Diskusi Pertemuan 13

Evaluasi

Evaluasi

by Nur Indah Lestari -
Number of replies: 61
Evaluasi pembelajaran yang meliputi evaluasi dan fungsi evaluasi pembelajaran
In reply to Nur Indah Lestari

Re: Evaluasi

by Eki Tirta Prambudi -

Assalamualaikum wr.wb, salam sejahtera bagi kita semua saya Eki Tirta Prambudi NPM 1813033053, selaku moderator dari kelompok 4 akan memandu jalannya diskusi pada kesempatan hari ini, materi yang akan didiskusikan adalah tentang Evaluasi Pembelajaran

Baiklah langsung saja saya persilahkan kepada para pemateri untuk langsung memaparkan materi nya.
kepada para pemateri saya persilahkan

In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Salsabila Az Zahra -

Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037 akan menyampaikan materi.

1. Pengertian evaluasi
Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang,objek dan yang lainnya) berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat langsung membandingkan dengan kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian membandingkan dengan kriteria tertentu (Ahmad Sabri, 2005: 138).
 
2. Pengertian pembelajaran
Pembelajaran pada pokoknya merupakan tahapan-tahapan kegiatan guru dan siswa dalam menyelenggarakan program pembelajaranyaitu rencama kegiatan yang menjabarkan kemampuan dasar dan teori pokok yang secara rinci memuat alokasi waktu, indikator pencapaian hasil belajar dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran untuk setiap materi pokok mata pelajaran (Maskun dan Valensy, 2018: 8).
sekian terima kasih
In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator 

In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Hermia Wati -

Nama saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menyampaikan materi.

 
3. Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sementara pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif. Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama mengikuti pendidikan.
 
 
4. Fungsi Evaluasi
 fungsi evaluasi, antara lain:
1. Penilaian Berfungsi Selektif 
Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk  mengadakan seleksii atau penilaian terhadap siswanya. 
2.Penilaian Berfungsi Diagnostik 
Apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. Jadi denganmengadakan penilaian sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. 
3.Penilaian Berfungsi Sebagai Penempatan 
Sistem baru yang kini banyak dipopulerkan di negara Barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain.
4.Penilaian Berfungsi Sebagai Pengukur Keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan system administrasi.
In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Siti Nurhasanah -
Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin menyampaikan materi
 
Teknik Evaluasi Pembelajaran
Ada dua hal teknik evaluasi untuk menilai kualitas siswa yaitu
a. Tes
  Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban yang benar atau salah. Tes diartikan juga sebagai sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, atau sejumlah pernyataan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tetentu dari orang yang dikenai tes. Hasil tes merupakan informasi tentang karakteristik seseorang atau sekelompok orang. Tese merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya tingkat kemampuan manusia secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap sjumlah stimulusatau pertanyaan. 
 
b. Non tes
  Dalam proses belajar mengajar (pembelajaran), penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan, satu kesatuan yang utuh dengan pembelajaran. Dalam konsep kurikulum berbasis kompentensi seperti K13, menuntut terpenuhinya tiga ranah sebagai indikator keberhasilan. Tiga ranah ini adalah kemampuan berpikir, keterampilan melakukan pekerjaan, dan perilaku. Setiap siswa memiliki potensi pada dua ranah, yaitu kemampuan berpikir dan ketarampilan, namun tingkatannya dari satu siswa ke siswa yang lain bisa berbeda. Ada siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi, namun keterampilan rendah. Demikian juga sebaliknya, ada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir rendah, namun memiliki keterampilan yang tinggi. Ada pula peserta didik yang memiliki kemampuan berpikirnya biasa, demikian pula keterampilannya juga biasa, tidak ada yang menonjol. Namun jarang sekali ada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikirnya rendah dan keterampilannya rendah. Karena apabila demikian, sulit bagi peserta didik untuk bisa hidup dimasyarakat, karena tidak memiliki potensi untuk hidup di masyarakat.
In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Christine Amellia Putri -

Saya Christine Amellia Putri n 1813033025 perwakilan dari kelo.pok akan menyampaikan sedikit materi.

Apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. Jadi denganmengadakan penilaian sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Evaluasi

by Eki Tirta Prambudi -

Baiklah, demikian penyampaian materi dari kelompok kami.

Selanjutnya saya akan membuka sesi tanya jawab, saya akan memberikan kesempatan kepada 3 penanya.
Kepada para audiens yang ingin bertanya saya persilahkan

In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Erika Sukma Lestari -

Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin bertanya moderator. Mengapa dalam menentukan nilai dilaksanakan dengan evaluasi berupa pemberian soal diakhir kegiatan belajar? Seberapa efektifkah pemberian soal untuk menguji keberhasilan pembelajaran?

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Evaluasi

by Hermia Wati -
Saya Hermia Wati npm 1813033023 dari perwakilan kelompok ingin menjawab pertanyaan dari saudari Erika :
 
Dalam menentukan nilai dilaksanakan dengan evaluasi berupa pemberian soal di akhir kegiatan belajar karena untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan atau ketercapaian dari proses belajar mengajar tersebut telah dilakukan. Guru perlu memastikan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran agar nilai bisa diberikan. pemberian soal di akhir kegiatan belajar bertujuan untuk dapat menguatkan ingatan siswa dalam mengingat materi dan dari pemberian tes diakhir pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pemberian soal diakhir pembelajaran adalah tes yang diberikan sebelum jam pelajaran berakhir, baik itu 15 menit ataupun 20 menit sebelum  jam berakhir. soal yang diberikan dapat berupa Soal-soal tertulis atau lisan. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, pendidik dapat memberikan soal –soal tertulis untuk dikerjakan oleh peserta didik atau dengan bertanya langsung dengan peserta didik untuk dijawab secara lisan. Soal –soal tersebut dapat berbentuk uraian, tes objektif, atau melengkapi lembaran kerja. pemberian soal ini dirasa cukup efektif untuk mengukur atau menilai ketercapaian hasil belajar dalam kegiatan belajar tersebut.
Terimakasih..
In reply to Hermia Wati

Re: Evaluasi

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -

Saya setuju dengan pernyataan saudari hermina, bahwa pemberian soal diakhir pembelajaran penting untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Dengan memberikan soal, guru dapat mengukur hasil pembelajaran siswa. Sekian, terimakasih. 

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Evaluasi

by Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari Erika
 
Dalam menentukan nilai dilaksanakan dengan evaluasi berupa pemberian soal diakhir kegiatan pembelajaran, karena pemberian soal diakhir kegaitan pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perkembangan grafik belajar peserta didik, apakah ada kemajuan atau tidak, ataukah semakin menurun. Apakah peserta didik mengalami keselitan dalam memahami materi pelajaran atau tidak, sehingga dengan soal tersebut, guru dapat menilai peserta didik yang bersangkutan, memerlukan bimbingan lebih atau tidak.
 
Pemberian soal untuk menguji keberhasilan pembelajaran tentu efektif, karena soal-soal tersebut berisi materi pelajaran yang telah guru sampaikan pada proses pembelajaran. Jika peserta didik dapat menjawab dengan baik maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik mengikuti pembelajaran di kelas dengan baik.
In reply to Novi Handayani

Re: Evaluasi

by Farin Fatwa Sugesty -

Saya setuju dengan pendapat saudari Novi, bahwa dalam menentukan nilai dilaksanakan dengan evaluasi berupa pemberian soal diakhir kegiatan pembelajaran, karena pemberian soal diakhir kegaitan pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perkembangan grafik belajar peserta didik, apakah ada kemajuan atau tidak, ataukah semakin menurun. 

In reply to Novi Handayani

Re: Evaluasi

by Amalia Sari -

Saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menanggapi bahwa saya setuju dengan jawaban Saudari Novi, bahwa evaluasi dilakukan diakhir pembelajaran karena ingin mengetahui apa yang diterima oleh peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung, apakah mereka paham akan materi tersebut atau tidak. 

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Evaluasi

by Joko Sutrisno -
Saya Joko Sutrisno (1813033013) izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Erika.
 
guru selalu mengadakan evaluasi pembelajaran kepada peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan peserta didiknya dalam memahami materi yang telah diberikan oleh guru dalam kegiatan proses belajar mengajar. Adapun evaluasi yaitu bagian dari proses belajar mengajar yang secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan mengajar yang dilakukan oleh seorang guru.
 
Dalam hal ini evaluasi penting dilakukan karena merupakan suatu proses mengukur dan menilai sebagai upaya tindak lanjut untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran atau dapat pula diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran di suatu jenjang atau lembaga pendidikan tertentu. Dan evaluasi juga merupakan suatu proses untuk mengetahui/menguji apakah suatu proses kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan tujuan atau kriteria yang telah ditentukan. 
 
Oleh karena itu, kita sebagai seorang guru/calon pendidik perlu melakukan evaluasi terhadap belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan siswa tersebut dalam mengikuti proses kegiatan belajar dikelas. tapi bukan hanya siswa saja yang harus dievaluasi melainkan guru juga harus dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah maksimal dalam menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik atau sebaliknya.
In reply to Joko Sutrisno

Re: Evaluasi

by Novita Trisnawati -

Saya setuju dengan pendapat joko. Guru perlu mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pemberian soal merupakan alternatif yang baik karena dengan waktu yang singkat dan pemberian soal diakhir mata pelajaran yang sesuai dengan materi dapat mengukur berhasil atau tidaknya siswa dalam memahami dan mengerti materi yang diajarkan. Terimakasih

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Evaluasi

by Agus Triyoga -

saya Agus Triyoga npm 41 izin menambahkan sedikit jawaban atas pertanyaan saudari Erika, Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, pendidik dapat memberikan soal –soal tertulis untuk dikerjakan oleh peserta didik atau dengan bertanya langsung dengan peserta didik untuk dijawab secara lisan. Soal –soal tersebut dapat berbentuk uraian, tes objektif, atau melengkapi lembaran kerja. pemberian soal ini dirasa cukup efektif untuk mengukur atau menilai ketercapaian hasil belajar dalam kegiatan belajar tersebut.

In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Ayu Fitri Anggraini -
Saya Ayu Fitri Anggraini Npm 1813033049 Izin bertanya Bagaimana cara melakukan teknik penilaian dalam evaluasi dengan menggunakan acuan norma dan kriteria? Serta berikan contohnya
Terimakasih
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Evaluasi

by Christine Amellia Putri -
Saya Christine Amellia Putri perwakilan kelompok akan menjawab pertanyaan saudari Ayu Fitri.
Jawaban:
a. Penilaian Acuan Patokan
Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang mengacu kepada tujuan instruksional atau untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap perilaku yang terdapat dalam tujuan instruksional khusus tersebut. Teknik penilaiannya menggunakan kriteria yang digunakan bersifat mutlak. Artinya, kriteria itu bersifat tetap dan berlaku bagi semua siswa yang mengikuti tes di lembaga terkait. Selain itu, nilai dari hasil penilaian acuan patokan (PAP) dapat dijadikan indikator untuk mengetahui sampai dimana tingkat kemampuan dan penguasaan siswa tentang materi pengajaran tertentu.
Contoh:
Untuk dapat diterima sebagai calon penerbang setiap calon harus memenuhi syarat antara lain tinggi badan minimal 170 cm. Berdasarkan kriteria tersebut, maka siapapun yang tidak memenuhi syarat akan dinyatakan gagal dan tidak diterima. 
 
b. Penilaian Acuan Kriteria
Penilaian acuan norma adalah penilaian yang mengacu kepada norma untuk menentukan kedudukan atau posisi seorang peserta didik di antara kelompoknya. Penilaian dikatakan menggunakan pendekatan PAN apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa lain yang  termasuk dalam kelompok itu. Yang dimaksud dengan norma dalam hal ini adalah kapasitas atau prestasi kelompok, sedangkan yang dimaksud kelompok adalah semua siswa yang mengikuti tes tersebut. Contoh PAN:
Sebagai contoh, pada pelajaran bahasa Indonesia, siswa yang mendapat skor 80 di kelas B akan mendapat nilai A, sedangkan di kelas C siswa yang mendapat skor 65 akan mendapat nilai A juga. Mengapa bisa demikian? karena nilai yang didapat siswa hanya dihubungkan dengan norma kelompoknya. Pada kelas C, norma kelompoknya rendah, maka skor 65 saja sudah mendapat nilai A, dan pada kelas B 88 norma kelompoknya tinggi, maka skor 80 baru bisa mendapat nilai A, sehingga skor 65 bisa bernilai. 
Terimakasih.
In reply to Christine Amellia Putri

Re: Evaluasi

by Delia Mulniyati -
Nama saya Delia Mulniyati NPM 1813033019 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari ayu
 
Adalah nilai yang mengacu pada penilaian kelompok dengan membandingkan nilai-nilai siswa dalam kelompok tersebut. Dalam hal ini norma adalah suatu kelompok entah mencakup satu kelas, sekolah, rayon, dan lain sebagainya. (Astiti, 2017). PAN adalah penilaian acuan normatif yang membandingkan skor yang diperoleh peserta didik dengan standar atau norma yang relatif artinya apabila sudah menyusun pedoman skor berdasarkan tes yang sudah di lakukan di suatu kelas atau sekolah maka pedoman tersebut dan kemungkinan besar pedoman tersebut tidak berguna bagi kelompok atau kelas lainnya. Kecuali apabila disatukan dengan kelompok atau kelas pertama (Arifin, 2009). Tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif (Irhamni, 2017) dengan batas kelulusan dan kemampuan peserta didik tidak ditentukan oleh penguasaan dalam minimal siswa terhadap sebuah kompetensi yang ditetapkan melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Evaluasi

by Nur Afifah -
saya nur afifah npm17 izin menambahkan. Pada pendekatan acuan norma, standar kinerja yang digunakan bersifat relatif, artinya tingkat kinerja seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya. Artinya seorang yang memperoleh nilai di atas rata-rata kelompoknya maka siswa tersebut memperoleh skor yang tinggi, begitu juga sebaliknya. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan skor (kinerja) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah: a. Dianggap tidak adil b. Membuat persaingan yang tidak sehat diantara siswa dalam penilaian acuan kriteria, setiap anak hanya dapat dibandingkan dengan SK atau KD. Jika dalam KD menyatakan bahwa seorang siswa harus mampu menafsirka apabla hambatan dperbesar maka arus lstrik yang mengalir akan semakin kecil, maka siapun yang telah mampu memenuhi kriteria tersebut dinyatakan kompeten atau lulus mencapai KD yang dimaksud, tanpa harus membanding-bandingkan bagus-tidaknya tulisan tiap-tiap anak. Dalam pendekatan dengan acuan kriteria, penentuan tingkatan didasarkan pada skor-skor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk presentase. Untuk mendapatkan nilai tertentu , seorang siswa harus mendapatkan skor tertentu sesuai dengan batas yang ditentukan oleh SK dan KD tanpa terpengaruh oleh kinerja (skor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya.
In reply to Nur Afifah

Re: Evaluasi

by Farin Fatwa Sugesty -

Saya setuju dengan oendapat saudari Nur Afifah jika dalam pendekatan dengan acuan kriteria, penentuan tingkatan didasarkan pada skor-skor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk presentase. Untuk mendapatkan nilai tertentu , seorang siswa harus mendapatkan skor tertentu sesuai dengan batas yang ditentukan oleh SK dan KD tanpa terpengaruh oleh kinerja (skor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya.

In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Evaluasi

by siska - -
Saya Siska NPM 1813033007 Izin menambahkan atas pertanyaan saudari Ayu Fitri di mana teknik penilaian dengan Acuan Norma (PAN) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok atau nilai-nilai yang diperoleh siswa dibandingkan dengan nilai-nilai siswa lain dalam kelompok tersebut. Dengan 
kata lain PAN merupakan sistem penilaian yang didasarkan pada nilai sekelompok siswa dalam satu proses pembelajaran sesuai dengan tingkat penguasaan pada kelompok tersebut. Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan skor pada kelompok itu. Dalam hal ini “norma” berarti kapasistas atau prestasi kelompok, 
sedangkan “kelompok” adalah semua siswa yang mengikuti tes tersebut dapat kelompok siswa dalam satu kelas, sekolah, rayon, propinsi, dan lain-lain. PAN juga dapat dikatakan penilaian “apa adanya” dengan pengertian bahwa acuan pembandingnya semata-mata diambil dari kenyataan yang diperoleh (rata-rata dan simpangan baku) pada saat penilaian dilakukan dan tidak dikaitkan dengan hasil pengukuran lain. Sekian yang dapat saya sampaikan, saya kembalikan kepada moderator.
In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Dhea Putri Utami -

Izin bertanya saya Dhea Putri Utami

NPM 1813033001
Bagaimana cara  pengaplikasian teknik evaluasi pembelajaran dalam siswa?
In reply to Dhea Putri Utami

Re: Evaluasi

by Salsabila Az Zahra -
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, akan menjawab pertanyaan dari Dhea.
 
Bagaimana cara  pengaplikasian teknik evaluasi pembelajaran dalam siswa?
 
Ada dua hal teknik evaluasi untuk menilai kualitas siswa yaitu
a. Tes: merupakan sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban yang benar atau salah. Cara pengaplikasin tes dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau  latihan atau alat lain baik secara lisan, tulisan atau pun tindakan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan,  kecerdasan, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok siswa.
b. Non Tes: Hasil belajar selain dievaluasi melalui teknik tes, dapat juga dievaluasi melalui teknik nontes. Evaluasi dengan menggunakan teknik tes hanya mengacu pada aspek-aspek kognitif (pengetahuan) berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya. Jika dibandingkan dengan teknik tes, teknik nontes jauh lebih komprehensif, dalam artian dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai aspek dari individu atau kelompok siswa sehingga tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif saja, tetapi juga pada aspek yang lain seperti afektif dan psikomotor. Cara pengaplikasianya misalnya dalam wawancara, dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali.  Kemudian observasi yang dilakuakan dengan pengamatan yang digunakan untuk mengukur tingkah laku siswa atau sekelompok siswa. Dan lain sebagainya terima kasih
In reply to Salsabila Az Zahra

Re: Evaluasi

by Farin Fatwa Sugesty -

Saya setuju dengan pendapat salsabilla, bahwa dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Dalam evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Dalam pengaplikasian teknik Evaluasi disekolah dapat dibedakan menjadi dua yaitu Tes dan non-tes. 

In reply to Dhea Putri Utami

Re: Evaluasi

by Yohana Lestari -

Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Dhea :
Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Dalam evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Dalam pengaplikasian teknik Evaluasi disekolah dapat dibedakan menjadi dua yaitu Tes dan non-tes. Tes adalah satu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau merangkai tugas yang harus dikerjakan oleh anak didik atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau dengan nilai standar yang ditetapkan. Model-model tes tersebut, yaitu: a. Tes Seleksi, b. Tes Awal, c. Tes Akhir, d. Tes Diagnostik, e. Tes Formatif, f. Tes Sumatif. Sedangkan Non tes adalah penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik. Non tes biasanya di gunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi.
 
In reply to Dhea Putri Utami

Re: Evaluasi

by Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Dhea putri
 
Dalam evaluasi terdapat dua teknik, teknik tes dan teknik non-tes. tes adalah alat yang digunakan dalam penilaian dan penseleksian serta pengukuran terhadap objek yang telah ditentukan. Jika kita mengkaji dalam segi pendidikan maka tes merupakan alat yang digunakan dalam rangka menilai dan mengukur sejauh mana pendidikan dan seberapa besar kesuksesan yang telah dicapai selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga dengan demikian kita dapat menentukan kebijakan yang harus dilakukan kedepannya. Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Dalam evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran. Sebagai alat pengukur dan penilai, tes ada beberapa macam model menurut pemakain dan waktu atau kapan digunakannya tes tersebut Model-model tes tersebut, yaitu: a. Tes Seleksi, b. Tes Awal, c. Tes Akhir, d. Tes Diagnostik, e. Tes Formatif, f. Tes Sumatif.
 
Non tes adalah alat mengevaluasi yang biasanya di gunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada beberapa non-tes sebagai alat evaluasi, diantaranya: a. skala bertingkat, b. kuesioner, c. daftar cocok, d. wawancara, e. pengamatan, f. riwayat hidup.
In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by Eki Tirta Prambudi -

Baiklah, disini kami dari kelompok 4 akan menjawab pertanyaan yang sudah diajukan oleh para audiens.
Kepada anggota kelompok dipersilahkan

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Evaluasi

by Eki Tirta Prambudi -

Demikian sesi tanya jawab pada diskusi kali ini.
Selanjutnya saya akan memberikan kesimpulan diskusi kita pada hari ini.

Pembelajaran merupakan tahapan-tahapan kegiatan guru dan siswa dalam menyelenggarakan program pembelajaran yaitu rencana kegiatan yang menjabarkan kemampuan dasar dan teori pokok yang secara rinci memuat alokasi waktu, indikator pencapaian hasil belajar dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran untuk setiap materi pokok mata pelajaran. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan sebuah evaluasi untuk menjadi penilai suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran sangat berperan penting dalam menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran mempunyai beberapa fungsi penting yaitu Penilaian berfungsi Selektif, penilaian berfungsi Diagnostik, penilaian berfungsi sebagai penempatan, dan penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan. Selain itu evaluasi juga berperan penting bagi siswa, guru, dan kepala sekolah dalam lingkum pembelajaran di dunia pendidikan. Teknik pelaksanaan evaluasi dapat berbentuk tes dan non tes. Ada dua acuan yang digunakan dalam melakukan teknik penilaian dalam evaluasi, yaitu acuan norma dan acuan kriteria. Kedua acuan ini menggunakan asumsi yang berbeda tentang kemampuan seseorang.

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Evaluasi

by Eki Tirta Prambudi -

Baiklah demikian diskusi pada kesempatan kali ini, saya selaku moderator memohon maaf apabila ada kesalahan pada diskusi kali ini.
Saya akhiri wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sekian Terima kasih

In reply to Eki Tirta Prambudi

Re: Evaluasi

by siska - -

Waalaikumsalam, terimakasih banyak moderator dan kelompok pemateri