forum diskusi kelompok 4

forum diskusi

forum diskusi

by muhisom M.Pd.I -
Number of replies: 138

bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya dipersilahkan sampaikan di forum diskusi

In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -

Assalamu’alaikum Bapak, Ibu, dan rekan-rekan, izin mengirimkan PPT dan makalah dari kelompok 4 yang membahas tentang "Sekolah Sebagai Suatu Sistem" 

Anggota kelompok 4:

Dimas Aris Setiawan (2013053066)

Hesti Sundari (2013053160)

Ridha Rizkyka Azammi (2013053177)

Yozha Fatonah (2013053136)

 

Terima kasih Bapak, Ibu, dan rekan-rekan.


In reply to Yozha Fatonah 2013053136

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.Terimakasih Yozha
In reply to Yozha Fatonah 2013053136

Re: forum diskusi

by Ni Made Viska -
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.Terimakasih Yozha
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat Pagi Bapak/Ibu Dosen dan teman teman semuanya.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayah nya sehingga kita pada pagi hari ini bisa melakukan perkuliahan walaupun secara online melalui vclass ini.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Baiklah perkenankan saya Dimas Aris Setiawan yang akan memandu jalanya diskusi pada pagi hari ini, yang akan membahas materi mengenai "SEKOLAH SEBAGAI SUATU SISTEM". Sebelum nya izinkan saya untuk memperkenalkan anggota kelompok 4 yang beranggotakan :
1. Dimas Aris Setiawan (2013053066)
2. Hesti Sundari (2013053160)
3. Ridha Rizkyka Azammi (2013053177)
4. Yozha Fatonah (2013053136)

Adapun susunan acara yang akan kita lewati yaitu :
1. Pembukaan
2. Penyampaian materi
3. Sesi tanya jawab (2 Termin)
4. Penutup.

Baiklah acara yang pertama yaitu pembukaan. Untuk membuka diskusi kita pada pagi hari ini marilah kita bersama sama membaca "basmalah".
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Yasinta Almaida -
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Bismillaahirrahmanirrahim
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Elysia Vitaloka -
Waalaikumsalamm warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Acara yang selanjutnya yaitu penyampaian materi.
Materi sudah di share oleh saudari Yozha Fatonah, selanjutnya rekan rekan mahasiswa semua kami beri waktu selama 20 menit sampai pada pukul 10.35 untuk memahami materi yang sudah dibagikan.
Terima Kasih
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baik, setelah rekan rekan semua membaca dan memahami materi tersebut.

Acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang terdiri dari 2 termin dengan masing masing termin terdiri dari 3 penanya.

Saya buka TERMIN 1, Kepada teman teman yang ingin bertanya silahkan untuk mengajukan diri dengan format Nama dan NPM, setalah itu moderator akan memilih 3 penanya terpilih.

Kepada teman teman yang ingin bertanya saya persilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baik terima kasih temen teman atas partisipasinya.Kepada penanya terpilih yaitu
1. Perhanda Hapit
2. Elysia Vitaloka
3. Lutfia Rizki Yuniarti

Silahkan untuk menuliskan pertanyaan nya.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Perhanda Hapit 2013053179 -
Terima kasih moderator

Perhanda Hapit
2013053179
Izin bertanya
Input, Proses, output, outcome seperti apakah yang harus dilakukan / ditingkatkan dimasa pandemi sekarang ini, Agar pendidikan dimasa pandemi ini dapat dikatakan berhasil dalam melakukan kegiatan pendidikan melalui daring
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066

Izin menjawab
Input, proses, output, dan outcome yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan dalam pembelajaran daring yaitu :
1. Input sekolah yang harus ditingkatkan dalam pembelajaran daring masa pandemi ini adalah dari input sumberdaya yang meliputi peningkatan kualitas guru yang harus memiliki kemampuan dala melakukan pembelajaran daring, lalu peserta didik juga harus memiliki peningkatan komitmen dan semangat dalam belajar daring, dan untuk aspek perlengkapan juga harus ditingkatkan dan diperhatikan karena dalam pembelajaran daring perlu adanya sarana tekhnologi yang memadai.
2. Proses Sekolah pada saat daring yang harus dilakukan tentunya berbeda dengan proses sekolah pada saat tatap muka. Dala proses sekolah pembelajaran daring perlu adanya perbaikan dan peningkatan serta penyesuaian dengan kondisi masa pandemi. Contohnya peningkatan kompetensi Profesionalisme pendidik dalam melakukan pembelajaran daring, keefektifan metode mengajar daeing, dan ketepatan dalam penggunaan strategi, metode maupun teknik pembelajaran daring, sehingga nantinya pembelajaran daring dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
3. Output Sekolah dapat digambarkan sebagai kualitas sekolah yang ditunjukkan dengan prestasi sekolah. Dalam kondisi daring prestasi sekolah dapat digapai dengan mengikuti perlombaan perlombaan secara online.
4. Outcome sekolah pada pembelajaran daring perlu adanya peningkatan pada keterampilan baik sikap, kognitif dan psikomotorik. Apabila hal tersebut telah dilaksanakan dengan baik maka outcome sekolah yang berupa lulusan sekolah yang berkualitas.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan
Sekolah sebagai suatu sistem yang memiliki komponen input,proses dan output.Input disini yaitu peserta didik yang didik oleh tenaga pendidik.Kemudian sebagai pendukung poses yaitu money(uang),method sebagai cara mencapai tujuan,material/bahan bahan,dan mechine(teknologinya).Selanjutnya output berarti tujuan pendidikan nya telah tercapai.Dimasa pancemic seperti sekarang pembelajaran dilakukan secara online,mungkin tidak memerlukan fasilitas sekolah.Sehingga alternative pembelajaran di masa pandemic ini yaitu via online.Dimasa pandemic diperlukan pendidik profesioanal,kurikulum dan metode yang digunakan sangat bergantung pada keberhasilan pembelajaran atau outputnya.Tak hanya itu,desain sitem pembelajaran yang disesuikan dengan kemampuan dan kondisi peserta didik pun sangat penting guna mencapai sistem pembelajaran yang efektif,efisien,produktif dan tepat guna sehingga pendidikan tidak hanya berhasil pada tekniknya saja namun juga berhasil dalam menegakkaan pendidikan yang berkarakter sesuai dengan paradigma pendidikan.pendidikan dikatakan berhasil yaitu ketika telah tercapainya tujuan pembelajaran.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Serly Setyowati 2013053081 -
Serly Setyowati
2013053081

Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Perhanda.

Input, proses, output, dan outcame yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah (dapat dibantu orang tua di rumah) dalam keadaan pandemi Covid-19:
Input (Siswa, guru, sarana, prasarana, lingkungan, dll):
1. Penggemblengan karakteristik peserta didik, mengingat selama pandemi peserta didik tidak pernah berjumpa dengan pendidik/guru yang merupakan suri tauladannya di sekolah;
2. Pendidik memberikan tugas kepada peserta didik secara teratur dan terukur agar peserta didik tidak merasa stress dan terbebani selama pandemi;
3. Pendidik harus kreatif menyediakan bahan ajar dan media pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik tidak jenuh belajar selama pandemi;
4. Sekolah semestinya memberikan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring selama pandemi, seperti e-book dan kuota belajar;
5. Pendidik dan orang tua harus bekerja sama dalam mendidik peserta didik di rumah. Karena mengingat selama pandemi pelajar sering menghabiskan waktunya untuk bermain game dan Tik-Tok (karena pembelajaran online).

Proses:
1. Sekolah sebaiknya menyediakan e-learning/aplikasi belajar, contoh: vclass demi keefektifan belajar selama pandemi;
2. Kepala sekolah senantiasa memberikan motivasi dan apresiasi kepada seluruh warga sekolah agar KBM selama pandemi menyenangkan dan bersemangat.

Output (hasil prestasi):
1. Meningkatkan SDM warga sekolah;
2. Peserta didik sebaiknya tetap giat belajar selama pandemi;
3. Guru tetap mengemban tuganya selaku pendidik.

Outcome:
Meningkatkan sikap kognitif dan keterampilan selama KBM daring untuk memperbaiki atau meningkatkan potensi diri.
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by Atri Putri 2013053060 -
Izin menambahkan jawaban dari dimas

Atri Putri 2013053060

Dari sudut pandang saya pribadi menurut saya adalah yang harus dilakukan atau ditingkatkan di masa pandemi ini agar pendidikan dapat dikatakan berhasil meskipun melalui daring adalah pertama dari input dalam proses input ini artinya kita memberikan fasilitas yang terbaik terutama di masa pandemi seperti ini yang harus kita fokuskan adalah pertama media seperti HP, laptop, kuota dan juga kesigapan dan kesiapan guru dalam mempersiapkan baik materi ajar maupun langkah-langkah dalam pembelajaran itu, karena suatu proses dapat berjalan dengan baik apabila dan fasilitas dan juga sumber ajaran atau sumber materinya itu tercukupi atau memenuhi kriteria pembelajaran
Kedua proses, dalam hal ini ini kepala sekolah serta civitas akademika sekolah harus dapat merancang merencanakan dan mengkonsepkan pembelajaran yang awalnya secara offline dialihkan kepada online jadi di bagaimana proses pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif di masa pandemi adalah bagaimana sekolah mengkonsepkan proses itu sendiri, ketiga output, output artinya adalah suatu hasil dari input dan prosesnya berhasil tercapai dan suksesnya dari suatu lembaga sekolah adalah bagaimana input dan juga proses yang dilaksanakan sekolah akan dikatakan sekolah yang berkualitas dan berprestasi apabila dapat menciptakan atau menghasilkan peserta didik peserta didik yang berkualitas dengan prestasi-prestasi nya juga dapat menciptakan lulusan lulusan yang terbaik.

Terimakasih
In reply to Perhanda Hapit 2013053179

Re: forum diskusi

by RAHMAH NUR'AINI 2013053127 -
Nama : Rahmah Nur'Aini
NPM : 2013053127

Izin menambahkan pertanyaan perhanda, pada saat pandemi “Covid-19” terlihat berdasarkan indikator input, proses, dan output. Hal ini terlihat dari indikator input pada pendidikan yaitu penerapan karakteristik guru yaitu motivasi, pembinaan semangat, dan penguasaan teknologi komunikasi. Selain itu, Fasilitas belajar yang digunakan siswa antara lain handphone/smartphone, jaringan internet, dan biaya pembelian paket data internet. Indikator proses berkaitan dengan alokasi waktu guru yaitu mengatur waktu secara efektif. Penerapan alokasi waktu bagi siswa adalah dengan memanfaatkan toleransi
waktu dalam menyelesaikan tugas. Indikator output terkait dengan hasil
belajar siswa. Penerapan perubahan sikap siswa agar lebih memotivasi,
disiplin, dan tepat waktu dalam menyerahkan tugas. Lalu agar pendidikan dimasa pandemi berhasil dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Input
Pendidik harus menguasai teknologi, informasi, dan komunikasi dalam
pembelajaran dengan sistem daring. Dalam melakukan kegiatan pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi whatsapp group di handphone, zoom, atau gmeet. Dengan metode pengajaran yang digunakan pada saat pembelajaran dengan sistem daring menggunakan voice note dan juga video di dalam grup whatsapp. Ketika pendidik menjelaskan saat proses kegiatan pembelajaran dengan sistem daring selalu berusaha memotivasi siswa dalam belajar. Keefektivitas pembelajaran dengan sistem daring, dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam memanajemen waktu selama pembelajaran. Pendidik harus dapat
menjelaskan dalam mengatur jam pelajaran saat daring tidak sama dengan jam pelajaran saat tatap muka. Dalam penugasan belajar pada pembelajaran daring diatur oleh guru sendiri yang memungkinkan bisa melebihi dari jam tatap muka. Kegiatan pembelajaran dengan sistem daring tetap berjalan secara efisien.

2. Proses
Agar proses pendidikan dalam pandemi saat ini. Alokasi waktu siswa dalam pembelajaran daring. Terdapat kelonggaran waktu bagi siswa. Karena mungkin jaringan online yang tidak lancar, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama bagi siswa dalam pengerjaan tugas. Mengenai proses pelaksanaan pembelajaran dengan sistem daring yaitu pembelajaran diawali oleh guru dengan kegiatan pendahuluan dan apersepsi. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan menggunakan voice note. Kemudian guru memberikan sedikit waktu kepada siswa untuk melakukanpembiasaan diri seperti mandi, sarapan pagi, dan cuci tangan. Selanjutnya guru melakukan absensi kepada siswa untuk memastikan kesiapan dan kehadiran seluruh peserta didik untuk menerima materi pelajaran.
Selanjutnya penyajian dan penjelasan materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media video melalui grup whatsapp. Dilanjutkan dengan mengirimkan bahan ajar pada peserta didik. Kemudian memberikan penugasan harian untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Lalu guru memberi evaluasi dan penjelasan kembali terhadap materi yang belum dipahami oleh peserta didik. Setelah itu kegiatan pembelajaran dapat diakhiri


3. Ouput
Untuk meningkatkan keberhasilan pada masa pandemi indikator output yaitu hasil belajar siswa yang berhubungan dengan prestasi belajar dan hasil belajar siswa yang
berhubungan dengan perubahan sikap. siswa yang berhubungan dengan prestasi belajar. Walaupun sebagian siswa merasa jenuh dengan sistem daring tetapi sebagian siswa lainnya menyukai pembelajaran dengan sistem daring ini karena saat belajar mereka selalu didampingi oleh orang tuanya masing-masing. Siswa juga bisa belajar kelompok bersama dengan temannya. Terimakasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Elysia Vitaloka -
Baik terimakasih moderator,
Elysia Vitaloka (2013053150)

Izin bertanya, dalam makalah dan ppt terdapat penjelasan mengenai sekolah sebagai suatu sistem yang mencangkup beberapa komponen dan komponen tersebut saling berkaitan, jadi bagaimana sistem yang dimaksudkan? dan contoh keterkaitan antar komponen-komponen tersebut?
In reply to Elysia Vitaloka

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066

Izin menambahkan
Sistem Sekolah yang dimaksudkan yaitu, Sekolah diibaratkan suatu sistem, yang mana sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen maupun elemen-elemen yang bergabung serta berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama. Disini Komponen dari sistem sekolah yaitu terdiri dari input (masukan) yang meliputi siswa, guru, sarana dan prasarana dan lain lain. Lalu proses sekolah, output (keluaran) hasil dari sekolah, dan outcome. Komponen komponen tersebut pastinya saling berkaitan satu sama lain.

Contoh keterkaitan antar komponen sekolah yaitu misalnya input yang terdiri dari siswa, guru, dan lain lain harus selalu berkaitan dengan proses sekolah, karena siswa dan guru harus melakukan suatu proses persekolahan agar tujuan dari sekolah maupun pendidikan dapat dicapai. Jadi setiap komponen saling berhubungan erat dan tida dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Terima kasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan
Komponen sekolah tersebut yaitu ada input,proses dan output.komponen yang pertama yaitu input,input(man) disini berarti peserta didik yang didik oleh guru,maka guru atau tenaga pendidik lainnya termasuk dalam komponen input.Untuk mencapai output yang baik maka prosesnya diperlukan money(uang),metode(cara),material(bahan),machine(teknologinya).Jika salah satu komponen tersebut ada yang saling tidak berinteraksi maka akan berpengaruh pada hasil tujuan pembelajarannya(outputnya). Contoh seorang guru yang mengajar anak muridnya,namun tidak memiliki bahan ajarnya,maka proses pembelajaran tidak dapat berjalan baik .Jadi,Ketika semua komponen itu telah berjalan dan berinteksi secara baik maka outputnya akan baik.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menambahkan jawaban
Mengenai komponen-komponen sekolah dan keterkaitan antar komponen nya. Terdapat 12 komponen sekolah, yaitu:
1. Tujuan dan prioritas
2. Peserta didik
3. Manajemen
4. Struktur dan jadwal waktu
5. Isi atau materi
6. Pendidik dan pelaksana
7. Alat dan sumber belajar
8. Fasilitas
9. Teknologi
10. Pengawasan mutu
11. Penelitian
12. Biaya pendidikan
Komponen pendidikan ini semuanya harus terpenuhi dalam pelaksanaan pendidikan. Ketika salah satu tidak terpenuhi maka akan menghambat komponen yang lain.

Contoh keterkaitan antar komponen misal saja biaya pendidikan, ketika komponen ini tidak ada maka bisa dipastikan hal-hal lain seperti fasilitas, teknologi dan tenaga pengajar tidak akan terpenuhi. Karena hampir semua aspek memerlukan pembiayaan tersendiri. Begitu juga yang lain, apabila ada salah satu komponen yang tidak terpenuhi maka akan berdampak pada komponen yang lain karena antar komponen memang saling berkaitan.

Terimakasih
In reply to Elysia Vitaloka

Re: forum diskusi

by INDRIE TARISA PUTRI -
Indrie Tarisa Putri
2013053131
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Elysia
Dalam Jurnal Manajemen bahwa Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome).
Adapun ciri-ciri dari sebuah sistem adalah:
1. Terdiri dari banyak unsur
Masing-masing unsure memiliki peran spesifik untuk mendukung fungsi keseluruhan
2. Tersusun dalam suatu tatanan tertentu
3. Antar masing-masing unsure saling mempengaruhi, saling ketergantungan dan saling berhubungan
4. Mempunyai maksud dan tujuan tertentu
5. Berproses melakukan transfomasi dengan cara atau mekanisme tertentu
6. Memerlukan masukan dari luar atau lingkungan
7. Tidak pernah tergiur dari pengaruh lingkungan
8. Memiliki mekanisme kontrol untuk menyesuaikan dengan perubahan lingkungan
9. Mempunyai batas waktu

Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome).
Kalau menginginkan lulusan atau keluaran yang berkualitas maka inputnya pun harus bagus, bukan hanya itu pada saat proses juga sangat menentukan, maka maksimalkan lah pada saat proses agar menciptakan output yang berkualitas.
In reply to Elysia Vitaloka

Re: forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136

Izin menjawab pertanyaan elysia,
Sekolah atau pendidikan merupakan suatu sistem, sebagai suatu sistem pendidikan terdiri atas beberapa komponen diantaranya yaitu tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode atau media pembelajaran, serta lingkungan pendidikan. Setiap komponen mempunyai fungsi masingmasing dan setiap komponen saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem yang dimaksudkan yaitu seperti didalam makalah yang tersusun dari berbagai komponen yaitu konteks, input, proses, output dan outcome. Kelima komponen tersebut saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Konteks akan berpengaruh pada input, input berpengaruh pada proses, proses berpengaruh pada output, dan output akan berpengaruh terhadap outcome.
Contoh dari keterkaitan komponen-komponen tersebut seperti keterkaitan antara outcame dengan output. Outcome merupakan dampak jangka panjang dari output, baik dampak bagi individu maupun masyarakat. Sekolah yang baik akan mampu memberikan akses kepada para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memilih pekerjaan. Selain itu sekolah yang baik juga membekali siswanya kemampuan untuk mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Hal penting yang harus diperhatikan oleh pimpinan sekolah adalah bahwa manajemen sekolah berada pada lima komponen sekolah sebagai sistem. Sedangkan kepemimpinan sekolah berada pada setiap komponen yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Apabila sekolah ingin melakukan analisis SWOT, maka sebaiknya diawali dengan analisis outcome dan berakhir pada konteks. Namun sebaliknya jika sekolah ingin melakukan pemecahan masalah atau penyiapan program, maka dimulai dari konteks dan berakhir pada outcome.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092 -
Terimakasih moderator
Luthfia Rizki Yuniarti
2013053092

Izin bertanya, bagaimana cara meningkatkan output sekolah pada jenjang pendidikan sekolah dasar pada masa pandemi seperti ini? Terimakasih
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by INDRIE TARISA PUTRI -
Indrie Tarisa Putri
2013053131
Izin menambahkan jawaban pertanyaan Luthfia
Untuk menjaga kualitas pendidikan, salah satu standar yang terpenting yang perlu di jaga adalah kualitas standar proses pembelajaran. Para pendidik terutama guru harus fokus kembali pada isu utama pendidikan yaitu mutu belajar. Alasan inilah yang menyebabkan kita bahwa praktik pendidikan konvensional harus sudah terhenti. Untuk itu guru dan orang tua dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif agar kualitas proses pembelajaran selama masa pandemi ini bisa dijaga dengan baik.

Langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama ini adalah menyiarkan tayangan belajar dari rumah melalui TVRI. Selain itu, sudah terdapat beberapa sekolah yang mendapatkan pelatihan bersama Google dan Microsoft yang juga bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mengajar. Selain itu, inovasi dan kreasi guru dalam melakukan pembelajaran daring pada saat masa pandemi ini dengan menggunakan prinsip pendidikan karakter melalui kegiatan positif. Kegiatan positif yang bisa dilakukan siswa dilaporkan melalui grup WA.

Meskipun banyak halangan yang dihadapi oleh pendidik dan siswa untuk menjaga kualitas pendidikan, kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional di tengah berlangsungnya pandemi. Seluruh stakeholder pendidikan nasional harus ikut turun tangan memberikan solusi dan mengantisipasi potensi persoalan tersebut.
In reply to INDRIE TARISA PUTRI

Re: forum diskusi

by Regita Nurliana Sukma -
Regita Nurliana Sukma
2063053004

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Luthfia,
Untuk meningkatkan output sekolah di masa pandemi saat ini, maka harus dilakukan terlebih dahulu strategi dalam meningkatkan kualitas belajar siswa. Karena disaat pandemi ini tidak banyak dari siswa yang menurun semangat dalam belajarnya. Adapun Tips dan Strategi nya sebagi berikut:
1. Proses belajar dengan mengedepankan model belajar menghibur.
Cara belajar seperti ini memang menjadi satu hal yang menarik bagi para siswa dirumah. Karena kita tahu masa anak-anak hingga sekolah menengah, mereka suka dengan yang namanya dihibur atau bercerita. Itulah sebabnya pengajar harus bisa membawa materi pelajaran yang ada dengan model belajar bercerita.
2. Proses belajar dengan menekankan pada aspek kreativitas.
Dalam masa perkembangan teknologi yang saat ini, proses belajar yang mengutamakan kreativitas memang bisa dijalankan. Karena banyaknya media atau tools yang memungkinkan kita belajar menggunakan tools yang bersifat kreatif. Ambil contoh, belajar dengan menggunakan aplikasi seperti youtube atau tiktok. Dengan cara seperti ini maka proses belajar menjadi sesuatu yang mengasyikan.
3. Proses belajar dengan melibatkan para siswa dari sebuah pembahasan materi yang lebih bersifat interaksi dua arah.
Konsep ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk membuat kualitas pembelajaran menjadi lebih menarik dan berkualitas. Karena dengan melibatkan para siswa dalam proses belajar dan mengajar maka suasananya akan lebih hidup. Terlebih ini konsep belajar daring, sehingga keterlibatan para siswa menjadi satu hal yang membuat proses belajar dan mengajar menjadi lebih hidup.
Itulah beberapa tips dan strategi yang bisa dijalankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada masa pandemi. Dengan meningkatkan kualitas belajar anak yang baik, maka akan menghasilkan output yang baik pula. Karena pasti akan ada timbal balik dari suatu usaha yang dilakukan pendidik terhadap siswanya.
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Nama: Mira Desrina
Npm:2013053059

Izin menambah kan jawaban moderator.
Kita ketahui bersama bahwa output itu adalah hasil dari proses menghasilkan lulusan sesuai dengan standar tertentu dan tentunya sesuai dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat, orang tua dan pemerintah.
Output pendidikan adalah kinerja sekolah, sedangkan kinerja sekolah itu sendiri adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses atau perilaku Sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, inovasinya, kualitas kehidupan kerja nya, dan moral kerjanya.
Lalu cara meningkatkan output sekolah pada tingkat sekolah dasar pada masa pandemis saat ini banyak sekali alternatif yang dapat digunakan dan diterapkan mi mencapai output sekolah yang maksimal seperti pembelajaran dari dengan menggunakan Google classroom, banyak sekali untuk tingkat Sekolah Dasar pendidik manfaatkan classroom untuk pembelajarannya. Lalu menggunakan media pembelajaran seperti menggunakan video dan lain-lain.
Lalu kita juga mengetahui bahwa output sekolah salah satunya yaitu prestasi sekolah tersebut nah cara kita meningkatkan prestasi tersebut dengan mengikuti lomba yang mengusung gelar sekolah kita lomba-lomba sekarang banyak di lakukan dengan online.
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan
Output sekolah sangat berpengaruh pada prosesnya.Interaksi antara input,proses dan output sangat diperlukan.Mereka tidak akan mencapai output/hasil pembelajaran jika hanya satu komponen saja yang bergerak/tidak ada interaksi antara ketiga komponen tersebut,Misanya seorang pendidik yang tidak memiliki peserta didik maka dia tidak akan bisa berproses mendidik.begitu juga keterkaitan antara komponen input,proses dan output.Jadi,bila interaksinya bisa terus ditingkatkan,maka output sekolah akan terus meningkat setidaknya tidak menurun.
In reply to Regita Nurliana Sukma

Re: forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Izin menambahkan jawaban moderator
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Ouput adalah kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi yang dihasilkan dari proses sekolah.
Menurut saya, cara meningkatkan output sekolah pada jenjang pendidikan sekolah dasar pada masa pandemi seperti ini yaitu dengan menjalin kerjasama antara pihak sekolah (guru) dengan orang tua untuk turut membantu membimbing anak selama pandemi ini karena pembelajaran dilaksanakan secara daring. Sekolah juga dapat memberikan fasilitas kepada siswa yang berprestasi untuk diikutsertakan dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh pihak manapun. Guru yang bertanggungjawab pun sebaiknya turut andil dalam membantu kesulitan yang dihadapi oleh siswa yang diikutsertakan untuk perlombaan tersebut guna mendapatkan perencanaan secara matang dan maksimal serta hasil yang memuaskan.
In reply to Nazla Asa 2013053152

Re: forum diskusi

by Serly Setyowati 2013053081 -
Serly Setyowati
2013053081

Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Luthfia.

Cara meningkatkan output SD di masa pandemi Covid-19:
1. Meningkatkan SDM warga sekolah mengenai e-learning mengingat pembelajaran akan dilakukan secara daring/online. Minimal dapat menggunakan fitur Google Form untuk absen, Google Clasroom, Gmeet, dan Zoom (peserta didik harap dibantu orang tua);
2. Peserta didik dengan bimbingan orang tua sebaiknya tetap belajar giat. Peran orang tua selama pembelajaran daring sangat berpengaruh, terlebih lagi peserta didik SD kelas rendah (1, 2, 3) karena masih sangat perlu belajar dasar seperti menulis, berhitung, dan membaca;
3. Pendidik sebaiknya kreatif menyediakan media pembelajaran sehingga pelajar SD bersemngat dan tidak bosan;
4. Boleh melakukan home school, seperti pendidik datang ke salah rumah peserta didik untuk mengajar pembelajaran yang sulit namun harus taat prokes;
5. Satu kali dalam satu minggu sebaiknya tatap muka untuk memberi soal atau materi (berupa print out/kertas). Namun harus tetap taat prokes, meskipun sekolah dasar biasanya hanya di lingkungan desa sendiri.
In reply to INDRIE TARISA PUTRI

Re: forum diskusi

by Okta Mirnawati 2013053130 -
Nama: Okta Mirnawati
NPM: 2013053130
Izin menambahkan dari pertanyaan saudari Luthifa.
Dilihat dari penjelasan pada makalah, output sekolah itu berupa pencapaian prestasi dari sekolah itu sendiri mencakup prestasi seluruh peserta didik baik itu prestasi akademik ataupun non akademik. Kemudian, dikatakan bahwa apabila output sekolah berkualitas dan bermutu tinggi maka prestasi atau pencapaian dari peserta didik itu juga harus menunjukkan pencapaian yang tinggi pula. Menurut pendapat saya, cara untuk meningkatkan output sekolah pada masa pandemi ini khususnya pada jenjang sekolah dasar adalah dengan meningkatkan kegiatan pembelajaran online, di mana pada masa pandemic sekarang ini proses pembelajaran dialihkan kepada pembelajaran online. Perlu diperhatikan pula pada peningkatan kompetensi pendidik melalui pelatihan tentang kegiatan pembelajaran online, di mana pendidik merupakan faktor utama pada peningkatan kualitas peserta didik. Pendidik bisa memastikan proses kegiatan pembelajaran secara bermakna dan pendidik juga perlu mengembangkan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran jarak jauh, karena orang tua berperan sebagai pengganti guru. Pendidik juga perlu berupaya untuk membuat proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak bosan karena peserta didik sekolah dasar cenderung menyukai hal-hal yang menyenangkan.
Terima kasih
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Lutfia Riski Yuniarti
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002


Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efesiendinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah, dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khusunya prestasi belajar siswa, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam:

(1) prestasi akademik, berupa nilai ulangan umum, UNAS, karya ilmiah, lomba akademik.

(2) prestasi non-akademik, seperti misalnya IMTAQ, kejujuran, kesopanan, olah raga, kesnian, keterampilan kejujuran, dan kegiatan-kegiatan ektsrakurikuler lainnya. Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan yang saling berhubungan (proses) seperti misalnya perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Untuk meningkatkan output pendidikan pada jenjang sekolah dasar yaitu dengan meningkatkan efektifitas kualitas, kuantitas dan waktu.Produktifitas adalah hasil perbandingan antara output dan input. Baik output dan input adalah dalam bentuk kuantitas. Kuantitas input berupa tenaga kerja, modal, bahan, dan energi. Sedangkan kuantitas output berupa jumlah barang atau jasa yang tergantung pada jenis pekerjannya. Output sekolah dapat dikatakan berkualitas dan bermutu tinggi apabila prestasi pencapaian siswa menunjukan pencapaian yang tinggi dalam bidang:

a. Prestasi akademik, berupa nilai ujian semester, ujian nasional, karya ilmiah, dan lomba akademik.

b. Prestasi non akademik, berupa kualitas iman dan takwa, kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan, dan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler lainnya.

Nah untuk bisa meningkatkan output pendidikan juga bisa juga dengan pendalaman materi secara sendiri ( otodidak ) jika memang dirasa belum memahami materi tersebut untuk meningkatkan prestasi akademik nya Karena sekarang kita akan lebih mudah mengakses apapun yang kita cari dengan teknologi yang ada.
Terima Kasih.
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by Utchi Umairoh 2013053094 -
Utchi Umairoh 201305394
Izin Menambahkan jawaban
Upaya meningkatkan output sekolah pada jenjang pendidikan sekolah dasar pada masa pandemi:
1.Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif maka sekolah juga harus menyiapkan alat dan bahan untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam metode daring yang dilakukan dengan jarak jauh. Agar peserta didik dapat menjadi pembelajar online yang aktif maka peserta didik harus dihadapkan pada berbagai pengalaman belajar.

2. Kegiatan pendidikan dalam proses pengajaran juga akan lebih kondusif jika dalam penyajian materi didukung dengan media pembelajaran. Penyediaan media serta metodelogi pendidikan yang dinamis, kondusif sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Pemilihan metode pembelajaran juga dapat menggunakan media animasi, gambar maupun video yang akan menjadikan peserta didik MI/SD aktif dalam kegiatan pembelajaran

3. Guru harus selalu siap untuk membangun semangat yang ada di dalam diri peserta didik melalui komunikasi yang baik untuk memaksimalkan kegiatan diskusi dengan peserta didik pada masa pendemi Covid 19. Sehingga membuat peserta didik menjadi aktif dan termotivasi untuk melakukan kegiatan diskusi secara online.

4. Dalam kegiatan pembelajaran daring harus mempersiapkan fasilitas pendukung seperti memberikan pelatihan kepada guru, peserta didik, dan juga orang tua. Kemudian, setiap peserta didik juga harus memiliki fasilitas yang memadai seperti laptop, handhpone serta kuota internet. Maka dari itu orang tua dirasa perlu untuk mempersiapkan fasilitas pembelajaran untuk anaknya
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by Ridha Rizkyka Azammi -
Nama : Ridha Rizkyka Azammi
NPM : 2013053177

Izin menjawab pertanyaan Luthfia
Output merupakan hasil dari proses sekolah, yang berarti menghasilkan lulusan sesuai dengan standar tertentu dan sesuai dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat, orang tua, dan juga pemerintah. Output sekolah atau pendidikan merupakan hasil dari kinerja sekolah. output sekolah merupakan hasil aatau tolak ukur dari sebuah proses pendidikan yang akan menentukan baik, buruk, atau berhasil dan tidak berhasilnya dari pelaksanaan program pendidikan. untuk meningkatkan hasil atau output di sekolah pada masa pandemi ini, maka input dan proses pendidikan harus berjalan dengan baik dan maksimal. Dengan kata lain tanggung jawab sekolah dalam School Based Quality Improvement bukan hanya pada proses, tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada hasil yang dicapai.
Kebijakan yang dikeluarkan pemerinta semenjak pandemi adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), hal ini sebagai upaya untuk menyelamatkan peserta didik dari bahaya virus tetapi justru pula akan menimbulkan beberapa dampak khususnya pada peserta didik, guru, dan orang tua. Pendidikan yang bermutu bukan hanya dilihat dari kualitas lulusannya tetapi juga mencakup bagaimana lembaga pendidikan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Pelanggan dalam hal ini adalah pelanggan internal (tenaga kependidikan) serta pelanggan eksternal (peserta didik, orang tua, masyarakat dan pemakai lulusan). Permasalahan terjadi saat ini di lingkungan pendidikan adalah menurunnya sistem pembelajaran siswa/siswi di era pandemik Covid-19. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama darurat bencana Covid-19. Pada pelaksanaannya, pihak sekolah dan guru perlu berinovasi dan berkreasi sehingga pengajaran tidak membosankan serta sesuai dengan kebutuhan siswa di tiap daerah yang berbeda-beda. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini, peningkatan kompetensi guru perlu diperhatikan dari perbedaan kompetensi yang dimiliki guru. Dengan tidak meratanya cara guru menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini, pengembangan kompetensi guru berbasis KKG menjadi sebuah pilihan. Melalui KKG, guru-guru dengan kompetensi baik dapat membagikan pengalamannya memfasilitasi proses belajar kepada guru lain. Dengan pemerintah memberikan pengarahan dan membantu menciptakan inovasi pada guru bertujuan untuk mencapai tiga hal yiatu (1) mendorong pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang berkualitas, (2) menjadikan KKG sebagai sarana berlatih, berbagi pengalaman baik dan menyebarluaskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan (3) Persiapan menghadapi pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2020/2021. Tahapan pelatihan untuk guru dapat mencakup pelatihan fasilitator, pelatihan guru berbasis KKG secara daring, pendampingan guru, refleksi pelaksanaan KKG dan monitoring evaluasi.
Terimakasih
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by RAHMAH NUR'AINI 2013053127 -
Nama : Rahmah Nur'Aini
NPM : 2013053127

Izin menambahkan pertanyaan luthfia, cara meningkatkan output pada jenjang sekolah dasar. Maka harus meningkatkan pula input dan prosesnya. Jika input dan prosesnya meningkat lebih baik maka outputnya pun akan meningkat lebih baik. Cara meningkatakan input pada jenjang sekolah dasar dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan peserta didik dari segi minat, bakat lebih baik lagi. Pendidikpun harus lebih baik lagi dalam penguasaan teknologi. Sedangkan proses dalam sekolah dasar di masa pandemi, sudah dilakukan dengan berbagai kreativitas. Dari menayangkan video pembelajaran di TVRI, melakukan pembelajaran/diskusi dengan gmeet dan zoom, melatih keterampilan peserta didik sekolah dasar. Maka ketika input dan proses menjadi lebih baik pada saat pandemi. Terimakasih
In reply to Luthfia Rizki Yuniarti 2013053092

Re: forum diskusi

by Hesti Sundari 2013053160 -
Izin menambahkan jawaban pertanyaan Lutfia
Nama: Hesti Sundari
NPM: 2013053160

Output pendidikan adalah kinerja pendidikan. Kinerja pendidikan tidak lepas dari kinerja guru.Upaya yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja guru antara lain antara lain: 1) menerima kehadiran baru dengan baik; 2) memberi tugas mengajar baru sesuai dengan bidang dan kompetensi yang dikuasi oleh guru baru; 3) membentuk dan melaksanakan kelompok kerja guru bidang studi dan musyawarah guru bidang studi.

Langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan output sekolah adalah guru memberikan pembelajaran daring melalui kelas interaktif melalui google meet atau zoom sambil diselingi melakukan game agar peserta didik tidak bosan.
Guru juga dapat melibatkan rencana pembelajaran dengan keinginan dan kondisi siswa sehingga lebih bisa diterima dan dijalankan dengan kondisi yang menyenangkan.
Bisa juga melakukan pembelajaran melalui aplikasi kreatif seperti penggunaan aplikasi TikTok yang saat ini lebih banyak disukai kalangan muda. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk perangkat belajar yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa.Ada saatnya siswa jenuh di depan zoom meeting, google meet dan sejenisnya. Cobalah beralih ke aplikasi kekinian yang lebih digemari dan menampilkan fitur-fitur kreatif.

Terimakasih.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baik terima kasih atas pertanyaan nya.
Baik kelompok 4 jika ingin ada yang menjawab, saya persilahkan.
Dan kepada teman teman yang lain apabila ingin menambah atau menyanggah jawaban juga dipersilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baik, pertanyaan sudah dijawab semua maka Saya buka TERMIN 2, Kepada teman teman yang ingin bertanya silahkan untuk mengajukan diri dengan format Nama dan NPM, setalah itu moderator akan memilih 3 penanya terpilih.

Kepada teman teman yang ingin bertanya saya persilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baiklah untuk Sesi Tanya Jawab TERMIN 2. Penanya yang terpilih yaitu
1.Rima Anggraini
2.Fadilatun Nisa Aulia
3.Sherly Ika Safitri

Silahkan untuk menuliskan pertanyaan nya.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Terimakasih atas kesempatannya
Rima Anggraini_2013053062_Izin bertanya
Guru sebagai pendidik merupakan input sumber daya sekolah.Guru yang professional dan memenuhi kompetensi yang ditentukan, maka dia akan mampu mengelola pembelajaran dengan efektif dan efisien.Apakah tingkat keprofesionalan seorang guru dapat di ukur?mohon untuk dijelaskan terimakasih.
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066

Izin menjawab
Seorang guru dikatakan professional apabila memiliki empat kompetensi yaitu pertama, kompetensi pedagogik. Hal ini tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kedua, kompetensi kepribadian. Hal ini tercermin dari kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia.
Ketiga, kompetensi sosial. Hal ini tercermin dari kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Untuk mengukur profesionalisme pendidik, Kemendikbud menggunakan 2 skema yang dilakukan untuk menguji guru yaitu secara akademik dan non akademik. Pengukuran akademis dilakukan secara rutin melalui uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun. Lalu pengukuran non akademis dilakukan dengan penilaian terhadap kinerja guru yang ada di sekolah.
Terima Kasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Nama:Mira Desrina
Npm:2013053059

Izin menambahkan
Keprofesionalan seorang pendidik dapat di ukur dengan uji kompetensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan melaksanakan uji kompetensi bagi guru sebagai syarat mendapatkan sertifikasi.profesionalisme dalam kinerja akan menjadi tuntutan setelah guru diakui sebagai profesi. tujuan uji kompetensi ini untuk mengetahui profesionalisme seorang guru. Ada dua poin penting yang akan diujikan dalam uji kompetensi nanti, yaitu penguasaan bahan ajar dan metode pedagogik yang digunakan dalam perancangan pembelajaran
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri
2013053060

Izin menambahkan jawaban dari saudara Dimas atas pertanyaan Rima Anggraini,
Saya sangat setuju dengan jawaban Dimas bahwasanya guru dapat dikatakan profesional apabila memiliki beberapa hal seperti yang disebutkan oleh Dimas namun yang ingin saya tambahkan adalah dari sisi lainnya bahwasanya guru dapat dikatakan profesional apabila guru tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu, tidak terlambat tidak menyepelekan setiap tugas yang diberikan, profesional juga dapat dilihat ketika guru tersebut dapat memperlakukan peserta didiknya sama tidak dibeda-bedakan baik itu saudara adik anak ataupun kerabat dekat dan yang terakhir profesional guru itu dapat dilihat dari kepribadian guru itu sendiri dan sebagai bukti konkrit yang secara nyata adalah sertifikasi profesionalisasi guru seperti yang ada di Universitas Lampung setelah kita menyelesaikan pendidikan S1 untuk mengajar kita harus mengambil profesionalisasi guru.


Terimakasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Anjelly Triane Chaterina -
Anjelly Triane Chaterina
2063053003

izin menambahkan
Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:
Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
Sehat Secara Jasmani dan Rohani.
Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional.
Standar kompetensi yang wajib dimiliki guru yaitu Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi profesional, Kompetensi sosial.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Nazla Asa 2013053152 -
Izin menambahkan jawaban
Nazla Asa Luqyana
2013053152

Guru dapat dikatakan profesional jika sudah memiliki 4 kompetensi dan memenuhi syarat-syaratnya
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional meliputi:
a. Kompetensi Pedagogik
b. Kompetensi Personal
c. Kompetensi Profesional
d. Kompetensi Sosial
Apabila guru telah memiliki keempat kompetensi tersebut, maka guru tersebut telah memiliki hak profesional karena ia telah jelas memenuhi syarat-syarat seperti yang ada dibawah ini
Syarat-syarat guru profesional:
1. Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.
3. Menikmati teknis kepemimpinan dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.
4. Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan prestasi yang inovatif dalam bidang pengabdiannya.
5. Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional.
Terima kasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rusbiantari Ningsih 2013053153 -
Rusbiantari Ningsih
2013053153
Izin menambahkan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melaksanakan uji kompetensi bagi guru sebagai syarat mendapatkan sertifikasi dan mengukur keprofesionalan guru. Ada dua poin penting yang akan diujikan dalam uji kompetensi, yaitu penguasaan bahan ajar dan metode pedagogik yang digunakan dalam perancangan pembelajaran.

Kompetensi profesional guru mengandung makna bahwa seorang guru harus memilki kemampuan khusus dalam rangka melaksanakan tugasnya yaitu mendidik, melatih, dan membimbing sehingga terjadi transformasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan kepada peserta didik. Kompetensi profesional dimaksud dirinci sebagai berikut :

1.Menguasai bahan,
2.Mengelola program belajar mengajar,
3.Mengelola kelas,
4.Menggunakan media/sumber,
5.Menguasai landasan-landasan kependidikan,
6.Mengelola interaksi belajar-mengajar,
7.Mengenal fungsi dan progarm pelayanan bimbingan dan penyuluhan,
8.Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah,
9.Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.

Terima kasih
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136

Izin menambahkan,
Pendidik profesional yang dimaksud adalah pendidik yang berkualitas, berkompetensi, dan pendidik yang dikehendaki untuk mendatagkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajaar mengajar siswa yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik (Hamalik,. 2006:36). Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan komponen mutu guru, telah meluncurkan program sertifkasi guru. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat kepada para guru yang telah memenuhi standar professional guru. Pemerintah berharap dari program sertifikasi ini profesionalisme guru akan meningkat sehingga pada akhirnya, mutu pendidikan akan meningkat pula. Standar profesional guru tercermin dari uji kompetensi. Uji kompetensi dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio. Penilaian portofolio merupakan pengakuan atas pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mendeskripsikan kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, karya pengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan penghargaan yang relevan.
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by RAHMAH NUR'AINI 2013053127 -
Nama : Rahmah Nur'Aini
NPM : 2013053127

Izin menambahkan atas pertanyaan Rima,ada dua skema yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengukur profesionalisme guru, yaitu secara akademis dan non-akademis.

1. Pengukuran akademis
Pengukuran akademis dilakukan dengan rutin menyelenggarakan uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun. rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin. Pertama, meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan akuntabilitas GTK; kedua, meningkatkan kualitas LPTK; dan ketiga, meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru.

2. Pengukuran non-akademis
Pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru. Sedangkan untuk pengukuran nonakademis yang dilakukan dengan cara menilai kinerja guru. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi. Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut, bersifat subjektif. Untuk itu diperlukan pihak luar yang juga ikut menilai.

guru profesional artinya guru mengampu bidang yang sesuai dengan kompetensinya. Sosok guru yang profesional tersebut, tuturnya, memiliki kemampuan pedagogik, sosial, dan kepribadian bangsa. Kepribadian bangsa yang dimaksud adalah pribadi yang sesuai dengan visi misi kebangsaan. Terimakasih
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by Ridha Rizkyka Azammi -
Nama : Ridha Rizkyka Azammi
NPM : 2013053177

Izin menambah jawaban dari pertanyaan Rima,
Menurut saya, keprofesionalan guru dapat diukur. Untuk melihat profesional atau tidaknnya seorang guru dapat dilakukan dengan melakukan uji kompetensi guru yang bertujuan untuk mengetahui profesionalisme seorang guru. Ada dua poin penting yang akan diujikan dalam uji kompetensi nanti, yaitu penguasaan bahan ajar dan metode pedagogik yang digunakan dalam perancangan pembelajaran. Kinerja guru akan dinilai sesuai dengan Peraturan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi No 16/2009. Sesuai dengan tuntutan guru yang ingin diakui secara profesional, maka standar kerja mereka pun harus ada.
Ada tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu: kurikulum, media pembelajaran, guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Pendidik yang profesional diharapkan akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelas nya, sehingga kegiatan belajar para peserta didik akan berada pada taraf optimal. Institusi penyelenggara pendidikan membutuhkan guru ideal, berkualitas, terlatih, dan bermotivasi tinggi alam menjlani profesi dan tanggung jawabnya. Guru harus mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan untuk berbuat normatif ideal dengan suasana kehidupan masa kini yang ditandai dengan pola kehidupan materialistis, pragmatif, individualistis, kompetitif, dan lain sebagainya. Apabila guru mampu bertugas dan berperan secara profesional, maka pembelajaran akan berlangsung efektif.
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by Regita Nurliana Sukma -
Regita Nurliana Sukma
2063053004

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Rima,
Untuk mengukur keprofesionalan guru meliputi :
(a) Jabatan guru professional adalah guru yang telah tersertifikasi (proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru sebagai tenaga professional),
(b) Tugas guru dikatakan professional antara lain guru bertugas mendidik siswa, mengajar dan melatih siswa
(c) Latar kemampuan yang harus dimiliki guru adalah guru harus memiliki kualifikasi akademik (lulus sebagai sarjana atau minimal diploma empat di bidang ekonomi dari perguruan tinggi), sehat secara jasmani dan rohani, memiliki kompetensi pendidik pada diri guru (kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi professional).
Bentuk keprofesionalan guru tersebut dikaitkan dengan konteks implementasi kurikulum 2013 (guru dituntut memiliki kompetensi pendidik dan guru dituntut menanamkan aspek religi, sosial, pengetahuan, dan keterampilan proses).
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by SHERLY IKA SAVITRI -
Terima kasih moderator

Sherly Ika Savitri
NPM 2013053116
Izin bertanya, sudah dijelaskan secara terperinci mengenai sekolah sebagai suatu sistem. Pertanyaan saya lalu bagaimana dengan sekolah-sekolah yang kurang memfasilitasi kebutuhan peserta didik guna menyalurkan bakat dan prestasinya? Apakah ini sebuah kesalahan sistem sekolah itu sendiri atau tidak terealisasinya program kerja pemerintah dalam bidang pendidikan? Karena hal ini masih sering terjadi di sekolah-sekolah Indonesia.
Terima kasih sebelumnya.
In reply to SHERLY IKA SAVITRI

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Nama : Dimas Aris Setiawan
NPM : 2013053066

Izin menjawab
Menurut saya sekolah sekolah yang kurang memfasilitasi peserta didik dalam menyalurkan bakat dan prestasi nya disebabkan oleh beberapa faktor :
Pertama, Kurang meratanya pendanaan pemerintah yang ada pada sekolah. Pelengkapan fasilitas sekolah pastinya membutuhkan pendanaan jika suatu pendanaan sekolah kurang maka berdampak pada fasilitas-fasilitas sekolah tidak dapat dilengkapi.
Kedua, kurang adanya kerjasama yang baik antar sistem sekolah. Hal ini ini dapat mempengaruhi para peserta didik dalam menyalurkan bakat. Karena apabila sistem sekolah seperti yang tidak berminat dalam pencapaian prestasi sekolah maka akan berakibat buruk pada peserta didik yang tidak dapat menyalurkan bakatnya.
Ketiga, kualitas profesionalisme pendidik yang kurang memadai. Apabila kualitas pendidik kurang maka hal tersebut akan berdampak pada kualitas peserta didiknya sehingga bakat dan minat peserta didik pun akan sesuai dengan kemampuan pendidik yang kurang.
Terima Kasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Rima Anggraini -
Rima Anggraini_2013053062_Izin menambahkan
Pada hakekatnya setiap peserta didik memiliki kemampuannya masing-masing.Pendidikan sekolah sebagai pendidikan formal sebagai wadah pengembangan dan penyaluran bakat peserta didiknya melalui pemberian kesempatan kepada masing-masing peserta didiknya.Agar pendidikan efektif,efisien,produktif dan tepat guna maka disusunlah desain sistem pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan peserta didik.Misalnya ada peserta didik yang memiliki kemampuan dalam mengedit suatu produk yang memerlukan media laptop atau computer.Namun,bagaimana jika sekolah-sekolah kurang memfasilitasi? Hal ini juga dapat disebabkan oleh ketidakpedulian sekolah terhadap perawatan fasilitas yang ada yang akan menjadikan buruknya sarana dan prasarana.Sikap acuh tak acuh dan tidak adanya pengawasan dari pemerintah banyak fasilitas di sekolah yang terbengkalai.Pemerintah seharusnya mendukung dnegan menyalurkan bantuannya dan sekolah harus berupaya untuk memfasilitasi sedemikian rupa agar bakat dan prestasi peserta didiknya terealisasi secara maksimal dengan mengajukan bantuan kepada pemerintah.
In reply to Rima Anggraini

Re: forum diskusi

by MIRA DESRINA 2013053059 -
Mira Desrina
2013053059
Izin menambah

permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah masalah sarana dan prasarana yang kurang memadai. Padahal sarana dan prasarana menjadi faktor pendukung keberhasilan program pendidikan.
Sarana dan prasarana adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolak ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih.
Sarana dan prasarana sangat perlu dilaksanakan untuk menunjang keterampilan peserta didik agar siap bersaing terhadap pesatnya teknologi.
Sarana dan prasarana merupakan bagian penting yang perlu disiapkan secara cermat dan berkesinambungan sehingga akan terjamin proses belajar mengajar yang lancar.
Akan tetapi kenyataanya sarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia khususnya untuk daerah-daerah terpencil masih belum terlaksana secara optimal.
Banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai yaitu sekolah di perdesaan.Hal ini jauh berbeda dengan daerah perkotaan yang sarana dan prasarana lebih baik daripada daerah perdesaan.
Banyaknya perbedaan sarana dan prasarana antara perkotaan dan perdesaan mengakibatkan pendidikan di perdesaan masih sangat minim jika dibandingkan dengan pendidikan yang ada di perkotaan.
Sebagai contoh sekolah di perkotaan memiliki fasilitas laboratorium komputer yang dapat digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran, sedangkan sekolah di perdesaan belum memiliki fasilitas tersebut dan bahkan ada yang belum mengetahui cara mengoperasikan komputer tersebut.
Sedangkan teknologi berbasis komputer sangat penting untuk pendidikan masa kini. Banyak pembelajaran yang menggunakan teknologi berbasis komputer.

Dalam hal ini sarana dan prasarana sangat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Sedangkan saat ini sarana dan prasarana untuk pendidikan memang kurang memadai, bahkan banyak sarana dan prasarana yang tidak layak untuk proses belajar mengajar.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by NABILA BILQISTI PUTRI 2013053113 -
Nabila Bilqisti Putri 2013053113
Izin menambahkan
Sistem pendidikan sekolah dapat dilihat secara mikro dan makro saling berkaitan. Secara makro masukan atau input dari sistem pendidikan adalah faktor pembiayaan ekonomi untuk mengadakan sarana dan fasilitas pendidikan. Jadi menurut saya mengapa di beberapa sekolah fasilitas sebagai kebutuhan penyaluran minat bakat dan prestasi belum memadai dikarenakan beberapa faktor, yakni dana pembiayaan yang disalurkan pemerintah tidak memadai dan tidak merata. Sehingga dalam pelaksanaan proses pendidikan sekolah itu sendiri kurang optimal. Singkatnya upaya pemerintah dengan sistem sekolah saling berkaitan dalam memfasilitasi penyaluran minat bakat dan prestasi.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Atri Putri 2013053060 -
Atri Putri
2013053060

Izin menambahkan jawaban dari saudara Dimas
Pertanyaan dari saudara Sherly adalah bahwasanya kurang terpenuhinya terpenuhinya fasilitas di sekolah apakah termasuk dalam kesalahan sekolah itu atau tidak terealisasi nya program dari pemerintah.

Menurut saya tidak terlihat sisinya atau tidak terpenuhinya fasilitas dalam suatu sekolah untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan peserta didik tidaklah sepenuhnya kesalahan dari suatu sekolah itu sendiri atau pemerintah itu sendiri Karena beberapa hal:
1. Sumber daya di setiap daerah itu tidaklah sama
2. Kondisi ekonomi dan juga keuangan di setiap daerah itu tidak sama
3. Dalam pendistribusian bisa dimungkinkan terjadinya kendala-kendala yang memungkinkan untuk terhambatnya pendistribusian secara merata ke sekolah-sekolah mengenai fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan sekolah itu
4. Kondisi-kondisi yang tidak bisa diprediksi memungkinkan penghambatan dalam prosesnya program

Adapun solusinya untuk peserta didik peserta didik yang memiliki kendala dalam mengembangkan potensinya dikarenakan terkendala kurangnya fasilitas adalah sekolah ataupun pemerintah dapat menyediakan suatu fasilitas untuk latihan misalnya di sekolah dibuatkan tempat latihan secara sederhana menyesuaikan dengan kondisi sekolah tersebut sedangkan dari pemerintah membuatkan suatu tempat dimana setiap sekolah dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk kepentingan kepentingan sekolah. Kita sebagai pendidik ataupun calon pendidik harlah dapat memandang segalanya dari segala sisi karena kita tidak bisa menyalahkan hanya dalam satu sudut atau satu sisi saja namun yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita dapat mendukung pemerintah sekolah dan juga pendidikan untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, di kondisi yang seperti ini tentu kita harus dituntut untuk menjadi pendidik yang kreatif dan berkarakter untuk itu di situasi pandemi seperti ini alangkah baiknya kita memfokuskan kepada ada pembentukan karakter siswa dan juga melatih kreativitas siswa dengan menggunakan media yang ada.

Terimakasih
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by Fadilatun Nisa Aulia -
Terima kasih moderator
Izin bertanya
Nama : Fadilatun Nisa Aulia
NPM : 2063053002

Pertanyaan saya adalah
Sistem yang bagaimana yang dimaksud dalam materi atau di dalam makalah kelompok 4 yaitu sekolah sebagai suatu sistem. sistem apa?
Apakah sistem sosial atau yang lain?
In reply to Fadilatun Nisa Aulia

Re: forum diskusi

by Hesti Sundari 2013053160 -
Izin menjawab pertanyaan fadila

Nama: Hesti Sundari
NPM: 2013053160

Sekolah sebagai suatu sistem,Komponen- komponen dari sistem sekolah terdiri atas masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output), dan keluaran tidak langsung (outcome). Adapun ciri-ciri dari sebuah sistem adalah 1) terdiri dari banyak unsur; 2) masing-masing unsur memiliki peranan spesifik untuk mendukung fungsi keseluruhan; 3) tersusun dalam satu tatanan tertentu; 4) antara masing-masing unsur saling memengaruhi, ketergantungan dan berhubungan serta berkomunikasi; 5) berproses melakukan transformasi dengan mekanisme tertentu; 6) tidak tergiur dari pengaruh lingkungan; 7) mempunyai maksud dan tujuan; 8) memerlukan masukan dari luar atau lingkungan memiliki mekanisme kontrol; dan 9) mempunyai batas waktu.

sekolah merupakan suatu sistem sosial yang di dalamnya terdapat seperangkat hubungan mapan, interaksi, konfrontasi, konflik, akomodasi, maupun integrasi yang menentukan dinamika para warganya di sekolah. Oleh sebab itu, di dalam sekolah akan selalu mengandung unsur-unsur dan proses-proses sosial yang kompleks seperti halnya dinamika sosial masyarakat umum.

Terimakasih.
In reply to Hesti Sundari 2013053160

Re: forum diskusi

by Ida Lestari 2013053109 -
Nama: Ida Lestari
NPM: 2013053109

Izin menambahkan,
Sistem adalah satu keseluruhan terpadu yang terdiri dari elemen-elemen yang masing-masing elemen terkait dengan elemen yang lain. Demikianlah pengertian yang sudah sering kita pahami selama ini. Roda sepeda adalah sebuah elemen dari satu kesatuan sepeda sebagai suatu sistem. Sadel sepeda itu juga merupakan elemen lainnya. Demikian juga dengan stir sepeda itu.elemen-elemen yang membentuk sepeda itu saling terkait dan saling pengaruh-mempengaruhi, tidakberfungsinya satu elemen dalam sistem tersebut, akan mempengaruhi keseluruh fungsi sistem.

Tuhan yang maha kuasa menciptakan mahluknya secara sistemik. Jagad raya yang di ciptakannya adalah suatu sistem yang maha kompleks. Salah satu sistem di dalam jagad raya itu adalah tata surya (solar sistem) bumi adalah suatu sub sistem dalam sistem tata surya itu. Bumi pun juga merupakan suatu sistem.manusia yang menempati bumi itu adalah sebuah subsistem. Manusia pun juga sebagai suatu sistem. Manusia menciptakan pendidikan untuk kelansungan hidupnya. Pendidikan juga merupakan suatu sistem yang tidak kalah kompleksnya. Sekolah merupakan suatu sub sistem pendidikan. Sekolah juga merupakan suatu sistem sampai dengan sel yang dapat kita lihat dengan menggunakan mikroskop adalah juga suatu sistem tersendiri.

Walhasil apa yang ada dalam jagad raya ini merupakan suatu sistem.yang akan di bahas dalam tulisan ini adalah “sekolah sebagai suatu sistem”.

Sekolah sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa elemen,mulai dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, siswa, kurikulum, fasilitas pendidikan, yang masing masing elemen saling kait mengait,serta saling pengaruh mempengaruhi, untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.definisi tersebut sejalan pengertian yang tercantum dalam pasal 1 butir 3 UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang berbunyi.
“sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.”

Definisi tersebut menjelaskan bahwa sitem mengandung pengertian (a) komponen atau elemen yang saling terkait, (b) komponen yang saling pengaruh mempengaruhi, dan (c) hubungan antara keterkaitan dan pengaruh tersebut di manfaatkan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan
Sekolah sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa elemen, yang antara satu eelemen dengan elemen lainnya saling berkaitan dan saling pengaruh mempengaruhi.

Sebagai contoh, kepala sekolah adalah satu elemen sekolah. Kepala sekolah akan berhubungan secara timbal balik dengan elemen-elemen lain di sekolah itu. Kinerja sekolah akan di pengaruhi oleh kinerja para guru yang mengajar di sekolah itu.begitu pula sebaliknya. Semuanya saling terkait dan saling pengaruh mempengaruhi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Kita semua berharap, semoga pendidikan kita kedepan lebih maju, namum hal ini bisa terwujud kalau semua elemen-elemen di sekolah itu berjalan pada fungsinya.

Terima kasih.
In reply to Ida Lestari 2013053109

Re: forum diskusi

by Arina izzati 2013053096 -
Arina Izzati 2013053096

Izin menambahakan
Yang dimaksud dalam makalah adalah sekolah sebagai sistem, hanya sistem saja bukan sistem sosial atau sistem apapun. Sekolah sebagai sistem dan sekolah sebagai sistem sosial memiliki pengertian yang berbeda.

Sistem adalah satu keseluruhan terpadu yang terdiri dari elemen-elemen yang masing-masing elemen terkait dengan elemen yang lain. Jadi sekolah sebagai sistem artinya semua elemen atau unsure yang ada di sekolah sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Sedangkan sekolah sebagai sistem sosial merupakan kesatuan berbagai budaya individu yang berbeda menyatu ke dalam satu sistem sekolah. Oleh karena itu, sekolah tidak bisa lepas dari kepercayaan dan nilai-nilai dari masyarakat sekitarnya.

Terimakasih
In reply to Arina izzati 2013053096

Re: forum diskusi

by INDRIE TARISA PUTRI -
Indrie Tarisa Putri 2013053131

Izin menambahkan Jawaban pertanyaan fadilatun

Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome).
Kalau menginginkan lulusan atau keluaran yang berkualitas maka inputnya pun harus bagus, bukan hanya itu pada saat proses juga sangat menentukan, maka maksimalkan lah pada saat proses agar menciptakan output yang berkualitas.

In reply to Hesti Sundari 2013053160

Re: forum diskusi

by Sinta Novita Sari 2013053123 -
Sinta Novita sari 2013053123 izin menambahkan jawaban hesti sundari
Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome).
Sekolah sebagai sebuah sistem memiliki beberapa komponen, dimana masing-masing komponen saling berkaitan. Komponen – komponen sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran (output). Tujuan dari sekolah akan tercapai apabila ketiga komponen ini dapat berjalan dengan baik. Masukan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh sistem sekolah untuk menjalankan proses sehingga menghasilkan keluaran yang diharapkan. Masukkan terdiri dari masukan utama yaitu siswa yang berpotensi untuk dididik, yang kedua masukkan instrumental yaitu guru sebagai tenaga pendidik untuk menjadikan seorang siswa sebagai manusia seutuhnya, yang terakhir yaitu masukkan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Masukan di kategorikan menjadi dua yaitu masukan sumber daya dan masukan manajemen. Masukansumber daya meliputi sumberdaya manusia, yaitu kepala sekolah, guru termasuk guru BP, karyawan dan siswa, sedangkan sumber daya lainnya meliputi peralatan, perlengkapan, uang, bahan, dsb. Input manajemen atau kepemimpininan merupakaninput yang berpotensi dalam pembentukan sekolah yang efektif. Komponen kedua sekolah sebagai suatu sistem yaitu proses. Proses merupakan segala kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, termasuk segala kegiatan yang terjadi di dalam sekolah untuk mengubah masukan agar menghasilkan keluaran yang diharapkan. Proses mencakup kegiatan belajar mengajar, kegiatan pengelolaan sekolah, serta kegiatan administrasi sekolah. Kualitas suatu proses dipengaruhi oleh masukan yang ada , dan tinggi rendahnya mutu dalam suatu proses akan mempengaruhioutput nantinya . Dalam sistem sekolah terjadi juga proses manajemen atau kepemimpinan . Pemimpin harus memberikan motivasi kepada seluruh staf untuk bekerja dengan baik agar berjalannya suatu proses sehingga menghasilkan keluaran yang diharapkan. Ketiga komponen sekolah sebagai suatu sistem sangat penting, akan tetapi kebanyakan sekolah-sekolah terlalu fokus pada input yaitu mengenai berapa siswa yang bersekolah di sekolah tersebat dan juga terlalu fokus pada output yaitu mengenai jumlah kelulusan. Padahal yang terpenting adalah prosesnya yaitu pelaksanaan pendidikan di Sekolah. Apabila proses pembelajaran mempunyai kualitas yang baik maka output yang dihasilkan akan sesuai harapan. Misalnya saja mengenai kelulusan, apabila prosesnya berkualitas maka siswa tidak hanya mendapat predikat lulus saja, tapi juga menjadikan dirinya sebagai lulusan yang berkualitas.
Sejolah juga bisa disebut system sosial. Sekolah merupakan sebuah sistem sosial yang unik dengan berbagai budaya individu yang berbeda menyatu ke dalam satu sistem sekolah. Oleh karena itu, sekolah tidak bisa lepas dari kepercayaan dan nilai-nilai dari masyarakat sekitarnya. Persimpangan terbuka antara sebuah sekolah dan lingkungan eksternal, nilai-nilai komunitas dan keyakinan berdampak pada bagaimana budaya sekolah berkembang. Sistem penggabungan budaya sistem sosial sangat penting, karena mempengaruhi berbagai reaksi, kegiatan, dan perilaku.
Sekolah terdiri dari orang-orang yang memiliki hubungan satu sama lain. Setiap orang yang berada di sekolah memiliki peran yang harus dijalankan supaya sistem interksi tersebut tetap terjaga. Peran yang dapat diidentifikasi di sekolah adalah guru, siswa, kepala sekolah, staf TU, laboran, pustakawan, penjaga sekolah, satpam sekolah.
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial, karena ia merupakan produk yang lahir dan tumbuh dalam masyarakat pembangunannya. Pendidikan merupakan gambaran kemajuan dari suatu masyarakat. Pendidikan yang maju, hanya hidup dan dimiliki oleh masyarakat yang berpikiran maju, dan hanya masyarakat yang berpikiran maju yang menghargai pendidikan. Pendidikan dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang saling menetukan status.
Sebagai sistem sosial, sekolah merupakan akumulasi dari komponen – komponen sosial integral yang saling berinteraksi dan memiliki kiprah yang bergantung antara satu sama lain.
Sekolah mempunyai dua aspek penting yaitu aspek individu dan aspek sosial. Di satu pihak, pendidikan sekolah bertugas mempengaruhi dan menciptakan kondisi yang memungkinkan perkembangan secara optimal. Sekolah sebagai pendidikan formal dituntut untuk dapat merekam segala fenomena yang terjadi di masyarakat. Selanjutnya sekolah memberikan informasi dan penjelasan kepada peserta didik terhadap ontologis suatu peristiwa.
In reply to Hesti Sundari 2013053160

Re: forum diskusi

by Yozha Fatonah 2013053136 -
Nama : Yozha Fatonah
NPM : 2013053136

Izin menambahkan,
Sebagai institusi sosial, pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sosial, karena pendidikan (persekolahan) tidak dapat dilaksanakan di luar lembaga sosial. Dewey beranggapan bahwa pendidikan tumbuh di masyarakat dan masyarakat tumbuh karena adanya pendidikan. Antara kedunya terdapat hubungan yang bersifat mutual benefit, yang berarti saling menguntungkan bahkan merupakan suatu ikatan yang secara aksiomatik sulit dan mustahil untuk dipisahkan. Pendapat senada dikemukakan oleh Durkheim yang mengemukakan bahwa masyarakat secara keseluruhan masing-masing lingkungan sosial di dalamnya, merupakan sumber penentu cita-cita yang dilaksanakan lembaga pendidikan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baik terima kasih atas pertanyaan nya.
Baik kelompok 4 jika ingin ada yang menjawab, saya persilahkan.
Dan kepada teman teman yang lain apabila ingin menambah atau menyanggah jawaban juga dipersilahkan.
In reply to muhisom M.Pd.I

Re: forum diskusi

by Dimas Aris Setiawan -
Baiklah, berhubung pertanyaan sudah dijawab semua oleh kelompok 4.

Acara selanjutnya yaitu penutup.
Baiklah telah selesai sudah diskusi kita pada siang hari ini dari kelompok 4 yang membahas tentang "SEKOLAH SEBAGAI SUATU SISTEM". Semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kami dari kelompok 4 meminta maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan kami minta maaf. Dan saya selaku moderator kelompok 4 mengucapkan terima kasih atas partisipasi nya.

Saya akhiri.
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Dimas Aris Setiawan

Re: forum diskusi

by SHERLY IKA SAVITRI -
Alhamdulillahirrahmanirrohiim
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh