Salam pembelajar,
Topik pekan ini adalah mengkaji Kebutuhan akan sumber daya manusia: penawaran dan permintaan tenaga terdidik, karakteristik tenaga terdidik.
Apa yang ada dalam pemikiran anda terkait dengan topik tersebut? Adakah kalian sudah membaca referensi terkait dari buku maupun jurnal nasional/internasional?
Mari kita bahas bersama,
KEBUTUHAN AKAN SUMBER DAYA MANUSIA
(Penawaran dan Permintaan Tenaga Terdidik serta Karakteristiknya)
Kerangka Dasar: Pasar Tenaga Kerja Terdidik
Mahasiswa sekalian,
Dalam ekonomi, tenaga kerja terdidik dianalisis melalui mekanisme permintaan (demand) dan penawaran (supply) di pasar tenaga kerja.
Secara sederhana:
- Permintaan tenaga terdidik → berasal dari dunia usaha/industri
- Penawaran tenaga terdidik → berasal dari sistem pendidikan
Keseimbangan keduanya menentukan:
- Tingkat upah
- Tingkat pengangguran terdidik
- Tingkat mismatch pendidikan
Permintaan Tenaga Terdidik (Demand for Educated Labor)
A. Perspektif Teori Ekonomi
Permintaan tenaga kerja bersifat derived demand (permintaan turunan).
Artinya:
Perusahaan mempekerjakan tenaga terdidik karena mereka membantu menghasilkan output.
Dalam teori produktivitas marginal:
- Perusahaan akan mempekerjakan tenaga kerja sampai
- Nilai produk marginal (VMP) = upah
Jika produktivitas tenaga terdidik tinggi → permintaan meningkat → upah naik.
B. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Terdidik
1. Perubahan Teknologi
Dalam teori pertumbuhan endogen oleh Paul Romer, inovasi menjadi kunci pertumbuhan.
Ekonomi digital meningkatkan permintaan pada:
- Data scientist
- Engineer
- Software developer
- Analis keuangan
Fenomena
ini disebut:
Skill-Biased Technological Change (SBTC)
→ Teknologi lebih
menguntungkan pekerja berpendidikan tinggi.
2. Struktur Ekonomi
Negara berbasis industri & jasa modern → permintaan tinggi pada tenaga terdidik.
Contoh:
- Singapura
Ekonomi berbasis jasa keuangan & teknologi → mayoritas tenaga kerja terdidik. - Indonesia
Masih dominan sektor informal & berbasis komoditas → struktur permintaan tenaga terdidik belum optimal.
3. Globalisasi dan MEA
Mobilitas tenaga kerja regional meningkatkan persaingan tenaga terdidik antar negara ASEAN.
Penawaran Tenaga Terdidik (Supply of Educated Labor)
Penawaran berasal dari:
- Sekolah
- Perguruan tinggi
- Lembaga pelatihan
- Pendidikan vokasi
Secara ekonomi, keputusan individu untuk sekolah dipengaruhi oleh teori Human Capital oleh:
- Gary Becker
Individu akan melanjutkan pendidikan jika:
ExpectedReturn>CostofEducationExpected Return > Cost of EducationExpectedReturn>CostofEducation
Biaya:
- Biaya langsung (SPP, buku)
- Biaya tidak langsung (opportunity cost)
Manfaat:
- Upah lebih tinggi
- Status sosial
- Stabilitas pekerjaan
Data Empirik dan Fakta Kontekstual Indonesia
Fakta 1: Peningkatan Partisipasi Pendidikan
- Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Indonesia meningkat signifikan dalam 20 tahun terakhir.
- Jumlah lulusan sarjana meningkat tajam.
Namun...
Fakta 2: Pengangguran Terdidik
Data BPS menunjukkan:
- Pengangguran terbuka cukup tinggi pada lulusan SMK dan sarjana muda.
- Terjadi mismatch antara kompetensi dan kebutuhan industri.
Fenomena ini disebut:
Educated Unemployment
Fakta 3: Return to Education
Berbagai studi menunjukkan:
- Tambahan 1 tahun sekolah meningkatkan upah sekitar 7–10% (estimasi umum model Mincer di banyak negara berkembang).
- Namun return berbeda antar jurusan.
Contoh kontekstual:
- Lulusan teknik & kesehatan → return tinggi
- Lulusan bidang tertentu di ilmu sosial → return lebih bervariasi
Ketidakseimbangan: Mismatch Pasar Tenaga Kerja
Ada tiga bentuk mismatch:
1. Vertical Mismatch
Tingkat pendidikan lebih tinggi dari pekerjaan (over-education).
Contoh:
Sarjana bekerja sebagai admin entry-level.
2. Horizontal Mismatch
Bidang studi tidak sesuai pekerjaan.
Contoh:
Lulusan pertanian bekerja di sektor perbankan.
3. Skill Mismatch
Industri butuh soft skills & digital skills, tetapi lulusan kurang siap.
Karakteristik Tenaga Terdidik
Tenaga terdidik memiliki beberapa karakteristik ekonomi:
A. Produktivitas Lebih Tinggi
Mampu:
- Menggunakan teknologi
- Beradaptasi
- Menghasilkan inovasi
B. Upah Lebih Tinggi
Teori
Mincer:
Upah meningkat seiring tahun pendidikan dan pengalaman.
C. Elastisitas Mobilitas Tinggi
Lebih mudah berpindah sektor dan wilayah.
D. Risk-Taker dalam Inovasi
Lebih berpeluang menjadi wirausaha modern.
Perspektif Multi-Perspektif
Sebagai mahasiswa Ekonomi Pendidikan, kita harus melihat dari beberapa sudut.
Perspektif Neoklasik
- Pasar tenaga kerja akan mencapai keseimbangan.
- Jika kelebihan sarjana → upah turun → orang berhenti kuliah → seimbang.
Namun realitas tidak sesederhana itu.
Perspektif Struktural
Masalah bukan hanya individu, tetapi:
- Kurikulum tidak relevan
- Informasi pasar kerja tidak transparan
- Industri kurang berkembang
Perspektif Institusional
Kebijakan pemerintah sangat menentukan:
- Link and match pendidikan–industri
- Pendidikan vokasi
- Sertifikasi kompetensi
- Investasi riset
Perspektif Sosiologis (Signaling Theory)
Ijazah tidak selalu meningkatkan produktivitas, tetapi:
- Berfungsi sebagai sinyal kemampuan
- Alat seleksi dalam rekrutmen
Ilustrasi Sederhana dalam Grafik Konseptual
Jika:
- Supply tenaga terdidik meningkat cepat
- Demand tumbuh lambat
→ Terjadi surplus
tenaga terdidik
→ Pengangguran
terdidik naik
→ Return pendidikan
menurun
Sebaliknya:
Jika:
- Ekonomi tumbuh pesat
- Industri padat teknologi berkembang
→ Demand naik
→ Upah naik
→ Insentif sekolah
meningkat
Tantangan Masa Depan
Di era:
- AI
- Otomatisasi
- Ekonomi digital
Permintaan bukan hanya pada gelar, tetapi pada:
- Kompetensi
- Adaptabilitas
- Lifelong learning
Negara seperti:
- Korea Selatan
Berhasil menyelaraskan sistem pendidikan dengan industrialisasi.
Indonesia masih menghadapi tantangan:
- Ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah
- Kesenjangan digital
- Dominasi sektor informal