Diskusi pertemuan 9

Diskusi Pertemuan 9

Diskusi Pertemuan 9

by Nur Indah Lestari -
Number of replies: 68

Mahasiswa semua silahkan diskusikan hal-hal penting terkait hakikat, ciri, dan komponen belajar mengajar yang meliputi hakikat belajar mengajar, ciri-ciri belajar mengajar, komponen-komponen belajar mengajar.

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Novi Handayani Npm 1813033009. Disini saya sebagai moderator perwakilan dari kelompok 1, yang akan memandu jalannya diskusi pada pagi hari ini. Baiklah, sebelum memulai diskusi, kelompok kami akan memaparkan sedikit materi, yang akan disampaikan oleh saudari Yohana Lestari saya persilahkan.

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 akan menyampaikan materi kelompok kami :
Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktifitas yang dikerjakan dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan dalam proses itu sendiri ada si pelajar yang menerima ilmu dan ada guru yang memberikan pelajaran. 
Pendidik dan guru berperan sebagai model pengembang karakter dengan membuat penilaian dan keputusan profesional yang didasarkan pada kebajikan sosial dan moral. Guru dan pendidik mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Guru merupakan teladan bagi siswa dan mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter siswa.
In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Selanjutnya akan di paparkan oleh saudari Resti saya persilahkan

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Resti Nurmaya -
Assalamualaikum wr wb
Saya Resti Nurmaya Npm 43 izin memaparkan materi
 
Ciri-ciri belajar mengajar yaitu perubahan yang terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar bersifat fungsional, perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah, serta perubahan mencakup seluruh aspek.
 
Suatu proses pembelajaran dapat berjalan efektif jika seluruh komponen yang berpengaruh saling mendukung, yaitu: Tujuan, Guru, Siswa, Materi, Metode, Evaluasi.
Sebagai suatu sistem, tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandung komponen. Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi, dimana guru harus memanfaatkan komponen tersebut dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang ingin direncanakan. 
Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih.
In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Demikian sedikit pemaparan materi dari kelompok kami. Untuk lebih jelasnya silahkan para audiens bisa mengakses Drive yang telah diberikan. Selanjutnya yaitu sesi Tanya jawab. Silahkan bagi para audiens yang ingin bertanya, saya persilahkan untuk 3 orang penanya

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -

Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani npm 1813033045, izin bertanya...

Mengapa tujuan pembelajaran dapat mempengaruhi komponen pengajaran lain, seperti bahan pelajaran, kegiatan pembelajaran, memilih metode, dan evaluasi?

Sekian terimakasih...

In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Untuk pertanyaan saudari Ida Ayu Komang Fitri Yani akan dijawab lebih dulu oleh perwakilan kelompok yaitu saudari Resti dan Yohana saya persilahkan

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 izin menjawab pertanyaan Ida Ayu
 
Komponen Tujuan dapat mempengaruhi komponen lain karena komponen ini merupakan paling mendasar dalam proses desain pembelajaran adalah tujuan dan standar kompetensi yang hendak dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran. Penentuan ini penting untuk dilakukan mengingat pembelajaran yang tidak diawali denganidentifikasi dan penentuan tujuan yang jelas akan menimbulkan kesalahan sasaran. Dalam hubungannya dengan pelaksanaan pembelajaran, rumusan tujuan merupakan aspek fundamental dalam mengarahkan proses pembelajaran yang baik. Kegiatan pengajaran tidak bisa terjadi begitu saja, tanpa ada tujuan yang telah diterapkan dalam perencanaan. Tujuan adalah komponen yang dapat mempengaruhi komponen pengajaran lainnya seperti bahan pelajaran, kegiatan pembelajaran, memilih metode, alat, sumber, dan alat evaluasi. Semua komponen itu harus sesuai dan didaya gunakan untuk mencapai tujuan seefektif dan seefesien mungkin. Bila salah satu komponen tidak sesuai dengan tujuan maka pelaksanaan perencanaan pengajaran tidak akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
 
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih
In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Christine Amellia Putri -
Saya Christine Amellia Putri, npm 1813033025 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Dayu.
Jawaban: 
Tujuan pembelajaran memiliki pengaruh yang besar terhadap komponen pengajaran yang lain. Hal ini dikarenakan, dapat dikatakan bahwa seluruh komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, tidak fungsional, bahkan salah, sehingga harus dicegah terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pembelajaran itu bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
Tujuan pembelajaran menjadi dasar untuk mengukur hasil pembelajaran, dan juga menjadi landasan untuk menentukan isi pelajaran dan metode mengajar. Berdasarkan isi dan metode itu selanjutnya ditentukan kondisi-kondisi kegiatan pembelajaran yang terkait dengan tujuan tingkah laku tersebut, yang disebut sebagai kondisi internal. Kegiatan-kegiatan yang tidak terkait dengan tujuan tingkah laku disebut kondisi luar. Berdasarkan pemikiran ini, maka dianggap perlu menentukan kondisi-kondisi eksternal yang berguna untuk meyakinkan bahwa perilaku yang diperoleh benar-benar disebabkan oleh kegiatan belajar, bukan karena sebab-sebab lainnya.
Terimakasih.
In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Dwi Mawarni -
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033, izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Ida Ayu.
Semua komponen dalam sistem pengajaran saling berhubungan dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pengajaran. Pada dasarnya, proses pengajaran dapat terselenggara secara lancar, efisien, dan efektif berkat adanya interaksi yang positif, konstruktif, dan produktif antara berbagai komponen yang terkandung di dalam sistem pengajaran tersebut.
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa, apa yang harus dimiliki oleh siswa, semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Oleh karenanya, tujuan merupakan komponen yang pertama dan utama, yang akan menentukan seperti apa bahan ajar, metode pembelajaran, dan evaluasi yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Terima kasih
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Yohana Lestari -
Saya Yohana lestari npm 1813033005 akan menjawab pertanyaan saudari Ida Ayu Komang :
Komponen Tujuan  merupakan komponen yang dapat mempengaruhi komponen pengajaran lainnya seperti: bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, pemilihan metode, alat, sumber dan evaluasi. Hal ini karena tujuan pembelajaran dijadikan patokan atau pedoman dalam menjalankan proses belajar mengajar atau dengan kata lain semua komponen lainnya dibuat atau dilaksanakan semata mata untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Semua komponen itu harus bersesuaian dan didayagunakan untuk mencapai tujuan seefektif dan seefisien mungkin. Bila salah satu komponen tidak sesuai dengan tujuan, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semua komponen dalam sistem pengajaran saling berhubungan dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pengajaran. Oleh sebab itu, Tujuan pengajaran sangat mempengaruhi komponen lainnya.
In reply to Yohana Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Amalia Sari -

Saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menanggapi bahwa saya setuju dengan jawaban saudari Yohana bahwa  komponen tujuan sangat berpengaruh terhadap komponen yang lain dikarenakan komponen yang lain adalah sebagai penunjang dalam mencapai tujuan tersebut, maka komponen yang lain harus dibuat untuk dapat mencapai tujuan tersebut. 

In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Selanjutnya untuk para audiens yang ingin menanggapi saya persilahkan

In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Siti Nurhasanah -
Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin menambahkan jawaban atas pertanyaan saudari Ida Ayu
Tujuan pembelajaran dapat mempengaruhi komponen pembelajaran karena, dalam proses pembelajaran terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dibutuhkan. Komponen tersebut menunjang keberhasilan suatu proses pembelajaran. Dalam komponennya dibutuhkan hal-hal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Misalkan bahan pelajaran yang dibutuhkan dalam pelajaran olahraga dan seni pasti berbeda, dengan tujuan pembelajaran yang berbeda pula. Ketika tujuan pembelajaran olahraga adalah kelincahan dalam melakukan lompat, maka komponen pembelajaran akan dibedakan dengan pengertiannya yang secara umum.
Begitu pula dengan komponen lainnya seperti kegiatan pembelajaran, metode dan evaluasi yang dilakukan maka disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya, karena dalam pencapaian suatu tujuan terutama tujuan pembelajaran pasti bisa dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. 
Terimakasih
In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novita Trisnawati -
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin bertanya. 
 
Peserta didik adalah kunci yang mentukan terjadiya interaksi edukatif. Memahami karakteristik umum peserta didik merupakan tugas Guru guna dapat mendesain pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik. Terkait hal tersebut, bagimanakah cara pendidik  untuk menganalisis karakteristik umum peserta didik ? 
 
Terimakasih.
In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Baiklah, untuk pertanyaan saudari Novita Trisna akan dijawab lebih dulu oleh perwakilan kelompok yaitu saudari Farin dan Saya sendiri

In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanjawab pertanyaan saudari Novita Trisna. Cara pendidik untuk mengetahui karakteristik siswa yaitu dengan memperhatikan bagaimana siswa berkomunikasi, apakah mengajukan pertanyaan, aktif dalam diskusi, hingga bagaimana tingkat kesulitannya dalam mengerjakan tugas. Raut muka juga mampu menunjukkan apakah siswa sudah memahami materi pelajaran atau belum. Karakteristik siswa juga dapat diamati dari perilakunya, apakah relatif tenang, mengganggu kelas, dan seterusnya. 
 
Kemudian, dengan komunikasi dua arah yang berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya. Serta dengan mengamati bagaimana siswa belajar dan mengerjakan tugasnya biasanya dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik termasuk dari caranya berinteraksi dengan lingkungan. Dimana, karakter siswa ini juga mencakup latar belakang dan pengalaman yang berpengaruh pada efektivitas proses belajar.
 
Selanjutnya, jika karakteristik siswa dapat dipahami melalui observasi, bakat dan minat memerlukan cara pemahaman yang berbeda. Bakat siswa tampak dari kemampuannya, prestasinya, bahkan tes intelegensinya. Sedangkan minat siswa tampak pada hobinya, kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, kegiatan yang disukainya, maupun tes minat yang diambilnya.
In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Ayu Fitri Anggraini -

Saya Ayu Fitri Anggrainj 1813033049 saya setuju dengan pendapat saudari novi handayani dimna dalam memahami karakteristik peserta didik bisa dilakukan dengan cara memperhatikan sikap, prilaku dan tutur kata. Sehingga seorang guru harus bisa kerkomunikasi dan berinteraksi secara seksama dengan peserta didik dalam proses pembepajaran.

Terimakasih

In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Farin Fatwa Sugesty -
Saya Farin Fatwa, Npm 1813033029, akan menjawab pertanyaan saudari Novita Trisnawati.
 
Dalam menganalisis karakteristik peserta didik dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan menjadi tiga cara yakni kemampuan yang berkaitan dengan:
 
1. Pengetahuan yang akan diajarkan,
2. Pengetahuan yang berada diluar pengetahuan yang dibicarakan,
3. Pengetahuan mengenai ketrampilan generik.
 
Kemampuan awal peserta didik ada yang masih mencapai tingkat pengenalan, adapula yang mencapai siap pakai. Sehingga dalam menganalisis karakteristik peserta didik perlu memperhatikan setiap kemampuan awal yang bervariasi penguasaannya dari peserta didik yang satu terhadap peserta didik yang lain. Pendidikpun juga perlu memperhatikan karakteristik peserta didik. Dalam hal ini kemampuan awal sangat penting berperan sebagai pengembangan dalam pembelajaran khususnya dalam memilih strategi pembelajaran.
In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Selanjutnya untuk para audiens yang ingin menanggapi saya persilahkan

In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Delia Mulniyati -

Saya Delia Mulniyati NPM 1813033019 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Novita Trisnawati

 

Mengenal dan memahami peserta didik dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan menganalisa:

1. Sikap

2. Perilaku

3. Tutur kata

Tiga indikasi tersebut dapat menggambarkan secara jelas karakteristik sesungguhnya peserta didik. Untuk itu, seorang guru harus secara seksama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik dalam setiap aktifitas belajar.

In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Hermia Wati -
Nama saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menambahkan : 
 
Salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki seorang guru adalah memahami karakteristik peserta didik. Karakteristik peserta didik dapat didefinisikan sebagai aspek maupun kualitas seorang peserta didik. Berbagai aspek yang yang ada dalam diri peserta didik dapat dikaitkan dengan penataan pembelajaran. Sehingga karakteristik peserta didik dapat mempengaruhi pemilihan strategi pembelajaran. Sesungguhnya, karakteristik pada peserta didik dididentifikasi dapat mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
 
Beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk memahami karakteristik peserta didik diantaranya yaitu : 
a.Pengamatan, guru mengamati perilaku peserta didik pada saat KBM dengan menggunakan pedoman pengamatan, dan pengamatan insidentil.
b. Wawancara, angket atau inventori, dan studi dokumentasi
c. Bekerja sama dengan wali kelas dan guru BK
d.Informasi dari rekan guru dan orangtua serta teman-teman peserta didik.
In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Joko Sutrisno -

Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan dari saudari Novita Trisna, cara pendidik untuk menganalisis karakteristik umum peserta didik?

Memahami keberagaman karakter peserta didik memberikan dampak yang begitu besar. Oleh karena itu, menganalisis karakteristik umum peserta didik adalah langkah strategis dalam mendesain
pembelajaran yang dapat mengakomodasi kebutuhan masing-masing peserta didik. Mengenal Karakteristik peserta didik salah satu bagian dari beberapa tuntutan atas kemampuan pedagogik yang harus dikuasai Profesi Guru. ini bertujuan untuk menemukan dan membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang baik di ruang kelas. 

Dalam mengenal dan memahami peserta didik, guru hendaknya dibekali dengan Ilmu Psikologi Pendidikan, Ilmu Psikologi Anak dan Ilmu Psikologi Perkembangan. Dalam ketiga Ilmu tersebut terdapat konsep-konsep dasar tentang perkembangan kejiwaan peserta didik yang sangat membantu guru dalam mendampingi mereka. Mengenal dan mememahami peserta didik dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan menganalisa tutur kata (cara bicara ), sikap dan prilaku atau perbuatan anak didik, karena dari tiga apek di atas setiap orang (anak didik ) mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya (karakter atau jiwa ). Untuk itu seorang guru harus secara seksama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik dalam setiap aktivitas pendidikan.

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Delia Mulniyati -
Nama saya Delia Mulniyati NpM 1813033019 izin bertanya
 
Dalam proses belajar mengajar tantangan terbesar guru adalah
In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Dhea Putri Utami -
Nama Dhea Putri utami
NPM 1813033001
 
Izin menjawab pertanyaan Delia
 
 
A.Persiapan Sebelum Mengajar
 
Siswa harus lulus dengan nilai yang memuaskan dalam pelajaran prasyarat sebelum memulai sesuatu program atau satuan pelajaran tertentu. Kalau hasil belajar sebelumnya tidak cukup dikuasai, pelajaran berikutnya menjadi kurang berati dan belum layak untuk dilanjutkan kepada materi selanjutnya..
 
b)        Sasaran belajar
 
Siswa dapat memperoleh informasi lebih banyak dan mengingatnya dengan jangka waktu yang lebih lama apabila sasaran belajar ditulis dengan cermat dan disusun secara sistematis.
 
c)        Susunan Bahan Ajar
 
Proses belajar dapat ditingkatkan apabila bahan ajar atau tata cara yang akan dipelajari tersusun dalam urutan yang bermakna. Kemudian, bahan ajar tersebut harus disajikan pada siswa dalam beberapa bagian ; susunan dan tata cara ini dapat membantu siswa dalam menggabungkan dan memadukan pengetahuan atau proses secara pribadi.
 
d)       Perbedaan individu
 
Siswa belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda-beda. Akan tetapi bukti menunjukkan bahwa sebagian siswa dapat mencapai sasaran pembelajaran dengan cara yang memuaskan apabila mereka, menggunakan bahan yang tepat, diperbolehkan belajar menurut kecepatan mereka masing-masing.
 
e)        Motivasi
 
Seseorang mau belajar apabila memang terjadi proses pembelajaran. Keinginan itu timbul karena adanya motivasi. Motivasi akan timbul pada diri seseorang apabila pengajaran dipersiapkan dengan baik, sehingga dirasakan penting dan menarik untuk siswa. Hal ini seringkali menimbulkan masalah ketika guru tidak mampu menumbuhkan motivasi kepada diri siswa dikarenakan karena pengalaman guru yang kurang  memadai dan tidak dapat menarik perhatian siswa dalam belajar.
 
f)         Sikap Mengajar
 
Sikap positif yang diperlihatkan oleh guru terhadap materi pembelajaran yang disajikan kepada siswa dan terhadap metode pengajaran yang digunakan, dapat mempengaruhi motivasi dan sikap siswa terhadap suatu materi pembelajaran. Apabila siswa benar-benar melihat sikap yang positif dari guru, maka siswa akan cenderung bertingkah laku positif pula, begitu juga sebaliknya.
In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Erika Sukma Lestari -
Baiklah disini saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menambahkan jawaban atas pertanyaan saudari Delia..
 
Pada kenyataanya, tugas seorang guru sebagai seorang yang professional memang berat, sebagai seorang yang professional, seorang guru harus memiliki atau minimal menyandang empat kompetensi, yaitu pedagogi, akademis, kepribadian dan sosial. Seorang guru dianggap kompeten jika memiliki persyaratan pendidikan yang memadai, pribadi yang luhur, akhlak mulia, serta memiliki sikap dan perilaku yang berdampak positif terdapat lingkungan sosial sekitarnya. Namun, hanya orang-orang yang memiliki panggilan dan hati nurani menjadi seorang guru sajalah yang dapat melaksanakan tugas yang berat tersebut.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap guru pasti pernah memiliki masalah dalam mendidik siswanya. Hal ini karena, setiap peserta didik memiliki kepribadian, tingkah laku, motivasi dan minat belajar yang berbeda. Paling tidak secara umum ada dua tantangan yang dihadapi oleh seorang guru, yaitu:
 
Pertama, Problem pengelolaan kelas (Classroom Management), yaitu masalah yang di hadapi seorang guru dalam mengelola kelas. Seorang guru sering kali menggeluh ketika mengajar di kelas, apalagi jika kelas yang di kelolanya adalah kelas yang menurutnya mayoritas peserta didiknya tidak disiplin, malas belajar dan tidak patuh terhadap perintah guru. Hal ini, mungkin saja terjadi karena, guru belum terampil dan terbiasa dalam melakukan pendekatan personal kepada peserta didik, kurang optimal guru dalam menggunaan metode, strategi, dan media yang tepat dalam menarik peserta didik untuk belajar. Selain itu juga, dimungkinkan guru kurang memiliki sikap asertif dalam menghargai peserta didik, ditambah lagi mungkin perilaku guru yang agresif terhadap peserta didiknya. Karena itu, guru di harapkan lebih mempelajari lagi bagaimana cara menggunakan dan menerapkan pendekatan, strategi, metode dan media yang tepat dalam rangka memotivasi peserta didik untuk belajar. Sehingga proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas dapat berjalan dengan baik.
 
Kedua, Problem komunikasi. Guru acap kali memiliki kecenderungan untuk minta dimengerti dan dihargai oleh para peserta didiknya. Dalam prinsip komunikasi, jika ingin dimengerti oleh peserta didiknya, maka hal yang harus dilakukan oleh guru pertama kali adalah mengerti kondisi mereka terlebih dahulu. Contohnya, dalam menghadapi peserta didik yang bermasalah, guru perlu melakukan teknik “mendengar aktif”, yaitu guru berusaha memahami masalah yang peserta didik hadapi dan menjadi pendengar yang baik bagi peserta didik tersebut. Terlebih bagi guru yang mengajar pada tingkat SMP dan SMA. Pada masa-masa seperti ini peserta didik berusaha mencari jati dirinya, terkadang ada peserta diidik yang lebih nyaman mengungkapkan apa yang dia rasa kepada teman atau gurunya di bandingkan dengan orang tuanya. Karena itu, guru hendaknya dapat menjadi teman sekaligus guru bagi peserta didik dan selalu memberikan saran atau solusi atas masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Sebab, jika guru salah dalam memberikan saran dan masukan bisa fatal akibatnya untuk masa depan peserta didik sendiri. Intinya bagaimana guru dapat membina hubungan baik dengan lingkungan pekerjaannya dengan mengembangkan komunikasi yang cerdas dan efektif.
In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Salsabila Az Zahra -
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Delia.
 
Martin Luther King Jr menyatakan, "Intelegence plus character, that is the true goal of education".  Murid milenial sekarang dituntut bukan hanya harus cerdas dalam bidang intelektual dan pengetahuan saja, namun karakter yang dimiliki harus baik, berakhlak yang benar sesuai norma di masyarakat. Kedua hal tersebut menjadi tantangan bagi para guru dan pendidik dalam mengajar di kelas. 
 
Peran dan tugas guru di era disrupsi ini lebih berat. Tantangan pendidikan masa depan yang menuntut peserta didik agar mampu berpikir secara kritis, berkolaborasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan dan berpikir kreatif harus dihadapi guru. Guru harus benar-benar mampu menyiapkan berbagai han agar dapat mencetak generasi muda yang lebih berkompeten di masa mendatang. 
 
Menjadi seorang guru bukanlah profesi yang mudah. Totalitas dan komitmen yang besar dalam mengajar serta dibutuhkan kesabaran dan keuletan menjadi modal utama agar terciptanya peserta didik yang cerdas dalam pengetahuan, memiliki moral dan etika yang baik untuk menyiapkan masa depannya. 
 
Fenomena yang terjadi saat ini guru sebagai seorang pendidik dituntut mencerdaskan anak bangsa, serta melahirkan masa depan bangsa yang gemilang. Namun selain bertugas sebagai pendidik, Guru saat ini diterapkan dengan tugas-tugas administratif yang justru membuat ruang dan waktu Guru menjadi terbatas dalam tugas mendidik siswa/murid. Guru yang seharusnya meluangkan sedikit waktu tambahan untuk anak didik yang tertinggal dalam pembelajaran di kelas, namun harus mengerjakan tugas administratif yang manfaatnya kurang jelas. Hal ini menjadi sebuah dilema bagi para guru maupun pendidik.
 
Sekian terima kasih
In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by siska - -

Saya Siska Npm 1813033007  izin menambahkan jawaban atas pertanyaan saudari Delia Mulniyati, yakni dalam proses mengajar tantangan terbesar guru antara lain (1) menyiapkan skill dan mental peserta didik untuk memiliki suatu keunggulan dalam persaingan (competitive advantage). Artinya, tantangan bagi guru adalah harus siap membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan peserta didik. (2) seorang guru juga harus mampu mengarahkan anak didiknya untuk bersikap bijak dalam mengolah dan menyikapi informasi. Guru harus dapat mendampingi anak-anak agar mereka dapat bermedsos (media sosial) dengan benar dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan etika ketimuran. Untuk itu, guru pun harus melek IT. (3) guru harus dapat menanamkan karakter dengan kuat agar anak tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia yang sopan, santun dan berbudaya.Kearifan lokal dalam hal ini tetap harus menjadi yang utama. Terutama Era Revolusi Industri 4.0 yang pastinya membawa pergeseran sosial, baik positif maupun negatif. (4) Kreativitas pembelajaran pun menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, mengedepankan berpikir kritis, kerjasama adalah hal yang perlu ditanamkan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Berdasarkan faktor di atas dapat digarisbawahi bahwa tantangan guru adalah guru dituntut untuk mampu melahirkan generasi penerus yang kompeten, berakhlak, berkarakter, disiplin, kreatif, mandiri dan berani agar dapat menghadapi era disrupsi. Generasi penerus ini harus mampu berjuang di era kemajuan di mana tenaga manusia mulai digantikan oleh tenaga mesin dan kecerdasan buatan. Sekian terimakasih.

 

In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Roni Hermawan -

Saya Roni Hermawan Npm 1813033011 izin menanggapi sedikit atas pertanyaan saudari Delia Mulniyati, di mana tantangan terbesar yang dihadapi guru rata-rata berkaitan dengan IT. Kelemahan bidang IT ini dapat diatasi dengan cara mau belajar. Saat ini banyak fasilitas yang ditawarkan baik dari pihak sekolah maupun pihak luar untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan IT-nya. Sebagai contoh, sekolah menyelenggarakan workshop e-modul, e-rapor, penulisan soal online, pemanfaatan android dalam pembelajaran, pembuatan kuis interaktif, pembuatan video pembelajaran dan sebagainya. Kemudian Guru juga harus mampu meng-upgrade kemampuannya. Dalam hal ini, tantangan utama ada dalam diri guru sendiri yaitu kemauan dan profesionalisme.Artinya, profesionalisme termasuk tantangan yang harus ditaklukkan guru.Kini guru telah diakui sebagai salah satu profesi.Sebagai sebuah profesi, maka ada tuntutan profesionalisme yang harus dipenuhi sehingga guru tidak boleh berhenti untuk terus mengembangkan diri.

 

Sekian terimakasih

In reply to Roni Hermawan

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Anita Dwi Hidayati -

Saya Anita Dwi Hidayati Npm 1813033035. Saya setuju dengan pendapat saudara roni hermawan bahwa Tantangan terbesar yang dihadapi guru rata-rata berkaitan dengan IT. Kelemahan bidang IT ini dapat diatasi dengan cara mau belajar. Saat ini banyak fasilitas yang ditawarkan baik dari pihak sekolah maupun pihak luar untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan IT-nya. Sebagai contoh, sekolah menyelenggarakan workshop e-modul, dan lain sebagainya. Terimakasih

In reply to Delia Mulniyati

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Abiel Fauzan -

Izin menambahkan sedikit saya abiel fauzan alvarous npm 1813033057..izin menambahkan jawaban dari saudari delia yakni tantangan terbesar seorang guru dalam proses pembelajaran di mana kreativitas guru dituntut dalam proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi komunikatif, menyenangkan, mengedepankan berpikir kritis dan bekerja sama. Sehingga tantangan guru dari dalam diri terdiri atas sulit mengubah pola pikir, sulit mengalahkan rasa malas untuk belajar dan kurang keterampilan IT dan teknologi digital serta tidam mau mengupgrade ilmu. Sekian terimakasih

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Novi Handayani -

Demikian presentasi dari kelompok kami, terimakasih kepada para audiens yang telah berpartisipasi dan aktif pada diskusi kali ini. Saya selaku moderator mohon maaf apabila terdapat kesalahan pada diskusi pagi ini.

Terimakasih, Saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by siska - -

waalaikumsalam, terimakasih moderator dan kelompok penyaji

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Dwi Mawarni -

Waalaikumsalam, terima kasih moderator dan kelompok 6

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih moderator 

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 9

by Roni Hermawan -
 

waalaikumsalam, terimakasih moderator dan kelompok penyaji