Diskusi 2

Diskusi 2

Diskusi 2

Number of replies: 30
Jelaskan makna pendidikan ki hajar dewantara
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan memberi teladan.
Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat dan kemauan.
Tut Wuri Handayani: Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Clara Abellya Agustin -
Saya Clara Abellya Agustin izin menjawab bapak, menurut saya, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, memberikan contoh yang baik, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Ingg Ngarsa Sung Tuladha, artinya seorang pendidik harus bisa menjadi contoh yang baik bagi peserta didiknya, baik melalui sikap, perkataan, maupun perbuatannya

Ing Madya Mangun Karsa, artinya ketika berada di tengah-tengah peserta didik, pendidik harus mampu membangun semangat, memotivasi, dan mendorong mereka agar aktif dalam belajar

Tut Wuri Handayani, artinya pendidik memberikan dorongan dan kepercayaan kepada peserta didik agar mereka bisa berkembang, mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihannya.

Jadi, menurut saya, pendidikan bukan hanya tentang membuat peserta didik menjadi pintar, tetapi juga membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, memiliki karakter yang baik, dan mampu bertanggung jawab
Cukup sekian terimakasih bapak
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by TANISHA QORIMAH TORISA -
Saya Tanisha Qorimah Torisa, dengan NPM 25530210002. Izin menjawab pertanyaan mengenai makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara berdasarkan tiga semboyannya.
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan)
Menurut saya, semboyan ini memiliki makna bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi contoh yang baik bagi peserta didiknya. Guru tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga harus menunjukkan perilaku yang bisa ditiru oleh siswa. Misalnya, jika guru ingin siswanya disiplin, maka guru juga harus memberikan contoh dengan datang tepat waktu dan bertanggung jawab.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan)
Menurut saya, semboyan ini berarti seorang pendidik harus mampu membangun semangat dan kemauan siswa dalam belajar. Guru perlu mendampingi serta memberikan motivasi ketika siswa mengalami kesulitan. Dengan begitu, siswa akan lebih percaya diri dan terdorong untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuannya.
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab)
Menurut saya, semboyan ini bermakna bahwa guru harus memberikan dorongan dan kepercayaan kepada siswa agar mereka mampu berkembang secara mandiri. Guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencoba, dan mengambil keputusan sendiri, tetapi tetap bertanggung jawab atas pilihannya.

Dapat disimpulkan dari ketiga semboyan tersebut, bahwa Ki Hajar Dewantara ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membimbing dan membentuk karakter peserta didik. Seorang guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dorongan agar siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by M. Wasibjimi Simanjuntak -
Saya M. Wasibjimi Simanjuntak, izin menyampaikan tanggapan
Makna pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara pada hakikatnya adalah proses "menuntun" segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Melalui tiga semboyan tersebut, pendidikan dimaknai sebagai sistem among yang memanusiakan manusia:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan): Pendidik memegang peran sebagai cermin moral dan etika, di mana pembentukan karakter peserta didik dimulai dari keteladanan sikap nyata sang guru, bukan sekadar perintah lisan.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan): Pendidikan menempatkan guru sejajar bersama murid untuk membangkitkan rasa ingin tahu, daya kreasi, serta kemauan belajar secara aktif tanpa mematikan keunikan potensi mereka.
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab): Pendidikan bermakna memberikan ruang kemerdekaan bagi anak untuk bertumbuh dan belajar mandiri, dengan guru tetap berdiri di belakang mengawasi agar kemerdekaan tersebut terarah dan tidak kebablasan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Shakilafidela.A.Cinta Tiesya -
Nama: Shakilafidela.A.Cinta Tiesya
NPM: 2513021018
izin menjawab, Bapak. Menurut saya, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah guru bukan hanya bertugas mengajarkan materi, tetapi juga membimbing siswa, memberikan contoh yang baik, dan membantu siswa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa, baik dari sikap, perkataan, maupun perbuatannya.

Ing Madya Mangun Karsa, artinya guru harus bisa membangun semangat dan memotivasi siswa supaya lebih aktif dan semangat dalam belajar.

Tut Wuri Handayani, artinya guru memberikan dukungan dan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, mengembangkan kemampuan, dan bertanggung jawab.

Jadi, menurut saya, pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa pintar, tetapi juga membantu mereka menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Andara Titara -
Saya Andara Titara Izin menjawab pak, Menurut saya, Ketiga semboyan tersebut menjelaskan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti di depan memberikan teladan. Guru harus menunjukkan sikap yang baik, seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain agar dapat menjadi contoh bagi peserta didik.

Ing Madya Mangun Karsa berarti di tengah membangun semangat dan kemauan. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong siswa untuk aktif, serta menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri.

Tut Wuri Handayani berarti di belakang memberikan dorongan. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri, berani mencoba, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab, sekaligus tetap memberikan arahan ketika dibutuhkan.

Jadi, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dukungan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Amelia Puspitasari -
Nama :Amelia Puspitasari
NPM :2513021034
Izin menjawab, Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara terdiri dari tiga prinsip utama. Yang pertama adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti di depan memberikan teladan. Maksudnya, seorang guru harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, baik dalam sikap, perilaku, maupun cara berbicara. Misalnya, guru datang tepat waktu, bersikap sopan, dan menunjukkan kedisiplinan sehingga dapat ditiru oleh peserta didik.

Yang kedua adalah Ing Madya Mangun Karsa, yang berarti di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, guru tidak hanya berdiri di depan untuk mengajar, tetapi juga harus terlibat dalam proses pembelajaran, membimbing, serta memotivasi peserta didik agar aktif dan bersemangat dalam belajar. Contohnya, guru mengajak peserta didik berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan berani menyampaikan pendapat.

Yang ketiga adalah Tut Wuri Handayani, yang berarti dari belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan serta mengambil keputusan secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab. Contohnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas dengan caranya sendiri dan memberikan arahan ketika mereka mengalami kesulitan.

Jadi, inti dari ketiga prinsip tersebut adalah guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan kepada peserta didik agar dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Aminatuzzahra Permata Dewi -
Nama: Aminatuzzahra Permata Dewi
NPM: 2513021046

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dapat dipahami melalui tiga semboyan yang menjelaskan bagaimana seorang pendidik seharusnya membimbing peserta didik.
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Maksudnya, seorang guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi peserta didiknya, baik melalui sikap, perkataan, maupun tindakan. Misalnya, guru datang tepat waktu agar siswa juga terbiasa disiplin.
2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, guru harus mampu mendampingi dan mendorong peserta didik agar semangat belajar, berani menyampaikan pendapat, serta aktif dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, guru tidak hanya menjelaskan materi, tetapi juga membantu siswa mengembangkan kemampuan dan rasa percaya dirinya.
3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri, mengembangkan potensi, dan mengambil keputusan dengan tetap bertanggung jawab. Guru tetap memberikan arahan ketika siswa membutuhkan bantuan.

Jadi kesimpulannya, menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan bukan hanya tentang memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing dan mendukung peserta didik agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik. Seorang guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dukungan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Kaitsar Naoval -
Saya Kaitsar Naoval Riandy dengan NPM 2513021028 izin menjawab. Menurut saya, pemikiran Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan, tetapi juga tentang bagaimana guru membantu siswanya tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.

Ing Ngarsa Sung Tuladha, maksudnya guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa. Misalnya, guru datang tepat waktu dan bersikap jujur agar siswa bisa mencontoh perilaku tersebut.

Ing Madya Mangun Karsa, artinya guru harus bisa membangun semangat siswa saat belajar. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan supaya siswa berani bertanya dan menyampaikan pendapatnya.

Tut Wuri Handayani, maksudnya guru memberikan dukungan kepada siswa agar mereka berani mencoba hal baru dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Guru tetap membimbing ketika siswa mengalami kesulitan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar mandiri.

Jadi, menurut saya, seorang guru yang baik bukan hanya dinilai dari seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi juga dari bagaimana ia membimbing siswanya agar memiliki karakter yang baik, percaya diri, dan mampu bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by ZAHRA AULIYA FACHROZI -
Saya Zahra Auliya Fachrozi dengan NPM 2513021052 izin menjawab pak.
Tiga semboyan tersebut dikenal sebagai Trilogi Kepemimpinan Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Intinya, guru punya tiga peran yang berbeda sesuai posisinya terhadap murid.
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan)
Maknanya: guru mendidik lewat contoh nyata, bukan hanya perintah. Murid lebih mudah meniru apa yang dilihat daripada yang hanya diucapkan.
Contoh di kelas: guru yang menyuruh murid disiplin harus datang tepat waktu. Guru yang mengajarkan kejujuran harus jujur saat menilai.
2. Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat dan kemauan)
Maknanya: guru ikut berada di tengah murid, bekerja sama, dan menumbuhkan semangat serta kemauan belajar dari dalam diri murid.
Contoh di kelas: guru ikut berdiskusi dalam kelompok, memotivasi murid yang putus asa, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
3. Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab)
Maknanya: guru mendorong dari belakang dan memberi ruang bagi murid untuk mencoba sendiri. Kebebasan itu tetap disertai tanggung jawab, jadi guru mengawasi dan siap menolong kalau murid salah arah.
Contoh di kelas: murid diberi tugas proyek dan boleh memilih caranya. Guru hanya membimbing dan memberi masukan, bukan mengerjakan.
Makna keseluruhan nya:
Pendidikan bukan memasukkan pengetahuan ke kepala murid. Pendidikan menuntun murid agar tumbuh sesuai potensinya.
Peran guru berubah sesuai kebutuhan murid: contoh di depan, teman di tengah, pendukung di belakang.
Tujuan akhirnya murid mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.
Semboyan Tut Wuri Handayani juga dipakai sebagai logo Kementerian Pendidikan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by DEA CALLISTA ASTARI -
Saya Dea Callista Astari dengan NPM 2513021074 izin menjawab makna pendidikan KI HAJAR DEWANTARA
Makna Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan bukan cuma tentang belajar dan mendapatkan nilai yang bagus, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini dijelaskan melalui tiga semboyan pendidikan, yaitu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Maksudnya, seorang guru harus bisa memberikan contoh yang baik kepada siswanya, baik dari sikap, perilaku, maupun cara menghargai orang lain.

2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, guru harus bisa mendampingi dan memberi semangat kepada siswa supaya lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi untuk belajar.

3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri dan mengembangkan kemampuannya, tetapi tetap memberikan arahan ketika siswa membutuhkan bantuan.

Jadi, ketiga semboyan tersebut mengajarkan bahwa tugas guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing dan mendukung perkembangan siswa. Guru harus bisa menjadi contoh yang baik, memberikan motivasi, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. Dengan begitu, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Irene Mutiara Asdian Pratiwi -
Nama: Irene Mutiara Asdian Pratiwi
NPM: 2513021008

Makna pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah proses membimbing peserta didik agar bisa mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Dalam pendidikan, terdapat tiga semboyan yang menjadi pedoman bagi guru, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti guru harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik; Ing Madya Mangun Karsa, yang berarti guru ikut membangun semangat dan motivasi peserta didik dalam belajar; serta Tut Wuri Handayani, yang berarti guru memberikan dukungan dan arahan agar peserta didik bisa berkembang secara mandiri.

Ketiga semboyan tersebut saling berkaitan dalam proses pendidikan. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya membuat peserta didik memahami pelajaran, tetapi juga membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Salma Ramadhani -
Nama : Salma Ramadhani
NPM : 2513021012

Izin menjawab, Bapak. Menurut pemahaman saya, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara tercermin dalam tiga semboyan, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti seorang guru harus mampu memberikan teladan yang baik kepada peserta didik, baik melalui perkataan, sikap, maupun perbuatan.

Ing Madya Mangun Karsa berarti guru berada di tengah-tengah peserta didik untuk membangun semangat, memberikan motivasi, dan menumbuhkan kemauan dalam belajar.

Sementara itu, Tut Wuri Handayani berarti guru memberikan dorongan, arahan, dan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dirinya secara mandiri dan bertanggung jawab.

Jadi, menurut saya ketiga semboyan tersebut sangat penting diterapkan dalam dunia pendidikan karena guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak baik, serta memiliki rasa tanggung jawab. Dengan menerapkan ketiga prinsip tersebut, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih baik dan mampu membantu peserta didik mengembangkan potensi yang dimilikinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dina Ardianti -
Saya Dina Ardianti dengan NPM 2513021056, izin menjawab pertanyaan terkait makna pendidikan menurut ki hajar dewantara. Ki hajar dewantara mengatakan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi tetapi ki hajar dewantara mengenal sistem among (asah asih asuh). dimana peran seorang guru dalam sistem among adalah menjadi pamong yang membimbing murid secara tulus dan penuh kasih, serta menghargai keunikan serta potensi bawaan setiap anak. ki hajar dewantara mengenalkan tiga pilar, yaitu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan), yaitu seorang pendidik harus mampu memberi contoh baik dalam sikap, tutur kata, maupun tindakan. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, melainkan harus diwujudkan melalui keteladanan nyata agar murid dapat meniru nilai-nilai kebaikan secara alami.

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan), yaitu ketika berada di antara para murid, pendidik berperan dalam membangun semangat, serta memotivasi murid agar aktif berkarya dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan), yaitu dari belakang, pendidik memberi kepercayaan, dorongan moral, dan ruang mandiri bagi murid untuk mengeksplorasi kemampuannya. Pendidik memantau dan mengarahkan tanpa mengekang, memastikan kebebasan yang diberikan tetap bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Hanin Shafa Kamila -
Saya Hanin Shafa Kamila dengan NPM 2513021026, izin menjawab bapak. Menurut saya makna pendidikan Ki Hajar Dewantara itu pada dasarnya berfokus untuk menuntun pertumbuhan anak. Peran pendidik adalah mendampingi anak agar bisa berkembang sesuai potensi diri dan zamannya, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta bahagia.

Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi contoh)
Anak-anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat. Karena itu, pendidik perlu memberikan teladan nyata lewat sikap dan perbuatan baik sehari-hari, bukan sekadar memberi nasihat lewat kata-kata.

Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat)
Ketika berada di antara anak didik, pendidik berperan sebagai teman berdiskusi dan penyemangat. Pendidik merangkul mereka, membangun rasa percaya diri, dan memotivasi mereka untuk terus belajar serta berkarya.

Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)
Dari belakang, pendidik memberikan kepercayaan dan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi kemampuannya secara mandiri. Pendidik tetap mengawasi dan siap memberi arahan jika anak membutuhkan bantuan, tanpa membatasi ruang geraknya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dian Fatika Sari -
Nama: Dian Fatika Sari
NPM: 2513021036
Kelas: 25B

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di Depan Memberi Teladan)
Makna dari poin ini adalah pendidik berposisi sebagai role model atau panutan utama. Pendidikan tidak diawali dari perintah atau teori verbal semata, melainkan dari contoh nyata dalam tindakan, sikap, kedisiplinan, dan karakter sehari-hari yang dapat ditiru oleh murid.
Penerapan:
Guru datang tepat waktu ke kelas, berbicara dengan tutur kata yang santun, bersikap adil kepada seluruh siswa, serta menunjukkan kejujuran dan etika kerja yang baik dalam mengajar.

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Membangun Semangat dan Kemauan)
Makna dari poin ini adalah pendidik berposisi sebagai mitra, fasilitator, dan pemantik semangat. Saat berada di antara murid-muridnya, pendidik menciptakan suasana belajar yang inklusif untuk membangkitkan motivasi, membakar rasa ingin tahu, serta mendorong munculnya ide-ide kreatif.
Penerapan:
Guru bergabung dalam diskusi kelompok bersama siswa, mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik yang memancing daya kritis, serta memberikan apresiasi atas setiap proses berpikir dan gagasan yang disampaikan siswa.

3. Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberikan Dorongan dan Kebebasan yang Bertanggung Jawab)
Makna dari poin ini adalah pendidik berposisi sebagai pendamping yang memberikan dorongan moral dan kepercayaan. Pendidik tidak mendikte atau memaksakan kehendak, melainkan memberikan ruang kemerdekaan bagi murid untuk tumbuh mandiri dan mengeksplorasi potensinya dengan pengawasan yang bijak.
Penerapan:
Guru memberikan tugas berbasis proyek yang membebaskan siswa memilih media atau bentuk karya yang diminati, lalu mengamati dari belakang dan baru memberikan arahan ketika siswa mengalami kendala atau butuh masukan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Abi Prasetia -
Nama: Abi Prassetia
NPM: 2513021038

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan upaya menuntun peserta didik untuk mengoptimalkan potensi, pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan akhlak mereka. Dalam penerapannya, seorang pendidik berpegang pada tiga prinsip utama: Ing Ngarsa Sung Tuladha (menjadi teladan yang baik di depan), Ing Madya Mangun Karsa (membangkitkan semangat dan kemauan belajar di tengah), dan Tut Wuri Handayani (memberikan dorongan dari belakang agar siswa mampu mandiri).

Ketiga prinsip tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Peran guru jauh melampaui sekadar mentransfer ilmu; mereka bertindak sebagai fasilitator yang membimbing dan memberi ruang bagi anak didik untuk terus bertumbuh. Melalui pendekatan ini, pendidikan tidak sekadar mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk individu yang mandiri, berkarakter kuat, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Ayu Diana -
Saya Ayu Diana dengan NPM 2513021078 izin menjawab, Bapak. Menurut saya, semboyan Ki Hajar Dewantara menggambarkan peran guru dalam mendidik dan mendampingi peserta didik, bukan hanya dalam memberikan ilmu tetapi juga dalam membentuk sikap dan kemandirian.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti ketika berada di depan, guru harus mampu memberikan contoh yang baik melalui sikap dan perilakunya agar dapat diteladani oleh peserta didik.

Ing Madya Mangun Karsa berarti ketika berada di tengah peserta didik, guru berperan membangun semangat, motivasi, dan keinginan untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Tut Wuri Handayani berarti ketika berada di belakang, guru memberikan dukungan dan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan belajar mandiri, tetapi tetap memberikan arahan ketika diperlukan.

Jadi, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menempatkan guru sebagai teladan, pembimbing, dan pemberi dorongan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan serta menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nabilah Ambarwati -
Saya Nabilah Ambarwati dengan NPM 2513021030, izin menjawab bapak. Menurut saya, filosofi Ki Hajar Dewantara ini intinya adalah pendidikan yang menuntun, bukan menuntut. Guru bukan penguasa, tapi partner belajar anak yang perannya fleksibel sesuai situasi.

• Di depan (Ing Ngarsa Sung Tuladha): Menjadi teladan nyata. Anak meniru tindakan, bukan cuma mendengar instruksi. Jadi, guru harus mencontohkan dulu hal-hal baik yang ingin diajarkan.
• Di tengah (Ing Madya Mangun Karsa): Menjadi teman diskusi dan motivator. Guru membaur untuk memberi semangat, memicu ide, dan membangun rasa percaya diri anak saat mereka proses belajar.
• Di belakang (Tut Wuri Handayani): Menjadi pendorong kemandirian. Guru memberikan ruang kebebasan bagi anak untuk bereksplorasi dan belajar dari kesalahan, namun tetap mengawasi agar mereka tetap tau batasan.

Kesimpulannya, konsep ini mendidik anak sesuai zamannya agar mereka mandiri, merdeka, namun tetap bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Regita Deniza Sari -
Saya Regita Deniza Sari, dengan NPM 2553021004. Izin menjawab Bapak, menurut saya, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dapat dipahami melalui tiga semboyan yang menjadi pedoman bagi seorang guru dalam mendidik peserta didik.

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberikan contoh. Seorang guru harus mampu menjadi panutan bagi peserta didik melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Misalnya, guru menunjukkan sikap jujur, disiplin, dan menghargai orang lain agar dapat menjadi contoh yang baik bagi siswanya.

2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Guru perlu terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik agar lebih aktif, percaya diri, dan memiliki motivasi belajar. Contohnya, guru mengajak siswa berdiskusi, melakukan kerja kelompok, dan menyampaikan ide atau pendapat mereka.

3. Tut Wuri Handayani, artinya dari belakang memberikan dorongan. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemandiriannya, sekaligus tetap memberikan bimbingan ketika diperlukan. Contohnya, guru membebaskan siswa memilih cara menyelesaikan suatu tugas selama sesuai dengan tujuan pembelajaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dapat disimpulkan dari ketiga semboyan Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membimbing perkembangan peserta didik. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi panutan, menumbuhkan semangat belajar, dan mendukung siswa agar mampu mengembangkan potensinya menjadi pribadi yang mandiri serta berakhlak baik.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Sindi Pratiwi -
Nama: Sindi Pratiwi
NPM: 2513021010

Izin menjawab bapak, makna pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah proses menuntun segala kodrat anak agar tumbuh menjadi pribadi yang merdeka dan mandiri dengan tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga membimbing, memberi motivasi, dan mendukung peserta didik dalam pembelajaran

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan memberi teladan, artinya guru wajib menjadi contoh sikap dan perilaku yang baik bagi siswa.

2. Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat dan kemauan, artinya guru ikut membersamai, memotivasi, dan membangkitkan kreativitas siswa.

3. Tut Wuri Handayani: Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab, artinya guru mendukung penuh agar siswa berani berjalan mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Rifdha Al Fathra Mursi -
Saya Rifdha Al Fathra Mursi, dengan NPM 2513021024, izin menjawab bapak

Makna konsep trilogi pendidikan Ki Hadjar Dewantara adalah sebagai berikut:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan), Seorang pendidik harus mampu menjadi figur panutan yang baik bagi peserta didiknya, baik dari segi sikap, integritas, kedisiplinan, maupun cara berpikir. Sebelum menuntut siswa untuk disiplin, jujur, atau berpikir kritis, seorang pendidik harus terlebih dahulu mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut dalam tindakan nyata.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan), Guru berperan sebagai teman dan fasilitator yang mendampingi proses belajar siswa di tengah-tengah mereka, membangkitkan motivasi, serta menumbuhkan prakarsa dan kreativitas.
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan dan pengaruh), Dari belakang, guru memberikan dorongan moral, kebebasan terarah, serta kepercayaan diri kepada siswa untuk berkembang secara mandiri sesuai dengan potensi mereka. Ketika siswa mulai memahami konsep dan menunjukkan kemandirian, guru bergeser ke belakang untuk memberikan ruang, kebebasan, dan kepercayaan diri. Namun, kebebasan ini bukanlah kebebasan yang tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab, di mana siswa dilatih untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pilihannya, dan mengasah kemandirian berpikir.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alisha Ayu Shintiawati -
Saya Alisha Ayu Shintiawati dengan NPM 2513021088 izin menjawab, Bapak. Menurut saya, semboyan Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing peserta didik dalam membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti guru harus mampu memberikan contoh yang baik melalui sikap dan perilakunya agar dapat diteladani oleh peserta didik.

Ing Madya Mangun Karsa berarti guru berperan membangun semangat dan motivasi peserta didik agar lebih aktif, percaya diri, dan memiliki kemauan untuk belajar.

Tut Wuri Handayani berarti guru memberikan dukungan dan dorongan kepada peserta didik agar mampu mengembangkan potensinya secara mandiri, tetapi tetap memberikan arahan ketika dibutuhkan.

Jadi, menurut saya, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan pemberi motivasi agar peserta didik dapat berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Chantika Nanda Sureswari -
Nama : Chantika Nanda Sureswari
NPM : 2513021016

izin menjawab bapak,
Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun segala potensi yang dimiliki peserta didik agar berkembang secara optimal. Hal ini tercermin dalam tiga prinsip Trilogi Pendidikan, yaitu

Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti guru menjadi teladan melalui sikap dan perilakunya

Ing Madya Mangun Karsa, yang berarti guru membangun semangat dan motivasi peserta didik untuk belajar; serta

Tut Wuri Handayani, yang berarti guru memberikan dorongan, bimbingan, dan kebebasan yang bertanggung jawab agar peserta didik dapat berkembang secara mandiri.

Jadi, Pendidikan merupakan proses membimbing peserta didik agar berkembang sesuai potensinya sehingga menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Abel Alya Muhbita -
Saya Abel Alya Muhbita, dengan NPM 2513021058, izin menjawab Bapak

Makna konsep trilogi pendidikan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan)
Maknanya, seorang pendidik bertindak sebagai cermin utama bagi peserta didik. Cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi yang ditunjukkan pendidik akan menjadi gambaran nyata yang diserap dan dipelajari oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan)
Maknanya, pendidik hadir dekat dengan peserta didik, bukan hanya memberi petunjuk dari kejauhan. Pendidik membuka ruang untuk berdiskusi, menumbuhkan keinginan belajar dari dalam diri anak, dan menemani mereka belajar sehingga anak merasa lebih percaya diri.

3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab)
Maknanya, pendidik mempercayai anak untuk mencoba, mengembangkan kemampuannya, dan mengambil keputusan sendiri. Tetapi, pendidik tetap mengawasi dari belakang dan siap membantu apabila diperlukan, tetapi tidak mengambil alih sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Afdila Aliza Putri -
Nama: Afdila Aliza Putri
NPM: 2513021076

Izin menjawab Bapak,
Ki Hajar Dewantara menggambarkan peran pendidik lewat tiga semboyan.
1.) Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya saat di depan, guru memberi contoh lewat sikap dan perilakunya, karena siswa lebih mudah meniru daripada hanya disuruh.
2.) Ing Madya Mangun Karsa artinya saat di tengah siswa, guru membangun semangat dan kemauan belajar mereka, misalnya dengan ikut berdiskusi dan memotivasi.
3.) Tut Wuri Handayani artinya saat di belakang, guru memberi dorongan dan kebebasan supaya siswa berani mencoba dan mandiri, tapi tetap bertanggung jawab.
Jadi, pendidik itu harus bisa menyesuaikan perannya sesuai kebutuhan siswanya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nadhifa Nailal Husna -
Nama: Nadhifa Nailal Husna
NPM: 2513021060
Menurut saya, trilogi pendidikan yang digagas Ki Hadjar Dewantara pada dasarnya adalah panduan hidup yang sangat fleksibel tentang bagaimana kita membersamai atau memimpin orang lain, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kalau dijabarkan:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha: Saat berada di posisi depan, kita harus memberikan teladan dan contoh nyata lewat perilaku sehari-hari, bukan sekadar menyuruh.
2. Ing Madya Mangun Karsa: Saat berada di tengah-tengah, tugas kita adalah merangkul, membersamai, serta menyalakan semangat dan kemauan orang lain agar mereka tergerak untuk aktif.
3. Tut Wuri Handayani: Saat berada di belakang, kita memberikan dorongan sekaligus kebebasan yang bertanggung jawab supaya mereka bisa melangkah dan mandiri dengan percaya diri.

Jadi menurut saya, makna pendidikan dari konsep ini adalah proses memerdekakan manusia, di mana kita menyesuaikan cara membimbing sesuai situasi, kapan harus memberi contoh, kapan harus menyemangati, dan kapan harus memberi ruang untuk mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Salsabila Meiza Putri -
NAMA : SALSABILA MEIZA PUTRI
NPM : 2513021048
Trilogi Pendidikan adalah konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, yang menjelaskan tiga peran penting pendidik dalam membimbing peserta didik:
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan, pendidik harus menjadi teladan atau contoh yang baik.
Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah, pendidik harus membangun semangat, motivasi, dan kreativitas peserta didik.
Tut Wuri Handayani: Di belakang, pendidik memberikan dorongan dan dukungan agar peserta didik mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dinda Adistiana -
Nama : Dinda Adistiana
NPM : 2513021006

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan proses menuntun segala potensi yang dimiliki peserta didik agar dapat berkembang menjadi manusia yang mandiri, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Makna dari tiga semboyan Ki Hajar Dewantara adalah:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya seorang pendidik harus memberikan contoh atau teladan yang baik bagi peserta didik, baik melalui sikap, perilaku, maupun perkataan.

2. Ing Madya Mangun Karsa artinya seorang pendidik harus mampu membangun semangat, motivasi, dan kemauan peserta didik ketika berada di tengah-tengah mereka.

3. Tut Wuri Handayani artinya seorang pendidik memberikan dorongan, dukungan, dan kebebasan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alifa Bariza Zahiya -
Nama: Alifa Bariza Zahiya
NPM: 2513021002

izin menjawab bapak, Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah bahwa seorang pendidik memiliki peran untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik melalui tiga prinsip, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha yang berarti seorang guru harus memberikan teladan yang baik ketika berada di depan, Ing Madya Mangun Karsa yang berarti guru harus mampu membangun semangat dan kemauan peserta didik ketika berada di tengah, serta Tut Wuri Handayani yang berarti guru memberikan dorongan, dukungan, dan kebebasan yang bertanggung jawab kepada peserta didik agar dapat berkembang secara mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dzaki Rahmatullah -
Saya Dzaki rahmatullah (2513021070),
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di Depan Memberi Teladan)

Makna: Guru adalah kompas moral. Karena anak adalah peniru ulung, pendidik wajib menunjukkan budi pekerti dan disiplin lewat tindakan nyata terlebih dahulu.

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Membangun Semangat)

Makna: Hubungan guru-murid bersifat kolaboratif, bukan satu arah. Guru melebur bersama siswa untuk membangkitkan motivasi, ide, dan rasa percaya diri mereka.

3. Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberi Dorongan)

Makna: Inti dari merdeka belajar. Guru memberikan kepercayaan kepada anak untuk berkembang mandiri, serta hanya mengarahkan jika mereka mulai menyimpang.