silahkan yang ingin bertanya dan menjawab pertayaan rekannya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi Bapak dan Ibu dosen beserta teman-teman.
Alhamdulillah hirabbil 'alamin. Pada kali ini kita akan melaksanakan pembelajaran yang akan dipresentasikan kelompok 3
Sebelumnya segala puji bagi Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan limpahan rahmat dan barokah-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran hari ini di room virtual ini.
Disini saya akan memandu jalannya diskusi hari ini. Adapun saya akan memperkenalkan anggota kelompok kali ini, yaitu:
Ayudia Lintang Ranumasari (2013053154)
Fahri Fadhil Mahardika (2013053080)
Lia Setianingsih (2013053141)
Kami sebagai kelompok 3 akan menyajikan materi dengan judul "Fungsi-fungsi Manajemen"
Adapun susunan acara pada hari ini yaitu
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Sesi tanya jawab, terdiri dari dua termin
4. Penutup
Baik, langsung saja kita mengawali perkuliahan hari ini dengan melafalkan basmallah
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim..
Kepada audiens kami berikan waktu 30 menit untuk memahami materi.
Izin bertanya
Terimakasih lia
Kepada penanya dipersilahkan
Izin bertanya
Izin bertanya,
2013053081
Izin bertanya
2013053152
Izin bertanya
Npm:2013053059
Izin bertanya
2013053066
Izin bertanya
2013053156
izin bertanya
2013053167
Izin bertanya
2013053177
Izin bertanya
Izin bertanya
2013053136
Izin bertanya
Kepada penanya dipersilahkan menuliskan pertanyaannya
Apakah ada tantangan atau hambatan dalam menjalankan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan) bagi pendidikan di Indonesia? Jika ada tolong jelaskan!
Terimakasih
2013053141
Izin Menjawab
Hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan fungsi manajemen sebagai berikut:
(a) kurangnya koordinasi antar pegawai,
(b) fasilitas penunjang pekerjaan kantor yang terbatas,
(c) pegawai kurang memahami tugas dan prosedur kerja,
(d) kurangnya motivasi kerja pegawai.
Lalu beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu:
(a) meningkatkan koordinasi antar pegawai melalui kegiatan informal,
(b) menambah fasilitas penunjang pekerjaan kantor,
(c) mensosialisasikan tugas pokok tertulis kepada pegawai,
(d) memberikan pengarahan yang jelas.
Tantangan atau hambatan dalam menjalankan fungsi manajemen bagi Pendidikan di Indonesia diantaranya sebgai berikut.
1. Filosofi Tujuan Pendidikan masih semu
Filosofi pendidikan yang ada pada Tujuan Pendidikan Nasional dalam UU Sisdiknas terkonsentrasi pada aktivitas guru, dosen atau pendidik. Filosofi pendidikan yang demikian akan menelikung kemampuan kreativitas peserta didik dan pedagoginya cenderung bersifat naratif dan indoktrinatif.
Filosofi Tujuan Pendidikan Nasional seharusnya : mendampingi dan mengantar peserta didik kepada kemandirian, kedewasaan, kecerdasan, agar menjadi manusia profesional (artinya memiliki keterampilan (skill), komitmen pada nilai-nilai dan semangat dasar pengabdian/pengorbanan) yang beriman dan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kemakmuran warga masyarakat, nusa dan bangsa Indonesia
2. Pola Fikir pendidik dan tenaga kependidikan cenderung financial oriented
Anggaran Pendidikan 20 % belum tentu menjamin kualitas pendidikan ini lebih baik, selama pendidik dan tenaga kependidikan bekerja untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Yang terjadi sekarang dengan melimpahnya materi untuk jabatan pendidik terkesan justru meninabobokan mereka. Mereka berfikir bagaimana supaya gaji besar dan jarang yang berfikir bagaimana memperbaiki kualitasnya sebagai bentuk feedback dari semua fasilitasnya sebagai pendidik. Adanya sertifikasi guru belum tentu menjamin guru itu terpanggil untuk memperbaiki kualitasnya.
3. Paradigma Tujuan pendidikan dimasyarakat masih banyak yang salah.
Masyarakat terutama di pedesaan masih berparadigma bahwa pertama, tujuan pendidikan adalah untuk mendapatkan pekerjaan semata bukan untuk mendewasakan peserta didik, kedua, masih banyak masyarakat yang berpandangan bahwa ukuran kesuksesan dari pendidikan adalah menjadi PNS, jadi meskipun ia berhasil dalam bidang materi namun tidak menjadi PNS/ berseragam dinas mereka menganggap bahwa pendidikannya telah gagal. Paradigma tujuan pendidikan yang masih memprihatinkan meskipun terkesan sepele namun cukup fatal karena akan membentuk pola fikir anak didik yang salah pula.
4. Paradigma peserta didik yang sertificate oriented
Paradigma ini masih melekat dalam benak kebanyakan peserta didik, mereka masih berfikir bahwa sekolah ini hanyalah untuk mendapatkan pekerjaan yang bersifat formal semata. Masalah lebih serius lagi ketika mereka beranggapan bahwa pekerjaan itu bisa mudah dengan selembar ijazah, Implikasinya adalah mereka menganggap bahwa ijazah kelulusan adalah segala-galanya, konsekwensinya adalah mereka tidak belajar serius selama proses pendidikannya dan tidak memilki kualitas, apalagi untuk belajar seumur hidup. sehingga mereka berfikir bagaimana saya supaya lulus ujian bukan bagaimana supaya memilki kompetensi dan skill.
5. Manajemen pendidikan di Indonesia Tidak berbasis kompetensi yang sebenarnya
Kalimat kompetensi yang saat ini banyak tersurat dalam sistem pendidikan dan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), dipandang masih bersifat bias, tidak mengena dan tampak hanya tekstual semata tidak pada essensi yang sebenarnya. Hal ini sangat tampak terlihat jika melihat kasus-kasus seperti ini, jangankan lulusan SMA/SMK orang yang sarjana pun bingung sebenarnya dia bisa apa, punya kompetensi apa, apakah kompeten dalam bidangnya atau tidak, ditambah lagi ketika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa mempertimbangkan potensi diri dan kompetensi yang sudah ia miliki. Satu refleksi kegagalan pendidikan yang sangat fatal, dimana pendidikan sebnarnya tidak berbasis kompetensi yang sebenarnya
6. Implementasi manajemen pendidikan kan dalam Simbolisme verbal dan tekstual.
Ini berkaitan dengan maslah kultur dimana pendidik dan tenaga kependidikan menganggap bahwa ia hanyalah melakukan tugas secara formal dan rutinitas dan berkaitan pula dengan masalah SDM nya yang kurang berkualitas. Jangankan dalam melaksanakan inovasi pendidikan, dalam mengimplementasikan manajemen yang ada pun mereka masih berprinsip asal melaksanakan. Sehingga ia mengimplementasikannya itu hanyalah sebatas simbolisme verbal dan tekstual semata yang penting melaksanakan tuntutan aturan yang ada namun bekerja seperti biasa saja seadanya.
7. Pendidikan tidak berbasis Cita-Cita peserta didik
Masalah yang paling fatal dalam pendidikan kita adalah sampai saat ini pendidikan kita sama sekali tidak dengan sesungguhnya ingin mencerdaskan dan ingin mendidik supaya generasi muda mendapatkan masa depan yang jelas. Manajemen pendidikan kita belum memperhatikan dan belum menganggap penting untuk mengembangkan anak sesuai dengan potensinya. Harus diakui bahwa peserta didik kita mayoritas sama sekali tidak memiliki cita-cita untuk menjadi apa kelak, meskipun ada yang yang punya mungkin itu bersifat semu dan hanya pengakuan verbal semata. Yang terjadi adalah mereka belajar secara ngambang dan tidak memiliki arah yang jelas yang penting berangkat sekolah. Satu hal lagi yang lebih penting adalah manajemen pendidikan kita tidak mengarahkan anak untuk mewujudkan cita-citanya namun bagaimana anak supaya bisa menghapal semua materi pelajaran tanpa terkecuali.
8. Sistem Kurikulum yang gemuk dan tidak berbasis potensi.
Masalah yang tidak kalah pelik dalam sistem pendidikan kita adalah kurikulum bersifat gemuk dan tidak berbasis potensi peserta didik, manajemen kita memaksakan anak untuk menguasasi seluruh materi yang dikurikulumkan, tidak pernah mempertimbangkan apakah materi tersebut sesuai dengan potensinya atau tidak.Sehingga yang terjadi adalah peserta didik hanya dijadikan objek penderita yang seperti robot. Konsekwensinya adalah peserta didik berkembang bukan berdasarkan potensinya namun seolah-olah karena keterpaksaan.
9. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kurang Inovatif.
Ketika Pendidik dan tenaga kependidikan masih berpolafikir bahwa tugasnya adalah mengajar, bekerja hanya melaksanakan tugas dan rutinitas semata, maka akan sulit lingkungan pendidikan itu berubah menjadi lebih baik. Mereka justru tidak merasa berkewajiban untuk melakukan inovasi manajemen pendidikan supaya hasil pendidikannya jauh lebih baik.
10. Sistem seleksi CPNS tidak berbasis kompetensi bidang studi
Disinilah mungkin awal mula keterpurukan dunia pendidikan kita, seleksi CPNS keguruan sampai saat ini tidak berbasis kompetensi bidang studi, namun dengan sistem generalisasi, semua disamakan. Akibatnya peluang CPNS Keguruan yang lolos bukan berdasarkan kompetensinya sangat terbuka.
2013053152
Izin menambahkan jawaban untuk pertanyaan Arina Izzati
Tantangan atau hambatan dalam menjalankan fungsi manajemen pendidikan di Indonesia:
1) Sumber daya pendidikan belum cukup andal untuk mendukung tercapainya tujuan dan target pendidikan secara efektif.
2) Sistem pembelajaran lebih menitikberatkan pada kuantitas hasil daripada kualitas proses.
3) Kurikulum, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi masih bersifat parsial terhadap tujuan pendidikan nasional.
4) Manajemen pendidikan dan kinerja mengajar guru atau dosen lebih menitikberatkan pada tuntutan administratif daripada menciptakan budaya belajar yang bermutu.
5) Perubahan berbagai kebijakan dan kurikulum pendidikan belum mampu menjawab kualitas proses dan mutu lulusan.
6) Peningkatan anggaran pendidikan dan fasilitas belajar belum berdampak secara signifikan terhadap kultur dan kinerja mengajar guru serta budaya belajar siswa atau mahasiswa.
7) Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan belum didukung oleh sistem, kultur dan kinerja mengajar, serta budaya belajar secara komprehensif.
8) Pendidikan telah dipersempit maknanya menjadi pengajaran.
9) Pendidikan belum didesain untuk mencetak manusia-manusia yang benar, jujur, adil, dan bermartabat serta problematika-problematika lain yang lebih komplek.
Nazla Asa Luqyana
2013053152
Izin bertanya
Agar fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan dapat berfungsi dan berjalan secara efektif hal apa saja kah yang harus diperhatikan?
2013053060 Izin menambahkan
Menurut saya agar fungsi perencanaan dalam pendidikan dapat berfungsi dan berjalan secara efektif adalah harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pada sekolah atau lingkungan pendidikan tersebut maksudnya kita harus merencanakan suatu rencana pendidikan dengan kondisi sesuai dengan setiap daerah agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien
Terimakasih
Izin Menambahkan
hal yang harus diperhatikan Agar fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan dapat berfungsi dan berjalan secara efektif sebagai berikut:
a. Harus didasarkan pada tujuan yang jelas, maksudnya semua komponen perencanaandikembangkan dengan berorientasi pada tujuan yang jelas.
b. Bersifat sederhana, realistis, dan praktis, maksudnya perencanaan yang dibuat tidak bersifat muluk-muluk.
c.Terperinci, maksudnya harus memuat segala uraian dan klasifikasi rangkaian tindakanyang akan dilaksanakan.
d.Memiliki fleksibilitas artinya perencanaan yang dibuat tidak bersifat kaku.
e.Terdapat perimbangan antara unsure atau komponen yang terlibat dalam pencapaiantujuan
f.Diupayakan adanya penghematan sumber daya serta kemungkinan diadakannyasumberdaya tersebut di masa-masa aktivitas sedang berlangsung.
g.Diusahakan agar tidak terduplikasi dalam pelaksanaan
Izin menjawab
- Perencanaan dalam fungsi manajemen pendidikan memerlukan pemikiran tentang segala hal yang akan dikerjakan, seperti mengapa, serta siapa yang terlibat dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan tersebut. Dengan 5 “w” dan 1 “h”.
What (tentang tujuan)
Why (tentang alasan)
When (tentang waktu)
Where (tentang tempat)
Who (tentang siapa)
How (cara melaksanakan)
- Perlunya pemikiran yang strategis. Pemikiran strategis akan membantu perencana pendidikan mengeksploitasi tantangan-tantangan baik yang dapat diramalkan maupun yang tidak untuk dimasa depan, bukan hanya mempersiapkan diri untuk suatu kemungkinan di hari esok saja, melainkan perlu menjangkau jauh ke masa depan.
- Merencanakan manajemen pendidikan dalam jangka panjang yang mencakup penerapan intuisi dan analisis untuk menentukan posisi yang perlu dicapai pendidikan di masa depan. Secara tradisional, perencanaan jangka panjang kerap merupakan ekstrapolasi sejarah, memproyeksikan hasil di masa depan berdasarkan pengalaman saat ini dan masa lampau. Tujuan dari perencanaan jangka panjang untuk memetakan perjalanan pendidikan untuk keberhasilan dimasa depan.
- Perlunya perencanaan taktis, untuk memastikan bahwa perencanaan membuahkan hasil konsisten dengan arah strategis,serta memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia seefekif mungkin.
Izin menambahkan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi manajemen perencanaan pendidikan adalah:
1. Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas
Ketika akan membuat sebuah perencanaan, maka harus mengerti dahulu target apa yang ingin dicapai. Dengan menentukan tujuan yang jelas maka akan lebih mempermudah dalam proses perencanaan dan langkah ke depannya.
2. Perencanaan bersifat sederhana, realistis dan praktis supaya mudah dipahami dan tidak terkesan berbelit-belit.
3. Perencanaan terinci dan memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan, sehingga mudah dijalankan
4. Memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi
2013053081
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Nazla.
Sesuai dengan makalah yang dituliskan oleh Kelompok 3, agar fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan dapat berjalan secara baik dan efektif, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
1. Kepala sekolah (utama), guru, staf TU, dan warga sekolah harus dapat melihat tujuan yang jelas;
2. Bersifat sederhana;
3. Fleksibel, mengikuti perkembangan yang ada;
4. Adanya keselarasan tanggung jawab dan tujuan di setiap bagiannya;
5. Meliputi analisis di setiap detail pekerjaan;
6. Memanfaatkan segala sesuatu yang ada secara efektif.
2063053004
Izin menambahkan jawaban
Agar fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan dapat berfungsi dan berjalan dengan efektif, hal yang harus diperhatikan yaitu mempersiapkan semua komponen pendidikan. Untuk menyiapkan semua komponen pendidikan ini perlu dibentuk tim, dan didalam tim tersebut melakukan kerjasama. Karena dengan kerjasama maka akan lebih mudah untuk mewujudkan perencanaan yang ada.
2013053059
Izin menambah
1.Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas agar mudah dimengerti oleh seluruh anggota, serta meminimalisir kesalahan dalam pengertian.
Bersifat dinamis (fleksibel). Suatu rencana harus bersifat dinamis yakni tetap bisa melakukan perubahan atau penyesuaian keadaan yang mungkin terjadi.
2.Bersifat stabil, yakni tidak semua rencana yang dalam pelaksanaannya kurang optimal mengalami perubahan. Tetapi harus tetap dijaga stabilitasnya dengan melakukan pertimbangan yang matang dalam pengambilan keputusan untuk mengubah suatu rencana.
3.Adanya keseimbangan antara waktu (deadline) dan faktor-faktor pendukung tujuan organisasi dengan kebutuhan.
4.Mencakup semua fungsi yang dibutuhkan, yakni semua fungsi yang ada dalam manajemen.
NPM: 2013053109
Izin menambahkan,
Hal-hal yang harus diperhatikan agar fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan dapat berjalan secara efektif adalah:
1. Menetapkan target atau tujuan, perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan target atau tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya secara tidak efektif.
2. Merumuskan keadaan saat ini, pemahaman akan posisi atau keadaan organisasi sekarang ini dari pada tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan merupakan hal sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan organisasi saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melalui komunikasi dalam organisasi.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan, Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.
Terima kasih.
NPM: 2013053156
Terimakasih moderator atas kesempatannya untuk mengizinkan saya bertanya,
Pertanyaan saya kali ini mengenai apakah fungsi manajemen dalam pendidikan yang telah tercantum di naskah makalah dari kelompok 3 selalu berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan? Ataukah ada suatu kemungkinan lain yang mempengaruhi sehingga fungsi dari manjemen dalam pendidikan mengalami kendala - kendala kecil yang mungkin saja terjadi.
Terimakasih
Mengenai pertanyaaan diatas, fungsi manajemen dalam pendidikan dapat tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan karena adanya berbagai perubahan situasi yang terjadi baik cepat atau lambat. Sebagai contoh pada saat melaksanakan fungsi penggerakan, terkadang ada beberapa beberapa personil yang tidak melaksanakan amanahnya atau mereka malas dalam melaksanakan kewajibannya, sehingga penggerakan pada suatu kegiatan pendidikan terganggu dan tidak berjalan dengan maksimal.
Bagaimana viska, apakah dapat dipahami?
Atau dari audiences ada yang ingin menambahkan jawaban dipersilahkan, terimakasih
Terimakasih Fahri
Berikan kami waktu beberapa menit untuk menjawab pertanyaan
kepada penanya dipersilahkan
Npm:2013053059
Izin bertanya
2013053167
Izin bertanya
Izin bertanya
2013053113
Izin bertanya
dipersilahkan menulis pertanyaannya
Mengenai permasalahan penyalahgunaan dana BOS yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai kepentingan pribadi, alternatif dari pemecahan masalah tersebut jika dikaitkan dengan fungsi manajemen yaitu dapat diadakan rapat penyusunan sebuah perencanaan yang melibatkan tenaga pendidik seperti guru sebagai bagian dari saksi atas adanya rapat tersebut. Lalu, diperlukan adanya pengawasan terhadap segala transaksi yang berhubungan dengan penggunaan dana BOS baik secara online maupun offline. Hal itu dilakukan guna mencegah adanya dana atau perlengkapan dari dana BOS yang dicuri atau ditilep oleh kelapa sekolah ataupun lainnya.
Bagaimana yasinta, apakah dapat dipahami?
Untuk audiences boleh menambahkan jawaban, terimakasih
Felisitas Franadita Yonanda
2013053167
Izin bertanya
Strategi apa yg harus dilakukan agar masing-masing fungsi manajemen dapat berfungsi secara optimal?
2013053141
Izin menjawab
Strategi yang harus dilakukan agar masing-masing fungsi manajemen dapat berfungsi secara optimal yaitu menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Fungsi Perencanaan
1) Menjelaskan permasalahan.
2) Mengusahakan untuk memperoleh informasi yang terandal tentang aktivitas yang terkandung di dalamnya.
3) Analisis dan klasifikasi informasi.
4) Menentukan dasar pendapat perencanaan dan batasan.
5) Menentukan rencana berganti.
6) Memilih rencana yang diusulkan.
7) Membuat urutan kronologis tentang rencana yang diusulkan.
8) Mengadakan pengendalian kemajuan terhadap rencana yang diusulkan.
2. Fungsi Pengorganisasian
1) Menyusun pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilakukan.
2) Membagi kerja.
3) Pengelompokan pekerjaan atau tugas (untuk organisasi yang sudah besar atau kompleks).
4) Menetapkan mekanisme kerja.
5) Memonitor dan mengambil langkah-langkah penyesuaian dengan maksud mempertahankan dan meningkatkan efektivitas.
3. Fungsi Penggerakan
1) Bimbingan serta pemberian motivasi terhadap tenaga kerja.
2) Sosialisasi tugas dan seluruh kebijakan dengan jelas.
3) Penjelasan tugas pekerjaan secara rutin.
4. Fungsi Pengawasan
1) Menetapkan standar atau dasar pengawasan
2) Mengukur kinerja
3) Bandingkan kinerja dengan standar kinerja, dan tetapkan perbandingan/perbedaannya
4) Koreksi penyimpangan yang terjadi sebagai langkah perbaikan
Baik, saya sebagai moderator memohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangan.
Saya akhiri,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang :D
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Assaalamualaikum
Selamat siang Ibu, Bapak, serta teman-teman
Izin mengirimkan hasil diskusi kelompok 3 materi Fungsi-Fungsi Manajemen