jelaskan bagaimana menurut anda, jika posisi anda sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, apa yang akan anda lakukan !
Nama saya Delia Mulniyati Npm 1813033019 izin menanggapi pak
Jika saya manjadi militer saat perang dunia 1 maupun 2 saya rasa kekerasan atau peperangan bukanlah jalan terbaik menuju kekuasaan, terjadinya perang itu dapat menghancurkan sebuah negara. Karena banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan mirisnya lagi, banyak negara yang saat ini justru saling beradu dalam peperangan dan tidak peduli siapa yang menjadi korbannya. “Manusia saat ini sangat primitif. Mereka saling bertengkar dan membunuh satu sama lain. Saling berperang untuk bisa menjadi pemenang. Tapi setelah mereka menang, apa yang akan mereka dapat? Justru korban peperangan yang akan mereka dapatkan, karena perang saat ini sangat brutal dan tidak memang siapa yang menjadi korbannya,”
konflik yang terjadi di suatu negara bisa saja dibuat menjadi sebuah peperangan. Karena itulah mengapa semua elemen masyarakat dunia untuk tidak lagi menyelesaikan konflik dengan perang. Selain itu, ia juga menganjurkan agar orang-orang yang menyebabkan peperangan (inisiator perang) itulah yang seharusnya mendapatkan hukuman dan dipenjara. “Perang itu adalah kejahatan yang sangat buruk sekali. Jika kita bisa menghukum orang yang membunuh satu nyawa manusia, maka kita juga harus bisa menghukum orang telah membunuh jutaan nyawa manusia. Mereka yang telah membunuh jutaan manusia itu harus mendapatkan hukuman dan dipenjara, kalau kita memang ingin mewujudkan perdamaian,” jelasnya.
Sebab setiap orang itu, pada dasarnya pasti menginginkan perdamaian bukan peperangan. “Perdamaian itu menunjukkan jati diri setiap orang, bahwa mereka ingin perdamaian. Saya percaya kalau semua dari kita ini sudah pernah mendapatkan pelajaran tentang perdamaian dalam kurikulum sekolah kita. Bahkan mungkin kurikulum tentang perdamaian itu sudah diajarkan sejak kita masih bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK). Karena itulah, Malaysia, Indonesia dan Singapura juga harus setuju untuk menyelesaikan permasalahan dan konfliknya tanpa perang, melainkan dengan jalan perdamaian,”
Jika saya manjadi militer saat perang dunia 1 maupun 2 saya rasa kekerasan atau peperangan bukanlah jalan terbaik menuju kekuasaan, terjadinya perang itu dapat menghancurkan sebuah negara. Karena banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan mirisnya lagi, banyak negara yang saat ini justru saling beradu dalam peperangan dan tidak peduli siapa yang menjadi korbannya. “Manusia saat ini sangat primitif. Mereka saling bertengkar dan membunuh satu sama lain. Saling berperang untuk bisa menjadi pemenang. Tapi setelah mereka menang, apa yang akan mereka dapat? Justru korban peperangan yang akan mereka dapatkan, karena perang saat ini sangat brutal dan tidak memang siapa yang menjadi korbannya,”
konflik yang terjadi di suatu negara bisa saja dibuat menjadi sebuah peperangan. Karena itulah mengapa semua elemen masyarakat dunia untuk tidak lagi menyelesaikan konflik dengan perang. Selain itu, ia juga menganjurkan agar orang-orang yang menyebabkan peperangan (inisiator perang) itulah yang seharusnya mendapatkan hukuman dan dipenjara. “Perang itu adalah kejahatan yang sangat buruk sekali. Jika kita bisa menghukum orang yang membunuh satu nyawa manusia, maka kita juga harus bisa menghukum orang telah membunuh jutaan nyawa manusia. Mereka yang telah membunuh jutaan manusia itu harus mendapatkan hukuman dan dipenjara, kalau kita memang ingin mewujudkan perdamaian,” jelasnya.
Sebab setiap orang itu, pada dasarnya pasti menginginkan perdamaian bukan peperangan. “Perdamaian itu menunjukkan jati diri setiap orang, bahwa mereka ingin perdamaian. Saya percaya kalau semua dari kita ini sudah pernah mendapatkan pelajaran tentang perdamaian dalam kurikulum sekolah kita. Bahkan mungkin kurikulum tentang perdamaian itu sudah diajarkan sejak kita masih bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK). Karena itulah, Malaysia, Indonesia dan Singapura juga harus setuju untuk menyelesaikan permasalahan dan konfliknya tanpa perang, melainkan dengan jalan perdamaian,”
Saya Lidia Millinia NPM 1813033031, izin menanggapi pak;
Pasca berakhirnya Perang Dunia I yang dimenangkan oleh sekutu, Jepang yang berkerjasama dengan Inggris secara otomatis berada di pihak pemenang tetapi dengan berakhirnya perang tidak membuat kondisi politik dunia dalam keadaan aman dan stabil. Banyak negara di dunia yang merasa khawatir terhadap perang yang akan terjadi di kemudian hari dapat mengancam keamanan negara masing-masing, dan disaat inilah posisi saya sebagai angkatan militer seharusnya lebih dapat bersiaga dan terus meningkatkan kualitas angkatan militer dengan terus berlatih mengenai cara dan strategi berperang, sehingga jika suatu saat terjadi kekacauan kembali sudah siap.
Sedangkan pada Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Pada masa perang dunia 2 ini lah jika saya berperan sebagai angkatan militer, tentunya saya akan diharuskan untuk berperan aktif dalam tenaga termasuk senjata, amunisi, personel, dan keuangan yang dimobilisasi untuk perang, dikarenakan hal hal tersebut merupakan komponen penting dalam upaya perang.
Sekian, terimakasih pak.
Pasca berakhirnya Perang Dunia I yang dimenangkan oleh sekutu, Jepang yang berkerjasama dengan Inggris secara otomatis berada di pihak pemenang tetapi dengan berakhirnya perang tidak membuat kondisi politik dunia dalam keadaan aman dan stabil. Banyak negara di dunia yang merasa khawatir terhadap perang yang akan terjadi di kemudian hari dapat mengancam keamanan negara masing-masing, dan disaat inilah posisi saya sebagai angkatan militer seharusnya lebih dapat bersiaga dan terus meningkatkan kualitas angkatan militer dengan terus berlatih mengenai cara dan strategi berperang, sehingga jika suatu saat terjadi kekacauan kembali sudah siap.
Sedangkan pada Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Pada masa perang dunia 2 ini lah jika saya berperan sebagai angkatan militer, tentunya saya akan diharuskan untuk berperan aktif dalam tenaga termasuk senjata, amunisi, personel, dan keuangan yang dimobilisasi untuk perang, dikarenakan hal hal tersebut merupakan komponen penting dalam upaya perang.
Sekian, terimakasih pak.
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin menanggapi pak. Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat. Salah satu jalan yang dapat ditempuh yaitu dengan menggunakan militer. Militer merupakan hal terpenting di dalam sebuah peperangan, menang tidak nya negara dalam berperang sangat tergantung kepada kemajuan militer nya. Dalam hal ini saya perlu memperkuat Militer dengan merekrut banyak orang yang dilatih secara fisik dan mental secara terus menerus. Selain itu menciptakan sebuah senjata atau membeli persenjataan dan memperbanyak armada udara, laut dan darat. Perancangan strategi sangat dibutuhkan supaya dapat mengalahkan musuh dengan efesien dan efektif. Setelah persiapan tersebut perlu dipertimbangkan dampak akibat dari sebuah perang. Kerugian dan kehilangan pasti akan terjadi akan tetapi harus sedikit mungkin untuk diminimalisir.
Pada Perang Dunia II, pembelajaran di masa lalu harus digunakan. Mempelajari strategi dan terus memantau pergerakan musuh menjadi hal yang penting selain lebih memperkuat persenjataan. Mental dari prajurit perlu di gembor lagi untuk tetap semangat dan rela melawan musuh guna membela negara. Pemikiran untuk menghentikan peperangan dengan jalur di diplomasi sangat diperlukan. Genjatan senjata menjadi alternatif untuk tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Selain itu, saya perlu membantu negara lain yang kurang di bidang Militer untuk menjalin relasi dan jika berlanjut dapat menjadi hubungan politik dan ekonomi yang baik.
Pada Perang Dunia II, pembelajaran di masa lalu harus digunakan. Mempelajari strategi dan terus memantau pergerakan musuh menjadi hal yang penting selain lebih memperkuat persenjataan. Mental dari prajurit perlu di gembor lagi untuk tetap semangat dan rela melawan musuh guna membela negara. Pemikiran untuk menghentikan peperangan dengan jalur di diplomasi sangat diperlukan. Genjatan senjata menjadi alternatif untuk tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Selain itu, saya perlu membantu negara lain yang kurang di bidang Militer untuk menjalin relasi dan jika berlanjut dapat menjadi hubungan politik dan ekonomi yang baik.
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin menjawab pak.
Kita semua tahu bahwa baik Perang Dunia 1 maupun 2 memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan.
Kemudian, apabila saya menjadi salah satu anggota angkatan militer saya berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan berusaha menyumbangkan tidak hanya tenaga sebagai pasukan namun juga berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan pertempuran. Misalnya saja mengetahui kapan harus menyatakan perang dan kapan harus menyerang lawan. Perencanaan strategi yang matang sangat diperlukan dalam hal ini. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari pihak lain. Selain itu juga kita perlu melakukan berbagai hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan.
Kemudian, salah satu hal paling penting yang diperlukan adalah berusaha lebih banyak dalam melakukan diplomasi politik dengan lawan perang kita. Jika perlawanan fisik dapat dihindari maka baik korban jiwa, benda, trauma maupun akibat yang lain intensitasnya dapat dikurangi. Dengan demikian perang tidak akan terjadi berlarut-larut dan setiap negara dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Kita semua tahu bahwa baik Perang Dunia 1 maupun 2 memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan.
Kemudian, apabila saya menjadi salah satu anggota angkatan militer saya berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan berusaha menyumbangkan tidak hanya tenaga sebagai pasukan namun juga berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan pertempuran. Misalnya saja mengetahui kapan harus menyatakan perang dan kapan harus menyerang lawan. Perencanaan strategi yang matang sangat diperlukan dalam hal ini. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari pihak lain. Selain itu juga kita perlu melakukan berbagai hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan.
Kemudian, salah satu hal paling penting yang diperlukan adalah berusaha lebih banyak dalam melakukan diplomasi politik dengan lawan perang kita. Jika perlawanan fisik dapat dihindari maka baik korban jiwa, benda, trauma maupun akibat yang lain intensitasnya dapat dikurangi. Dengan demikian perang tidak akan terjadi berlarut-larut dan setiap negara dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Saya Ayu Fitri Anggraini Npm 1813033049 izin menanggapi pak
Perang Dunia merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Menurut saya ketika saya berada di posisi tersebut pada saat perang dunia I dan Perang Dunia II yaitu saya akan ikut berkontribusi sebagaimana tugas seorang militer, untuk mempertahankan wilayah. Dimana kita ketahui bahwa tugas dari dibentuknya militer sendiri yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara, kemudian untuk melindungi wilayahnya. Dan sebisa mungkin menghalang munculnya perang kembali diwilayahnya.
Terimakasih, Sekian tanggapan dari saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Perang Dunia merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Menurut saya ketika saya berada di posisi tersebut pada saat perang dunia I dan Perang Dunia II yaitu saya akan ikut berkontribusi sebagaimana tugas seorang militer, untuk mempertahankan wilayah. Dimana kita ketahui bahwa tugas dari dibentuknya militer sendiri yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara, kemudian untuk melindungi wilayahnya. Dan sebisa mungkin menghalang munculnya perang kembali diwilayahnya.
Terimakasih, Sekian tanggapan dari saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Saya Septi Annisa Putri npm 1713033025 izin menanggapi pak
Perang dunia di anggap sebagai wadah dimana negara bisa dianggap menjadi kuat dan berkuasa. Namun dibalik peristiwa tersebut banyak memakan korban jiwa dan menggorbankan negaranya sendiri. Sdm yang mungkin terbatas juga menjadi kendala ditiap negara yang berprang pada PD 1 dan PD2 tanpa melihat kembali apa saja yg akan terjadi. Adapun ilmu pengetahuan yang dikuasai mengenai militer dan taktin masih cukup minim pada saat itu sehingga lebih banyak memakan korban. Seharunya masa itu, militer memperdalam ilmu peperangan dan juga serangan agak meminimalisir korban jiwa sehingga tidak perlu mengambil dari negara lain untuk meminta bantuan sdm pasukan perang. Suplai baik senjata maupun kebutuhan lain pun sangat harus diperhatikan dan tidak merugikan negara itu sendiri.
Itu saja yg dapat saya sampaikan pak terimakasih
Perang dunia di anggap sebagai wadah dimana negara bisa dianggap menjadi kuat dan berkuasa. Namun dibalik peristiwa tersebut banyak memakan korban jiwa dan menggorbankan negaranya sendiri. Sdm yang mungkin terbatas juga menjadi kendala ditiap negara yang berprang pada PD 1 dan PD2 tanpa melihat kembali apa saja yg akan terjadi. Adapun ilmu pengetahuan yang dikuasai mengenai militer dan taktin masih cukup minim pada saat itu sehingga lebih banyak memakan korban. Seharunya masa itu, militer memperdalam ilmu peperangan dan juga serangan agak meminimalisir korban jiwa sehingga tidak perlu mengambil dari negara lain untuk meminta bantuan sdm pasukan perang. Suplai baik senjata maupun kebutuhan lain pun sangat harus diperhatikan dan tidak merugikan negara itu sendiri.
Itu saja yg dapat saya sampaikan pak terimakasih
Saya Resti Nurmaya Npm 43 izin menanggapi pak
Perang dunia adalah sebuah perang global. Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi 2 aliansi yaitu blok sekutu dan blok sentral. Lebih dari 70jt tentara militer di mobilisasi dalam perang tsb. Lebih dari 9jt prajurit gugur karena mereka mengalami beberapa kendala diantaranya adalah teknologi dan serangan secara tiba2. Kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas. Sekitar 8jt tentara menyerah dan ditahan di tawanan selama perang berlangsung. Tingkat keselamatan tawanan umumnya lebih tinggi dari rekan mereka, di garis depan. Namun di rusia lebih buruk lagi karena sering terjadi kelaparan pada tawanan dan warga sipil. Serangan secara tiba2 pun menjadi kendala pada kekuatan militer, karna pada saat serangan itu berlangsung, pasukan militer lawan tidak siap saat penyerangan
Jika saya merupakan salah satu anggota militer yang terlibat dalam perang dunia 1 dan 2, saya akan berkontribusi dengan baik sebagaimana tugas seorang militer, yaitu mempertahankan negara dan wilayahnya dengan segenap jiwa dan raga. Selain itu, dalam menyusun rencana dibutuhkan perencanaan strategi yang matang. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari berbagai pihak.
Perang dunia adalah sebuah perang global. Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi 2 aliansi yaitu blok sekutu dan blok sentral. Lebih dari 70jt tentara militer di mobilisasi dalam perang tsb. Lebih dari 9jt prajurit gugur karena mereka mengalami beberapa kendala diantaranya adalah teknologi dan serangan secara tiba2. Kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas. Sekitar 8jt tentara menyerah dan ditahan di tawanan selama perang berlangsung. Tingkat keselamatan tawanan umumnya lebih tinggi dari rekan mereka, di garis depan. Namun di rusia lebih buruk lagi karena sering terjadi kelaparan pada tawanan dan warga sipil. Serangan secara tiba2 pun menjadi kendala pada kekuatan militer, karna pada saat serangan itu berlangsung, pasukan militer lawan tidak siap saat penyerangan
Jika saya merupakan salah satu anggota militer yang terlibat dalam perang dunia 1 dan 2, saya akan berkontribusi dengan baik sebagaimana tugas seorang militer, yaitu mempertahankan negara dan wilayahnya dengan segenap jiwa dan raga. Selain itu, dalam menyusun rencana dibutuhkan perencanaan strategi yang matang. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari berbagai pihak.
Izin menanggapi pak, saya Joko Sutrisno NPM 1813033013
Dampak perang dunia 1 dan 2 sangat luar biasa, dimana banyak kerugian yang dialami negara yang terlibat perang baik kerugian material maupun non material, selain itu banyak sekali korban jiwa yang berjatuhan, peperangan yang terjadi mungkin sesungguhnya tidak dapat dihindarkan datang secara tiba-tiba, dan berakhir secara tragis.
Jika posisi saya sabagai militer pada saat perang dunia 1&2 maka pertama yang saya lakukan melindungi warga sipil dari serangan militer karena mereka yang tidak berdosa menjadi dampak dari perang, kemudian selanjutnya adalah memperkuat pertahanan karena pertahanan militer yang kuat dan besar merupakan kunci ketahanan negara. Konteks membangun ketahanan negara ialah harus mencangkup aspek pertahanan keamanan, maka penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi merupakan cara cerdas untuk mengantisipasi dan menghadapi ancaman militer maupun ancaman non militer.
Dampak perang dunia 1 dan 2 sangat luar biasa, dimana banyak kerugian yang dialami negara yang terlibat perang baik kerugian material maupun non material, selain itu banyak sekali korban jiwa yang berjatuhan, peperangan yang terjadi mungkin sesungguhnya tidak dapat dihindarkan datang secara tiba-tiba, dan berakhir secara tragis.
Jika posisi saya sabagai militer pada saat perang dunia 1&2 maka pertama yang saya lakukan melindungi warga sipil dari serangan militer karena mereka yang tidak berdosa menjadi dampak dari perang, kemudian selanjutnya adalah memperkuat pertahanan karena pertahanan militer yang kuat dan besar merupakan kunci ketahanan negara. Konteks membangun ketahanan negara ialah harus mencangkup aspek pertahanan keamanan, maka penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi merupakan cara cerdas untuk mengantisipasi dan menghadapi ancaman militer maupun ancaman non militer.
Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi.
Apabila saya menjadi salah satu anggota angkatan militer saya berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan berusaha menyumbangkan tidak hanya tenaga sebagai pasukan namun juga berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan pertempuran. Misalnya saja mengetahui kapan harus menyatakan perang dan kapan harus menyerang lawan. Perencanaan strategi yang matang sangat diperlukan dalam hal ini. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari pihak lain. Selain itu juga kita perlu melakukan berbagai hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan. Terimakasih Pak
Apabila saya menjadi salah satu anggota angkatan militer saya berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan berusaha menyumbangkan tidak hanya tenaga sebagai pasukan namun juga berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan pertempuran. Misalnya saja mengetahui kapan harus menyatakan perang dan kapan harus menyerang lawan. Perencanaan strategi yang matang sangat diperlukan dalam hal ini. Oleh karena itu, dalam membuat taktik hendaknya mempertimbangkan pendapat dari pihak lain. Selain itu juga kita perlu melakukan berbagai hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan. Terimakasih Pak
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menggapi pak, menurut pendapat saya yang semestinya saya lakukan yaitu ketika terjadinya perang dunia 1 dan perang dunia 2 semestinya perang tersebut tidak harus terjadi. Sebab kita dapat melihat sendiri dampak ketik terjadinya perang sangat merugikan baik itu korban yang berjatuhan, materi yang hancur, butuh biaya yang besar dalam membiayai persenjataan sehingga banyak negatif dari pada manfaatnya. Sehingga semestinya jika terjadi perbedaan mesti diselesaikan dengan jalan yang baik. Serta mestinya kita tidak menjadi orang yang serakah sehingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas. Sekian terima kasih pak
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menanggapi pak :
Jika saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II yang akan saya lakukan adalah berkontribusi dengan baik sesuai dengan tugas militer yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara baik mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis dan wilayah negara lainnya. Selain itu, kontribusi lainnya yaitu dengan memperkuat kekuatan militer dengan menambah senjata dan perencanaan taktik perang yang matang.
Jika saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II yang akan saya lakukan adalah berkontribusi dengan baik sesuai dengan tugas militer yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara baik mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis dan wilayah negara lainnya. Selain itu, kontribusi lainnya yaitu dengan memperkuat kekuatan militer dengan menambah senjata dan perencanaan taktik perang yang matang.
Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani NPM 1813033045, izin menanggapi pak...
Perang Dunia I dan II menimbulkan dampak dari berbagai aspek. Banyak negara yang berdampak, terutama dalam aspek ekonomi karena kerugian besar pasca perang. Perang Dunia 2 dikenal dengan perang yang lebih besar cakupannya dibandingkan dengan Perang Dunia 1. Hal ini diawali dari negara-negara yang kalah perang pada Perang Dunia 1 kembali bangkit dan merasa terhinakan karena kalah dalam Perang Dunia 1.
Jika seseorang berada dalam posisi sebagai anggota pasukan militer, maka perlu turut mengambil bagian dalam kondisi tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan dibentuknya militer, yaitu sebagai pertahanan negara. Sekian, terima kasih.
Perang Dunia I dan II menimbulkan dampak dari berbagai aspek. Banyak negara yang berdampak, terutama dalam aspek ekonomi karena kerugian besar pasca perang. Perang Dunia 2 dikenal dengan perang yang lebih besar cakupannya dibandingkan dengan Perang Dunia 1. Hal ini diawali dari negara-negara yang kalah perang pada Perang Dunia 1 kembali bangkit dan merasa terhinakan karena kalah dalam Perang Dunia 1.
Jika seseorang berada dalam posisi sebagai anggota pasukan militer, maka perlu turut mengambil bagian dalam kondisi tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan dibentuknya militer, yaitu sebagai pertahanan negara. Sekian, terima kasih.
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pak
Jika berada di posisi militer pada saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tentu saja akan membuat keputusan dengan tegas tentang penggunaan senjata militer pada saat perang. Kebijakan dibuat agar perang tidak terus berlanjut karena jika perang terus berlanjut akan semakin banyak juga korban yang berjatuhan. Dimana, perang sendiri merupakan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah kehidupan umat manusia, karena tidak hanya menimbulkan korban jiwa juga harta benda yang tidak terhitung jumlah dan nilainya. Terutama pada saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dimana negara-negara di dunia yang terbagi dalam aliansi yang saling berperang dan saling menghancurkan. Dengan adanya Perang Dunia I dan Perang Dunia II ini bukan hanya berdampak pada negara anggota Perang Dunia saja tetapi juga bagi masyarakat dunia. Bahkan dampak yang ditimbulkan mencapai seluruh aspek kehidupan baik dari bidang politik, ekonomi, sosial, maupun teknologi. Sehingga, jika menjadi posisi militer lebih baik untuk membuat kebijakan mengenai penggunaan militer agar dapat menekan dampak yang ditimbulkan akibat perang.
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih pak.
Jika berada di posisi militer pada saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tentu saja akan membuat keputusan dengan tegas tentang penggunaan senjata militer pada saat perang. Kebijakan dibuat agar perang tidak terus berlanjut karena jika perang terus berlanjut akan semakin banyak juga korban yang berjatuhan. Dimana, perang sendiri merupakan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah kehidupan umat manusia, karena tidak hanya menimbulkan korban jiwa juga harta benda yang tidak terhitung jumlah dan nilainya. Terutama pada saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dimana negara-negara di dunia yang terbagi dalam aliansi yang saling berperang dan saling menghancurkan. Dengan adanya Perang Dunia I dan Perang Dunia II ini bukan hanya berdampak pada negara anggota Perang Dunia saja tetapi juga bagi masyarakat dunia. Bahkan dampak yang ditimbulkan mencapai seluruh aspek kehidupan baik dari bidang politik, ekonomi, sosial, maupun teknologi. Sehingga, jika menjadi posisi militer lebih baik untuk membuat kebijakan mengenai penggunaan militer agar dapat menekan dampak yang ditimbulkan akibat perang.
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih pak.
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033 izin menanggapi Pak.
Sebagai pertahanan utama sebuah negara, militer wajib untuk melakukan berbagai perlawanan terhadap pihak yang dapat menjadi ancaman sebuah negara. Perang Dunia merupakan sebuah peristiwa penting yang berhasil mengubah kehidupam manusia di berbagai bidang. Perang Dunia II sendiri merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.
Saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tentu militer sangat menjadi tokoh utama dalam jalannya perang tersebut. Militer sudah pasti melakukan segala upaya untuk menyerang negara musuh dan mempertahankan kedaulatan negaranya dengan perintah pemimpin. Bahkan segala modal dikeluarkan mulai dari sumber daya alam, manusia, dsb untuk mendorong kekuatan militer.
Terima kasih.
Sebagai pertahanan utama sebuah negara, militer wajib untuk melakukan berbagai perlawanan terhadap pihak yang dapat menjadi ancaman sebuah negara. Perang Dunia merupakan sebuah peristiwa penting yang berhasil mengubah kehidupam manusia di berbagai bidang. Perang Dunia II sendiri merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil.
Saat terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tentu militer sangat menjadi tokoh utama dalam jalannya perang tersebut. Militer sudah pasti melakukan segala upaya untuk menyerang negara musuh dan mempertahankan kedaulatan negaranya dengan perintah pemimpin. Bahkan segala modal dikeluarkan mulai dari sumber daya alam, manusia, dsb untuk mendorong kekuatan militer.
Terima kasih.
Saya Roni Hermawan (1813033011) izin menanggapi atas pertanyaan bapak.
Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat. Militer merupakan garda terpenting di dalam sebuah peperangan menang tidak nya negara dalam berperang sangat tergantung kepada kemajuan militer nya.
Sedangkan Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.
Jika saya menjadi salah satu anggota militer pada perang tersebut, maka saya akan mengerahkan seluruh tenaga dan jiwa saya untuk mempertahankan posisi militer dalam perang itu, tidak hanya itu saya juga akan memberikan ide dalam menyusun strategi dalam peperangan itu. Seperti yang kita ketahui bahwa tugas seorang militer adalah mempertahankan wilayahnya sehingga apapun yang terjadi maka saya akan terima demi menjaga pertahanan dan kedaulatan negara serta wilayahnya.
Sekian yang dapat saya tanggapi, terima kasih.
Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat. Militer merupakan garda terpenting di dalam sebuah peperangan menang tidak nya negara dalam berperang sangat tergantung kepada kemajuan militer nya.
Sedangkan Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.
Jika saya menjadi salah satu anggota militer pada perang tersebut, maka saya akan mengerahkan seluruh tenaga dan jiwa saya untuk mempertahankan posisi militer dalam perang itu, tidak hanya itu saya juga akan memberikan ide dalam menyusun strategi dalam peperangan itu. Seperti yang kita ketahui bahwa tugas seorang militer adalah mempertahankan wilayahnya sehingga apapun yang terjadi maka saya akan terima demi menjaga pertahanan dan kedaulatan negara serta wilayahnya.
Sekian yang dapat saya tanggapi, terima kasih.
Nama Farin Fatwa Sugesty, Npm 1813033029, izin menanggapi pak. Jika posisi saya sebagai militer pada saat perang dunia I dan II maka yang saya lakukan adalah
1. akan berperan aktif dalam tenaga termasuk senjata, amunisi, personel, dan keuangan yang dimobilisasi untuk perang, dikarenakan hal hal tersebut merupakan komponen penting dalam upaya perang.
2. menciptakan sebuah senjata atau membeli persenjataan dan memperbanyak armada udara, laut dan darat.
3. Ikut berkontribusi sebagaimana tugas seorang militer, untuk mempertahankan wilayah. Dimana kita ketahui bahwa tugas dari dibentuknya militer sendiri yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara, kemudian untuk melindungi wilayahnya. Dan sebisa mungkin menghalang munculnya perang kembali diwilayahnya.
Sekian dari saya, terimakasih pak.
1. akan berperan aktif dalam tenaga termasuk senjata, amunisi, personel, dan keuangan yang dimobilisasi untuk perang, dikarenakan hal hal tersebut merupakan komponen penting dalam upaya perang.
2. menciptakan sebuah senjata atau membeli persenjataan dan memperbanyak armada udara, laut dan darat.
3. Ikut berkontribusi sebagaimana tugas seorang militer, untuk mempertahankan wilayah. Dimana kita ketahui bahwa tugas dari dibentuknya militer sendiri yaitu untuk mempertahankan kedaulatan negara, kemudian untuk melindungi wilayahnya. Dan sebisa mungkin menghalang munculnya perang kembali diwilayahnya.
Sekian dari saya, terimakasih pak.
izin menanggapi pak. saya nur afifah npm 17.
Dari pemaparan kelompok dalam virtual meeting pagi tadi, saya mengambil kesimpulan bahwa dalam peperangan, tidak ada yang menang maupun yang kalah. Menurut saya, perang saat itu (utamanya PD I dan II) adalah ajang untuk menunjukkan siapa yang paling kuat dan siapa yang paling lemah, tidak lebih dari egoisme masing-masing negara yang terlibat dalam perang. Seperti yang sudah Bapak ulas juga dalam virtual meeting tadi, bahwa dalam perang baik itu negara yang dilihat sebagai pemenang ataupun negara yang kalah, sama-sama mengalami kerugian baik dalam bentuk material seperti uang, logistik, persenjataan, maupun immaterial seperti kerusakan mental, psikis, bahkan menimbulkan traumatis bagi yang selamat dan korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya.
Oleh karenanya, daripada berperang, menurut saya kita dapat menggunakan jalan diplomasi untuk menegoisasi konflik atau perselisihan antarnegara.
Diplomasi merupakan suatu alat yang membawa kepentingan negara dalam level tertentu. Dari diplomasi tersebut, sebuah negara akan menghasilkan keputusan kerja sama antar negara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Oleh sebab itu, perlu adanya penyelesaian agar negara-negara tersebut aman untuk ditinggali agar tercipta world peace, artinya dapat mencipatakan rasa aman dan sejahtera untuk masyarakat dunia.
Maka untuk mendukung usaha diplomasi ini perlu adanya gerakan atau tempat yang bisa dijangkau oleh masyarakat luas untuk menyalurkan pendapatnya terkait dengan penyelesaian konflik di negara-negara yang berkonflik.
Dari pemaparan kelompok dalam virtual meeting pagi tadi, saya mengambil kesimpulan bahwa dalam peperangan, tidak ada yang menang maupun yang kalah. Menurut saya, perang saat itu (utamanya PD I dan II) adalah ajang untuk menunjukkan siapa yang paling kuat dan siapa yang paling lemah, tidak lebih dari egoisme masing-masing negara yang terlibat dalam perang. Seperti yang sudah Bapak ulas juga dalam virtual meeting tadi, bahwa dalam perang baik itu negara yang dilihat sebagai pemenang ataupun negara yang kalah, sama-sama mengalami kerugian baik dalam bentuk material seperti uang, logistik, persenjataan, maupun immaterial seperti kerusakan mental, psikis, bahkan menimbulkan traumatis bagi yang selamat dan korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya.
Oleh karenanya, daripada berperang, menurut saya kita dapat menggunakan jalan diplomasi untuk menegoisasi konflik atau perselisihan antarnegara.
Diplomasi merupakan suatu alat yang membawa kepentingan negara dalam level tertentu. Dari diplomasi tersebut, sebuah negara akan menghasilkan keputusan kerja sama antar negara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Oleh sebab itu, perlu adanya penyelesaian agar negara-negara tersebut aman untuk ditinggali agar tercipta world peace, artinya dapat mencipatakan rasa aman dan sejahtera untuk masyarakat dunia.
Maka untuk mendukung usaha diplomasi ini perlu adanya gerakan atau tempat yang bisa dijangkau oleh masyarakat luas untuk menyalurkan pendapatnya terkait dengan penyelesaian konflik di negara-negara yang berkonflik.
Nama Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037 izin menanggapi pak. Dampak perang dunia 1 dan 2 sangat luar biasa, dimana banyak kerugian yang dialami negara yang terlibat perang baik kerugian material maupun non material, selain itu banyak sekali korban jiwa yang berjatuhan, peperangan yang terjadi mungkin sesungguhnya tidak dapat dihindarkan datang secara tiba-tiba, dan berakhir secara tragis.
Jika posisi saya sebagai militer pada saat Perang Dunia I dan II, yang saya lakukan adalah tutur berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam hal tersebut. Mengingat PD 1 dan PD 2 meruakan sesatu yang sangat penting dalam mempertahankan suatu wilayah, sudah selayaknya kita memperjuangkan sesuatu yang selayaknya kita perjuangkan apalagi ini menyangkut masyarakat umum dan orang banyak. Terima kasih pak
Saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menanggapi pak, Jika saya menjadi salah satu anggota militer pada perang tersebut, maka saya akan berkontribusi dengan penuh dengan mengerahkan seluruh tenaga dan jiwa saya untuk mempertahankan posisi militer dalam perang itu, tidak hanya itu saya juga akan memberikan ide dalam menyusun strategi dalam peperangan itu. Seperti yang kita ketahui bahwa tugas seorang militer adalah mempertahankan wilayahnya sehingga apapun yang terjadi maka saya akan terima demi menjaga pertahanan dan kedaulatan negara serta wilayahnya.
Sekian yang dapat saya tanggapi, terima kasih.
Sekian yang dapat saya tanggapi, terima kasih.
Saya Agus Triyoga NPM 41 izin menanggapi pak, Perang Dunia I terjadi pada kurun waktu 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang ini melibatkan banyak negara-negara besar dunia saat itu, seperti Inggris, Prancis, Jerman, Austria-Hungaria (saat itu mereka merupakan satu kesatuan negara), Rusia, Italia (di tahun 1915), Turki, Jepang, dan lainnya. Secara umum, penyebab pecahnya Perang Dunia I adalah persaingan ekonomi dan militer antar negara (hal ini sering disebut juga sebagai persaingan imperialisme dan militerisme; serta arms race). Para negara yang terlibat perang saling bersaing menjadi negara terhebat dalam bidang tersebut dan berusaha unjuk kebolehan kekuatan, seperti penciptaan senjata yang canggih. Pemicu perang ini adalah terbunuhnya putra mahkota Negara Austria-Hungaria yaitu Franz Ferdinand pada waktu kunjungannya ke Kota Sarajevo, Bosnia oleh seorang pemberontak bernama Gavrilo Princip pada 28 Juni 1914.
Secara umum, penyebab pecahnya perang dunia II adalah kemunculan fasisme di Jerman, Italia, dan Jepang; yaitu sebuah versi nasionalisme tingkat ekstrim. Negara-negara tersebut juga melaksanakan militerisme, yaitu penggiatan kembali kekuatan militer untuk menduduki wilayah-wilayah baru.
Jika saya merupakan salah satu anggota militer, maka saya akan berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan sesuai tugas dari anggota militer itu sendiri dan juga dengan berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan perang, selain itu juga saya harus menjaga dan melindungi tempat tempat vital dimana banyak musuh musuh mengincarnya.
Secara umum, penyebab pecahnya perang dunia II adalah kemunculan fasisme di Jerman, Italia, dan Jepang; yaitu sebuah versi nasionalisme tingkat ekstrim. Negara-negara tersebut juga melaksanakan militerisme, yaitu penggiatan kembali kekuatan militer untuk menduduki wilayah-wilayah baru.
Jika saya merupakan salah satu anggota militer, maka saya akan berusaha memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara dengan sesuai tugas dari anggota militer itu sendiri dan juga dengan berusaha menyumbangkan pikiran terkait strategi yang mungkin dapat digunakan untuk dapat memenangkan perang, selain itu juga saya harus menjaga dan melindungi tempat tempat vital dimana banyak musuh musuh mengincarnya.
Saya Siska NPM 1813033007 Izin menjawab bapak, bahwa Jika saya manjadi militer saat perang dunia 1 maupun 2 saya rasa tidak hanya tentang kesiapan tenaga militer (strategi perang), namun upaya kerjasama dalam bentuk diplomasi pun diperlukan sebagai suatu usaha untuk memperkecil korban akibat perebutan kekuasaan karena peperangan. Selain itu upaya perekrutan pemuda di daerah pun sangat diperlukan, guna mempertahankan daerah dari serangan musuh dengan menanamkan rasa nasionalisme dalam diri mereka dengan tetap meminimalisir cara cara kekerasan guna meminimalisir kematian akibat pertempuran. Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terimakasih pak.