Diskusi Pertemuan 7

Diskusi Pertemuan 7.

Diskusi Pertemuan 7.

by Chansyanah Diawati -
Number of replies: 33

Silakan berdiskusi dalam membahas hasil Kertas Kerja 4 maupun mengerjakan Kertas Kerja 5.

In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Deka Fitria -
Nama : Deka Fitria
NPM : 1913023002

Izin bertanya, mengapa jika koefisien distribusi sangat besar yaitu >1000 maka ekstraksi tunggal dalam corong pemisah sederhana mungkin akan menghilangkan semua zat terlarut dari satu fase ke fase lainnya? Terimakasih
In reply to Deka Fitria

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nurul Fauziah -
izin mencoba menjawab deka, jadi karena metode ekstraksi successive ini merupakan cara paling sederhana dengan mengekstraksi zat terlarut dari suatu pelarut dengan menggunakan pelarut lainnya yang tidak saling bercampur. Campuran dua pelarut tersebut dikocok hingga diperoleh kesetimbangan distribusi zat terlarut di dalamnya dengan harapan zat terlarut akan pindah (terdistribusi) sebanyak mungkin ke pelarut yang diinginkan. Cara ini biasanya digunakan apabila akan mengekstrak sampel dalam jumlah yang tidak terlalu besar, dan peralatan yang digunakan adalah corong pisah. Pada cara ini biasanya sangat bagus digunakan untuk yang memiliki koefisien distribusi (Kd) yang besar. sehingga jika koefisien distribusi sangat besar yaitu >1000 maka ekstraksi tunggal dalam corong pemisah akan mendistribusikan zat terlarut secara keseluruhan ke salah satu fase pelarut yang diinginkan. Terimakasih mohon koreksinya ibu dan teman-teman.
In reply to Deka Fitria

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Ghina Salsabila -
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024

Izin mencoba menjawab pertnayaan deka keadaan koefisien distribusi yang besar > 1000 akan menghasilkan kualitas pemissahan yang tinggi dan mudah dipisahkan dengan pelarut yang sesuai sehingga Ekstraksi tunggal dalam corong pemisah akan mendistribusikan zat terlarut secara keseluruhan ke salah satu fase pelarut. partisi zat terlarut antara dua fase dijelaskan oleh koefisien partisi, KD. Nilai KD yang besar menunjukkan bahwa ekstraksi zat terlarut ke dalam fase organik menguntungkan.
In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Indah Tri Kartika -
Nama: Indah Tri Kartika
Npm : 1913023026
Izin bertanya mengenai ekstraksi, mengapa jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna.?
In reply to Indah Tri Kartika

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nurul Fauziah -
izin mencoba menjawab indah, hal ini karena bergantung pada harga Koefisiean distribusinya, pada ekstraksi tunggal jika KD yang besar menunjukkan bahwa ekstraksi zat terlarut akan semakin mudah terdistribusikan ke pelarut yang diinginkan, sehingga tidak perlu ekstraksi berkali-kali. mohon koreksinya ibu dan teman-teman.
In reply to Indah Tri Kartika

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Devi Rosmita -
Nama : Devi rosmita
NPM : 1913023006
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna atau mudah dipisahkan. Keadaan yang menguntungkan ini hanya terjadi ketika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia,dalam hal ini pemisahan yang dilakukan dapat dipisahkan dengan mudah.
In reply to Indah Tri Kartika

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Erliana Nurriza -
Nama: Erliana Nurriza
NPM: 1953023004
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna hanya jika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia, sehingga tidak diragukan lagi dapat dipisahkan dengan mudah. Berbeda jika kedua zat terlarut memiliki koefisien distribusi yang serupa, tetapi tidak identik.
In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Erliana Nurriza -
Nama: Erliana Nurriza
NPM: 1953023004
Izin bertanya, pada soal nomor 5 ekstraksi asam butirat sebanyak 5 kali di kertas kerja 4 saya hasilnya WA(n) = 0,38gram kemudian jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya adalah 0,378gram. Apakah teman teman yang lain hasilnya seperti ini juga? atau ada yang memiliki hasil berbeda?
Terimakasih
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Indah Tri Kartika -
Izin menjawab, berdasarkan hasil pekerjaan saya pada nomor 4(a) Berat asam butirat yang didapatkan dari hasil ekstraksi adalah 3,634 sedangkan pada perhitungan no 5 dengan menggunakan persamaan (3.11) didapatkan hasil Wa =  0,380 gram, sehingga didapatkan 3,62 gram asam butirat yang berhasil diekstraksi . Perhitungan pada no 4a dan no 5 memiliki selisih 0,14, hal ini terjadi karena pada saat perhitungan terjadi pembulatan-pembulatan.

Jika ada kesalahan silahkan dikoreksi
In reply to Indah Tri Kartika

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Ghina Salsabila -
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024

Saya sependapat dengan indah namun untuk pekerjaan saya hasil nomor 4a masa asam butirat yang terekstraksi dalam pelarut eter sebanyak 3,62 yang berasal dari  (1,5+0,94+0,58+0,375+0,225). dan untuk hasil pengerjaan soal di no 5 menggunakan rumus persamaan (3.11) hasil Wa = 0,38 gram,, maka asam butirat yang terlarut yyaitu 4 gram - 0,38 = 3,62 gram asam butirat yang terlarut dalam pelarut eter. untuk jawaban saya perhitngan 4a dan no 5 hasilnya sama`
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Wenda Yozarima -
Nama : Wenda Yozarima
NPM : 1913023008

Izin menjawab pertanyaan Erliana, tempat saya seperti ini Erli hasilnya sama hanya saja ada selisih yang sedikit.
Attachment CamScanner 10-05-2021 08.49.00_1.jpg
Attachment CamScanner 10-05-2021 08.49.00_2.jpg
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nicky Tamara Ilmi -
Nama: Nicky Tamara Ilmi
NPM: 1913023003

Izin menjawab dari perhitungan saya pada soal nomor 4 didapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram  dan hasil tersebut sama dengan pada soal nomor 5 mendapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram.
Attachment 2.jpeg
Attachment 3.jpeg
In reply to Nicky Tamara Ilmi

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Annisa Hanun -
assalamualaikum saya annisa hanun npm 1853023001 izin menyampaikan hasil yang saya dapatkan yaitu 0,38 gram juga terimakasih
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Yuli Andini -
Nama: Yuli Andini
NPM: 1913023040
Izin menjawab Erli, Menurut jawaban kertas kerja saya, dengan menggunakan persamaan n kali pada ekstraksi ke 5 dihasilkan nilai 0.38146 gr dan menggunakan persamaan seperti 4a yaitu 0.38125 gr. apabila dibulatkan maka hasilnya sama yaitu 0.38 gram. sehingga perhitungan dengan kedua persamaan tersebut diperoleh hasil yang sama. Terimakasih
In reply to Yuli Andini

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by nabyla retno -
Nama : Nabyla Retno
NPM : 1813023045
saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, dengan menggunakan persamaan n diperoleh 0,38 gram
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Agnes Regina Turnip -
Nama: Agnes Regina Turnip
NPM: 1913023028

Saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, yaitu 0,378 gram
In reply to Erliana Nurriza

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Jade Gaura Anjelika Kristata -
nama: jade gaura
npm: 1913023010

izin menjawab, pada nomor 5, saya mendapatkan hasil 0,381 sedangkan jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya juga 0,381. menurut saya itu terjadi karena terjadi pembulatan-pembulatan angka.
terimakasih
In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Wenda Yozarima -
Nama : Wenda Yozarima
NPM : 1913023008

Izin bertanya ibu dan teman-teman. Pada penjelasan pada halaman 35 disampaikan bahwa ekstraksi dalam proses Craig, menggunakan serangkaian bejana untuk bejana pertama diberi nomor 0 dst.
Untuk memulai operasi, yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan dalam bagian pertama pelarut yang lebih ringan ke dalam bejana 0 (pertama).
Mengapa pada operasi ini sampel yang dimasukkan ke dalam bejana pertama ialah sampel dengan pelarut yang lebih ringan?
Saya juga belum paham terkait gambar 3-7 adakah teman-teman yang bisa membantu saya untuk memahaminya?
Terimakasih ibu sebelumnya.
In reply to Wenda Yozarima

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Ghina Salsabila -
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024

Izin mencoba menjawab pertanyaan wenda yang terkait gambar 3-7 mengenai successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig. Pada proses awal dalam mesin craig ini yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan di bagian pertama, dimana pelarut yang digunakan lebih ringan, pelarut M, kedalam bejana 0. Setelah mencapai kesetimbangan maka setengah dari zat terlarut akan berada di fase atas dan setengahnya lagi di fase bawah (pelarut S). Lapisan atas, pelarut M kemudian dipindahkan ke bejana 1 dan bagian baru pada pelarut M ditambahkan ke bejana 0. Setelah ekuilibrasi, seperempat zat terlaut akan ditemukan di setiap fase dari setiap bejana 0 dan 1. Pelarut berikutnya M dalam bejana 0 dan masing-masing dipindahkan ke bejana 1 dan 2, bersama dengan pelarut baru M ke bejana 0. Dimana pola operasi disini sudah ditetapkan dan perkembangan distribusi zat terlarut beriringan seperti gambar. Label nomor bejana ada dibagian atas dan jumlah banyaknya larutan yang tertransfer dilabelkan dalam kotak. Total bagian zat terlarut dalam tiap lapisan di masing-masing bejana pada successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig yaitu KD = 1 dan Vm=Vs. 
mohon maaf jika kurang tepat
In reply to Ghina Salsabila

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nurul Fauziah -
izin menambahkan jawaban ghina, jadi pada gambar 3-7 ini pada gambar 'original distribution' Setiap awalnya diisi setengahnya dengan pelarut yang lebih berat yang akan digunakan (pelarut S). nah pada bejana pertama nomor 0 itu diisi dengan pelarut yang lebih ringan karena jika diperhatikan merupakan fase gerak yang akan berpindah atau ditranferkan ke bejana selanjutnya nomor 1 setelah terjadi ekstraksi (kesetimbangan) yang berlangsung di antara kedua
pelarut dan memungkinkan untuk memisahkan campuran. , sedangkan pelarut yang lebih berat berada di bawah merupakan fase yang diam atau terperangkap di dalam bejana. kemudian pelarut yang sama  ditambahkan kembali ke tabung #0, dan terjadi kesetimbangan kembali di kedua tabung. Fase gerak bagian atas tabung #0 dan tabung #1 secara simultan di transfer lagi ke tabung #1 dan tabung #2 dan seterusnya. Siklus ini berulang terus melalui semua tabung yang terdapat pada peralatan craig.
In reply to Nurul Fauziah

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Warda Sukmawati -
saya warda sukmawati izin bertanya jadi tekait dengan pelarut yang lebih berat dan pelarut yang ringan itu tergantung fase ya nurul?
In reply to Warda Sukmawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nurul Fauziah -
maaf yunda, menurut sumber yang saya baca pelarut ringan dan berat itu berdasarkan berat jenisnya yunda, misalnya air dan heksana, maka air sebagai pelarut yang lebih berat dibandingkan heksana.
In reply to Nurul Fauziah

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Reni Widi Astuti -
saya setuju dengan nurul, pelarut yang lebih berat dan pelarut ringan berbeda berdasarkan berat jenisnya
In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nicky Tamara Ilmi -
Nama: Nicky Tamara Ilmi
NPM: 191323004

Izin bertanya, pada gambar 3.6 terdapat kalimat "tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer". bagaimana maksud dari kalimat tersebut? adakah teman teman yang dapat membantu menjelaskannya sebab saya urang mengerti.
In reply to Nicky Tamara Ilmi

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Warda Sukmawati -
izin menjawab menurut saya maksud dari kalimat "tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer" yaitu jalanya zat terlarut tunggal, zat terlarut tersebut berpilaku independen semua zat lain. maaf jika salah.
In reply to Warda Sukmawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Nur Oktafiana -
saya sependapat dengan yunda warda, tidak ada pencampura yang diperbolehkan selama transfer dikarenakan kita akan mengikuti jalannya zat terlarut tunggal, meskipun ada atau tidaknya dalam campuran karena zat terlarut harus bersifat independen. Mohon maaf jika kurang tepat
In reply to Warda Sukmawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Devi Rosmita -
Iya saya setuju dengan yunda Warda, bahwa zat terlarut berperilaku independen dari semua zat lain
In reply to Warda Sukmawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Eva Erlanda -
Saya sependapat dengan yunda warda, dan izin menambahkan, Hanya zat terlarut tunggal yang kita perhatikan prosesnya, ada tidaknya dalam campuran tidak penting karena setiap zat terlarut berprilaku secara mandiri tidak bergantung dengan yang lainnya.
In reply to Warda Sukmawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Audy Tya -
Nama : Audytya Npm : 1953023002 Saya sependapat dengan yunda warda tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer karena zat terlarutnya harus bersfiat independen satu sama lain oleh karena itu kita akan mengikuti jalannya zat terlarut tunggal tersebut. 
In reply to Chansyanah Diawati

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Ghina Salsabila -
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024

izin bertanya terkait proses dalam mesin Craig dalam Gambar 3-6, pada proses tersebut mengapa Pencampuran tidak diperbolehkan selama proses transfer, apa yang mungkin akan terjadi jika dilakukan pencampuran selama proses transfer ?
In reply to Ghina Salsabila

Re: Diskusi Pertemuan 7.

by Wayan Lusi Oktaviana -
Nama : Wayan Lusi Oktaviana
NPM : 1913023016
Mohon maaf izin mencoba menjawab, menurut saya karena proses tersebut seharusnya tidak terjadi secara kontinu atau dilakukan dalam tahap pertahap tersendiri secara berturut-turut mkaa dari itu selama proses transfer tidak boleh dilakukan pencampuran. Hal itu akan membawa pengaruh terhadap kesetimbanngan dan fasa yang berpindah nantinya. mohon maaf apabila kurang tepat, terimakasih.