1. Kualitas Sastra
Menurut M. H. Abrams dalam
The Mirror and the Lamp, kualitas sastra bergantung pada sudut pandang untuk menilainya.
A. Pendekatan mimetik, melihat kualitas karya sastra sebagai tiruan yang mencerminkan kehidupan nyata.
B. Pendekatan ekspresif, melihat kualitas karya sastra sebagai bagian dari emosi, pikiran dan perasaan dari penulis.
C. Pendekatan pragmatik, melihat kualitas berdasarkan dampaknya terhadap pembaca, yang dapat mempengaruhi atau menghibur pembaca.
D. Pendekatan objektif menilai karya sastra dari struktur intrinsiknya seperti tema, alur, tokoh, gaya bahasa, dan kesatuan makna.
2. Hubungan Teks dan Penulis
Hubungan antara teks dan penulis juga berbeda menurut tiap pendekatan.
A. Pendekatan ekspresif, hubungan teks dan penulis sangat erat, teks dilihat sebagai produk yang dianggap untuk merefleksikan kepribadian atau pengalaman hidup penulis.
B. Pendekatan mimetik, penulis dilihat sebagai pengamat realitas yang menjadikan karya sastra sebagai kehidupan dalam bentuk cerita, yang mencerminkan dunia nyata.
C. Pendekatan pragmatik, penulis berperan sebagai penyampai pesan untuk memberi pengaruh kepada pembaca.
D. Pendekatan objektif, fokus utama berada pada teks itu sendiri, tanpa harus melihat latar belakang atau niat penulis.
3. Peran Pembaca
Peran pembaca ditekankan dalam pendekatan pragmatik. Dalam pendekatan pragmatik, Teks dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu yang keberhasilannya diukur dari reaksi pembaca. Jika pembaca merasa terhibur, atau mendapatkan pelajaran maka karya tersebut dianggap berhasil. Pendekatan pragmatik memiliki fungsi sosial yang kuat.
4. Status Media Teks atau Bahasa
Bahasa sebagai media sastra memiliki fungsi yang berbeda sesuai pendekatannya.
A. Pendekatan mimetik, bahasa berfungsi untuk menggambarkan realita dan meyakinkan secara jelas, yang berfokus pada kejelasan deskripsi.
B. Pendekatan ekspresif, bahasa menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi dan imajinasi penulis, melalui gaya bahasa yang menunjukkan keunikan pribadi penulis.
C. Pendekatan pragmatik, bahasa digunakan untuk memengaruhi dan menyentuh emosi pembaca.
D. Pendekatan objektif, bahasa dipandang sebagai unsur penting dalam struktur dan dianalisis untuk menemukan makna yang terkandung di dalam teks.