Forum Analisis Soal

Forum Analisis Soal

Forum Analisis Soal

Number of replies: 4

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menilai Indonesia tanpa gotong royong bisa bangkrut.

Pematangsiantar - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menilai kemanusiaan dan semangat gotong royong masyarakat Indonesia harus terus dipupuk dan digalakkan, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. 

Sebab, hal tersebut ia pandang dapat melawan berbagai bencana. Menurutnya, apabila gotong royong tidak ada, maka Indonesia bisa bangkrut. 

“Tanpa adanya gotong royong, Indonesia mungkin saja sudah bangkrut. Bahkan, Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dengan jujur mengatakan gotong royong mampu membantu yang kurang mampu dan sebagainya. Sehingga bangsa ini mampu bertahan menghadapi Covid-19 ini,” kata Romo Benny Susetyo, dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2020.

Dia menekankan bahwasannya Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial, menjadi modal besar dalam menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19. 

“Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa, dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas," kata alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang tersebut.

Dengan semangat gotong royong tersebut, lanjut Romo Benny, masyarakat bisa saling membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi. Menurut dia, masyarakat yang mampu membantu mereka yang berada di ekonomi lemah, terjadi tanpa imbauan dari pemerintah. 

 “Gotong royong adalah roh bangsa ini. Tanpa diperintah pun masyarakat langsung melakukannya. Semangat ini harus terus digelorakan, tidak hanya saat pandemi corona, tetapi nanti kalau wabah ini sudah berakhir,” ujarnya. 

Untuk mengatasi penyebaran Covid-19, dia memandang pemerintah perlu menerapkan teknologi, seperti di Korea dan India yang memantau warganya dengan menggunakan teknologi dalam upaya penerapan jaga jarak agar penyebaran Covid-19 tidak meluas. 

Dia berpendapat, Pemerintah RI bisa membuat aplikasi sendiri seperti yang ada di Korea atau India untuk mengatur dan mengawasi orang-orang agar mematuhi protokol kesehatan, seperti physical distancing atau jaga jarak aman. 

"Hal ini bisa saja diterapkan bagi orang yang ingin berbelanja di pasar agar mereka bisa memberi jarak antara satu dan lainnya, atau bisa juga untuk mengawasi ODP agar tidak keluar rumah,” kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP itu. 

 

Analisis soal

A.    Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

B.     Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

C.     Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !

D.    Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Syafiqurrahman Yevfriadi -
Nama : Syafiqurrahman Yevfriadi
NPM : 2515012087

A. Wujud Sikap Gotong Royong dalam Menghadapi Persoalan Bangsa yaitu dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan oleh lingkungan sekitar. Misalnya, ikut membantu warga yang sedang mengalami kesulitan, bergabung dalam kegiatan sosial, hingga saling menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Sehingga dalam menghadapi persoalan bangsa munculah gotong royong dengan cara masyarakat saling menguatkan, berbagi informasi yang benar, dan bersama-sama menaati aturan pemerintah demi kepentingan bersama.

B. Upaya yang saya lakukan untuk menghadapi keberagaman di sekitar lingkungan tempat tinggal, langkah pertama yang penting adalah bersikap terbuka dan menghormati perbedaan budaya, suku, agama, maupun pandangan. Selain itu, menjaga komunikasi yang baik dengan tetangga, aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan, dan tidak mudah terpancing konflik menjadi cara yang efektif untuk membangun suasana yang harmonis. Kita juga perlu menghindari sikap diskriminatif dan berusaha memahami perspektif orang lain.

C. Nilai dasar adalah prinsip pokok yang menjadi pegangan suatu bangsa dalam mengatur kehidupan bersama. Nilai ini membentuk cara sebuah bangsa memandang diri sendiri, menentukan sikap, dan mengambil keputusan. Karena itulah nilai dasar sering dianggap sebagai identitas nasional. Nilai dasar biasanya lahir dari pengalaman sejarah, budaya lokal, dan cita-cita bersama. Dalam konteks Indonesia, Pancasila berperan sebagai nilai dasar yang menuntun cara berpikir dan bertindak masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman moral dan ideologis yang membedakan Indonesia dari bangsa lain dan menjadi dasar penyelenggaraan negara.

D. Menurut pendapat saya sikap yang dilakukan para pendiri bangsa sangat bijaksana dalam menyepakati perubahan rumusan Piagam Jakarta menunjukkan kemampuan mereka mengutamakan persatuan nasional. Keputusan menghapus tujuh kata tersebut dilakukan bukan karena menolak nilai keagamaan, tetapi demi menjaga agar seluruh kelompok masyarakat merasa diterima dalam negara yang baru lahir. Tindakan itu menunjukkan kedewasaan politik, toleransi, dan kepekaan terhadap keberagaman. Sikap seperti ini masih sangat relevan bagi bangsa Indonesia saat ini. Kita perlu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan, serta menjaga agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan ketegangan di masyarakat. Dengan meneladani kebijaksanaan para pendiri bangsa, kita dapat memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan negara di masa sekarang.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Dita ayu lestari -
A. Sikap gotong royong dalam menghadapi persoalan bangsa
Menurut saya, sikap gotong royong bisa diwujudkan dengan cara saling bantu tanpa melihat perbedaan suku, agama, atau status sosial. Misalnya saat pandemi, banyak masyarakat yang saling bantu lewat donasi, bagi-bagi makanan, dan dukungan moral tanpa harus disuruh pemerintah. Itu bukti nyata kalau semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Di masa sekarang, gotong royong juga bisa dilakukan lewat hal kecil seperti membantu tetangga yang kesulitan, ikut kerja bakti, atau bahkan lewat media sosial dengan menyebarkan informasi positif. Intinya, gotong royong bukan cuma kerja fisik, tapi juga sikap saling peduli dan merasa satu nasib sebagai bangsa.
B. Upaya menghadapi keberagaman dan menciptakan keharmonisan di masyarakat
Di lingkungan tempat tinggal saya, keberagaman itu hal yang nyata—ada yang beda agama, budaya, bahkan gaya hidup. Supaya tetap harmonis, saya berusaha buat saling menghargai dan nggak ikut menilai orang dari latar belakangnya. Saya juga ikut kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, pos ronda, atau acara kampung supaya tetap akrab sama warga sekitar. Kalau ada perbedaan pendapat, saya coba terbuka dan cari jalan tengah. Menurut saya, kuncinya cuma satu: saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak. Dengan begitu, kebersamaan bisa terus terjaga dan tekad untuk bersatu bisa benar-benar diwujudkan.
C. Makna nilai-nilai dasar sebagai identitas nasional
Setiap bangsa pasti punya nilai dasar yang jadi pedoman dan identitasnya. Nilai dasar ini bisa berupa kepercayaan, norma, atau falsafah hidup yang dipegang bersama. Di Indonesia, nilai dasarnya adalah Pancasila yang memuat pandangan hidup dan cita-cita bangsa. Nilai-nilai ini jadi acuan dalam bertingkah laku, membuat hukum, dan mengatur kehidupan sosial. Kalau bangsa lain mungkin punya nilai seperti liberalisme atau sosialisme, Indonesia punya Pancasila yang menggabungkan unsur ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Jadi, nilai dasar inilah yang bikin setiap bangsa punya jati diri dan arah yang berbeda satu sama lain.
D. Sikap para pendiri bangsa dan kaitannya dengan kondisi sekarang
Menurut saya, keputusan para pendiri bangsa untuk menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta menunjukkan sikap yang sangat bijaksana dan visioner. Mereka lebih memilih menjaga persatuan daripada memaksakan kepentingan satu golongan. Sikap itu harus jadi contoh buat kita sekarang, terutama di tengah maraknya perbedaan pendapat dan isu intoleransi. Kita harus belajar menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Kalau dulu para pendiri bangsa bisa berkorban demi persatuan, seharusnya kita sebagai generasi penerus juga bisa menjaga semangat toleransi dan kebersamaan supaya Indonesia tetap kuat dan damai
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Renata Nur Khadijah -
Nama: Renata Nur Khadijah
Npm: 2555012003
Kelas: A

A. Sikap gotong royong saat ini dapat diwujudkan melalui kerja sama dan solidaritas antarwarga tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau golongan, seperti saling membantu saat bencana, taat pada aturan demi kepentingan bersama, aktif dalam kegiatan sosial, serta berkolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sikap ini memperkuat persatuan dan mempercepat terwujudnya cita-cita nasional.

B. Upaya yang saya lakukan adalah bersikap toleran dan saling menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan pendapat, aktif berkomunikasi serta bekerja sama dalam kegiatan lingkungan, tidak mudah terprovokasi oleh konflik, dan mengutamakan musyawarah untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan dalam masyarakat.

C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang berfungsi sebagai pedoman hidup bersama dan ciri khas yang membedakannya dari bangsa lain. Nilai-nilai tersebut menjadi acuan dalam bersikap, berperilaku, serta dasar pembentukan jati diri dan identitas nasional suatu bangsa atau negara.

D. Sikap para pendiri bangsa menunjukkan kebijaksanaan, toleransi, dan mengutamakan persatuan di atas kepentingan golongan. Hal ini berkorelasi dengan sikap kita saat ini, yaitu meneladani semangat musyawarah, saling menghargai perbedaan, serta mendahulukan keutuhan dan persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai perbedaan dan tantangan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by MUHAMMAD NURUL YAQIN 2515012054 -

​A. Gotong royong di masa kini tidak lagi hanya soal kerja bakti fisik, melainkan aksi solidaritas nyata dalam membantu sesama yang kesulitan ekonomi, berkolaborasi secara digital untuk penggalangan dana, serta saling menjaga keamanan lingkungan dari penyebaran berita bohong. Sikap ini menjadi modal sosial utama untuk menghadapi persoalan bangsa karena memupuk rasa senasib sepenanggungan yang membuat beban seberat apa pun terasa lebih ringan saat dipikul bersama.

​B. Dalam menghadapi keberagaman di lingkungan rumah, langkah paling efektif adalah mengedepankan sikap inklusif dan empati dengan cara aktif berbaur dalam kegiatan sosial tanpa memandang latar belakang suku atau agama. Keharmonisan tercipta ketika kita mampu berkomunikasi dengan baik, menghormati hari besar keagamaan tetangga, dan selalu mengutamakan musyawarah saat terjadi gesekan, sehingga perbedaan justru menjadi perekat yang memperkuat persatuan warga.

​C. Nilai dasar berfungsi sebagai identitas dan kompas moral yang memberikan arah serta ciri khas unik bagi suatu bangsa agar tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh asing atau konflik internal. Tanpa nilai dasar yang disepakati bersama, sebuah negara akan kehilangan jati dirinya dan sulit untuk bersatu karena tidak memiliki pegangan nilai yang dianggap benar dan luhur oleh seluruh warga negaranya.

​D. Sikap para pendiri bangsa yang bersedia mengubah rumusan Piagam Jakarta demi keutuhan Indonesia merupakan contoh tertinggi dari kedewasaan bernegara dan pengorbanan ego golongan demi kepentingan nasional. Di masa sekarang, kita harus meneladani kebijaksanaan tersebut dengan tidak memaksakan kehendak pribadi, tetap mengedepankan toleransi, dan selalu mencari titik temu (kompromi) agar persatuan bangsa tetap terjaga di tengah kemajemukan yang ada.