Diskusi Pertemuan 6

Pertanyaan Diskusi Kemajuan Evaluasi PKR

Re: Pertanyaan Diskusi Kemajuan Evaluasi PKR

oleh Lutfiatun Nisa -
Jumlah balasan: 0
Nama : Lutfiatun Nisa
NPM : 2313053175
Kelas : 6/F

Izin menjawab pertanyaan diskusi pak,
1. Berdasarkan materi, self-assessment dirancang bukan sekadar alat administratif, melainkan sebagai sarana membangun kesadaran metakognitif siswa melalui pertanyaan reflektif seperti "Apa yang sudah saya pahami hari ini?" dan "Bagian mana yang paling sulit?". Untuk memastikan integritas, instruktur perlu menanamkan budaya kejujuran yang dikaitkan langsung dengan prinsip evaluasi yang bersifat mendidik, bukan menghukum. Siswa perlu memahami bahwa hasil self-assessment yang jujur justru menguntungkan mereka karena guru akan memberikan bimbingan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil refleksi mingguan sebagai bagian dari portofolio dapat dibandingkan dan diverifikasi konsistensinya oleh guru, sehingga data yang dihasilkan tetap bermakna secara pedagogis dan bukan sekadar formalitas.

2. Didalam materi menyebutkan bahwa peer assessment memberdayakan siswa kelas tinggi untuk memberikan umpan balik awal bagi kelas rendah, dengan tujuan melatih objektivitas penilai sekaligus mengurangi rasa takut bagi yang dinilai. Agar hal ini berjalan tanpa menimbulkan tekanan sosial, rubrik penilaian harus memuat kriteria konkret dan terukur yang berfokus pada indikator perilaku spesifik seperti yang tercantum dalam matriks observasi PKR, yaitu tingkat kemandirian, pola interaksi sosial, dan ketepatan penyelesaian tugas. Penting pula untuk menegaskan kepada siswa bahwa penilaian ditujukan pada hasil kerja, bukan pada orangnya, sehingga tercipta komunitas belajar yang inklusif sebagaimana yang diidealkan dalam dokumen ini.

3. Alur pelaksanaan evaluasi PKR yang terdiri dari empat tahap mulai dari diagnostik awal hingga tindak lanjut. Strategi paling realistis adalah mendistribusikan peran pengamatan secara sistematis, di mana ketika guru sedang melakukan penilaian otentik pada satu kelompok kelas, kelompok lainnya mengerjakan tugas portofolio yang bersifat mandiri seperti menyusun draf tulisan atau lembar refleksi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip dalam dokumen bahwa portofolio berfungsi sebagai jendela bagi guru untuk melihat proses berpikir siswa di luar jam tatap muka langsung, sehingga data penilaian otentik tetap terkumpul melalui artefak yang dapat ditinjau kemudian tanpa guru harus hadir secara fisik di semua kelompok dalam waktu bersamaan.