RESPONSI SESI 9

RESPONSI SESI 9

RESPONSI SESI 9

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 23

Berdasarkan diskusi dan pembahasan materi Pendekatan Strategi, jawablah pertanyaan-pertanyaan sbb:

1. Jelaskan pengertian dari strategi organisasi menurut pendapat para ahli!

2. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan Strategi!

3. Apakah strategi organisasi dapat diubah  dan dalam kondisi bagaimana perubahan tersebut dapat dilakukan?


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by M. Ridho Arya Wardana -
Nama: M. Ridho Arya Wardana
NPM: 2411011096

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli

Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif.
Menurut para ahli:
- Chandler (1962): Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi serta penentuan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.
- David (2011): Strategi merupakan cara organisasi mencapai tujuan jangka panjang melalui keputusan dan tindakan yang tepat.
- Porter (1980): Strategi adalah upaya menciptakan keunggulan bersaing melalui pemilihan posisi yang tepat dalam menghadapi persaingan.

2. Tiga Tingkatan Strategi

1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy) Strategi pada tingkat tertinggi yang menentukan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan, termasuk bidang usaha yang akan dijalankan.
2. Strategi Bisnis (Business Strategy) Strategi untuk memenangkan persaingan dalam suatu bidang usaha, misalnya melalui harga yang kompetitif atau kualitas produk.
3. Strategi Fungsional (Functional Strategy) Strategi pada setiap fungsi organisasi untuk mendukung strategi bisnis, seperti strategi pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah?

Ya, strategi organisasi dapat diubah apabila strategi yang digunakan sudah tidak sesuai dengan kondisi dan tujuan organisasi.
Perubahan dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan eksternal, seperti persaingan, teknologi, dan kebutuhan konsumen, maupun perubahan internal, seperti keterbatasan sumber daya, penurunan kinerja, dan perubahan tujuan organisasi. Perubahan strategi bertujuan agar organisasi tetap efektif, mampu beradaptasi, dan mencapai tujuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Azzahra Hafidatuzzahri Walmisr -
Nama : Azzahra Hafidatuzzahri Walmisr
NPM : 2411011066

1. Pengertian strategi organisasi

Burnes menegaskan bahwa strategi adalah konsep yang abstrak dan punya banyak definisi:

- Chandler (1962): penentuan tujuan jangka panjang perusahaan, ditambah pemilihan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapainya.
- Andrews: pola keputusan yang menentukan tujuan, kebijakan, dan rencana perusahaan, serta bidang bisnis yang dijalani dan bentuk organisasinya.
- Ansoff: strategi terutama soal menyesuaikan bauran produk dan pasar.
- Johnson & Scholes: strategi mencakup seluruh lingkup aktivitas organisasi, menyelaraskan aktivitas dengan lingkungan dan kapabilitas sumber daya, dan menentukan arah jangka panjang.
- Mintzberg: lima definisi yang saling melengkapi.
- Plan: tindakan yang sengaja dirancang sebelum peristiwa terjadi.
- Ploy: manuver untuk mengalahkan lawan.
- Pattern: pola perilaku yang konsisten dari waktu ke waktu.
- Position: posisi untuk meraih keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
- Perspective:ncara pandang bersama anggota organisasi tentang tujuan dan arah.

2. Tiga tingkatan strategi (Johnson et al, 2011)

- Corporate level: arah, komposisi, dan koordinasi seluruh bisnis dalam organisasi besar yang terdiversifikasi. Pertanyaannya: apa misinya, bisnis mana yang dipertahankan, dibeli, atau dilepas? Contoh: Virgin dan Nestlé.
- Business level: bagaimana tiap unit bisnis bersaing di pasarnya. Burnes memakai tiga strategi generik Porter: cost leadership, differentiation, dan focus.
- Functional/operational level: strategi tiap fungsi (keuangan, pemasaran, produksi, teknologi, SDM) agar strategi korporasi dan bisnis bisa dijalankan dan terintegrasi.

Burnes menambahkan bahwa ketiganya tidak hanya top-down. Ketiga level saling memengaruhi secara iteratif dan dinamis.

3. Apakah strategi dapat diubah?

Ya. Burnes menyatakan bahwa ketika situasi berubah, strategi (dan para penyusunnya) juga harus berubah. Contohnya Nestlé, yang menunjuk CEO dari luar karena perlu "pemikiran segar" secara strategis. Kondisi yang mendorong perubahan:

- Perubahan lingkungan: konsumen beralih ke makanan sehat dan pesaing baru menekan (kasus Nestlé melawan JAB dan 3G). Pasar yang bergejolak membuat perencanaan jangka panjang gagal.
- Hasil di bawah target: Nestlé gagal mencapai target pertumbuhan organik dan melepas merek yang kinerjanya buruk.
- Peristiwa tak terduga: strategi bisa muncul dari pembelajaran lapangan (emergent strategy, Mintzberg), bukan hanya dari rencana awal. Tata Steel mengubah rencana Port Talbot beberapa kali pada 2016.
- Perubahan sebagian level saja: pada 2008 Toyota tidak mengubah strategi korporasi atau bisnisnya, tetapi mengubah strategi desain produk untuk menekan biaya.
- Kondisi organisasi: kendala seperti struktur, budaya, politik, dan gaya kepemimpinan memengaruhi pilihan strategi. Burnes juga mencatat bahwa kendala ini sebagian bisa diubah atau dimanipulasi manajer. Kondisi yang tidak stabil (divergent) membutuhkan manajer bergaya transformasional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Rachel Salsabila Adimsi 2411011055 -
Nama : Rachel Salsabila Adimsi
NPM : 2411011055

1. Jelaskan pengertian strategi organisasi menurut pendapat para ahli!
  • Strategi organisasi adalah arah dan tindakan jangka panjang yang dirancang atau dikembangkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan, memanfaatkan sumber daya, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Strategi membantu organisasi menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Menurut pembahasan Bernard Burnes dalam Bab 8, terdapat beberapa pandangan ahli mengenai strategi organisasi, yaitu:
  • Alfred D. Chandler : Chandler mendefinisikan strategi sebagai penentuan tujuan dan sasaran dasar jangka panjang suatu perusahaan, disertai penetapan tindakan serta pengalokasian sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, strategi tidak hanya berkaitan dengan penetapan tujuan, tetapi juga mencakup tindakan dan penggunaan sumber daya untuk mewujudkannya.
  • Henry Mintzberg : Mintzberg memandang strategi tidak selalu terbentuk melalui perencanaan formal yang terstruktur. Strategi juga dapat muncul secara bertahap sebagai respons terhadap kebutuhan, pengalaman, dan perubahan lingkungan organisasi. Konsep ini dikenal sebagai emergent strategy atau strategi yang berkembang melalui proses dan penyesuaian. Artinya, organisasi dapat belajar dari pengalaman dan mengubah tindakannya sesuai dengan situasi yang dihadapi.
  • Michael Porter : Porter menekankan strategi dalam kaitannya dengan persaingan dan posisi organisasi di pasar. Strategi membantu organisasi menentukan cara bersaing dan membangun keunggulan dibandingkan pesaingnya. Dalam konteks bisnis, organisasi perlu menentukan posisi yang jelas agar mampu memberikan nilai kepada pelanggan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
  • Johnson (1987) : Johnson menjelaskan strategi melalui tiga sudut pandang, yaitu rasional, adaptif atau inkremental, dan interpretatif. Strategi dapat dipahami sebagai hasil perencanaan untuk mencapai tujuan, sebagai proses perubahan bertahap, maupun sebagai hasil penafsiran individu dan kelompok terhadap pengalaman masa lalu.
  • Berdasarkan pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi organisasi merupakan proses penentuan arah, tujuan, tindakan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi, baik melalui perencanaan yang matang maupun melalui penyesuaian terhadap perubahan situasi dan lingkungan. Strategi tidak harus selalu bersifat tetap karena organisasi perlu menyesuaikannya dengan kondisi yang dihadapi. 
2. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan strategi!
  • Menurut Burnes dalam Bab 8, dengan merujuk pada Johnson dkk. (2011), terdapat tiga tingkatan pengambilan keputusan strategis dalam organisasi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional atau operasional. Setiap tingkatan memiliki fokus dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam mencapai tujuan organisasi.
  • Strategi Korporasi (Corporate Strategy) : Strategi korporasi merupakan strategi pada tingkat tertinggi yang berkaitan dengan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Strategi ini menentukan bidang usaha yang akan dijalankan, bagaimana berbagai unit usaha dikelola, serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara unit-unit tersebut. Pertanyaan utama pada tingkatan ini meliputi misi organisasi, pengembangan usaha, dan penentuan bidang usaha yang perlu dipertahankan atau dikembangkan. Contoh: perusahaan yang bergerak di bidang makanan memutuskan untuk mengembangkan usaha ke sektor minuman atau membuka pasar di negara lain.
  • Strategi Bisnis (Business Strategy) : Strategi bisnis merupakan strategi pada tingkat unit usaha yang berfokus pada cara suatu bisnis bersaing dalam pasar tertentu. Strategi ini menentukan bagaimana perusahaan menawarkan produk atau jasa, melayani pelanggan, dan membangun keunggulan dibandingkan pesaing. Fokus utamanya adalah menentukan posisi kompetitif dan cara menjalankan usaha agar mampu mencapai tujuan bisnisnya. Contoh: sebuah perusahaan makanan memilih bersaing melalui harga yang terjangkau, kualitas produk, atau inovasi rasa untuk menarik pelanggan.
  • Strategi Fungsional atau Operasional (Functional/Operational Strategy) : Strategi fungsional atau operasional merupakan strategi yang diterapkan pada fungsi dan proses tertentu dalam organisasi untuk mendukung pelaksanaan strategi korporasi dan strategi bisnis. Tingkatan ini mencakup bidang pemasaran, keuangan, produksi, teknologi, penelitian dan pengembangan, serta sumber daya manusia. Tujuannya adalah menerjemahkan strategi pada tingkat yang lebih tinggi menjadi kegiatan nyata yang dapat dilaksanakan oleh setiap bagian organisasi. Contoh: bagian pemasaran membuat program promosi digital, bagian keuangan mengatur anggaran promosi, dan bagian produksi meningkatkan kualitas produk untuk mendukung target penjualan perusahaan.
  • Ketiga tingkatan strategi tersebut saling berhubungan. Strategi korporasi menentukan arah organisasi secara keseluruhan, strategi bisnis menentukan cara masing-masing unit usaha bersaing, sedangkan strategi fungsional memastikan bahwa setiap bagian organisasi menjalankan kegiatan yang mendukung arah dan tujuan tersebut. Hubungannya juga bersifat dinamis, sehingga keputusan pada satu tingkatan dapat memengaruhi tingkatan lainnya.
3. Apakah strategi organisasi dapat diubah dan dalam kondisi bagaimana perubahan tersebut dapat dilakukan?
  • Ya, strategi organisasi dapat diubah. Bahkan, perubahan strategi terkadang diperlukan agar organisasi tetap mampu bertahan, berkembang, dan mencapai tujuannya. Dalam Bab 8, Burnes menjelaskan bahwa strategi harus menyesuaikan diri ketika situasi berubah. Strategi juga dapat berkembang dari keputusan dan tindakan sehari-hari yang diambil untuk merespons berbagai peristiwa yang tidak terduga.
Perubahan strategi organisasi dapat dilakukan dalam beberapa kondisi berikut.

  • Terjadi perubahan lingkungan eksternal. Perubahan kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, perilaku konsumen, atau munculnya pesaing baru dapat menyebabkan strategi yang sebelumnya efektif menjadi kurang sesuai. Oleh karena itu, organisasi perlu meninjau kembali arah dan tindakannya.
  • Strategi yang diterapkan tidak lagi mencapai tujuan. Apabila strategi yang sedang dijalankan tidak memberikan hasil yang diharapkan, organisasi perlu mengevaluasi pelaksanaannya dan mempertimbangkan strategi alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi organisasi.
  • Terjadi perubahan kebutuhan dan kondisi internal organisasi. Perubahan struktur organisasi, ketersediaan sumber daya, kemampuan karyawan, budaya organisasi, atau kepemimpinan dapat memengaruhi kemampuan organisasi dalam menjalankan strateginya. Perubahan strategi mungkin diperlukan agar sesuai dengan kondisi internal yang baru.
  • Muncul keadaan darurat atau peristiwa yang tidak terduga. Krisis ekonomi, penurunan permintaan secara drastis, atau gangguan besar terhadap kegiatan usaha dapat memaksa organisasi mengubah prioritasnya. Burnes mencontohkan krisis keuangan tahun 2008, ketika sejumlah organisasi jasa keuangan harus mengalihkan fokus dari pertumbuhan penjualan dan peningkatan keuntungan menjadi upaya menghadapi penurunan pertumbuhan, penurunan keuntungan, bahkan mempertahankan kelangsungan hidup organisasi.
  •  Organisasi menemukan peluang baru. Strategi juga dapat diubah bukan hanya karena ancaman, melainkan karena adanya peluang untuk mengembangkan produk, memasuki pasar baru, meningkatkan efisiensi, atau menciptakan keunggulan kompetitif.
  • Dalam melakukan perubahan strategi, organisasi perlu mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, kemampuan manajemen, budaya organisasi, serta kendala lingkungan dan sosial yang dihadapi. Menurut Burnes, pilihan strategi memang dipengaruhi oleh berbagai kendala, tetapi kendala tersebut tidak selalu bersifat permanen. Manajer dapat berupaya memengaruhi atau mengubah sebagian kondisi yang membatasi pilihan organisasi.
  • Perubahan strategi juga tidak harus selalu dilakukan secara drastis. Organisasi dapat menggunakan pendekatan yang direncanakan (planned strategy) apabila tujuan dan kondisi relatif dapat diprediksi, atau mengembangkan strategi secara bertahap (emergent strategy) apabila perubahan berlangsung cepat dan sulit diperkirakan. Pendekatan yang dipilih harus disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan organisasi.
  • Kesimpulannya, strategi organisasi dapat diubah ketika strategi yang ada tidak lagi sesuai dengan tujuan, kondisi internal, atau lingkungan eksternal organisasi. Perubahan perlu dilakukan melalui evaluasi terhadap situasi, sumber daya, peluang, risiko, dan kendala yang dihadapi. Dengan demikian, organisasi dapat mempertahankan relevansinya, meningkatkan efektivitas, dan menghadapi perubahan lingkungan secara lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Aril Azhima Rosa -
Nama: Aril Azhima Rosa
NPM: 2411011097


1.Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli

*Jawab:*
Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara efektif.

Menurut beberapa ahli:

* Chandler: Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi serta penentuan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

* Alfred D. Chandler: Strategi merupakan penentuan tujuan utama jangka panjang perusahaan, disertai langkah-langkah dan penggunaan sumber daya yang diperlukan.

* Michael Porter: Strategi adalah cara organisasi menciptakan keunggulan bersaing melalui posisi dan aktivitas yang berbeda dari pesaingnya.



2. Tiga Tingkatan Strategi

*Jawab:*

1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy) Strategi yang menentukan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan, termasuk keputusan mengenai bidang usaha yang akan dijalankan.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy) Strategi yang berfokus pada cara organisasi bersaing dan memenangkan persaingan dalam bidang usahanya.

3. Strategi Fungsional (Functional Strategy) Strategi yang diterapkan pada bagian tertentu, seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia, untuk mendukung strategi bisnis dan tujuan organisasi.



3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah?

*Jawab:*
Ya, strategi organisasi dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi. Perubahan dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan bisnis, perkembangan teknologi, persaingan yang semakin ketat, perubahan kebutuhan konsumen, atau ketika strategi sebelumnya tidak berhasil mencapai tujuan. Dengan begitu, organisasi dapat menyesuaikan diri agar tetap efektif dan mampu bertahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Sindy Apriani -
Nama: Sindy Apriani
NPM: 2411011110

Assalamu’alaikum, Mam izin mengisi responsi pada pagi ini

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli

Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Menurut Alfred D. Chandler Jr., strategi merupakan penetapan tujuan jangka panjang organisasi, penentuan tindakan, serta alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. Michael E. Porter menjelaskan bahwa strategi merupakan upaya menciptakan posisi yang unik untuk memperoleh keunggulan dalam persaingan. Sementara itu, Henry Mintzberg memandang strategi sebagai rencana atau pola tindakan yang menjadi pedoman organisasi dalam mencapai tujuannya.

Berdasarkan pendapat tersebut, strategi organisasi dapat disimpulkan sebagai pedoman dalam menentukan arah, mengambil keputusan, dan menggunakan sumber daya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.

2. Tiga Tingkatan Strategi

a. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan strategi tingkat tertinggi yang menentukan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan, termasuk pengembangan usaha dan perluasan pasar. Contohnya, perusahaan memutuskan untuk membuka cabang baru.

b. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi bisnis merupakan strategi untuk memenangkan persaingan dalam bidang usaha tertentu melalui keunggulan harga, kualitas, atau pelayanan. Contohnya, perusahaan menawarkan produk berkualitas dengan harga kompetitif.

c. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional merupakan strategi pada setiap bagian organisasi untuk mendukung strategi korporasi dan bisnis, seperti bagian pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia. Contohnya, bagian SDM mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

Ketiga tingkatan strategi tersebut harus saling mendukung agar tujuan organisasi dapat tercapai.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah dan dalam Kondisi Bagaimana?

Strategi organisasi dapat diubah apabila sudah tidak sesuai dengan kondisi organisasi atau lingkungan yang dihadapi. Perubahan diperlukan agar organisasi mampu beradaptasi dan tetap mencapai tujuannya.

Perubahan strategi dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan eksternal, seperti perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen; persaingan yang semakin ketat; tujuan organisasi yang tidak tercapai; perubahan internal, seperti pergantian kepemimpinan atau keterbatasan sumber daya; serta munculnya peluang baru untuk mengembangkan usaha.

Sebelum mengubah strategi, organisasi perlu melakukan evaluasi dan menganalisis kondisi internal maupun eksternal. Dengan demikian, strategi dapat disesuaikan dengan kebutuhan agar organisasi tetap efektif dalam mencapai tujuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by INGRID RINDY SYAFITRI 2311011055 -

NAMA: INGRID RINDY SYAFITRI

NPM: 2311010155

1. Pengertian strategi organisasi menurut pendapat para ahli

Chandler (1962): Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi, penentuan tindakan, serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

Mintzberg: Strategi merupakan pola atau rencana yang mengarahkan tindakan organisasi dalam mencapai tujuan dan menghadapi perubahan lingkungan.

Wheelen dan Hunger: Strategi merupakan perencanaan menyeluruh yang menghubungkan keunggulan organisasi dengan tantangan lingkungan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

2. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan strategi!

Strategi Korporasi (Corporate Strategy): Strategi pada tingkat organisasi secara keseluruhan, seperti menentukan bidang usaha yang akan dijalankan atau dikembangkan.

Strategi Bisnis (Business Strategy): Strategi untuk memenangkan persaingan dalam bidang usaha tertentu, misalnya melalui harga yang kompetitif atau peningkatan kualitas produk.

Strategi Fungsional (Functional Strategy): Strategi pada setiap fungsi organisasi, seperti pemasaran, keuangan, SDM, dan operasional, untuk mendukung strategi bisnis dan korporasi.


3. Apakah strategi organisasi dapat diubah dan dalam kondisi bagaimana perubahan tersebut dapat dilakukan?

Ya, strategi organisasi dapat diubah apabila strategi yang digunakan sudah tidak sesuai dengan kondisi dan tujuan organisasi. Perubahan dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan eksternal, perkembangan teknologi, persaingan yang semakin ketat, penurunan kinerja, atau perubahan kebutuhan pelanggan. Contohnya, perusahaan yang sebelumnya hanya berjualan secara langsung dapat beralih ke penjualan digital ketika perilaku konsumen mulai beralih ke belanja online. Perubahan strategi perlu didasarkan pada evaluasi dan pertimbangan yang matang agar organisasi tetap mampu mencapai tujuannya


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Rizki Ramadani 2411011105 -
Nama: Rizki Ramadani
NPM: 2411011105

Menjawab pertanyaan pertama, pengertian strategi organisasi menurut para ahli sebenarnya saling melengkapi. Misalnya, Alfred Chandler mendefinisikannya sebagai penetapan tujuan jangka panjang suatu perusahaan beserta alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sementara itu, Michael Porter melihat strategi sebagai upaya menciptakan posisi unik dan berharga melalui serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaing. Intinya, strategi adalah kompas organisasi untuk bertahan dan memenangkan persaingan.

Terkait tiga tingkatan strategi, secara umum terbagi menjadi: Pertama, Strategi Korporasi (Corporate Strategy), yang menetapkan arah keseluruhan perusahaan, seperti ekspansi atau diversifikasi bisnis. Kedua, Strategi Bisnis (Business Strategy), yang berfokus pada cara unit bisnis tertentu bersaing di pasar spesifik (misalnya strategi harga murah atau diferensiasi produk). Ketiga, Strategi Fungsional (Functional Strategy), yang berada di level operasional departemen seperti HRD, Keuangan, atau Pemasaran, guna mendukung strategi bisnis di atasnya.

Untuk pertanyaan ketiga, jawabannya tentu saja strategi organisasi dapat diubah. Strategi bersifat dinamis, bukan dokumen mati. Perubahan strategi sangat diperlukan ketika terjadi kondisi yang mendesak, misalnya: 1.adanya perubahan drastis pada lingkungan eksternal (seperti munculnya teknologi baru, pergeseran selera konsumen, atau krisis ekonomi); 2.kinerja organisasi mengalami penurunan atau stagnasi; serta 3. adanya perubahan kepemimpinan atau struktur internal yang membawa visi baru. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan strategi yang adaptif dan inkremental (bertahap) sangat diperlukan agar organisasi tidak tertinggal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Herdi Ferdiansyah Bahtiar -
Nama : Herdi Ferdiansyah Bahtiar
Npm : 2411011117

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli

Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya dan penyesuaian terhadap lingkungan internal maupun eksternal. Beberapa pengertian strategi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

a. Menurut Alfred Chandler (1962), strategi merupakan penetapan tujuan dan sasaran jangka panjang organisasi, penentuan arah tindakan, serta pengalokasian sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Menurut Michael E. Porter (1980), strategi adalah upaya organisasi untuk menciptakan posisi yang menguntungkan dalam menghadapi persaingan melalui pemilihan tindakan dan pendekatan yang tepat.

c. Menurut Henry Mintzberg (1987), strategi dapat dipahami sebagai pola atau rangkaian tindakan yang konsisten dalam pengambilan keputusan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Berdasarkan pendapat tersebut, strategi organisasi dapat disimpulkan sebagai pedoman yang mengarahkan pengambilan keputusan, penggunaan sumber daya, dan pelaksanaan kegiatan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

2. Tiga Tingkatan Strategi

a. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan strategi pada tingkat tertinggi yang berkaitan dengan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Strategi ini mencakup penentuan bidang usaha, pengembangan organisasi, serta keputusan untuk memperluas atau mempertahankan kegiatan organisasi. Contohnya, perusahaan memutuskan untuk membuka cabang baru di wilayah lain.

b. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi bisnis merupakan strategi yang berfokus pada cara suatu unit bisnis mencapai keunggulan dan menghadapi persaingan. Strategi ini berkaitan dengan penentuan target pasar, kualitas produk, harga, serta cara menarik pelanggan. Contohnya, perusahaan menawarkan produk berkualitas dengan harga kompetitif untuk meningkatkan daya saing.

c. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional merupakan strategi pada tingkat departemen atau bidang tertentu yang bertujuan mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan korporasi. Strategi ini diterapkan dalam bidang pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan operasional. Contohnya, bagian sumber daya manusia mengadakan pelatihan karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas kerja.

Ketiga tingkatan tersebut saling berkaitan. Strategi korporasi menentukan arah organisasi, strategi bisnis menetapkan cara menghadapi persaingan, sedangkan strategi fungsional mendukung pelaksanaan strategi melalui kegiatan setiap bidang.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah dan dalam Kondisi Bagaimana Perubahan Dilakukan?

Ya, strategi organisasi dapat diubah sesuai dengan perkembangan situasi dan kebutuhan organisasi. Strategi tidak bersifat tetap karena organisasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan internal maupun eksternal.

Perubahan strategi dapat dilakukan dalam beberapa kondisi berikut.

a. Perubahan lingkungan eksternal, seperti perubahan teknologi, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, dan persaingan yang mengharuskan organisasi menyesuaikan pendekatannya.

b. Perubahan kondisi internal organisasi, seperti keterbatasan sumber daya, perubahan kepemimpinan, penurunan kinerja, atau perubahan kemampuan organisasi dalam menjalankan strategi.

c. Tujuan organisasi tidak tercapai, yaitu ketika hasil evaluasi menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan belum memberikan hasil sesuai target yang telah ditetapkan.

d. Munculnya peluang baru, seperti perkembangan pasar, perubahan kebutuhan masyarakat, atau kesempatan kerja sama yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi organisasi.

e. Terjadinya krisis atau keadaan darurat, seperti gangguan operasional atau perubahan kondisi yang mengancam keberlangsungan organisasi sehingga diperlukan penyesuaian strategi dengan cepat.

Dengan demikian, perubahan strategi harus didasarkan pada evaluasi, analisis situasi, dan pertimbangan yang matang. Tujuannya agar organisasi tetap relevan, mampu mengatasi tantangan, memanfaatkan peluang, dan mencapai tujuan secara efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Farrel Azzumar -
nama : Farrel azzumar
npm : 2411011061

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Pendapat Para Ahli

Strategi organisasi adalah suatu rencana atau cara yang disusun secara sistematis oleh organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki serta mempertimbangkan kondisi lingkungan internal dan eksternal organisasi.

Berikut pengertian strategi organisasi menurut beberapa ahli:

1. Menurut Alfred Chandler (1962), strategi merupakan penetapan tujuan jangka panjang suatu organisasi, penentuan tindakan yang harus dilakukan, serta pengalokasian sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Menurut Kenneth R. Andrews (1971), strategi adalah pola keputusan dalam organisasi yang menentukan tujuan, sasaran, kebijakan utama, serta rencana untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Menurut Michael E. Porter (1980), strategi merupakan upaya untuk menciptakan posisi yang menguntungkan dan berbeda dari pesaing melalui serangkaian kegiatan yang dirancang secara tepat.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi organisasi merupakan pedoman bagi organisasi dalam menentukan arah, mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya, serta melaksanakan berbagai tindakan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

2. Sebutkan dan Jelaskan 3 Tingkatan Strategi!

Dalam organisasi, strategi umumnya dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.

a. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan strategi pada tingkat tertinggi yang berkaitan dengan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Strategi ini menentukan bidang usaha atau kegiatan yang akan dijalankan, pengembangan organisasi, serta alokasi sumber daya antarbagiannya.

Contohnya, sebuah perusahaan memutuskan untuk memperluas usahanya dengan membuka cabang baru atau memasuki bidang usaha yang berbeda.

b. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi bisnis merupakan strategi yang digunakan untuk menentukan cara suatu unit bisnis mencapai keunggulan kompetitif dan bersaing dalam bidangnya. Strategi ini berfokus pada cara organisasi menghadapi pesaing, menarik pelanggan, serta menciptakan nilai bagi konsumen.

Contohnya, sebuah perusahaan menerapkan harga yang lebih terjangkau, meningkatkan kualitas produk, atau memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya.

c. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional merupakan strategi pada tingkat departemen atau fungsi tertentu dalam organisasi untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan strategi korporasi. Strategi ini mencakup bidang pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, produksi, dan operasional.

Contohnya, bagian pemasaran membuat promosi melalui media sosial, bagian keuangan mengatur anggaran secara efisien, dan bagian sumber daya manusia menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan karyawan.

Ketiga tingkatan strategi tersebut saling berkaitan. Strategi korporasi menentukan arah organisasi, strategi bisnis menetapkan cara bersaing, sedangkan strategi fungsional mendukung pelaksanaan strategi melalui kegiatan operasional setiap bagian.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah dan dalam Kondisi Bagaimana Perubahan Tersebut Dapat Dilakukan?

Ya, strategi organisasi dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi yang dihadapi organisasi. Strategi tidak bersifat tetap karena lingkungan organisasi, teknologi, persaingan, kebutuhan masyarakat, dan kondisi ekonomi dapat mengalami perubahan.

Perubahan strategi dapat dilakukan dalam beberapa kondisi berikut:

1.Perubahan lingkungan eksternal, seperti perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, atau perubahan kebutuhan dan perilaku masyarakat yang mengharuskan organisasi menyesuaikan strateginya.

2. Meningkatnya persaingan, ketika organisasi menghadapi pesaing baru atau strategi yang digunakan sebelumnya tidak lagi mampu memberikan keunggulan kompetitif.

3. Tidak tercapainya tujuan organisasi, ketika hasil pelaksanaan strategi tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan sehingga diperlukan evaluasi dan perbaikan.

4. Perubahan sumber daya dan kemampuan organisasi, misalnya ketika organisasi memperoleh tambahan modal, memiliki teknologi baru, mengalami keterbatasan anggaran, atau membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

5. Perubahan visi, misi, atau tujuan organisasi, ketika organisasi menetapkan arah baru yang memerlukan penyesuaian strategi agar tetap sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Dalam melakukan perubahan strategi, organisasi perlu mengevaluasi strategi yang sedang dijalankan, mengidentifikasi masalah dan peluang, menentukan strategi alternatif, serta mempertimbangkan sumber daya dan risiko yang mungkin muncul. Setelah strategi baru ditetapkan, organisasi perlu melaksanakan dan memantau hasilnya secara berkala.

Dengan demikian, perubahan strategi organisasi merupakan langkah yang penting agar organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, mengatasi berbagai tantangan, dan tetap mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Namun, perubahan tersebut harus dilakukan berdasarkan analisis dan pertimbangan yang matang, bukan hanya karena perubahan situasi sesaat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Ade Candra Fachruddin -

Nama: Ade Candra Fachruddin

NPM: 2411011104

 

1. Pengertian strategi organisasi menurut para ahli

  • Chandler (1962): penentuan tujuan jangka panjang dasar suatu perusahaan, serta pemilihan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Andrews (1998): pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan tujuan, kebijakan, dan rencana utama, serta lingkup bisnis dan sifat kontribusinya bagi pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan masyarakat.
  • Ansoff (1965): strategi berkaitan dengan faktor eksternal, terutama kecocokan produk dan pasar (product–market mix).
  • Porter (1980, 1985): strategi adalah penempatan posisi organisasi agar unggul dari pesaing, melalui tiga strategi generik: kepemimpinan biaya, diferensiasi produk, dan fokus.
  • Mintzberg dkk. (1998b): strategi memiliki lima definisi yang saling melengkapi, yaitu plan (rencana), ploy (manuver), pattern (pola), position (posisi), dan perspective (perspektif). Ia juga memperkenalkan strategi emergen, yaitu strategi yang muncul dari keputusan sehari-hari, bukan semata dari rencana.
  • Johnson dkk. (2011): strategi dilihat melalui empat lensa, yaitu design, experience, variety, dan discourse.
  • Johnson (1987): tiga pandangan, yaitu rasional, adaptif/inkremental, dan interpretatif.
  • Kay (1993): keunggulan bersaing bergantung pada keunikan dan kekuatan kapabilitas organisasi, bukan pada rencana strategis.

 

2. Tiga tingkatan strategi

  1. Strategi tingkat korporat: menentukan arah, komposisi, dan koordinasi seluruh bisnis dalam organisasi besar. Bentuknya antara lain stabilitas, pertumbuhan, perluasan portofolio (merger/akuisisi), retrenchment (pengurangan), harvesting, dan kombinasi. Contoh: Nestlé, Virgin.
  2. Strategi tingkat bisnis: menentukan cara setiap unit bisnis bersaing di pasarnya, yaitu produk apa untuk pelanggan mana. Biasanya memakai strategi generik Porter. Contoh: pabrik Nissan di Sunderland.
  3. Strategi tingkat fungsional/operasional: menerjemahkan strategi korporat dan bisnis ke dalam kegiatan fungsi seperti pemasaran, keuangan, R&D, SDM, produksi, dan rantai pasok. Contoh: Toyota menurunkan biaya melalui strategi desain produk tanpa mengubah strategi bisnisnya.

 

3. Apakah strategi dapat diubah, dan dalam kondisi apa?

Strategi dapat diubah. Pendekatan strategi merupakan pilihan manajerial, tetapi pilihannya dibatasi oleh empat kendala:

  1. Karakteristik nasional (budaya, tujuan, praktik negara)
  2. Industri/sektor (norma dan aturan main sektor)
  3. Lingkungan bisnis (stabil atau turbulen)
  4. Karakteristik organisasi (struktur, budaya, politik, gaya manajerial)

Kendala ini tidak mutlak dan dapat dimanipulasi, misalnya:

  • Nasional: berpindah lokasi produksi, membentuk aliansi internasional, melobi pemerintah.
  • Industri: mengubah aturan main atau melakukan diversifikasi (contoh: perusahaan Jepang).
  • Lingkungan: memengaruhi pesaing melalui investasi kapasitas, R&D, dan iklan, atau menciptakan stabilitas (contoh: reformasi NHS, Boeing, IBM).
  • Organisasi: mengubah struktur, budaya, tingkat politik internal (misalnya transparansi seperti sistem ringi Jepang), atau gaya manajerial.

Kondisi yang mendorong perubahan strategi:

  • Kejadian tak terduga, seperti krisis 2008 dan Brexit 2016, atau rencana yang ambigu.
  • Perubahan lingkungan, seperti ancaman pesaing dan perubahan perilaku konsumen (contoh: Nestlé yang berubah ke arah kesehatan dan menunjuk CEO dari luar).
  • Ketidakcocokan antara strategi dan struktur internal, sehingga organisasi harus menyesuaikan diri.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Arifin Ilham -
Nama: Arifin Ilham
NPM: 2411011088

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli
Strategi pada dasarnya adalah peta jalan organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Alfred Chandler: Menyoroti strategi sebagai proses menetapkan sasaran jangka panjang organisasi, memilih arah tindakan, serta mengalokasikan sumber daya secara tepat agar sasaran tersebut tercapai.
Michael Porter: Menekankan pada aspek kompetitif. Menurutnya, strategi adalah penciptaan posisi unik dan berharga di pasar. Organisasi sengaja memilih aktivitas yang berbeda dari pesaing demi memberikan nilai yang khas bagi konsumen.
Henry Mintzberg: Menawarkan sudut pandang yang lebih dinamis lewat konsep "5P" (Plan/rencana, Ploy/taktik, Pattern/pola tindakan, Position/posisi di pasar, dan Perspective/cara pandang), yang menunjukkan bahwa strategi tidak melulu soal rencana kaku, melainkan pola perilaku organisasi.

2. 3 Tingkatan Strategi
Strategi diturunkan dari atas ke bawah untuk memastikan seluruh bagian organisasi bergerak seirama:

1. Strategi Korporat (Corporate Strategy): Dirumuskan oleh manajemen puncak (CEO/Direksi). Fokusnya adalah menentukan arah besar seluruh perusahaan, seperti memilih industri mana yang akan dimasuki, melakukan diversifikasi bisnis, atau memutuskan akuisisi.
2.Strategi Bisnis (Business Strategy): Dirumuskan di tingkat unit bisnis atau divisi. Fokusnya adalah menentukan cara memenangkan persaingan di pasar tertentu, misalnya dengan menggunakan strategi keunggulan biaya (harga murah) atau diferensiasi produk (keunikan).
3.Strategi Fungsional (Functional Strategy): Dirumuskan di tingkat departemen operasional (Pemasaran, SDM, Keuangan, Produksi). Fokusnya adalah memaksimalkan produktivitas dan menjalankan aksi nyata untuk mendukung keberhasilan strategi bisnis di atasnya.

4. Fleksibilitas dan Kondisi Perubahan Strategi
Strategi organisasi tentu saja dapat diubah. Strategi bukanlah dokumen mati, melainkan instrumen yang dinamis. Perubahan strategi biasanya dipicu oleh kondisi-kondisi berikut:
Perubahan Lingkungan Eksternal (Macro Environment): Munculnya disrupsi teknologi baru (seperti adopsi AI), perubahan regulasi atau hukum dari pemerintah, serta krisis ekonomi global yang memaksa organisasi memutar haluan.
Dinamika Pasar dan Kompetisi: Adanya pergeseran selera atau daya beli konsumen yang drastis, serta manuver agresif dari kompetitor utama yang mengancam posisi pasar organisasi.
Evaluasi Internal Organisasi: Terjadinya pergantian kepemimpinan (CEO baru dengan visi baru), keterbatasan anggaran/modal, atau hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa strategi saat ini sudah tidak efektif lagi dalam mencapai target.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Khamilla Indah Larasati_2411011084 -
Nama: Khamilla Indah Larasati 
NPM: 2411011084

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Pendapat Para Ahli
jawab:
Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya dan penyesuaian terhadap lingkungan.

Menurut beberapa ahli:
1. Chandler (1962): Strategi merupakan penetapan tujuan jangka panjang perusahaan, penentuan tindakan, serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Mintzberg: Strategi merupakan pola atau rencana yang mengarahkan tindakan organisasi dalam mencapai tujuan.

3. Wheelen dan Hunger: Strategi merupakan perencanaan komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi melalui penyesuaian terhadap lingkungan.

2. Tiga Tingkatan Strategi
jawab:
1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy): Strategi pada tingkat organisasi secara keseluruhan yang menentukan arah dan bidang usaha yang dijalankan.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy): Strategi untuk memenangkan persaingan dalam suatu bidang usaha melalui keunggulan kompetitif.

3. Strategi Fungsional (Functional Strategy): Strategi pada setiap fungsi organisasi, seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia, untuk mendukung strategi bisnis.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah?
jawab:
Ya, strategi organisasi dapat diubah apabila strategi yang dijalankan tidak lagi efektif dalam mencapai tujuan. Perubahan dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan eksternal, seperti persaingan, teknologi, dan kebutuhan konsumen, maupun perubahan internal, seperti keterbatasan sumber daya atau perubahan tujuan organisasi. Perubahan strategi perlu didasarkan pada evaluasi dan analisis agar organisasi tetap mampu mencapai tujuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Ilham senoaji 2411011068 -
Nama:Ilham Senoaji
Npm:2411011068

1. Jelaskan pengertian dari strategi organisasi menurut pendapat para ahli!

Alfred Chandler (1962): Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi, serta pemilihan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

Kenneth Andrews (1971): Strategi adalah pola keputusan yang menentukan tujuan, kebijakan utama, dan rencana pencapaian tujuan, serta menegaskan bisnis apa yang dijalankan organisasi.

Michael Porter (1996): Strategi adalah penciptaan posisi unik dan bernilai melalui serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaing. Intinya adalah memilih apa yang tidak dilakukan (trade-off).

2. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan Strategi!

Strategi Korporasi (Corporate Strategy)
Dirumuskan oleh manajemen puncak. Menjawab pertanyaan "bisnis apa yang harus kita masuki dan bagaimana mengelola portofolionya?". Contoh: pertumbuhan, stabilitas, penciutan, diversifikasi, merger, dan akuisisi.

Strategi Unit Bisnis (Business Strategy)
Dirumuskan oleh manajer unit bisnis. Menjawab pertanyaan "bagaimana bersaing di industri tertentu?". Contoh: keunggulan biaya (cost leadership), diferensiasi, dan fokus (Porter).

Strategi Fungsional (Functional Strategy)
Dirumuskan oleh manajer fungsi (pemasaran, keuangan, SDM, operasi). Menjawab pertanyaan "bagaimana setiap fungsi mendukung strategi bisnis?". Contoh: strategi promosi, kebijakan struktur modal, dan program pelatihan karyawan.

3. Apakah strategi organisasi dapat diubah dan dalam kondisi bagaimana perubahan tersebut dapat dilakukan?

Ya, bisa. Strategi bukan sesuatu yang kaku. Menurut Mintzberg, strategi ada yang deliberate (direncanakan) dan ada yang emergent (muncul dari adaptasi). Perubahan perlu dilakukan jika terjadi kondisi seperti:

Perubahan lingkungan eksternal: teknologi baru, perubahan regulasi, selera konsumen, kondisi ekonomi, atau masuknya pesaing baru.

Kinerja menurun: penjualan, laba, atau pangsa pasar turun, yang menandakan strategi lama tidak lagi efektif.

Perubahan internal: pergantian pimpinan, perubahan visi dan misi, atau perubahan sumber daya dan kapabilitas.

Ketidakselarasan strategi: hasil analisis SWOT, evaluasi, dan pengendalian strategi menunjukkan strategi tidak sesuai lagi dengan kondisi organisasi.

Krisis atau peluang baru: pandemi, krisis keuangan, atau peluang pasar yang menjanjikan.

Perubahan sebaiknya didasarkan pada analisis lingkungan, direncanakan secara matang, dikomunikasikan kepada seluruh anggota organisasi, dan dikelola agar resistensi terhadap perubahan dapat diminimalkan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Refan Alvaro Putra -

Nama: Refan Alvaro Putra

NPM: 2411011076

1) Berdasarkan materi tersebut, ada beberapa pengertian Strategi Organisasi menurut para ahli:

  • Menurut Alfred D. Chandler (1962), strategi didefinisikan sebagai penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari suatu perusahaan.
  • Menurut Kenneth R. Andrews (1998), Strategi didefinisikan sebagai pola keputusan dalam suatu perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, tujuan, atau niatnya. Strategi juga diartikan sebagai penghasil kebijakan dan rencana utama untuk mencapai tujuan organisasi, serta mendefinisikan rentang bisnis yang akan dijalankan oleh perusahaan.
  • Menurut Henry Mintzberg (1994), ada lima definisi strategi yang saling berkaitan, yang dikenal sebagai 5P, yaitu Plan (Rencana), Ploy (Taktik), Pattern, Position, dan Perspective.
  • Menurut Gerry Johnson (1987), ia membedakan tiga pandangan dasar dalam proses manajemen strategis, yaitu (1)Pandangan Rasionalistik yang melihat strategi sebagai hasil dari serangkaian tindakan yang telah direncanakan sebelumnya; (2) Pandangan Adaptif yang Mmlihat bahwa strategi berkembang secara perlahan melalui akumulasi perubahan-perubahan kecil seiring berjalannya waktu.; dan (3) Pandangan Interpretatif yang melihat strategi sebagai produk dari upaya individu dan kolektif dalam memaknai (menginterpretasi) kejadian-kejadian di masa lalu.

2) Ada tingkatan organisasi:

  1. Corporate-level strategy: Strategi pada tingkat ini berkaitan dengan penentuan arah, komposisi, dan koordinasi dari berbagai unit bisnis dan aktivitas yang membentuk sebuah organisasi besar dan terdiversifikasi. Tujuan utamanya adalah memutuskan bagaimana komposisi organisasi tersebut dikelola dan ke mana arah keseluruhan organisasi akan dibawa.
  2. Business-level strategy: Strategi pada tingkat ini berkaitan dengan arah dan operasi dari masing-masing unit bisnis individu di dalam suatu grup perusahaan. Fokus dari strategi ini adalah menemukan cara terbaik bagi suatu unit bisnis individu agar dapat bersaing di pasar atau industri yang dipilihnya. Pertanyaan strategis utama di tingkat ini meliputi: (1)Bagaimana perusahaan memposisikan dirinya untuk bersaing di pasar yang strategis?, (2)Jenis produk apa yang harus ditawarkan?, dan (3)Kepada kelompok pelanggan mana produk tersebut ditujukan?.
  3. Functional/Operational-level strategy: Strategi pada tingkat ini berkaitan dengan fungsi dan proses bisnis individu sehari-hari, seperti keuangan, pemasaran, manufaktur, teknologi, rantai pasok (supply chain), dan sumber daya manusia (SDM). Fokus utamanya adalah menjalankan dan mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan oleh tingkat korporat dan bisnis melalui operasional internal.


3) Iya, strategi organisasi dapat berubah, bahkan perubahan strategi adalah hal yang wajar dan terjadi secara terus-menerus dalam kehidupan sebuah organisasi. Berdasarkan konsep strategi Henry Mintzberg, strategi yang benar-benar direalisasikan oleh sebuah organisasi jarang sekali sama persis dengan strategi awal yang diintensiskan atau direncanakan. Dalam praktiknya, strategi terus berkembang dan berubah di mana beberapa elemen dari rencana awal mungkin berguguran dan ditinggalkan, sementara elemen-elemen baru muncul untuk mengambil tempatnya. 

Perubahan strategi organisasi umumnya dilakukan ketika organisasi dihadapkan pada beberapa kondisi tertentu, misalnya ketika terjadi peristiwa tak terduga atau guncangan eksternal yang masif. Conrohnya saat terjadi krisis keuangan global tahun 2008 dimana banyak organisasi keuangan terpaksa mengubah dan menggambar ulang rencana strategis mereka secara drastis untuk merespons pertumbuhan yang menurun, bahkan beralih pada strategi untuk sekadar bertahan hidup. Selain adanya guncangan besar, perubahan juga dilakukan saat organisasi menghadapi ancaman kompetitif baru atau perubahan preferensi pasar. 

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Syahrillah Ahnaf Kurnia -
Nama = SYAHRILLAH AHNAF KURNIA
Npm. = 2411011056

1. Strategi organisasi adalah penetapan tujuan jangka panjang yang mendasar bagi suatu organisasi, diikuti oleh pemilihan rencana tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Berikut adalah pengertian strategi organisasi menurut pendapat para ahli:

A. A.D. Chandler Jr.

Strategi didefinisikan sebagai penentuan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan, serta adopsi serangkaian tindakan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

B. Stephen P. Robbins

Strategi adalah penentuan tujuan jangka panjang suatu organisasi, pemutusan suatu tindakan, dan perolehan sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

C. Henry Mintzberg

Strategi dipahami dalam berbagai sudut pandang—tidak sekadar rencana, melainkan terbagi ke dalam lima dimensi utama (5P): sebagai rencana (plan), pola (pattern), posisi (position), taktik (ploy), dan perspektif (perspective).

D. Fred R. David

Strategi merupakan sarana atau metode untuk mewujudkan tujuan jangka panjang. Strategi melibatkan keputusan manajemen tingkat atas dan penggerakan sumber daya dalam jumlah besar yang berdampak jangka panjang bagi organisasi
E. J. B. Quinn

Strategi adalah bentuk perencanaan yang mengintegrasikan tujuan, kebijakan, dan rangkaian tindakan ke dalam suatu kesatuan utuh yang disusun untuk mengarahkan sumber daya agar mampu bertahan dan bersaing.

F. Sondang P. Siagian

Strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak serta diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi demi tercapainya tujuan organisasi


2.- Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)

• Definisi: Strategi operasional yang diterapkan pada tiap-tiap departemen atau fungsi spesifik dalam suatu unit bisnis (seperti pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan produksi/operasional).
• Fokus Utama: Memaksimalkan produktivitas dan efisiensi kerja sehari-hari agar dapat mendukung serta mewujudkan strategi bisnis dan korporat.

- Strategi Korporat (Corporate Level Strategy)

• Definisi: Tingkat strategi paling tinggi yang dirancang oleh manajemen puncak (top management), berfokus pada penentuan arah dan tujuan besar seluruh perusahaan.
• Fokus Utama: Menentukan bisnis atau industri apa saja yang harus dimasuki maupun ditinggalkan, alokasi sumber daya antar unit, serta pertumbuhan, akuisisi, diversifikasi, atau stabilitas perusahaan.

-Strategi Bisnis (Business Level Strategy)

• Definisi: Strategi yang dikembangkan untuk masing-masing unit bisnis strategis (Strategic Business Unit / SBU) agar bisa bersaing secara efektif di pasar tertentu.
• Fokus Utama: Menciptakan keunggulan kompetitif bagi produk atau jasa yang ditawarkan melalui strategi seperti kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi, atau fokus pasar.

3. Ya, strategi organisasi dapat diubah (perubahan strategis) untuk menyesuaikan visi, misi, dan tujuan jangka panjang agar tetap relevan.

Kondisi yang Mengharuskan Perubahan Strategi

Perubahan strategi biasanya dilakukan dalam kondisi-kondisi berikut:
• Perubahan Lingkungan Eksternal: Adanya pergeseran kondisi pasar, regulasi baru, atau perkembangan teknologi yang cepat sehingga strategi lama tidak lagi efektif.
• Krisis Internal atau Eksternal: Munculnya masalah finansial, penurunan kinerja yang drastis, atau guncangan tak terduga (seperti pandemi atau disrupsi industri).
• Kebutuhan Pertumbuhan atau Ekspansi: Keputusan untuk melakukan merger dan akuisisi, meluncurkan produk/layanan baru, atau memasuki pasar yang sama sekali berbeda.
• Ketidakpuasan terhadap Kinerja Saat Ini: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa target jangka panjang organisasi gagal tercapai dengan cara kerja atau pendekatan yang lama.
• Penyesuaian Visi Baru: Pimpinan atau manajemen puncak merumuskan ulang arah masa depan perusahaan yang menuntut perubahan besar pada struktur dan budaya kerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Muhammad Zul Septian -

Muhammad Zul Septian

2411011060

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli

Secara umum, strategi organisasi adalah pola keputusan dan tindakan mendasar yang menentukan arah jangka panjang organisasi, cara organisasi menggunakan sumber dayanya, dan cara organisasi bersaing atau menjalankan perannya di lingkungannya. Berikut pandangan beberapa ahli:

  • Alfred Chandler (1962): Strategi adalah penentuan tujuan jangka panjang organisasi, diikuti pemilihan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapainya. Chandler juga terkenal dengan pandangannya bahwa struktur organisasi mengikuti strategi (structure follows strategy).
  • Kenneth Andrews (1971): Strategi adalah pola keputusan yang menetapkan tujuan, maksud, dan kebijakan utama organisasi, serta menentukan bisnis apa yang dijalankan dan jenis organisasi yang ingin dibangun.
  • James Brian Quinn (1980): Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama, kebijakan, dan rangkaian tindakan organisasi menjadi satu kesatuan yang utuh.
  • Henry Mintzberg (1987): Strategi tidak cukup dipahami sebagai rencana saja. Ia merumuskan 5P: Plan (rencana), Ploy (manuver menghadapi pesaing), Pattern (pola perilaku yang konsisten dari waktu ke waktu), Position (posisi organisasi di lingkungannya), dan Perspective (cara pandang fundamental organisasi).
  • Michael Porter (1996): Strategi adalah upaya menciptakan posisi yang unik dan bernilai melalui serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaing. Strategi juga berarti berani memilih apa yang tidak dilakukan (trade-off).
  • Johnson & Scholes: Strategi adalah arah dan cakupan organisasi dalam jangka panjang untuk memperoleh keunggulan melalui pengaturan sumber daya di lingkungan yang berubah, demi memenuhi kebutuhan pasar dan harapan para pemangku kepentingan.
  • Sondang P. Siagian: Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi untuk mencapai tujuannya.

Dari berbagai pendapat itu, ciri strategi organisasi adalah berorientasi jangka panjang, menyangkut keputusan penting dan menyeluruh, terkait dengan lingkungan eksternal dan kemampuan internal, serta bertujuan mencapai keunggulan atau kinerja yang diharapkan.

2. Tiga Tingkatan Strategi

a. Strategi Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy)
Strategi ini dibuat oleh manajemen puncak (direksi dan dewan komisaris) untuk organisasi secara keseluruhan. Pertanyaan utamanya: bisnis apa yang seharusnya kita masuki dan bagaimana mengelola portofolio bisnis tersebut? Contohnya keputusan tumbuh (ekspansi, diversifikasi, merger dan akuisisi), bertahan (stabilitas), atau menciut (divestasi, likuidasi), serta alokasi sumber daya antarunit bisnis.

b. Strategi Tingkat Bisnis (Business Level Strategy)
Strategi ini disusun pada level unit bisnis atau divisi, biasanya oleh pimpinan unit bisnis. Fokusnya adalah bagaimana unit tersebut bersaing di industri atau pasarnya. Pertanyaan utamanya: bagaimana kita memenangkan persaingan di bisnis ini? Contohnya strategi Porter, yaitu kepemimpinan biaya, diferensiasi, atau fokus pada segmen tertentu.

c. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy)
Strategi ini dirancang oleh departemen atau bidang fungsi seperti pemasaran, keuangan, SDM, produksi/operasi, dan TI. Fokusnya adalah bagaimana setiap fungsi mendukung strategi bisnis dan korporasi secara efisien. Pertanyaan utamanya: bagaimana fungsi kita berkontribusi pada strategi di atasnya? Contohnya strategi promosi dan penetapan harga di bidang pemasaran, atau strategi rekrutmen dan pengembangan karyawan di bidang SDM.

Ketiganya harus selaras. Strategi korporasi menjadi payung bagi strategi bisnis, dan strategi bisnis menjadi acuan bagi strategi fungsional. Sebaliknya, kapabilitas di level fungsional juga menentukan apakah strategi di atasnya dapat dijalankan. Pada organisasi kecil dengan satu bisnis, tingkat korporasi dan bisnis sering menyatu.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah?

Ya, strategi organisasi dapat dan sering kali harus diubah. Strategi dibuat berdasarkan asumsi tentang lingkungan dan kemampuan organisasi, sehingga ketika asumsi itu tidak lagi berlaku, strategi perlu disesuaikan. Mintzberg menyebut bahwa strategi tidak hanya deliberate (direncanakan sejak awal), tetapi juga emergent (muncul dan berkembang melalui pembelajaran di lapangan).

Kondisi yang mendorong perubahan strategi:

  1. Perubahan lingkungan eksternal, seperti perkembangan teknologi, perubahan regulasi, kondisi ekonomi, selera konsumen, masuknya pesaing baru, atau krisis (misalnya pandemi).
  2. Kinerja menurun atau tujuan tidak tercapai, yang terlihat dari hasil evaluasi dan pengendalian strategi (penurunan pangsa pasar, laba, atau kepuasan pelanggan).
  3. Perubahan kondisi internal, seperti pergantian pimpinan, perubahan visi dan misi, perubahan sumber daya atau kapabilitas, atau perubahan struktur organisasi.
  4. Munculnya peluang atau ancaman baru yang terdeteksi lewat analisis lingkungan (misalnya analisis SWOT), seperti peluang pasar baru atau ancaman produk substitusi.
  5. Aksi korporasi, seperti merger, akuisisi, atau restrukturisasi.



In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Doni Putra Kusuma -
Nama : Doni Putra Kusuma
NPM : 2411011131

1. Strategi organisasi adalah rencana atau cara yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
1. Alfred Chandler: Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Michael E. Porter: Strategi adalah upaya organisasi untuk menciptakan posisi yang menguntungkan dalam menghadapi persaingan.
3. Henry Mintzberg: Strategi adalah pola tindakan atau keputusan yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuannya.

2. Tiga Tingkatan Strategi
1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy): Strategi yang menentukan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan.
2. Strategi Bisnis (Business Strategy): Strategi yang menentukan cara organisasi menghadapi persaingan dan mencapai keunggulan.
3. Strategi Fungsional (Functional Strategy): Strategi pada setiap divisi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah?
Ya, strategi organisasi dapat diubah apabila tidak lagi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi. Perubahan dapat dilakukan ketika terjadi perubahan lingkungan, persaingan, tujuan organisasi, keterbatasan sumber daya, atau strategi yang diterapkan tidak mencapai target. Perubahan strategi harus didasarkan pada evaluasi dan pertimbangan yang matang agar organisasi tetap mampu mencapai tujuannya secara efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Afrizal Fauzi -
Nama: Afrizal Fauzi
NPM: 2411011144

1. Pengertian strategi organisasi menurut para ahli

- Alfred Chandler (1962): Strategi adalah penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari sebuah perusahaan, serta penerapan arah tindakan dan alokasi sumber daya yang mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
- Michael Porter (1996): Strategi adalah upaya penciptaan posisi yang unik dan bernilai, yang melibatkan serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaing. Porter menekankan esensi penting: strategi juga tentang berani memilih apa yang tidak boleh dilakukan.
- Henry Mintzberg (1987): Strategi lebih dari sekadar perencanaan. Ia memperkenalkan konsep 5P: Plan (rencana), Ploy (taktik bermanuver), Pattern (pola perilaku yang konsisten), Position (posisi organisasi di pasar), dan Perspective (cara pandang fundamental organisasi).

2. Tiga tingkatan strategi

- Strategi tingkat korporat: menentukan arah keseluruhan dari sebuah perusahaan yang punya berbagai lini bisnis. Keputusannya mencakup strategi ekspansi, keberlanjutan, dan meningkatkan nilai perusahaan.
- Strategi tingkat bisnis: fokusnya kepada unit bisnis tertentu bisa bersaing di pasar, keputusan yang dibahas mencakup strategi spesifik seperti kepemimpinan biaya, dan diferensiasi produk.
- Strategi tingkat fungsional: fokus di tingkat departemen seperti departemen keuangan, MSDM, operasional, pemasaran dan sebagainya. Strateginya lebih taktis dan fokus di jangka pendek.

3. Dinamika perubahan strategi
Ya strategi bisa diubah dan bahkan harus diubah apalagi jika dihadapkan pada kondisi tertentu. Dalam kacamata manajemen perubahan, sebuah perusahaan dipandang sebagai entitas yang hidup, sehingga harusnya menerapkan strategi yang dinamis apalagi di era yang menuntut banyak perubahan. Menggunakan strategi yang statis justru membuat perusahaan bisa gagal. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mengharuskan perusahaan untuk mengubah strategi
- Disrupsi ekonomi makro
- Kesenjangan kinerja
- Perubahan kepemimpinan puncak
- Ancaman pesaing baru
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Afifa Aprilia -
Nama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121

1. Pengertian strategi organisasi menurut para ahli
Secara sederhana, strategi organisasi itu bisa diibaratkan sebagai "peta jalan" atau "jurus rahasia" yang disiapkan sebuah organisasi supaya bisa mencapai tujuannya dan memenangkan persaingan. Menurut Alfred Chandler, strategi adalah penentuan tujuan jangka panjang sekaligus cara mengatur sumber daya (seperti uang dan orang) agar tujuan itu tercapai. Sementara itu, Michael Porter melihat strategi sebagai upaya menciptakan pembeda atau keunikan agar tidak kalah dari pesaing, sedangkan Henry Mintzberg menambahkan bahwa strategi bukan cuma rencana di atas kertas, tapi juga pola tindakan nyata yang dijalankan organisasi sehari-hari. Intinya, strategi adalah cara cerdas mengatur sumber daya untuk bertahan dan mencapai target.

2. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan Strategi!
Dalam organisasi, ada tiga tingkatan strategi yang saling berkaitan. Pertama adalah strategi korporasi (corporate level) yang dibuat oleh bos paling tinggi (seperti Direktur Utama). Strategi ini sifatnya paling luas dan mengatur arah perusahaan secara keseluruhan, misalnya menentukan mau buka cabang di mana atau mau merger dengan perusahaan apa. Kedua, ada strategi bisnis (business level) yang biasanya dipegang oleh manajer unit atau cabang tertentu. Fokusnya adalah bagaimana unit tersebut bisa menang bersaing di pasar spesifiknya, misalnya cabang A fokus ke produk murah sementara cabang B fokus ke produk premium. Terakhir, ada strategi fungsional (functional level) yang paling teknis dan detail. Ini dibuat oleh kepala divisi seperti HRD, Marketing, atau Keuangan. Contohnya, divisi marketing menyusun strategi jualan di media sosial untuk mendukung strategi bisnis dan korporasi di atasnya.

3. Apakah strategi organisasi dapat diubah dan dalam kondisi bagaimana perubahan tersebut dapat dilakukan?
Strategi organisasi sangat bisa diubah, bahkan wajib diubah karena zaman dan kondisi terus berkembang. Perubahan strategi biasanya dilakukan ketika strategi lama sudah tidak relevan lagi dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini bisa dipicu oleh faktor eksternal, seperti munculnya pesaing baru dengan harga lebih murah, perubahan teknologi yang menggeser cara belanja masyarakat, adanya aturan pemerintah baru, atau situasi darurat seperti pandemi yang memaksa bisnis beralih ke digital. Selain itu, perubahan juga bisa dipicu oleh faktor internal, misalnya karena target perusahaan tidak pernah tercapai, adanya pergantian pemimpin baru dengan visi yang berbeda, atau kondisi keuangan yang menipis sehingga butuh strategi yang lebih hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Dimas Maulana 2411011113 -
Dimas Maulana
2411011113

1. Pengertian strategi organisasi menurut para ahli

Menurut Alfred Chandler, strategi organisasi adalah penentuan tujuan jangka panjang serta penetapan tindakan dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Michael Porter, strategi adalah cara organisasi menciptakan keunggulan bersaing melalui pilihan aktivitas yang berbeda dari pesaingnya.

2. Tiga tingkatan strategi
- Strategi Korporasi: Strategi yang mengatur arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan.
- Strategi Bisnis: Strategi untuk memenangkan persaingan dalam suatu bidang usaha.
- Strategi Fungsional: Strategi pada bagian tertentu, seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia, untuk mendukung strategi bisnis.

3. Apakah strategi organisasi dapat diubah?

Ya, strategi organisasi dapat diubah ketika kondisi lingkungan berubah, persaingan semakin ketat, teknologi berkembang, kinerja menurun, atau tujuan organisasi berubah. Perubahan dilakukan agar organisasi tetap mampu beradaptasi dan mencapai tujuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Ganianda Gumilang -
Nama: Ganianda Gumilang
NPM: 2411011058

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Para Ahli
Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang menyeluruh dan terpadu mengenai arah, tujuan, dan cara organisasi memanfaatkan sumber dayanya untuk mencapai keunggulan kompetitif dan beradaptasi dengan lingkungan.

• Alfred D. Chandler (1962)
Strategi adalah penetapan tujuan dan sasaran jangka panjang suatu organisasi, serta penetapan arah tindakan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
• Michael E. Porter
Strategi adalah penciptaan posisi yang unik dan bernilai, yang melibatkan serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaing. Inti strategi adalah memilih apa yang tidak dilakukan (trade-off) agar organisasi memiliki keunggulan kompetitif.
• Kenneth R. Andrews
Strategi adalah pola keputusan dalam organisasi yang menentukan dan mengungkapkan tujuan, menghasilkan kebijakan dan rencana utama, serta menentukan jenis bisnis yang dijalankan.
• Henry Mintzberg
Strategi dipahami melalui "5P": Plan (rencana), Pattern (pola perilaku yang konsisten), Position (posisi di pasar), Perspective (cara pandang organisasi), dan Ploy (manuver untuk mengalahkan pesaing).
• Fred R. David
Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, dan sebagainya.
• Hunger & Wheelen
Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang organisasi, meliputi pengamatan lingkungan, perumusan, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian.


2. Tiga Tingkatan Strategi
a. Strategi Korporasi (Corporate Level Strategy)
Strategi tingkat tertinggi yang dirumuskan oleh manajemen puncak (direksi/CEO). Strategi ini menjawab pertanyaan: "Bisnis apa yang seharusnya kita jalankan?"

b. Strategi Bisnis (Business Level Strategy)
Dirumuskan oleh manajer unit bisnis. Strategi ini menjawab: "Bagaimana kita bersaing di industri ini?"

c. Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)
Dirumuskan oleh manajer departemen atau fungsi. Strategi ini menjawab: "Bagaimana setiap fungsi mendukung strategi bisnis?"

Hubungan ketiganya: Ketiganya harus selaras dan saling mendukung, mengalir dari atas ke bawah (korporasi → bisnis → fungsional).

3. Dapatkah Strategi Organisasi Diubah?
Ya, strategi organisasi dapat dan bahkan perlu diubah. Strategi bukan dokumen yang kaku, melainkan harus fleksibel mengikuti perkembangan lingkungan dan kondisi internal.

Kondisi yang Mendorong Perubahan Strategi yaitu perubahan lingkungan eksternal dan kondisi internal, hasil evaluasi dan pengendalian strategi, serta peluang atau ancaman mendadak.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Beginda Sae Winsang -
Nama : Beginda Sae Winsang
NPM : 2411011136

1. Pengertian Strategi Organisasi Menurut Pendapat Para Ahli
Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun oleh organisasi untuk mencapai tujuan, memanfaatkan sumber daya secara efektif, serta menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan.

Menurut beberapa ahli:
• Alfred Chandler: Strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang organisasi, penentuan tindakan yang diperlukan, serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.
• Michael Porter: Strategi adalah cara organisasi menciptakan posisi yang unggul melalui serangkaian aktivitas yang berbeda dari pesaingnya.
• Henry Mintzberg: Strategi merupakan pola atau rencana yang terbentuk dari berbagai keputusan dan tindakan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Jadi, strategi organisasi dapat disimpulkan sebagai rencana dan tindakan yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan organisasi dengan mempertimbangkan sumber daya, kemampuan, dan kondisi lingkungan.

2. Sebutkan dan Jelaskan 3 Tingkatan Strategi!
Terdapat tiga tingkatan strategi dalam organisasi, yaitu:

a. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)
Strategi korporasi merupakan strategi pada tingkat tertinggi yang berkaitan dengan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Strategi ini menentukan bidang usaha yang akan dijalankan dan bagaimana sumber daya dialokasikan.
Contoh: Perusahaan memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya dari bidang makanan ke bidang minuman.

b. Strategi Bisnis (Business Strategy)
Strategi bisnis merupakan strategi yang berfokus pada cara organisasi atau unit bisnis memenangkan persaingan dan mencapai keunggulan dibandingkan pesaingnya.
Contoh: Perusahaan menetapkan harga yang lebih kompetitif, meningkatkan kualitas produk, atau memberikan pelayanan yang lebih baik untuk menarik pelanggan.

c. Strategi Fungsional (Functional Strategy)
Strategi fungsional merupakan strategi yang diterapkan pada setiap bagian atau fungsi organisasi untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan korporasi.

Contoh: Bagian pemasaran membuat strategi promosi melalui media sosial, bagian keuangan mengatur anggaran, dan bagian sumber daya manusia mengadakan pelatihan karyawan.

3. Apakah Strategi Organisasi Dapat Diubah dan dalam Kondisi Bagaimana Perubahan Tersebut Dapat Dilakukan?
Ya, strategi organisasi dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi. Strategi tidak bersifat tetap karena lingkungan organisasi terus mengalami perubahan.

Perubahan strategi dapat dilakukan dalam beberapa kondisi, yaitu:
1. Perubahan lingkungan eksternal, seperti perubahan teknologi, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan persaingan pasar.

2. Perubahan tujuan organisasi, ketika organisasi menetapkan tujuan baru yang berbeda dari tujuan sebelumnya.

3. Strategi tidak mencapai target, ketika strategi yang diterapkan tidak memberikan hasil sesuai dengan harapan.

4. Perubahan kebutuhan konsumen, ketika selera dan perilaku konsumen mengalami perubahan.

5. Keterbatasan sumber daya, ketika organisasi mengalami kendala dalam hal keuangan, tenaga kerja, atau fasilitas yang mendukung pelaksanaan strategi.

Oleh karena itu, perubahan strategi perlu dilakukan melalui evaluasi terhadap strategi yang sedang berjalan, analisis kondisi internal dan eksternal, serta penyesuaian rencana agar tujuan organisasi tetap dapat tercapai secara efektif dan efisien.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 9

by Echy Aurellia Puteri -
Nama: Echy Aurellia Puteri
NPM: 2411011133

1. Strategi organisasi adalah rencana jangka panjang yang disusun oleh organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Beberapa ahli menjelaskan pengertian strategi organisasi sebagai berikut.

- Menurut Alfred D. Chandler (1962), strategi merupakan penetapan tujuan jangka panjang suatu organisasi, penentuan tindakan yang diperlukan, serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.

- Menurut Michael E. Porter (1980), strategi berkaitan dengan cara organisasi menentukan posisi yang menguntungkan dalam persaingan melalui pemilihan pendekatan dan aktivitas yang membedakannya dari pesaing.

- Menurut Henry Mintzberg (1987), strategi dapat dipahami melalui beberapa perspektif, yaitu strategi sebagai rencana (plan), pola tindakan (pattern), posisi (position), perspektif (perspective), dan siasat (ploy).

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi organisasi merupakan pedoman yang membantu organisasi menentukan arah, mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya, dan menghadapi perubahan lingkungan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.

2. Terdapat tiga tingkatan strategi dalam organisasi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.

1). Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan strategi pada tingkat tertinggi yang menentukan arah dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Strategi ini berkaitan dengan penentuan bidang usaha, pengembangan organisasi, diversifikasi, serta keputusan untuk memperluas atau mengurangi kegiatan usaha. Contohnya, perusahaan memutuskan untuk membuka unit usaha baru di bidang teknologi digital.

2). Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi bisnis merupakan strategi yang berfokus pada cara suatu unit bisnis mencapai keunggulan kompetitif dan memenangkan persaingan di pasar. Strategi ini mencakup penentuan target konsumen, kualitas produk, harga, serta keunggulan yang ditawarkan kepada pelanggan. Contohnya, perusahaan menerapkan strategi harga terjangkau dan pelayanan cepat untuk menarik lebih banyak konsumen.

3). Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional merupakan strategi pada tingkat departemen atau fungsi tertentu untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan korporasi. Strategi ini diterapkan pada bidang pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, produksi, dan operasional. Contohnya, bagian sumber daya manusia menyelenggarakan pelatihan bagi karyawan agar produktivitas dan kemampuan mereka meningkat.

Ketiga tingkatan strategi tersebut harus saling selaras. Strategi korporasi menentukan arah organisasi, strategi bisnis menetapkan cara bersaing, sedangkan strategi fungsional memastikan setiap bagian organisasi menjalankan tindakan yang mendukung tujuan tersebut.

3. Strategi organisasi dapat diubah karena organisasi beroperasi dalam lingkungan yang dinamis. Strategi yang sebelumnya efektif belum tentu tetap sesuai ketika terjadi perubahan kondisi internal maupun eksternal. Perubahan strategi diperlukan agar organisasi tetap relevan, mampu bertahan, dan dapat mencapai tujuannya.

Beberapa kondisi yang dapat mendorong perubahan strategi organisasi adalah sebagai berikut.

1). Perubahan lingkungan eksternal. Perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan persaingan dapat menuntut organisasi menyesuaikan strateginya. Contohnya, perusahaan mengubah strategi pemasaran dari konvensional menjadi digital karena konsumen semakin banyak berbelanja secara daring.

2). Perkembangan teknologi. Kemunculan teknologi baru dapat membuat proses kerja lama menjadi kurang efisien. Organisasi perlu memperbarui strategi dengan mengadopsi teknologi yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan.

3). Penurunan kinerja organisasi. Apabila target pendapatan, produktivitas, atau kepuasan pelanggan tidak tercapai, organisasi perlu mengevaluasi strategi yang digunakan dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

4). Perubahan kebutuhan dan tujuan organisasi. Perubahan visi, misi, kebutuhan pelanggan, atau rencana pengembangan organisasi dapat menyebabkan strategi sebelumnya perlu disesuaikan.

5). Krisis atau keadaan darurat. Kondisi seperti pandemi, gangguan rantai pasok, atau krisis keuangan dapat memaksa organisasi mengubah prioritas, pola operasional, dan penggunaan sumber daya agar tetap bertahan.

Dalam mata kuliah manajemen perubahan, perubahan strategi sebaiknya dilakukan melalui analisis lingkungan, evaluasi strategi yang berjalan, penetapan strategi baru, komunikasi kepada anggota organisasi, serta pelaksanaan dan evaluasi perubahan. Perubahan tidak seharusnya dilakukan hanya karena mengikuti tren, tetapi harus didasarkan pada kebutuhan, data, dan tujuan yang jelas.