Diskusi Model dan strategi pembelajaran inovatif

Forum Diskusi

Forum Diskusi

by Nur Indah Lestari -
Number of replies: 62

Mahasiswa semua setelah diskusi tentang kedudukan penentuan dan pemilihan metode mengajar dan fungsi metode pembelajaran serta model dan strategi pembelajaran inovatif yang meliputi pengertian model pembelajaran, pengertian dan perbedaan komponen pembelajaran, silahkan buatlah ringkasan secara mandiri terkait materi tersebut

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Assalamualaikum wr.wb, salam sejahtera bagi kita semua saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, selaku moderator akan memandu jalannya diskusi pada kesempatan hari ini, materi yang akan didiskusikan adalah tentang Model dan Strategi Pembelajaran Inovatif.

Selanjutnya materi akan disampaikan oleh saudari Lidia dan Trisna kepada nya dipersilahkan

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Novita Trisnawati -

Saya Novita Trisnawati npm 1813033037 dari kelompok 8 akan menyampaikan materi tentang model model pembelajaran Inovatif.

 
Model-model pembelajaran inovatif, yaitu :
a. Model Contextual Teaching & Learning. CTL adalah adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka (Tibahary, 2018:57-58). 
b. Model Pembelajaran Kooperatif. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan model pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat hingga lima orang siswa dengan struktur kelompok bersifat heterogen (Nurdyansyah, 2016: 53-60).
c. Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model pembelajaran berbasis masalah menurut Nurhadi &Senduk, 2003 dalam Kharida, dkk, (2009: 83) merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata. 
d. Model Pakem. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru(Saptaningrum, 2010: 93-94).
e. Model Pembeljaran E-Learning. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan Web-Based Education (WBE) atau kadang disebut e-learning (electronic learning) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan (Nurdyansyah, 2016: 132-133).
f. Model pembelajaran Inkuiri. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing merupakan suatu model yang menuntun siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan menekankan sikap ilmiah (Lovisia,2018: 3-4).
g. Model Pembelajaran VCT. Model Pembelajaran VCT adalah merupakan teknik pendidikan nilai dimana peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, membantu siswa dalam mencari dan memutuskan mengambil sikap sendiri mengenai nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkannya (Haris, 2013: 2).
 
Sekian, saya kembalikan ke moderator
In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator 

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Lidia Millinia -

Saya Lidia Millinia, NPM 1813033031 akan menyampaikan materi mengenai; Kata “Inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Oleh karena itu, pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan (Budi Wahyono, 2016).
Program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif tersebut, tampak di dalamnya terkandung makna pembaharuan. Gagasan pembaharuan muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Oleh sebab itu, dibutuhkan paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Perubahan paradigma seyogyanya diakomodasi oleh semua manusia, karena manusia sebagai individu adalah makhluk kreatif. Namun, perubahan sering dianggap sebagai pengganggu kenyamanan diri, karena pada hakikatnya seseorang secara alamiah lebih mudah terjangkit virus rutinitas.
Sekian, terimakasih

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Terimakasih perwakilan anggota kelompok atas pemaparan materi nya, selanjutnya saya akan membuka sesi tanya jawab yang terdiri dari tiga penanya, kepada audiens yang ingin bertanya dipersilahkan

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Nur Afifah -

baik saya nur afifah npm 1813033017 izin bertanya. bagaimana cara guru agar dapat menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah ??

In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Novita Trisnawati -

Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin menjawab pertanyaan dari saudari Nur afifah. 

Cara guru agar dapat menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah yaitu mengetahui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik sejarah, dimana mengandung kemampuan sebagai berikut:
1) Mengajak peserta didik berfikir kesejarahan dengan cara berfikir imajinatif yakni membayangkan sesuatu peristiwa yang pernah ada dan benar-benar terjadi.
2) Melatih intelektual peserta didik sehingga mampu menarik generalisasi-generalisasi dalam sejarah dengan menggunakan belajar inkuiri dan belajar kooperatif.
3) Membimbing peserta memahami konsep-konsep secara induktif maupun deduktif.
4) Menunjukan realita-realita yang hidup di masyarakat dengan menanamkan kesadaran kesejarahan dan perspektif.  
5) Membimbing peserta didik menemukan dan merasakan fungsi dan manfaat belajar sejarah di dalam praktik kehidupan sosial sehari-hari baik secara individu maupun kelompok. 
 
Dengan mengetahui karakteristik dari pembelajaran sejarah, maka guru akan menemukan strategi pembelajaran sejarah yang nantinya dapat dikembangkan menjadi inovatif. 
 
Sekian, terimakasih. 
 
In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Lidia Millinia -

Nama saya Lidia Millinia NPM 1813033031, perwakilan kelompok izin menjawab dari pertanyaan Nur Afifah;
Guru sebagai salah satu komponen utama dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan paham tentang pengertian strategi pembelajaran.Sebagai pendidik, seyogyanya mengetahui dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal atau dapat mencapai kompetensi.
Proses pendidikan dari masa ke masa terus melakukan inovasi, sesuai dengan perkembangan dan kemampuan manusia itu sendiri, sehingga pendidikan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan ilmu pengetahuan baru, yang sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan selalu bersifat maju dan berorientasi ke depan. Adanya inovasi tidak terlepas dengan adanya teknologi dan modernisasi. Teknologi mewujudkan terciptanya inovasi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan modernisasi yang merupakan wujud penerapan hasil teknologi dan inovasi tersebut.
Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan cara mengadaptasi strategi pembelajaran menyenangkan yang bisa membuat siswa terbebas dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Melalui strategi pembelajaran inovatif, peserta didik harus terbebas dari perasaan bosan, malas, ketakutan akan kegagalan atau perasaan tertekan dikarenakan tenggang waktu tugas dll.
Banyak sekali inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang dapat diterapkan. Misalnya saat ini tengah ramai pembelajaran dengan computer atau lebih dikenal dengan Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) bermodel Drill, tutorial atau simulasi. Materi pelajaran yang tadinya disampaikan secara lisan oleh guru, dapat dibaca sendiri oleh siswa melalui layar komputer maupun ketika diproyeksikan secara visual di depan kelas.
Sekian, terimakasih

In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Erika Sukma Lestari -
Baiklah saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menambahkan moderator. Cara guru menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah adalah dengan memahami terlebih dahulu gaya belajar apa yang diminati siswa. 
Strategi belajar merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar. Jika siswa tidak menyukai gaya belajar ceramah mungkin kita sebagai guru harus mencari inovasi baru dalam pembelajaran sejarah, bisa jadi belajar di alam atau memperbanyak kegiatan observasi yang menyenangkan dan membuat siswa semangat untuk belajar. Karena kegiatan belajar tidak hanya terpusat pada guru, namun peserta didik juga mendapatkan kebebasan untuk mengeksplorasi pola pikirnya. 
Terimakasih
In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 akan menambahkan jawaban dari pertanyaan Nur afifah :
Cara guru menemukan pembelajaran inovatif khususnya pembelajaran sejarah yaitu berusaha memahami bagaimana seharusnya mata pelajaran sejarah diajarkan. Setidaknya, ada lima unsur pembelajaran sejarah yang harus diimplementasikan:
1. Variatif (Tidak Monoton)
2. ‎dari fakta ke analisis (pembelajaran sejarah tidak boleh berhenti pada tingkat fakta, tetapi harus sampai pada domain analisis)
3. ‎Terbuka dan dialogis (guru sejarah wajib mendesain pembelajaran yang bersifat terbuka dan dialogis. Keterbukaan dan dialogis mengharuskan guru sejarah untuk tidak menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber kebenaran di kelas)
4. ‎Divergen (pembelajaran sejarah menghendaki pemecahan suatu masalah dengan memberi peluang kepada siswa untuk menganalisis dan melahirkan banyak gagasan)
5. ‎Progresif.
In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Ayu Fitri Anggraini -

Saya Ayu Fitri Anggraini 1813033049 izin menambahkan jawaban atas pertanyaan saudari pipah

 

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Sehingga untuk menemukan setrategi yang inovatif guru harus merancang, menyusun, dan mengkondisikan proses pembelajaran tersebut agar siswa bisa memaham, dan guru juga harus mengetahui kemampuan siswa, kemudian guru harus sekreatif mungkin dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran sejarah misalnya guru bisa menggunakan video-vidio tentang peristiwa sejarah, sebagai refleksi pembelajaran, kemudian bisa melakukan pembelajaran diluar kelas, seperti berkunjung ke museum, atau tempat bersejarah lainnya.

 

Sekian tambahan dari saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih

In reply to Nur Afifah

Re: Forum Diskusi

by Delia Mulniyati -

Nama saya Delia Mulniyati NPM 1813033019 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari nur Afifah

relevansi diri, dan pluralisme. Nilai-nilai tersebut menyediakan peluang kepada siswa dalam pencapaian pemahaman secara mendalam.
 
Setting pengajaran konstruktivistik yang mendorong konstruksi pengetahuan secara aktif memiliki beberapa ciri: (1) menyediakan peluang kepada siswa belajar dari tujuan yang ditetapkan dan mengembangkan ide-ide secara lebih luas; (2) mendukung kemandirian siswa belajar dan berdiskusi, membuat hubungan, merumuskan kembali ide-ide, dan menarik kesimpulan sendiri; (3) sharing dengan siswa mengenai pentingnya pesan bahwa dunia adalah tempat yang kompleks di mana terdapat pandangan yang multi dan kebenaran sering merupakan hasil interpretasi; (4) menempatkan pembelajaran berpusat pada siswa dan penilaian yang mampu mencerminkan berpikir divergen siswa.
 
In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -
Saya Ida Ayu Komang npm1813033045, izin bertanya
 
Seperti yang disebutkan dalam makalah, dewasa ini pembelajaran sejarah berpusat pada penguasaan konsep atau hapalan dan mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Pertanyaan nya, bagaimana cara guru mengatasi hal tersebut dengan model pembelajaran yang inovatif? 
 
sekian terimakasih...
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Forum Diskusi

by siska - -

Saya Siska NPM 1813033007 perwakilan kelompok akan menjawab pertanyaan dari saudari Dayu, yakni bagaimana cara guru mengatasi hal tersebut dengan model pembelajaran yang Inovatif? Jawabannya: dengan menggunakan salah satu model pembelajaran misalnya Model Pembelajaran Pada dasarnya portofolio sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan Dosen agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh mahasiswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam tugastugasnya. Portofolio sebagai model pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio itu sendiri. Portofolio biasanya merupakan karya terpilih dari seorang mahasiswa, tetapi dapat juga berupa karya terpilih dari suatu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan untuk mengatasi masalah.  Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih moderator

In reply to siska -

Re: Forum Diskusi

by Christine Amellia Putri -

Saya Christine Amellia Putri (1813033025) setuju dengan jawaban saudari Siska, bahwa model pembelajaran portofolio dapat digunakan untuk mengatasinya. Model pembelajaran porfolio memberikan pelajaran bagi mahasiswa untuk dapat lebih mengasah dan mengeksplor kemampuannya, terlebih dalam hal mengungkapkan suatu hal yang membuatnya tertarik. Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, mahasiswa akan semakin terlatih untuk mengungkapkan sekaligus menyusun laporan.

In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Forum Diskusi

by Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 izin menambahkan jawaban  dari pertanyaan Ida Ayu Komang
 
Mengenai pembelajaran sejarah yang saat ini yang umumnya berpusat pada guru, kita dapat mengatasi hal ini dengan cara mengubah model pembelajaran nya agar membuat siswa lebih aktif. misalnya dengan penggunaan model PAKEM. Seperti yang telah di jelaskan dalam makalah, PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan  Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
 
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih
In reply to Resti Nurmaya

Re: Forum Diskusi

by Salsabila Az Zahra -

Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, izin mengoementari jawaban Resti.

 
bahwa untuk memperbaiki pembelajaran yang berpusat pada guru salah satunya adalah dengan cara PAKEM. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macam strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru. Dengan demikian, dengan diterapkannya cara ini dalam pembelajaran, siswa akan aktif dalam belajar sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan tentunya berbobot. 
Sekian terima kasih
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Forum Diskusi

by Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari Ida Ayu
 
Cara mengatasi pembelajaran sejarah yang masih berpusat pada guru yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif, salah satunya yaitu penggabungan model pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran elektronik (E-learning). 
 
Dimana, pembelajaran sejarah berbasis masalah, akan memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa, untuk membangun dan mengembangkan pemahaman akan makna peristiwa dan nilai yang terkandung dalam setiap momen peristiwa sejarah yang dipelajari secara mendalam (depth understanding), khususnya untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa. Kemudian, penggunaan model pembelajaran elektronik (e-Learning) yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pendidik, sesama peserta didik, atau anggota kelompok. oleh karena itu, peran pendidik dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing peserta didik mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan materi pembelajaran.
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Forum Diskusi

by Farin Fatwa Sugesty -

Saya setuju dengan pendapat siska bahwa Portofolio sebagai model pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan.Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan portofolio itu sendiri. Portofolio biasanya merupakan karya terpilih dari seorang mahasiswa, tetapi dapat juga berupa karya terpilih dari suatu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan untuk mengatasi masalah. 

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Siti Nurhasanah -

Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin bertanya, dalam proses pelaksanaan langkah-langkah model kontekstual,   kendala apakah yang paling sulit dialami guru dan bagaimana semestinya menyelesaikannya?

In reply to Siti Nurhasanah

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menjawab pertanyaan saudari Siti Nurhasanah, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:

Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya, Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, Ciptakan masyarakat belajar, Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, lang-kah-langkah pembelajaran, dan authentic assessment-nya (Tibahary, 2018:57-58).

Kendala saat penerapan metode pembelajaran kontekstual (CTL):
Guru akan kewalahan dalam memutuskan materi pelajaran karena pembelajaran CTL menekankan pada kebutuhan setiap siswa, sedangkan kemampuan siswa dalam satu kelas tidaklah sama.
Pembelajaran CTL ini lebih cenderung untuk mengembangkan soft skill siswa sehingga siswa yang memiliki tingkat intelegensi tinggi tetapi susah untuk mengungkapkannya maka akan kewalahan.
Ketika pembelajaran ini diterapkan kemampuan siswa akan terlihat jelas, mana yang memiliki kemampuan dan mana yang tidak. Sehingga akan timbul kesenjangan.

In reply to Siti Nurhasanah

Re: Forum Diskusi

by Amalia Sari -
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Siti 
 
Menurut pendapat saya yaitu pada langkah pertama yang mana guru mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna, berkesan, baik dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dan keterampilannya yang baru saja ditemuinya. Sehingga solusi yang harus dilakukan yaitu guru yang menggunakan pembelajaran kontekstual haruslah guru yang memiliki kemampuan mengajar dengan menggunakan pembelajaran kontektual ini sedangkan guru yang tidak ahli dalam hal ini pasti akan mengalami kendala dan kesulitan.
In reply to Siti Nurhasanah

Re: Forum Diskusi

by Farin Fatwa Sugesty -
Nama Farin Fatwa, Npm 1813033029. Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Siti Nurhasanah.
 
Hambatan dalam melaksanakan model pembelajaran kontekstual adalah Dalam pemilihan informasi atau materi dikelas didasarkan pada kebutuhan siswa padahal,dalam kelas itu tingkat kemampuan siswanya berbeda-beda sehinnga guru akan kesulitan dalam menetukan materi pelajaran karena tingkat pencapaianya siswa tadi tidak sama.
 
Cara mengatasinya adalah :
Pengajar atau guru hendaknya juga turut memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental siswa.
Membantu pengembangan sifat-sifat positif pada diri siswa seperti rasa percaya diri dan saling menghormati.
Memperbaiki kondisi dan terus menerus memberikan motivasi pada siswa.
In reply to Farin Fatwa Sugesty

Re: Forum Diskusi

by Anita Dwi Hidayati -

Saya Anita Dwi Hidayati setuju dengan saudara Farin bahwa Hambatan dalam melaksanakan model pembelajaran kontekstual adalah Dalam pemilihan informasi atau materi dikelas didasarkan pada kebutuhan siswa padahal,dalam kelas itu tingkat kemampuan siswanya berbeda-beda sehinnga guru akan kesulitan dalam menetukan materi pelajaran. Sekian terimakasih

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Karena sudah ada tiga penanya maka sesi tanya jawab saya tutup, berikan sedikit waktu untuk kelompok kami mencari jawabannya

In reply to Joko Sutrisno

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Baiklah untuk mempersingkat waktu, saya berikan kesempatan untuk perwakilan anggota kelompok menjawab pertanyaan, dan untuk para audiens yang ingin menambahkan bisa langsung saja

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -
Terimakasih kepada perwakilan anggota kelompok dan audiens atas jawaban dan tambahan nya, selanjutnya saya akan mencoba menyimpulkan diskusi pada hari kesempatan hari ini.
 
Pendidikan merupakan suatu usaha mengembangkan potensi peserta didik dan suatu transfer ilmu dari berbagai sumber Pendidikan. Transfer ilmu yang biasa diterapkan oleh Lembaga Pendidikan formal ialah melalui metode ceramah, dimana metode ini telah belangsung cukup lama dalam sistem Pendidikan. Strategi adalah suatu cara yang ditempuh dalam sistem Pendidikan guna mencapai tujuan Pendidikan itu sendiri. Metode yang tepat dapat mempengaruhi hasil dari Pendidikan dan cepet lambatnya tercapai tujuan Pendidikan. Perlu adanya pembaharuan dalam metode Pendidikan, dimana kemajuan teknologi saat ini cukup mempengaruhi dalam sistem Pendidikan.Pembaharuan yang dimaksud ialah inovasi dalam strategi pembelajaran dalam seluruh jenjang Pendidikan. Metode pembelajaran inovatif ini bertujuan agar peserta didik merasa nyaman dan senang dalam pembelajaran namun tidak melupakan aspek terpenting yaitu materi yang dapat di pelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan lain dari strategi inovatif ini adalah sebagai pembaharuan dalam pembelajaran yang dimaksudkan untuk mendapatkan perhatian dari peserta didik.
In reply to Nur Indah Lestari

Re: Forum Diskusi

by Joko Sutrisno -

Demikianlah diskusi dari kelompok 8 jika ada kesalahan saya mohon maaf, terimakasih kepada para audiens yang sudah berpartisipasi, akhirukallam wabillahitaufik walhidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi.