Diskusi Pertemuan 11

fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd. -
Number of replies: 33

1. Dokumen tersebut mengartikulasikan bahwa teknologi bertindak sebagai pembantu instruksional virtual untuk mengurangi kendala yang ditimbulkan oleh ketidakhadiran fisik guru secara simultan. Periksa bagaimana penerapan instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dapat mempertahankan “ritme pembelajaran” siswa secara lebih efektif dibandingkan dengan metode tradisional (seperti hanya menetapkan tugas di papan tulis) ketika pendidik terlibat dalam mengajar tingkat kelas lain.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya malah dicirikan sebagai “katalis” bagi siswa untuk memperoleh keterampilan abad ke-21. Selidiki hubungan sebab-akibat antara berkurangnya ketergantungan pada guru (karena guru mengajar kelas lain) dan peningkatan kemampuan siswa untuk secara mahir menemukan informasi dan menavigasi sistem manajemen pembelajaran secara mandiri.

3. Dengan cara apa penggabungan teknologi dalam PKR secara khusus berfungsi untuk mengurangi “waktu luang yang tidak produktif”? Artikulasikan analisis Anda tentang bagaimana perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis dapat memberikan umpan balik langsung, sehingga memfasilitasi kemajuan siswa dalam perjalanan belajar mereka tanpa memerlukan instruksi langsung dari pendidik.


In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by DEVITA SARI -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan pak, saya :
Nama : Devitasari
NPM : 231053039
Kelas : 6b

izin mwnjawab pak
1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif memang lebih efektif untuk menjaga ritme belajar siswa, terutama saat guru sedang fokus ke kelas lain. Dibandingkan hanya memberi tugas di papan tulis, video bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas, terarah, dan bahkan bisa diulang oleh siswa jika belum paham. Jadi siswa tidak merasa “ditinggal”, karena tetap ada panduan yang membantu mereka memahami materi. Selain itu, media interaktif juga bisa membuat siswa lebih fokus dan tidak mudah bosan, sehingga alur pembelajaran tetap berjalan. Dengan begitu, meskipun guru tidak selalu hadir secara langsung, proses belajar tetap terasa hidup dan terarah.

2. Menurut saya, keterbatasan dalam PKR justru mendorong siswa untuk menjadi lebih mandiri. Karena guru tidak selalu bisa mendampingi, siswa jadi terbiasa mencari informasi sendiri, baik dari buku, media digital, maupun sumber lain. Hal ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, mencari informasi, dan memanfaatkan teknologi. Semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin besar peluang siswa untuk belajar mengelola proses belajarnya sendiri. Jadi kondisi ini sebenarnya membentuk siswa menjadi lebih adaptif dan tidak hanya menunggu arahan, tetapi aktif mencari solusi.

3. Menurut saya, penggabungan teknologi dalam PKR sangat membantu mengurangi waktu kosong yang tidak produktif. Misalnya dengan penggunaan aplikasi kuis atau platform pembelajaran, siswa bisa langsung mengerjakan tugas dan mendapatkan umpan balik secara otomatis. Ini membuat mereka tidak perlu menunggu guru untuk mengetahui apakah jawabannya benar atau salah. Dengan adanya feedback langsung, siswa bisa segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran. Selain itu, aktivitas seperti ini juga membuat siswa tetap terlibat dan tidak kehilangan fokus, sehingga waktu belajar bisa dimanfaatkan secara maksimal meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.

sekian jawaban dari saya, terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dinda Lailatus Sa'adah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
perkenalkan
Nama: Dinda Lailatus Sa'adah
NPM: 2313053062
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi tersebut:

  1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif mampu menjaga “ritme pembelajaran” siswa lebih baik dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Saat guru sedang fokus mengajar kelas lain, siswa tetap bisa mengikuti penjelasan melalui video yang sudah disiapkan, sehingga proses belajar tidak terhenti. Selain itu, media interaktif biasanya lebih menarik dan mudah dipahami karena dilengkapi visual dan audio, sehingga membantu siswa tetap fokus dan tidak kehilangan arah dalam belajar.
  2. Menurut saya, keterbatasan guru dalam PKR justru mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan terampil, terutama dalam mencari informasi. Karena tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, siswa terbiasa mencari jawaban sendiri melalui buku, internet, atau platform pembelajaran. Hal ini secara tidak langsung melatih kemampuan mereka dalam mengelola informasi dan menggunakan sistem pembelajaran digital. Jadi, semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin berkembang pula kemampuan siswa dalam belajar mandiri dan adaptif.
  3. Menurut saya, penggabungan teknologi dalam PKR sangat membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Aplikasi pembelajaran atau kuis interaktif bisa langsung memberikan umpan balik kepada siswa setelah mereka mengerjakan soal, sehingga mereka tahu letak kesalahan dan bisa segera memperbaikinya. Dengan adanya respon yang cepat ini, siswa tidak perlu menunggu guru untuk memeriksa pekerjaan mereka, sehingga waktu belajar menjadi lebih efisien dan terus berjalan.

sekian terima kasih Pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Intania Alda -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Intania Alda
Npm : 2313053040

Izin menjawab diskusi tersebut

1. Dalam pembelajaran PKR, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber belajar interaktif dapat membantu menjaga ritme belajar siswa ketika guru sedang mengajar kelas lain. Melalui video atau media digital, siswa tetap memperoleh penjelasan materi secara jelas dan terarah meskipun tanpa pendampingan langsung dari guru. Cara ini lebih efektif dibandingkan hanya menuliskan tugas di papan tulis, karena siswa tidak sekadar menerima instruksi, tetapi juga mendapatkan penjelasan, contoh, dan ilustrasi yang membuat mereka tetap fokus belajar. Selain itu, media interaktif mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa sehingga kegiatan belajar tetap berjalan aktif walaupun guru tidak berada di dekat mereka.
2. Dalam PKR, keterbatasan guru dan sumber daya justru dapat mendorong siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa dituntut untuk mencari informasi sendiri, memahami materi secara mandiri, dan menggunakan teknologi pembelajaran dengan lebih aktif. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, siswa menjadi lebih terbiasa menggunakan sistem pembelajaran digital atau sumber belajar online tanpa selalu menunggu arahan guru. Dengan demikian, berkurangnya ketergantungan pada guru dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola proses belajar mereka sendiri.
3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif di kelas. Saat guru sedang fokus mengajar kelompok lain, siswa tetap dapat melanjutkan pembelajaran melalui aplikasi edukasi, kuis interaktif, atau perangkat lunak pembelajaran. Teknologi tersebut memungkinkan siswa memperoleh umpan balik secara langsung, misalnya mengetahui jawaban yang benar atau salah setelah mengerjakan soal. Hal ini membuat siswa dapat segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan adanya umpan balik yang cepat dan aktivitas belajar yang terus berjalan, siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan tidak mudah kehilangan fokus selama proses pembelajaran berlangsung.

Sekian terimakasih bapak
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Tina Selviani -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Perkenalkan, saya:

Nama : Tina Selviani
Kelas : 6B
NPM : 2313053052

Berikut jawaban saya terkait soal diskusi mengenai penerapan teknologi dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR).

1. Menurut saya, penerapan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber belajar interaktif sangat membantu mempertahankan ritme pembelajaran siswa dalam PKR. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat belajar melalui penjelasan yang tersedia pada video atau media digital. Hal ini lebih efektif dibandingkan metode tradisional seperti hanya memberi tugas di papan tulis, karena siswa tidak hanya menerima tugas tetapi juga mendapatkan penjelasan materi secara langsung melalui audio dan visual. Selain itu, media interaktif membuat siswa lebih fokus, aktif, dan tidak mudah bosan sehingga proses belajar tetap berjalan meskipun guru tidak berada di depan kelas secara langsung.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya justru dapat melatih keterampilan abad ke-21 pada siswa. Karena guru harus membagi perhatian dengan kelas lain, siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Mereka terdorong untuk mencari informasi sendiri melalui internet, video pembelajaran, atau platform pembelajaran digital. Selain itu, siswa juga belajar menggunakan Learning Management System (LMS) untuk mengakses materi dan mengerjakan tugas secara mandiri. Dengan berkurangnya ketergantungan pada guru, kemampuan siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menggunakan teknologi menjadi semakin berkembang. Oleh karena itu, kondisi PKR dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian dan literasi digital siswa.

3. Penggabungan teknologi dalam PKR juga mampu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Melalui aplikasi pembelajaran seperti Quizizz, Kahoot, atau Wordwall, siswa dapat tetap aktif mengerjakan latihan saat guru sedang fokus mengajar kelas lain. Aplikasi tersebut memberikan umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui jawaban yang benar maupun salah tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan adanya umpan balik instan, siswa dapat segera memperbaiki kesalahannya dan melanjutkan proses belajar secara mandiri. Hal ini membuat waktu belajar lebih efektif, menjaga keterlibatan siswa, serta membantu mereka tetap mengalami kemajuan belajar walaupun pengawasan guru terbatas.

Demikian jawaban diskusi yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Tina Selviani

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Desmara Afinda -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamar siang pak, izin memperkenalkan diri
Nama : Desmara Afinda
NPM : 2313053037
Kelas : 6b

Izin menjawab diskusi diatas pak
1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber interaktif lebih efektif dibandingkan hanya menulis tugas di papan tulis karena siswa tetap bisa mengikuti penjelasan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Video membuat pembelajaran terasa lebih jelas dan menarik sehingga ritme belajar siswa tetap berjalan. Selain itu, siswa tidak mudah bosan karena ada gambar, suara, dan contoh yang membantu mereka memahami materi.

2. Menurut saya, ketika guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa menjadi lebih terbiasa belajar mandiri. Kondisi ini membuat mereka belajar mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memahami cara memakai sistem pembelajaran digital. Secara tidak langsung, hal tersebut membantu siswa memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri, mencari informasi, dan menggunakan teknologi dengan baik.

3. Menurut saya, teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu kosong yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki kegiatan belajar walaupun guru sedang fokus di kelas lain. Aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan bisa langsung memberikan nilai dan umpan balik sehingga siswa tahu jawaban yang benar tanpa harus menunggu guru. Dengan begitu, proses belajar tetap berjalan dan siswa bisa lebih cepat memahami materi secara mandiri.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wbaraktuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Nia Cahyani -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Nia Cahyani
Kelas : 6B
NPM : 2313053060

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.
  1. Penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran siswa dengan lebih efektif dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Melalui video atau media interaktif, siswa tetap memperoleh penjelasan, contoh, dan arahan yang jelas meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi juga membuat pembelajaran lebih menarik dan membantu siswa tetap fokus sehingga proses belajar tidak terhenti hanya karena guru tidak hadir secara langsung di kelompok mereka.
  2. Dalam PKR, keterbatasan sumber daya justru mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa belajar mencari informasi sendiri, menggunakan sumber belajar digital, dan mengelola pembelajaran melalui sistem atau platform yang tersedia. Kondisi ini melatih kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta tanggung jawab belajar sehingga siswa tidak selalu bergantung pada arahan guru.
  3. Penggabungan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap dapat belajar secara aktif melalui aplikasi pendidikan, video, atau kuis interaktif saat guru sedang fokus pada kelas lain. Perangkat lunak pendidikan juga mampu memberikan umpan balik langsung terhadap jawaban siswa, sehingga mereka dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan secara berkelanjutan dan siswa dapat terus berkembang secara mandiri.

Sekian terimakasih Bapak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Fitri Gautari -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

izin memperkenalkan diri Pak,
Nama: Fitri Gautari
NPM : 2313053041
Kelas : 6B

izin menjawab diskusi diatas,
1. Menurut pendapat saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber interaktif bisa membuat ritme belajar siswa tetap berjalan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Dibanding hanya memberi tugas di papan tulis, media seperti video lebih menarik dan mudah dipahami karena siswa tetap mendapat penjelasan secara langsung melalui teknologi. Jadi, siswa tidak mudah bosan dan tetap fokus belajar secara mandiri.

2. Menurut saya, kondisi PKR yang membuat siswa tidak selalu bergantung pada guru justru melatih mereka menjadi lebih mandiri. Karena guru sedang mengajar kelas lain, siswa terdorong untuk mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memahami cara belajar melalui platform pembelajaran. Dari situ, keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri dan mencari informasi jadi lebih berkembang.

3.Menurut saya, penggunaan teknologi dalam PKR bisa mengurangi waktu kosong yang tidak produktif karena siswa tetap punya kegiatan belajar saat guru tidak berada di dekat mereka. Misalnya melalui aplikasi kuis atau software pendidikan, siswa bisa langsung mengetahui hasil dan kesalahannya tanpa harus menunggu guru memeriksa. Jadi, proses belajar tetap berjalan dan siswa bisa lebih cepat memahami materi.

Sekian terima kasih Pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Adinda Mutiara Cantika -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam bapak, izin memperkenalkan diri

Nama: Adinda Mutiara Cantika
Npm: 2313053063
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi,

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif dapat membantu menjaga ritme belajar siswa dengan lebih baik dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Saat guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat mengikuti penjelasan materi melalui video, animasi, atau media digital sehingga proses belajar tidak terhenti. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih fokus dan tertarik karena pembelajaran terasa lebih hidup dan tidak monoton.

2. Dalam pembelajaran PKR, keterbatasan guru untuk mendampingi setiap kelas secara langsung justru dapat melatih kemandirian siswa. Karena tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, siswa terdorong untuk mencari informasi sendiri, memahami materi melalui berbagai sumber, serta belajar menggunakan sistem pembelajaran digital secara mandiri. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri, memecahkan masalah, dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga dapat mengurangi waktu luang yang kurang produktif. Melalui aplikasi pembelajaran atau kuis digital, siswa dapat langsung mengerjakan latihan dan memperoleh umpan balik secara otomatis tanpa harus menunggu guru memeriksa satu per satu. Dengan adanya hasil dan penjelasan yang muncul secara langsung, siswa dapat mengetahui kesalahan mereka dan segera memperbaikinya. Hal tersebut membuat proses belajar menjadi lebih aktif, efisien, dan membantu siswa tetap terlibat dalam kegiatan pembelajaran meskipun guru sedang fokus mengajar kelompok lain.

Sekian jawaban saya, Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Desta Dwi Pertiwi -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Desta Dwi Pertiwi
Kelas : 6B
NPM : 2313053046

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.

  1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber belajar interaktif dalam PKR lebih efektif untuk menjaga ritme belajar siswa dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap bisa mengikuti materi melalui video atau media yang sudah disiapkan sehingga pembelajaran tetap berjalan. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih tertarik dan tidak mudah bosan karena ada tampilan visual dan audio yang membantu mereka memahami materi. Jadi, teknologi membantu siswa tetap aktif belajar meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.
  2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya justru dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, terutama kemampuan belajar mandiri dan literasi digital. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa menjadi lebih sedikit bergantung pada penjelasan langsung dari guru. Kondisi ini mendorong mereka untuk mencari informasi sendiri melalui internet, video pembelajaran, atau bahan yang tersedia di sistem manajemen pembelajaran. Selain itu, siswa juga belajar bagaimana mengakses tugas, mengumpulkan pekerjaan, dan memahami petunjuk secara mandiri melalui platform digital. Semakin sering siswa menghadapi situasi tersebut, semakin terlatih pula kemampuan mereka dalam memecahkan masalah, mengelola waktu, dan menggunakan teknologi secara efektif. Oleh karena itu, berkurangnya ketergantungan pada guru dapat menjadi faktor yang meningkatkan kemandirian dan kesiapan siswa menghadapi tuntutan pembelajaran modern.
  3. Penggabungan teknologi dalam PKR berperan penting dalam mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang jelas meskipun guru sedang fokus mengajar kelas lain. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis memungkinkan siswa mengerjakan latihan secara mandiri sambil memperoleh umpan balik langsung atas jawaban mereka. Ketika siswa mengetahui jawaban yang benar atau salah saat itu juga, mereka dapat segera memperbaiki kesalahan tanpa harus menunggu penjelasan guru. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien karena siswa terus terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, aplikasi pembelajaran yang interaktif juga membantu menjaga motivasi siswa sehingga mereka tidak mudah bosan atau kehilangan fokus. Dengan adanya teknologi tersebut, waktu belajar dapat dimanfaatkan secara maksimal dan siswa tetap mengalami kemajuan meskipun pendidik tidak mendampingi secara langsung setiap saat.
Sekian terimakasih Bapak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Latifah irsyadiyatul jannah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan pak, saya :
Nama : Latifah Irsyadiyatul Jannah
NPM : 2313053042
Kelas : 6B

1. Dalam PKR, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif dapat menjaga ritme belajar siswa lebih baik dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Melalui video atau media interaktif, siswa tetap mendapatkan penjelasan materi secara jelas meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi juga membuat pembelajaran lebih menarik sehingga siswa tetap fokus dan tidak mudah bosan. Dengan demikian, proses belajar dapat terus berjalan secara aktif tanpa harus selalu menunggu kehadiran langsung guru.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan guru dan sumber daya justru dapat melatih keterampilan abad ke-21 pada siswa. Karena guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, memahami materi, dan menggunakan sistem pembelajaran digital. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengelola proses belajar mereka sendiri. Semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin besar kesempatan siswa untuk belajar mengambil inisiatif dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Saat guru sedang fokus mengajar kelompok lain, siswa tetap dapat belajar melalui aplikasi pendidikan, kuis digital, atau perangkat lunak pembelajaran. Teknologi tersebut biasanya memberikan umpan balik langsung, seperti menunjukkan jawaban benar atau salah dan memberikan penjelasan singkat. Dengan adanya respons cepat ini, siswa dapat segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu bantuan guru. Akibatnya, waktu belajar menjadi lebih efektif dan siswa tetap aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by DINI FADHILLA PUTRI -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri Bapak,
Nama : Dini Fadhilla Putri
Kelas : 6B
NPM : 2313043054

Izin menjawab Diskusi tersebut Bapak,

  1. Pada pembelajaran kelas rangkap, penggunaan teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dibandingkan metode penugasan biasa. Jika guru hanya menuliskan tugas di papan tulis lalu berpindah mengajar ke kelas lain, siswa cenderung bekerja tanpa arahan yang jelas sehingga suasana belajar menjadi monoton. Sebaliknya, instruksi berbasis video mampu menghadirkan penjelasan yang lebih komunikatif karena terdapat suara, gambar bergerak, simulasi, dan contoh langsung yang membantu siswa memahami materi secara mandiri. Kehadiran media tersebut membuat siswa tetap merasa “didampingi” walaupun guru tidak berada di ruangan. Selain itu, sumber belajar interaktif membantu menjaga konsentrasi siswa lebih lama. Dalam pembelajaran tradisional, siswa yang kurang memahami tugas biasanya berhenti bekerja dan menunggu guru datang kembali. Namun pada media digital, siswa dapat mengulang penjelasan, mencoba latihan berkali-kali, atau mengikuti panduan langkah demi langkah secara mandiri. Teknologi juga memungkinkan pembelajaran berjalan lebih teratur karena aktivitas sudah dirancang dalam urutan tertentu. 
  2. Dalam sistem PKR, kondisi guru yang tidak selalu tersedia justru dapat memunculkan kebiasaan belajar yang lebih mandiri pada peserta didik. Ketika siswa tidak dapat terus-menerus bertanya kepada guru, mereka terdorong untuk menemukan jawaban melalui sumber lain seperti video pembelajaran, modul digital, atau platform belajar daring. Proses ini melatih kemampuan eksplorasi informasi yang sangat dibutuhkan pada era modern. Hubungan sebab-akibatnya terlihat jelas: semakin sering siswa menghadapi situasi belajar mandiri, semakin berkembang pula kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran sendiri. Mereka mulai terbiasa memahami instruksi digital, mencari referensi tambahan, hingga menggunakan fitur-fitur pada sistem pembelajaran daring tanpa bantuan guru. Bahkan, siswa belajar mengambil keputusan sendiri mengenai langkah yang harus dilakukan ketika mengalami kesulitan belajar. Keadaan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih aktif dan bertanggung jawab. Peserta didik tidak lagi menunggu penjelasan dari guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan mulai berinisiatif mencari informasi secara mandiri. 
  3. Teknologi dalam PKR berperan penting dalam mengurangi waktu belajar yang terbuang karena siswa tetap dapat berinteraksi dengan materi walaupun guru sedang mengajar kelompok lain. Pada pembelajaran tanpa teknologi, siswa sering mengalami jeda panjang setelah menyelesaikan tugas karena harus menunggu guru memeriksa pekerjaan mereka. Waktu tunggu tersebut sering berubah menjadi aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Melalui aplikasi pendidikan atau perangkat lunak pembelajaran, siswa dapat memperoleh respons secara langsung setelah mengerjakan soal. Misalnya, ketika jawaban salah, sistem segera memberikan tanda kesalahan beserta petunjuk perbaikan. Sebaliknya, jika jawaban benar, siswa dapat langsung melanjutkan ke materi berikutnya tanpa menunggu instruksi guru. Mekanisme ini membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien.
Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima Kasih..

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Catur Putri Purnaningrum -
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama: Catur Putri P.
NPM: 2313053045
Kelas: 6B
Izin menjawab pak,

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau media interaktif lebih efektif dibanding hanya memberi tugas di papan tulis karena siswa tetap mendapatkan penjelasan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Video dapat membantu siswa memahami materi langkah demi langkah, sehingga “ritme belajar” tetap berjalan dan siswa tidak hanya menunggu guru selesai mengajar kelompok lain. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih fokus dan tidak mudah bosan.

2. Dalam PKR, keterbatasan guru justru bisa melatih siswa menjadi lebih mandiri. Karena guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa belajar mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memanfaatkan sumber belajar digital. Menurut saya, kondisi ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, dan kemampuan belajar mandiri.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu kosong karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar saat guru fokus ke kelas lain. Misalnya, aplikasi kuis atau software pendidikan bisa langsung memberikan skor dan umpan balik otomatis setelah siswa menjawab soal. Dengan begitu, siswa bisa mengetahui kesalahannya secara langsung dan tetap melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu penjelasan guru terlebih dahulu.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Risty Najwa Syahbanu -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Risty Najwa Syahbanu
Kelas : 6/B
NPM : 2313053053

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.
  1. Penggunaan instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dalam PKR lebih efektif menjaga ritme pembelajaran dibandingkan metode tradisional seperti hanya memberi tugas di papan tulis. Video dan media interaktif membuat siswa tetap fokus, aktif, dan dapat belajar secara mandiri meskipun guru sedang mengajar kelompok lain. Teknologi itu dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih jelas melalui gambar, suara, dan contoh langsung sehingga mereka tidak mudah bosan atau kehilangan arah belajar. Berbeda dengan tugas tertulis biasa yang cenderung pasif, media digital membuat proses belajar tetap berjalan teratur dan produktif walaupun guru tidak selalu berada di dekat mereka.
  2. Keterbatasan kehadiran guru membuat siswa tidak bisa selalu bergantung pada penjelasan langsung. Karena guru juga mengajar kelas lain, siswa didorong untuk mencari informasi sendiri, memahami petunjuk, dan menggunakan teknologi belajar secara mandiri. Keadaan ini melatih siswa untuk lebih terampil menggunakan sistem manajemen pembelajaran, mencari sumber informasi yang benar, dan menyelesaikan tugas tanpa harus selalu dibimbing guru. Akibatnya, siswa menjadi lebih mandiri, aktif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi. Inilah yang membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, pemecahan masalah, dan kemampuan belajar mandiri.
  3. Penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki kegiatan belajar yang jelas saat guru mengajar kelompok lain. Melalui perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis, siswa dapat langsung mengerjakan latihan, menonton materi, atau mengikuti evaluasi secara mandiri sehingga waktu belajar tidak terbuang sia-sia. Aplikasi berbasis kuis biasanya memberikan umpan balik langsung, seperti menunjukkan jawaban benar atau salah dan memberikan skor otomatis. Hal ini membantu siswa segera mengetahui kesalahan mereka dan memperbaikinya tanpa harus menunggu guru datang. Jadi, proses belajar tetap berjalan aktif, terarah, dan efisien meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dwi Rahayu Sekarningrum -

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam bapak, izin memperkenalkan diri

Nama: Dwi Rahayu Sekarningrum
Npm: 2313053044
Kelas: 6B

Izin menjawab,

  1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau media interaktif lebih efektif dibandingkan sekadar pemberian tugas di papan tulis karena siswa tetap memperoleh penjelasan dan arahan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi membantu menjaga kontinuitas pembelajaran sehingga waktu belajar tidak banyak terbuang.
  2. Keterbatasan pendampingan guru justru dapat melatih kemandirian siswa. Siswa terdorong untuk mencari informasi, mengeksplorasi sumber belajar, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada self-directed learning.
  3. Integrasi teknologi dalam PKR mampu mengurangi waktu kosong karena siswa selalu memiliki aktivitas belajar yang terarah. Selain itu, aplikasi kuis atau platform pembelajaran yang memberikan umpan balik langsung memungkinkan siswa mengetahui hasil belajarnya saat itu juga tanpa harus menunggu guru, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekian, Terima Kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by SITI AANISAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat siang bapak, izin memperkenalkan diri

Nama : Siti Aanisah
NPM : 2353053025
Kelas : 6B

Izin menjawab bapak,
1. Menurut saya pemanfaatan video pembelajaran dan media interaktif dapat membantu siswa tetap mengikuti proses belajar meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Dengan adanya penjelasan yang tersedia dalam bentuk digital, siswa tetap memiliki arahan yang jelas sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada tugas yang dituliskan di papan tulis.

2. Dalam pembelajaran PKR, berkurangnya pendampingan langsung dari guru mendorong siswa untuk lebih aktif mencari informasi dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia. Keadaan ini secara tidak langsung melatih kemandirian, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar.

3. Menurut saya, penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu belajar yang terbuang karena siswa tetap memiliki aktivitas yang dapat dikerjakan ketika guru sedang fokus pada kelas lain. Melalui aplikasi pembelajaran atau kuis digital, siswa dapat memperoleh hasil dan umpan balik secara langsung sehingga proses belajar tetap berjalan tanpa harus selalu menunggu bantuan dari guru.

Sekian terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by ARTIKA HIDAYAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama: Artika Hidayah
NPM : 2313053064
Kelas : 6/B

Izin menjawab diksusi diatas bapak,
1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif lebih efektif dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat mengikuti materi melalui video atau media digital sehingga ritme pembelajaran tidak terhenti. Selain itu, siswa dapat mengulang materi yang belum dipahami dan belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Dengan cara ini, waktu belajar menjadi lebih optimal dan siswa tetap aktif meskipun tanpa pendampingan langsung dari guru.

2. Dalam pembelajaran PKR, keterbatasan guru untuk selalu mendampingi setiap kelas justru dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mandiri. Karena tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, siswa terdorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber, menggunakan sistem pembelajaran digital, serta memecahkan masalah secara mandiri maupun bersama teman. Proses ini membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, literasi digital, dan kemampuan belajar sepanjang hayat.

3. Menurut saya, pemanfaatan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang terarah saat guru mengajar kelas lain. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis dapat memberikan soal, materi, sekaligus umpan balik secara langsung terhadap jawaban siswa. Dengan adanya hasil yang dapat diketahui saat itu juga, siswa dapat memahami kesalahannya dan segera memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan guru. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih efektif, interaktif, dan menjaga motivasi siswa untuk terus belajar.

Sekian terimakasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Fizka Lisari -

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Izin memperkenalkan diri pak, 

Nama : Fizka Lisari

Kelas : 6/B 

Npm : 2353053029


Jawaban : 

1. Peran instruksi berbasis video dan sumber daya interaktif dalam menjaga ritme pembelajaran

Dalam pembelajaran kelas rangkap (PKR), guru sering kali harus membagi perhatian antara beberapa tingkat kelas yang berbeda. Kondisi ini berpotensi menimbulkan jeda belajar pada kelompok siswa yang sedang tidak mendapatkan pendampingan langsung. Di sinilah teknologi berperan sebagai “asisten instruksional virtual” yang membantu menjaga kesinambungan proses belajar.Instruksi berbasis video atau sumber belajar interaktif memiliki keunggulan karena mampu memberikan penjelasan yang lebih hidup dibandingkan sekadar tugas yang ditulis di papan tulis. Melalui video, siswa tidak hanya membaca instruksi, tetapi juga dapat mendengar penjelasan, melihat contoh, dan mengikuti langkah-langkah pembelajaran secara lebih sistematis. Akibatnya, siswa tetap memperoleh arahan yang jelas meskipun guru sedang mengajar kelompok lain.Selain itu, sumber daya interaktif memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan masing-masing. Mereka dapat mengulang bagian yang belum dipahami tanpa harus menunggu guru. Dengan demikian, ritme pembelajaran tetap terjaga karena siswa terus terlibat dalam aktivitas belajar yang terarah, bukan hanya mengerjakan tugas secara pasif. Teknologi pada akhirnya membantu menciptakan alur pembelajaran yang lebih berkelanjutan dan mengurangi risiko terjadinya waktu tunggu yang menghambat proses belajar.

2. Hubungan antara berkurangnya ketergantungan pada guru dan berkembangnya keterampilan abad ke-21

Dalam PKR, keterbatasan jumlah guru atau waktu pendampingan sering dipandang sebagai tantangan. Namun, dari sudut pandang yang lebih luas, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan siswa.Ketika guru harus fokus mengajar kelas lain, siswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas. Mereka tidak dapat terus-menerus bergantung pada penjelasan guru, sehingga terdorong untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia, baik melalui buku, internet, maupun platform pembelajaran digital. Proses ini melatih kemampuan literasi informasi, yaitu keterampilan mencari, memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat.Selain itu, penggunaan sistem manajemen pembelajaran atau platform digital mengajarkan siswa untuk mengatur proses belajar mereka sendiri. Mereka belajar mengakses materi, mengunggah tugas, memantau progres belajar, dan mengikuti instruksi secara mandiri. Semakin sering siswa berlatih melakukan hal-hal tersebut, semakin berkembang pula kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan manajemen diri.Dengan demikian, terdapat hubungan sebab-akibat yang jelas berkurangnya ketergantungan pada guru mendorong siswa untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam proses belajar, dan pada akhirnya memperkuat berbagai kompetensi yang dibutuhkan pada era digital.

3. Peran teknologi dalam mengurangi waktu luang yang tidak produktif

Salah satu tantangan dalam PKR adalah munculnya waktu luang ketika guru sedang memberikan perhatian kepada kelompok atau tingkat kelas lain. Jika tidak dikelola dengan baik, waktu tersebut dapat menyebabkan siswa kehilangan fokus dan menurunkan efektivitas pembelajaran.Penggunaan teknologi membantu mengatasi masalah ini dengan menyediakan aktivitas belajar yang dapat diakses kapan saja. Perangkat lunak pendidikan, aplikasi pembelajaran, maupun platform kuis interaktif memungkinkan siswa tetap terlibat dalam kegiatan yang bermakna selama menunggu giliran mendapatkan bimbingan guru. Dengan demikian, waktu yang sebelumnya berpotensi menjadi waktu kosong dapat diubah menjadi kesempatan belajar yang produktif.Keunggulan lain dari teknologi adalah kemampuannya memberikan umpan balik secara langsung. Ketika siswa mengerjakan kuis atau latihan digital, mereka dapat segera mengetahui apakah jawabannya benar atau salah. Beberapa aplikasi bahkan menyediakan penjelasan tambahan untuk membantu siswa memahami kesalahan yang dilakukan. Umpan balik instan ini sangat penting karena siswa tidak perlu menunggu guru untuk mendapatkan klarifikasi.Akibatnya, proses belajar menjadi lebih efisien. Siswa dapat segera memperbaiki kesalahan, melanjutkan ke materi berikutnya, dan mempertahankan motivasi belajar mereka. Dalam konteks PKR, teknologi bukan hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang menjaga keterlibatan siswa dan memastikan bahwa setiap menit pembelajaran dimanfaatkan secara optimal.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Aulia Trihapsari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Aulia Trihapsari
NPM: 2313053038
Izin menjawab diskusi Bapak,

1. Dalam pembelajaran kelas rangkap, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau media interaktif dapat membantu menjaga ritme belajar siswa ketika guru sedang mengajar kelompok lain. Jika dibandingkan dengan hanya menuliskan tugas di papan tulis, video atau media interaktif lebih menarik karena dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas melalui gambar, suara, dan contoh. Siswa juga dapat memutar ulang materi jika ada bagian yang belum dipahami. Dengan begitu mereka akan tetap fokus belajar dan tidak hanya menunggu guru datang untuk memberikan penjelasan. Teknologi membantu proses pembelajaran tetap berjalan meskipun guru tidak selalu berada di dekat siswa.

2. Dalam PKR, keterbatasan waktu guru justru dapat mendorong siswa menjadi lebih mandiri. Karena guru harus membagi perhatian kepada beberapa kelompok, siswa belajar mencari informasi sendiri melalui buku, internet, atau sumber belajar lainnya. Mereka juga terbiasa menggunakan platform atau media pembelajaran untuk menyelesaikan tugas tanpa selalu menunggu arahan guru. Kebiasaan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, mencari informasi, dan menggunakan teknologi secara efektif. Dengan kata lain, semakin siswa diberi kesempatan untuk belajar mandiri, semakin berkembang pula kemampuan mereka dalam mengelola proses belajarnya sendiri.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa selalu memiliki kegiatan yang dapat dikerjakan saat guru sedang fokus pada kelompok lain. Misalnya, aplikasi kuis atau perangkat lunak pembelajaran dapat langsung memberikan hasil dan umpan balik setelah siswa menjawab soal. Jika jawaban salah, siswa bisa segera mengetahui kesalahannya dan mencoba memperbaikinya tanpa harus menunggu guru. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, siswa tetap aktif belajar sehingga waktu yang biasanya digunakan untuk menunggu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang sedang dipelajari.

Sekian terimakasih Pak,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by DHIYATUL HASANA -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat malam bapak izin memperkenalkan diri
Nama : Dhiyatul Hasana
NPM : 2313053055

izin menjawab diskusi
1. Instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran siswa karena memberikan penjelasan yang lebih jelas dan menarik dibandingkan hanya menuliskan tugas di papan tulis. Saat guru mengajar kelas lain, siswa tetap dapat mengikuti materi secara mandiri sehingga kegiatan belajar tidak terhenti dan waktu belajar dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif.

2. Ketika guru tidak selalu mendampingi karena harus mengajar kelas lain, siswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas. Kondisi ini membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, mencari sumber belajar yang relevan, serta menggunakan sistem pembelajaran digital dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa selalu memiliki aktivitas pembelajaran yang dapat dikerjakan secara mandiri. Aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan juga mampu memberikan umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu bantuan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan meskipun guru sedang fokus mengajar kelompok atau kelas lainnya.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Putri Reza Anandita 2313053065 -
Selamat malam pak,
Izin memperkenalkan diri
Nama: Putri Reza Anandita
Npm: 2313053065
Kelas: 6B

Izin menjawab.

1. Penggunaan video pembelajaran dan sumber belajar interaktif lebih efektif dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Ketika guru mengajar kelas lain, siswa tetap dapat mempelajari materi melalui video atau aplikasi yang telah disediakan. Dengan demikian, proses belajar tetap berlangsung tanpa harus menunggu guru kembali. Selain itu, materi yang disajikan secara visual dan interaktif lebih mudah dipahami sehingga ritme pembelajaran siswa tetap terjaga.

2. Dalam PKR, siswa dituntut untuk lebih mandiri ketika guru mengajar kelas lain. Kondisi ini mendorong siswa mencari informasi sendiri melalui berbagai sumber belajar dan menggunakan sistem manajemen pembelajaran untuk mengakses materi maupun mengumpulkan tugas. Kebiasaan tersebut membantu meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemandirian belajar yang merupakan keterampilan penting abad ke-21.

3. Penggabungan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang dapat dilakukan secara mandiri. Melalui aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan, siswa dapat mengerjakan latihan dan langsung memperoleh umpan balik atas jawaban mereka. Umpan balik yang cepat membantu siswa mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan secara efektif meskipun guru sedang mengajar kelas lain.

Sekian jawaban dari saya, terima kasih pak.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Melyanti Hasanah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
saya Melyanti Hasanah, NPM 2313053050.

Izin menjawab pak,
1. Dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR), penggunaan teknologi seperti video pembelajaran, animasi, atau sumber belajar interaktif dapat menjaga ritme belajar siswa lebih baik dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Melalui media tersebut, siswa tetap memperoleh penjelasan materi secara sistematis meskipun guru sedang mengajar kelompok lain. Video dan aplikasi interaktif juga mampu menarik perhatian siswa, memberikan contoh yang lebih konkret, serta memungkinkan mereka mengulang materi jika belum memahami. Dengan demikian, waktu belajar menjadi lebih efektif karena siswa tetap aktif dan tidak hanya menunggu arahan langsung dari guru.

2. Keterbatasan sumber daya dalam PKR dapat menjadi peluang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, terutama kemandirian belajar, literasi digital, dan kemampuan memecahkan masalah. Ketika guru harus membagi perhatian kepada beberapa kelompok, siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang tersedia, menggunakan media digital secara bijak, dan mengelola proses belajarnya sendiri. Kebiasaan ini melatih mereka untuk tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, tetapi mampu mengeksplorasi materi, memilih informasi yang relevan, serta memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis teknologi secara mandiri. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan belajar sepanjang hayat juga semakin berkembang.

3. Integrasi teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang terarah saat guru mendampingi kelompok lain. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis memungkinkan siswa mengerjakan latihan secara mandiri dan langsung memperoleh umpan balik mengenai jawaban mereka. Hasil tersebut membantu siswa mengetahui kesalahan, memperbaiki pemahaman, dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu koreksi dari guru. Dengan adanya umpan balik yang cepat dan aktivitas yang interaktif, proses belajar menjadi lebih berkesinambungan, menjaga motivasi siswa, serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan PKR.

Terima Kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dwi Tasya Khusnawati -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
perkenalkan
Nama: Dwi Tasya Khusnawati
NPM: 2313053051
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi tersebut:

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran dan sumber belajar interaktif lebih efektif dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Saat guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat memperoleh penjelasan materi melalui video atau media digital yang telah disiapkan. Dengan demikian, proses belajar tidak terhenti dan siswa tetap memiliki panduan yang jelas dalam memahami materi. Teknologi membantu menjaga ritme pembelajaran sehingga waktu belajar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

2. Menurut saya, ketika guru tidak selalu dapat mendampingi siswa karena harus mengajar kelas lain, siswa menjadi lebih terdorong untuk belajar secara mandiri. Mereka belajar mencari informasi dari berbagai sumber, memanfaatkan teknologi, dan menggunakan sistem pembelajaran digital untuk menyelesaikan tugas. Kondisi ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri.

3. Menurut saya, teknologi dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki kegiatan belajar meskipun guru sedang fokus mengajar kelompok atau kelas lain. Melalui aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan, siswa dapat mengerjakan tugas dan langsung menerima umpan balik atas hasil pekerjaannya. Umpan balik yang cepat membantu siswa mengetahui kesalahan dan memperbaikinya secara mandiri. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih efektif dan siswa tidak perlu menunggu arahan langsung dari guru untuk melanjutkan kegiatan belajar.

sekian jawaban dari saya, terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Eva Revalina -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam bapak

Izin memperkenalkan diri,
Nama: Eva Revalina
NPM: 2313053048
Kelas: 6/B

Izin menjawab diskusi,
1. Penggunaan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif membantu siswa tetap belajar meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Berbeda dengan hanya memberikan tugas di papan tulis, media digital dapat memberikan penjelasan yang lebih lengkap melalui suara, gambar, dan contoh sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Dengan adanya video atau aplikasi pembelajaran, siswa dapat mengikuti langkah belajar sesuai arahan tanpa harus terus menunggu guru. Mereka tetap memiliki kegiatan yang jelas dan waktu belajar dapat digunakan dengan baik. Guru juga lebih mudah mengatur perhatian karena satu kelompok tetap belajar mandiri sementara kelompok lain mendapatkan pendampingan langsung.

2. Dalam kelas rangkap, guru tidak selalu bisa mendampingi setiap siswa secara langsung. Kondisi ini membuat siswa belajar untuk lebih mandiri dalam mencari solusi. Dengan bantuan teknologi, siswa dapat mencoba mencari informasi, membuka materi digital, atau mengikuti petunjuk dalam aplikasi pembelajaran tanpa selalu bertanya kepada guru. Proses tersebut melatih siswa untuk memiliki kemampuan abad ke-21, seperti berpikir kritis, mencari informasi, dan menggunakan teknologi secara tepat. Ketika siswa terbiasa belajar mandiri, peran guru berubah menjadi pendamping yang mengarahkan, bukan satu-satunya sumber informasi.

3. Teknologi membantu mengurangi waktu kosong karena siswa selalu memiliki aktivitas belajar yang terarah. Aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan dapat memberikan tugas, latihan, dan umpan balik secara langsung setelah siswa menyelesaikan kegiatan. Misalnya, ketika siswa menjawab soal dalam aplikasi, mereka dapat langsung mengetahui bagian yang benar atau masih perlu diperbaiki. Hal ini membuat siswa bisa belajar dari kesalahan tanpa harus menunggu pemeriksaan guru. Dengan begitu, proses belajar tetap berjalan meskipun guru sedang fokus pada kelompok kelas lainnya.

Sekian, Terimakasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Zahra Khadijah -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabrakaatuh
Nama : Zahra Khadijah
NPM : 2313053059
Kelas: 6B
Berikut saya sampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut
  1. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran kelas rangkap dapat membantu menjaga ritme belajar siswa ketika guru sedang berfokus pada tingkat kelas yang lain. Instruksi berbasis video, media interaktif, atau bahan ajar digital mampu memberikan penjelasan yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan hanya menuliskan tugas di papan tulis. Melalui video pembelajaran, siswa tetap memperoleh penjelasan materi, contoh pengerjaan, serta arahan yang sistematis sehingga kegiatan belajar tidak terhenti ketika guru berpindah ke kelompok lain. Proses pembelajaran pun dapat berlangsung secara lebih teratur dan siswa tetap aktif mengikuti kegiatan yang telah dirancang sebelumnya.
  2. Keterbatasan waktu guru dalam pembelajaran kelas rangkap justru dapat mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Ketika guru tidak selalu tersedia untuk memberikan bantuan secara langsung, siswa dituntut untuk mencari informasi dari berbagai sumber, memanfaatkan media digital, serta menggunakan sistem manajemen pembelajaran secara mandiri. Kondisi tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi digital, dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Berkurangnya ketergantungan terhadap guru dapat menjadi faktor yang mendorong siswa untuk lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
  3. Penggunaan teknologi dalam PKR berperan penting dalam mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Ketika guru sedang mendampingi kelompok lain, siswa tetap dapat melanjutkan pembelajaran melalui aplikasi pendidikan atau perangkat lunak berbasis kuis yang menyediakan latihan secara mandiri. Keunggulan dari teknologi tersebut adalah adanya umpan balik langsung terhadap jawaban siswa, sehingga mereka dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan dari guru. Adanya respons yang cepat membuat siswa dapat terus melanjutkan proses belajar, mempertahankan motivasi, dan memanfaatkan waktu secara lebih efektif. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang membantu menjaga keberlangsungan kegiatan belajar dalam pembelajaran kelas rangkap.
Terimakasih
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Monica Meirisa Herviani 2313053047 -
Nama : Monica Meirisa Herviani
NPM : 2313053047
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaannya bapak

1. Penerapan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif dapat menjaga ritme belajar siswa karena mereka tetap memperoleh penjelasan materi meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Berbeda dengan metode hanya memberi tugas di papan tulis yang membuat siswa belajar tanpa arahan, media digital memberikan penjelasan, contoh, dan latihan sehingga siswa tetap aktif, fokus, dan proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan.

2. Ketika guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa terdorong untuk lebih mandiri dalam mencari informasi melalui internet, video pembelajaran, atau sistem manajemen pembelajaran (LMS). Kondisi ini melatih keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, literasi digital, pemecahan masalah, dan kemampuan belajar mandiri sehingga siswa tidak bergantung sepenuhnya pada guru.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa dapat langsung mengerjakan aktivitas belajar melalui aplikasi atau perangkat lunak pendidikan. Aplikasi berbasis kuis memberikan umpan balik secara instan mengenai jawaban yang benar atau salah, sehingga siswa dapat segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu penjelasan langsung dari guru. Hal ini membuat waktu belajar menjadi lebih efektif dan efisien.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dina Diya Atikah -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama: DINA DIYA ATIKAH
NPM: 2313053043
Kelas: 6B

Izin menjawab

1. Pengajaran berbasis video atau sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran siswa karena materi tetap dapat dipelajari meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Berbeda dengan metode yang hanya memberikan tugas di papan tulis, video dan media interaktif mampu memberikan penjelasan yang lebih jelas, menarik, dan terstruktur sehingga siswa tetap fokus serta aktif mengikuti pembelajaran secara mandiri.

2. Dalam PKR, berkurangnya ketergantungan pada guru mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam belajar. Ketika guru sedang mendampingi kelas lain, siswa dituntut mencari informasi sendiri melalui berbagai sumber belajar dan menggunakan sistem pembelajaran yang tersedia. Kondisi ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kemampuan belajar mandiri.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa selalu memiliki aktivitas belajar yang dapat dilakukan secara mandiri. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi kuis dapat memberikan umpan balik langsung mengenai jawaban siswa, sehingga mereka segera mengetahui kesalahan dan dapat memperbaikinya tanpa harus menunggu bantuan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berlangsung efektif meskipun guru tidak selalu hadir secara langsung di setiap kelompok.

Sekian Terimakasih,
Wassalamuaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by ananda edhies adellia -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Ananda Edhies Adellia
NPM: 2313053036
Kelas: 6B

Izin menjawab pak
1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran dan media interaktif sangat membantu menjaga keberlangsungan proses belajar dalam kelas PKR. Ketika guru sedang fokus mengajar kelompok atau tingkat kelas lain, siswa tetap dapat melanjutkan kegiatan belajar melalui materi yang sudah disiapkan dalam bentuk video atau aplikasi pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya menunggu arahan berikutnya dari guru, tetapi tetap terlibat dalam aktivitas belajar secara berkelanjutan. Jika dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya mengandalkan tugas di papan tulis, media digital cenderung lebih menarik karena menyajikan materi melalui gambar, suara, animasi, maupun simulasi. Hal tersebut dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah sekaligus mempertahankan perhatian mereka selama proses belajar berlangsung. Akibatnya, ritme pembelajaran tetap terjaga meskipun guru tidak selalu berada di dekat mereka.
2. Menurut saya, kondisi PKR yang membuat guru harus membagi perhatian kepada beberapa kelompok secara tidak langsung mendorong siswa untuk menjadi lebih mandiri. Ketika tidak selalu mendapatkan bantuan secara langsung dari guru, siswa dituntut untuk mencari informasi, membaca petunjuk, berdiskusi dengan teman, serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia. Proses tersebut melatih berbagai keterampilan yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan memanfaatkan teknologi. Selain itu, siswa juga belajar menggunakan platform pembelajaran atau sistem manajemen belajar secara mandiri untuk mencari materi, mengerjakan tugas, dan memperoleh informasi yang dibutuhkan. Semakin sering siswa menghadapi situasi seperti ini, semakin berkembang pula rasa tanggung jawab dan kemampuan mereka dalam mengelola proses belajar secara mandiri.
3. Menurut saya, salah satu masalah yang sering muncul dalam PKR adalah adanya waktu tunggu ketika guru sedang mengajar kelompok lain. Jika tidak dikelola dengan baik, waktu tersebut dapat membuat siswa kehilangan fokus atau bahkan tidak melakukan kegiatan belajar sama sekali. Kehadiran teknologi dapat membantu mengatasi kondisi tersebut dengan menyediakan aktivitas belajar yang dapat dilakukan secara mandiri. Melalui aplikasi pembelajaran, kuis interaktif, atau perangkat lunak edukasi, siswa dapat langsung mengerjakan latihan dan memperoleh umpan balik saat itu juga. Ketika jawaban yang diberikan salah, sistem biasanya akan menunjukkan kesalahan atau memberikan petunjuk untuk memperbaikinya. Sebaliknya, jika jawabannya benar, siswa dapat langsung melanjutkan ke tahap berikutnya tanpa harus menunggu guru memeriksa pekerjaannya. Dengan adanya umpan balik yang cepat, waktu belajar menjadi lebih efektif karena siswa tetap aktif belajar dan tidak harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran guru untuk mengetahui perkembangan hasil belajarnya.

Sekian Terimakasih,
Wassalamuaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Paska Deswita Manalu -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat malam, Bapak. Izin
memperkenalkan diri
Nama: Paska Deswita Manalu
NPM: 2313053057
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi
1. Menurut saya, instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran siswa dengan lebih baik dibandingkan metode tradisional yang hanya mengandalkan tugas di papan tulis. Saat guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat memperoleh penjelasan materi, contoh pengerjaan, dan arahan langkah demi langkah melalui video atau media digital. Dengan begitu, proses belajar tetap berjalan tanpa harus menunggu kehadiran guru. Selain itu, siswa dapat mengulang materi yang belum dipahami sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan efektif.

2. Dalam PKR, berkurangnya ketergantungan pada guru mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas. Ketika guru tidak selalu berada di dekat mereka, siswa belajar memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku, internet, maupun sistem manajemen pembelajaran yang tersedia. Kondisi ini secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi digital yang merupakan keterampilan penting di abad ke-21. Semakin sering siswa diberi kesempatan belajar mandiri, semakin berkembang pula kemampuan mereka dalam mengelola proses belajar sendiri.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang terarah meskipun guru sedang fokus pada kelas lain. Aplikasi pembelajaran atau kuis digital dapat memberikan soal, menampilkan hasil, dan memberikan umpan balik secara langsung setelah siswa menjawab. Dengan adanya umpan balik tersebut, siswa dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan guru. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih efisien, menjaga keterlibatan siswa, dan membantu mereka terus berkembang secara mandiri selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by INDAH WULANDARI -
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Wulandari
NPM : 2353053027
Kelas : 6B

1. Teknologi sebagai Pembantu Instruksional Virtual dalam PKR
Dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR), teknologi berfungsi sebagai pembantu instruksional virtual yang membantu menjaga ritme pembelajaran saat guru sedang mengajar kelompok kelas lain. Melalui video pembelajaran, animasi, atau sumber belajar interaktif, siswa tetap dapat menerima penjelasan materi secara mandiri tanpa harus menunggu guru. Cara ini lebih efektif dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis karena siswa memperoleh arahan yang jelas, umpan balik visual, dan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga keterlibatan belajar tetap terjaga.

2. Hubungan Berkurangnya Ketergantungan pada Guru dengan Keterampilan Abad ke-21
Kondisi PKR yang membuat guru tidak selalu mendampingi setiap kelompok secara langsung mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam belajar. Dengan memanfaatkan teknologi, siswa belajar mencari informasi, menggunakan sumber belajar digital, dan mengakses sistem manajemen pembelajaran secara mandiri. Proses ini secara bertahap mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan belajar mandiri yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan dan dunia kerja modern.

3. Teknologi dalam Mengurangi Waktu Luang yang Tidak Produktif
Menurut saya penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa dapat terus belajar meskipun guru sedang fokus pada kelas lain. Perangkat lunak pendidikan dan aplikasi kuis memberikan latihan serta umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui hasil pekerjaannya saat itu juga. Dengan demikian, siswa tidak perlu menunggu koreksi dari guru untuk melanjutkan pembelajaran, sehingga waktu belajar menjadi lebih efektif, aktif, dan berkelanjutan.

Sekian terimakasih
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dina Puspita Sari -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Dina Puspita Sari
NPM : 2313053056
Izin menjawab terkait topik diskusi diatas pak,

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif lebih efektif dalam menjaga ritme pembelajaran dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Melalui video, siswa tetap mendapatkan penjelasan materi, contoh, dan arahan yang menyerupai kehadiran guru sehingga proses belajar tidak terhenti ketika guru sedang mengajar kelompok lain. Selain itu, media interaktif dapat membuat siswa lebih fokus dan terlibat dalam pembelajaran karena mereka tidak hanya membaca instruksi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami.

2. Menurut saya, keterbatasan guru dalam mendampingi setiap kelompok secara langsung dapat mendorong siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa dituntut untuk mencari informasi dari berbagai sumber, memanfaatkan teknologi, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Kondisi ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan belajar mandiri yang sangat dibutuhkan di era modern.

3. Menurut saya, teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang terarah meskipun guru tidak berada di dekat mereka. Aplikasi pembelajaran atau kuis digital dapat memberikan umpan balik secara langsung terhadap jawaban siswa sehingga mereka dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu guru. Dengan adanya umpan balik yang cepat, proses belajar menjadi lebih efisien, siswa tetap aktif, dan waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal.

sekian jawaban dari saya pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Ni putu sinta Prihana dewi -
Selamat siang bapak
Izin memperkenalkan diri
Nama: Ni Putu Sinta Prihana Dewi
NPM: 2353053026

Ijin menjawab
1. Instruksi berbasis video dan sumber belajar interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran lebih baik daripada sekadar memberikan tugas di papan tulis karena siswa tetap memperoleh penjelasan, contoh, dan arahan yang sistematis meskipun guru sedang mengajar kelompok lain. Video juga dapat diputar ulang sesuai kebutuhan siswa, sehingga mengurangi kebingungan dan waktu menunggu bantuan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berlangsung secara aktif dan berkesinambungan.

2. Dalam PKR, berkurangnya ketergantungan pada guru mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam mencari informasi dan memanfaatkan teknologi pembelajaran. Ketika guru tidak selalu tersedia, siswa belajar menggunakan sumber digital, mencari referensi yang relevan, dan mengelola tugas melalui platform pembelajaran. Proses ini membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kemampuan belajar mandiri.

3. Teknologi membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa dapat tetap terlibat dalam aktivitas belajar saat guru mendampingi kelompok lain. Aplikasi kuis dan perangkat lunak pendidikan mampu memberikan umpan balik secara langsung mengenai jawaban siswa, sehingga mereka dapat mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu guru. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih efisien, menjaga keterlibatan siswa, dan memungkinkan kemajuan belajar berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Ade Salsabila 2313053058 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
izin memperkenalkan diri

Nama: Ade Salsabila
NPM: 2313053058

izin menjawab diskusi, Pak
1. Instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran karena siswa tetap memperoleh penjelasan, contoh, dan arahan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Berbeda dengan tugas yang hanya ditulis di papan tulis, media digital dapat memberikan penjelasan yang lebih menarik dan mudah dipahami sehingga siswa tetap fokus dan aktif belajar secara mandiri.

2. Ketika guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa terdorong untuk mencari informasi, memecahkan masalah, dan menggunakan sumber belajar secara mandiri. Kondisi ini membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, kemandirian belajar, dan kemampuan mengelola informasi. Dengan demikian, keterbatasan guru justru dapat menjadi peluang bagi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang terarah saat menunggu bimbingan guru. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi kuis dapat memberikan umpan balik secara langsung mengenai jawaban siswa, sehingga mereka dapat mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu guru. Hal ini membuat proses belajar lebih efisien dan membantu siswa terus berkembang secara mandiri.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Nur Hasanah -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama: Nur Hasanah
NPM: 2313053061
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi di atas pak,

1. Penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dapat membantu menjaga ritme belajar peserta didik, terutama saat guru sedang fokus mengajar di kelompok lain. Melalui video, peserta didik tetap bisa medapatkan penjelasan seolah-olah guru hadir di depan mereka. Selain itu, media interaktif juga membuat peserta didik lebih tertarik dengan adanya gambar, suara, atau aktivitas lain yang bisa diikuti. Berbeda dengan metode tradisional yang hanya memberikan pembelajaran seperti menulis tugas di papan tu;os, tekologi memberikan arahan yang lebih jelas dan tentunya tidak membosankan.

2. Dalam pembelajaran kelas rangkap, keterbatasan guru justru bisa mendorong peserta didik menjadi lebih mandiri. Ketika guru tidak selalu mendampingi, peserta didik terdorong untuk mencari informasi sendiri, baik dari buku maupun sumber digital lainnya. Akibatnya, peserta didik akan terbiasa menggunakan teknologi, seperti mecari materi di internet. Peserta didik juga akan belajar mengatur waktu dan belajar memahami materi secara mandiri.

3. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran kelas rangkap dapat mengurangi waktu luang yan tidak produktif. Misalnya, melalui aplikasi kuis atau perangkat lunak yang digunakan dalam pembelajaran, peserta didik bisa langsung mengerjakan soal dan mendapatkan hasilnya secara cepat. Umpan balik yang diberikan juga dapat membantu peserta didik mengetahui kesalahan mereka tanpa harus menunggu guru memberikan penjelasan.

Sekian terima kasih, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh