Diskusi Militer Pada perang Dunia I dan II

Diskusi Pertemuan 4

Diskusi Pertemuan 4

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 26

jelaskan bagaimana menurut anda, jika posisi anda sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, apa yang akan anda lakukan !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Fera Verianti -
izin menaggapi pak, saya fera verianti npm: 18130033022, jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II yang saya lakukan yaitu, mengatur strategi atau taktik yang baik untuk melumpuhkan pertahanan lawan. Merumuskan dan melaksanakan taktik sangat penting dalam suatu pertempuran karena suatu negara pun bisa kalah dalam ajang pertempuran walaupun strategi perangnya sudah terkoordinasi dengan benar, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang dengan benar jika tidak diimbangi dengan taktik dan stategi yang sesuai dengan apa yang kita lihat dilapangan atau diarea perang. taktik perang ini dalam setiap sudutnya harus sesuai dengan kondisi pertahanan lawan, baik itu diudara, dilaut, maupun didarat. tidak lupa kita juga harus memikirkan dampak negatif dan positif dari terciptanya taktik yang kita rancang guna melumpuhkan serangan lawan.
sekian terimakasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Nora Alim Miya -
Saya Nora Alim Miya NPM 1813033050 izin menanggapi Pak.

Jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, yang saya lakukan adalah memperkuat pertahanan dengan membangun armada militer yang kuat, memperkuat peralatan perang modern dengan mensuplay persenjataan dan mesin perang yang banyak dengan mengikuti perkembangan teknologi. Dimana perkembangan teknologi persenjataan mengalami peningkatan yang signifikan selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Munculnya Revolusi Industri di Eropa menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan senjata masa Perang Dunia. Pada masa Perang Dunia, perkembangan persenjataan dikuasai oleh negara-negara industri seperti, Jerman, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis. Selain itu, perlunya mengatur strategi atau taktik baik di darat maupun di laut agar dapat melumpuhkan pertahanan lawan, serta selalu berjaga-jaga jangan sampai lengah ketika ada serangan mendadak dari lawan.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Merisa Rusiana -
Saya Merisa Rusiana 1813033054 izin menanggapi pak

Militer merupakan garda terpenting di dalam sebuah peperangan menang tidak nya negara dalam berperang sangat tergantung kepada kemajuan militer nya. Adanya perang dunia I dan II merupakan perang yang sangat mengerikan, dimana dari adanya perang tersebut, menyebabkan begitu banyaknya korban Jika saya menjadi militer, pada saat perang dunia I dan II tentunya akan turut berpartisipasi dan berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara sesuai tugas dari anggota militer itu sendiri dan juga dengan berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan perang. Selain itu juga, menyuarakan adanya Pemikiran untuk menghentikan peperangan dengan jalur di diplomasi, agar tidak terjadi peperangan yang menimbulkan banyaknya korban.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Mia Oktavia -
Baik pak saya Mia Oktavia npm 1813033032 izin menanggapi mengenai hal tersebut. Jika saya menjadi salah satu anggota militer pada saat perang dunia 1 atau 2 saya akan menggunakan seluruh strategi yang telah di persiapkan sebagaimana mestinya. Karena ketika menjadi salah satu anggota militer hal yg utama adalah strategi ketika strategi telah di tetapkan atau direncanakan dengan baik maka tugas anggota militer adalah dengan mengikuti strategi tersebut secara baik dan sesuai apa yang telah diarahkan. Sehingga meskipun kalah anggota militer telah menggunakan strategi yg telah di tetapkan dan dapat menjadi bahan pertimbangan kembali jika terjadi perang apakah strategi tersebut tepat untuk diterapkan kembali atau tidaknya.
Sekian tanggapan dari saya pak terimakasiih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Istiqomah Qomah -
Izin menanggapi pak saya istiqomah npm 1813033002, jika saya sebagai militer ketika perang Dunia 1 dan 2 yang akan saya lakukan yaitu mengatur strategi dan taktik serangan maupun pertahanan untuk melawan musuh. Taktik perang merupakan penggunaan kekuatan bersenjata untuk menjalankan pertempuran. Taktik perang sebagai ilmu dan seni tentang pelaksanaan manuver pasukan dan penggunaan alat senjata untuk memenangkan pertempuran. Strategi medan tempur, terkenal dengan istilah taktik. Merumuskan dan melaksanakan taktik merupakan sangat penting dalam sebuah pertempuran karena sebuah negara pun masih bisa kalah dalam medan pertempuran meskipun strategi perang yang sudah terkoordinasi, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang. Oleh karena itu perlu sekali merancang taktik berperang baik taktik serangan maupun taktik bertahan ketika perang berlangsung, taktik serangan dapat dilakukan dengan menyusun serangan dari berbagai arah seperti serangan udara, darat dan laut. Sedangkan taktik pertahanan merupakan keadaan yang temporal untuk melawan usaha penyerang dengan menghentikan momentum serangannya. Pertahanan memiliki beberapa kemanfaatan dalam anggota aplikasi militer. Ketika diterapkan pada unit militer, pertahanan menyiratkan penggunaan taktik bertahan. Pada perencanaan operasi militer, strategi pertahanan merupakan kebijakan mencegah serangan, atau meminimalkan kerusakan serangan, oleh kekuatan-kekuatan strategis.
Pertahanan merupakan keadaan untuk menyiapkan diri supaya dapat melakukan serangan terhadap penyerang. Untuk memperkuat posisi pertahanan, pertahanan disusun untuk menguasai medan yang dapat mempersulit penyerang seperti di lereng, di bukit dan di belakang sungai atau diwujudkan perbentengan. Untuk mencegah kesuksesan penyerang melakukan serangan lambung atau melingkar, karenanya pertahanan disusun mendalam yaitu kekuatan pertahanan tidak di tempatkan di garis depan saja. Ketika belum mempunyai senjata api, posisi pasukan panah ditempatkan di belakang pasukan infanteri (pejalan kaki) untuk menembaki pasukan penyerang yang mendekat. Jika penyerang sukses maju terus karenanya pasukan infanteri bangun menyerbu pasukan penyerang untuk saling berkelahi dan membunuh. Jika penyerang menggerakkan pasukan kavaleri (pasukan berkuda) untuk menyerang lambung karenanya pihak pertahanan menyambut serangan tersebut dengan menggerakkan pasukan kavaleri (pasukan berkuda). Setelah mempunyai senjata api, pasukan artileri menempatkan meriamnya di belakang posisi pertahanan pasukan infanteri yang berada di garis depan. Keadaan seperti diputuskan oleh kemampuan Panglima Perang, sebagai seniman perang, untuk menggerakkan pasukan dengan jumlah dan waktu yang tepat. Selain dengan mengatur strategi yang baik saat peperangan berlangsung kita perlu memperkuat angkatan bersenjata kita sebagai garda terdepan dari proses penyerangan saat perang berlangsung, sehingga perlu sekali untuk memperkuat angkatan bersenjata dengan menyediakan berbagai perlengkapan perang maupun melatih penduduk dalam kegiatan militer.
Sekian terimakasih pak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Khoira Yuslima -
Saya Khoira Yuslima NPM 1813033044.
Izin menanggapi pak. Jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II maka yang akan saya lakukan yaitu dengan mengatur taktik untuk keberhasilan mengecoh pihak lawan sangat berguna untuk menjamin keberhasilan serangan, terutama ketika menghadapi kekuatan musuh yang lebih besar. Strategi pengecoh juga berguna dalam posisi bertahan untuk meminimalkan kerusakan akibat serangan lawan. Selanjutnya, mempunyai taktik khusus untuk beragam situasi, mulai dari mengamankan ruangan atau bangunan, untuk operasi skala agung seperti membangun superioritas udara di atas suatu wilayah. Taktik militer melakukan pekerjaan pada semua tingkat komando, dari individu dan kelompok, hingga seluruh tingkatan bersenjata.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Ratih Juniarti -
Saya Ratih Juniarti (1813033006) izin menanggapi atas pertanyaan bapak, mengenai Apa yg kmu lakukan jika kmu menjadi anggota militer di dalam perang dunia ke 1 dan 2..

Penyebab Perang dunia 1 adalah persaingan ekonomi dan militer antar negara. Sedangkan untuk penyebab Perang dunia 2 adalah kemunculan fasisme di Jerman, Italia, dan Jepang; yaitu sebuah versi nasionalisme tingkat ekstrim. Negara-negara tersebut juga melaksanakan militerisme, yaitu penggiatan kembali kekuatan militer untuk menduduki wilayah-wilayah baru..

Jika saya menjadi salah anggota militer dalam kedua perang tersebut, maka yang saya lakukan adalah berkontribusi dalam memberikan seluruh tenaga dan jiwa saya dalam menghadapi perang tersebut, tak hanya itu saya juga akan memberikan ide / gagasan dalam menghadapi perang tersebut .. selain ide , tenaga dan jiwa, kita juga harus mempunyai strategi diplomasi untuk melakukan kerja sama dengan negara lainnya sebagai salah satu usaha untuk memperkecil korban akibat perang yg terjadi .. seperti tugas militer sendiri yaitu mempertahankan negaranya dan tetap menjaga kedaulatan dan ketentraman wilayahnya.
Sekian yang dapat saya tanggapi, terima kasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Nanda Lintang Puspita -
Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Nanda Lintang Puspita NPM 1813033056 izin menanggapi terkait hal yang akan dilakukan jika menjadi anggota militer pada saat Perang Dunia I dan II. Penyebab perang dunia 1 merupakan kombinasi dari masalah politik, aliansi, imperialisme, nasionalisme, dan beberapa faktor lainnya seperti kematian Archduke Franz Ferdinand yang menjadi puncaknya. Penyebab perang dunia 1 ini melibatkan sebagian besar negara-negara Eropa bersama dengan Rusia, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan wilayah lainnya. Demikian juga yang terjadi pada Perang Dunia II, Perang Dunia II termasuk perang terbesar yang pernah terjadi di dunia. Perang Dunia II adalah perang yang terutama terjadi antara Kekuatan Poros (Jerman Nazi, Italia, dan Jepang) dan Sekutu (Prancis, Inggris Raya, Uni Soviet, dan Amerika Serikat). Perang ini berlangsung selama 6 tahun dari 1939 hingga 1945. Penyebab Perang Dunia II terbagi dalam penyebab umum dan penyebab khusus. Dari penyebab penyebab diatas, yang akan dilakukan jika menjadi militer pada saat itu adalah membuat rancangan strategi perang atau taktik perang dengan baik. Strategi adalah kunci pelaksanaan perang dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan. Strategi medan tempur, terkenal dengan istilah taktik. Merumuskan dan melaksanakan taktik adalah sangat penting dalam sebuah pertempuran karena sebuah negara pun masih bisa kalah dalam medan pertempuran meskipun strategi perang yang sudah terkoordinasi baik, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang baik. Selain merancang taktik untuk pertahanan dan penyerangan bagi negara kita sendiri, kita juga harus memperhatikan taktik lawan. Seperti contoh pada Perang Dunia I, dan sebagian besar Perang Saudara Amerika, melihat taktik Napoleon Bonaparte "serang dengan segala cara" melawan kekuatan pertahanan parit, senapan mesin dan kawat berduri. Sebagai reaksi dari pengalaman Perang Dunia I, Prancis memasuki Perang Dunia II dengan doktrin pertahanan murni yang dicontohkan oleh Garis Maginot, tetapi benar-benar hanya dielakkan oleh serangan kilat Jerman. Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih.
In reply to Nanda Lintang Puspita

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Novita Sari -
Izin menanggapi pak, nama saya Novita Sari (1813033042).

Jika saya sebagai militer pada Perang dunia 1 dan 2. Untuk melumpuhkan dan mengecoh lawan saya akan menggunakan taktik perang. Taktik perang adalah cabang ilmu militer berurusan dengan manuver rinci untuk mencapai tujuan yang diputuskan oleh strategi. Taktik juga merupakan rencana untuk mencapai tujuan tertentu. Taktik perang adalah penggunaan kekuatan bersenjata untuk menjalankan pertempuran. Taktik perang sebagai ilmu dan seni tentang pelaksanaan manuver pasukan dan penggunaan alat senjata untuk memenangkan pertempuran. Merumuskan dan melaksanakan taktik adalah sangat penting dalam suatu pertempuran karena suatu negara pun sedang bisa kalah dalam ajang pertempuran walaupun strategi perang yang sudah terkoordinasi berpihak kepada yang benar, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang berpihak kepada yang benar.

Selain itu saya juga melakukan invasi atau penyerangan yang selain meggunakan kekuatan fisik juga mengguankan kekuatan dari internal yakni serangan dapat dilakukan dengan kekuatan lain seperti kekuatan ekonomi, kekuatan hukum budaya, kekuatan politik dan kekuatan ilmu ilmu dan teknologi. Sehingga berdampak besar terhadap kondisi lawan yang semakin melemah. Selain itu juga perlu adanya untuk penyusun teori ilmu perang yakni dengan serangan frontal, pasukan penyerang menyerang dari depan dan berusaha menghancurkan dengan kekuatan yang sangat besar. Kemudian serangan dilakukan melalui udara darat dan laut. Serangan angkatan laut, sebagai kekuatan maritim dapat memiliki implikasi luas untuk strategi nasional, dan memerlukan komitmen logistik yang signifikan untuk menghancurkan musuh kemampuan angkatan laut. Serangan udara, sebagai kekuatan udara, merupakan suatu operasi yang menggambarkan sejumlah jenis operasi, biasanya terbatas pada jenis pesawat. Penyerangan dilakukan dengan menggunakan pesawat tempur, sebagian akbar, berkaitan dengan mendirikan superioritas udara dalam suatu ruang udara, atau atas suatu wilayah tertentu. Kekuatan darat dilakukan dengan pertahanan Wilayah, yakni dengan menggunakan kondisi wilayah. Taktik gerilya memiliki peran penting dalam pertahanan ini. terima kasih pak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Dimas Aditia -
Terima kasih bapak atas pertanyaannya. Saya Dimas Aditia (1813033020) izin menjawab.

Jika saya diposisikan sebagai militer pada Perang Dunia I dan II, maka hal yang saya lakukan adalah:

-jika menjabat sebagai pimpinan, saya akan memimpin pasukan untuk mengubah strategi/taktik dari yang semula bernuansa fisik/angkat senjata kemudian diubah menjadi cara diplomasi antar negara yang lebih damai (karena militer identik dengan kekerasan)

-jika berposisi sebagai tentara, maka saya akan mematuhi tata peraturan dari atasan untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan, pertahanan dan kedamaian antar bangsa

-Pilihan terakhir, berperang untuk mati dalam keadaan bela negara. Mau bagaimanapun, pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II merupakan gengsi dan harga diri bangsa dipanggung dunia.

Mungkin cukup pak, demikian jawaban dari saya. Kurang lebihnya saya mohon maaf dan saya ucapkan terima kasih pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Adelia Tamara 1813033048 -
Izin menanggapi pak saya Adelia Tamara NPM 1813033048. Yang pasti yang harusnya dapat dilakukan adalah memperkuat anggota kemiliteran dengan cara mendatangkan ahli yang nantinya akan mengajarkan kita ilmu kemiliteran dengan baik, seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Jepang yang melakukan perombakan. Dengan mengajarkan kelas samurai harus tahu diri. Dalam Jepang Tersulut Perang (1986:39) disebutkan bahwa banyak samurai menyesuaikan diri dengan baik. Bahkan seorang bekas samurai, Arimoto Yamagata, yang menjadi pimpinan militer Jepang terbuka dalam menerima tentara. Selain itu mengembangkan teknologi dan industri juga tidak kalah pentingnya dalam strategi memenangkan peperangan karna teknologi dan industri yang baik akan mendukung keunggulan dalam peperangan misalnya dengan banyaknya persenjataan yang tersedia dan juga adanya kapal-kapal perang yang tentu akan lebih memudahkan kemiliteran pada saat itu.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Ika Suci Fitriani -
Izin menanggapi pak
Jika saya menjadi anggota militer yang berada pada posisi diperang dunia 1 dan II,yang saya akan lakukan adalah mempersiapkan segela kebutuhan perang,baik senjata dll. Selain itu juga hal yang paling penting dilakukan iyalah merancang taktik perang yang cerdik. Dimana taktik ini sangat penting dalam peperangan. Selain itu juga memyiapkan diri untuk selalu siap siaga agar dapat mengantisipasi adanya serangan tiba tiba dari lawan.
Sekian pendapat dari saya pak,terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Meilia Anggraini -
Izin mengangapi pak saya Meilia Anggraini npm 1813033010.
Jika posisi saya di saat adanya g Perang Dunia I dan II, yang saya lakukan adalah merancang strategi dan taktik berperang, dimana taktik berperan baik ada dua yakni taktik serangan maupun taktik bertahan ketika perang berlangsung, taktik serangan dapat dilakukan dengan menyusun serangan dari berbagai arah seperti serangan udara, darat dan laut. Sedangkan taktik pertahanan merupakan keadaan yang temporal untuk melawan usaha penyerang dengan menghentikan momentum serangannya. Pertahanan memiliki beberapa kemanfaatan dalam anggota aplikasi militer. Ketika diterapkan pada unit militer, pertahanan menyiratkan penggunaan taktik bertahan. Pada perencanaan operasi militer, strategi pertahanan merupakan kebijakan mencegah serangan, atau meminimalkan kerusakan serangan, oleh kekuatan-kekuatan strategis.
Pertahanan merupakan keadaan untuk menyiapkan diri supaya dapat melakukan serangan terhadap penyerang. Untuk memperkuat posisi pertahanan, pertahanan disusun untuk menguasai medan yang dapat mempersulit penyerang seperti di lereng, di bukit dan di belakang sungai atau diwujudkan perbentengan. Dan juga melakukan sesuatu tindakan yang memperkuat pertahanan dengan membangun armada militer yang kuat, memperkuat peralatan perang modern dengan mensuplay persenjataan dan mesin perang yang banyak dengan mengikuti perkembangan teknologi.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Wulan Saputri -
Izin menanggapi pak
Jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, yang saya lakukan adalah memperkuat pertahanan dengan membangun armada militer yang kuat, mengatur strategi atau taktik yang baik untuk melumpuhkan pertahanan lawan.Merumuskan dan melaksanakan taktik merupakan sangat penting dalam sebuah pertempuran karena sebuah negara pun masih bisa kalah dalam medan pertempuran meskipun strategi perang yang sudah terkoordinasi, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang. Oleh karena itu perlu sekali merancang taktik berperang baik taktik serangan maupun taktik bertahan ketika perang berlangsung, taktik serangan dapat dilakukan dengan menyusun serangan dari berbagai arah seperti serangan udara, darat dan laut.
Terimakasih pak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Wulansuci Kurnia Dwianingsih -
Izin menanggapi pak,
Nama: wulansuci Kurnia Dwianingsih
Npm: 1813033038
Jika saya seorang militer saat terjadi perang dunia I dan II yang akan saya lakukan adalah memperkuat ketahanan nasional. Dimana ketahanan nasional ini merupakan suatu kondisi yang
tidak dapat terelakkan (conditio sine qua non). Penguatan (reinforcement) merupakan bentuk dari sebuah respon, baik itu yang bersifat verbal maupun nonverbal.
Merujuk dalam dunia militer, tentunya respon tersebut merupakan suatu bentuk dari adanya ancaman yang terjadi
baik berasal dari dalam maupun luar yang melanda. Untuk itu, diperlukan suatu penguatan yang bertujuan untuk
memberikan suatu informasi atau umpan balik (feedback) bagi negara untuk mendorong suatu tindakan maupun koreksi. Dalam menghadapi
ancaman penguatan yang dilakukan di sini harus lebih ditekankan pada ketahanan nasional.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Imantri lida sabillah -
saya Imantri Lida Sabillah, npm 1813033034 izin menjawab pak. Jika saya menjadi militer, pada saat perang dunia I dan II tentunya akan turut berpartisipasi dan berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara sesuai tugas dari anggota militer itu sendiri dan juga dengan berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan perang. saya juga akan menyuarakan jalan untuk terjadinya diplomasi terlebih dahulu, sebelum adanya tindakan perang atau yang lebih besar dari itu untuk meminimalisit terjadinya dampak yang besar bagi dunia saat itu. Sekian terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Rahmad Dwi Sagita -
Jika posisi saya sebagai militer, saya tentunya menyiapkan strategi taktik perang yang dapat dilakukan di medan yang kita tempuh, tentu dengan fisik dan kemampuan saya juga akan sekuat tenaga membela dan mempertahankan tanah air, disisi lain selain ikut bertempur saya juga siap dalam membangun ekonomi pasca perang, andai dalam perang saya seorang jenderal pastinya saya akan membuat pasukan saya tidak takut mati demi nusa bangsa tanah air Indonesia.... Merdeka
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by M. Damar Alfin -
Saya M. Damar Alfin dengan npm 1713033050.

Saya akan berusaha untuk memenangkan perang dengan memecahkan kode-kode rahasia musuh. Pemobilisasian tentara akan sangat bergantung pada kode-kode rahasia agar tidak diketahui oleh musuh. Pemecahan kode rahasia sangat penting jika kita lihat pada perang dunia 2. Ketika pihak sekutu berhasil memecahkan kode rahasia jerman, maka sekutu dapat mengetahui lokasi dan strategi pertempuran jerman. Karena itu, pihak sekutu menjadi satu langkah didepan jerman. Dan karena hal ini juga, sekutu bisa membalikan jalannya perang dunia 2.
Sekian terima kasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Dita Khoerunnisa -
Izin menanggapi pak, saya Dita Khoerunnisa Npm 1813033004

Posisi yang akan dilakukan yaitu dengan menyusun strategi kekuatan militer yaitu dengan melakukan taktik seperti Serangan angkatan laut, sebagai kekuatan maritim, seperti Jepang menyerang Pearl Harbor, dapat memiliki implikasi luas bagi strategi nasional yaitu dengan memgebangan pada tingkat operasi dan taktik dengan menggunakan kapal perang. Kemudian dengan tingkat strategi operasi serangan dapat dilakukan dengan operasi garis dalam yaitu mengkonsentrasikan serangan terhadap ronde lemah dari musuh sambil memberikan perlawanan seperlunya terhadap kekuatan utama serangan musuh. Kecepatan gerak dan kekuatan pukul yang tinggi merupakan kunci sukses operasi garis dalam. Jika kita sebagai militer maka kita harus mempermuat peralatan senjata untuk memenangkan pertempuran.
Sekian terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Heni Tri Wulandari -
Izin menjawab nama saya Heni Tri Wulandari NPM 1813033052 jika saya menjadi seorang militer pada saat Perang Dunia 1 dan 2 yang akan saya lakukan adalah saya akan mengumpulkan keberanian dan mental untuk melawan musuh saya Dengan rajin berlatih dalam peperangan misalnya latihan dalam penembakan dan sebagai seorang militer saya akan mengikuti komando dari Komandan saya serta sebagai seorang militer harus memiliki jiwa berani serta memiliki kekreatifitasan dalam berpikir seperti mampu merancang ide strategi dan taktik untuk melumpuhkan lawan tanpa harus menguras tenaga yang ekstra dalam peperangan. Dalam sebuah peperangan seorang militer Harus Memiliki mental yang kuat berani rela berkorban untuk sebuah negaranya. Taktik perang merupakanilmu dan seni tentang pelaksanaan manuver pasukan dan penggunaan alat senjata untuk memenangkan pertempuran.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Veronica Carolline -
Izin menanggapi pak saya Veronica Carolline Npm 1813033018

Jika saya salah satu anggota militer saat perang dunia 1 dan 2, maka saya akan membuat sebuah strategi pertahanan dan stratgi penyerangan. Selain itu saya juga melakukan invasi atau penyerangan yang selain meggunakan kekuatan fisik juga mengguankan kekuatan dari internal yakni serangan dapat dilakukan dengan kekuatan lain seperti kekuatan ekonomi, kekuatan hukum budaya, kekuatan politik dan kekuatan ilmu ilmu dan teknologi. Sehingga berdampak besar terhadap kondisi lawan yang semakin melemah. Selain itu juga, menyuarakan adanya Pemikiran untuk menghentikan peperangan dengan jalur di diplomasi, agar tidak terjadi peperangan yang menimbulkan banyaknya korban.seiian terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Kholi Fatun Nissah -
Saya Kholifatun Nissah npm 1813033008, mohon izin pak untuk menanggapi pertanyaan yang bapak berikan.
Peristiwa perang dunia I dan II merupakan salah satu konflik internasional yang memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat dunia. Menurut sumber sejarah, peperangan ini sendiri dikenal sebagai perang paling destruktif dalam sejarah yang mana berhasil membuat banyak prajurit gugur dalam perang tersebut.
Jika saya menjadi salah seorang anggota militer pada saat Perang Dunia I dan II, maka yang akan saya lakukan adalah bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang saya punya yaitu untuk mengabdi kepada negara serta memperoleh kemenangan atas negara saya. Saya akan turut serta dalam usaha memperkuat pertahanan negara dan dalam persiapan perang, baik dalam hal latihan militer, mempersiapkan mental, kesehatan, keselamatan, maupun dalam mempersiapkan persenjataan atau alutsista yang canggih dan mumpuni serta peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan selama perang. Sebagai seorang militer, saya harus bisa mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadi demi kepentingan negara. Meskipun kita harus mempertimbangkan keselamatan, tetapi kita tidak boleh gentar untuk maju dalam peperangan. Saya juga harus bisa menjaga konsentrasi dan fokus selama perang berlangsung. Selain itu, sebagai militer saya juga harus ahli dalam menyusun strategi dan siasat perang, kita harus memahami strategi seperti apa yang digunakan lawan serta taktik apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi strategi lawan tersebut. Perang Dunia I dan II merupakan perang yang besar dalam sejarah dunia, maka sebagai militer saya harus bisa memberikan kontribusi terbaik untuk negara saya.
Demikian jawaban yang dapat saya berikan, terima kasih pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Dewi Pratiwi -
Izin menanggapi saya Dewi Pratiwi npm 1813033012
jelaskan bagaimana menurut anda, jika posisi anda sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, apa yang akan anda lakukan !

Jawab:
Anggota militer adalah orang yang bersenjata dan siap bertempur yaitu orang-orang yang sudah terlatih untuk menghadapi tantangan atau ancaman pihak musuh yang mengancam keutuhan suatu wilayah atau negara.
Maka jika posisi saya menjadi anggota militer pada saat perang dunia 1 dan 2, saya akan melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Dea Nuci Adelia -
Saya Dea Nuci Adelia NPM 1813033028. Izin menjawab pak.
Jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II yang saya lakukan yaitu, memperkuat pertahanan dengan membangun armada militer yang kuat, mengatur strategi atau taktik yang baik untuk melumpuhkan pertahanan lawan. Dimana taktik ini sangat penting dalam peperangan. Selain itu juga perlu mempersiapkan segela kebutuhan perang, baik senjata, konsumsi (makanan) dll, untuk bertahan hidup.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Anggi Amallia -
Saya Anggi Amallia, NPM 1813033036 Izin menanggapi pak.

Jika saya menjadi militer pada saat Perang Dunia I dan II maka saya akan berkonstribusi nyata untuk menyembungkan ide pikiran dan tenaga saya untuk membela negara dan demi meraih kemenangan. Jika saya bisa menanggakat senjata dan berkonstribusi dalam medang perang maka akan saya lakukan, saya akan berperang sampai mati demi negara. tetapi jika tidak memungkinkan saya akan menyumbangkan ide pikiran saya untuk menyusun strategi dan taktik khusus untuk mengalahkan musuh. Saya akan melakukan pendalaman dan pengamatan mengenai kelebihan dan kekurangan dari musuh. Akan saya pelajari bagaimana saja kekurangan dan titik lemah lawan dan juga apa saja yang dapat dipelajari dan dicontoh dari lawan tersebut. Tidak lupa untuk meluangkan sedikit harta benda yang saya punya untuk konsumsi seperti makanan dan minuman, obat-obatan, pakaian dan alat persenjataan bagi para pejuang yang berada di medan perang.

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi Pertemuan 4

by Yulia Putri Perdana -
Izin menanggapi, pak. Saya Yulia Putri Perdana npm 1813033058.

Jika saya merupakan salah satu anggota militer yang terlibat dalam perang dunia 1 dan 2, saya akan berkontribusi dengan baik sebagaimana tugas seorang militer, yaitu mempertahankan negara dan wilayahnya dengan segenap jiwa dan raga. Selain itu, dalam menyusun rencana dibutuhkan perencanaan strategi yang matang. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari berbagai pihak.

Dengan adanya Perang Dunia I dan Perang Dunia II ini bukan hanya berdampak pada negara anggota Perang Dunia saja tetapi juga bagi masyarakat dunia. Bahkan dampak yang ditimbulkan mencapai seluruh aspek kehidupan baik dari bidang politik, ekonomi, sosial, maupun teknologi. Sehingga, jika menjadi posisi militer lebih baik untuk membuat kebijakan mengenai penggunaan militer agar dapat menekan dampak yang ditimbulkan akibat perang.
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih pak.