menurut anda dalam hal akademi militer, apa urgensinya pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ? dan apa pendapat anda upaya apa untuk memajukan pendidikan militer di indonesia !
Akademi Militer di era 4.0 amat penting bagi semua kalangan tidak hanya akademi militer, sebab jiwa heroisme harus dimikili oleh generasi muda penerus bangsa di Era Revolusi Industri 4.0. Urgensi militer di era 4.0 yaitu untuk menciptakan para komandan yang terdidik, terlatih guna memimpin ke front pertempuran. Pendidikan itu bersifat praktis dan diadakan dalam waktu yang singkat. Hal itu bertujuan agar para perwira dapat cepat kembali ke pasukannya masing-masing, dan di era 4.0 akademi militer harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, apalagi sudah memasuki era 4.0 yang notabene nya teknologi lah sebagai bagian utama dalam kehidupan sekarang ini. Dan tak kalah penting juga ialah pendidikan karakter didalam militer seperti disiplin, tertib, cinta tanah air, sebagai penunjang karakter khas militer yang perlu dijunjung tinggi, bukan hanya akademi militer, namun semua para pemuda pemudinya.
Adapun upaya untuk meningkatkan akademi militer yang ada di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya. Memperbaiki dan meningkatkan kurikulum militer yang lebih baik sesuai perkembangan zaman, Selain itu meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai.
Sekian dan Terimakasi.
Akademi Militer sebagai lembaga pendidikan pembentukan prajurit perwira pertama tingkat akademik memiliki peran penting dan strategis dalam penyiapan sumber daya manusia prajurit perwira TNI AD di masa mendatang. Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik Taruna/Taruni untuk dipersiapkan menjadi kader atau calon pemimpin TNI AD di masa depan, sesuai dengan tujuan pendidikan yang digariskan oleh TNI AD. TNI masa depan adalah tentara profesional yang semakin terampil menjalankan fungsi pertahanan dalam lanskap peperangan baru. Oleh karena itu, TNI harus lebih dekat dengan rakyat untuk menggalang kekuatan semesta, sehingga strategi hybrid bisa diterapkan secara kenyal, terkoordinasi dan terpadu. Urgensi akmil di era sekarang harus mempersiapkan taruna yang memiliki kompetensi lengkap di abad teknologi informasi yang menghadirkan ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman yang tidak lagi konvensional. Kompetensi lengkap tersebut, menurutnya, harus dibangun di atas platform perang berbasis teknologi informasi. bahwa di dalam perang berbasis teknologi informasi ini, strategi yang dipilih lebih bersifat psikologis, dengan sasaran berupa menghentikan semangat atau kemauan lawan untuk terus bertempur.
Memajukan pendidikan militer bisa melalui program bela negara bagi para mahasiswa. Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan pendidikan Bela Negara direncanakan untuk diselenggarakan melalui skema Kampus Merdeka yang tengah berjalan sejak Januari. Dalam skema tersebut, mahasiswa diberikan waktu hingga dua semester untuk menjalani mata kuliah di luar program studi. program Bela Negara tidak hanya sebatas pelatihan fisik yang identik dengan pertahanan dunia militer. Bela Negara itu kan luas sekali, tidak hanya fisik, tapi juga strategi, memahami tentang pertahanan negara, dan yang sekarang ini kan yang namanya perang itu juga tidak hanya pegang senapan, tapi ada siber, keuangan, biologi, nuklir, dan lain-lain. Berdasarkan itu, Nizam sebut hak untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara dapat dipenuhi melalui skema Kampus Merdeka untuk penyelenggaraan program Bela Negara yang sedang direncanakan dengan Kementerian Pertahanan. Sekian dan Terima kasih.
lembaga pendidikan berbasis militer yang ikut memanfaatkan teknologi informasi di dalam kegiatan pendidikannya maupun sarana dan prasarana pendidikannya. Sarana-sarana pendidikan di dalam Akademi Militer yang berbasis teknologi informasi (TI) sangat mendukung dalam proses belajar mengajar. Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini.
Dalam rangka mempersiapkan para taruna-taruni untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, termasuk tantangan geopolitik di masa mendatang. Tantangan itu bisa dihadari apabila TNI dan Polri terus bersinergi. Indonesia termasuk dalam wilayah Indo Pasifik, sehingga memiliki peluang dan tantangan yang tidak mudah dalam menghadapi perubahan geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan negara lain, baik hubungan bilateral maupun multilateral. Poin yang perlu dibangun Indonesia melalui kegiatan bilateral maupun multilateral adalah berbagi informasi dengan negara lain, membangun kapasitas dan kepercayaan dengan negara lain, dan membangun interoperabilty kerja sama dengan negara lain.
Menurut saya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih yang mengubah seluruh tatanan strategi militer dan memberikan kontribusi yang cukup besar terutama di bidang akademi militer. Sehingga tantangan tersebut harus dihadapi oleh para akademi militer. Untuk menghadapi itu, upaya yang perlu dilakukan adalah mendirikan Sekolah militer seperti angkatan laut, udara dan darat.
Selain itu, Salah satu upaya untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu Indonesia harus mampu menyandingkan pendidikan militer dengan perkembangan zaman sehingga militer di Indonesia dapat bersaing dengan kemiliteran negara lain serta merekrut ahli strategi dalam militer untuk meningkatkan kualitas SDM dalam bentuk pengajaran kepada para akademi militer.
Terima kasih.
Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini.
Memajukan pendidikan militer bisa melalui program bela negara bagi para mahasiswa. Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan pendidikan Bela Negara direncanakan untuk diselenggarakan melalui skema Kampus Merdeka yang tengah berjalan sejak Januari. Dalam skema tersebut, mahasiswa diberikan waktu hingga dua semester untuk menjalani mata kuliah di luar program studi. program Bela Negara tidak hanya sebatas pelatihan fisik yang identik dengan pertahanan dunia militer. Bela Negara itu kan luas sekali, tidak hanya fisik, tapi juga strategi, memahami tentang pertahanan negara, dan yang sekarang ini kan yang namanya perang itu juga tidak hanya pegang senapan, tapi ada siber, keuangan, biologi, nuklir, dan lain-lain. Berdasarkan itu, Nizam sebut hak untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara dapat dipenuhi melalui skema Kampus Merdeka untuk penyelenggaraan program Bela Negara yang sedang direncanakan dengan Kementerian Pertahanan. Sekian dan Terima kasih.
Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Saat ini Panglima TNI juga tengah fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan tantangan era revolusi Industri 4.0. Salah satu caranya adalah lewat pendidikan dan kursus reguler bagi kesatuan TNI untuk mengikuti dan menguasai perkembangan bidang teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0. Selain itu, hal yang perlu dilakukan untuk memajukan pendidikan militer Indonesia dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas kurikulum militer yang disesuaikan dengan revolusi Industri 4.0 dimana para taruna taruni akmil harus dilatih banyak mengoperasikan teknologi. Karena saat ini seluruh alutsista TNI serba canggih yang dioperasikan dan dikontrol secara digital. Upaya memajukan juga dapat dilakukan dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan militer yang ada.
Akademi militer di era revolusi industri 4.0 sangat penting bagi semua kalangan, dimana akademi militer ini memiliki peranan menyiapkan kader generasi muda untuk menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, oleh karena itu akademi militer menyiapkan peserta didiknya (taruna/taruni) agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, kepribadian, dan berintegritas serta memiliki wawasan kebangsaan, yang dimulai sejak rekruitmen hingga pelaksanaan pendidikan sudah dilaksanakan secara ketat, transparan dan profesional. Urgensi akademi militer di era 4.0 yaitu untuk menciptakan para pemimpin ataupun prajurit perwira yang terdidik. Akademi militer sebagai lembaga pendidikan pembentukan prajurit perwira pertama tingkat akademik memiliki peran penting dan strategis dalam penyiapan sumber daya manusia prajurit perwira TNI AD di masa mendatang. Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik Taruna untuk dipersiapkan menjadi kader atau calon pemimpin TNI AD di masa depan, lembaga Akademi Militer selalu mengikuti perubahan dan dinamika sesuai kebutuhan serta perkembangan dunia pendidikan. Selain itu, dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini.
Adapun upaya untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu dengan meningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya yang antara lain dicapai melalui peningkatan mutu pendidikan. Sistem pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman akan menghasilkan Perwira TNI AD yang peka terhadap perkembangan situasi dengan harapan kepercayaan dunia akan kembali kita dapatkan sehingga secara otomatis akan mengangkat kembali harkat dan martabat bangsa Indonesia. Selain itu, peningkatan kualitas beberapa fasilitas pendidikan juga harus mengikuti perkembangan terkini sesuai kebutuhan. Selanjutnya dalam penyusunan kurikulum dalam lembaga pendidikan TNI AD harus mempunyai nilai-nilai kejuangan yang tidak boleh luntur dengan harapan tetap tidak mengenyampingkan nilai-nilai kearifan lokal budaya bangsa yang positif dan sudah menjadi identitas bangsa kita seperti gotong royong dan saling tolong menolong yang mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan.
Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. TNI yang merupakan alat Negara tentunya sangat berkepentingan untuk mengantisipasi secara cepat dan tepat tentang perkembangan global terkait dengan Industri 4.0.
Apalagi seluruh alutsista TNI kini serba canggih yang dioperasikan dan dikontrol secara digital. TNI bersiap menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi Industri 4.0. Dalam era tersebut tentunya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personel TNI maupun para Taruna-Taruni Akademi Militer. Industri 4.0 mampu meningkatkan tingkat kesiapan operasional militer. Kemajuan dalam teknologi Industri 4.0 sangat membantu organisasi pertahanan negara meningkatkan kesiapan dan keefektifan mereka. Selain itu, untuk meningkatkan akademi militer yang ada di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya. Serta perlu ditanamkan rasa nasionalisme dalam diri setiap warga negara karena jiwa nasionalisme dibutuhkan untuk upaya pembelaan negara khususnya melalui pendidikan militer.
Urgensi Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0 kekuatan militer menjadi salah satu unsur yang sangat penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Dalam rangka mempersiapkan para taruna-taruni untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 termasuk tantangan geopolitik di masa mendatang. Tantangan itu bisa dihadari apabila TNI dan Polri terus bersinergi. Jiwa heroisme harus dimikili oleh generasi muda penerus bangsa di Era Revolusi Industri 4.0. saat ini, karena berbagai tantangan dan persaingan untuk meningkatkan kualitas diri khususnya di bidang penguasaan teknologi, khususnya pada teknologi informasi. Terus memupuk dan menerapkan nilai-nilai heroisme, diantaranya dengan membentuk jati diri dan karakter sejak dini, membentuk kemampuan dinamis, dan membangun manusia yang siap menghadapi perubahan. Upaya untuk memajukan militer di Indonesia yaitu warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwajudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara yang diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan Pengabdian sesuai dengan profesi.
Menurut konsultan dunia terkemuka Deloitte, bahwa Industri 4.0 mampu meningkatkan tingkat kesiapan operasional militer. Kemajuan dalam teknologi Industri 4.0 sangat membantu organisasi pertahanan negara meningkatkan kesiapan dan keefektifan mereka. Bermacam alutsista dan infrastruktur militer penunjang kini telah menerapkan dan didukung dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan teknologi Big Data. Teknologi pilar Industri 4.0 itu sangat membantu perencanaan tugas militer, operasi militer maupun untuk efektivitas anggaran militer suatu negara.Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI harus segera dikembangkan menjadi berbasis teknologi digital. Keniscayaan pembaruan alutsista itu perlu dilakukan mengingat jenis teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0 semakin bergerak cepat dan sulit dikuasai.
Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan sedang menggodok aturan agar para mahasiswa bisa mengikuti Program Bela Negara, salah satunya dengan memasukkan pendidikan militer dalam Sistem Kredit Semester (SKS) perkuliahan.Program itu ditujukan untuk pengembangan sumber daya manusia terkhusus generasi muda, sehingga mereka diharapkan memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air.Selain itu, untuk meningkatkan akademi militer yang ada di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya. Serta perlu ditanamkan rasa nasionalisme dalam diri setiap warga negara karena jiwa nasionalisme dibutuhkan untuk upaya pembelaan negara khususnya melalui pendidikan militer.
akademi militer pada era revolusi industri 4.0 dan upaya apa untuk memajukan pendidikan. Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Pada saat ini akademi militer tengah fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan tantangan era revolusi Industri 4.0. Salah satu caranya adalah lewat pendidikan dan kursus reguler bagi kesatuan TNI untuk mengikuti dan menguasai perkembangan bidang teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0.
Memajukan pendidikan militer bisa melalui program bela negara bagi para mahasiswa. Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan pendidikan Bela Negara direncanakan untuk diselenggarakan melalui skema Kampus Merdeka yang tengah berjalan sejak Januari. Dalam skema tersebut, mahasiswa diberikan waktu hingga dua semester untuk menjalani mata kuliah di luar program studi. program Bela Negara tidak hanya sebatas pelatihan fisik yang identik dengan pertahanan dunia militer. Bela Negara itu kan luas sekali, tidak hanya fisik, tapi juga strategi, memahami tentang pertahanan negara, dan yang sekarang ini kan yang namanya perang itu juga tidak hanya pegang senapan, tapi ada siber, keuangan, biologi, nuklir, dan lain-lain. Berdasarkan itu, Nizam sebut hak untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara dapat dipenuhi melalui skema Kampus Merdeka untuk penyelenggaraan program Bela Negara yang sedang direncanakan dengan Kementerian Pertahanan
menurut saya Dinamika lingkungan strategi global yang begitu cepat, telah menggeser suatu paradigma bahwa ancaman itu saat ini telah bersifat multidimensional. Merujuk pada Buku Putih Pertahanan Indonesia (2008) bahwa ancaman dapat dibedakan menjadi ancaman militer dan ancaman nir militer atau yang lebih dikenal juga dengan ancaman non militer. Kedua ancaman tersebut sesungguhnya sangat membahayakan keamanan dan kelangsungan hidup dalam kehidupan bangsa dan negara. Ancaman militer merupakan ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai punya kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer tersebut dapat berupa agresi, pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, ancaman keamanan laut serta udara, dan konflik komunal. Dalam pada itu, ancaman nir militer merupakan ancaman yang menggunakan faktor-faktor nir militer yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman nir militer ini dapat berdimensi dalam bentuk ideologi, ekonomi, politik, sosial-budaya, teknologi dan informasi. Untuk ancaman militer yang sering terjadi di wilayah Indonesia
bagian Timur, lebih tepat di Papua masih banyak terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, misalnya oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Terjadinya peristiwa yang menimpa mahasiswa di Kota Surabaya, Malang, dan Semarang telah mengakibatkan terjadinya konflik yang mengakibatkan timbulnya keinginan dari beberapa oknum masyarakat Papua untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa yang terjadi di Pulau Jawa tersebut memicu terjadinya demo besar-besaran di beberapa kota yang ada di Papua. Hal ini menjadi suatu bentuk keprihatinan bagi rakyat Indonesia karena ada oknum-oknum yang mengobarkan api
amarah di Papua.
upaya untuk memajukan pendidikan militer di indonesia, Salah satu cara untukmeningkatkan profesionalisme prajurit TNI adalah dengan mengikutsertakan para prajurit TNIdalam pendidikan pengembangan spesialisasi,Tujuan dilaksanakan pendidikan tersebut, menurut Dankodiklat TNI adalah untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi baik yang telah maupum belum diperoleh dari daur pendidikan, pelatihan dan penugasan sebelumnya dalam rangka proyeksi penggunaan prajurit selanjutnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.
sekian terimakasih.
Menurut saya untuk memajukan pendidikan militer adalah dengan cara mengadakan himpunan Bela Negara, termasuk pendidikan militer, dalam perkuliahan sebagai upaya untuk membungkam sikap kritis mahasiswa terhadap negara, meskipun Kementerian Pendidikan mengatakan hal itu bertujuan untuk meningkatkan rasa kebangsaan.kebijakan itu dengan menyebutnya sebagai upaya untuk meminimalisir sikap kritis dari mahasiswa agar lebih patuh terhadap sistem-sistem yang dikelola oleh negara.
Akademi militer atau pendidikan militer memiliki peranan menyiapkan kader generasi muda untuk menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, oleh karena itu Akademi Militer menyiapkan peserta didiknya (taruna/taruni) agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, kepribadian, dan berintegritas serta memiliki wawasan kebangsaan, yang dimulai sejak rekruitmen hingga pelaksanaan pendidikan sudah dilaksanakan secara ketat, transparan dan profesional. Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini pendidikan militer juga berperan penting bagi terealisasikan nya upaya bela negara sebagaimana yang terdapat dalam UUD 1945 Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Hal ini ditujukan agar Indonesia mampu menghadapi segala ancaman yang mungkin datang akibat perubahan zaman yang semakin maju dan modern.
Untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia maka seluruh komponen pendidik harus bersinergi agar memajukan pendidikan militer. Pendidikan militer juga harus dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman dan mengikuti sistem pendidikan yang modern.
Demikian jawaban dari saya, terima kasih pak.
Ya, pertama menurut saya akademi militer di era industri 4.0 mendapat tempat tersendiri ya pak, mengingat era industri 4.0 bukan hanya terkait industrialisasi saja melainkan ada digitalisasi dan kerap kali marak terjadi kejahatan media massa (cyber crime) sehingga untuk menciptakan stabilitas user yang aman dan tenang diperlukan pakta pertahanan, dan militer hadir untuk membentengi masalah tersebut. Militer juga memegang peranan penting yang bukan saja sebatas angkat senjata dan mengandalkan kekuatan fisik, melainkan menjadi Intel dan bergerak dibidang teknologi juga.
Kedua, menurut pendapat saya upaya yang dapat dilakukan untuk memajukan pendidikan militer adalah dengan mendukung akselerasi menteri pertahanan dalam menyukseskan program wajib militer, bela negara, pasukan cadanga, maupun program-program lain untuk mendukung ketahanan negara yang bersumber dari SDM yang ada mengingat jumlah penduduk Indonesia sangatlah banyak.
Demikian tanggapan dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf dan saya ucapkan terima kasih bapak.
Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik Taruna/Taruni untuk dipersiapkan menjadi kader atau calon pemimpin TNI AD di masa depan, sesuai dengan tujuan pendidikan yang digariskan oleh TNI AD. TNI masa depan adalah tentara profesional yang semakin terampil menjalankan fungsi pertahanan dalam lanskap peperangan baru. Oleh karena itu, TNI harus lebih dekat dengan rakyat untuk menggalang kekuatan semesta, sehingga strategi hybrid bisa diterapkan secara kenyal, terkoordinasi dan terpadu. Urgensi akmil di era sekarang harus mempersiapkan taruna yang memiliki kompetensi lengkap di abad teknologi informasi yang menghadirkan ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman yang tidak lagi konvensional. Kompetensi lengkap tersebut, menurutnya, harus dibangun di atas platform perang berbasis teknologi informasi. bahwa di dalam perang berbasis teknologi informasi ini, strategi yang dipilih lebih bersifat psikologis, dengan sasaran berupa menghentikan semangat atau kemauan lawan untuk terus bertempur.
upaya untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu dengan meningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya yang antara lain dicapai melalui peningkatan mutu pendidikan. Sistem pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman akan menghasilkan Perwira TNI AD yang peka terhadap perkembangan situasi dengan harapan kepercayaan dunia akan kembali kita dapatkan sehingga secara otomatis akan mengangkat kembali harkat dan martabat bangsa Indonesia.
1. urgensinya pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang Kita saat ini masuk kepada era revolusi industry 4.0,era serba digital dalam segala hal,mulai dari urusan dapur sampai urusan pendidikan dan pelayanan dalam segala hal,di bidang transformasi yang serba online,tidak ada lagi yang dinamakan susah dan sulit semua teknologi menawarkan fasilitas yang serba mudah dan memungkinkan.
2. Menurut saya, untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu dengan meningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya yang antara lain dicapai melalui peningkatan mutu pendidikan. Sistem pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman akan menghasilkan Perwira TNI AD yang peka terhadap perkembangan situasi dengan harapan kepercayaan dunia akan kembali kita dapatkan sehingga secara otomatis akan mengangkat kembali harkat dan martabat bangsa Indonesia. Selain itu, peningkatan kualitas beberapa fasilitas pendidikan juga harus mengikuti perkembangan terkini sesuai kebutuhan. Selanjutnya dalam penyusunan kurikulum dalam lembaga pendidikan TNI AD harus mempunyai nilai-nilai kejuangan yang tidak boleh luntur dengan harapan tetap tidak mengenyampingkan nilai-nilai kearifan lokal budaya bangsa yang positif dan sudah menjadi identitas bangsa kita
Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Upaya dalam memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu lebih meningkatkan peranan dari sekolah-sekolah militer yang sudah ada sehingga setiap lulusan dari setiap sekolah tersebut dapat menjadi prajurit militer yang terdidik dan tentunya siap menjaga pertahanan Republik Indonesia.
Pada era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Tetapi, Akademi Militer sebagai lembaga pendidikan pembentukan prajurit perwira pertama tingkat akademik memiliki peran penting dan strategis dalam penyiapkan sumber daya manusia prajurit perwira TNI AD di masa mendatang. Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik Taruna/Taruni untuk dipersiapkan menjadi kader atau calon pemimpin TNI AD di masa depan, sesuai dengan tujuan pendidikan yang digariskan oleh TNI AD. TNI masa depan adalah tentara profesional yang semakin terampil menjalankan fungsi pertahanan dalam lanskap peperangan baru. Oleh karena itu, TNI harus lebih dekat dengan rakyat untuk menggalang kekuatan semesta, sehingga strategi hybrid bisa diterapkan secara kenyal, terkoordinasi dan terpadu. Urgensi akmil di era sekarang harus mempersiapkan taruna yang memiliki kompetensi lengkap di abad teknologi informasi yang menghadirkan ancaman terhadap keamanan nasional.
Akademi Militer di era 4.0 amat penting bagi semua kalangan tidak hanya akademi militer, sebab jiwa heroisme harus dimikili oleh generasi muda penerus bangsa di Era Revolusi Industri 4.0. Urgensi militer di era 4.0 yaitu untuk menciptakan para komandan yang terdidik, terlatih guna memimpin ke front pertempuran. Pendidikan itu bersifat praktis dan diadakan dalam waktu yang singkat. Hal itu bertujuan agar para perwira dapat cepat kembali ke pasukannya masing-masing, dan di era 4.0 akademi militer harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, apalagi sudah memasuki era 4.0 yang notabene nya teknologi lah sebagai bagian utama dalam kehidupan sekarang ini. Dan tak kalah penting juga ialah pendidikan karakter didalam militer seperti disiplin, tertib, cinta tanah air, sebagai penunjang karakter khas militer yang perlu dijunjung tinggi, bukan hanya akademi militer, namun semua para pemuda pemudinya.Memajukan pendidikan militer bisa melalui program bela negara bagi para mahasiswa. Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan pendidikan Bela Negara direncanakan untuk diselenggarakan melalui skema Kampus Merdeka yang tengah berjalan sejak Januari. Dalam skema tersebut, mahasiswa diberikan waktu hingga dua semester untuk menjalani mata kuliah di luar program studi. program Bela Negara tidak hanya sebatas pelatihan fisik yang identik dengan pertahanan dunia militer. Bela Negara itu kan luas sekali, tidak hanya fisik, tapi juga strategi, memahami tentang pertahanan negara, dan yang sekarang ini kan yang namanya perang itu juga tidak hanya pegang senapan, tapi ada siber, keuangan, biologi, nuklir, dan lain-lain.
Sifat operasi khusus pada abad ke-21 ini sangat luas serta terbagi menjadi spektrum masa damai dan masa perang. Pada masa damai, pasukan khusus dapat dioperasikan untuk bantuan kemanusiaan, mengatasi terorisme, hingga operasi khusus, seperti peperangan hibrida. Seiring dengan luas spektrum operasi khusus tersebut, ujar Octavian, maka pasukan khusus ke depan tidak hanya menjadi instrumen militer, namun juga politik dan diplomasi, beroperasi di arena internasional, serta sebagai kekuatan awal dalam menghadapi ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida.
Dalam perang generasi kelima ini, peranan aktor atau organisasi-organisasi non-negara dimanfaatkan oleh sebagian kelompok untuk membuat ketakutan dan teror. Melalui organisasi-organisasi inilah maka sentimen agama dimunculkan dan dieskalasi ke dalam level yang berbeda.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, maka Seskoal banyak melakukan pengembangan kurikulum yang dilakukan pada janga pendek, menengah, dan panjang. Pada program jangka pendek, dilaksanakan dengan mengintegrasikan modul digital literacy ke dalam kurikulum Angkatan Laut dan ilmu kemaritiman.
Program jangka menengah akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui metode pelatihan di atas kapal (on the job training dan in service training). Sedangkan pada program jangka panjang, dilaksanakan dengan meninjau program-program lintas disiplin untuk meningkatkan akreditasi nasional dan internasional.