Forum diskusi

Ruang Diskusi

Ruang Diskusi

by I Wayan Distrik -
Number of replies: 24

Silahkan masuk ke ruang diskusi, untuk bertanya dan memberi jawaban

In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Adea risya Ananda -
Nama:adea Risya Ananda
Npm:2613022028

Bagaimana proses para ilmuwan menentukan usia Bumi yang mencapai 4,54 miliar tahun di tengah dinamisnya perubahan batuan kerak Bumi, serta apa dampaknya terhadap perlindungan makhluk hidup jika inti luar cair yang menghasilkan medan magnet serta rotasi Bumi yang menciptakan siklus siang-malam tiba-tiba berhenti berfungsi, dan bagaimana kemiringan sumbu 23,5 derajat saat revolusi dapat menciptakan perbedaan musim yang kontras antara wilayah kutub dan khatulistiwa?
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Daeni Laras sati -
NAMA:DAENI LARAS SATI
NPM:26130220

PERTANYAAN:Inti bumi terbagi menjadi dua, apa saja dan bedanya?
JAWABAN:
Inti luar: cair, tersusun besi-nikel, bergerak menghasilkan medan magnet Bumi. Inti dalam: padat, sangat panas & bertekanan tinggi, tetap padat meski suhunya melebihi titik leleh karena tekanan yang luar biasa besar.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Shifa Raisyalana 2613022026 -
Nama : Shifa Raisyalana
NPM : 2613022026
Kelas : 26A

Mengapa inti bumi bagian dalam berwujud padat meskipun suhunya sangat tinggi?

Jawaban: Karena tekanan di pusat bumi sangat ekstrem sehingga mampu menekan material logam agar tetap berada dalam fase padat.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Era Nova Riyanti -
1. Mengapa bentuk galaksi berbeda-beda?
Perbedaan bentuk galaksi dipengaruhi oleh proses pembentukan, jumlah gas dan debu, gerakan bintang, serta interaksi dengan galaksi lain.
•Spiral terbentuk dari banyak gas dan debu yang masih aktif membentuk bintang, sehingga muncul lengan spiral.
•Elips umumnya lebih sedikit gas dan pembentukan bintangnya rendah. Bentuknya dapat terbentuk atau berubah akibat penggabungan galaksi.
•Tidak beraturan biasanya mengalami gangguan gravitasi atau tabrakan dengan galaksi lain sehingga bentuknya tidak memiliki pola yang jelas.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by SALSABILLA ROHMALINA -
NPM:2613022030
NAMA:SALSABILLA ROHMALINA
Gempa bumi dan aktivitas gunung api banyak terjadi di wilayah pertemuan lempeng tektonik. Apakah semua wilayah yang berada di atas lempeng tektonik memiliki tingkat risiko bencana yang sama? Jelaskan faktor-faktor geologi yang dapat menyebabkan perbedaan tingkat risiko tersebut.
jawabannya tidak semua wilayah yang berada diatas atau dekat lempeng tektonik memiliki tingkat resiko bencana yang sama, contohnya jenis lempeng, kondisi dan struktur batuan, kedalaman dan kekuatan gempa.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by canon moza julia fatma -
Nama : Canon moza julia fatma
NPM : 2613022057
Pertanyaan: ​Apa perbedaan utama antara sifat fisik/wujud dari lapisan inti luar dan inti dalam Bumi?
Jawaban: Perbedaan utamanya terletak pada wujud zatnya: inti luar Bumi berwujud cair, sedangkan inti dalam Bumi berwujud padat.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Hotivatul Sapnah -
Nama: Hotivatul Sapnah
Kelas: 26A
NPM: 2613022005

Pertanyaan: Bagaimana pergerakan lempeng dapat menyebabkan gunung api?

Jawaban:
Pergerakan lempeng dapat menyebabkan gunung api ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses ini membuat batuan meleleh menjadi magma. Magma kemudian naik ke permukaan melalui retakan kerak bumi dan keluar sebagai lava, abu, serta gas vulkanik, sehingga terbentuk gunung api.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Dwi Syilvia -
Nama:Dwi Syilvia
Npm:2613022064

Litosfer digambarkan bersifat kaku (rigid) sedangkan astenosfer di bawahnya bersifat mengalir (flowing), padahal keduanya sama-sama bagian dari mantel atas dengan komposisi kimia yang mirip. Faktor apa yang menyebabkan perbedaan sifat fisik (kaku vs plastis) ini jika komposisinya serupa?
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015
Kelas : 26A
Pertanyaan:
Kalau suhu inti luar Bumi tidak bisa diukur secara langsung, bagaimana para ilmuwan bisa memperkirakan suhunya dan mengapa hasil perkiraannya bisa berbeda-beda?

Jawaban:
Para ilmuwan memperkirakan suhu inti luar dari data tidak langsung, seperti tekanan dan suhu di dalam Bumi, sifat gelombang seismik, serta sifat logam yang diperkirakan menyusun inti luar. Hasilnya bisa berbeda karena setiap penelitian dapat menggunakan data dan model perhitungan yang berbeda. Jadi, perbedaan angka bukan berarti salah satu penelitian pasti salah. Yang lebih penting adalah melihat metode yang digunakan, sumber datanya, dan apakah hasilnya didukung oleh penelitian ilmiah lainnya.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by DAVIN FAHRIZA ARISKY -
NAMA : DAVIN FAHRIZA ARISKY
NPM : 2613022019

Jawaban : Litosfer adalah lapisan terluar Bumi yang bersifat keras dan kaku, terdiri atas kerak Bumi dan bagian paling atas mantel. Litosfer tersusun dari batuan dan menjadi tempat manusia, hewan, serta tumbuhan hidup.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Dimas Ramadan -
Nama : Dimas Ramadan
NPM : 2613022073
Jawaban : Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar yang bersifat padat dan kaku. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos (batuan) dan sphaira (lapisan/bulatan). Lapisan ini mencakup kerak bumi (crust) dan bagian mantel atas bumi yang mengeras
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Dellya Estiyanti -
NPM: 2613022048
Nama: Dellya Estiyanti

Klaim "4 Lapisan" vs Rincian yang Disajikan
Di awal disebutkan bumi "has at least 4 layers", namun pembahasan mendetail justru memecah struktur menjadi lebih banyak sub-lapisan (kerak benua, kerak samudra, litosfer, astenosfer, mantel atas, mantel bawah, inti luar, inti dalam).

Pertanyaan :Apakah "4 lapisan" mengacu pada klasifikasi utama (kerak-mantel-inti luar-inti dalam), sementara sisanya adalah sub-klasifikasi? Bagaimana seharusnya taksonomi ini disusun agar tidak membingungkan pembaca?
Jawaban: "4 layers" yang disebutkan di awal materi mengacu pada klasifikasi utama berdasarkan komposisi kimia, yaitu kerak (crust), mantel (mantle), inti luar (outer core), dan inti dalam (inner core). Sementara itu, istilah-istilah lain seperti litosfer, astenosfer, mesosfer, sial, dan sima yang muncul dalam pembahasan bukanlah lapisan tambahan yang sejajar dengan keempat kategori tersebut, melainkan bagian dari sistem klasifikasi yang berbeda, yakni klasifikasi berdasarkan sifat fisik atau mekanik material Bumi (kaku versus plastis). Litosfer, misalnya, sebenarnya adalah gabungan dari kerak ditambah bagian teratas mantel yang bersifat kaku, sedangkan astenosfer adalah bagian mantel atas yang bersifat plastis dan mengalir, dan mesosfer merujuk pada mantel bawah. Percampuran dua sistem klasifikasi ini tanpa penjelasan yang eksplisit inilah yang menjadi sumber kebingungan dalam materi. Agar taksonomi ini tersusun dengan lebih jelas dan tidak membingungkan pembaca, penyajian idealnya perlu menyatakan sejak awal bahwa struktur Bumi dapat dipandang dari dua sudut yang berbeda, yaitu berdasarkan komposisi kimia dan berdasarkan sifat fisik atau mekanik. Kedua sistem ini sebaiknya disajikan dalam dua cabang yang terpisah, bukan digabung dalam satu daftar datar, sehingga terlihat jelas mana kategori yang benar-benar sejajar satu sama lain. Selanjutnya, penting untuk menjelaskan hubungan lintas-kategori secara eksplisit, misalnya dengan menegaskan bahwa litosfer bukanlah "lapisan kelima" yang berdiri sendiri, melainkan gabungan dari kerak dan sebagian mantel atas. Detail lebih lanjut seperti ketebalan, suhu, dan komposisi unsur pada masing-masing lapisan baru sebaiknya dijelaskan setelah kerangka besar ini dipahami dengan baik oleh pembaca. Dengan demikian, inti persoalan dari materi ini adalah tercampurnya dua sistem klasifikasi yang berbeda tanpa penjelasan bahwa keduanya merupakan cara pandang berbeda terhadap objek yang sama, bukan sebuah hierarki tunggal yang berjenjang.

In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Premy Larasari -
PREMY LARASARI
2613022051

Pertanyaan: Mengapa litosfer bersifat kaku (rigid) sedangkan astenosfer di bawahnya bersifat plastis/mengalir (flowing), padahal keduanya merupakan bagian dari mantel atas dengan komposisi kimia yang serupa?

Jawaban: Perbedaan sifat fisik ini disebabkan oleh pengaruh suhu dan tekanan. Litosfer berada dekat dengan permukaan sehingga suhunya relatif rendah, membuat batuan di zona ini bersifat padat dan kaku (brittle). Sebaliknya, astenosfer terletak lebih dalam di mana suhunya sangat tinggi hingga mendekati atau melewati titik leleh batuan. Kombinasi suhu tinggi dan tekanan tersebut membuat batuan di astenosfer menjadi bersifat plastis (duktil) dan dapat mengalir secara perlahan.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Naura Azakia -
NPM :2613022012
NAMA :NAURA AZAKIA
KELAS :26A

Slide menyebutkan inti luar bersifat cair sedangkan inti dalam bersifat padat, meskipun suhu inti dalam justru lebih tinggi (hingga 4.500°C. lebih panas dari inti luar). Bagaimana mungkin bagian lebih panas justru berwujud padat? mengapa materi ini tidak menjelaskan peran tekanan ekstrem sebagai faktor penentu wujud materi di kedalaman tersebut?

jawaban: Inti dalam Bumi memang memiliki suhu yang sangat tinggi, sekitar 4.500–6.000°C, tetapi tekanan di sana juga sangat ekstrem akibat berat seluruh lapisan Bumi di atasnya. Tekanan yang sangat besar membuat partikel-partikel besi dan nikel tetap sangat rapat dan terikat, sehingga inti dalam tetap berwujud padat.
Sementara itu, inti luar memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan inti dalam. Meskipun suhunya juga sangat tinggi, tekanan tersebut belum cukup untuk mempertahankan materi dalam keadaan padat, sehingga besi dan nikel di inti luar berada dalam keadaan cair.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Nadini Agustina -
NPM:2613022040
NAMA:NADINI AGUSTINA
KELAS:26A

PERTANYAAN:
jika kerak samudra "tidak ada yang berusia lebih dari 209 juta tahun" sementara kerak benua bisa mencapai miliaran tahun, apa implikasi dari perbedaan usia ekstrem ini terhadap teori siklus batuan ( rock cycle) dan proses daur ulang material bumi melalui zona subduksi? mengapa kerak samudra terus menerus "didaur ulang" sedangkan kerak benua "abadi"?

JAWABAN:
Perbedaan usia ini menunjukkan bahwa Bumi memiliki sistem daur ulang material yang sangat aktif, terutama pada kerak samudra.
Kerak samudra relatif muda karena terus terbentuk di punggung tengah samudra melalui pemekaran dasar laut, kemudian bergerak menuju zona subduksi dan masuk kembali ke mantel. Karena itu, material kerak samudra terus mengalami daur ulang dan jarang bertahan lebih dari ~200 juta tahun.
Kerak benua lebih tua karena lebih tebal, lebih ringan, dan lebih sulit tersubduksi ke dalam mantel. Akibatnya, sebagian kerak benua dapat bertahan hingga miliaran tahun, meskipun tetap mengalami pelapukan, erosi, metamorfisme, dan pembentukan batuan baru.
Dalam rock cycle, material kerak samudra dapat berubah dari magma → batuan beku → sedimen/metamorf → tersubduksi → meleleh atau mengalami perubahan di mantel → kembali menjadi magma.
Jadi, kerak benua bukan benar-benar “abadi”, tetapi jauh lebih tahan lama dibandingkan kerak samudra.
Kesimpulannya: perbedaan usia ekstrem tersebut menjadi bukti penting bahwa subduksi berperan sebagai mekanisme utama daur ulang material Bumi. Kerak samudra seperti “siklus cepat”, sedangkan kerak benua memiliki “siklus panjang” karena lebih sulit dihancurkan atau didaur ulang.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Naura Azakia -
Slide menyebutkan inti luar bersifat cair sedangkan inti dalam bersifat padat, meskipun suhu inti dalam justru lebih tinggi (hingga 4.500°C. lebih panas dari inti luar). Bagaimana mungkin bagian lebih panas justru berwujud padat? mengapa materi ini tidak menjelaskan peran tekanan ekstrem sebagai faktor penentu wujud materi di kedalaman tersebut?

jawab :
Inti dalam Bumi memang memiliki suhu yang sangat tinggi, sekitar 4.500–6.000°C, tetapi tekanan di sana juga sangat ekstrem akibat berat seluruh lapisan Bumi di atasnya. Tekanan yang sangat besar membuat partikel-partikel besi dan nikel tetap sangat rapat dan terikat, sehingga inti dalam tetap berwujud padat.
Sementara itu, inti luar memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan inti dalam. Meskipun suhunya juga sangat tinggi, tekanan tersebut belum cukup untuk mempertahankan materi dalam keadaan padat, sehingga besi dan nikel di inti luar berada dalam keadaan cair.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI 
NPM : 2613022031
KELAS : 26 A

Jika mantel Bumi berbentuk padat, bagaimana material di dalamnya dapat bergerak?

Jawaban:

Padat tidak selalu berarti tidak bisa bergerak. Karena suhu dan tekanan yang sangat tinggi, batuan mantel dapat mengalami deformasi dan mengalir sangat lambat dalam jangka waktu jutaan tahun. Jadi, mantel tidak seperti air yang mengalir cepat, tetapi bergerak sangat perlahan.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Sindy Aulia -
NAMA : SINDY AULIA
NPM : 2613022044
KELAS : 26 A
3. Gempa bumi dan aktivitas gunung api banyak terjadi di wilayah pertemuan lempeng tektonik. Apakah semua wilayah yang berada di atas lempeng tektonik memiliki tingkat risiko bencana yang sama? Jelaskan faktor-faktor geologi yang dapat menyebabkan perbedaan tingkat risiko tersebut.

JAWABAN
Tidak. Tingkat risiko bencana setiap wilayah tidak sama meskipun berada di atas lempeng tektonik. Perbedaannya dipengaruhi oleh jenis dan arah pergerakan lempeng, kondisi patahan, kedalaman gempa, aktivitas gunung api, serta kondisi batuan dan tanah. Wilayah yang dekat dengan batas lempeng aktif dan memiliki tanah yang mudah mengalami penguatan guncangan biasanya memiliki risiko lebih tinggi.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Risma Fitri Oktavia -
Nama: Risma Fitri Oktavia
NPM: 2613022068

Pertanyaan: Mengapa kita tidak bisa melihat atau mengambil sampel langsung dari mantel dan
inti Bumi?
Jawaban: Karena letaknya sangat jauh di bawah permukaan dan semakin ke dalam suhu serta tekanannya semakin tinggi. Pengeboran manusia juga belum mampu mencapai kedalaman tersebut, sehingga ilmuwan menggunakan gelombang gempa dan data lainnya untuk mempelajarinya.
In reply to Risma Fitri Oktavia

Re: Ruang Diskusi

by Mutiara Qohtrun Nida -
NPM: 2613022023
NAMA: Mutiara Qohtrun Nida
KELAS: 26A

Di PPT disebutkan kerak samudra lebih tipis dan padat dibanding kerak benua. Kalau kerak samudra lebih padat, kenapa justru kerak benua yang 'mengapung' lebih tinggi dan membentuk gunung? Bukannya yang padat harusnya tenggelam?

Jawaban:
Berdasarkan teori Isostasi dari Airy dan data densitas batuan, hal ini bisa dijelaskan. Kerak benua memang memiliki densitas yang lebih rendah yaitu sekitar 2.7 g/cm³, tetapi ketebalannya jauh lebih besar yaitu 30-70 km.

Sementara itu berdasarkan data seismik, kerak samudra memiliki densitas lebih tinggi yaitu 3.0 g/cm³ tetapi ketebalannya hanya 5-10 km.

Menurut prinsip isostasi, kerak yang lebih ringan dan tebal akan 'mengapung' lebih tinggi di atas mantel astenosfer yang bersifat plastis. Ibarat balok kayu besar vs balok besi kecil di air.

Jadi bukan soal 'padat = tenggelam', tapi soal massa total dan daya apung. Inilah kenapa benua membentuk daratan tinggi dan gunung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Ferlita Amelia -
Nama : Ferlita Amelia
NPM : 2613022071

Jika medan magnet Bumi terus melemah, apakah dampaknya akan lebih besar terhadap manusia atau terhadap teknologi? mengapa?

Jika medan magnet Bumi terus melemah, dampaknya kemungkinan lebih besar terhadap teknologi dalam jangka pendek, seperti satelit, GPS, komunikasi radio, dan jaringan listrik. Aktivitas Matahari dapat lebih mudah menyebabkan gangguan pada sistem-sistem tersebut.

Sementara itu, kehidupan manusia di permukaan Bumi tidak langsung terancam, karena atmosfer juga berperan melindungi kita dari radiasi.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by putri intan NurChairani -
Nama :Putri intan Nurchairani
Npm:2613022013
Pertanyaan:Jika litosfer bersifat kaku dan astenosfer bersifat plastis, bagaimana hubungan keduanya dengan terjadinya pergerakan lempeng tektonik
Jawaban:Litosfer itu lapisan paling luar bumi yang kaku dan pecah-pecah menjadi lempeng tektonik.

Astenosfer ada di bawah litosfer, sifatnya plastis dan bisa mengalir pelan seperti aspal panas.

Hubungannya: litosfer mengapung di atas astenosfer. Karena astenosfer plastis, lempeng litosfer bisa bergerak terbawa arus konveksi di dalamnya.

Jadi litosfer menyediakan lempengnya, astenosfer menyediakan tempat dan tenaga untuk lempeng itu bergerak.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Oktavia Zahra Andini -
Nama : Oktavia Zahra Andini
NPM : 2613022025
Apa peran outer core cair terhadap kehidupan di bumi? Bagaimana kalau outer core tiba-tiba membeku?
Outer core cair + rotasi bumi menghasilkan medan magnet. Medan magnet melindungi kita dari radiasi matahari. Jika beku maka bumi tidak ada pelindung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Ruang Diskusi

by Husnul Hariva -
Nama: Husnul Hariva
Npm: 2613022006

Gempa bumi dan aktivitas gunung api banyak terjadi di wilayah pertemuan lempeng tektonik.
apakah semua wilayah yang berada di atas lempeng tektonik memiliki tingkat risiko bencana yang sama? jelaskan faktor-faktor geologi yang dapat menyebabkan perbedaan tingkat risiko tersebut.
jawabannya tidak semua wilayah yang berada di atas atau dekat lempeng tektonik memiliki tingkat risiko bencana yang sama contohnya jenis lempeng kondisi dan struktur batuan kedalaman dan juga kekuatan gempa