Tugas

Tugas

Tugas

Number of replies: 24

Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?

In reply to First post

Re: Tugas

by Shita El Qolby -
Nama: Shita El Qolby
Npm:2113053165
Izin menjawab,

Agar Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa hal perlu diperhatikan:

Persiapan:
Sosialisasi dan pelatihan yang menyeluruh kepada semua pihak terkait.
Pengembangan instrumen AKM yang berkualitas, kontekstual, dan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Simulasi AKM untuk memastikan kelancaran dan kesiapan infrastruktur.
Pelaksanaan:
Penyelenggaraan AKM dengan mengikuti standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
Jaga keamanan soal AKM.
Lakukan penilaian hasil AKM dengan objektif dan transparan.

Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan yang terstandar, dan pemanfaatan hasil yang optimal, AKM dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
In reply to First post

Re: Tugas

by AMANDA NONISA PUTRI -
Nama: Amanda Nonisa Putri
Npm:2113053066

iZzin menjawab
Untuk menjadikan Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah penting perlu dilakukan. Pertama, perlu adanya kerangka kerja yang jelas dan terukur yang mencakup tujuan pembelajaran yang spesifik dan relevan dengan kurikulum yang berlaku. Selanjutnya, perancangan asesmen harus memastikan bahwa instrumen yang digunakan mencakup berbagai jenis pertanyaan dan tugas yang memeriksa pemahaman dan penguasaan konsep, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa asesmen tersebut dapat mengukur kompetensi yang diinginkan secara adil dan objektif, dengan memperhatikan keberagaman peserta didik dan konteks belajar mereka. Selanjutnya, hasil asesmen perlu disampaikan secara transparan kepada peserta didik, guru, dan orang tua untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendukung proses pembelajaran. Terakhir, evaluasi rutin terhadap proses dan hasil asesmen perlu dilakukan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan peningkatan, sehingga AKM dapat terus berkembang sebagai alat yang lebih efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik. Dengan pendekatan ini, AKM dapat menjadi instrumen yang berharga dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian peserta didik.
In reply to First post

Re: Tugas

by Miftahul Ulum -
Nama : Miftahul Ulum
NPM : 2113053177
Kelas : 6F

Agar Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Sosialisasi dan Pemahaman AKM
Penting untuk melakukan sosialisasi yang memadai tentang konsep, tujuan, dan mekanisme AKM kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Pemahaman yang baik akan membantu menciptakan dukungan dan kesiapan dalam pelaksanaan AKM.

2. Pelatihan bagi Pendidik
Pendidik harus diberikan pelatihan yang memadai tentang bagaimana merancang, mengembangkan, dan melaksanakan AKM dengan baik. Pelatihan ini mencakup pemahaman tentang standar kemampuan minimum, teknik penilaian, interpretasi hasil, dan penggunaan data AKM untuk perbaikan pembelajaran.

3. Pengembangan Instrumen AKM yang Berkualitas
Instrumen AKM yang digunakan harus dikembangkan dengan baik, sesuai dengan standar kemampuan minimum yang ditetapkan. Instrumen harus valid, reliabel, dan mampu mengukur kemampuan peserta didik secara akurat. Proses pengembangan instrumen harus melibatkan ahli dan praktisi di bidang pendidikan.

4. Pelaksanaan AKM yang Terstandar
Pelaksanaan AKM harus dilakukan secara terstandar, konsisten, dan adil di seluruh sekolah atau wilayah. Prosedur dan pedoman pelaksanaan harus diikuti dengan ketat untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dibandingkan.

5. Analisis dan Pelaporan Hasil AKM
Hasil AKM harus dianalisis secara cermat dan dilaporkan dengan jelas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan harus mencakup informasi tentang pencapaian peserta didik, area yang membutuhkan perbaikan, dan rekomendasi tindak lanjut.

6. Tindak Lanjut dan Perbaikan Berkelanjutan
Hasil AKM harus digunakan untuk melakukan tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Pendidik harus mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merancang strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

7. Keterlibatan Orangtua dan Masyarakat
Orangtua dan masyarakat harus dilibatkan dalam proses AKM. Mereka harus diberikan informasi tentang hasil AKM dan bagaimana mereka dapat mendukung upaya perbaikan pembelajaran di rumah dan di lingkungan masyarakat.

8. Evaluasi dan Penyempurnaan AKM
AKM harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan keefektifannya dalam mengukur kemampuan peserta didik. Berdasarkan evaluasi, penyempurnaan dan perbaikan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas AKM di masa mendatang.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, AKM dapat menjadi alat yang efektif dan berhasil digunakan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik. Hasilnya dapat digunakan untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan secara signifikan.
In reply to First post

Re: Tugas

by AINUN AINUN RAZELLA DAMA PUTRI -
Nama : Ainun Razella Dama Putri
Npm : 2113053093

Izin menjawab,
Terdapat beberapa langkah yang dapat kita lakukan agar mencapai Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu :
1.Pertimbangkan gaya belajar, kebutuhan khusus, dan minat peserta didik dalam merancang dan mengimplementasikan asesmen.
2.Evaluasi efektivitas asesmen secara berkala dan siap untuk merevisi atau menyesuaikan sesuai dengan umpan balik dari peserta didik dan pengalaman pembelajaran.
3.menggunakan berbagai jenis pertanyaan, seperti pilihan ganda, esai, atau tugas praktis, untuk mengevaluasi berbagai aspek kemampuan peserta didik.
4.memberikan umpan balik kepada peserta didik secara terperinci dan konstruktif, baik secara individual maupun secara kelompok, untuk membantu mereka memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
5.Pilih metode asesmen yang sesuai dengan tujuan dan konteks pembelajaran, seperti ujian tertulis, proyek, atau penugasan praktis.
In reply to First post

Re: Tugas

by RIZKI ANA SAPUTRI -
Nama : Rizki Ana Saputri
NPM : 2113053194

Izin menjawab
Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Klarifikasi Tujuan: Pastikan bahwa tujuan AKM jelas dan terkait dengan standar yang telah ditetapkan untuk peserta didik. Tujuan ini harus mencakup apa yang diharapkan dari hasil AKM.

2. Desain Instrumen yang Relevan: Buat instrumen AKM yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan mencakup materi yang telah diajarkan. Instrumen ini harus mencakup berbagai jenis pertanyaan dan format yang memungkinkan untuk mengukur berbagai jenis kemampuan.

3.Uji Validitas dan Reliabilitas: Pastikan instrumen AKM telah diuji untuk validitas (apakah instrumen tersebut mengukur apa yang dimaksud) dan reliabilitas (apakah instrumen tersebut menghasilkan hasil yang konsisten).

4. Kesesuaian Waktu dan Pengaturan: Atur AKM sedemikian rupa sehingga memberi cukup waktu bagi peserta didik untuk menyelesaikan dengan baik, namun tidak terlalu panjang sehingga membebani.

5. Pemberian Umpan Balik: Berikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik setelah AKM selesai, baik secara individu maupun secara kelompok, untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka.

6. Penggunaan Data: Gunakan data yang diperoleh dari AKM untuk mengidentifikasi area-area di mana peserta didik membutuhkan bantuan tambahan dan untuk merancang program pembelajaran yang sesuai.

7. Keterbukaan Komunikasi: Buka saluran komunikasi yang terbuka antara guru dan peserta didik, sehingga peserta didik merasa nyaman untuk meminta bantuan atau klarifikasi tentang materi yang diuji.

8. Evaluasi Kontinu: Lakukan evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas AKM dan siap untuk menyesuaikan instrumen atau prosesnya jika diperlukan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, AKM dapat digunakan secara efektif sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dan memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan pembelajaran selanjutnya.
In reply to First post

Re: Tugas

by MUHAMMAD YOGYA ANDIKA -
Nama : M. Yogya Andika
Npm : 2113053144
Izin menjawab

Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah dan strategi penting harus diperhatikan. Pertama, penting untuk memastikan bahwa kompetensi minimum yang ditetapkan adalah jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan pendidikan yang diinginkan. Ini memungkinkan para pendidik dan pengambil kebijakan untuk memiliki panduan yang jelas dalam merancang kurikulum, metode pengajaran, dan strategi pembelajaran.

Kedua, pengembangan instrumen asesmen harus dilakukan dengan cermat. Instrumen asesmen harus mencakup berbagai jenis tes dan tugas yang sesuai dengan konten dan tingkat kognitif yang ditargetkan. Instrumen tersebut juga harus valid, reliabel, dan dapat diandalkan dalam mengukur kemampuan siswa secara objektif.

Selanjutnya, penting untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses asesmen. Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa tentang hasil asesmen mereka dapat membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan motivasi tambahan untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa juga penting dalam menjadikan AKM efektif. Komunikasi terbuka dan kerja sama antara semua pihak dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai.

Terakhir, penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses AKM. Menganalisis data hasil asesmen secara teratur dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan praktik pengajaran dan strategi pembelajaran akan membantu dalam memastikan bahwa AKM terus menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Tugas

by Rahma Citra Dewi -
Rahma Citra Dewi
2113053031

izin menjawab
Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Kemudian ada Numerasi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
In reply to First post

Re: Tugas

by Riska Zulkarnaen -
Assalamualaikum Wr.Wb.
Nama : Riska Zulkarnaen
Npm : 2113053295

Izin menjawab,
Agar Asesmen Kemampuan Minimum (Minimum Competence Assessment, MCA) menjadi alat yang efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Definisikan Tujuan dan Standar: Tentukan dengan jelas tujuan dari asesmen tersebut serta standar yang diharapkan.
2. Desain Instrumen Asesmen yang Relevan: Buatlah instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan.
3. Jelaskan Kriteria Penilaian: Berikan kepada peserta didik informasi yang jelas mengenai kriteria penilaian yang akan digunakan dalam asesmen.
4. Beri Kesempatan Latihan: Sediakan kesempatan bagi peserta didik untuk berlatih menggunakan instrumen asesmen dan familiar dengan jenis pertanyaan atau tugas yang akan mereka hadapi.
5. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif: Setelah asesmen dilakukan, berikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik.
6. Perhatikan Diversitas Peserta Didik: Pastikan bahwa instrumen asesmen dan penilaian yang digunakan memperhatikan diversitas peserta didik, termasuk gaya belajar, tingkat keterampilan, dan kebutuhan khusus.
7. Evaluasi dan Revisi: Lakukan evaluasi terhadap efektivitas asesmen secara berkala. Jika diperlukan, lakukan revisi instrumen asesmen atau proses penilaian untuk meningkatkan keakuratan dan keadilan.
8. Gunakan Data untuk Perbaikan: Manfaatkan data hasil asesmen untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran. Identifikasi area yang perlu ditingkatkan baik dari segi materi maupun metode pengajaran.
9. Libatkan Peserta Didik dalam Proses Asesmen: Libatkan peserta didik dalam proses asesmen dengan memberikan mereka kesempatan untuk memberikan masukan atau refleksi terhadap pengalaman asesmen. Hal ini dapat membantu meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Asesmen Kemampuan Minimum dapat menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Terimakasih
Waalaikumsalam Wr.Wb
In reply to First post

Re: Tugas

by darista darista -
Nama : Darista
Npm : 2113053303
Izin menjawab,
Asesmen kompetensi minimum dapat mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan peserta didik di kehidupan bermasyarakat nanti. Serta memastikan kesetaraan akses pendidikan dengan mengidentifikasi kesenjangan dalam pencapaian pendidikan antara kelompok. Asesmen Kompetensi Minimum merupakan inovasi penting dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih efektif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten. Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu:
1. Literasi
Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
2. Numerasi
Dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
Dalam AKM, kompetensi terkait literasi dan numerasi akan dapat ditinjau dari 3 (tiga) aspek, yaitu konten, proses kognitif, dan konteks. Bentuk soal AKM terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. AKM disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi hasil belajar yang bersifat kontinum.
In reply to First post

Re: Tugas

by AYU RAHMAWATI -
Nama : Ayu Rahmawati
Npm : 2113053064
Izin menjawab
Cara agar AKM berjalan dengan efektif dan dapat digunakan sebagai alat ukur ketercapain peserta didik ialah dengan cara
1. pengembangan Instrumen AKM yang Valid dan Reliabel: Pastikan instrumen yang digunakan untuk AKM SD telah melalui proses pengembangan yang valid dan reliabel. Ini mencakup penyusunan soal yang sesuai dengan kurikulum, level kesulitan yang tepat, serta instruksi yang jelas.
2. Pelaksanaan yang Terencana: Rencanakan dengan cermat proses pelaksanaan AKM SD, termasuk jadwal pelaksanaan, ruang ujian yang nyaman, dan penyediaan sarana yang diperlukan.
3. Pelatihan bagi Penilai dan Pengawas: Pastikan bahwa penilai dan pengawas yang terlibat dalam AKM SD telah mendapatkan pelatihan yang memadai tentang proses penilaian, standar penilaian, dan keadilan penilaian.
4. Memonitor Proses Pelaksanaan: Amati dan pantau proses pelaksanaan AKM SD secara cermat untuk memastikan bahwa semua tahapan dilaksanakan sesuai prosedur.
5. Pengolahan dan Analisis Data yang Teliti: Setelah AKM SD selesai dilaksanakan, lakukan pengolahan data dengan teliti dan analisis hasil untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang ketercapaian peserta didik.
6. Penggunaan Hasil untuk Peningkatan Pembelajaran: Gunakan hasil AKM SD sebagai dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran peserta didik dan merancang strategi pembelajaran yang tepat.
7.Keterlibatan Stakeholder: Libatkan semua pihak terkait, termasuk guru, orang tua, dan siswa dalam proses AKM SD untuk menciptakan dukungan yang lebih besar dan mendorong tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
In reply to First post

Re: Tugas

by INTAR KHOERUNISA -
Intar Khoerunisa 2113053160

Izin menjawab
Caranya dengan dilihat dari Asesmen Literasi dan Numerasi. Karena Literasi untuk mengukur dilihat dari pemahaman, cara menggunakan, mengevaluasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam peserta didik serta mengembangkan kemampuannya, sedangkan Numerasi untuk mengukur kemampuan dalam berfikir peserta didik yang dilihat dari konsep pembelajaran, pengalaman atau fakta yang terjadi, dan alat pembelajaran matematika untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.
In reply to First post

Re: Tugas

by NANDITA YOSI ERISCA -
Nama : Nandita Yosi Erisca
Npm : 2153053023
Izin menjawab pak,
Agar Asesmen Kemampuan Minimum efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik salah satunya yaitu : Instrumen Asesmen yang Sesuai. Pilih atau buat instrumen asesmen yang sesuai untuk mengukur kemampuan tersebut. Instrumen ini dapat berupa tes, proyek, portofolio, atau observasi langsung, tergantung pada sifat kemampuan yang diukur.
In reply to First post

Re: Tugas

by ANISA 21 -
Nama : Anisa
Npm : 2113053246
Menurut pendapat saya tentukan tujuan, desain instrumen asesmen yang valid, pertimbangkan kriteria kesuksesan, berikan umpan balik, lakukan perbaikan berkelanjutan, dan evaluasi secara berkala untuk menjaga efektivitas Asesmen Kemampuan Minimum sebagai alat pengukur kemampuan peserta didik.

Dalam hal ini juga guru diharapkan dapat mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan kemampuan pengembangan diri siswa. Guru juga harus memiliki kemampuan untuk mengukur, menganalisis, mengatur, mengkomunikasikan hasil asesmen, dan mengembangkan diri sendiri. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode belajar, alat pengukuran, dan pengembangan kompetensi.
In reply to First post

Re: Tugas

by FITA FATIMAH -
nama : Fita Fatimah
npm : 2113053148

izin menjawab
Agar Asesmen Kemampuan Minimum dapat efektif sebagai instrumen evaluasi kemampuan peserta didik, pastikan tujuan terdefinisi dengan jelas, sesuai dengan kurikulum yang diterapkan, menggunakan beragam format, menyediakan petunjuk yang terperinci, menjaga konsistensi dalam pelaksanaan, memberikan feedback yang membangun, melibatkan peserta didik secara aktif, dan mengidentifikasi peluang untuk pengembangan lebih lanjut.

terimakasih
In reply to First post

Re: Tugas

by NOVIA DWI RAMADHANI -
izin menjawab,
Nama : Novia Dwi Ramadhani
NPM : 2113053141

AKM Kelas dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah informasi yang akan memacu peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Dengan
mempertimbangkan tingkat kompetensi siswa, sehingga memudahkan siswa dalam memperoleh konten atau kemampuan pada suatu mata pelajaran.

Peserta dalam pelaksanaan AKM Kelas ini adalah seluruh siswa yang telah terpilih menjadi responden dalam Asesmen Nasional. Guru atau kepala sekolah tidak berkenan untuk mengerjakan AKM Kelas ini. Desain AKM Kelas yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik ini seharusnya dapat mempermudah guru untuk menyusun instrumen peniliaan bagi siswa.
In reply to First post

Re: Tugas

by BERLYANA AMANDA -
Nama : Berlyana Amanda
Npm : 2113053100
Izin menjawab

Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi.

Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu agar dapat berkontribusi secara produktif.

Sedangkan Numerasi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta.

Dari kedua cara itu dapat membantu agar tercapainya keberhasilan Asesmen Kemampuan Minimun untuk mengukur kemampuan peserta didik.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Tugas

by SITI. RANISSA -
Nama: siti ranissa
npm 2113053104
izin menjawab
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat pengukur lainnya, yang dapat dilihat dari berbagai perspektif:

1. Assessment for Learning: AKM dirancang sebagai asesmen formatif, yang akan digunakan sebagai balikan untuk memperbaiki proses belajar dan mengajar. Hasilnya dapat digunakan oleh peserta didik untuk meningkatkan efektivitas strategi belajar mereka, dan oleh para pendidik untuk meningkatkan efektivitas strategi mengajar mereka.
2. Mengukur Kompetensi Fundamental: AKM bertujuan mengukur literasi membaca dan numerasi, yang dianggap sebagai kompetensi yang sangat mendasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan dasar yang diperlukan.
3. Tingkat Kesulitannya yang Lebih Adaptif: AKM memiliki tingkat kesulitannya yang lebih adaptif, yang akan disesuaikan dengan peserta didik.
4. Mengidentifikasi Masalah dalam Pendidikan: Hasil AKM dapat digunakan untuk merancang atau memperbarui kurikulum pendidikan untuk memastikan bahwa mata pelajaran dan pembelajaran yang diberikan sesuai dengan standar nasional.
5.Mengukur Kesetaraan Pendidikan: AKM membantu dalam mengukur kesetaraan akses pendidikan dengan mengidentifikasi kesenjangan.
6. mengukur Kompetensi Berdasarkan Standar Nasiona: AKM membantu dalam menilai pemberlakuan sistem pendidikan secara keseluruhan, terutama dalam menilai apakah sistem pendidikan sudah memenuhi standar nasional atau belum.
Dalam hal ini, AKM dapat dianggap sebagai alat pengukur yang efektif dan berhasil, yang dapat membantu dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dengan tingkat kejelasan yang tinggi.
In reply to First post

Re: Tugas

by Deta Shadiqah -
Nama : Deta Shadiqah
Npm : 2113053034

Izin menjawab
Untuk menghadapi AKM ada tiga objek perhatian, yaitu siswa, guru, dan kepala sekolah, karena ketiga hal tersebut menjadi sasaran AKM. Untuk siswa fokus pada AKM yang meliputi kemampuan literasi, kemampuan numerasi, serta survei karakter. Untuk guru dan kepala sekolah meliputi survei kinerja.

Keberhasilan AKM untuk siswa bisa dilakukan dengan pertama sekolah melakukan pemetaan mutu guru karena kompetensi guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kedua sekolah memfasilitasi agar guru mengembangkan proses pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat seperti terjadinya transfer knowledge, problem solving, dan pembelajaran abad 21 seperti mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif. Hal ini diperlukan dalam upaya untuk melatih daya nalar siswa.

Ketiga sekolah memfasilitasi agar guru mampu menggunakan IT dan fasilitasi lainnya yang memungkinkan guru mampu mengakses segala informasi terkait dengan isu-isu aktual serta sumber bacaan di perpustakaan di luar sekolah. Hal ini dilakukan terkait dengan konten AKM terdiri dari teks infomasi dan teks sastra. Keempat guru hendaknya melakukan tranformasi proses belajar yang mampu mengoptimalkan gaya belajar dan delapan kecerdasan siswa sebagaimana kebijakan Kemendikbud dengan konsep merdeka belajarnya. Guru diberi peluang untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengelola PBM.

Kelima sekolah menfasilitasi pengembangan budaya literasi secara menyeluruh dalam artian tidak hanya mendorong terkait membaca dan menulis melainkan mengembangkan literasi finansial, sains, numerasi, digital budaya, dan kewarganegaraan. Hal ini penting mengingat kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks bisa menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
In reply to First post

Re: Tugas

by Eka Pramesti Putri -

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

izin memperkenalkan diri

Nama : Eka Pramesti Putri

NPM 2113053071


izin menjawab

pada dasarnya AKM ini merupakan asesment yang bersifat mengevaluasi bukan menjadi penentu kelulusan. jadi menurut Saya, AKM ini harus tetap di barengi oleh UN, karena UN merupakan penentu kelulusan. jika kita sudah mengevaluasi lantas tidak muncul keputusan apakah siswa tersebut lulus atau tidak itu akan membuat kerancuan dalam pendidikan. seperti yang dikatakan oleh Bapak Handoko tadi, jika sebuah negara tidak memiliki standar nasional pendidikan maka pendidikan di negara tersebut tidak bermutu.

agar terlaksananya AKM  secara efektif dan berhasil digunakan sebagai alat ukur, pendidik harus lebih responsif terhadap perkembangan peserta didik, dan pastikan juga prosedur penyusunan AKM sudah sesuai dengan standar pendidikan yang ada.

In reply to First post

Re: Tugas

by Pandu Adithia R 2113053298 -
Nama : Pandu Adithia. R
NPM : 2113053298

izin menjawab
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah instrumen penilaian terhadap kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. AKM mengukur dua kemampuan dasar, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk menggunakan AKM untuk mengukur kemampuannya peserta didik:

1. Pahami Tujuan AKM: Sebelum menggunakan AKM, penting untuk memahami tujuan dan tujuan dari penilaian ini. AKM dirancang untuk mengukur kompetensi mendasar yang diperlukan oleh setiap peserta didik, seperti kemampuan membaca dan matematika.

2. Perencanaan: Sebelum melakukan AKM, perencanaan yang baik sangat penting. Ini termasuk memahami apa yang akan diukur, bagaimana penilaian akan dilakukan, dan bagaimana hasilnya akan digunakan.

3. Pelaksanaan: Selama pelaksanaan AKM, penting untuk memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ini berarti bahwa penilaian harus dilakukan dalam lingkungan yang adil dan mendukung.

4. Evaluasi dan Tindak Lanjut: Setelah AKM selesai, penting untuk mengevaluasi hasilnya dan mengambil tindakan berdasarkan hasil tersebut. Ini dapat mencakup memberikan umpan balik kepada peserta didik, membuat perubahan pada kurikulum atau metode pengajaran, atau mengidentifikasi area di mana peserta didik mungkin memerlukan bantuan tambahan.

5. Pengembangan Kompetensi: Kemampuan berpikir logis-sistematis yang diukur melalui AKM juga sebaiknya dikembangkan melalui berbagai pelajaran. Dengan mengukur literasi dan numerasi, AKM mendorong guru semua mata pelajaran untuk berfokus pada pengembangan kompetensi membaca dan berpikir logis-sistematis.
In reply to First post

Re: Tugas

by Ismul Nurul Khasanah -
Nama : Ismul Nurul Khasanah
NPM : 2113053204

Cara agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik adalah guru harus tahu dan memahami dengan benar tujuan dasar diadakannya AKM. Penilaian AKM sendiri terdiri dari kemampuan berpikir logis dan sistematis, kemampuan bernalar dengan konsep dan pengetahuan yang sudah dipelajari, kemampuan memilah serta mengolah informasi. Dengan pengetahuan yang cukup terkait AKM maka akan semakin mudah pelaksanaannya.
Juga harus mempersiapkan alat atau perlengkapan yang memadai untuk pelaksanaan AKM. Sekolah perlu memperhatikan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi dan dilengkapi agar siswa dan guru bisa melakukan KBM dengan nyaman. Sarana dan prasarana yang sangat penting disiapkan adalah perangkat pembelajaran digital. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait, guru tentunya tidak bekerja sendiri ada banyak pihak lain yang juga terkait, mulai dari kepala sekolah, pihak tata usaha, administrasi sekolah, dan masih banyak lagi. Usahakan koordinasi dan komunikasi di antara semua pihak bisa terjalin dengan baik, agar asesmen menjadi lebih efektif.
In reply to First post

Re: Tugas

by JULIA QOIRINA PUTRI -
Nama : Julia Qoirina Putri
NPM : 2113053043

Izin menjawab,
Kompetensi Minimun adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM ada dua yaitu terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi. Literasi yang dimaksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi. Kedua aspek kompetensi minimun ini, lanjutnya, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di kemudian hari.
In reply to First post

Re: Tugas

by RIVA. SYAFA21 -
Nama : Riva Syafa Azzahra
Npm : 2113053210

Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi. Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Kemudian ada Numerasi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
In reply to First post

Re: Tugas

by KHUSNUL BUKHARY FANALDY -
Nama : Khusnul bukhary fanaldy
Npm : 2113053231

cara asesmen kemampuan minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dalam pendidikan formal terdiri atas berbagai langkah yang dapat dilakukan oleh guru, sekolah, dan pemerintah. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Penetapan Standar Minimum: Penetapan standar minimum yang diperlukan sebelum peserta didik diterima ke sekolah atau program pendidikan formal. Standar minimum ini mencakup kompetensi dasar yang diperlukan sebelum peserta didik mengambil kelas atau program pendidikan lebih lanjut
2. Pengembangan Instrumen Evaluasi: Pengembangan instrumen evaluasi yang sesuai dengan standar minimum yang telah ditetapkan. Instrumen evaluasi ini mencakup tes, penilaian kinerja, atau alat lainnya yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan dasar
3. Penerapan dan Analisis Hasil Evaluasi: Penerapan dan analisis hasil evaluasi adalah langkah yang sangat penting untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai kompetensi minimum yang ditetapkan. Hasil evaluasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah dalam sistem pendidikan dan membantu guru, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan pendidikan
4. Pengukuran Karakter dan Lingkungan Belajar: Pengukuran karakter dan lingkungan belajar adalah komponen penting dalam AKM. Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar dapat mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan peserta didik, serta kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah
5. Sosialisasi dan Pengembangan Guru: Pengembangan kemampian guru adalah langkah yang sangat penting untuk membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi minimum dengan efektif. Guru yang berkualitas tinggi dapat membantu siswa dalam mencapai kompetensi minimum
6. Motivasi Siswa: Motivasi siswa untuk belajar sangat mempengaruhi penerapan dari AKM. Siswa yang termotivasi lebih mungkin mencapai kompetensi minimum dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi
7. Pengukuran Kemampuan Kognitif: Kemampuan kognitif siswa juga mempengaruhi capaian dari kompetensi minimum. Siswa dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi mungkin lebih cepat dalam mencapai kompetensi tersebut