Diskusi Pertemuan 12

keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Eva Revalina -
Number of replies: 0
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam bapak

Izin memperkenalkan diri,
Nama: Eva Revalina
NPM: 2313053048
Kelas: 6/B

Izin menjawab diskusi,
1. Perbedaan tingkat kesulitan dalam tugas proyek penting karena setiap siswa memiliki kemampuan dan tahap perkembangan yang berbeda. Walaupun berada dalam tema yang sama, tugas perlu disesuaikan agar semua siswa tetap merasa tertantang dan mampu berkontribusi. Misalnya, dalam tema lingkungan, siswa kelas rendah membuat poster dari bahan daur ulang karena lebih sesuai dengan kemampuan mereka dalam mengenal bentuk, warna, dan pesan sederhana. Sementara itu, siswa kelas tinggi dapat membuat rancangan penyaringan air karena membutuhkan proses berpikir yang lebih kompleks. Jika guru memberikan tugas yang sama persis kepada kelas bawah dan kelas atas, bisa muncul beberapa masalah. Siswa kelas rendah mungkin merasa kesulitan dan kehilangan minat, sedangkan siswa kelas atas bisa merasa tugas terlalu mudah sehingga kreativitas mereka tidak berkembang. Oleh karena itu, diferensiasi tugas membantu setiap siswa mengembangkan ide sesuai kemampuannya tanpa menghilangkan kerja sama antar kelas.

2. Keterbatasan dalam PKR, seperti guru tidak bisa mendampingi semua kelompok secara bersamaan, dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemandirian siswa. Siswa belajar mengatur waktu, mencari cara menyelesaikan masalah, dan bekerja sama dengan teman tanpa selalu menunggu arahan guru.
Dibandingkan kelas biasa yang lebih sering mendapat pengawasan langsung, siswa dalam PKR memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencoba, bereksperimen, dan mengambil keputusan sendiri. Kondisi ini dapat melatih tanggung jawab dan kreativitas karena siswa terbiasa mencari solusi dari keterbatasan yang ada. Namun, kemandirian tersebut perlu dibangun dengan lingkungan belajar yang mendukung. Jika siswa belum memiliki kemampuan mengatur diri, mereka bisa merasa bingung, kurang fokus, atau hanya bergantung pada teman yang lebih mampu. Karena itu, guru tetap perlu memberikan aturan yang jelas, menyediakan panduan tugas, dan memantau perkembangan setiap kelompok agar kebebasan belajar tetap berjalan sesuai tujuan.

Sekian, Terimakasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh