Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama: Artika Hidayah
NPM : 2313053064
Kelas : 6/B
Izin menjawab diskusi diatas bapak,
1. Menurut saya, perbedaan tingkat kompleksitas tugas dalam Project Based Learning (PJBL) sangat penting di kelas PKR karena kemampuan dan tahap perkembangan setiap jenjang berbeda. Dengan tema yang sama tetapi tingkat kesulitan yang disesuaikan, semua siswa dapat berpikir kreatif sesuai dengan kemampuannya. Misalnya, siswa kelas bawah membuat poster sederhana, sedangkan siswa kelas atas merancang sistem penyaringan air yang membutuhkan analisis dan pemecahan masalah. Jika semua siswa diberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang sama, maka siswa kelas bawah akan merasa kesulitan dan kehilangan motivasi, sedangkan siswa kelas atas tidak akan mendapatkan tantangan yang cukup untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
2. Keterbatasan dalam struktur PKR justru dapat menjadi keunggulan pedagogis karena mendorong siswa untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama tanpa selalu bergantung pada guru. Berbeda dengan kelas tunggal yang pengawasannya lebih intensif, PKR melatih siswa untuk mencari solusi, berdiskusi, dan mengelola proses belajar secara mandiri. Namun, jika kemandirian tersebut tidak dibangun dalam lingkungan yang kondusif, dapat muncul risiko seperti siswa kehilangan arah, kurang disiplin, atau hanya bergantung pada teman yang lebih mampu. Oleh karena itu, guru tetap perlu memberikan arahan, aturan yang jelas, dan pendampingan agar kemandirian berkembang secara positif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Sekian terimakasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama: Artika Hidayah
NPM : 2313053064
Kelas : 6/B
Izin menjawab diskusi diatas bapak,
1. Menurut saya, perbedaan tingkat kompleksitas tugas dalam Project Based Learning (PJBL) sangat penting di kelas PKR karena kemampuan dan tahap perkembangan setiap jenjang berbeda. Dengan tema yang sama tetapi tingkat kesulitan yang disesuaikan, semua siswa dapat berpikir kreatif sesuai dengan kemampuannya. Misalnya, siswa kelas bawah membuat poster sederhana, sedangkan siswa kelas atas merancang sistem penyaringan air yang membutuhkan analisis dan pemecahan masalah. Jika semua siswa diberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang sama, maka siswa kelas bawah akan merasa kesulitan dan kehilangan motivasi, sedangkan siswa kelas atas tidak akan mendapatkan tantangan yang cukup untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
2. Keterbatasan dalam struktur PKR justru dapat menjadi keunggulan pedagogis karena mendorong siswa untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama tanpa selalu bergantung pada guru. Berbeda dengan kelas tunggal yang pengawasannya lebih intensif, PKR melatih siswa untuk mencari solusi, berdiskusi, dan mengelola proses belajar secara mandiri. Namun, jika kemandirian tersebut tidak dibangun dalam lingkungan yang kondusif, dapat muncul risiko seperti siswa kehilangan arah, kurang disiplin, atau hanya bergantung pada teman yang lebih mampu. Oleh karena itu, guru tetap perlu memberikan arahan, aturan yang jelas, dan pendampingan agar kemandirian berkembang secara positif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Sekian terimakasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh