Nama: Ratu Saskia Wulandari
Npm: 2413046053
Kelas: 4A
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata sambung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk sehingga wacana menjadi padu.
Dengan adanya kohesi, kalimat dalam sebuah paragraf tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan melalui unsur bahasa tertentu.
Contoh kohesi dalam wacana:
Rina pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. *Ia* membutuhkan buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “ia”yang merujuk pada kata Rina pada kalimat sebelumnya.
2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam suatu paragraf sehingga gagasan yang disampaikan terasa logis dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi dari kesinambungan makna antar kalimat.
Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, pembaca dapat mengikuti alur gagasan dengan jelas dari satu kalimat ke kalimat berikutnya.
Contoh koherensi dalam wacana:
Kemarin malam hujan turun sangat lebat. Akibatnya, beberapa wilayah di kota itu mengalami banjir. Banyak warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hubungan makna antar kalimat tersebut adalah sebab dan akibat, sehingga paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.
3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf
Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
Piranti kohesi terdapat dalam paragraf:
1. Kata penghubung “sehingga”
Menghubungkan sebab dan akibat antara kalimat tentang jalan yang tergenang air dengan kemacetan kendaraan.
2. Kata penghubung “namun”
Berfungsi sebagai penghubung yang menunjukkan pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.
3. Pengulangan makna (repetisi semantis)
Kata yang berkaitan dengan kondisi jalan seperti “jalanan”, “jalan alternatif”, dan “jalan lain” menunjukkan hubungan makna yang masih berada dalam topik yang sama.
4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf
Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang saling berkaitan secara logis.
1. Kalimat pertama
menjelaskan penyebab utama, yaitu hujan yang turun sangat deras.
2. Kalimat kedua
menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan.
3. Kalimat ketiga
menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh para pengendara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat keempat
menunjukkan bahwa solusi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir.
Npm: 2413046053
Kelas: 4A
1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana
Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata sambung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk sehingga wacana menjadi padu.
Dengan adanya kohesi, kalimat dalam sebuah paragraf tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan melalui unsur bahasa tertentu.
Contoh kohesi dalam wacana:
Rina pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. *Ia* membutuhkan buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “ia”yang merujuk pada kata Rina pada kalimat sebelumnya.
2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana
Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam suatu paragraf sehingga gagasan yang disampaikan terasa logis dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi dari kesinambungan makna antar kalimat.
Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, pembaca dapat mengikuti alur gagasan dengan jelas dari satu kalimat ke kalimat berikutnya.
Contoh koherensi dalam wacana:
Kemarin malam hujan turun sangat lebat. Akibatnya, beberapa wilayah di kota itu mengalami banjir. Banyak warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hubungan makna antar kalimat tersebut adalah sebab dan akibat, sehingga paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.
3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf
Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
Piranti kohesi terdapat dalam paragraf:
1. Kata penghubung “sehingga”
Menghubungkan sebab dan akibat antara kalimat tentang jalan yang tergenang air dengan kemacetan kendaraan.
2. Kata penghubung “namun”
Berfungsi sebagai penghubung yang menunjukkan pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.
3. Pengulangan makna (repetisi semantis)
Kata yang berkaitan dengan kondisi jalan seperti “jalanan”, “jalan alternatif”, dan “jalan lain” menunjukkan hubungan makna yang masih berada dalam topik yang sama.
4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf
Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang saling berkaitan secara logis.
1. Kalimat pertama
menjelaskan penyebab utama, yaitu hujan yang turun sangat deras.
2. Kalimat kedua
menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan.
3. Kalimat ketiga
menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh para pengendara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat keempat
menunjukkan bahwa solusi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir.