Dikusi Pertemuan 11

Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Atika Ramadhani ‎ -
Number of replies: 0
Nama : Atika Ramadhani
NPM : 2411021131

Jawaban Studi Kasus: Dampak Depresiasi Rupiah

1. Dampak dari depresiasi Rupiah terhadap kehidupan pribadi mahasiswa seperti, ketika rupiah melemah, harga barang-barang impor otomatis naik karena dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk mendapatkan barang tersebut sehingga membuat harga barang lain meningkat mulai dari makan(karena bahan bakunya masih banyak bergantung dengan impor seperti tepung gandum), transportasi, internet dan perlengkapan kuliah, sementara uang yang diterima dari orang tua nominalnya tetap sama, membuat uang seperti uang saku kita menurun karena harga pada naik.
Selain itu, kebutuhan akan perangkat penunjang kuliah seperti laptop, smartphone, harganya ikut naik karena seluruh komponennya berasal dari luar negeri.

2. Barang dan Kebutuhan yang Kemungkinan Mengalami Kenaikan Harga seperti Kebutuhan pangan seperti tahu, tempe, mie instan, roti, dan minyak goreng sangat rentan naik karena bahan bakunya seperti kedelai dan gandum masih didominasi impor dari luar negeri. Kebutuhan lain yang yaitu obat-obatan dan suplemen kesehatan, karena bahan baku farmasi Indonesia masih banyak diimpor, sehingga harganya sangat sensitif terhadap pergerakan kurs. Perangkat elektronik seperti HP, laptop, charger, dan aksesoris belajar lainnya juga pasti naik karena seluruh komponennya berasal dari luar negeri. Barang seperti pakaian, sabun, sampo, dan produk perawatan diri pun ikut terdampak karena bahan kimia dan bahan bakunya banyak yang diimpor. Dan juga transportasi serta BBM karena indonesia masi mengimpor sebagian munyak mentah sehingga membuat biaya produksi serta transportasi pun ikut meningkat.

3. Bagi pelaku UMKM, depresiasi rupiah membuat tekanan. Sebagaimana dijelaskan dalam materi, kenaikan biaya input impor mendorong produsen menaikkan harga jual yang pada akhirnya memicu inflasi dan menekan kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi, ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menstabilkan rupiah, bunga pinjaman modal usaha ikut naik sehingga UMKM semakin kesulitan mengakses kredit.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling berat menanggung dampaknya karena mereka tidak memiliki cadangan finansial sama sekali. Mereka menghabiskan sebagian besar pendapatannya hanya untuk pangan, sehingga ketika harga bahan makanan naik, membuat pendapatannya terlihat semakin kecil karena mereka tidak bisa berhemat lahi dari kebutuhan lainnya. Pendapatan masyarakat tetap dalam rupiah sementara harga barang terus meningkat sehingga menggerus kesejahteraan riil masyarakat.