Pada pertemuan terakhir mata kuliah Pendidikan Integritas dan Anti Korupsi, mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan dengan tertib dan penuh tanggung jawab secara online, selanjutnya mengerjakan kuis akhir secara mandiri, jujur, dan tanpa bekerja sama sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap nilai-nilai integritas dan antikorupsi, serta diminta untuk menyampaikan pendapat, refleksi, kritik, dan saran mengenai proses perkuliahan yang telah berlangsung selama satu semester, meliputi manfaat mata kuliah, relevansi materi, efektivitas metode pembelajaran, dan rekomendasi perbaikan ke depan, yang disampaikan secara objektif, santun, dan bertanggung jawab sebagai wujud penerapan integritas akademik.
LIANK KUIS https://wayground.com/join?gc=64598598
MOHON DIKERJAKAN
Metode pembelajarannya menurut saya juga cukup efektif, apalagi ketika ada diskusi dan contoh-contoh nyata yang membantu saya memahami persoalan korupsi lebih dalam. Pembelajaran online-nya juga berjalan cukup tertib dan bisa diikuti dengan nyaman.
Untuk kuis akhir, saya cukup setuju kalau memang harus dikerjakan secara mandiri dan jujur sebagai bentuk penerapan integritas. Menurut saya itu juga jadi cara buat menguji seberapa paham kita terhadap materi, tanpa bantuan orang lain.
Secara keseluruhan, mata kuliah ini cukup membuka wawasan dan mengingatkan saya pentingnya menerapkan nilai integritas dalam hal-hal kecil maupun besar. Semoga ke depannya pembelajarannya makin variatif dan lebih banyak ruang buat diskusi.
Selain itu, kami diminta menyampaikan pendapat, refleksi, kritik, dan saran mengenai seluruh proses perkuliahan selama satu semester. Menurut saya, bagian ini sangat penting karena memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menilai manfaat mata kuliah, sejauh mana materi yang diberikan relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif. Kami juga diminta memberikan rekomendasi perbaikan secara objektif dan santun. Bagi saya, cara ini menunjukkan bahwa integritas akademik bukan hanya soal kejujuran, tetapi juga keberanian memberikan masukan dengan cara yang bertanggung jawab demi peningkatan kualitas pembelajaran ke depannya.
Metode pembelajaran yang digunakan dosen seperti diskusi, studi kasus, dan tugas observasi cukup efektif mendorong kami untuk lebih aktif. Serta pembuatan modul yang dimana membantu saya memahami permasalahan atau contoh tindakan yang masih sering terjadi.
Sebagai masukan ke depan, saya berharap beberapa topik bisa dijadwalkan atau disederhanakan agar pembahasannya bisa lebih optimal. Serta adanya pembahasan ulang supaya lebih optimal dan berkelanjutan dari yang telah kami dapati. Dan akan sangat membantu juga jika diberikan lebih banyak contoh kasus yang relevan dengan situasi terkini, sehingga pemahaman kami terhadap dinamika masyarakat bisa semakin kuat.
Menurut saya, metode pembelajaran yang digunakan selama satu semester cukup efektif, terutama ketika dosen memberikan studi kasus dan mengajak kami untuk berdiskusi. Kedepannya supaya lebih banyak contoh nyata dan ruang diskusi agar bisa lebih aktif lagi dalam menganalisis perilaku yang berkaitan dengan integritas.
Dari segi penyampaian, materi sudah disampaikan dengan cukup jelas, meskipun ada beberapa bagian yang menurut saya bisa dibuat lebih variatif agar pembelajaran tidak terasa terlalu satu arah.
Untuk saran ke depan, mungkin metode pembelajaran dapat dibuat sedikit lebih interaktif supaya suasana kelas lebih hidup dan mahasiswa bisa lebih terlibat. Secara keseluruhan, mata kuliah ini sangat bermanfaat dan membantu menumbuhkan kesadaran saya tentang pentingnya berlaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari integritas pribadi.
jadi selama satu semester saya mengikuti mata kuliah Pendidikan Integritas dan Anti Korupsi, saya merasakan bahwa mata kuliah ini memberikan manfaat yang sangat penting, terutama dalam membangun kesadaran mengenai nilai kejujuran, tanggung jawab, serta sikap kritis terhadap praktik koruptif di lingkungan sekitar. Materi yang diberikan terasa relevan dengan kondisi sosial dan birokrasi Indonesia saat ini, karena mampu membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana korupsi bekerja, dampaknya bagi masyarakat, serta langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, pembahasan studi kasus nyata membuat kami lebih mudah memahami persoalan korupsi secara konkret, bukan hanya secara teoritis.
Kalo dari sisi metode pembelajaran, penyampaian materi melalui diskusi kelas, studi kasus, dan presentasi kelompok cukup efektif karena mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Namun, masih terdapat beberapa pertemuan yang terasa kurang interaktif karena dominasi metode ceramah, sehingga partisipasi mahasiswa menjadi terbatas. Akan lebih optimal jika pembelajaran diperbanyak dengan simulasi, role play, atau analisis kasus yang lebih variatif agar pemahaman tentang integritas tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku.
saran untuk perbaikan ke depan, saya berharap materi dapat diperkuat dengan contoh kasus terbaru yang relevan, dan mudah untuk mahasiswa memahaminya. mata kuliah ini telah memberikan landasan penting bagi pengembangan karakter dan etika akademik, dan saya merasa pengalaman belajar ini sangat berharga dalam membangun komitmen pribadi untuk menjunjung tinggi integritas di kehidupan kampus maupun masyarakat.
Untuk metode pembelajaran, menurut saya sudah baik, terutama ketika dosen memberi contoh kasus nyata atau diskusi terbuka. Itu bikin kelas lebih hidup dan memudahkan kami memahami konsep-konsep yang awalnya terasa berat. Hanya saja, ada beberapa pertemuan yang agak padat materi sehingga butuh waktu lebih untuk benar-benar mencerna isinya. Mungkin ke depan bisa lebih banyak sesi diskusi atau studi kasus, jadi mahasiswa lebih aktif dan tidak hanya menerima materi satu arah.
Secara keseluruhan, perkuliahan ini membantu saya melihat integritas bukan cuma teori, tapi sesuatu yang memang harus dipraktikkan dalam hal kecil: jujur dalam mengerjakan tugas, menghargai waktu, dan bertanggung jawab sama apa yang kita kerjakan. Saran saya, semoga semester depan bisa ada kombinasi antara pemaparan materi, diskusi kelompok, dan mungkin sedikit praktik atau simulasi, supaya pemahaman kami lebih kuat dan tidak hanya berhenti pada teori.
Dari segi relevansi, materi perkuliahan sangat sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini. Pembahasan mengenai budaya antikorupsi, penguatan karakter, serta contoh-contoh kasus aktual membuat saya lebih menyadari pentingnya bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini terasa sangat dekat dengan realitas kehidupan kampus, terutama ketika diharuskan mengerjakan tugas, forum, dan kuis secara mandiri tanpa kerja sama atau kecurangan.
Untuk metode pembelajaran daring, saya merasa sudah cukup efektif selama dosen dapat memberikan penjelasan yang terstruktur, interaktif, dan disertai contoh konkret. Namun, akan lebih baik jika ke depan terdapat lebih banyak kegiatan diskusi atau studi kasus langsung agar mahasiswa bisa lebih aktif dan memahami konteks dengan lebih mendalam.
Sebagai rekomendasi perbaikan, saya menyarankan agar materi visual seperti infografis, video pendek, ataupun simulasi kasus dapat ditambahkan untuk membantu mahasiswa yang lebih mudah memahami melalui metode audiovisual. Selain itu, sesi refleksi kelompok atau forum diskusi terarah juga dapat memperkaya proses belajar karena memberi ruang untuk bertukar perspektif.
Secara keseluruhan, saya merasa perkuliahan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran integritas dan sikap antikorupsi. Saya berterima kasih atas proses pembelajaran yang telah berlangsung dan berharap ke depannya mata kuliah ini dapat terus dikembangkan agar semakin relevan dan berdampak.
Yang saya rasakan selama pembelajaran, mata kuliah ini cukup membuka wawasan dan membantu saya menyadari bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas lembaga hukum, tetapi berawal dari kesadaran diri. Metode diskusi yang digunakan juga membuat suasana lebih hidup karena kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga diminta berpendapat dan menilai situasi dari berbagai sudut pandang. Mungkin akan lebih menarik lagi jika ada sesi yang mensimulasikan pengambilan keputusan secara langsung, agar kami benar-benar merasakan dilema antara pilihan yang mudah dan pilihan yang benar.
Ke depan, saya berharap mata kuliah ini tetap menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan jujur pada diri sendiri. Mungkin bisa dipertimbangkan kegiatan yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam gerakan antikorupsi di lingkungan kampus, bukan hanya sebagai pembelajaran tetapi sebagai kebiasaan sosial. Secara pribadi, saya merasa mata kuliah ini memberikan bekal penting, bukan hanya untuk studi, tetapi juga sebagai sikap hidup yang akan saya bawa di masa mendatang.
Secara keseluruhan, metode yang digunakan oleh Dosen sudah berlangsung dengan teratur dan mudah dipahami. Dosen juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi, yang membantu mahasiswa untuk mengerti konsep dengan lebih mendalam. Akan tetapi, pada beberapa sesi, materi yang dibahas cukup luas sehingga diperlukan konsentrasi dan pendalaman yang lebih. Meskipun begitu, contoh kasus yang diberikan sangat berharga dalam menghubungkan teori dengan praktik.
Melalui perkuliahan ini, saya menyadari bahwa integritas dalam akademik tidak hanya sekadar kewajiban, melainkan juga elemen penting dalam pembentukan karakter. Sikap jujur saat menyelesaikan tugas, disiplin mengikuti perkuliahan, serta tanggung jawab dalam setiap aspek belajar merupakan manifestasi nyata penerapan nilai antikorupsi yang akan terus saya tingkatkan.
Sebagai saran, saya berpendapat bahwa Dosen dapat sesekali menyisipkan intermezzo atau materi ringan, seperti cerita yang relevan atau refleksi singkat yang berkaitan dengan nilai-nilai integritas, agar suasana kelas tetap fokus, lebih dinamis, dan membantu mahasiswa mempertahankan perhatian saat materi yang disampaikan cukup padat.
Kesan saya, mata kuliah ini cukup membuka mata karena mengajarkan bagaimana membangun karakter yang kuat, terutama sebagai mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja. Kritik saya mungkin hanya pada bagian diskusi yang kadang terasa singkat, padahal banyak hal menarik yang bisa dibahas lebih dalam. Harapan saya, semoga ke depannya ada lebih banyak studi kasus dan aktivitas interaktif supaya kami benar-benar terbiasa menerapkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi terakhir ini, kami mengikuti kelas secara daring dan selanjutnya mengerjakan kuis akhir secara mandiri dan dengan jujur. Menurut pendapat saya, ini merupakan kesempatan untuk benar-benar menerapkan nilai-nilai integritas yang telah dibahas sepanjang satu semester.
Secara keseluruhan, mata kuliah ini sangat membantu saya memahami konsep integritas, bagaimana korupsi dapat terjadi, dan mengapa pencegahan harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Materinya juga terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari, karena banyak contoh yang sebenarnya berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, bukan hanya isu besar yang muncul di berita.
Saya merasa metode pembelajarannya sudah baik. Penjelasan dari dosen dan rekan-rekan mahasiswa mudah dipahami, dan contoh-contoh yang diberikan membantu kami memahami konteksnya dengan lebih baik. Namun, saya berharap ke depan bisa ada lebih banyak diskusi atau studi kasus, sehingga kami bisa melihat isu integritas dari berbagai perspektif dan belajar untuk menganalisis situasi nyata.
Sebagai saran, mungkin bisa ditambahkan video singkat, infografis, atau contoh kasus yang lebih baru agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Selain itu, rangkuman dari poin-poin penting setiap pertemuan juga akan sangat membantu.
Secara keseluruhan, mata kuliah ini memberikan manfaat yang besar, terutama dalam menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya sikap jujur, bertanggung jawab, serta menolak segala bentuk penyimpangan, baik dalam lingkup kampus maupun masyarakat. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi sosial dan tantangan integritas di Indonesia saat ini. Pembahasan mengenai bentuk-bentuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, pencegahan konflik kepentingan, hingga budaya antikorupsi memberikan pemahaman yang lebih kritis mengenai bagaimana nilai integritas seharusnya diterapkan dalam tindakan nyata.