Silakan berdiskusi dalam membahas hasil Kertas Kerja 4 maupun mengerjakan Kertas Kerja 5.
Nama : Deka Fitria
NPM : 1913023002
Izin bertanya, mengapa jika koefisien distribusi sangat besar yaitu >1000 maka ekstraksi tunggal dalam corong pemisah sederhana mungkin akan menghilangkan semua zat terlarut dari satu fase ke fase lainnya? Terimakasih
NPM : 1913023002
Izin bertanya, mengapa jika koefisien distribusi sangat besar yaitu >1000 maka ekstraksi tunggal dalam corong pemisah sederhana mungkin akan menghilangkan semua zat terlarut dari satu fase ke fase lainnya? Terimakasih
izin mencoba menjawab deka, jadi karena metode ekstraksi successive ini merupakan cara paling sederhana dengan mengekstraksi zat terlarut dari suatu pelarut dengan menggunakan pelarut lainnya yang tidak saling bercampur. Campuran dua pelarut tersebut dikocok hingga diperoleh kesetimbangan distribusi zat terlarut di dalamnya dengan harapan zat terlarut akan pindah (terdistribusi) sebanyak mungkin ke pelarut yang diinginkan. Cara ini biasanya digunakan apabila akan mengekstrak sampel dalam jumlah yang tidak terlalu besar, dan peralatan yang digunakan adalah corong pisah. Pada cara ini biasanya sangat bagus digunakan untuk yang memiliki koefisien distribusi (Kd) yang besar. sehingga jika koefisien distribusi sangat besar yaitu >1000 maka ekstraksi tunggal dalam corong pemisah akan mendistribusikan zat terlarut secara keseluruhan ke salah satu fase pelarut yang diinginkan. Terimakasih mohon koreksinya ibu dan teman-teman.
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024
Izin mencoba menjawab pertnayaan deka keadaan koefisien distribusi yang besar > 1000 akan menghasilkan kualitas pemissahan yang tinggi dan mudah dipisahkan dengan pelarut yang sesuai sehingga Ekstraksi tunggal dalam corong pemisah akan mendistribusikan zat terlarut secara keseluruhan ke salah satu fase pelarut. partisi zat terlarut antara dua fase dijelaskan oleh koefisien partisi, KD. Nilai KD yang besar menunjukkan bahwa ekstraksi zat terlarut ke dalam fase organik menguntungkan.
NPM : 1913023024
Izin mencoba menjawab pertnayaan deka keadaan koefisien distribusi yang besar > 1000 akan menghasilkan kualitas pemissahan yang tinggi dan mudah dipisahkan dengan pelarut yang sesuai sehingga Ekstraksi tunggal dalam corong pemisah akan mendistribusikan zat terlarut secara keseluruhan ke salah satu fase pelarut. partisi zat terlarut antara dua fase dijelaskan oleh koefisien partisi, KD. Nilai KD yang besar menunjukkan bahwa ekstraksi zat terlarut ke dalam fase organik menguntungkan.
Nama: Indah Tri Kartika
Npm : 1913023026
Izin bertanya mengenai ekstraksi, mengapa jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna.?
Npm : 1913023026
Izin bertanya mengenai ekstraksi, mengapa jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna.?
izin mencoba menjawab indah, hal ini karena bergantung pada harga Koefisiean distribusinya, pada ekstraksi tunggal jika KD yang besar menunjukkan bahwa ekstraksi zat terlarut akan semakin mudah terdistribusikan ke pelarut yang diinginkan, sehingga tidak perlu ekstraksi berkali-kali. mohon koreksinya ibu dan teman-teman.
Nama : Devi rosmita
NPM : 1913023006
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna atau mudah dipisahkan. Keadaan yang menguntungkan ini hanya terjadi ketika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia,dalam hal ini pemisahan yang dilakukan dapat dipisahkan dengan mudah.
NPM : 1913023006
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna atau mudah dipisahkan. Keadaan yang menguntungkan ini hanya terjadi ketika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia,dalam hal ini pemisahan yang dilakukan dapat dipisahkan dengan mudah.
Nama: Erliana Nurriza
NPM: 1953023004
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna hanya jika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia, sehingga tidak diragukan lagi dapat dipisahkan dengan mudah. Berbeda jika kedua zat terlarut memiliki koefisien distribusi yang serupa, tetapi tidak identik.
NPM: 1953023004
Izin menjawab, jika satu zat terlarut memiliki K jauh lebih besar dari 1, dan yang lain jauh lebih kecil dari 1, ekstraksi tunggal akan menyebabkan pemisahan yang hampir sempurna hanya jika dua zat terlarut sangat berbeda secara kimia, sehingga tidak diragukan lagi dapat dipisahkan dengan mudah. Berbeda jika kedua zat terlarut memiliki koefisien distribusi yang serupa, tetapi tidak identik.
Nama: Erliana Nurriza
NPM: 1953023004
Izin bertanya, pada soal nomor 5 ekstraksi asam butirat sebanyak 5 kali di kertas kerja 4 saya hasilnya WA(n) = 0,38gram kemudian jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya adalah 0,378gram. Apakah teman teman yang lain hasilnya seperti ini juga? atau ada yang memiliki hasil berbeda?
Terimakasih
NPM: 1953023004
Izin bertanya, pada soal nomor 5 ekstraksi asam butirat sebanyak 5 kali di kertas kerja 4 saya hasilnya WA(n) = 0,38gram kemudian jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya adalah 0,378gram. Apakah teman teman yang lain hasilnya seperti ini juga? atau ada yang memiliki hasil berbeda?
Terimakasih
Izin menjawab, berdasarkan hasil pekerjaan saya pada nomor 4(a) Berat asam butirat yang didapatkan dari hasil ekstraksi adalah 3,634 sedangkan pada perhitungan no 5 dengan menggunakan persamaan (3.11) didapatkan hasil Wa = 0,380 gram, sehingga didapatkan 3,62 gram asam butirat yang berhasil diekstraksi . Perhitungan pada no 4a dan no 5 memiliki selisih 0,14, hal ini terjadi karena pada saat perhitungan terjadi pembulatan-pembulatan.
Jika ada kesalahan silahkan dikoreksi
Jika ada kesalahan silahkan dikoreksi
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024
Saya sependapat dengan indah namun untuk pekerjaan saya hasil nomor 4a masa asam butirat yang terekstraksi dalam pelarut eter sebanyak 3,62 yang berasal dari (1,5+0,94+0,58+0,375+0,225). dan untuk hasil pengerjaan soal di no 5 menggunakan rumus persamaan (3.11) hasil Wa = 0,38 gram,, maka asam butirat yang terlarut yyaitu 4 gram - 0,38 = 3,62 gram asam butirat yang terlarut dalam pelarut eter. untuk jawaban saya perhitngan 4a dan no 5 hasilnya sama`
NPM : 1913023024
Saya sependapat dengan indah namun untuk pekerjaan saya hasil nomor 4a masa asam butirat yang terekstraksi dalam pelarut eter sebanyak 3,62 yang berasal dari (1,5+0,94+0,58+0,375+0,225). dan untuk hasil pengerjaan soal di no 5 menggunakan rumus persamaan (3.11) hasil Wa = 0,38 gram,, maka asam butirat yang terlarut yyaitu 4 gram - 0,38 = 3,62 gram asam butirat yang terlarut dalam pelarut eter. untuk jawaban saya perhitngan 4a dan no 5 hasilnya sama`
Nama : Wenda Yozarima
NPM : 1913023008
Izin menjawab pertanyaan Erliana, tempat saya seperti ini Erli hasilnya sama hanya saja ada selisih yang sedikit.
NPM : 1913023008
Izin menjawab pertanyaan Erliana, tempat saya seperti ini Erli hasilnya sama hanya saja ada selisih yang sedikit.
Nama: Nicky Tamara Ilmi
NPM: 1913023003
Izin menjawab dari perhitungan saya pada soal nomor 4 didapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram dan hasil tersebut sama dengan pada soal nomor 5 mendapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram.
NPM: 1913023003
Izin menjawab dari perhitungan saya pada soal nomor 4 didapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram dan hasil tersebut sama dengan pada soal nomor 5 mendapatkan hasil WA(5) = 0,381 gram.
baik nicky terimakasih, setelah saya koreksi kembali 4a saya hasilnya 0,381 gram
baik sama sama erliana
assalamualaikum saya annisa hanun npm 1853023001 izin menyampaikan hasil yang saya dapatkan yaitu 0,38 gram juga terimakasih
Nama: Yuli Andini
NPM: 1913023040
Izin menjawab Erli, Menurut jawaban kertas kerja saya, dengan menggunakan persamaan n kali pada ekstraksi ke 5 dihasilkan nilai 0.38146 gr dan menggunakan persamaan seperti 4a yaitu 0.38125 gr. apabila dibulatkan maka hasilnya sama yaitu 0.38 gram. sehingga perhitungan dengan kedua persamaan tersebut diperoleh hasil yang sama. Terimakasih
NPM: 1913023040
Izin menjawab Erli, Menurut jawaban kertas kerja saya, dengan menggunakan persamaan n kali pada ekstraksi ke 5 dihasilkan nilai 0.38146 gr dan menggunakan persamaan seperti 4a yaitu 0.38125 gr. apabila dibulatkan maka hasilnya sama yaitu 0.38 gram. sehingga perhitungan dengan kedua persamaan tersebut diperoleh hasil yang sama. Terimakasih
Nama : Nabyla Retno
NPM : 1813023045
saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, dengan menggunakan persamaan n diperoleh 0,38 gram
NPM : 1813023045
saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, dengan menggunakan persamaan n diperoleh 0,38 gram
Nama: Agnes Regina Turnip
NPM: 1913023028
Saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, yaitu 0,378 gram
NPM: 1913023028
Saya mendapatkan hasil yang sama dengan erliana, yaitu 0,378 gram
nama: jade gaura
npm: 1913023010
izin menjawab, pada nomor 5, saya mendapatkan hasil 0,381 sedangkan jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya juga 0,381. menurut saya itu terjadi karena terjadi pembulatan-pembulatan angka.
terimakasih
npm: 1913023010
izin menjawab, pada nomor 5, saya mendapatkan hasil 0,381 sedangkan jika menggunakan rumus di nomor 4a hasilnya juga 0,381. menurut saya itu terjadi karena terjadi pembulatan-pembulatan angka.
terimakasih
Nama : Wenda Yozarima
NPM : 1913023008
Izin bertanya ibu dan teman-teman. Pada penjelasan pada halaman 35 disampaikan bahwa ekstraksi dalam proses Craig, menggunakan serangkaian bejana untuk bejana pertama diberi nomor 0 dst.
Untuk memulai operasi, yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan dalam bagian pertama pelarut yang lebih ringan ke dalam bejana 0 (pertama).
Mengapa pada operasi ini sampel yang dimasukkan ke dalam bejana pertama ialah sampel dengan pelarut yang lebih ringan?
Saya juga belum paham terkait gambar 3-7 adakah teman-teman yang bisa membantu saya untuk memahaminya?
Terimakasih ibu sebelumnya.
NPM : 1913023008
Izin bertanya ibu dan teman-teman. Pada penjelasan pada halaman 35 disampaikan bahwa ekstraksi dalam proses Craig, menggunakan serangkaian bejana untuk bejana pertama diberi nomor 0 dst.
Untuk memulai operasi, yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan dalam bagian pertama pelarut yang lebih ringan ke dalam bejana 0 (pertama).
Mengapa pada operasi ini sampel yang dimasukkan ke dalam bejana pertama ialah sampel dengan pelarut yang lebih ringan?
Saya juga belum paham terkait gambar 3-7 adakah teman-teman yang bisa membantu saya untuk memahaminya?
Terimakasih ibu sebelumnya.
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024
Izin mencoba menjawab pertanyaan wenda yang terkait gambar 3-7 mengenai successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig. Pada proses awal dalam mesin craig ini yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan di bagian pertama, dimana pelarut yang digunakan lebih ringan, pelarut M, kedalam bejana 0. Setelah mencapai kesetimbangan maka setengah dari zat terlarut akan berada di fase atas dan setengahnya lagi di fase bawah (pelarut S). Lapisan atas, pelarut M kemudian dipindahkan ke bejana 1 dan bagian baru pada pelarut M ditambahkan ke bejana 0. Setelah ekuilibrasi, seperempat zat terlaut akan ditemukan di setiap fase dari setiap bejana 0 dan 1. Pelarut berikutnya M dalam bejana 0 dan masing-masing dipindahkan ke bejana 1 dan 2, bersama dengan pelarut baru M ke bejana 0. Dimana pola operasi disini sudah ditetapkan dan perkembangan distribusi zat terlarut beriringan seperti gambar. Label nomor bejana ada dibagian atas dan jumlah banyaknya larutan yang tertransfer dilabelkan dalam kotak. Total bagian zat terlarut dalam tiap lapisan di masing-masing bejana pada successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig yaitu KD = 1 dan Vm=Vs.
NPM : 1913023024
Izin mencoba menjawab pertanyaan wenda yang terkait gambar 3-7 mengenai successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig. Pada proses awal dalam mesin craig ini yaitu memasukkan sampel yang dilarutkan di bagian pertama, dimana pelarut yang digunakan lebih ringan, pelarut M, kedalam bejana 0. Setelah mencapai kesetimbangan maka setengah dari zat terlarut akan berada di fase atas dan setengahnya lagi di fase bawah (pelarut S). Lapisan atas, pelarut M kemudian dipindahkan ke bejana 1 dan bagian baru pada pelarut M ditambahkan ke bejana 0. Setelah ekuilibrasi, seperempat zat terlaut akan ditemukan di setiap fase dari setiap bejana 0 dan 1. Pelarut berikutnya M dalam bejana 0 dan masing-masing dipindahkan ke bejana 1 dan 2, bersama dengan pelarut baru M ke bejana 0. Dimana pola operasi disini sudah ditetapkan dan perkembangan distribusi zat terlarut beriringan seperti gambar. Label nomor bejana ada dibagian atas dan jumlah banyaknya larutan yang tertransfer dilabelkan dalam kotak. Total bagian zat terlarut dalam tiap lapisan di masing-masing bejana pada successive distribusi zat terlarut dalam proses Craig yaitu KD = 1 dan Vm=Vs.
mohon maaf jika kurang tepat
izin menambahkan jawaban ghina, jadi pada gambar 3-7 ini pada gambar 'original distribution' Setiap awalnya diisi setengahnya dengan pelarut yang lebih berat yang akan digunakan (pelarut S). nah pada bejana pertama nomor 0 itu diisi dengan pelarut yang lebih ringan karena jika diperhatikan merupakan fase gerak yang akan berpindah atau ditranferkan ke bejana selanjutnya nomor 1 setelah terjadi ekstraksi (kesetimbangan) yang berlangsung di antara kedua
pelarut dan memungkinkan untuk memisahkan campuran. , sedangkan pelarut yang lebih berat berada di bawah merupakan fase yang diam atau terperangkap di dalam bejana. kemudian pelarut yang sama ditambahkan kembali ke tabung #0, dan terjadi kesetimbangan kembali di kedua tabung. Fase gerak bagian atas tabung #0 dan tabung #1 secara simultan di transfer lagi ke tabung #1 dan tabung #2 dan seterusnya. Siklus ini berulang terus melalui semua tabung yang terdapat pada peralatan craig.
pelarut dan memungkinkan untuk memisahkan campuran. , sedangkan pelarut yang lebih berat berada di bawah merupakan fase yang diam atau terperangkap di dalam bejana. kemudian pelarut yang sama ditambahkan kembali ke tabung #0, dan terjadi kesetimbangan kembali di kedua tabung. Fase gerak bagian atas tabung #0 dan tabung #1 secara simultan di transfer lagi ke tabung #1 dan tabung #2 dan seterusnya. Siklus ini berulang terus melalui semua tabung yang terdapat pada peralatan craig.
saya warda sukmawati izin bertanya jadi tekait dengan pelarut yang lebih berat dan pelarut yang ringan itu tergantung fase ya nurul?
maaf yunda, menurut sumber yang saya baca pelarut ringan dan berat itu berdasarkan berat jenisnya yunda, misalnya air dan heksana, maka air sebagai pelarut yang lebih berat dibandingkan heksana.
saya setuju dengan nurul, pelarut yang lebih berat dan pelarut ringan berbeda berdasarkan berat jenisnya
Nama: Nicky Tamara Ilmi
NPM: 191323004
Izin bertanya, pada gambar 3.6 terdapat kalimat "tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer". bagaimana maksud dari kalimat tersebut? adakah teman teman yang dapat membantu menjelaskannya sebab saya urang mengerti.
NPM: 191323004
Izin bertanya, pada gambar 3.6 terdapat kalimat "tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer". bagaimana maksud dari kalimat tersebut? adakah teman teman yang dapat membantu menjelaskannya sebab saya urang mengerti.
izin menjawab menurut saya maksud dari kalimat "tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer" yaitu jalanya zat terlarut tunggal, zat terlarut tersebut berpilaku independen semua zat lain. maaf jika salah.
saya sependapat dengan yunda warda, tidak ada pencampura yang diperbolehkan selama transfer dikarenakan kita akan mengikuti jalannya zat terlarut tunggal, meskipun ada atau tidaknya dalam campuran karena zat terlarut harus bersifat independen. Mohon maaf jika kurang tepat
Iya saya setuju dengan yunda Warda, bahwa zat terlarut berperilaku independen dari semua zat lain
Saya sependapat dengan yunda warda, dan izin menambahkan, Hanya zat terlarut tunggal yang kita perhatikan prosesnya, ada tidaknya dalam campuran tidak penting karena setiap zat terlarut berprilaku secara mandiri tidak bergantung dengan yang lainnya.
Nama : Audytya
Npm : 1953023002
Saya sependapat dengan yunda warda tidak ada pencampuran yang diperbolehkan selama transfer karena zat terlarutnya harus bersfiat independen satu sama lain oleh karena itu kita akan mengikuti jalannya zat terlarut tunggal tersebut.
Nama : Ghina Salsabila
NPM : 1913023024
izin bertanya terkait proses dalam mesin Craig dalam Gambar 3-6, pada proses tersebut mengapa Pencampuran tidak diperbolehkan selama proses transfer, apa yang mungkin akan terjadi jika dilakukan pencampuran selama proses transfer ?
NPM : 1913023024
izin bertanya terkait proses dalam mesin Craig dalam Gambar 3-6, pada proses tersebut mengapa Pencampuran tidak diperbolehkan selama proses transfer, apa yang mungkin akan terjadi jika dilakukan pencampuran selama proses transfer ?
Nama : Wayan Lusi Oktaviana
NPM : 1913023016
Mohon maaf izin mencoba menjawab, menurut saya karena proses tersebut seharusnya tidak terjadi secara kontinu atau dilakukan dalam tahap pertahap tersendiri secara berturut-turut mkaa dari itu selama proses transfer tidak boleh dilakukan pencampuran. Hal itu akan membawa pengaruh terhadap kesetimbanngan dan fasa yang berpindah nantinya. mohon maaf apabila kurang tepat, terimakasih.
NPM : 1913023016
Mohon maaf izin mencoba menjawab, menurut saya karena proses tersebut seharusnya tidak terjadi secara kontinu atau dilakukan dalam tahap pertahap tersendiri secara berturut-turut mkaa dari itu selama proses transfer tidak boleh dilakukan pencampuran. Hal itu akan membawa pengaruh terhadap kesetimbanngan dan fasa yang berpindah nantinya. mohon maaf apabila kurang tepat, terimakasih.