Forum diskusi kelompok 5

forum diskusi

forum diskusi

by muhisom M.Pd.I -
Number of replies: 108

bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya dipersilahkan

In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Perhanda Hapit 2013053179 -
Assalamu’alaikum Bapak, Ibu, dan rekan-rekan, izin mengirimkan PPT dan makalah dari kelompok 5 yang membahas tentang "Organisasi Lembaga Pendidikan"

Anggota kelompok 5:

Arina Izzati (2013053096)

Perhanda Hapit (2013053179)

Utchi Umairoh (2013053094)



Terima kasih Bapak, Ibu, dan rekan-rekan.
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Febi Eka Putri -
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh..
Terimakasih Raihan..
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Julida Patimah -
Waalaikumsalam waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi Bapak dosen dan teman-teman.

Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Barokahnya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ini.

Disini saya akan memandu jalannya diskusi hari ini. Sebelumnya izin memperkenalkan kelompok yang akan menyajikan materi hari ini.
Kelompok 5
1. Arina Izzati (2013053096)
2. Perhanda Hapit (2013053179)
3. Utchi Umairoh (2013053094)


Kelompok 5 disini akan menyajikan materi dengan judul ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN

Susunan acara pada hari ini yaitu
  1. Pembukaan
  2. Penyajian materi
  3. Sesi tanya jawab, terdiri dari dua termin
  4. Penutup

Langsung saja untuk mengawali perkuliahan hari ini, mari kita melafadzkan basmallah bersama-sama
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Yasinta Almaida -
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Lia Setianingsih -
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Febi Eka Putri -
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh..
Bismillahirrahmanirrahim..
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Baik. Acara selanjutnya yaitu pembacaan dan pemahaman materi oleh audiens.
Materi telah dibagikan diatas.
Bagi para audiens diberikan waktu hingga pukul 10.30 untuk memahami materi.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Baiklah. Kita memasuki sesi berikutnya, yaitu sesi tanya jawab, yang akan terdiri dari dua termin. Setiap termin terdiri dari 3 penanya.
Bagi teman teman yang ingin bertanya, dipersilahkan menyebutkan nama dan NPM.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Baiklah dipersilahkan kepada
Wildah Aprilia Dharma
Dewi Mustikawati
Nazla Asa Luqyana
Untuk menuliskan pertanyaanya
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Wildah Aprilia Dharma -
Wildah Aprilia Dharma 2013053078

Apakah jenjang pendidikan di setiap negara sama? Jika berbeda, faktor apa saja yang membuatnya berbeda? Tolong berikan contohnya juga.
In reply to Wildah Aprilia Dharma

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menjawab
Jenjang pendidikan disetiap negara umumnya sama namun hanya namanya saja yang berbeda. Berikut saya berikan beberapa contoh jenjang pendidikan di luar negeri:
1. Australia
Secara umum, lamanya pendidikan dasar dan menengah di Australia sama dengan di Indonesia, yaitu 12 tahun. Wajib belajar di Australia adalah sampai dengan kelas 10. Kelas 11 dan 12 disebut sebagai Senior Secondary. Setelah lulus dari kelas 12, pelajar akan mendapatkan kualifikasi Senior Secondary Certificate of Education dari negara bagian masing-masing; yang diakui untuk masuk ke Universitas di Australia maupun di luar negeri.

2. Singapura
Secara umum, lamanya pendidikan dasar di Singapura sama dengan di Indonesia yaitu 6 tahun, terdiri dari program dasar selama 4 tahun dan diikuti oleh program orientasi selama 2 tahun. Pada akhir tahun keenam, pelajar akan mengikuti ujian PSLE (Primary School Leaving Examination).

3. Malaysia
Secara umum, lamanya pendidikan dasar di Malaysia sama dengan di Indonesia yaitu 6 tahun. Pada akhir tahun keenam, palajar akan mengikuti UPSR (Ujian Penilaian Sekolah Rendah). Setelah lulus UPSR, pelajar meneruskan ke sekolah menengah yang boleh dibagi menjadi 2 tingkat. Tingkatan 1 sampai 3 disebut dengan Menengah Rendah atau form 1-3; sedangkan tingkatan 4 sampai 5 disebut Menengah Atas atau form 4-5 dimana pelajar ditawarkan program khusus seperti sains, sastra dan teknikal.
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by SHERLY IKA SAVITRI -
Sherly Ika Savitri
NPM 2013053116
Izin menambahkan sedikit dari jawaban Arina Izzati.

Perbedaan Sistem Pendidikan Di Indonesia dengan Negara Lain

Indonesia dan negara lain memiliki perbedaan yang mencolok dalam sistem pembelajaran yang diterapkan. Seperti halnya dalam menetapkan pendidikan usia dini. Di mana pendidikan ini sangatlah baik untuk melatih perkembangan motorik anak. Namun, di Indonesia lebih menekankan kepada belajar membaca, menulis, dan berhitung untuk anak usia dini. Sedangkan di luar negeri, pendidikan usia dini lebih menekankan kepada bermain dan berinteraksi untuk mengeksplorasi lingkungannya.

Kemudian dari sisi waktu belajar, di mana waktu belajar di Indonesia sangatlah padat dalam waktu yang lama. Diketahui bersama, bahwa siang hari mayoritas pelajar Indonesia menghabiskan waktunya untuk belajar. Sedangkan di luar negeri, pelajar hanya melakukan belajar di kelas sekitar 30 – 40% saja dan selebihnya dihabiskan untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Lalu untuk tugas yang diberikan guru, inilah yang sangat membedakan Indonesia dengan negara lain. Sebagian besar negara di luar Indonesia tidak memberikan tugas atau pekerjaan rumah. Namun di Indonesia, hampir setiap sekolah akan selalu memberikan tugas yang harus dikerjakan di rumah. Tujuannya baik yakni untuk menambah pengetahuan pelajar, namun hal ini justru bisa membuat mereka bosan dan tertekan.

Dari sisi ujian akhir, diketahui bersama bahwa Indonesia menerapkan ujian akhir sebagai penentu kelulusan. Sedangkan di luar negeri, hasil akhir ditentukan berdasar pada akumulasi pembelajaran yang sudah dilakukan setiap harinya. Dan untuk wajib belajar, setiap anak sudah dikenalkan dengan pendidikan sejak usianya masih kecil.

Namun di luar negeri, pendidikan baru mulai dikenalkan pada anak saat usianya menginjak 7 tahun. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa untuk mengenalkan pendidikan anak secara baik adalah ketika usianya sudah 7 tahun.
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Sinta Novita Sari 2013053123 -
Sinta Novita Sari 2013053123 izin menambahkan jawaban dari Arina izzati
Minimnya kualitas pendidikan di Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain bukan menjadi satu tanggung jawab satu pihak saja, yaitu badan pendidikan atau guru, melainkan berbagai pihak, mulai dari orang tua sampai dengan pemerintah. Untuk melihat perbedaan antara sistem, kualitas dan segala hal terkait pendidikan di Indonesia, maka tidak ada salahnya untuk membandingkan dengan sistem pendidikan di luar negeri, sebagai parameter.
Menurut saya jenjang Pendidikan di setiap negara ada perbedaan, berikut adalah faktor yang membuatnya berbeda.
1. Berkurangnya masa bermain anak
Usia balita dan kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan bagi seorang anak, karena di waktu itu mereka dapat belajar banyak hal sambil bermain. Namun di Indonesia, pengenalan pendidikan sejak dini sudah mulai diterapkan. Bahkan ada yang masih dalam masa balita, seperti memasukkannya ke playgroup dan Taman Kanak-kanak sampai dengan pemberian kursus privat.
Berkurangnya masa-masa bermain anak
Hal ini disebabkan ada persyaratan khusus ketika seorang anak akan masuk Sekolah Dasar, minimal sudah dapat membaca. Hal yang cukup baik, karena tujuannya agar seorang anak dapat belajar bersosialisasi dan melatih motorik dan daya pikir mereka. Namun satu imbas yang secara tidak langsung didapatkan adalah masa kanak-kanak mereka akan hilang di usia yang masih terlalu dini tersebut, mereka akan mulai mengenal stres.
Bagaimana dengan di luar negeri? Salah satu contohnya di Finlandia, seorang anak dapat mulai masuk ke jenjang pendidikan dasar ketika mereka sudah menginjak usia 7 tahun. Sebelum itu, maka mereka dapat mengeksplorasi apa yang mereka inginkan, salah satunya adalah bermain.
2. Kelas unggulan dan kelas biasa
Mungkin di seluruh negara di luar negeri tidak mengenal sistem pembagian kelas yang berisikan anak-anak pintar saja atau disebut kelas unggulan dan kelas yang berisikan siswa atau mahasiswa biasa dengan grade standar. Rata-rata semua orang akan dikumpulkan dalam satu kelas yang hanya dibedakan berdasarkan jumlahnya saja. Seperti kelas 1A, 1B dan seterusnya. Sedangkan di Indonesia ada pembagian kelas unggulan dan non-unggulan yang justru secara tidak langsung dapat menciptakan celah atau tembok pembatas antara siswa pintar dan yang biasa.
Memang dilihat dari sudut pandang pendidikan, salah satu tujuannya adalah agar fokus siswa atau mahasiswa yang pintar tidak terpecah ketika dicampur dengan yang biasa dan mereka dapat bersaing dengan sesama orang cerdas dalam kelasnya. Namun secara tidak langsung, sisi psikologis dari yang menempati kelas unggulan dan non-unggulan tercipta. Akan ada rasa canggung dan tembok sosial dari siswa atau mahasiswa yang ditempatkan dalam dua jenis kelas berbeda tersebut.
3. Jam belajar berlebih
Di luar negeri, jam belajar untuk hal-hal yang berbau teori sangat terbatas dan selebihnya akan diisi dengan professional development dan praktik. Selain itu, tambahan-tambahan ekstrakurikuler sampai dengan kursus atau bimbingan belajar juga menambah panjang jam belajar seseorang yang mengakibatkan penat dan capek tidak hanya fisik saja, melainkan juga pikiran.
4. Masa orientasi awal masuk sekolah
Di Indonesia MOS dan OSPEK selalu diisi dengan aktivitas-aktivitas yang didominasi untuk mempermalukan para orang baru. Seperti mengenakan topi dari tas plastik sampai dengan memakai kaos kaki berbeda warna. Banyak panitia yang akan mengatakan bahwa tujuannya agar orang baru tersebut dapat kuat mental dan fisik sebelum benar-benar menjadi siswa atau mahasiswa di suatu sekolah.
Akan tetapi ditilik dari sisi fungsinya yang benar-benar berguna, apakah ada manfaat dari MOS dan OSPEK tersebut? Bahkan para orang tua juga kerap khawatir ketika anak-anak mereka akan berangkat mengikuti kegiatan tersebut.
Jika di Indonesia orientasi pengenalannya seperti itu, di luar negeri, salah satu contohnya di Amerika Serikat justru dilakukan dengan cara yang lebih positif. Para siswa atau mahasiswa baru akan diajak berkeliling sekolah dan mengikuti beberapa seminar juga kajian agar mereka lebih mengenal sekolah. Tidak hanya pengenalan sekolah saja, ada pula pemberian informasi terkait segala hal yang diberikan.

5. Hasil akhir adalah segalanya
Memang segala macam ujian akan dinilai dengan hasil akhir sebagai penentunya. Hal ini diterapkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Bahkan sampai ada standarisasi khusus yang banyak membuat para siswa pada khususnya stres dan depresi karena harus mencapai nilai minimal setara standarisasi sesuai dengan yang ditentukan pemerintah.
Di kebanyakan jenjang pendidikan di luar negeri, contohnya saja di Australia, hasil akhir bukanlah segala-galanya. Semua pendidik akan lebih menitikberatkan pada sektor prosesnya daripada hasil akhir. Jika dalam prosesnya saja berantakan, maka dapat diketahui bahwa hasil akhirnya juga amburadul.
Selain hasil akhir, dengan banyaknya materi yang diberikan dengan jam belajar yang cukup lama juga membuat seseorang tidak dapat mencerna pelajaran atau segala informasi yang diberikan karena otak terlanjur ‘panas’ dan susah untuk digunakan mengingat secara detail. Sedangkan di luar negeri, materi yang diberikan hanyalah yang berupa poin khususnya saja dan jam pendidikannya akan lebih dititikberatkan pada praktik, sehingga seorang siswa atau mahasiswa akan lebih mengerti dan paham secara langsung daripada hanya menghafal teori dan materi.
Walaupun ada beberapa poin yang menjadikan sistem dan kualitas pendidikan di Indonesia tertinggal dari banyak negara-negara di dunia, namun bukan berarti tidak ada yang dibanggakan dengan belajar di Tanah Air.
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Ridha Rizkyka Azammi -
Nama : Ridha Rizkyka Azammi
NPM : 2013053177

Izin menambahkan jawaban,
Hampir tiap negara memiliki jenjang pendidikan yang sama seperti di Indonesia yang dimulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. Namun, disetiap negara memiliki perbedaan di sistem, struktur, jenis dan manajemen pendidikannya, karena tiap negara memiliki tujuan pendidikan yang berbeda. Berikut contoh dari Amerika Serikat.
Struktur pendidikan dasar dan menengah:
1. Taman Kanak-kanak + Pendidikan Dasar "grade" 1-8 +4 tahun dan SLTA.
2 . Taman Kanak-kanak + Pendidikan Dasar "grade" 1-6 +3 tahun SLTP +3 Tahun SLTA.
3. Taman Kanak-kanak + Pendidikan Dasar "grade" 1-4/5 +4 tahun SLTP +4 Tahun SLTA.
4. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak +12 tahun, pada beberapa buah negara bagian, dilanjutkan 2 tahun pada tingkat academy (junior/ community college) sebagai terdiri dari sistem pendidikan dasar dan menengah.
Pada jenjang tinggi, Struktur dan jenjang pendidikan pada dasarnya dikelompokan menjadi tinga bentuk, yaitu:
1. Pendidikan tinggi 2 tahun
2. Pendidikan tinggi 4 tahun
3. Universitas
In reply to Wildah Aprilia Dharma

Re: forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan wildah
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002
Berbicara mengenai jenjang pendidikan sekolah berarti juga membicarakan tentang sistem pendidikan
Perbedaan Sistem Pendidikan di Indonesia dengan Luar Negeri
Minimnya kualitas pendidikan di Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain bukan menjadi satu tanggung jawab satu pihak saja, yaitu badan pendidikan atau guru, melainkan berbagai pihak, mulai dari orang tua sampai dengan pemerintah. Untuk melihat perbedaan antara sistem, kualitas dan segala hal terkait pendidikan di Indonesia, maka tidak ada salahnya untuk membandingkan dengan sistem pendidikan di luar negeri, sebagai parameter.

1. Berkurangnya masa-masa bermain anak
2. Usia balita dan kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan bagi seorang anak, karena di waktu itu mereka dapat belajar banyak hal sambil bermain. Namun di Indonesia, pengenalan pendidikan sejak dini sudah mulai diterapkan. Bahkan ada yang masih dalam masa balita, seperti memasukkannya ke playgroup dan Taman Kanak-kanak sampai dengan pemberian kursus privat.
Berkurangnya masa-masa bermain anak
Hal ini disebabkan ada persyaratan khusus ketika seorang anak akan masuk Sekolah Dasar, minimal sudah dapat membaca. Hal yang cukup baik, karena tujuannya agar seorang anak dapat belajar bersosialisasi dan melatih motorik dan daya pikir mereka. Namun satu imbas yang secara tidak langsung didapatkan adalah masa kanak-kanak mereka akan hilang di usia yang masih terlalu dini tersebut, mereka akan mulai mengenal stres.

Bagaimana dengan di luar negeri? Salah satu contohnya di Finlandia, seorang anak dapat mulai masuk ke jenjang pendidikan dasar ketika mereka sudah menginjak usia 7 tahun. Sebelum itu, maka mereka dapat mengeksplorasi apa yang mereka inginkan, salah satunya adalah bermain.

2. Kelas unggulan dan kelas biasa
3. Mungkin di seluruh negara di luar negeri tidak mengenal sistem pembagian kelas yang berisikan anak-anak pintar saja atau disebut kelas unggulan dan kelas yang berisikan siswa atau mahasiswa biasa dengan grade standar. Rata-rata semua orang akan dikumpulkan dalam satu kelas yang hanya dibedakan berdasarkan jumlahnya saja. Seperti kelas 1A, 1B dan seterusnya. Sedangkan di Indonesia ada pembagian kelas unggulan dan non-unggulan yang justru secara tidak langsung dapat menciptakan celah atau tembok pembatas antara siswa pintar dan yang biasa.
Memang dilihat dari sudut pandang pendidikan, salah satu tujuannya adalah agar fokus siswa atau mahasiswa yang pintar tidak terpecah ketika dicampur dengan yang biasa dan mereka dapat bersaing dengan sesama orang cerdas dalam kelasnya. Namun secara tidak langsung, sisi psikologis dari yang menempati kelas unggulan dan non-unggulan tercipta. Akan ada rasa canggung dan tembok sosial dari siswa atau mahasiswa yang ditempatkan dalam dua jenis kelas berbeda tersebut.

3. Jam belajar berlebih
4. Di luar negeri, jam belajar untuk hal-hal yang berbau teori sangat terbatas dan selebihnya akan diisi dengan professional development dan praktik. Selain itu, tambahan-tambahan ekstrakurikuler sampai dengan kursus atau bimbingan belajar juga menambah panjang jam belajar seseorang yang mengakibatkan penat dan capek tidak hanya fisik saja, melainkan juga pikiran.
4. Masa orientasi di awal masuk sekolah
5. Tentunya hampir semua orang di Indonesia pernah mengalami MOS atau Masa Orientasi Sekolah atau OSPEK atau Orientasi Pengenalan Kampus. Walaupun sudah banyak kasus dan pernah diwacanakan untuk dilarang diberlakukan di semua sekolah atau universitas di Indonesia, namun kegiatan ini tetap saja dilakukan.
Di Indonesia MOS dan OSPEK selalu diisi dengan aktivitas-aktivitas yang didominasi untuk mempermalukan para orang baru. Seperti mengenakan topi dari tas plastik sampai dengan memakai kaos kaki berbeda warna. Banyak panitia yang akan mengatakan bahwa tujuannya agar orang baru tersebut dapat kuat mental dan fisik sebelum benar-benar menjadi siswa atau mahasiswa di suatu sekolah atau universitas.

Akan tetapi ditilik dari sisi fungsinya yang benar-benar berguna, apakah ada manfaat dari MOS dan OSPEK tersebut? Bahkan para orang tua juga kerap khawatir ketika anak-anak mereka akan berangkat mengikuti kegiatan tersebut.

Jika di Indonesia orientasi pengenalannya seperti itu, di luar negeri, salah satu contohnya di Amerika Serikat justru dilakukan dengan cara yang lebih positif. Para siswa atau mahasiswa baru akan diajak berkeliling kampus dan mengikuti beberapa seminar juga kajian agar mereka lebih mengenal sekolah dan kampusnya. Tidak hanya pengenalan kampus dan sekolah saja, ada pula pemberian informasi terkait segala hal yang diberikan.

5. Hasil akhir adalah segalanya
6. Memang segala macam ujian akan dinilai dengan hasil akhir sebagai penentunya. Hal ini diterapkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Bahkan sampai ada standarisasi khusus yang banyak membuat para siswa pada khususnya stres dan depresi karena harus mencapai nilai minimal setara standarisasi sesuai dengan yang ditentukan pemerintah.
Di kebanyakan jenjang pendidikan di luar negeri, contohnya saja di Australia, hasil akhir bukanlah segala-galanya. Semua pendidik akan lebih menitikberatkan pada sektor prosesnya daripada hasil akhir. Jika dalam prosesnya saja berantakan, maka dapat diketahui bahwa hasil akhirnya juga amburadul.

Selain hasil akhir, dengan banyaknya materi yang diberikan dengan jam belajar yang cukup lama juga membuat seseorang tidak dapat mencerna pelajaran atau segala informasi yang diberikan karena otak terlanjur ‘panas’ dan susah untuk digunakan mengingat secara detail. Sedangkan di luar negeri, materi yang diberikan hanyalah yang berupa poin khususnya saja dan jam pendidikannya akan lebih dititikberatkan pada praktik, sehingga seorang siswa atau mahasiswa akan lebih mengerti dan paham secara langsung daripada hanya menghafal teori dan materi.


Walaupun ada beberapa poin yang menjadikan sistem dan kualitas pendidikan di Indonesia tertinggal dari banyak negara-negara di dunia, namun bukan berarti tidak ada yang dibanggakan dengan belajar di Tanah Air.
Terima kasih
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Dewi mustikawati 2013053108 -
Dewi Mustikawati
2013053108
Izin bertanya
Apakah jalur pendidikan informal seperti homeschooling efektif jika diterapkan pada anak usia sekolah dasar ? dan apa saja hambatan yang dirasakan oleh anak saat menempuh jalur pendidikan informal serta berikan solusi penangananya.

Terimakasih
In reply to Dewi mustikawati 2013053108

Re: forum diskusi

by Utchi Umairoh 2013053094 -
Utchi Umairoh 201305309
Izin Menjawab
Homeschooling adalah proses pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga di mana proses pembelajaran berlangsung dalam suasana yang kondusif. Tujuannya agar setiap potensi anak-anak yang unik dapat berkembang secara maksimal. Homeschooling efektif jika diterapkan pada anak usia sekolah dasar karena menjadi salah satu bentuk pendidikan alternatif yang fenomenal dengan penekanan untuk mengakomodasi potensi kecerdasan anak secara maksimal. Selain itu juga dipandang sebagai alternative untuk menghindari pengaruh lingkungan negatif yang akan dihadapi oleh anak-anak sekolah umum ketika menimba ilmu.

Hambatan : Kekhawatiran mengenai isu sosialisasi dan eksklusifitas dalam lingkup agama, suku, sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat perlu dikaji secara mendalam sehingga dapat diperoleh data dan fakta tentang interaksi sosial anak-anak homeschooling dalam masyarakat. Sosialisasi menjadi kesan dan persepsi umum yang memberikan penilaian bahwa siswa homeschooling tidak mampu bersosialisasi dengan baik. Siswa homeschooling cenderung dinilai memiliki sosialisasi yang eksklusif untuk kalangan tertentu seperti atas dasar persamaan agama, golongan sosial maupun suku tertentu.

Solusi Penanganan :
1. Melakukan kegiatan yang bermanfaat
Anak homeschooling bisa mendapat pengalaman berosialisasi dengan cara berinteraksi langsung dengan obyek atau lingkungan yang sedang dipelajarinya, seperti museum, perpustakaan umum, atau pantai. Anak-anak juga dapat menjadi relawan di komunitas tertentu yang sesuai dengan tugas atau bidang yang mereka pelajari.

2. Memanfaatkan internet
Internet dapat menunjang kemampuan sosialisasi anak homeschooling. Anak tetap bisa berinteraksi dengan reman-temannya melalui surat elektronik, pesan singkat, telepon video, dan media sosial. Namun, pendampingan orang tua dan guru homeschooling dalam hal ini sangat dibutuhkan agar anak tidak terpapar hal-hal negatif di internet.

3. Membuat kelompok belajar
Anda dan orang tua lainnya yang sama-sama menerapkan homeschooling dapat membuat kelompok belajar untuk anak, sehingga anak bisa bermain dan belajar bersama. Diskusikan bersama orang tua lainnya untuk membuat kelas menari, berenang, ataupun berbagai aktivitas luar ruangan.

4. Mengikuti berbagai komunitas
Untuk meningkatkan interaksi anak dengan orang lain atau masyarakat di sekitarnya, anak homeschooling juga bisa bergabung dalam komunitas lokal, seperti paduan suara, kegiatan keagamaan, ataupun kelompok olahraga seperti klub sepakbola.
In reply to Utchi Umairoh 2013053094

Re: forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin menambahakan jawaban
Apakah jalur pendidikan informal seperti homeschooling efektif jika diterapkan pada anak usia sekolah dasar?
Menurut saya tentu efektif bagi anak yang memiliki kondisi medis tertentu yang tidak memungkinkan anak mengikuti sekolah formal, ketidakpuasan dengan metode pendidikan yang tersedia, atau keyakinan bahwa anak tidak dapat mengembangkan minat, bakat, dan kreativitasnya di sekolah umum.

Salah satu keunggulan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan pengajar dapat saling merundingkan kapan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan lama waktu belajar. Setiap anak memiliki bakat dan minat serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, metode belajar bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat anak sesuai keinginan dan kemampuannya. Dengan metode homeschooling, anak bisa mendapatkan waktu istirahat lebih lama, sehingga dapat mengikuti pelajaran yang diberikan dengan optimal.

Tetapi dibalik itu semua tentu ada kekurangan dan hambatannya.
1. Efek utama dari homeschooling adalah terbatasnya ruang lingkup pergaulan dan pertemanan anak. Metode ini membuat anak hanya berinteraksi dengan pengajar dan orang tuanya saja.
2. Anak-anak homeschooling biasanya tidak mendapatkan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar layaknya sekolah formal. Contohnya, peralatan olahraga, laboratorium dengan segala alat peraganya, atau perpustakaan.
3. Karena terlibat langsung dalam pengajaran anak, diperlukan usaha ekstra dari orang tua dan pengajar.

Solusi untuk permasalahan diatas yaitu :
1. Untuk mengatasi efek sosial yang dapat terjadi pada anak homeschooling, para orang tua perlu membuat anak-anaknya tetap terhubung dengan lingkungan sebayanya. Misalnya, membuat kelompok anak-anak homeschooling untuk berkumpul, belajar, dan berinteraksi bersama.
2. Hal ini membuat orang tua perlu menyiapkan dana lebih untuk bisa menikmati fasilitas tersebut.
3. Orang tua dan pengajar harus menyiapkan bahan ajaran, memahami materi, hingga menyusun metode belajar yang menyenangkan bagi anak.
In reply to Dewi mustikawati 2013053108

Re: forum diskusi

by Serly Setyowati 2013053081 -
Serly Setyowati
2013053081
Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Dewi.

Menurut saya, jalur pendidikan informal seperti homeschooling efektif dan tidak efektif (tergantung kondisi orang tua dan peserta didik) jika diterapkan pada pelajar Sekolah Dasar.

Homeschooling efektif jika diterapkan pada pelajar Sekolah Dasar karena:
1. Orang tua sibuk bekerja/kerap pindah kerja dan menginginkan anaknya tetap aman dan terjamin ketika sedang menuntut ilmu;
2. Berbeda dengan sekolah formal, hanya akan ada satu tutor untuk satu peserta didik dalam homeschooling. Artinya, perhatian tutor atau pengajar hanya akan tertuju pada anak tersebut;
3. Homeschooling lebih fleksibilitas dalam belajar. Jadi, orang tua bisa meningkatkan materi belajar pada mata pelajaran yang paling dikuasai anak;
4. Homeschooling memiliki kontrol penuh terhadap lingkungan belajar anak. Pasalnya, anak hanya belajar di rumah atau mungkin sesekali di tempat yang telah disepakati;
5. Homeschooling tentu lebih efektif bagi orang tua yang merasa khawatir dalam menjaga kesehatan dan kebersihan anak;
6. Anak yang memiliki disabilitas.

Homeschooling tidak efektif jika diterapkan pada pelajar Sekolah Dasar karena:
1. Kehidupan sosial peserta didik tidak seimbang dan sulit dikembangkan, karena cenderung sendiri dan tidak ada teman belajar lainnya;
2. Lemahnya daya saing dan juang, karena hanya sendiri di rumah;
3. Belum ada standarisasi kurikulum;
4. Orang tua yang tidak sibuk bekerja dan sebenarnya bisa memantau kegiatan anak.
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Terima kasih atas kesempatannya moderator
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin bertanya
Diantara ketiga jalur pendidikan yang ada pada makalah, menurut kelompok penyaji jalur pendidikan manakah yang paling penting bagi anak-anak? Jalur pendidikan formal, informal, nonformal, atau semuanya sama penting? Mengapa?
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: forum diskusi

by Perhanda Hapit 2013053179 -
Izin menjawab
Perhanda Hapit
2013053179

Menurut saya semuanya sama penting, karena ketiganya sangat terlibat
Hanya beda ruang lingkup saja
Semuanya sangat berpengaruh dan sangat penting untuk kehidupan sehari-hari
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Wildah Aprilia Dharma -
Wildah Aprilia Dharma 2013053078

Menurut saya, pendidikan yang paling penting untuk anak-anak adalah pendidikan formal. Karena pendidikan formal memiliki peran yang penting dalam mengembangkan kepribadian individu karena pengaruh pendidikan formal dimulai dari usia 4 tahun hingga 23 tahun atau dari TK sampai perguruan tinggi. Pendidikan formal terbukti lebih efektif dalam mengarahkan peserta didiknya ke masa depan yang lebih cerah karena sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peserta didik yang sukses dalam mengikuti pendidikan formal meraih posisi tinggi di perusahaan atau instansi, harapan hidup yang lebih tinggi, berpenghasilan yang lebih tinggi, lebih sejahtera dan terhindar dari segala hal yang berbau negatif seperti tawuran, judi, seks bebas, dan aksi kriminalitas. Namun, tentu saja pendidikan formal ini memiliki kekurangan. Seperti yang memfokuskan kecerdasan otak karena menerapkan kurikulum yang mana hanya bisa dimengerti oleh 10-20% peserta didik dan pemberlakukan sistem ranking.
Dari pengalaman saya sendiri, pendidikan nonformal dan informal itu sebagai pendukung dari pendidikan formal. Semuanya penting, tidak ada yang tidak penting dari pendidikan. Contoh saja ketika kita tidak paham dengan pembelajaran yang sudah diajarkan pendidik di sekolah, kita dapat mengulangnya kembali di pendidikan nonformal seperti mengikuti les di suatu lembaga. Begitu pula dengan pendidikan informal, contoh saat kita di rumah, kita diajarkan oleh orang tua untuk berperilaku yang sopan dan menjaga etika, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Di pendidikan nonformal dan informal, kita bisa belajar apa yang tidak dipelajari di pendidikan formal.
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Nama:Mira Desrina
Npm:2013052059

Izin menambah jawaban moderator.
Terkait pertanyaan saudari Nazla menurut saya semua jalur pendidikan penting untuk di lalui oleh anak-anak di sebabkan karena masing-masing jalur pendidikan akan memberikan pelajaran yang berbeda-beda juga.

1.kita  contohkan untuk jalur pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan formal dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakat.nah tentu anak-anak pada zaman yang sudah modern ini pasti di tuntut untuk mengikuti kegiatan pembelajaran formal tersebut.di karenakan perkembangan zaman yang semakin pesat berkembang.

2.jalur pendidikan non formal Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti,
penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi
mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
yang mana kita kenal seperti pengetahuan dalam kursus komputer,kursus menjahit dan lainnya.

3.Jalur Pendidikan informal.
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri seperti pendidikan yang di berikan oleh orang tua kita selama kita di rumah.Misalnya di ajarkan sopan santun dan lainnya.
Jadi jika di tanya apakah semua jalur pendidikan itu penting menurut saya semuanya memang penting.
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Elysia Vitaloka -
Elysia Vitaloka (2013053150)

Izin menambahkan,
Dalam pendidikan anak jalur pendidikan formal,informal, dan nonformal sama pentingnya, karena anak akan belajar cara bermasyarakat, memiliki nilai moral dan memiliki pengetahuan ilmu dengan adanya ketiga jalur pendidikan tersebut, dalam pendidikan formal dilaksanakan di sekolah, pendidikan nonformal dilaksanakan di masyarakat, dan pendidikan informal dilaksanakan dalam lingkungan keluarga terutama orang tua.
Pendidikan formal dimulai TK sampai perguruan tinggi untuk mengembangkan kepribadian anak dan memberikan pengetahuan secara terarah. Karena pendidikan formal dapat memberikan ilmu dasar yang nantinya akan berguna bagi anak.
Lalu pendidikan non formal juga penting bagi anak agar anak mengerti interaksi antar masyarakat, dalam bermasyarakat juga anak akan belajar mengenal adat istiadat, gotong royong, musyawarah, dan lain-lain.
Kemudian pendidikan informal yang dilakukan oleh orang tua, orang tua harus bisa memberikan pendidikan nilai moral sejak anak masih kecil.
Maka dari itu ketiga jalur pendidikan tersebut sama pentingnya, karena dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat adalah tempat anak untuk belajar dan mengambil berbagai pengalaman berharga untuk dirinya.
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by RAHMAH NUR'AINI 2013053127 -
Nama : Rahmah Nur'Aini
NPM : 2013053127

Izin berpendapat mengenai pertanyaan Nazla, menurut saya pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan formal sama sama penting dalam pengaruh kehidupan peserta didik Pentingnya pendidikan formal sangat. Pertama pemdidikan formal berpengaruh karena pendidikan formal bukan hanya memberikan pendidikan dalam segi teori namun juga mengajarkan lama segi sikap dan etika serta kedisiplinan dalam dunia pendidikan dan berwarganegaran.

Kedua pendidikan nonformal juga begitu penting, pendidikan nonformal seperti belajara mengaji di TPQ/TPA tempat peserta didik tinggal. Pendidikan nonformal begitu penting khususnya pemdidikan mengaji, karena pada saat ini peserta didik belajar agama di pendidikan formal hanya diberi waktu 3 jam/minggu. Sehingga untuk memberikan nilai agama seperti mengaji, peserta didik membutuhkan pendidikan nonformal.

sedangkan pendidikan informal menekankan pada proses jika dibandingkan dengan pendidikan formal maupun non formal. Seperti dari masyarakatlah kita mengenal adat istiadat, gotong royong. Sehingga dari pendidikan informal peserta didik memahami arti tolong menolong, kerukunan, adat istiadat, dan kebersamaan.

Jadi jika peserta didik dalam lingkung pendidikan antara formal, informal, dan nonformal harus seimbang. Terimakasih
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri 2013053060
Izin menambahkan jawaban dari saudara perhanda

Menurut saya pendidikan itu sangat penting bagi semua orang baik berupa pendidikan formal informal maupun nonformal karena pendidikan adalah kunci untuk merubah kehidupan kita dimasa depan dengan pendidikan maka wawasan pengetahuan dan pengalaman kita lebih baik daripada ada orang yang tidak mengikuti atau melakukan serta melaksanakan pendidikan baik tingkat sekolah dasar sekolah menengah maupun sekolah tinggi.

Pentingnya pendidikan dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari ketika kita bertemu dengan orang yang tidak bersekolah, ketika kita ingin menanyakan sesuatu orang tersebut tidak dapat membacanya hal itu disebabkan karena orang tersebut tidak bersekolah sedangkan tujuan bersekolah adalah untuk mengenal baik itu berupa huruf angka mengenal warna mengenal angka dan juga dapat membaca. Rendahnya pendidikan makan akan berpengaruh kepada perubahan di masa depan.

jadi yang terpenting adalah bukan pada jenis apa pendidikannya namun bagaimana orang tersebut ingin melakukan atau mengikuti pendidikan baik berupa formal informal maupun

Terimakasih
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: forum diskusi

by Regita Nurliana Sukma -
Regita Nurliana Sukma
2063053004
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nazla,
Menurut saya semua jalur pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal ini sama pentingnya bagi anak-anak. Karena untuk belajar tidak harus berada di lembaga suatu pendidikan, akan tetapi bisa dari mana saja. Di lembaga formal anak mendapatkan pendidikan sesuai dengan apa yang dia pelajari saat sekolah, lalu untuk menambah pengalaman belajarnya anak bisa diikutkan les privat. Dan setelah itu mendaptkan pendidikan dirumah dengan dibimbing kedua orang tua, kakak, ataupun keluarga lainnya. Bahkan untuk pendidikan informal ini adalah tempat pertama anak mendapatkan suatu pendidikan.
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nazla Asa Luqyana

Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002

PENDIDIKAN adalah hal yang wajib dimiliki oleh semua individu, karena didalam setiap ajaran agama seseorang wajib berusaha dalam mendapatkan pendidikan. Pendidikan nasional telah diatur dalam undang-undang maupun peraturan menteri. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional Nomor 20 Tahun 2003 tertulis bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal. Artinya ada tiga jalur pendidikan yang diakui di Indonesia.

Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 13, pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Keluarga adalah salah satu pusat pendidikan yang memiliki peran penting untuk membentuk karakter seseorang. Dalam keluarga seseorang pertama kali berinteraksi dengan dunia luarnya. Interaksi ini sangat penting dalam menumbuhkan potensi fitrah yang ada dalam dirinya.
Selain keluarga, jalur pendidikan informal juga terdapat pada lingkungan setiap individu. Lingkungan sangat erat kaitannya dengan lingkungan alamiah dan sosial seseorang. John locke adalah salah satu tokoh empirisme yaitu salah satu faktor yang membentuk kepribadian seseorang adalah lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga salah satu teori pendidikan menganit dan menyakini secara mutlak akan pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Pendidikan nonformal merupakan mekanisme yang memberikan peluang bagi setiap orang untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pembelajaran seumur hidup. Pendidikan nonformal adalah setiap kesempatan terdapat komunikasi yang teratur dan terarah diluar sekolah. Menurut Abu Ahmadi (1992:64) lembaga pendidikan nonformal adalah semua bentuk pendidikan yang dilakukan dengan sengaja, tertib dan terencana diluar kegiatan lembaga sekolah.

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang berstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Menurut Hadari Nawawi (1993:220) mengelompokkan pendidikan ini kepada lembaga pendidikan yang kegiatannya dilaksanakan dengan sengaja,berencana,sistematis dalam rangka membantu peserta didik dalam mengembangkan potensinya agar mampu menjalankan kehidupannya.
pendidikan formal adalah untuk memberikan pendidikan dalam segi teori, melatih kemampuan akademis, dan juga pendidikan formal juga mengajarkan sikap dan etika serta kedisplinan dalam pendidikan dan berwarganegara. Pendidikan informal
Pendidikan informal atau bisa disebut dengan pendidikan keluarga adalah pendidikan yang sangat penting, dari dalam keluarga lah anak dibentuk karakternya, dibentuk kepribadiannya, dan dapat mendorong anak untuk lebih giat belajar lagi. Jadi pendidikan informal itu penting karena bukan hanya di sekolah saja kita belajar tapi dimanapun bisa belajar.
Sedangkan untuk pendidikan non formal adalah untuk pengembangan kemampuan kita.

Kesimpulannya, pendidikan informal,formal dan nonformal sangat penting dalam kehidupan. karena pendidikan informal,formal dan nonformal merupakan kunci untuk menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas dimasa depan.

Terima Kasih.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Karena pertanyaan dari termin 1 sudah terjawab, selanjutnya adalah tanya jawab termin 2. Dipersilahkan kepada
Mira Desrina
Lia Setianingsih
Ida Lestari
Untuk menuliskan pertanyaanya
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Terima kasih moderator atas kesempatan nya.
Nama:Mira Desrina
Npm:2013053059
Izin bertanya.
Kemampuan menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran harus dimiliki Guru dan Kepala Sekolah agar dapat menjalankan tugas masing-masing. Hal ini memerlukan pembinaan atau bimbingan dari pengawas. Kegiatan belajar ini dirancang untuk membekali pengawas
dalam membimbing guru dan kepala sekolah dalam menyusun kriteria
keberhasilan pembelajaran.

Pertanyaan saya berkaitan dengan pernyataan tersebut bentuk pembinaan dan bimbingan seperti apa yang di berikan pengawas tersebut?
Lalu lembaga manakah yang berhak dan bertugas dalam melakukan pembinaan dan pengawasan tersebut?
In reply to MIRA DESRINA 2013053059

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096
Izin menjawab

Pembinaan dan bimbingan yang diberikan oleh pengawas sekolah adalah:
1. Menyusun program pembinaan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKS/MKKS dan sejenisnya.
2. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah.
3. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen.
4. Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah.
5. Membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok.
6. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan.

Lalu lembaga yang melakukan pengawasan terhadap guru dan kepala sekolah adalah adalah guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan. Jabatan pengawas sekolah bukan diperoleh secara otomatis tetapi suatu jenjang setelah seorang guru melaksanakan tugas dalam jangka waktu tertentu dan memiliki sejumlah kompetensi yang dipersyaratkan.

Terimakasih
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Ida Lestari 2013053109 -
Baik, sebelumnya terima kasih atas kesempatannya moderator,
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109

Izin bertanya,
Seperti yang kita ketahui, lembaga pendidikan di Indonesia tidak hanya lembaga formal sekolah, namun juga mencakup lembaga pendidikan seperti kursus privat maupun kursus pelatihan yang mengadakan kegiatan pendidikan karena setiap lembaga pendidikan di Indonesia memiliki tujuan, kurikulum, dan lulusan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, suatu lembaga pendidikan tetap mempunyai komponen yang sama di dalamnya. Pertanyaan saya adalah apa sajakah komponen-komponen tersebut? Tolong dijelaskan.

Terima kasih.
In reply to Ida Lestari 2013053109

Re: forum diskusi

by Utchi Umairoh 2013053094 -
Utchi Umairoh 2013053094
Izin Menjawab
Menurut saya, komponen lembaga pendidikan dan pelatihan hampir sama dengan pendidikan formal. Komponen pendidikan merupakan bagian dari proses pendidikan yang menentukan berhasil atau tidaknya proses pendidikan tersebut. Komponen tersebut di antaranya yaitu tujuan pendidikan, peserta didik dan pendidik, alat dan fasilitas pendidikan, metode pendidikan, isi pendidikan dan lingkungan pendidikan. Senada dengan apa yang dijelaskan oleh Ibrahim (1988) berikut adalah contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan.
1. Tujuan Pendidikan
Sistem pendidikan tentu saja memiliki rumusan tujuan pendidikan yang jelas. Inovasi yang sesuai dengan aspek tujuan pendidikan ini contohnya perubahan rumusan tujuan pendidikan nasional, perubahan rumusan tujuan institusional, perubahan rumusan tujuan instruksional, perubahan rumusan tujuan kurikuler.
2. Peserta didik dan pendidik
Pendidikan merupakan bagian dari sistem sosial yang menempatkan personal (orang) sebagai bagian dari sistem. Inovasi yang sesuai dengan pembinaan personal dalam hal ini peserta didik dan pendidik di antaranya yaitu peningkatan mutu guru, peningkatan disiplin siswa melalui tata tertib, sistem kenaikan pangkat, peran guru sebagai pemakai media, peran guru sebagai pengelola kegiatan kelompok, guru sebagai team teaching dan sebagainya.
3. Alat dan Fasilitas Pendidikan
Inovasi yang sesuai dengan aspek ini, contohnya pengaturan tempat duduk siswa, pengaturan papan tulis, pengaturan peralatan laboratorium bahasa, penggunaan kamera video.
4. Metode Pendidikan
Adapun inovasi pendidikan pada komponen ini di antaranya yaitu Quantum Learning, CTL, cooperative learning, PAKEM, active learning, dan lain sebagainya.
5. Isi Pendidikan
Inovasi pendidikan yang relevan dengan komponen ini di antaranya yaitu penggunaan kurikulum baru, cara membuat rencana pengajaran, pengajaran secara kelompok dan sebagainya.
6. Lingkungan Pendidikan
Inovasi pendidikan pada aspek ini, contohnya yaitu rasio guru dan siswa dalam satu sekolah.
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Lia Setianingsih -
Lia Setianingsih
2013053141

Terima kasih moderator atas kesempatannya

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Biasanya terdapat pendidik yang akan mengajar peserta didik tersebut. Pertanyaan saya, apakah pendidikan informal memiliki kualitas yang bagus seperti pada sekolah formal pada umumnya? Lalu apa saja kekurangan dan kelebihan pendidikan informal ini?
Terima kasih
In reply to Lia Setianingsih

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menjawab
Pendidikan dalam lingkungan keluarga (informal) memiliki peranan yang sangat penting. Ini karena setiap individu mendapatkan pendidikan yang pertama berasal dari lingkungan keluarga. Menurut saya, pendidikan informal juga memiliki kualitas yang sama dengan pendidikan formal maupun non formal. Dalam pendidikan informal, pembelajaran berlangsung terus-menerus tanpa mengenal tempat dan waktu.

Kelebihan pendidikan informal:
1. Memiliki fleksbilitas tinggi. Visi pendidikan, metode, gaya belajar, materi pelajaran yang ingin diperdalam, waktu belajar dan lain-lain ditentukan sendiri oleh orangtua.
2. Tidak perlu biaya pendidikan.
Memberikan kemudahan bagi orangtua dalam mengontrol anggaran pendidikan sebab orangtua menjadi penanggung jawab utama proses pembelajaran.
3. Bebas menentukan materi pelajaran sesuai minat, bakat dan potensi anak. Proses pembelajaran informal fokus mengembangkan potensi anak, bukan memperbaiki kelemahan anak.

Kekurangan pendidikan informal
1. Anak tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sehingga akan berdampak pada psikologis nya
2. Kurangnya pembelajaran yang bersifat ilmu penegtahuan seperti yang diajarkan dalam lingkungan pendidikan formal di sekolah-sekolah.

Terimakasih
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by Ida Lestari 2013053109 -
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109

Izin menambahkan,
Menurut saya kualitas baik buruknya pendidikan informal itu tergantung dari bagaimana cara orang tua dari anak-anak menerapkan pendidikan tersebut. Jika mereka memberikan pendidikan informal secara baik, rutin, dan disiplin maka karakter baik akan tertanam secara kuat dan kokoh di dalam diri anak dan kualitasnya pun akan sama baik dan bagusnya dengan pendidikan formal pada umumnya dan karakter baik ini akan dibawa oleh sang anak ke sekolah dan hal tersebut menurut saya dapat menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan pendidikan formal di sekolah yang ia tempuh.

Pendidikan informal antara lain seperti agama, budi pekerti, etika, sopan santun, moral dan sosial. Pendidikan seperti ini telah dimulai sewaktu anak lahir. Misalnya dengan mengenalkan cara bersopan-santun. Contoh, mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu atau mengucapkan salam ketika masuk rumah.

Pendidikan informal ini terutama yang diberikan orang tua pada anak akan menjadikan anak cerdas, karena orang tualah yang paling memahami keseharian anak.

Kelebihan pendidikan informal seperti;
1. Bisa diberikan sejak kita lahir hingga dewasa.
2. Cara penyampaian yang fleksibel dan disesuaikan
3. Dipelajari dan diaplikasikan sesuai dengan kemauan dari dalam diri kita.


Kekurangannya yaitu;
1. Tidak ada rujukan atau standar tertentu
2. Fungsi sosial dan latar belakang lingkungan yang variatif dan bisa berefek positif ataupun negatif.

Diharapkan tentu anak anak menjadi pribadi yang baik walaupun lingkunganya tidak mendukung untuk mendapatkan pendidikan informal yang baik.

Mungkin sekian dari saya,
Terima kasih.
In reply to Lia Setianingsih

Re: forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136

Izin menambahkan,
Pendidikan informal memiliki kualitas yang bagus seperti sekolah formal pada umumnya. Karena hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Pendidikan informal menekankan pada proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pendidikan formal maupun non formal. Hasil dari pendidikan informal juga dapat dijadikan bahan belajar baik dalam pendidikan formal maupun masih dalam lingkup pendidikan formal. Dari masyarakatlah kita mengenal adat istiadat, gotong royong, dll. Jadi, pendidikan informal itu penting karena bukan hanya disekolah saja belajar, tapi lingkungan keluarga dan masyarakat juga tempat belajar dan mengambil berbagai pelajaran berharga.

Kelebihan pendidikan informal seperti;
- Bisa diberikan sejak lahir hingga dewasa.
- Cara penyampaian yang fleksibel dan disesuaikan.
- Dipelajari dan diaplikasikan sesuai dengan kemauan dari dalam diri.

Kekurangannya yaitu;
- Tidak ada rujukan atau standar tertentu.
- Fungsi sosial dan latar belakang lingkungan yang variatif dan bisa berefek positif ataupun negatif.

Diharapkan tentu anak-anak menjadi pribadi yang baik walaupun lingkunganya tidak mendukung untuk mendapatkan pendidikan informal yang baik.
In reply to Yozha Fatonah 2013053136

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Mira Desrina
2013053059

Izin menambahkan
Menurut saya pendidikan informal tak kalah bagus dengan pendidikan yang lain baik formal maupun non formal sebab jalur pendidikan informal ini merupakan jalur pendidikan yang dilakukan di lingkungan keluarga dan lingkungan, dimana kegiatan belajarnya dilakukan secara mandiri. Jalur pendidikan ini diberikan kepada setiap individu sejak lahir dan sepanjang hayatnya, baik melalui keluarga maupun lingkungannya.contohnya seperti orang tua di rumah yang selalu mengajarkan sopan santu,etika dan akhlak kepada anak-anak nya selama anaknya tersebut masih dalam jangkauan pengawas orang tuanya.

Untuk kelebihan informal ini menurut saya adalah memberikan pemahaman dan ilmu kepada anak yang mungkin saja ilmu tersebut tidak di tanamkan di jalur pendidikan lainnya.seperti nilai religius yang di tanamkan dalam pribadi peserta didik.
Untuk kekurangan jalur informal ini menurut saya peserta didik atau anak kurang leluasa dalam melakukan kontak sosial dengan teman-teman sebaya nya.

Terima kasih
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Baiklah, semua pertanyaan telah terjawab. Terimakasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi pada diskusi hari ini. Semoga materi yang diberikan kelompok penyaji bermanfaat.
Dari saya pribadi mohon maaf apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam memandu diskusi hari ini.

Saya akhiri, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Utchi Umairoh 2013053094 -
Assaalamualaikum
Selamat sore Ibu, Bapak, serta teman-teman
Izin mengirimkan hasil diskusi kelompok 5 dengan materi Organisasi Lembaga Pendidikan