Pedesaan Masa Ekonomi Liberal hingga Politik Etis

Diskusi

Diskusi

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 9

Jelaskan menurut anda apa hal penting yang diperoleh masyarakat pedesaan pada diterapkannya ekonomi liberal hingga politik etis !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Rifki Ardiansyah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Rifki Ardiansyah NPM 2053033006. Izin menjawab pertanyaan yang bapak berikan tentang apa hal penting yang diperoleh masyarakat pedesaan pada diterapkannya ekonomi liberal hingga politik etis.

Selama masa liberalisme ini, modal swasta dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya telah mendirikan perkebunan kopi, teh, gula, dan kina yang cukup besar. Pada masa liberalisme ini juga, sistem tanam paksa di Indonesia sudah dihapuskan. Dengan bebasnya kehidupan ekonomi dari pemerintah, mendorong perkembangan ekonomi Hindia-Belanda. Zaman liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di Jawa. Penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanahnya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan besar. Adanya perkebunan-perkebunan tersebut, memberikan peluang bagi rakyat Indonesia untuk bekerja sebagai buruh perkebunan. Perkembangan pesat perkebunan teh, kopi, tembakau, dan tanaman perdagangan lainnya berlangsung antara 1870-1885. Selama itu pemerintah meraup keuntungan besar.

Politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang hutang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan rakyat Nusantara. pada kebijakan politik etis bantuan keuangan dari Belanda akan dikhususkan untuk perluasan layanan kesehatan dan pendidikan dan penyediaan layanan penyuluhan pertanian yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi desa. Politik etis bertendesi pada desentralisasi pada politik, kesejahteraan rakyat, dan efisiensi.
Ada tiga bidang yang dipakai dalam politik etis tersebut, yakni irigasi, emigrasi, dan pendidikan. Berikut tiga bidang tersebut, yakni:

1. Irigasi (pengairan)
Pada pengairan pemerintah Belanda membangun dan memperbaiki irigasi. Membangun bendungan besar penampung hujan untuk keperluan pertanian. Pemerintah Belanda juga melakukan perbaikan sanitasi untuk mengurangi penyakit. Ada juga perbaikan sarana infrastruktur terutama pada jalan raya dan jalur kereta api. Infrastruktur tersebut untuk memudahkan dalam pengangkutan komoditas pertanian dan perkebunan.

2. Emigrasi (perpindahan penduduk)
Program emigrasi dipakai pemerintah Belanda untuk pemerataan penduduk di Pulau Jawa dan Madura. Karena di dua pulau tersebut jumlah penduduk pada 1900 mencapai 14 juta jiwa. Apalagi kawasan perkebunan yang begitu luas di luar Pulau Jawa tidak sebanding dengan kawasan pemukiman yang semakin sempit. Akhirnya pemerintah Belanda membuat pemukiman baru di Pulau Sumatra dan memindahkan rakyat. Mereka juga ditempatkan diperkebunan-perkebunan sebagai pekerja. Karena banyak pemilik perkebunan yang meminta dan membutuhkan pegawai.

3. Educasi
Edukasi merupakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan jumlah buta huruf rakyat yang berimplikasi baik untuk pemerintah Belanda. Di mana untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik namun dengan gaji yang murah. Dalam pendidikan sedikit dilakukan untuk memberikan tingkat peluang yang lebih besar di tingkat dasar, menengah. Dalam bidang pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan di Hindia Belanda. Pada 1900, berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sekian terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Adhani Mayvera -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan nama Adhani Mayvera dengan NPM 2053033008 izin menjawab pertanyaan yang sudah tertera di forum diskusi.


Dengan diterapkannya ekonomi liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di pulau Jawa. Dimana penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanah nya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan - perkebunan besar.Dengan adanya perkebunan-perkebunan tersebut, bisa memberikan peluang bagi rakyat Indonesia untuk bekerja sebagai buruh perkebunan. Perkembangan pesat perkebunan teh, kopi, tembakau, dan tanaman perdagangan lainnya berlangsung antara 1870-1885.

Dengan adanya sistem ekonomi liberal ini, masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreasi untuk mengatur kegiatan perekonomian, masyarakat mulai berusaha untuk menciptakan barang berkualitas tinggi agar bisa laku dipasaran, masyarakat dapat memilih hak sektor usaha tertentu disesuaikan dengan kemampuan yang ada, Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam memiliki sumber produksi baik itu barang ataupun jasa, masyarakat mulai meningkatkan efisiensi dan efektivitas tinggi demi mencari keuntungan.

Sedangkan pada saat di terapkannya politik etis, Belanda membangun sekolah bagi kaum pribumi sehingga kaum kaum pribumi dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang dibuat Belanda tersebut, Selain pendidikan, Politik Etis juga membangun irigasi yang memungkinan pengairan di tanah pertanian dan perkebunan, sehingga dapat ditanami meskipun saat musim kering sehingga masyarakat tetap bisa melaksanakan pekerjaannya walau sering musim kering.Selain itu juga terjadi perpindahan penduduk dalam proses transmigrasi.

Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by ALIFIAN FARIDZ RAMADHAN -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri nama saya Alifian Faridz Ramadhan Npm 2053033001.Izin menyampaikan pendapat mengenai hal penting apa yang diperoleh masyarakat pedesaan pada diterapkan nya ekonomi liberal hingga politik etis.

Dengan diterapkannya ekonomi liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di pulau Jawa. Dimana penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanah nya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan - perkebunan besar.Dengan adanya perkebunan-perkebunan tersebut, bisa memberikan peluang bagi rakyat Indonesia untuk bekerja sebagai buruh perkebunan.

Selama masa liberalisme ini, modal swasta dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya telah mendirikan perkebunan kopi, teh, gula, dan kina yang cukup besar. Pada masa liberalisme ini juga, sistem tanam paksa di Indonesia sudah dihapuskan. Dengan bebasnya kehidupan ekonomi dari pemerintah, mendorong perkembangan ekonomi Hindia-Belanda. masyarakat mulai berusaha untuk menciptakan barang berkualitas tinggi agar bisa laku dipasaran, masyarakat dapat memilih hak sektor usaha tertentu disesuaikan dengan kemampuan yang ada, Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam memiliki sumber produksi baik itu barang ataupun jasa, masyarakat mulai meningkatkan efisiensi dan efektivitas tinggi demi mencari keuntungan.

Pada kebijakan politik etis bantuan keuangan dari Belanda akan dikhususkan untuk perluasan layanan kesehatan dan pendidikan dan penyediaan layanan penyuluhan pertanian yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi desa. Politik etis bertendesi pada desentralisasi pada politik, kesejahteraan rakyat, dan efisiensi.
Ada tiga bidang yang dipakai dalam politik etis tersebut, yakni irigasi, emigrasi, dan pendidikan.

1. Irigasi (pengairan)
Pada pengairan pemerintah Belanda membangun dan memperbaiki irigasi. Membangun bendungan besar penampung hujan untuk keperluan pertanian.
2. Emigrasi (perpindahan penduduk)
Program emigrasi dipakai pemerintah Belanda untuk pemerataan penduduk di Pulau Jawa dan Madura. Pemerintah Belanda membuat pemukiman baru di Pulau Sumatra dan memindahkan rakyat. Mereka juga ditempatkan diperkebunan-perkebunan sebagai pekerja.
3. Educasi
Edukasi merupakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan jumlah buta huruf rakyat yang berimplikasi baik untuk pemerintah Belanda.
Dalam bidang pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan di Hindia Belanda. Belanda membangun sekolah bagi kaum pribumi sehingga kaum kaum pribumi dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang dibuat Belanda tersebut. Pada 1900, berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Demikian yang dapat saya sampaikan, Wabilahitaufik wal hidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Fefi Yunia Amalia Sari -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Fefi Yunia Amalia Sari dengan NPM 2053033010 izin menjawab pertanyaan yang sudah tertera di forum diskusi.

Pemerintah Belanda memiliki kewajiban moral untuk melakukan balas budi melalui kesejahteraan penduduk. Politik ekonomi secara tidak langsung membuka ruang sangat besar bagi swasta. Kondisi itu melahirkan perkebunan milik swasta semakin meluas. Namun kondisi tersebut tidak berpengaruh pada nasib rakyat. Karena politik ekonomi tersebut tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat pribumi.

Adanya sistem ekonomi liberal ini, masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreasi untuk mengatur kegiatan perekonomian, masyarakat mulai berusaha untuk menciptakan barang berkualitas tinggi agar bisa laku dipasaran, masyarakat dapat memilih hak sektor usaha tertentu disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Sedangkan Politik Etis juga membangun irigasi yang memungkinan pengairan di tanah pertanian dan perkebunan, sehingga dapat ditanami meskipun saat musim kering sehingga masyarakat tetap bisa melaksanakan pekerjaannya walau sering musim kering.

Lalu yang didapatkan juga ada dalam beberapa bidang yakni sebagai berikut:
1. Irigasi (pengairan)
Pada pengairan pemerintah Belanda membangun dan memperbaiki irigasi. Membangun bendungan besar penampung hujan untuk keperluan pertanian.

Pemerintah Belanda juga melakukan perbaikan sanitasi untuk mengurangi penyakit.
Ada juga perbaikan sarana infrastruktur terutama pada jalan raya dan jalur kereta api. Infrastruktur tersebut untuk memudahkan dalam pengangkutan komoditas pertanian dan perkebunan

2. Emigrasi (perpindahan penduduk)
Program emigrasi dipakai pemerintah Belanda untuk pemerataan penduduk di Pulau Jawa dan Madura. Karena di dua pulau tersebut jumlah penduduk pada 1900 mencapai 14 juta jiwa. Apalagi kawasan perkebunan yang begitu luas di luar Pulau Jawa tidak sebanding dengan kawasan pemukiman yang semakin sempit.

Akhirnya pemerintah Belanda membuat pemukiman baru di Pulau Sumatra dan memindahkan rakyat. Mereka juga ditempatkan diperkebunan-perkebunan sebagai pekerja. Karena banyak pemilik perkebunan yang meminta dan membutuhkan pegawai.

3. Educasi
Edukasi merupakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan jumlah buta huruf rakyat yang berimplikasi baik untuk pemerintah Belanda.

Dalam bidang pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan di Hindia Belanda. Pada 1900, berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Raisya Aulia -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya saya Raisya Aulia NPM 2053033009, izin menjawab pertanyaan yang telah bapak berikan.

Selama masa liberalisme ini, modal swasta dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya telah mendirikan perkebunan kopi, teh, gula, dan kina yang cukup besar.

Pada masa liberalisme ini juga, sistem tanam paksa di Indonesia sudah dihapuskan. Dengan bebasnya kehidupan ekonomi dari pemerintah, mendorong perkembangan ekonomi Hindia-Belanda.

Zaman liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di Jawa. Dimana penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanah nya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan - perkebunan besar.Dengan adanya perkebunan-perkebunan tersebut, bisa memberikan peluang bagi rakyat Indonesia untuk bekerja sebagai buruh perkebunan. 

Politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang hutang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan rakyat Nusantara. pada kebijakan politik etis bantuan keuangan dari Belanda akan dikhususkan untuk perluasan layanan kesehatan dan pendidikan dan penyediaan layanan penyuluhan pertanian yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi desa. Politik etis bertendesi pada desentralisasi pada politik, kesejahteraan rakyat, dan efisiensi.

Ada tiga bidang yang dipakai dalam politik etis tersebut, yakni irigasi, emigrasi, dan pendidikan.

1. Irigasi (pengairan)
Pada pengairan pemerintah Belanda membangun dan memperbaiki irigasi. Membangun bendungan besar penampung hujan untuk keperluan pertanian.

2. Emigrasi (perpindahan penduduk)
Program emigrasi dipakai pemerintah Belanda untuk pemerataan penduduk di Pulau Jawa dan Madura. Pemerintah Belanda membuat pemukiman baru di Pulau Sumatra dan memindahkan rakyat. Mereka juga ditempatkan diperkebunan-perkebunan sebagai pekerja.

3. Educasi
Edukasi merupakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan jumlah buta huruf rakyat yang berimplikasi baik untuk pemerintah Belanda.

Dalam bidang pendidikan sangat berperan
dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan di Hindia Belanda. Belanda membangun sekolah bagi kaum pribumi sehingga kaum kaum pribumi dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang dibuat Belanda tersebut. Pada 1900, berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sekian, terima kasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by INTAN NUR RAMADANIA -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Intan Nur Ramadania dengan NPM 2053033002. Izin menyampaikan pendapat mengenai hal apa yang diperoleh masyarakat pedesaan pada saat diterapkannya sistem ekonomi liberal dan politik etis.

  1. Ekonomi liberal. Zaman liberal ini menyaksikan penetrasi ekonomi uang yang lebih mendalam lagi ke dalam masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Hal ini disebabkan oleh penyewaan tanah penduduk oleh perusahaan-perusahaan swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan-perkebunan besar. Tanah yang disewakan tidak saja terbatas pada tanah-tanah kosong tetapi meliputi juga areal persawahan. Akibat perkembangan yang menyedihkan ini, penduduk Pulau Jawa makin di dorong ke dalam ekonomi uang, karena hilangnya mata pencaharian yang tradisional dan memaksakan mencari pekerjaan-pekerjaan di perkebunan-perkebunan besar yang dimiliki oleh Belanda dan orang-orang Eropa. Selain itu, akibat lainnya yaitu pertumbuhan penduduk di Pulau Jawa semakin pesat. Pertumbuhan penduduk yang pesat ini disebabkan menurunnya angka kematian sedangkan angka kelahiran semakin tinggi. 
  2. Politik etis. Pada era politik etis ini, Belanda membangun sekolah bagi kaum pribumi sebagai bentuk kompensasi atas keuntungan yang didapat Belanda selama tanam paksa. Selain itu, politik etis membangun irigasi yang memungkinkan pengairan di tanah pertanian dan perkebunan sehingga dapat ditanami meskipun saat musim kering. Kemudian politik etis melakukan transmigrasi penduduk, yang dimana memindahkan penduduk Jawa ke Sumatera
Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ferdy Nurfajri -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sebelumnya izin memperkenalkan diri nama saya Ferdy Nurfajri NPM 2053033013 izin menjawab forum diskusi yang telah bapak berikan.

Dengan diterapkannya ekonomi liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di pulau Jawa. Dimana penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanah nya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan - perkebunan besar.Dengan adanya perkebunan-perkebunan tersebut, bisa memberikan peluang bagi rakyat Indonesia untuk bekerja sebagai buruh perkebunan. Perkembangan pesat perkebunan teh, kopi, tembakau, dan tanaman perdagangan lainnya berlangsung antara 1870-1885.

Dengan adanya sistem ekonomi liberal ini, masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreasi untuk mengatur kegiatan perekonomian, masyarakat mulai berusaha untuk menciptakan barang berkualitas tinggi agar bisa laku dipasaran, masyarakat dapat memilih hak sektor usaha tertentu disesuaikan dengan kemampuan yang ada, Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam memiliki sumber produksi baik itu barang ataupun jasa, masyarakat mulai meningkatkan efisiensi dan efektivitas tinggi demi mencari keuntungan.

Politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang hutang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan rakyat Nusantara. pada kebijakan politik etis bantuan keuangan dari Belanda akan dikhususkan untuk perluasan layanan kesehatan dan pendidikan dan penyediaan layanan penyuluhan pertanian yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi desa. Politik etis bertendesi pada desentralisasi pada politik, kesejahteraan rakyat, dan efisiensi.

Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Gumahdona Khoirunnisa -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memperkenalkan diri nama Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011 izin menjawab pertanyaan yang sudah bapak berikan di forum ini.

Pemerintah Belanda memiliki kewajiban moral untuk melakukan balas budi melalui kesejahteraan penduduk. Politik ekonomi secara tidak langsung membuka ruang sangat besar bagi swasta. Kondisi itu melahirkan perkebunan milik swasta semakin meluas. Namun kondisi tersebut tidak berpengaruh pada nasib rakyat. Karena politik ekonomi tersebut tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat pribumi.

Adanya sistem ekonomi liberal ini, masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreasi untuk mengatur kegiatan perekonomian, masyarakat mulai berusaha untuk menciptakan barang berkualitas tinggi agar bisa laku dipasaran, masyarakat dapat memilih hak sektor usaha tertentu disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Sedangkan Politik Etis juga membangun irigasi yang memungkinan pengairan di tanah pertanian dan perkebunan, sehingga dapat ditanami meskipun saat musim kering sehingga masyarakat tetap bisa melaksanakan pekerjaannya walau sering musim kering.

Lalu yang didapatkan juga ada dalam beberapa bidang yakni sebagai berikut:
1. Irigasi (pengairan)
Pada pengairan pemerintah Belanda membangun dan memperbaiki irigasi. Membangun bendungan besar penampung hujan untuk keperluan pertanian.

Pemerintah Belanda juga melakukan perbaikan sanitasi untuk mengurangi penyakit.
Ada juga perbaikan sarana infrastruktur terutama pada jalan raya dan jalur kereta api. Infrastruktur tersebut untuk memudahkan dalam pengangkutan komoditas pertanian dan perkebunan

2. Emigrasi (perpindahan penduduk)
Program emigrasi dipakai pemerintah Belanda untuk pemerataan penduduk di Pulau Jawa dan Madura. Karena di dua pulau tersebut jumlah penduduk pada 1900 mencapai 14 juta jiwa. Apalagi kawasan perkebunan yang begitu luas di luar Pulau Jawa tidak sebanding dengan kawasan pemukiman yang semakin sempit.

Akhirnya pemerintah Belanda membuat pemukiman baru di Pulau Sumatra dan memindahkan rakyat. Mereka juga ditempatkan diperkebunan-perkebunan sebagai pekerja. Karena banyak pemilik perkebunan yang meminta dan membutuhkan pegawai.

3. Edukasi
Edukasi merupakan program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan jumlah buta huruf rakyat yang berimplikasi baik untuk pemerintah Belanda.

Dalam bidang pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan di Hindia Belanda. Pada 1900, berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Monica Agustia Wiwit Rahayu -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan nama saya Monica Agustia Wiwit Rahayu dengan NPM 2053033007 izin menjawab pertanyaan yang sudah tertera di forum diskusi.

Selama masa liberalisme ini, modal swasta dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya telah mendirikan perkebunan kopi, teh, gula, dan kina yang cukup besar. Pada masa liberalisme ini juga, sistem tanam paksa di Indonesia sudah dihapuskan. Dengan bebasnya kehidupan ekonomi dari pemerintah, mendorong perkembangan ekonomi Hindia-Belanda.

Zaman liberal menyebabkan penetrasi ekonomi lebih maju, terutama di Jawa. Penduduk pribumi di Jawa mulai menyewakan tanah-tanahnya kepada pihak swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan besar.

Berdasarkan buku Sejarah Indonesia Modern (1991) oleh M.C Ricklef, meskipun pada masa liberalisme industri perkebunan di Jawa berkembang pesat, kondisi kesejahteraan rakyat Indonesia justru mundur. Hal ini karena penduduk di Jawa semakin bertambah, sehingga memperbesar tekanan terhadap sumber-sumber bahan pangan. Tanah dengan kualitas terbaik sudah digunakan untuk tanaman dagang, sehingga padi hanya ditanam di lahan yang tandus. Pembebasan tanam paksa, ternyata hanya memberikan sedikit perbaikan. Pasalnya pajak tanah dan bentuk pembayaran lain masih harus dilakukan rakyat kepada pemerintah.

Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.