FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Number of replies: 7


                                                               


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi KONSEP DASAR IPS yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz




In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Mayla Amrina Zahra 2513053097 -
In reply to Mayla Amrina Zahra 2513053097

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by NOVI PUSPITA ANGGREINI -
Nama: Novi Puspita Anggreini
NPM: 2513053093

Pertanyaan:
Apa kendala yang mungkin dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran IPS berbasis kontekstual di lingkungan sekolah dengan keterbatasan fasilitas?
In reply to NOVI PUSPITA ANGGREINI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Mayla Amrina Zahra 2513053097 -
Nama : Mayla Amrina Zahra
Npm : 2513053097
Kelompok 2

Terimakasih atas pertanyaannya Novi.
Kendala utama guru dalam menerapkan pembelajaran IPS berbasis kontekstual di SD dengan fasilitas terbatas adalah:
1. Kurangnya pelatihan guru tentang metode kontekstual.
2. Minimnya media dan sumber belajar berbasis lingkungan lokal.
4. Beban administrasi yang tinggi dan waktu pelajaran yang terbatas.
5. Fasilitas fisik yang tidak mendukung (proyektor, ruang kelas, dll).
Kendala ini bisa diatasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media belajar utama
In reply to Mayla Amrina Zahra 2513053097

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Sherana Qanita Aluna -
Nama: Sherana Qanita Aluna
Npm: 2513053092

Pertanyaan:
Apakah kebutuhan pembelajaran IPS di Sd lebih menekankan pada penguasaan materi atau pembentukan karakter sosial siswa?
In reply to Sherana Qanita Aluna

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Mayla Amrina Zahra 2513053097 -
Nama : Mayla Amrina Zahra
Npm : 2513053096
Kelompok 2

Terimakasih Sherana atas pertanyaannya.
Menurut saya, pembelajaran IPS di SD lebih menekankan pembentukan karakter sosial siswa daripada sekadar penguasaan materi. Penguasaan materi penting sebagai dasar, tetapi tujuan utama IPS adalah membentuk siswa yang bertanggung jawab, toleran, peduli sosial, dan menghargai keberagaman. Kedua aspek ini sebaiknya berjalan bersama melalui pendekatan kontekstual.
In reply to Mayla Amrina Zahra 2513053097

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Dela Antriana -
Nama : Dela Antriana
Npm. : 2513053098

Pertanyaan:
Sejauh mana pembelajaran IPS di SD sudah mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari?
In reply to Dela Antriana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Kaneza Fa'aqurata Ayun -
Nama: Kaneza Fa'aqurata Ayun
NPM: 2513053095

Terima kasih atas pertanyaannya Dela, saya izin menjawab pertanyaannya.

Secara ideal, pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dirancang untuk menjadi jembatan antara siswa dan lingkungan sosialnya. Namun, jika kita melihat kondisi di lapangan berdasarkan kajian materi kelompok kami, terdapat kesenjangan antara potensi dan realitas praktik yang ada.

1. Realitas Tantangan di Lapangan
Saat ini, pembelajaran IPS masih sering terjebak dalam pola hafalan. Materi dianggap terlalu teoretis dan kurang mampu menjawab kebutuhan riil atau masalah nyata yang dihadapi siswa dalam keseharian mereka. Hal ini menyebabkan pembelajaran terkadang terasa jauh dari dunia anak.

2. Kebutuhan Berdasarkan Tahap PerkembanganMeskipun ada tantangan hafalan, secara psikologis siswa SD yang berada pada rentang usia 6-12 tahun memiliki kebutuhan mutlak akan pembelajaran yang konkret. Karena berada pada tahap operasional konkret, siswa hanya bisa menyerap informasi dengan optimal jika materi tersebut dihubungkan langsung dengan apa yang mereka lihat dan alami sehari-hari. Oleh karena itu, tingkat keterkaitan materi dengan dunia nyata menjadi faktor penentu apakah materi tersebut akan dipahami secara bermakna atau hanya sekadar dihafal.

3. Upaya Strategis Melalui Peran Guru untuk mengatasi hambatan tersebut, keterkaitan dengan kehidupan nyata diupayakan melalui transformasi peran guru sebagai berikut:Sebagai Mediator: Guru bertugas menjembatani antara teori abstrak yang ada di buku teks dengan realitas sosial yang dialami siswa. Strategi CTL (Contextual Teaching and Learning), guru didorong untuk selalu mengaitkan setiap topik IPS dengan situasi dunia nyata agar pembelajaran menjadi lebih relevan. Pemanfaatan Lingkungan, menggunakan lingkungan sekitar sekolah bukan hanya sebagai tempat bermain, melainkan sebagai "laboratorium hidup" untuk memahami interaksi sosial dan ekonomi secara langsung.

Dapat disimpulkan bahwa secara sistematis, pembelajaran IPS di SD sudah memiliki perangkat dan strategi untuk sangat berkaitan dengan kehidupan nyata. Namun, tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengolah materi agar tidak lagi bersifat satu arah dan berfokus pada hafalan, melainkan berpusat pada pengalaman nyata siswa (student-centered).