Bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya
Terimakasih fadilla
Terimakasih fadilla
Selamat pagi Bapak Muhisom dan rekan-rekan mahasiswa kelas 3B.
Alhamdulillahhirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Barokahnya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ini.
Disini saya akan memandu jalannya diskusi hari ini. Sebelumnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 6
- Hidayatullah 2013053117
- Anjelly Triane Chaterina 2063053003
- Fadilatun Nisa Aulia 2063053002
- Sherly Ika Savitri 2013053116
Adapun susunan acara pada hari ini yaitu:
- Pembukaan
- Penyajian materi
- Sesi tanya jawab, terdiri dari dua termin
- Penutup
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahiim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim..
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirahmanirahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillaahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
2013053066
Izin bertanya
2013053101
Izin bertanya
Izin bertanya
Npm:2013053059
Izin bertanya
2013053060
Izin bertanya
Izin bertanya
2013053127
Izin bertanya
2013053131
Izin bertanya
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066
Izin bertanya
Bagaimana jika dalam pelaksanaan Kurikulum di suatu sekolah daerah terpencil terhambat karena kurangnya fasilitas serta sarana dan prasarana sekolah ?
Menurut kalian, langkah apakah yang seharusnya dilakukan pihak sekolah agar kurikulum tetap dapat diterapkan dengan baik ?
Terima kasih
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Kurangnya sarana dan prasarana di setiap sekolah menjadi masalah yang sangat
penting. Kurangnya sarana dan prasarana ini membuat pembelajaran di sekolah berjalan
Kurang optimal dan tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu perlu adanya
tindak lanjut dari pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan, maupun orangtua peserta
didik. Menurut saya kondisi pendidikan di Indonesia saat ini memang masih belum merata terutama di daerah daerah yang terpencil
Bagaimana langkah agar sarana dan prasarana itu terpenuhi ?
Tentunya harus ada kerjasama dari pihak sekolah dan pemerintah :
–Upaya yang pemerintah
Menurut saya pemerintah harus meningkatkan anggaran dana pendidikan dan juga
bisa menanggung biaya pendidikan bagi warga yang kurang mampu, baik untuk
sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah harus memperhatikan sarana dan
prasarana yang ada di daerah masing-masing apakah ada kekurangan atau kerusakan.
Pemerintah juga harus memperluas dan memeratakan kesempatan untuk
mendapatkan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, adapun strategi yang dapat
dilakukan, yaitu pemantapan prioritas pendidikan dasar sembilan tahun, pemberian
beasiswa dengan sasaran yang strategis, pemberian insentif kepada guru yang
bertugas di wilayah terpencil, pemantapan sistem pendidikan terpadu untuk anak
yang memiliki kelainan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam
menunjang pendidikan yang berkualitas.
–Upaya Sekolah dan Orangtua
Upaya yang bisa dilakukan yaitu seperti sekolah pandai-pandai mengolah dana dan
juga harus meminta dana kepada pemerintah sesuai dengan keadaan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan di sekolah tersebut. Jika ada kekurangan, guru juga
meningkatkan kreativitasnya untuk mengajar dengan alat seadanya. Untuk orangtua
mungkin bisa memberikan sumbangan-sumbangan yang dapat membantu proses
belajar mengajar di sekolah dengan membayar spp dan komite dengan tepat waktu.
-
Upaya lembaga pendidikan
Menurut saya lembaga pendidikan disetiap daerah harus mendata sekolah-sekolah
yang ada disektitar untuk mengetahui sarana dan prasarana yang kurang dan perlu
ditambah atau diperbaiki lagi.
Kondisi nyata saat ini, pada umumnya pemerintah hanya mengoptimalkan
pendidikan yang ada di kota dan mengabaikan pendidikan yang berada di daerah
terpencil. Sehingga di daerah terpencil menimbulkan masalah kurangnya sarana dan
prasarana dalam hal pendidikan, contohnya tenaga pengajar yang menumpuk di
daerah perkotaan sedangkan di daerah terpencil minim akan tenaga pengajar. Upayaupaya tersebut jika dilakukan dengan baik dan sesegera mungkin pasti pemerataan
sarana dan prasarana di sekolah akan terpenuni.
Atau juga bisa dengan
B. Cara-cara Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Ada beberapa alternatif cara dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pembelian
Pembelian adalah merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan sekolah membayar sejumlah uang tertentu kepada penjual atau supplier untuk mendapatkan sejumlah sarana dan prasarana sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pembelian dilakukan apabila anggarannya tersedia, seperti pembelian meja, kursi, bangku, lemari, papan tulis, wireless, dan sebagainya. Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara pembelian ini merupakan salah satu cara yang dominan dilakukan sekolah dewasa ini.
2. Pembuatan Sendiri
4. Pembuatan sendiri merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan membuat sendiri yang biasanya dilakukan oleh guru, siswa, atau pegawai. Pemilihan cara ini harus mempertimbangkan tingkat efektifitas dan efesiensinya apabila dibandingkan dengan cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lain. Pembuatan sendiri biasanya dilakukan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang sifatnya sederhana dan murah, misalnya alat-alat peraga yang dibuat oleh guru atau murid.
3. Penerimaan Hibah atau Bantuan
Penerimaan hibah atau bantuan yaitu merupakan cara pemenuhan sarana dan prasaran pendidikan persekolahan dengan jalan pemberian secara cuma-cuma dari pihak lain. Penerimaan hibah atau bantuan harus dilakukan dengan membuat berita acara.
4. Penyewaan
Yang dimaksud dengan penyewaan adalah cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan pemanfaatan sementara barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah dengan cara membayar berdasarkan perjanjian sewa-menyewa. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer.
5. Pinjaman
Yaitu penggunaan barang secara cuma-cuma untuk sementara waktu dari pihak lain untuk kepentingan sekolah berdasarkan perjanjian pinjam meminjam. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer dan harus mempertimbangkan citra baik sekolah yang bersangkutan.
6. Pendaurulangan
Yaiitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang berguna untuk kepentingan sekolah.
7. Penukaran
Penukaran merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan menukarkan sarana dan prasarana yang dimiliki dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan organisasi atau instansi lain. Pemilihan cara pengadaan sarana dan prasarana jenis ini harus mempertimbangkan adanya saling menguntungkan di antara kedua belah pihak, dan sarana/prasarana yang dipertukarkan harus merupakan sarana dan prasarana yang sifatnya berlebihan atau dipandang dan dinilai sudah tidak berdaya guna lagi.
8. Perbaikan atau Rekondisi
10. Perbaikan merupakan cara pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan memperbaiki sarana dan prasarana yang telah mengalami kerusakan, baik dengan perbaikan satu unit sarana dan prasarana maupun dengan jalan penukaran instrumen yang baik di antara instrumen sarana dan prasarana yang rusak sehingga instrumen-instrumen yang baik tersebut dapat disatukan dalam satu unit atau beberapa unit, dan pada akhirnya satu atau beberapa unit sarana dan prasarana tersebut dapat dioperasikan atau difungsikan.
Contoh Implementasinya:
Sekolah melakukan analisis kebutuhan, kemudian mengklasifikasikan dan membuat proposal yang ditujukan ke Pemerintah melalui Dinas Tingkat II. Bila disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju. Apabila sudah disetujui biasanya dinas mengirim barang tersebut dengan sendirinya (dikirim dari Dinas Pendidikan Tk. II). Biasanya Dinas Pendidikan Tk. II mengirim barang tersebut sesuai dengan laporan bulanan/berkala yang dibuat oleh sekolah untuk KASI, namun untuk saat ini kadang sekolah mendapat blangko daftar isian.
Pengadaan daftar isian pengadaan barang yang dibutuhkan sekolah terutama barang atau sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar seperti buku pedoman, buku pelajaran. Setelah itu blangko dikirim kembali ke Dinas Pendidikan Tk. II kemudian jika barang ada maka dengan cepat dikirim ke sekolah begitu juga dengan alat peraga. Sedangkan sarana dan prasarana seperti perabot (meja, kursi, lemari, dan bangku) dikirim langsung dari Pemerintah Pusat untuk beberapa tahun sekali. Biasanya ada seorang guru yang ditunjuk khusus oleh Kepala Sekolah atau Dinas Tk. II melalui pelatihan atau lokakarya. Selain bamtuan dari Pemerintah sekolahpun kadang-kadang mengadakan dana swadaya dari masyarakat atau komite sekolah atau ada lembaga yang menyerahkan bantuan berupa buku tulis atau
Terima Kasih.
Dampak dari kurangnya fasilitas serta sarana dan prasarana sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum di suatu sekolah daerah terpencil adalah sebagai berikut.
1. Rendahnya mutu output Pendidikan
Minimnya sarana ini menyebabkan generasi muda yang hanya mengandalkan teori tanpa adanya realisasi yang nyata dalam belajar. Mereka hanya belajar dalam angan-angan yang keluar dari realitas yang sesungguhnya. Kurang terpenuhinya fasilitas pendidikan seperti kerusakan sekolah, laboratorium, dan lain-lain menimbulkan anak didik susah memahami pelajaran tersebut. Contohnya dalam belajar biologi tetang jenis-jenis bakteri, tentunya kita pasti akan membutuhkan labolatorium agar mengetahui bentuk bakteri secara nyata menggunakan mikroskop.
2. Kenakalan remaja dan perilaku yang menyimpang
Sarana pendidikan yang dimaksud disini bukan hanya laboratorium, perpustakaan, ataupun peralatan edukatif saja, tetapi juga sarana olahraga atuaupun kesenian untuk mengekspresikan diri mereka. Pelajar saat ini tentunya membutuhkan ruang gerak dalam kematangan emosi, misalnya grub band, sepak bola, basket, badminton,dan lain-lain. Jika hal tersebut tidak terpenuhi cenderung akan membuat perkumpulan yang menyalahi norma.
Solusi yang harus dilakukan agar permasalahan sarana dan prasarana bisa diperbaiki adalah terorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekaligus agar tidak terputusnya komunikasi.
Dengan adanya koordinasi tersebut selanjutnya sarana dan prasarana harus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan output pendidikan tentunya kita harus meningkatkan harga maksudnya adalah meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, yang meliputi:
1. Sarana fisik
Sarana fisik diperlukan untuk pemenuhan pembangunan gedung sekolahan, laboratorium, perpustakaan, sarana-sarana olahraga seperti lapangan basket dan perlengkapannya, alat-alat kesenian seperti studio musik, dan fasilitas lainnya.
Jika sarana belajar tersebut terpenuhi, tentunya akan semakin memudahkan peserta didik dalam transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
1. Sarana non fisik
Sarana non fisik ini maksudnya jika system dan pengajaran yang dilakukan itu bermutu, maka akan mempercepat pembangunan nasional. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pengajar.
Guru harus ditekan demi berjalannya pendidikan itu sendiri. Guru yang profesional pasti dapat memberi pengajaran yang berkualitas bagi anak didiknya dan pengajaran tersebut akan lebih fleksibel.
Dengan adanya peningkatan mutu pengajaran guru ini tentunya akan berdamppak pada membaiknya output pendidikan.
Jika guru tersebut tidak mengajar secara profesional bisa saja anak didik tersebut akan melakukan kenalkalan remaja dikarenakan guru tersebut memberikan perilaku yang tidak semestinya mislanya melakukan hukuman fisik kepada siswa.
Selanjutnya dengan cara pembentukan lembaga studi mandiri berfungsi sebagai wadah pengembangan kepribadian siswa. Jika lembaga studi ini dapat dibentuk tentunya akan memperbaiki kualitas pendikan siswa maupun menambah pengalaman siswa itu sendiri.
2013053131 Izin menambahkan
Setiap masalah tentu ada solusi atau penyelesaiannya,
mengenai permasalahan penerapan pelaksanaan
Kurikulum , selain sarana dan prasarana ada beberapa yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu:
1. Menurut (Alawiyah, 2015) Memberikan Pendidikan dan pelatihan kepada para guru terkhususnya guru mata pelajaran sehingga mereka dapat memahami dan mengerti apa yang akan mereka ajarkan.
2. Menyediakan media pembelajaran dan sumber –sumber belajar sehingga antara isi kurikulum dengan materi pembelajaran dapat berkesinambungan karna adnya media dan sumber pembelajaran.
3. Memberikan motivasi kepada peserta didik ahwasanya dengan kurikulum 2013, peserta
didik akan lebih kreatif dan semngat dalam pembelajaran.
4. Menyediakan media pembelajaran yang berbasis teknologi sesuai denga isi kurikulum sehingga tidak mengalami ketertinggalan.Menurut (Sudarsana, 2018) penggunaan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan para peserta didik bagaiamana siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengeceki nformasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai.
Dari hal tersebut guru juga harus berperan mengatur Batasan – Batasan pembelajaran yang akan dipelajari. (Sudarsana, 2018) memaparkan Optimalisasi penggunaan teknologi dalam implementasi kurikulum di sekolah terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap perencanaan,pelaksanaan, dan analisa. Dari segi perencanaan,guru merumuskan permasalahan dan memotivasi siswa, yang disesuaikan dengan silabus danRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dari segi pelaksanaan, pada pelaksanaaneksplorasi guru melibatkan pebelajar mencari informasi yang luas dan dalam tentangpermasalahan yang akan dibahas dengan menggunakan teknologi, pada pelaksanaanelaborasi pembelajar membagi pebelajar dalam bentuk kelompok kecil yang bertujuan untukmengembangkan kemampuan pebelajar dalam bekerja sama dan berkomunikasi padapelaksanaan konfirmasi guru memberikan umpan balik dan memberikan penegasan terhadaphasil eksplorasi dan elaborasi.
Izin menambahkan
pelaksanaan Kurikulum di suatu sekolah daerah terpencil terhambat karena kurangnya fasilitas serta sarana dan prasarana sekolah akan berdampak pada proses pembelajaran peserta didik, sarana prasarana sekolah seperti sarana instruksional yaitu mencakup alat-alat laboratorium, alat peraga pengajaran, buku-buku pelajaran/perpustakaan, Sarana personil yaitu kurangnya jumlah staf sekolah terutama tenaga guru, dan Sarana material yang menyangkut kebutuhan alat-alat fasilitas seperti ruangan kelas, ruang laboratorium, ruang rapat, ruang bimbingan, dan lain-lain beserta perlengkapannya.
Jika kurangnya sarana dan prasarana tersebut tentu saja kegiatan pembelajaran tidak akan berjalan lancar, misalnya saja jika tidak ada Laboratorium dan alat-alat percobaan, maka terpaksa pendidik dan peserta didik tidak melakukan suatu percobaan atau pendidik harus menyiapkan sebuah percobaan dengan alat-alat yang mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Kemudian jika kurangnya pendidik yang ada mengajar dikelas, terpaksa pendidik harus mengajar berpindah-pindah kelas pada jam yang sama yang tentunya akan menyebabkan proses pembelajaran tidak berjalan lancar dan kondusif.
Untuk itu sekolah dan pemerintah harus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah terpencil, Pemerintah Indonesia juga perlu meningkatkan kualifikasi dan keterampilan pendidik dan meningkatkan manajemen kinerja pendidik dan sistem akuntabilitasnya.
Izin menambahkan
Sebagai guru yang profesional tentunya kita akan bisa menghadapi permasalahan tersebut. Guru harus
bisa dituntut untuk kreatif.Guru harus bisa memutar otak bagaimana caranya agar siswa dapat tetap belajar sesuai dengan perkembangan teknologi walaupun ditengah keterbatasan.
Sehingga, setiap anak yang ada di Indonesia dapat tetap mengemban pendidikan sebagaimana mestinya.
Langkah yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana prasarana supaya kurikulum tetap dapat diterapkan dengan baik adalah sebagai berikut:
(1) Melakukan pemilihan materi yang disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada di sekolah. Dalam pemilihan materi ini disesuaikan oleh kurikulum yang berlaku.
(2) Memodifikasi sarana prasarana. Misalnya dalam pembelajaran penjas pada materi bola basket, sekolah hanya memiliki 1 ring basket. Untuk mengatasi hal tersebut maka, permainan bola basket menerapkan sistem three On three, sedangkan siswa tidak bermain three on three melakukan latihan mendrible bola dan lainnya.
(3) Memodifikasi alokasi waktu.
Sebagai contoh siswa melakukan permainan bola basket three on three yang seharusnya 1 x 10 menit dimodifikasi menjadi 1 x 5 menit agar semua siswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan permainan tersebut.
Terimakasih
Npm:2013053059
Izin manambahkan sedikit jawaban
Manurut saya langkah yang dapat pihak sekolah lakukan yaitu pengajuan dana kepada pemerintah agar terpenuhnya sarana dan prasarana.
Karena sejatinya pemerintah berkewajiban dalam mengoptimalkan pendidikan di negaranya.
Pemerintah juga perlu memberikan bantuan terhadap daerah terpencil agar pendidikan dapat berkembang dan tercapai pula tujuan pendidikan tersebut, dan kurangnya alokasi dana yang terhambat yaitu dalam hal banyak penyalahgunaan dana administrasi sekolah dan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal pendanaan sehingga adanya penyalahgunaan dana dan menghambat proses pendidikan.
Dalam hal ini pemerintah kurang tegas dalam menangani oknum-oknum yang melakukan penyelewengan dana.
Sementara sebelum terealisainya bantuan sarana dan prasarana yang di ajukan pihak sekolah kepada pemerintah,tentunya pendidik atau seorang guru harus memiliki sifat yang professional, berkompeten serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini guru harus dapat mengoperasikan komputer, melaksanakan proses mengajar dengan berbasis komputer, dan lainnya.
Setiap pendidikan wajib memiliki sarana seperti perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar agar dapat menunjang proses pembelajaran yang teratur dan ter optimal.
2013053060
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan dimas,
Menurut saya hal yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah agar kurikulum dapat berjalan dengan kondisi sarana dan prasarana yang berada di daerah terpencil adalah kurikulum sebisa mungkin dikonsep oleh pihak sekolah agar apa yang telah direncanakan untuk dicapai dapat tercapai meskipun sarana dan prasarana tidak memadai terutama di daerah terpencil, selanjutnya hal yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah semaksimal mungkin menggunakan sarana dan prasarana serta menciptakan sarana dan prasarana yang dapat dikelola dari daerah tersebut. Selain itu jika kondisi keuangan di daerah sekolah tersebut memadai dapat pula pihak sekolah memberikan sarana dan prasarana yang sekiranya dapat digunakan secara umum atau fleksibel. Namun jika dari kondisi keuangan dan juga di daerah yang sulit terjangkau maka yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah mengelola apa yang ada dengan semaksimal mungkin serta menyesuaikan kurikulum dengan kondisi sekolah tersebut tidak memaksakan suatu tindakan atau suatu kegiatan.
Terimakasih
Izin menambahkan jawaban Dimas
Kurangnya sarana dan prasarana ini membuat pembelajaran di sekolah berjalan Kurang optimal dan tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan, maupun orangtua peserta didik.
Berikut ini adalah berbagai alternatif pengembangan kurikulum untuk daerah terpencil:
1. Subject Matter Curriculum
Kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran, seperti sejarah, geografi, dan ekonomi
2. Correlated Curriculum
Model kurikulum yang menggambarkan hubungan antara dua mata pelajaran atau lebih.
3. Fusi Curriculum
Model kurikulum yang menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih ke dalam suatu mata pelajaran
4. Core Curriculum
Model kurikulum yang didasarkan pada problem dan kebutuhan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, kombinasi dari keempat pengembangan kurikulum di atas menjadi alternatif pengembangan model kurikulum yang efektif, karena bersifat situasional, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah terpencil, yang tentunya juga berbeda-beda. Adapun, salah satu model pengembangan kurikulum yang dalam pelaksanaannya merupakan gabungan aplikasi dari keempat pengembangan kurikulum di atas adalah model kelas rangkap (multigrade). Model kelas rangkap menjadi alternatif yang sangat cocok untuk mengatasi persoalan pendidikan dan pembelajaran di daerah terpencil yang memiliki berbagai keterbatasan dalam hal jumlah guru, jumlah murid, maupun sarana prasarana. Model kelas rangkap memiliki berbagai keunggulan terutama yang terkait dengan efisiensi dan efektifitas, nilai pedagogis seperti kemandirian dan kerja kelompok, pengembangan sosialisasi dan prinsip kebersamaan. Dengan demikian, disarankan bahwa kelas rangkap dapat menjadi salah satu alternatif model pengembangan kurikulum pendidikan layanan. khusus bagi daerah terpencil dan akan sangat bermanfaat jika diterapkan secara nasional.
2013053156
Izin menambahkan,
Singkat saja , menurut saya hal yang harus dilakukan pihak sekolah agar kurikulum tetap berjalan dengan baik meski banyak hambatan seperti misalnya dalam bidang fasilitas sarana dan prasarana ialah dari pihak sekolah terutama kepala sekolah sebagai pemegang tanggung jawab terhadap sekolah yang dipimpinnya untuk mengkoordinasikan hal tersebut dengan seluruh dewan guru. Kemudian melakukan pembinaan terhadap guru supaya lebih kreatif dalam melaksanakan kurikulum meskipun dalam keterbatasan. Disamping itu pihak sekolah juga senantiasa berusaha untuk mengajukan bantuan yang akan disalurkan untuk sekolah itu sendiri melalui dana BOS yang nantinya akan dipergunakan untuk menutupi segala hambatan yang ada misalnya seperti yang ditanyakan oleh saudara Dimas yaitu kekurangan fasilitas serta sarana dan prasarana.
Terimakasih
Izin bertanya
Salah atau unsur dari organisasi kurikulum adalah konsep yang dibangun berdasarkan konsep, seperti peserta didik,
masyarakat, kebudayaan, kuantitas, dan kualitas, ruangan, dan evolusi. Tolong
berikan contoh dari hal tersebut
Npm : 2013053117
izin menjawab
maksud dari konsep dalam organisasi kurikulum adalah Penyusunan komponen kurikulum selalu didasari dan disesuaikan dengan peserta didik, masyarakat, kebudayaan, kuantitas, dan kualitas, ruangan, dan evolusi tanpa mengubah tujuan dari pendidikan itu sendirii. jadi pengorganisasian kurikulum di setiap institut pendidikan bisa berbeda beda dikarenakan hal-hal tersebut
Konsep, yaitu definisi secara singkat dari
sekelompok fakta atau gejala. Konsep merupakan definisi dari apa
yang perlu diamati, konsep menentukan adanya hubungan empiris.
Hampir setiap bentuk organisasi kurikulum dibangun berdasarkan
konsep, seperti:
a. masyarakat: lebih mengarah ke ekonomi, terdapat beberapa sekolah yang mengharuskan untuk membeli buku atau LKS sebagai media belajar peserta didik. Hal tersebut harus disepakati oleh masyarakat setempat yang menyekolahkan anaknya di suatu sekolah. Jika masyarakat sepakat untuk tidak membeli buku aku pelajaran atau LKS untuk anak-anaknya, maka sistem pembelajaran memanfaatkan sumber dari pendidik saja. Namun sebaliknya, dengan masyarakat yang memang menyetujui untuk membeli buku pelajaran maka peserta didik tidak hanya dapat belajar di sekolah saja melainkan dapat membaca baca buku di rumah. Dan lebih mudah untuk mendidik memberikan tugas atau bimbingan.
b. kebudayaan: mata pelajaran, khususnya bahasa daerah dapat berbeda-beda. disesuaikan dengan suku dan budaya daerah masing-masing. Ketika di daerah Jawa, bahasa daerahnya adalah bahasa Jawa. Dan di sekolah yang ada di Lampung, bahasa daerahnya adalah bahasa Lampung. Begitu juga dengan daerah-daerah lainnya.
c. ruangan: ruangan harus di konsep dan disesuaikan dengan tujuan dari lembaga pendidikan tertentu. Misalnya, kepala sekolah dapat menyediakan fasilitas laboratorium untuk peserta didik melakukan praktikum. Karena tidak semua kegiatan pembelajaran bisa dan harus dilakukan di dalam ruang kelas saja.
d. evolusi: contohnya seperti perubahan-perubahan tak terduga seperti penyimpangan atau ketidak serasian kurikulum dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan dalam pendidikan.
2013053131
Izin menambahkan
Organisasi kurikulum berkaitan dengan pengaturan bahan pelajaran, yang selanjutnya memiliki dampak terhadap masalah administratif pelaksanaan proses pembelajaran. Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan atau isi kurikulum yang tujuannnya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Dari penjelasan ini, menunjukkan bahwa tujuan utama dilakukannya pengorganisasian dan pengembangan kurikulum secara umum adalah agar peserta didik mudah menyerap keseluruhan mata pelajaran dan pada akhirnya tujuan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai lewat pendidikan nasional.
Melalui organisasi kurikulum ini, guru dan pengelola pendidikan akan memiliki gambaran yang jelas tentang tujuan program pendidikan, bahan ajar, tata urut dan cakupan materi, penyajian materi, serta peran guru dan murid dalam rangkaian pembelajaran. Oleh karena itu sangatlah penting mempelajari tentang organisasi kurikulum karena langsung dengan proses pembelajaran disekolah.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Dari kelompok 6
Contoh dari unsur organisasi kurikulum yang dibangun oleh konsep, seperti peserta didik, peserta didik,
masyarakat, kebudayaan, kuantitas, dan kualitas, ruangan, dan evolusi
Bisa dilihat dari kurikulum terpadu
Kurikulum terpadu adalah kurikulum yang menyajikan bahan pembelajaran secara unit dan keseluruhan tanpa mengadakan batas-batas antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya. lntegrasi berasal dari kata “integer” yang berarti unit. Dengan integrasi dimaksud perpaduan, koordinasi, harmoni, kebulatan keseluruhan. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini, tetapi juga tujuannya. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang “intergrated”, yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Orang yang ”integrated” hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan di luar sekolah.[6]
Kurikulum ini memandang bahwa dalam suatu pokok bahasan harus terpadu (integrated) secara menyeluruh. Keterpaduan ini dapat dicapai melalui pemusatan pelajaran pada satu masalah tertentu dengan alternatif pemecahan melalui berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran yang diperlukan, sehingga batas-batas antar mata pelajaran dapat ditiadakan. Kurikulum ini memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara kelompok maupun secara individu, lebih memberdayakan masyarakat sebagai sumber belajar, memungkinkan pembelajaran bersifat individu terpenuhi, serta dapat melibatkan siswa dalam mengembangkan program pembelajaran. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini akan bermanfaat secara fungsional serta dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan kemampuan siswa baik secara proses maupun produk. Bahan pelajaran selalu aktual sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat maupun siswa sebagai indivudu yang utuh, sehingga bahan pelajaran yang dipelajari selalu sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa.
Nah dalam hal ini kan bisa kita ambil buku Tematik itukan sudah ada campuran yah maksudnya sudah ada integrasi mata pelajaran yang satu dengan yang lain.
Terima Kasih
Nida Ankhofia
2013053101
Izin bertanya
Bagaimana mekanisme atau bagaimana contoh penerapan dari kurikulum yang dapat mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) yang dialami siswa sehingga dapat memengaruhi perkembangan pribadinya.
Terima kasih
NPM 2013053116
Dari kelompok 6 izin menjawab pertanyaan Nida.
Kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pengertian bahwa kurikulum bukan hanya rancangan tertulis yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik. Melainkan termasuk implementasi di ruang kelas, di lingkungan sekolah, dan di lingkungan masyarakat, selama pengalaman itu sejalan dengan tujuan pendidikan. Pengalaman belajar adalah proses kegiatan belajar yang dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Aspek-aspek kurikulum yang terdapat dalam kurikulum sebagai pengalaman belajar sebagai berikut.
Tanner dan Tanner (1980) yang menyatakan bahwa kurikulum meliputi :
a. Kurikulum sebagai pengetahuan yang di organisasikan,
b. Kurikulum sebagai model mengajar,
c. Kurikulum sebagai arena pengalaman,
d. Kurikulum sebagai pengalaman,
e. Kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing,
f. Kurikulum sebagai kehidupan terbibing,
g. Kurikulum sebagai suau rencana pembelajaran,
h. Kurikulum sebagai sistem produksi secara teknologi, dan
i. Kurikulum sebagai tujuan.
Untuk contoh penerpannya saya belum menemukan, jika rekan-rekan yang ingin menambahkan saya silakan
NPM: 2013053130
Izin menambahkan, kurikulum yang mencakup pengalaman belajar tercakup pada mata pelajaran ataupun kegiatan lainnya baik di dalam kelas atau diluar kelas bahkan pengalaman hidup peserta didik itu sendiri. Melihat dari hal itu, dapat dikatakan pada saat peserta didik mempelajari mata pelajaran dan berbagai kegiatan lain yang dapat memberi pengalaman beajar yang bermanfaat. Kegiatan pembelajaran pun tidak terbatas pada kegiatan belajar didalam kelas atau sekolah, melainkan juga kegiatan yang dilakukan diluar kelas atau sekolah, asalkan dilakukan atas tanggung jawab sekolah. Lalu, hal itu pula menjadikan peserta didik untuk aktif dan merasakan pengalamannya sendiri saat melakukan, di mana hal tersebut akan mempengaruhi perkembangan pribadinya berupa cara berpikir, bertindak ataupun mengambil keputusan. Contohnya ialah pada materi IPS tentang ekonomi, peserta didik diminta untuk mempraktikkan bagaimana cara berjualan meliputi kegiatan produksi dengan meminta mereka untuk membuat salah satu barang atau makanan untuk mereka jual sendiri, di mana dari contoh itu peserta didik akan mengalami pengalaman tentang penerapan materi tersebut. Berdasarkan hal tersebut, nantinya peserta didik dapat siap untuk berperan atau menyesuaikan dirinya dengan seluruh aspek kehidupan di masyarakat yang merupakan tujuan daripada pendidikan itu sendiri.
Terima kasih
2013053081
Izin menambahkan sedikit jawaban atas pertanyaan Nida.
Kurikulum yang dapat mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) sangat mendukung pembelajaran tidak hanya di dalam kelas saja, namun mencakup juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar kelas. Oleh karena itu, contoh penerapan dari kurikulum learning experiences sehingga dapat memengaruhi perkembangan pribadi peserta didik menurut saya adalah:
1. Metode pembelajaran observasi dan eksperimen, peserta didik akan banyak berinteraksi dengan lingkungannya;
2. Strategi pembelajaran inkuiri, karena menekankan kepada proses mencari dan menemukan;
3. Penerapan PBL (Probem Based Learning) di setiap mata pelajaran, karena peserta didik akan saling berdiskusi untuk menyelesaikan atau mencari solusi permasalahan.
Npm:2013053059
Izin menambahkan.
kurikulum yang mengartikan kurikulum sebagai keseluruhan pengalaman belajar yang diperoleh siswa atas tanggung jawab sekolah. Pengalaman-pengalaman belajar itu bisa berupa mata pelajaran, dan bisa pula berbagai kegiatan lain yang dianggap dapat memberikan pengalaman belajar yang bersifat bermanfaat.
perlu dipahami bahwa pengalaman belajar tersebut dapat diperoleh baik dalam sekolah maupun diluar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing oleh pihak sekolah. Dengan demikian kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan siswa di rumah. contoh dari kurikulum yang mencakup semua pengalaman belajar itu seperti Pendidik memberikan tugas kepada peserta didik nya dan peserta didik mengerjakan dengan baik tugas-tugas tersebut.
kurikulum berperan dalam
memfasilitasi individu atau peserta didik sebagai upaya mengembangkan
pengalaman hidup. Lebih lanjut Ornstein & Hunkins (2013: 8) menguraikan
lingkup kurikulum secara luas, yaitu; Pertama, kurikulum sebagai rencana
pembelajaran. Artinya kurikulum direncanakan untuk mencapai tujuan
pembelajaran, yang berisi pengalaman belajar terencana dan terprogram serta
hasil belajar yang terbentuk dari rekonstruksi peserta didik atas pengetahuan
yang dipelajarinya. Jadi, implementasi kurikulum harus menimbulkan
interaksi peserta didik dengan konten kurikulum. Hasil interaksi inilah yang
membuahkan pengetahuan yang selanjutnya ditransformasi menjadi
pengalaman dan/atau kompetensi. Secara implisit peserta didik yang memiliki
kompetensi berarti mempunyai keterampilan aplikatif dalam mentransformasi
konten menjadi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.Kurikulum sebagai hasil belajar
menunjukkan pergeseran titik berat kurikulum dari sebagai alat (curriculum
plans) menjadi tujuan (curriculum outcomes). Kurikulum ini berdasarkan
asumsi bahwa hasil yang dinyatakan adalah suatu cara yang baik untuk
menetapkan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan. Kurikulum sebagai hasil
belajar mengharuskan secara eksplisit dan terperinci perubahan apa saja yang
akan dicapai oleh peserta didik. Selain itu, kurikulum harus menspesifikasi
proses pembelajaran yang harus ditempuh peserta didik agar tujuan
kurikulum itu tercapai secara efektif dalam menghasilkan pengalaman belajar
yang relevan dengan tujuan.
terima kasih
Utchi Umairoh 2013053094
Izin Bertanya
Bagaimana perkembangan pengembangan kurikulum di sekolah dasar pada masa pandemi seperti saat ini? Apakah sudah berjalan dengan maksimal? Tolong Jelaskan
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Dari kelompok 6
Bagaimana pengembangan kurikulum di masa pandemi?
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.
Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Mendikbud.
Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.
Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik.Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SD modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali.
Diperlukan adanya kerjasama antara orang tua dalam mendampingi putra putrinya dalam pembelajaran daring ini.
Terimakasih
Penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan oleh guru.Guru mempunyai 2 posisi yaitu sebagai pelaksana kurikulum dan sebagai pengembang kurikulum.Kurikulum formal dibuat oleh Kemdikbud bersifat mati dalam artian dokumen.Namun bersifat hidup jika ada kreativitas dan inovasi para guru dalam melaksanakan sekaligus mengembangkan isi kurikulum.Pengembangan kurikulum di masa pandemi yaitu menyeleksi atau menyederhanakan bahan ajar dalam kondisi pandemi,memilih metode pembelajaran yang tepat dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik tidak merasa jenuh.
2013053177
Izin menambahkan jawaban
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kurikulum pada kondisi khusus tersebut memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud menerangkan bahwa di dalam keputusan Mendikbud tersebut terdapat tiga opsi yang dapat dilakukan sekolah dalam pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus. Opsi pertama, sekolah dapat tetap menggunakan kurikulum nasional. Lalu opsi kedua, sekolah dapat menggunakan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus yang disusun oleh Kemendikbud. Adapun opsi ketiga, sekolah dapat melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.
Jika pemerintah memutuskan melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), para guru tidak boleh memindahkan sekolah ke rumah. Perlu disusun jam pengajaran dengan para gurunya sehingga tidak membebani siswa dan orangtua yang membantu anaknya belajar di rumah. Soal lama jam belajar, misalnya, PJJ tidak harus berlangsung selama 10 jam dengan guru secara bergantian mengajar. Dalam kondisi sekarang, jam sekolah dan jam ujian atau ulangan dibuat lebih fleksibel. Model pun lebih luwes.
Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Satriwan Salim mengatakan, diperlukan kurikulum yang adaptif dengan kondisi darurat saat pandemi Covid-19. Adaptasi ini terkait empat dari delapan Standar Nasional Pendidikan, yaitu standar isi, proses, penilaian pendidikan, dan kompetensi kelulusan. Struktur Kurikulum 2013 yang padat harus dilonggarkan, disesuaikan dengan kondisi guru dan siswa yang belum ideal untuk pembelajaran jarak jauh.
Terima kasih
Sekolah dapat membedah ulang kurikulum dan mengubah strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Elemen 4C (creative, critical thinking, collaboration, dan comunicative) dikembangkan pada saat ini.
Pada elemen creatif, di masa pandemi covid 19 tugas-tugas dikumpulkan dalam bentuk video, membuat poster dan lain-lain sebagainya yang memerlukan kreativitas yang tinggi dari peserta didik.
Media pembelajaran juga mengalami perubahan. Pada masa sekarang lebih banyak menggunakan kan gaway dibandingkan buku mata pelajaran. Karena gawai lebih mudah diakses dan lebih banyak sumber-sumber pembelajaran yang di dalamnya.
Pada elemen critical thinking skill lebih ditingkatkan. Karena Dengan hadirnya cofid19 menghadirkan pengalaman baru dan diperlukannya pemikiran-pemikiran baru dari peserta didik mengenai solusi solusi untuk memecahkan suatu masalah.
Pada elemen collaboration, lebih ditekankan. Karena untuk menciptakan suatu kreativitas dengan critical thinking perlunya kolaborasi antar peserta didik maupun pendidik. Karena tidak bisa untuk memikirkan sesuatu hal hanya sendirian.
Pada elemen comunicative, tentunya lebih berkembang. Berkaitan dengan tiga elemen lainnya, untuk menciptakan suatu kreativitas dan berfikir kritis dengan kolaborasi tentunya harus adanya komunikasi. Komunikasi dapat meminimalisir kesalahpahaman dan dan untuk menyerasikan pendapat satu sama lain.
Npm : 2013053117
izin menambahkan
seperti yang kita tahu bahwa kurikulum itu harus fleksibel dan juga adaptif sesuai dengan keadaaan dan daerah masing -masing, oleh karena itu kurikulum pada masa pandemi ini mengalami pengembangan atau penyederhanaan yaitu dikeluarkannya kebijakan penyederhanaan kurikulum. Artinya bahwa muatan konten dan kompetensi yang selama ini menjadi target pencapaian pembelajaran di kelas harus direvisi dari sisi kuantitas, kualitas, dan prioritas kompetensi dasar. Kompetensi harus lebih disederhanakan yang berorientasi pada kompetensi dasar prasyarat dan esensial yang penting untuk kecakapan hidup
penyederhanaan kurikulum ini akan membuat beban belajar mengajar antara guru dan siswa dapat berkurang dan lebih fokus pada pembelajaran serta penilaian yang bermakna dan esensial.
NPM : 2013053127
Izin bertanya, dalam makalah dijelaskan tentang Ketatalaksanaan Kurikulum.
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan kurikulum merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Lalu apakah ada tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum serta pengembangannya di daerah terpencil?
2063053003
izin menjawab,
tantangan dan hambatan yang sering terjadi di daerah terpencil dalam pelaksanaan kurikulum
1. pendidik
menghadapi tantangan konektivitas yang mungkin menghalang guru-guru terbaik untuk bekerja di daerah terpencil, karena jaraknya sangat jauh dan juga fasilitas jalan menuju ke daerah itu sulit.
2. fasilitas sekolah
3. kemangkiran guru.
4. fasilitas alat tulis belajar dan buku buku bacaan
NPM 2013053116
Izin menambahkan jawaban Anjelly Triane Chaterina
Terdapat banyak tantangan bagi negara berkembang untuk menyediakan layanan pendidikan yang baik, terutama di daerah perdesaan dan terpencil. Indonesia tidak terkecuali. Walaupun akses ke pendidikan dasar di Indonesia telah mencapai partisipasi universal, kualitas layanan pendidikan dan hasil belajar peserta didik masih rendah.
Kedua, kualitas layanan pendidikan di sekolah survei terkendala oleh kualifikasi guru, komposisi guru, dan tuntutan mengajar multi kelas. Tiga puluh empat persen guru dan 18% kepala sekolah hanya memiliki pendidikan sekolah menengah atas. Guru PNS merupakan 40% dari seluruh tenaga pengajar, dengan kekurangan diisi oleh guru kontrak (42,5% guru honorer dan 15,8 dikontrak oleh kabupaten atau provinsi).
Ketiga, kemangkiran guru adalah masalah serius, karena secara langsung mempengaruhi apakah peserta didik belajar di sekolah atau tidak. Kunjungan mendadak ke sekolah sampel mendapati 25% ruang kelas tidak memiliki guru, dan 17% guru tidak datang ke sekolah.Untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah terpencil, Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi dan keterampilan guru dan meningkatkan manajemen kinerja guru dan sistem akuntabilitasnya. Dalam jangka pendek, pelatihan pengembangan kapasitas harus memprioritaskan lebih banyak guru di daerah terpencil atau mewajibkan agar sejumlah persentase peserta minimum berasal dari daerah terpencil. Dalam jangka panjang, guru yang berkualifikasi - guru baru maupun yang sudah mengajar - seharusnya mendapatkan insentif yang lebih baik untuk bekerja di daerah terpencil. Sebenarnya dari sisi kebijakan, bekerja di daerah terpencil seharusnya menghasilkan lebih banyak nilai kredit bagi guru untuk menjadi pegawai negeri, faktanya penempatan di daerah terpencil cenderung memiliki jangka waktu tidak terbatas sehingga membuat banyak guru berkecil hati. Evaluasi dampak KIAT Guru menemukan ketika masyarakat terlibat dalam peningkatan akuntabilitas guru dan tunjangan khusus guru dibayarkan berdasarkan kehadiran, maka hasil belajar murid juga meningkat.
Keempat, dan yang paling memprihatinkan, sebagian besar siswa yang diuji mendapatkan nilai Bahasa Indonesia dan matematika dua tingkat di bawah kelas yang mereka ikuti saat ini. Analisis kami mengaitkan hasil belajar murid yang rendah dengan pendidikan orang tua yang rendah; lebih sedikit waktu yang didedikasikan untuk pendidikan anak mereka; dan jauh lebih sedikit keterlibatan dengan komite sekolah dan guru.
2013053131
Izin menambahkan
Permasalahan Kurikulum
Begitu banyak masalah-masalah kurikulum dan pembelajaran yang dialami Indonesia. Masalah-masalah ini turut andil dalam dampaknya terhadap pembelajaran dan pendidikan Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah kurikulum yang ditemui:
Pada guru: guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum disebabkan beberapa hal yaitu kurang waktu, kekurang sesuaian pendapat, baik dengan sesama guru maupun kepala sekolah & administrator karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.
Dari masyarakat: untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat, baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan ataupun kurikulum yang sedang berjalan. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah.
Masalah biaya: untuk pengembangan kurikulum apalagi untuk kegiatan eksperimen baik metode isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit.
Kepala sekolah : dalam hal ini seharusnya kepala sekolah mempunyai latar belakang mendalam tentang teori dan praktek kurikulum. Kepala sekolah merupakan peranan yang penting dalam pengembangna kurikulum.
Birokrasi : terdiri dari para inspeksi di Kanwil dan juga orang tua maupun tokoh- tokoh masyarakat. Kepala sekolah dan stafnya tidak dapat bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.
Untuk mencapai tujuan dari pengembangan kurikulum, para pengembangan perlu memahami berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Ada berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Masalah-masalah yang dikaji dalam perkuliahan ini mencakup masalah baik secara khusus (para guru, masyarakat, kepala sekolah, biaya, dan birokasi) maupun secara umum.
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109
Izin bertanya, dalam pengorganisasian kurikulum, telah dijelaskan bahwa terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan. Pertanyaan saya adalah apakah ada hambatan atau rintangan tertentu bagi pendidik dalam mengorganisasikan kurikulum itu sendiri dalam ruang lingkup manajemen pendidikan? Lalu, bagaimana solusi atau cara yang harus kita lakukan sebagai calon pendidik dalam mengatasi hal tersebut?
Terima kasih.
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Dari kelompok 6
Begitu banyak masalah-masalah kurikulum dan pembelajaran yang dialami Indonesia. Masalah-masalah ini turut andil dalam dampaknya terhadap pembelajaran dan pendidikan Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah kurikulum yang ditemui:
1.Pada guru: guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum disebabkan beberapa hal yaitu kurang waktu, kekurang sesuaian pendapat, baik dengan sesama guru maupun kepala sekolah & administrator karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.
2.Dari masyarakat: untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat, baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan ataupun kurikulum yang sedang berjalan. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah.
3.Masalah biaya: untuk pengembangan kurikulum apalagi untuk kegiatan eksperimen baik metode isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit.
Kepala sekolah : dalam hal ini seharusnya kepala sekolah mempunyai latar belakang mendalam tentang teori dan praktek kurikulum. Kepala sekolah merupakan peranan yang penting dalam pengembangna kurikulum.
4.Birokrasi : terdiri dari para inspeksi di Kanwil dan juga orang tua maupun tokoh- tokoh masyarakat. Kepala sekolah dan stafnya tidak dapat bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.
Untuk mencapai tujuan dari pengembangan kurikulum, para pengembangan perlu memahami berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Ada berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Masalah-masalah yang dikaji dalam perkuliahan ini mencakup masalah baik secara khusus (para guru, masyarakat, kepala sekolah, biaya, dan birokasi) maupun secara umum.
Terima Kasih
Dari saya pribadi mohon maaf apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam memandu diskusi hari ini dan apabila banyak kesalahan dalam presentasi pada hari ini kami kelompok 6 meminta maaf dan kepada Allah SWT memohon ampun dan jika banyak lebihnya itu semua datangnya dari Allah SWT.
Saya akhiri, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wa'alaikumsalam warohmatullohiwabarakatuh
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh