Diskusi Pertemuan 11

fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd. -
Number of replies: 14

1. Dokumen tersebut mengartikulasikan bahwa teknologi bertindak sebagai pembantu instruksional virtual untuk mengurangi kendala yang ditimbulkan oleh ketidakhadiran fisik guru secara simultan. Periksa bagaimana penerapan instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dapat mempertahankan “ritme pembelajaran” siswa secara lebih efektif dibandingkan dengan metode tradisional (seperti hanya menetapkan tugas di papan tulis) ketika pendidik terlibat dalam mengajar tingkat kelas lain.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya malah dicirikan sebagai “katalis” bagi siswa untuk memperoleh keterampilan abad ke-21. Selidiki hubungan sebab-akibat antara berkurangnya ketergantungan pada guru (karena guru mengajar kelas lain) dan peningkatan kemampuan siswa untuk secara mahir menemukan informasi dan menavigasi sistem manajemen pembelajaran secara mandiri.

3. Dengan cara apa penggabungan teknologi dalam PKR secara khusus berfungsi untuk mengurangi “waktu luang yang tidak produktif”? Artikulasikan analisis Anda tentang bagaimana perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis dapat memberikan umpan balik langsung, sehingga memfasilitasi kemajuan siswa dalam perjalanan belajar mereka tanpa memerlukan instruksi langsung dari pendidik.


In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by DEVITA SARI -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan pak, saya :
Nama : Devitasari
NPM : 231053039
Kelas : 6b

izin mwnjawab pak
1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif memang lebih efektif untuk menjaga ritme belajar siswa, terutama saat guru sedang fokus ke kelas lain. Dibandingkan hanya memberi tugas di papan tulis, video bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas, terarah, dan bahkan bisa diulang oleh siswa jika belum paham. Jadi siswa tidak merasa “ditinggal”, karena tetap ada panduan yang membantu mereka memahami materi. Selain itu, media interaktif juga bisa membuat siswa lebih fokus dan tidak mudah bosan, sehingga alur pembelajaran tetap berjalan. Dengan begitu, meskipun guru tidak selalu hadir secara langsung, proses belajar tetap terasa hidup dan terarah.

2. Menurut saya, keterbatasan dalam PKR justru mendorong siswa untuk menjadi lebih mandiri. Karena guru tidak selalu bisa mendampingi, siswa jadi terbiasa mencari informasi sendiri, baik dari buku, media digital, maupun sumber lain. Hal ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, mencari informasi, dan memanfaatkan teknologi. Semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin besar peluang siswa untuk belajar mengelola proses belajarnya sendiri. Jadi kondisi ini sebenarnya membentuk siswa menjadi lebih adaptif dan tidak hanya menunggu arahan, tetapi aktif mencari solusi.

3. Menurut saya, penggabungan teknologi dalam PKR sangat membantu mengurangi waktu kosong yang tidak produktif. Misalnya dengan penggunaan aplikasi kuis atau platform pembelajaran, siswa bisa langsung mengerjakan tugas dan mendapatkan umpan balik secara otomatis. Ini membuat mereka tidak perlu menunggu guru untuk mengetahui apakah jawabannya benar atau salah. Dengan adanya feedback langsung, siswa bisa segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran. Selain itu, aktivitas seperti ini juga membuat siswa tetap terlibat dan tidak kehilangan fokus, sehingga waktu belajar bisa dimanfaatkan secara maksimal meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.

sekian jawaban dari saya, terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dinda Lailatus Sa'adah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
perkenalkan
Nama: Dinda Lailatus Sa'adah
NPM: 2313053062
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi tersebut:

  1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif mampu menjaga “ritme pembelajaran” siswa lebih baik dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Saat guru sedang fokus mengajar kelas lain, siswa tetap bisa mengikuti penjelasan melalui video yang sudah disiapkan, sehingga proses belajar tidak terhenti. Selain itu, media interaktif biasanya lebih menarik dan mudah dipahami karena dilengkapi visual dan audio, sehingga membantu siswa tetap fokus dan tidak kehilangan arah dalam belajar.
  2. Menurut saya, keterbatasan guru dalam PKR justru mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan terampil, terutama dalam mencari informasi. Karena tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, siswa terbiasa mencari jawaban sendiri melalui buku, internet, atau platform pembelajaran. Hal ini secara tidak langsung melatih kemampuan mereka dalam mengelola informasi dan menggunakan sistem pembelajaran digital. Jadi, semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin berkembang pula kemampuan siswa dalam belajar mandiri dan adaptif.
  3. Menurut saya, penggabungan teknologi dalam PKR sangat membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Aplikasi pembelajaran atau kuis interaktif bisa langsung memberikan umpan balik kepada siswa setelah mereka mengerjakan soal, sehingga mereka tahu letak kesalahan dan bisa segera memperbaikinya. Dengan adanya respon yang cepat ini, siswa tidak perlu menunggu guru untuk memeriksa pekerjaan mereka, sehingga waktu belajar menjadi lebih efisien dan terus berjalan.

sekian terima kasih Pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Intania Alda -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Intania Alda
Npm : 2313053040

Izin menjawab diskusi tersebut

1. Dalam pembelajaran PKR, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber belajar interaktif dapat membantu menjaga ritme belajar siswa ketika guru sedang mengajar kelas lain. Melalui video atau media digital, siswa tetap memperoleh penjelasan materi secara jelas dan terarah meskipun tanpa pendampingan langsung dari guru. Cara ini lebih efektif dibandingkan hanya menuliskan tugas di papan tulis, karena siswa tidak sekadar menerima instruksi, tetapi juga mendapatkan penjelasan, contoh, dan ilustrasi yang membuat mereka tetap fokus belajar. Selain itu, media interaktif mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa sehingga kegiatan belajar tetap berjalan aktif walaupun guru tidak berada di dekat mereka.
2. Dalam PKR, keterbatasan guru dan sumber daya justru dapat mendorong siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa dituntut untuk mencari informasi sendiri, memahami materi secara mandiri, dan menggunakan teknologi pembelajaran dengan lebih aktif. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, siswa menjadi lebih terbiasa menggunakan sistem pembelajaran digital atau sumber belajar online tanpa selalu menunggu arahan guru. Dengan demikian, berkurangnya ketergantungan pada guru dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola proses belajar mereka sendiri.
3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif di kelas. Saat guru sedang fokus mengajar kelompok lain, siswa tetap dapat melanjutkan pembelajaran melalui aplikasi edukasi, kuis interaktif, atau perangkat lunak pembelajaran. Teknologi tersebut memungkinkan siswa memperoleh umpan balik secara langsung, misalnya mengetahui jawaban yang benar atau salah setelah mengerjakan soal. Hal ini membuat siswa dapat segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan adanya umpan balik yang cepat dan aktivitas belajar yang terus berjalan, siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan tidak mudah kehilangan fokus selama proses pembelajaran berlangsung.

Sekian terimakasih bapak
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Tina Selviani -
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Perkenalkan, saya:

Nama : Tina Selviani
Kelas : 6B
NPM : 2313053052

Berikut jawaban saya terkait soal diskusi mengenai penerapan teknologi dalam Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR).

1. Menurut saya, penerapan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber belajar interaktif sangat membantu mempertahankan ritme pembelajaran siswa dalam PKR. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat belajar melalui penjelasan yang tersedia pada video atau media digital. Hal ini lebih efektif dibandingkan metode tradisional seperti hanya memberi tugas di papan tulis, karena siswa tidak hanya menerima tugas tetapi juga mendapatkan penjelasan materi secara langsung melalui audio dan visual. Selain itu, media interaktif membuat siswa lebih fokus, aktif, dan tidak mudah bosan sehingga proses belajar tetap berjalan meskipun guru tidak berada di depan kelas secara langsung.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya justru dapat melatih keterampilan abad ke-21 pada siswa. Karena guru harus membagi perhatian dengan kelas lain, siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Mereka terdorong untuk mencari informasi sendiri melalui internet, video pembelajaran, atau platform pembelajaran digital. Selain itu, siswa juga belajar menggunakan Learning Management System (LMS) untuk mengakses materi dan mengerjakan tugas secara mandiri. Dengan berkurangnya ketergantungan pada guru, kemampuan siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menggunakan teknologi menjadi semakin berkembang. Oleh karena itu, kondisi PKR dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian dan literasi digital siswa.

3. Penggabungan teknologi dalam PKR juga mampu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Melalui aplikasi pembelajaran seperti Quizizz, Kahoot, atau Wordwall, siswa dapat tetap aktif mengerjakan latihan saat guru sedang fokus mengajar kelas lain. Aplikasi tersebut memberikan umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui jawaban yang benar maupun salah tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan adanya umpan balik instan, siswa dapat segera memperbaiki kesalahannya dan melanjutkan proses belajar secara mandiri. Hal ini membuat waktu belajar lebih efektif, menjaga keterlibatan siswa, serta membantu mereka tetap mengalami kemajuan belajar walaupun pengawasan guru terbatas.

Demikian jawaban diskusi yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Tina Selviani

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Desmara Afinda -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamar siang pak, izin memperkenalkan diri
Nama : Desmara Afinda
NPM : 2313053037
Kelas : 6b

Izin menjawab diskusi diatas pak
1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber interaktif lebih efektif dibandingkan hanya menulis tugas di papan tulis karena siswa tetap bisa mengikuti penjelasan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Video membuat pembelajaran terasa lebih jelas dan menarik sehingga ritme belajar siswa tetap berjalan. Selain itu, siswa tidak mudah bosan karena ada gambar, suara, dan contoh yang membantu mereka memahami materi.

2. Menurut saya, ketika guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa menjadi lebih terbiasa belajar mandiri. Kondisi ini membuat mereka belajar mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memahami cara memakai sistem pembelajaran digital. Secara tidak langsung, hal tersebut membantu siswa memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri, mencari informasi, dan menggunakan teknologi dengan baik.

3. Menurut saya, teknologi dalam PKR dapat mengurangi waktu kosong yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki kegiatan belajar walaupun guru sedang fokus di kelas lain. Aplikasi kuis atau perangkat lunak pendidikan bisa langsung memberikan nilai dan umpan balik sehingga siswa tahu jawaban yang benar tanpa harus menunggu guru. Dengan begitu, proses belajar tetap berjalan dan siswa bisa lebih cepat memahami materi secara mandiri.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wbaraktuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Nia Cahyani -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Nia Cahyani
Kelas : 6B
NPM : 2313053060

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.
  1. Penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dan sumber daya interaktif dapat menjaga ritme pembelajaran siswa dengan lebih efektif dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Melalui video atau media interaktif, siswa tetap memperoleh penjelasan, contoh, dan arahan yang jelas meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi juga membuat pembelajaran lebih menarik dan membantu siswa tetap fokus sehingga proses belajar tidak terhenti hanya karena guru tidak hadir secara langsung di kelompok mereka.
  2. Dalam PKR, keterbatasan sumber daya justru mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa belajar mencari informasi sendiri, menggunakan sumber belajar digital, dan mengelola pembelajaran melalui sistem atau platform yang tersedia. Kondisi ini melatih kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta tanggung jawab belajar sehingga siswa tidak selalu bergantung pada arahan guru.
  3. Penggabungan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap dapat belajar secara aktif melalui aplikasi pendidikan, video, atau kuis interaktif saat guru sedang fokus pada kelas lain. Perangkat lunak pendidikan juga mampu memberikan umpan balik langsung terhadap jawaban siswa, sehingga mereka dapat segera mengetahui kesalahan dan memperbaikinya tanpa harus menunggu penjelasan guru. Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan secara berkelanjutan dan siswa dapat terus berkembang secara mandiri.

Sekian terimakasih Bapak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Fitri Gautari -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

izin memperkenalkan diri Pak,
Nama: Fitri Gautari
NPM : 2313053041
Kelas : 6B

izin menjawab diskusi diatas,
1. Menurut pendapat saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber interaktif bisa membuat ritme belajar siswa tetap berjalan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Dibanding hanya memberi tugas di papan tulis, media seperti video lebih menarik dan mudah dipahami karena siswa tetap mendapat penjelasan secara langsung melalui teknologi. Jadi, siswa tidak mudah bosan dan tetap fokus belajar secara mandiri.

2. Menurut saya, kondisi PKR yang membuat siswa tidak selalu bergantung pada guru justru melatih mereka menjadi lebih mandiri. Karena guru sedang mengajar kelas lain, siswa terdorong untuk mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memahami cara belajar melalui platform pembelajaran. Dari situ, keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri dan mencari informasi jadi lebih berkembang.

3.Menurut saya, penggunaan teknologi dalam PKR bisa mengurangi waktu kosong yang tidak produktif karena siswa tetap punya kegiatan belajar saat guru tidak berada di dekat mereka. Misalnya melalui aplikasi kuis atau software pendidikan, siswa bisa langsung mengetahui hasil dan kesalahannya tanpa harus menunggu guru memeriksa. Jadi, proses belajar tetap berjalan dan siswa bisa lebih cepat memahami materi.

Sekian terima kasih Pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Adinda Mutiara Cantika -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam bapak, izin memperkenalkan diri

Nama: Adinda Mutiara Cantika
Npm: 2313053063
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi,

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau sumber belajar interaktif dapat membantu menjaga ritme belajar siswa dengan lebih baik dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Saat guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap dapat mengikuti penjelasan materi melalui video, animasi, atau media digital sehingga proses belajar tidak terhenti. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih fokus dan tertarik karena pembelajaran terasa lebih hidup dan tidak monoton.

2. Dalam pembelajaran PKR, keterbatasan guru untuk mendampingi setiap kelas secara langsung justru dapat melatih kemandirian siswa. Karena tidak selalu bergantung pada penjelasan guru, siswa terdorong untuk mencari informasi sendiri, memahami materi melalui berbagai sumber, serta belajar menggunakan sistem pembelajaran digital secara mandiri. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir mandiri, memecahkan masalah, dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga dapat mengurangi waktu luang yang kurang produktif. Melalui aplikasi pembelajaran atau kuis digital, siswa dapat langsung mengerjakan latihan dan memperoleh umpan balik secara otomatis tanpa harus menunggu guru memeriksa satu per satu. Dengan adanya hasil dan penjelasan yang muncul secara langsung, siswa dapat mengetahui kesalahan mereka dan segera memperbaikinya. Hal tersebut membuat proses belajar menjadi lebih aktif, efisien, dan membantu siswa tetap terlibat dalam kegiatan pembelajaran meskipun guru sedang fokus mengajar kelompok lain.

Sekian jawaban saya, Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Desta Dwi Pertiwi -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Desta Dwi Pertiwi
Kelas : 6B
NPM : 2313053046

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.

  1. Menurut saya, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber belajar interaktif dalam PKR lebih efektif untuk menjaga ritme belajar siswa dibandingkan hanya memberikan tugas di papan tulis. Ketika guru sedang mengajar kelas lain, siswa tetap bisa mengikuti materi melalui video atau media yang sudah disiapkan sehingga pembelajaran tetap berjalan. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih tertarik dan tidak mudah bosan karena ada tampilan visual dan audio yang membantu mereka memahami materi. Jadi, teknologi membantu siswa tetap aktif belajar meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.
  2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan sumber daya justru dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, terutama kemampuan belajar mandiri dan literasi digital. Ketika guru harus membagi perhatian ke kelas lain, siswa menjadi lebih sedikit bergantung pada penjelasan langsung dari guru. Kondisi ini mendorong mereka untuk mencari informasi sendiri melalui internet, video pembelajaran, atau bahan yang tersedia di sistem manajemen pembelajaran. Selain itu, siswa juga belajar bagaimana mengakses tugas, mengumpulkan pekerjaan, dan memahami petunjuk secara mandiri melalui platform digital. Semakin sering siswa menghadapi situasi tersebut, semakin terlatih pula kemampuan mereka dalam memecahkan masalah, mengelola waktu, dan menggunakan teknologi secara efektif. Oleh karena itu, berkurangnya ketergantungan pada guru dapat menjadi faktor yang meningkatkan kemandirian dan kesiapan siswa menghadapi tuntutan pembelajaran modern.
  3. Penggabungan teknologi dalam PKR berperan penting dalam mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar yang jelas meskipun guru sedang fokus mengajar kelas lain. Perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis memungkinkan siswa mengerjakan latihan secara mandiri sambil memperoleh umpan balik langsung atas jawaban mereka. Ketika siswa mengetahui jawaban yang benar atau salah saat itu juga, mereka dapat segera memperbaiki kesalahan tanpa harus menunggu penjelasan guru. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien karena siswa terus terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, aplikasi pembelajaran yang interaktif juga membantu menjaga motivasi siswa sehingga mereka tidak mudah bosan atau kehilangan fokus. Dengan adanya teknologi tersebut, waktu belajar dapat dimanfaatkan secara maksimal dan siswa tetap mengalami kemajuan meskipun pendidik tidak mendampingi secara langsung setiap saat.
Sekian terimakasih Bapak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Latifah irsyadiyatul jannah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan pak, saya :
Nama : Latifah Irsyadiyatul Jannah
NPM : 2313053042
Kelas : 6B

1. Dalam PKR, penggunaan teknologi seperti video pembelajaran atau sumber interaktif dapat menjaga ritme belajar siswa lebih baik dibandingkan metode tradisional seperti hanya menulis tugas di papan tulis. Melalui video atau media interaktif, siswa tetap mendapatkan penjelasan materi secara jelas meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi juga membuat pembelajaran lebih menarik sehingga siswa tetap fokus dan tidak mudah bosan. Dengan demikian, proses belajar dapat terus berjalan secara aktif tanpa harus selalu menunggu kehadiran langsung guru.

2. Dalam kerangka PKR, keterbatasan guru dan sumber daya justru dapat melatih keterampilan abad ke-21 pada siswa. Karena guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, memahami materi, dan menggunakan sistem pembelajaran digital. Kondisi ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengelola proses belajar mereka sendiri. Semakin sedikit ketergantungan pada guru, semakin besar kesempatan siswa untuk belajar mengambil inisiatif dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR juga membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif. Saat guru sedang fokus mengajar kelompok lain, siswa tetap dapat belajar melalui aplikasi pendidikan, kuis digital, atau perangkat lunak pembelajaran. Teknologi tersebut biasanya memberikan umpan balik langsung, seperti menunjukkan jawaban benar atau salah dan memberikan penjelasan singkat. Dengan adanya respons cepat ini, siswa dapat segera memperbaiki kesalahan dan melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu bantuan guru. Akibatnya, waktu belajar menjadi lebih efektif dan siswa tetap aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by DINI FADHILLA PUTRI -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri Bapak,
Nama : Dini Fadhilla Putri
Kelas : 6B
NPM : 2313043054

Izin menjawab Diskusi tersebut Bapak,

  1. Pada pembelajaran kelas rangkap, penggunaan teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dibandingkan metode penugasan biasa. Jika guru hanya menuliskan tugas di papan tulis lalu berpindah mengajar ke kelas lain, siswa cenderung bekerja tanpa arahan yang jelas sehingga suasana belajar menjadi monoton. Sebaliknya, instruksi berbasis video mampu menghadirkan penjelasan yang lebih komunikatif karena terdapat suara, gambar bergerak, simulasi, dan contoh langsung yang membantu siswa memahami materi secara mandiri. Kehadiran media tersebut membuat siswa tetap merasa “didampingi” walaupun guru tidak berada di ruangan. Selain itu, sumber belajar interaktif membantu menjaga konsentrasi siswa lebih lama. Dalam pembelajaran tradisional, siswa yang kurang memahami tugas biasanya berhenti bekerja dan menunggu guru datang kembali. Namun pada media digital, siswa dapat mengulang penjelasan, mencoba latihan berkali-kali, atau mengikuti panduan langkah demi langkah secara mandiri. Teknologi juga memungkinkan pembelajaran berjalan lebih teratur karena aktivitas sudah dirancang dalam urutan tertentu. 
  2. Dalam sistem PKR, kondisi guru yang tidak selalu tersedia justru dapat memunculkan kebiasaan belajar yang lebih mandiri pada peserta didik. Ketika siswa tidak dapat terus-menerus bertanya kepada guru, mereka terdorong untuk menemukan jawaban melalui sumber lain seperti video pembelajaran, modul digital, atau platform belajar daring. Proses ini melatih kemampuan eksplorasi informasi yang sangat dibutuhkan pada era modern. Hubungan sebab-akibatnya terlihat jelas: semakin sering siswa menghadapi situasi belajar mandiri, semakin berkembang pula kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran sendiri. Mereka mulai terbiasa memahami instruksi digital, mencari referensi tambahan, hingga menggunakan fitur-fitur pada sistem pembelajaran daring tanpa bantuan guru. Bahkan, siswa belajar mengambil keputusan sendiri mengenai langkah yang harus dilakukan ketika mengalami kesulitan belajar. Keadaan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih aktif dan bertanggung jawab. Peserta didik tidak lagi menunggu penjelasan dari guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan mulai berinisiatif mencari informasi secara mandiri. 
  3. Teknologi dalam PKR berperan penting dalam mengurangi waktu belajar yang terbuang karena siswa tetap dapat berinteraksi dengan materi walaupun guru sedang mengajar kelompok lain. Pada pembelajaran tanpa teknologi, siswa sering mengalami jeda panjang setelah menyelesaikan tugas karena harus menunggu guru memeriksa pekerjaan mereka. Waktu tunggu tersebut sering berubah menjadi aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Melalui aplikasi pendidikan atau perangkat lunak pembelajaran, siswa dapat memperoleh respons secara langsung setelah mengerjakan soal. Misalnya, ketika jawaban salah, sistem segera memberikan tanda kesalahan beserta petunjuk perbaikan. Sebaliknya, jika jawaban benar, siswa dapat langsung melanjutkan ke materi berikutnya tanpa menunggu instruksi guru. Mekanisme ini membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien.
Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima Kasih..

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Catur Putri Purnaningrum -
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama: Catur Putri P.
NPM: 2313053045
Kelas: 6B
Izin menjawab pak,

1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau media interaktif lebih efektif dibanding hanya memberi tugas di papan tulis karena siswa tetap mendapatkan penjelasan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Video dapat membantu siswa memahami materi langkah demi langkah, sehingga “ritme belajar” tetap berjalan dan siswa tidak hanya menunggu guru selesai mengajar kelompok lain. Selain itu, media interaktif juga membuat siswa lebih fokus dan tidak mudah bosan.

2. Dalam PKR, keterbatasan guru justru bisa melatih siswa menjadi lebih mandiri. Karena guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa belajar mencari informasi sendiri, menggunakan teknologi, dan memanfaatkan sumber belajar digital. Menurut saya, kondisi ini secara tidak langsung melatih keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, dan kemampuan belajar mandiri.

3. Penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu kosong karena siswa tetap memiliki aktivitas belajar saat guru fokus ke kelas lain. Misalnya, aplikasi kuis atau software pendidikan bisa langsung memberikan skor dan umpan balik otomatis setelah siswa menjawab soal. Dengan begitu, siswa bisa mengetahui kesalahannya secara langsung dan tetap melanjutkan pembelajaran tanpa harus menunggu penjelasan guru terlebih dahulu.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Risty Najwa Syahbanu -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama : Risty Najwa Syahbanu
Kelas : 6/B
NPM : 2313053053

Izin menjawab pertanyaan tersebut pak.
  1. Penggunaan instruksi berbasis video atau sumber daya interaktif dalam PKR lebih efektif menjaga ritme pembelajaran dibandingkan metode tradisional seperti hanya memberi tugas di papan tulis. Video dan media interaktif membuat siswa tetap fokus, aktif, dan dapat belajar secara mandiri meskipun guru sedang mengajar kelompok lain. Teknologi itu dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih jelas melalui gambar, suara, dan contoh langsung sehingga mereka tidak mudah bosan atau kehilangan arah belajar. Berbeda dengan tugas tertulis biasa yang cenderung pasif, media digital membuat proses belajar tetap berjalan teratur dan produktif walaupun guru tidak selalu berada di dekat mereka.
  2. Keterbatasan kehadiran guru membuat siswa tidak bisa selalu bergantung pada penjelasan langsung. Karena guru juga mengajar kelas lain, siswa didorong untuk mencari informasi sendiri, memahami petunjuk, dan menggunakan teknologi belajar secara mandiri. Keadaan ini melatih siswa untuk lebih terampil menggunakan sistem manajemen pembelajaran, mencari sumber informasi yang benar, dan menyelesaikan tugas tanpa harus selalu dibimbing guru. Akibatnya, siswa menjadi lebih mandiri, aktif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi. Inilah yang membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, pemecahan masalah, dan kemampuan belajar mandiri.
  3. Penggunaan teknologi dalam PKR membantu mengurangi waktu luang yang tidak produktif karena siswa tetap memiliki kegiatan belajar yang jelas saat guru mengajar kelompok lain. Melalui perangkat lunak pendidikan atau aplikasi berbasis kuis, siswa dapat langsung mengerjakan latihan, menonton materi, atau mengikuti evaluasi secara mandiri sehingga waktu belajar tidak terbuang sia-sia. Aplikasi berbasis kuis biasanya memberikan umpan balik langsung, seperti menunjukkan jawaban benar atau salah dan memberikan skor otomatis. Hal ini membantu siswa segera mengetahui kesalahan mereka dan memperbaikinya tanpa harus menunggu guru datang. Jadi, proses belajar tetap berjalan aktif, terarah, dan efisien meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: fungsi teknologi sebagai aset strategis dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Dwi Rahayu Sekarningrum -

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam bapak, izin memperkenalkan diri

Nama: Dwi Rahayu Sekarningrum
Npm: 2313053044
Kelas: 6B

Izin menjawab,

  1. Menurut saya, penggunaan video pembelajaran atau media interaktif lebih efektif dibandingkan sekadar pemberian tugas di papan tulis karena siswa tetap memperoleh penjelasan dan arahan meskipun guru sedang mengajar kelas lain. Teknologi membantu menjaga kontinuitas pembelajaran sehingga waktu belajar tidak banyak terbuang.
  2. Keterbatasan pendampingan guru justru dapat melatih kemandirian siswa. Siswa terdorong untuk mencari informasi, mengeksplorasi sumber belajar, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada self-directed learning.
  3. Integrasi teknologi dalam PKR mampu mengurangi waktu kosong karena siswa selalu memiliki aktivitas belajar yang terarah. Selain itu, aplikasi kuis atau platform pembelajaran yang memberikan umpan balik langsung memungkinkan siswa mengetahui hasil belajarnya saat itu juga tanpa harus menunggu guru, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekian, Terima Kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.