Forum Diskusi Pertemuan 7

Diskusi Pertemuan 7

Diskusi Pertemuan 7

by Nur Indah Lestari -
Number of replies: 74

Mahasiswa semua setelah kalian menyusun makalah tentang tahap-tahap mengajar sekarang silahkan diskusikan hal-hal penting terkait materi

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Nur Afifah -

assalamualaikum. selamat pagi semuanya. semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat jasmani maupun rohaninya. saya perwakilah dari kelompok 2 akan memandu jalannya diskusi pada pagi ini. silahkan kepada teman-teman untuk membaca terlebih dahulu materi pada hari ini yaitu Tahap tahap Mengajar.

Selamat membaca~~

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Nur Afifah -

setelah teman teman membaca materi, silahkan untuk bertanya jika ada yg ingin teman teman tanyakan.

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Ayu Fitri Anggraini -
Saya Ayu Fitri Anggraini 1813033049 izin bertanya
Dalam kegiatan mengajar pasti ada beberapa tahapan-tahapan mengajar, diantaranya yaitu prainstruksional, instruksional, evaluasi dan follow up. 
Nah yang ingin saya tanyakan bagaimana jika salah satu tahapan mengajar yaitu evaluasi tidak dilaksanakan, sedangkan evaluasi bisa dikatakan sebagai pengukur berhasil tidaknya suatu kegiatan belajar mengajar. Nah apakah kegiatan belajar mengajar tersebut sudah dikatakan sempurna? Jelaskan
Terimakasih
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Roni Hermawan -

baik Saya Roni Hermawan 1813033011 Perwakilan kelompok ,izin menjawab pertanyaan saudari Ayu.
Jika dalam kegiatan belajar tidak terdapat tahapan mengajar salah satunya evaluasi dapat dikatakan tidak sempurna. Karena tahapan belajar harus dijalankan sesuai dengan tahapannya. Agar tahapan itu dapat di aplikasikan di dalam kegiatan pembelajaran untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu baru melakukan karena didalam tahapan evaluasi, menjadi Langkah terakhir dalam tahapan mengajar yaitu menyimpulkan apakah peserta didik bisa memahami proses pembelajaran yang sudah dilakukan atau tidak. Langkah-langkah belajar Seperti prainstruksional, instruksional, dan evaluasi di atas harus terus dilakukan seorang guru, setiap akan melakukan proses evaluasi hasil pembelajaran tarutama fokusnya adalah evaluasi hasil belajar.
Terimakasih.

In reply to Roni Hermawan

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -
Saya Ida Ayu Komang 1813033045, Izin menanggapi.. 
 
Saya setuju dengan pernyataan saudara Roni. Evaluasi dalam suatu tahap belajar mengajar mutlak dilakukan dan merupakan kewajiban bagi setiap guru dalam setiap saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Salah satu tugas pokok guru selain mengajar, adalah melaksanakan kegiatan evaluasi. Evaluasi dan kegiatan mengajar merupakan satu rangkaian yang sangat erat di mana antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Guru harus mengetahui tugas dan fungsi evaluasi itu sendiri agar guru mudah menerapkannya untuk menilai kegiatan pembelajaran pada rumusan tujuan yang telah ditetapkannya tercapai. 
 
Sekian, terimakasih. 
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Agus Triyoga -

Saya Agus Triyoga NPM 1813033041 Izin menjawab pertanyaan saudari ayu,

Melalui penelaahan pencapaian tujuan pengajaran, guru dapat mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau sebaliknya. Jadi jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan penilaian, karena dengan penilaian guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah ia melaksanakan proses belajar. Profesionalisme menjadi tuntutan guru dalam pekerjaannya. Apalagi profesi guru yang sehari-hari menangani benda hidup yang berupa anak-anak atau siswa dengan karakteristik yang masing-masing tidak sama. Pekerjaan guru menjadi lebih berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didiknya, sedangkan kemampuan dirinya mengalami stagnansi. Dan yang terlihat dalam pendidikan saat ini adalah permasalahan guru adalah kegagalan guru dalam melakukan evaluasi. Guru dalam fungsinya sebagai penilai hasil belajar siswa, guru hendaknya terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini merupakan umpan balik (feed back) terhadap proses belajar mengajar. Umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya. Dengan demikian proses belajar mengajar akan terus dapat ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal.
 
Tetapi ada juga guru yang tidak menghiraukan tentang kegiatan ini, yang penting ia masuk kelas, mengajar, mau ia laksanakan evaluasi di akhir pelajaran atau tidak itu urusannya. Yang jelas pada akhir semester ia telah mencapai target kurikulum. Ini yang menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini, yang disebabkan oleh:
1. Guru kurang menguasai materi pelajaran.
2. Guru kurang menguasai kelas.
3. Guru enggan mempergunakan alat peraga
dalam mengajar.
4. Guru kurang mampu memotivasi anak
dalam belajar.
5. Guru menyamaratakan kemampuan anak di
dalam menyerap pelajaran.
6. Guru kurang disiplin dalam mengatur
waktu.
7. Guru enggan membuat persiapan mengajar.
8. Guru tidak mempunyai kemajuan untuk
menambah atau menimba ilmu.
9. Guru dalam tes lisan di akhir pelajaran
kurang terampil mengajukan pertanyaan
kepada murid.
10. Guru selalu mengutamakan pencapaian
target kurikulum.
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Ayu Fitri :
Jika tahapan evaluasi tidak dilakukan maka tahapan belajar mengajar dapat dikatakan tidak sempurna. Hal ini karena bagaimana kita akan mengetahui apakah proses pembelajaran yang kita lakukan itu berhasil atau tidak jika kita tidak melakukan evaluasi. Evaluasi juga bertujuan untuk mengetahui apa saja yang kurang dari pembelajaran kita sehingga bisa dijadikan pijakan untuk perbaikan kedepannya
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Novita Trisnawati -
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Ayu. 
 
Jika tahapan mengajar yaitu evaluasi tidak dilaksanakan maka KBM tidak bisa dikatakan sempurna. Tanpa adanya evaluasi diakhir pembelajaran, guru tidak dapat mengetahui seberapa mengerti siswa dalam menangkap pelajaran yang sudah dijelaskan. Selain itu,  siswa akan merasa tidak perlu memperhatikan pelajaran karena tidak akan adanya tes atau evaluasi diakhiri KBM. 
 
sekian dari saya. Terimakasih.
In reply to Novita Trisnawati

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Salsabila Az Zahra -

Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, sependapat dengan Novita. 

Bahwa jika tahapan mengajar yaitu evaluasi tidak dilaksanakan maka KBM tidak bisa dikatakan sempurna. Tanpa adanya evaluasi diakhir pembelajaran, guru tidak dapat mengetahui seberapa mengerti siswa dalam menangkap pelajaran yang sudah dijelaskan. Dengan demikian, evalusi sangat penting untuk dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terkait materi yang dipelajari.
Terima kasih
In reply to Ayu Fitri Anggraini

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Ayu fitri
 
Saya setuju dengan pendapat teman teman di atas, dimana jika tahap evaluasi tidak dilaksanakan maka tahap belajar mengajar tidak bisa dikatakan sempurna. Ini karena tahap evaluasi sangat penting, dimana dengan adanya tahap evaluasi kita dapat mengetahui kekurangan atau kelebihan dari pelaksanaan Pembelajaran yang telah dilakukan, kita juga dapat mengetahui apakah pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik atau tidak itu dari tahap evaluasi ini. Selain itu juga, tahap evaluasi juga digunakan untuk memberi gambaran mengenai kegiatan pembelajaran selanjutnya, dengan adanya evaluasi ini kita dapat mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang terdahulu sudah berhasil atau belum, dan mengetahui apa apa saja yang perlu diperbaiki dan diubah. 
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih.
In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Lidia Millinia -
Nama saya Lidia Millinia Npm 1813033031 izin bertanya mengenai tahap mengajar yang terakhir yaitu evaluasi, bagaimana jika pada tahap evaluasi ini dapat dilihat tingkat keberhasilan mengajar nya terdapat hasil yang kurang, apakah akan ada tahap berikutnya atau upaya dari guru tersebut? Atau tetap dibiarkan saja?
Sekian, terimakasih
In reply to Lidia Millinia

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Nur Afifah -

terima kasih ya lidia atas pertanyaannya. jadi misalkan dalam evaluasi ini ternyata hasilnya kok ga sesuai harapan. ternyata peserta didik belum memahami banget materi yang udah disampaikan. misalkan dalam hal ini tingkat ketercapaian pembelajarannya itu 50% ya. apa yang harus dilakukan oleh guru? ya remedial. gitu.

makanya kenapa dulu ketika kita sma guru pernah mengadakan remedial? ya karena hasil evaluasi kita itu belum mengindikasikan pembelajaran yang tercapai. maka kita remedial, ngulang lagi ngerjain soalnya agar memahami lagi, agar membaca dan belajar lagi mengenai materi tersebut.

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Christine Amellia Putri -

Saya Christine Amellia Putri, npm 1813033025 setuju dengan jawaban saudari Nur Afifah. Benar sekali, jika pada proses evaluasi memberikan hasil yang kurang baik, biasanya guru akan melakukan remedial. Diharapkan dengan adanya remedial ini dapat membantu mendongkrak nilai siswa yang masih kurang. Sepengalaman saya dahulu, dalam kegiatan remedial ini, siswa dapat memperoleh nilai full dari soal yang dikerjakan. Namun, nilai yang diambil untuk menambah nilai yang kurang hanya sebagian saja, atau pas kkmnya saja.

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Roni Hermawan -

Saya Roni Hermawan NPM 1813033011 izin menambahkan sedikit, Pengertian Evaluasi adalah proses identifikasi untuk mengukur/menilai apakah sebuah kegiatan atau program dilaksanakan sesuai perencanaan dan berhasil mencapai tujuan atau tidak.  Fungsi Evaluasi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan prestasi belajar perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi tidak hanya memberikan gambaran tentang kemampuan yang dimiliki peserta didik, tetapi dapat pula untuk memberikan informasi lain. Misalnya tentang sikap, minat, bakat, dan kepribadian peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar atau sesudahnya. jadi apabila hasil dari evaluasi kurang baik guru dapat melakukan kegiatan yang namanya remedial, jadi remedial sendiri dilakukan untuk memperbaiki nilai evaluasi yang kurang memuaskan. selain itu seorang guru atau tenaga pendidik harus lebih memaksimalkan lagi proses pengajarannya, dengan melihat dimana letak kekurangan yang telah di ketahui dari evaluasi

terimakasih

In reply to Lidia Millinia

Re: Diskusi Pertemuan 7

by siska - -

Saya Siska Npm 1813033007 izin menambahkan sedikit mengenai pertanyaan saudari Lidia, sebelumnya saya sependapat dengan jawaban dari saudari Nur Afifah. Karena apabila dalam proses evaluasi terlihat hasil yang kurang, maka dipertemuan berikutnya pendidik akan mencoba untuk melakukan remedial terhadap siswa yang dirasa mendapatkan nilai yang kurang, hal ini dilakukan sebagai bantuan untuk memperbaiki nilai sebelumnya. Bahwasanya dalam proses evaluasi CSE-UCLA terdiri atas empat tahap, yaitu a. Needs assessment, memusatkan pada penentuan masalah hal-hal yang perlu dipetimbangkan dalam program, kebutuhan uang dibutuhkan oleh program, dan tujuan yang dapat dicapai. b. Program planning, perencanaan program dievaluasi untuk mengetahui program disusun sesuai analisis kebutuhan atau tidak. c. Formative evaluation, evaluasi dilakukan pada saat program berjalan d. Summative program, evaluasi untuk mengetahui hasil dan dampak dari program serta untuk mengetahui ketercapaian program. Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih moderator

In reply to Lidia Millinia

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Siti Nurhasanah -

Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin menanggapi pertanyaan saudari lidia,

Saya juga sependapat dengan pernyataan teman-teman  jika evaluasi yg dilakukan masih terdapat siswa yg kurang dalam nilai maka guru dapat melakukan remedial. Remedial disini bermaksud memperbaiki nilai siswa tersebut, meskipun siswa tersebut pada akhirnya tidak mendapat nilai sempurna, tetapi remedial bisa membantunya mendapat nilai yang mencapai kkm atau bisa lebih baik, sehingga bisa menghindarkan siswa mendapat nilai merah ataupun tidak lulus mata pelajaran

In reply to Lidia Millinia

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Agus Triyoga -

saya Agus Triyoga NPM 1813033041 menambahkan sedikit pertanyaan saudari lidya, 

Laporan hasil Evaluasi pembelajaran perlu dilihat dan dipelajari oleh pengambil kebijakan pendidikan. Dengan melihat hasil laporan tersebut maka dapat diidentifikasi apakah pembelajaran selama ini sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan mengetahui hasil laporan maka kelemahan-kelemahan yang terjadi di dalam proses pembelajaran akan teridentifikasi secara baik. Selain identifikasi proses pembelajaran maka dapat dilihat apakah alat pembelajarannya sesuai dengan materi dan indikator, ataukah peserta didiknya yang memang ada masalah, hal ini perlu dilakukan analisis tersendiri.

Setelah mengetahui berbagai bentuk kegagalan yang ada maka perlu diadakan peningkatan pembelajaran. Proses pembelajaran yang maksimal akan mengakibatkan hasil belajar yang baik. Dengan mengetahui keberhasilan dan kegagalan yang teridentifikasi maka dapat dilakukan kegiatan yang dapat memaksimalkan proses pembelajaran, disesuaikan dengan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan tersebut. Atau dengan kata lain, alternatif solusi yang kita ajukan haruslah mengarah pada upaya untuk menanggulangi kegagalan dan menguatkan pendukung keberhasilan belajar peserta didik.

Setelah itu Merancang program pembelajaran remidi (perbaikan), Program pembelajaran remidi diberikan hanya untuk kompetensi tertentu yang belum dikuasai oleh peserta didik. Program ini dilakukan setelah peserta didik setelah peserta didik mengikuti tes atau ujian kompetensi tertentu, tetapi peserta didik tersebut mendapatkan sekor nilai di bawah standar minimal yang telah ditetapkan.

Dan program ini hanya dilakukan maksimal dua kali, apabila peserta yang sudah melakukan program remedial sebanyak dua kali namun nilainya masih di bawah standart minimum, maka penanganannya harus melibatkan orang tua atau wali murid.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran remedi, antara lain:

  1. Analisis kebutuhan, kegiatan yang dilakukan adalah dengan identifikasi kesulitan dan kebutuhan siswa.
  2. Merancang motivasi belajar siswa dan lainnya.
  3. Melakukan pembelajaran, yaitu dengan merancang rencana pembelajaran dengan kegiatan merancang belajar bermakna, memilih pendekatan, metode/teknik dan bahan.
  4. Menyusun rencana pembelajaran, yaitu dengan memperbaiki rencana pembelajaran yang telah ada dan beberapa komponen perlu disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan siswa.
  5. Menyiapkan perangkat, misalkan berbagai soal LKS.
  6. Melaksanakan pembelajaran, yaitu dengan memberikan arahan jelas serta meningkatkan penilaian.

Kemudian model pembelajaran remedi itu ada tiga, yaitu:

  1. Dilaksanakan sebelum atau sesudah jam pelajaran sekolah.
  2. Dilaksanakan dengan jalan mengambil beberapa siswa yang membutuhkan remidi dari kelas biasa (regular) ke kelas remedial.
  3. Dilaksanakan dengan melibatkan beberapa guru (team). 

Keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dilacak dari keberhasilan kita dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk melacak dimana letak kesalahan sehingga hasil pembelajaran yang kita lakukan masih gagal, maka kita dapat menggunakan prinsip pengelolaan kegiatan manajerial, yaitu; perencanaan, pelaksanaan evaluasi dan perbaikan.

In reply to Lidia Millinia

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Joko Sutrisno -

Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menambahkan sedikit atas pertanyaan dari saudari Lidia.

Jika guru memberikan evaluasi kepada murid nya dan murid nya tersebut mendapatkan nilai yang kurang memuaskan maka langkah guru yang bisa diambil yaitu remedial jika nilai belum mencapai KKM, remedial ini berupa mengerjakan kembali soal evaluasi ato mengganti dengan tugas yang lain, langkah yang diambil guru ini dapat memperbaiki nilai dan memberikan motivasi semangat belajar agar siswa tersebut dapat memperbaiki nilai nya dan termotivasi agar selalu belajar demi mendapatkan hasil yang memuaskan

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Erika Sukma Lestari -

Terkait materi tahap-tahap mengajar ada sedikit hal yang ingin saya tanyakan.. saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin bertanya, sesuai yang kita ketahui  Prainstruksional merupakan tahap persiapan sebelum mengajar dimulai. Bagaimana jika seorang guru mengalami kendala sehingga tahap Prainstruksional tidak terlaksana dengan baik. Apakah akan mengganggu keberlangsungan kegiatan belajar mengajar terimakasih..

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Delia Mulniyati -
Assalamualaikum we.wb saya Delia Mulniyati NPM 1813033019 Drai perwakilan kelompok 5 akan menjawab pertanyaan saudari Erika
 
Tahap Prainstruksional
Tahap prainstruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat ia memulai proses belajar dan mengajar. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru atau oleh siswa pada tahapan ini:
Guru menanyakan kehadiran siswa dan mencatat siapa yang tidak hadir. Kehadiran siswa dalam pengajaran, dapat dijadikan salah satu tolok ukur kemampuan guru mengajar. Tidak selalu ketidakhadiran siswa, disebabkan kondisi siswa yang bersangkutan (sakit, malas, bolos, dan lain-lain), tetapi bisa juga terjadi karena pengajaran dan guru tidak menyenangkan, sikapnya tidak disukai oleh siswa, atau karena tindakan guru pada waktu mengajar sebelumnya dianggap merugikan siswa (penilaian tidak adil, memberi hukuman yang menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain). 
Bertanya kepada siswa, sampai dimana pembahasan pelajaran sebelumnya. Dengan demikian guru mengetahui ada tidaknya kebiasaan belajar siswa di rumahnya sendiri, setidak-tidaknya kesiapan siswa menghadapi pelajaran hari itu.
Mengajukan pertanyaan kepada siswa di kelas, atau siswa tertentu tentang bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai di mana pemahaman materi yang telah diberikan. 
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasainya dari pengajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Mengulang kembali bahan pelajaran yang lalu (bahan pelajaran sebelumnya) secara singkat tapi mencakup semua bahan aspek yang telah dibahas sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi pelajaran yang akan dibahas hari berikutnya nanti, dan sebagai usaha dalam menciptakan kondisi belajar siswa. Tujuan tahapan ini adalah mengungkapkan kembali tanggapan siswa terhadap bahan yang telah diterimanya, dan menumbuhkan kondisi belajar dalam hubungannya dengan pelajaran hari itu. Tahap prainstruksional dalam strategi mengajar mirip dengan kegiatan pemanasan dalam olah raga. Kegiatan ini akan mempengaruhi keberhasilan siswa. 
 
Jadi jika prainstruksional tidak terlaksana dengan baik maka kegiatan belajar-mengajar akan terganggu
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Nur Afifah -
terima kasih erika atas pertanyaanya. saya tanggapi ya.
 
jika tahap praintruksionalnya terganggu/terkendala atau guru mengalami kesulitan di tahap praintruksional ya tentu akan mempengaruhi proses pembelajarannya nanti ketika dimulai. makanya sebelum ngajar, guru kudu mempersiapkan nih beberapa hal pada tahap prainstruksional, seperti menyiapkan RPP, menyiapkan bahan Evaluasi, menyiapkan strategi belajar. nah ini semua yg dipersiapkan akan kesinambungan sama tahap tahap mengajar selanjutnya. misal ketika RPP nya gak selesai, bagaimana seorang guru akan mengajar? padahal pedoman mengajarnya kan ada pada RPP. 
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari erika :
Menurut saya jika tahapan prainstruksional mengalami kendala maka akan menghambat atau mengganggu proses belajar mengajar. Hal ini karena dalam tahapan prainstruksional terdapat tahapan pengelolaan kelas, penyajian bahan pelajaran yang sesuai dengan metode dan teknik, membahas pokok materi sesuai dan lain-lain. Sebagai contoh apabila guru tidak melakukan penyajian bahan pelajaran yang baik maka pada saat belajar mengajar topik yang akan disampaikan tidak akan bisa dipahami oleh peserta didik.
In reply to Yohana Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Salsabila Az Zahra -

Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, izin mengomentari jawaban Yohana.

 
Saya sependapat dengan Yohana bahwa  jika tahapan prainstruksional mengalami kendala maka akan menghambat atau mengganggu proses belajar mengajar. Dengan ini, peran guru sangat lah penting untuk dapat memandu jalannya pembelajaran agar dapat terlaksana dengan baik.
Terima kasih
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Farin Fatwa Sugesty -
Saya Farin Fatwa S, Npm 1813033029 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari erika.
Yang dimaksud tahap pra instruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat ia memulai proses belajar mengajar. Tujuan tahap ini adalah untuk mengungkap kembali tanggapan siswa terhadap bahan yang telah diterimanya, dan menumbuhkan kondisi belajar dan hubungan pelajaran dengan yang sebelumnya, atau boleh dikatakan suatu pemanasan di dalam olah raga. Jika guru mengalami hambatan pada tahap ini, guru tidak tau apakah siswa nya masih inget tentang materi yang minggu lalu disampaikan oleh guru tersebut. Sekian dari saya,terimakasih.
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Novi Handayani -

Saya Novi Handayani, NPM 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari Erika Sukma Lestari

Jika seorang guru terkendala dalam Prainstruksional atau persiapan sebelum mengajarnya kurang bahkan tidak disipakan, tentunya pelaksanaan pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik dan maksimal karena patokan dalam mengajarnya tidak jelas. Dalam menjalankan suatu kegiatan setiap orang harus mempersiapkan terlebih dahulu apa saja yang harus dipersiapkan oleh orang tersebut untuk menjalankan sebuah kegiatan tersebut, dimana sebuah persiapan merupakan suatu hal yang sangat penting sebelum melaksanakan kegiatan begitu pula dalam hal mengajar. Mengajar merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang guru untuk memberikan sebuah ilmu pengetahuan dimana dengan ilmu pengetahuan tersebut nantinya akan dapat mencerdaskan siswa-siswinya.

Akan tetapi dalam hal ini, banyak sekali guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas dengan tanpa adanya persiapan, dengan berbagai alasan, yang sebenarnya hal tersebut tidak bisa dijadikan sebuah alasan. Karena mempersiapkan kegiatan pembelajaran merupakan suatu hal yang tidak bisa di elakkan dengan sebuah alasan tertentu. Kurangnya kesiapan belajar yang dilakukan seorang guru saat ini dibuktikan dengan banyaknya guru yang tidak menggunakan sebuah media dalam kegiatan pembelajaran, dan biasanya juga banyak guru yang menyampaikan materi dengan menggunakan buku yang ia baca pada saat itu, yang sebenarnya seorang guru harus menguasain materi ajar ketika didalam kelas. Jika guru saja tidak mempersiapkan pembelajaran dengan baik, bagaimana siswa dapat belajar dengan maksimal. Sehingga kurangnya persiapan sebelum mengajar (Prainstruksional) akan mengganggu proses belajar mengajar di kelas dan sangat mempengaruhi capaian pembelajaran siswa.

In reply to Novi Handayani

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Resti Nurmaya -

Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 setuju dengan pendapat novi handayani, dimana jika tahap praintruksional  tidak terlaksana dengan baik maka pembelajaran di dalam kelas tidak akan maksimal. Ini karena kurangnya persiapan dari guru dalam memulai menyiapkan pelajaran dan mengatur kegiatan awal pembelajaran. Dalam menjalankan suatu kegiatan setiap orang harus mempersiapkan terlebih dahulu apa saja yang harus dipersiapkan oleh orang tersebut untuk menjalankan sebuah kegiatan tersebut, dimana sebuah persiapan merupakan suatu hal yang sangat penting sebelum melaksanakan kegiatan begitu pula dalam hal mengajar. Ini tentunya akan berakibat pada kegiatan pembelajaran yang tidak maksimal, jika guru saja kurang persiapan, bagaimana akan menyampaikan pelajaran dengan baik, dan bagaimana siswa akan dapat mengerti dengan pembelajaran yang di jalani.

 
Sekian yang saya sampaikan, terimakasih.
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Dwi Mawarni -
Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Dwi Mawarni NPM 1813033033 perwakilan kelompok,  izin menambahkan jawaban dari pertanyaan dari saudari Erika Sukma.
untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan kegiatan belajar secara efektif. Kondisi belajar tersebut harus dimulai dari tahap pendahuluan atau awal pembelajaran. Tahap prainstruksional dapat dilakukan dengan menciptakan suasana awal di kelas yang nyaman, menanyakan kabar siswa dan mengabsen siswa, mengapresiasi siswa. Jika guru mengalami kendala dalam tahap ini maka kegiatan belajar mengajar mungkin akan kurang efektif, tetapi tetap dapat dilakukan apabila tahap inti dari kegiatan belajar mengajar tidak terkendala.
Terimakasih..
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Christine Amellia Putri -
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Erika.
Tahap prainstruksional merupakan satu dari tiga tahap penting dalam proses pembelajaran. Apabila dalam proses pembelajaran terdapat kendala untuk melaksanakan salah satu tahap ini, maka pembelajaran tersebut tidak dapat dikatakan sebagai pembelaran. Tahap prainstruksional sendiri berisi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan siswa, misalnya saja kegiatan menanyakan kehadiran, mengulas kembali materi minggu lalu dll. 
Jika tahap prainstruksional ini tidak dapat terlaksana, salah satu hal yang tidak dapat diketahui adalah mengenai kehadiran siswa. Kehadiran siswa merupakan salah satu tolak ukur kemampuan mengajar guru. Penyebab siswa tidak hadir bukan hanya karena sakit, namun juga dapat disebabkan oleh metode mengajar guru yang tidak menyenangkan, sifat guru yang buruk, atau karena tindakan guru pada waktu mengajar sebelumnya dianggap merugikan siswa (penilaian tidak adil,
memberi hukuman yang menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain).
Terimakasih.
In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Joko Sutrisno -
Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, Izin menanggapi pertanyaan saudari Erika Sukma Lestari
 
Tahap Prainstruksional atau persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran. Mulyasa (2003), menyebutkan bahwa guru profesional harus mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan sistematis, karena disamping untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran, persiapan mengajar merupakan bentuk dari “profesional accoutability”. persiapan mengajar akan membantu guru dalam mengorganisasikan materi standar, serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pembelajaran.
Jika guru terkendala saat menyusun tahapan sebelum mengajar maka otomatis akan menggangu peserta didik nya secara tidak langsung karena persiapan guru merupakan hal pokok yang menjadi dasar dalam membuat dan melaksanakan suatu pembelajaran.
In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Amalia Sari -

Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menanggapi bahwa saya setuju dengan jawaban dari saudara joko, yang mana tahapan ini merupakan tahapan persiapan guru sebelum proses belajar jika dalam hal ini sudah bermasalah tentu saja pada proses belajar mengajar pasti akan mendapatkan kendala. Maka itu guru dituntut untuk dapat semaksimal mungkin dalam tahapan ini, sehingga saat proses belajar mengajar dapat berjalan secara maksimal. 

In reply to Erika Sukma Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Siti Nurhasanah -

Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin menanggapi pertanyaan saudari erika jika tahap praintruksional mengalami kendala ketika dilaksanakan maka kegiatan belajar selanjutnya pun akan terganggu. Karena tahapan belajar merupakan komponen yang saling mendukung satu dengan lainnya untuk menjalankan proses belajar mengajar demi tercapainya keberhasilan yang diharapkan. Jadi, setiap tahap harus dilaksanan dengan baik demi tahap selanjutnya dari proses belajar yang baik pula

Terimakasih. 

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator 

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Nur Afifah -

baiklah. mungkin itu saja yang dapat kelompok kami sampaikan. terima kasih kpd Ibu Nur Indah Lestari, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah ini. terima kasih kpd teman teman yg telah menyimak dengan baik, bertanya dan menanggapi pada kelompok kami. semoga apa yg kami sampaikan dapat bermanfaat dan membuka wawasan untuk teman teman semua.

sampai bertemu lagi dalam diskusi kelompok selanjutnya minggu depan. semoga kita senantiasa diberikan kesehatan agar dapat bertemu kembali dalam dunia digital ini. kami akhiri wassalammualaikum wr wb 

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by siska - -

Waalaikumsalam, terimakasih banyak moderator

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih moderator 

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Resti Nurmaya -

Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh, terimakasih kelompok 6 

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Pertemuan 7

by Delia Mulniyati -

Baiklah saya Delia Mulniyati NpM 1813033019 akan memaparkan sedikit tentang materi kelompok 5 yang beranggotakan

Roni Hermawan (1813033011)
  Nur Afifah (1813033017)  
  Delia Mulniyati (1813033019)
Dwi Mawarni (1813033033)
Agus Triyoga (1813033041)
 
Pada dasarnya tahap-tahap kegiatan mengajar itu mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Sebenarnya strategi belajar mengajar meliputi seluruh kegiatan/tahapan-tahapan tersebut, tetapi titik beratnya berada di tahap persiapan.
Persiapan Mengajar
Perumusan tujuan pengajaran
Rumusan tujuan pengajaran merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan untuk diketahui, dilakukan dan dihayati oleh siswa setetah menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Kemampuan yang diperoleh sebagai hasil mengikuti pengalaman belajar, pada hakikatnya perubahan tingkah laku yang dapat diukur atau sekurang-kurangnya ada sesuatu yang dapat dijadikan indikator terjadinya perubahan. Tujuan pada dasarnya suatu perilaku yang harus dicapai oleh siswa, dengan demikian tujuan berkenaan dengan arah pembentukan perilaku, sedangkan tentang apa pembentukan perilaku tersebut, berkaitan dengan materi pelajaran (Sanjaya dan Andi. B, 2017:81). Menurut Muhaimin dkk dalam Asrori (2013:175), merumuskan tujuan pengajaran yang akan dicapai merupakan aspek terpenting yang harus diperhatikan dalam mengajar. 
Pengembangan alat evaluasi 
Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, disusun alat evaluasi yang sesuai dengan perubahan tingkah laku. Pada tahap ini dirancang alat evaluasi yang akan digunakan seperti tes lisan, tertulis, perbuatan dan Iain-lain (Asrori, 2013:176). Pengembangan alat evaluasi harus relevan. Jika siswa diharuskan mengobservasi sesuatu, maka sebaiknya guru menyusun alat observasi sederhana dan mudah dilakukan. Seandainya siswa harus melakukan wawancara untuk menambah pengetahuan dan informasi tertentu, maka sebaiknya disusun pedoman wawancara dengan jelas. Demikian pula, guru harus merancang skala penilaian yang harus dijadikan pedoman bagi setiap siswa (Sanjaya dan Andi. B, 2017:138).
Analisis tugas belajar dan identifikasi kemampuan siswa 
Kemampuan yang ingin dicapai sebagai tujuan pengajaran, diurai (dianalisis) atas unsur-unsur tingkah laku yang membentuk kemampuan tersebut. Unsur-unsur yang telah diidentifikasi tersebut diseleksi sehingga unsur-unsur yang belum dikuasai sejalah yang dipilih sebagai bahan pelajaran. Pada tahap ini juga diidentifikasi karakteristik individual siswa seperti: kecerdasan/bakat, kebiasaan belajar, motivasi belajar, kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa, terutarna yang menyangkut kesulitan belajarnya. 
Penyusunan strategi belajar mengajar 
Strategi belajar mengajar pada hakikatnya adalah rencana kegiatan belajar mengajar yang dipilih oleh guru dalam rangka usaha pencapaian tujuan pengajaran yang telah disiapkan. Kriteria yang  biasa  dipakai  dalam  memilih  strategi  adalah:   efisiensi, efektivitas dan keterlibatan siswa (Asrori, 2013:176). Suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan barbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dan yang lain (Sanjaya dan Andi. B, 2017:113).