRI dimulai ketika Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Transisi tersebut kemudian berdampak pada tidak memungkinkannya untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan karena pada saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit. Selain itu, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Selain itu juga, Indonesia menganut Sistem demokrasi parlementer pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama ABRI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Mia Oktavia -
Baik pak saya Mia Oktavia 1813033032 izin menanggapi bahwasannya perubahan Transisi APRIS menjadi APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Perkembangan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dimulai saat Perjanjian Renville tepatnya pada akhir 1947 dan awal 1948, saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan. Selain wilayah RI yang semakin sempit, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang.

Dampak dari transisi tersebut yaitu Setelah Konferensi Meja Bundar atau KMB (23 Agustus-2 November 1949) di Den Haag, Indonesia mengumumkan bentuk Negara RIS dengan dibagi menjadi 16 federasi agar diakui kedaulatannya oleh pihak Belanda.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Sherly Armelia Eka Madina -
Saya Sherly Armelia Eka Madina npm 1813033014 izin menanggapi pak

transisi dari APRIS dan APRI dimulai ketika Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu. Kemudian pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Anggi Amallia -
Izin menangapi pak, saya anggi amallia NPM 181303306

Menurut saya Perubahan Transisi APRIS menjadi APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD. Periode yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh berbagai pemberontakan dalam negeri. Selain itu, dampak perubahan APRIS menjadi APRI bagi Indonesia adalah semakin berkembangnya kemiliteran Indonesia menjadi lebih baik yang tentunya dapat menambah daftar panjang sejarah perkembangan kemiliteran Indonesia.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila terdapat kesalahan

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih pak