Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Tugas
Nama : Adilla Dwi Putri Lestari
NPM : 2113053255
Izin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas pak
Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, maka dapat dilakukan hal-hal berikut:
1. Adanya tujuan yang jelas
Pastikan tujuan asesmen ditetapkan dengan jelas. Apa yang ingin Anda ukur dan mengapa itu penting bagi pembelajaran peserta didik?
2. Relevansi
Pastikan bahwa asesmen mencakup materi yang relevan dengan kurikulum dan kompetensi yang ingin diukur.
3. Kriteria Penilaian yang Jelas
Tetapkan kriteria penilaian yang jelas dan terukur sehingga peserta didik memahami apa yang diharapkan dari mereka.
4. Bentuk yang Beragam
NPM : 2113053255
Izin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas pak
Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, maka dapat dilakukan hal-hal berikut:
1. Adanya tujuan yang jelas
Pastikan tujuan asesmen ditetapkan dengan jelas. Apa yang ingin Anda ukur dan mengapa itu penting bagi pembelajaran peserta didik?
2. Relevansi
Pastikan bahwa asesmen mencakup materi yang relevan dengan kurikulum dan kompetensi yang ingin diukur.
3. Kriteria Penilaian yang Jelas
Tetapkan kriteria penilaian yang jelas dan terukur sehingga peserta didik memahami apa yang diharapkan dari mereka.
4. Bentuk yang Beragam
Gunakan berbagai bentuk asesmen seperti tes tertulis, proyek, presentasi, atau observasi langsung untuk mencakup berbagai jenis kemampuan.
5. Feedback yang Konstruktif
5. Feedback yang Konstruktif
Berikan feedback yang spesifik, konstruktif, dan bermanfaat kepada peserta didik sehingga mereka dapat meningkatkan kinerja mereka.
6. Fleksibilitas
Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan mereka dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
7. Keterlibatan Peserta Didik
6. Fleksibilitas
Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan mereka dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
7. Keterlibatan Peserta Didik
Libatkan peserta didik dalam proses asesmen, baik dalam merancang kriteria penilaian maupun dalam mengevaluasi kinerja mereka sendiri.
8. Konsistensi
Pastikan konsistensi dalam penerapan asesmen di seluruh unit atau kurikulum.
9. Peluang Peningkatan
8. Konsistensi
Pastikan konsistensi dalam penerapan asesmen di seluruh unit atau kurikulum.
9. Peluang Peningkatan
Gunakan hasil asesmen untuk mengidentifikasi area di mana peserta didik memerlukan bantuan tambahan dan memberikan peluang untuk perbaikan.
10. Evaluasi Berkala
Lakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas asesmen dan lakukan perbaikan jika diperlukan berdasarkan umpan balik dari peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekian jawaban dari saya, terimakasih
10. Evaluasi Berkala
Lakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas asesmen dan lakukan perbaikan jika diperlukan berdasarkan umpan balik dari peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekian jawaban dari saya, terimakasih
Nama: Hana Janatan Salsabiela
NPM: 2113053120
Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah dan strategi penting harus diperhatikan. Pertama, penting untuk memastikan bahwa kompetensi minimum yang ditetapkan adalah jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan pendidikan yang diinginkan. Ini memungkinkan para pendidik dan pengambil kebijakan untuk memiliki panduan yang jelas dalam merancang kurikulum, metode pengajaran, dan strategi pembelajaran.
Kedua, pengembangan instrumen asesmen harus dilakukan dengan cermat. Instrumen asesmen harus mencakup berbagai jenis tes dan tugas yang sesuai dengan konten dan tingkat kognitif yang ditargetkan. Instrumen tersebut juga harus valid, reliabel, dan dapat diandalkan dalam mengukur kemampuan siswa secara objektif.
Selanjutnya, penting untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses asesmen. Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa tentang hasil asesmen mereka dapat membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan motivasi tambahan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa juga penting dalam menjadikan AKM efektif. Komunikasi terbuka dan kerja sama antara semua pihak dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai.
Terakhir, penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses AKM. Menganalisis data hasil asesmen secara teratur dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan praktik pengajaran dan strategi pembelajaran akan membantu dalam memastikan bahwa AKM terus menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik secara keseluruhan.
NPM: 2113053120
Untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah dan strategi penting harus diperhatikan. Pertama, penting untuk memastikan bahwa kompetensi minimum yang ditetapkan adalah jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan pendidikan yang diinginkan. Ini memungkinkan para pendidik dan pengambil kebijakan untuk memiliki panduan yang jelas dalam merancang kurikulum, metode pengajaran, dan strategi pembelajaran.
Kedua, pengembangan instrumen asesmen harus dilakukan dengan cermat. Instrumen asesmen harus mencakup berbagai jenis tes dan tugas yang sesuai dengan konten dan tingkat kognitif yang ditargetkan. Instrumen tersebut juga harus valid, reliabel, dan dapat diandalkan dalam mengukur kemampuan siswa secara objektif.
Selanjutnya, penting untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses asesmen. Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa tentang hasil asesmen mereka dapat membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memberikan motivasi tambahan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa juga penting dalam menjadikan AKM efektif. Komunikasi terbuka dan kerja sama antara semua pihak dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai.
Terakhir, penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses AKM. Menganalisis data hasil asesmen secara teratur dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan praktik pengajaran dan strategi pembelajaran akan membantu dalam memastikan bahwa AKM terus menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik secara keseluruhan.
Nama : Nur Anisa
NPM : 2153053018
Izin menjawab, Pak.
Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) adalah standar penialaian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Sekolah Dasar. Menurut saya, cara agar Asesment Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik jika dilakukan dengan standar yang adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya. Asesmen harus berdasarkan standar minimum yang telah ditetapkan, dilakukan secara kontinue, dan digunakan sebagai bahan refleksi dan informasi untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali. Asesmen tersebut harus mengukur kemampuan kinerja, afektif, dan kreatifitas siswa, dan harus mengukur lebih dari satu kemampuan. Jadi, Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) dilaksanakan tidak semata untuk mengukur kemampuan kognitif saja, namun harus fokus pada meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi peserta didik.
Sekian, terima kasih.
NPM : 2153053018
Izin menjawab, Pak.
Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) adalah standar penialaian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Sekolah Dasar. Menurut saya, cara agar Asesment Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik jika dilakukan dengan standar yang adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya. Asesmen harus berdasarkan standar minimum yang telah ditetapkan, dilakukan secara kontinue, dan digunakan sebagai bahan refleksi dan informasi untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali. Asesmen tersebut harus mengukur kemampuan kinerja, afektif, dan kreatifitas siswa, dan harus mengukur lebih dari satu kemampuan. Jadi, Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) dilaksanakan tidak semata untuk mengukur kemampuan kognitif saja, namun harus fokus pada meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi peserta didik.
Sekian, terima kasih.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri nama saya:
Nama : Muhammad Syeki Rabiansyah
NPM : 2113053252
Kelas : 6E PGSD
Disini saya mau menjawab pertanyaan atau tugas yang telah diberikan, jadi menurut pendapat saya, Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) menjadi efektif dan berhasil sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Menyusun Standar yang Jelas:Tetapkan standar yang jelas tentang apa yang diharapkan dari peserta didik pada tingkat tertentu. Standar ini harus mencakup keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang relevan untuk subjek atau area yang diuji.
2. Pengembangan Instrumen yang Valid dan Reliabel: Buat instrumen asesmen yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan minimum. Instrumen ini harus dapat memperoleh informasi yang akurat tentang kemampuan peserta didik sesuai dengan standar yang ditetapkan.
3. Berfokus pada Esensial: Fokuskan asesmen pada konsep dan keterampilan yang esensial dan relevan, yang merupakan inti dari materi pelajaran atau area yang diuji. Hindari pertanyaan yang berlebihan atau tidak relevan.
4. Variasi dalam Format Asesmen: Gunakan berbagai format asesmen, seperti soal pilihan ganda, esai, tugas proyek, atau penilaian kinerja, untuk mencakup beragam jenis kemampuan dan memungkinkan peserta didik menunjukkan keahlian mereka dengan cara yang berbeda.
5. Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif:Setelah asesmen selesai, berikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik tentang kinerja mereka. Umpan balik ini harus memberikan informasi yang jelas tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
6. Menggunakan Data untuk Perbaikan:Gunakan data dari asesmen untuk melakukan perbaikan dalam pengajaran dan pembelajaran. Identifikasi pola yang muncul dalam hasil asesmen dan gunakan informasi ini untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.
7. Melibatkan Stakeholder: Libatkan para pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan siswa sendiri, dalam proses pengembangan dan implementasi AKM. Mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang kebutuhan dan harapan mereka terhadap asesmen.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, Asesmen Kemampuan Minimum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dan memberikan informasi yang berharga untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekian terimakasih
Nama : Muhammad Syeki Rabiansyah
NPM : 2113053252
Kelas : 6E PGSD
Disini saya mau menjawab pertanyaan atau tugas yang telah diberikan, jadi menurut pendapat saya, Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) menjadi efektif dan berhasil sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Menyusun Standar yang Jelas:Tetapkan standar yang jelas tentang apa yang diharapkan dari peserta didik pada tingkat tertentu. Standar ini harus mencakup keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang relevan untuk subjek atau area yang diuji.
2. Pengembangan Instrumen yang Valid dan Reliabel: Buat instrumen asesmen yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan minimum. Instrumen ini harus dapat memperoleh informasi yang akurat tentang kemampuan peserta didik sesuai dengan standar yang ditetapkan.
3. Berfokus pada Esensial: Fokuskan asesmen pada konsep dan keterampilan yang esensial dan relevan, yang merupakan inti dari materi pelajaran atau area yang diuji. Hindari pertanyaan yang berlebihan atau tidak relevan.
4. Variasi dalam Format Asesmen: Gunakan berbagai format asesmen, seperti soal pilihan ganda, esai, tugas proyek, atau penilaian kinerja, untuk mencakup beragam jenis kemampuan dan memungkinkan peserta didik menunjukkan keahlian mereka dengan cara yang berbeda.
5. Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif:Setelah asesmen selesai, berikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik tentang kinerja mereka. Umpan balik ini harus memberikan informasi yang jelas tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
6. Menggunakan Data untuk Perbaikan:Gunakan data dari asesmen untuk melakukan perbaikan dalam pengajaran dan pembelajaran. Identifikasi pola yang muncul dalam hasil asesmen dan gunakan informasi ini untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.
7. Melibatkan Stakeholder: Libatkan para pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan siswa sendiri, dalam proses pengembangan dan implementasi AKM. Mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang kebutuhan dan harapan mereka terhadap asesmen.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, Asesmen Kemampuan Minimum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dan memberikan informasi yang berharga untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekian terimakasih
Nama : Friska Aprilya Saputri
Npm : 2113053072
Izin menjawab pertanyaan dari bapak, yaitu tentang Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Jawab:
Assesment kemampuan minum atau AKM merupakan suatu alat yang digunakan untuk proses evaluasi mengukur kemampuan pengetahuan dan keterampilan minimun dalam kegiatan pembelajaran. Tujuannya adalah supaya mengetahui sejauh mana pencapaian peserta didik pada kegiatan pembelajaran. Assesment kemampuan minimum efektif merupakan alat yg digunakan oleh pendidik untuk mengukur keberhasilan pembelajaran secara efektif. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan evaluasi di setiap pembelajaran guna mengetahui sejauh mana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik, dan pendidik dapat memberikan sebuah latihan-latihan soal sederhana untuk mengetahui tingkat kognitif peserta didik terkait dengan materi yang telah disampaikan.
Sekian, Terima kasih.
Npm : 2113053072
Izin menjawab pertanyaan dari bapak, yaitu tentang Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Jawab:
Assesment kemampuan minum atau AKM merupakan suatu alat yang digunakan untuk proses evaluasi mengukur kemampuan pengetahuan dan keterampilan minimun dalam kegiatan pembelajaran. Tujuannya adalah supaya mengetahui sejauh mana pencapaian peserta didik pada kegiatan pembelajaran. Assesment kemampuan minimum efektif merupakan alat yg digunakan oleh pendidik untuk mengukur keberhasilan pembelajaran secara efektif. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan evaluasi di setiap pembelajaran guna mengetahui sejauh mana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik, dan pendidik dapat memberikan sebuah latihan-latihan soal sederhana untuk mengetahui tingkat kognitif peserta didik terkait dengan materi yang telah disampaikan.
Sekian, Terima kasih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, izin memperkenalkan diri.
Nama : Septiana
NPM: 2113053139
Kelas : 6E
Izin menjawab pertanyaan di atas bapak,
Berdasarkan definisinya, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.
AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.
Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi. Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Sehingga, agar AKM berhasil diterapkan pendidik harus punya tujuan yang jelas mengenai apa yang akan diidentifikasi dari peserta didik, buatlah instrumen yang relevan dengan tujuan dan kriteria yang ditetapkan, tentunya instrumen tersebut berisi pertanyaan dan tugas untuk peserta didik jawab yang dapat mengasah kemampuan kognitifnya baik terkait literasi atau numerasi, kemudian lakukan evaluasi terkait AKM yang sudah dikerjakan.
Sekian terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Nama : Septiana
NPM: 2113053139
Kelas : 6E
Izin menjawab pertanyaan di atas bapak,
Berdasarkan definisinya, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.
AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.
Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi. Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Sehingga, agar AKM berhasil diterapkan pendidik harus punya tujuan yang jelas mengenai apa yang akan diidentifikasi dari peserta didik, buatlah instrumen yang relevan dengan tujuan dan kriteria yang ditetapkan, tentunya instrumen tersebut berisi pertanyaan dan tugas untuk peserta didik jawab yang dapat mengasah kemampuan kognitifnya baik terkait literasi atau numerasi, kemudian lakukan evaluasi terkait AKM yang sudah dikerjakan.
Sekian terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Nama: Yugi Utami
NPM: 2113053132
Asesmen kemampuan minimum (AKM) merupakan salah satu bentuk asesmen yang digunakan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik. Berikut adalah beberapa cara agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik:
1. Melibatkan Peserta Didik secara Aktif, Peserta didik sebaiknya dilibatkan secara aktif dalam kegiatan asesmen. Mereka dapat diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Hal ini dapat dilakukan melalui penilaian diri (self-assessment) dan penilaian antarteman.
2. Menggunakan Asesmen Formatif, Asesmen formatif digunakan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam memperbaiki dan membenarkan proses pembelajaran. Fungsi formatif ini juga menjadi tolak ukur bagi keberhasilan guru dalam menjalankan pembelajaran.
3. Menggunakan Asesmen Sumatif, Asesmen sumatif digunakan untuk menentukan nilai belajar siswa terhadap satu mata pelajaran tertentu yang diujikan. Hasilnya dapat dijadikan sebagai laporan untuk menentukan kenaikan atau kelulusan peserta didik .
4. Menggunakan Asesmen untuk Proses Pembelajaran, Asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for learning) bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
5. Menggunakan Asesmen sebagai Bahan Refleksi, Hasil asesmen dapat digunakan sebagai bahan refleksi dari capaian pembelajaran peserta didik dalam menentukan rencana tindak lanjut. Pendidik dapat menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki.
6. Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, asesmen kemampuan minimum dapat menjadi alat yang efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
NPM: 2113053132
Asesmen kemampuan minimum (AKM) merupakan salah satu bentuk asesmen yang digunakan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik. Berikut adalah beberapa cara agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik:
1. Melibatkan Peserta Didik secara Aktif, Peserta didik sebaiknya dilibatkan secara aktif dalam kegiatan asesmen. Mereka dapat diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Hal ini dapat dilakukan melalui penilaian diri (self-assessment) dan penilaian antarteman.
2. Menggunakan Asesmen Formatif, Asesmen formatif digunakan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam memperbaiki dan membenarkan proses pembelajaran. Fungsi formatif ini juga menjadi tolak ukur bagi keberhasilan guru dalam menjalankan pembelajaran.
3. Menggunakan Asesmen Sumatif, Asesmen sumatif digunakan untuk menentukan nilai belajar siswa terhadap satu mata pelajaran tertentu yang diujikan. Hasilnya dapat dijadikan sebagai laporan untuk menentukan kenaikan atau kelulusan peserta didik .
4. Menggunakan Asesmen untuk Proses Pembelajaran, Asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for learning) bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
5. Menggunakan Asesmen sebagai Bahan Refleksi, Hasil asesmen dapat digunakan sebagai bahan refleksi dari capaian pembelajaran peserta didik dalam menentukan rencana tindak lanjut. Pendidik dapat menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki.
6. Menentukan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, asesmen kemampuan minimum dapat menjadi alat yang efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Nama : Syifa Azzahra Riyadi
Npm : 2113053003
Izin menjawab pertanyaan diatas
Menurut saya untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Tentukan dengan jelas tujuan dari AKM tersebut. Apakah itu untuk mengevaluasi pemahaman dasar, keterampilan tertentu, atau kemampuan kritis
2. Pastikan konsistensi dalam penerapan AKM dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan untuk membandingkan kemajuan peserta didik dari waktu ke waktu.
3. Sesuaikan AKM dengan tingkat kemampuan peserta didik. Gunakan pertanyaan atau tugas yang sesuai dengan tingkat kognitif mereka.
4. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan dan evaluasi AKM dapat meningkatkan keberhasilannya. Dengan demikian, pastikan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk memberikan masukan dan berpartisipasi dalam proses tersebut.
5. Evaluasi efektivitas AKM secara berkala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan. Pertimbangkan masukan dari peserta didik dan pengajar untuk meningkatkan proses asesmen di masa mendatang.
Sekian jawaban saya terimakasih
Npm : 2113053003
Izin menjawab pertanyaan diatas
Menurut saya untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Tentukan dengan jelas tujuan dari AKM tersebut. Apakah itu untuk mengevaluasi pemahaman dasar, keterampilan tertentu, atau kemampuan kritis
2. Pastikan konsistensi dalam penerapan AKM dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan untuk membandingkan kemajuan peserta didik dari waktu ke waktu.
3. Sesuaikan AKM dengan tingkat kemampuan peserta didik. Gunakan pertanyaan atau tugas yang sesuai dengan tingkat kognitif mereka.
4. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan dan evaluasi AKM dapat meningkatkan keberhasilannya. Dengan demikian, pastikan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk memberikan masukan dan berpartisipasi dalam proses tersebut.
5. Evaluasi efektivitas AKM secara berkala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan. Pertimbangkan masukan dari peserta didik dan pengajar untuk meningkatkan proses asesmen di masa mendatang.
Sekian jawaban saya terimakasih
Nama : Miftahul Zannah Raharjo Putri
NPM : 2113053174
Izin memberikan jawaban maupun pendapat saya terkait pertanyaan tersebut pak.
Menurut saya agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat ukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu pendidik harusnya memanfaatkan AKM kelas sebagai alat bantunya dikelas untuk mendiagnosa hasil belajar setiap individu peserta didik didalam kelas. Tujuannya supaya pendidik dapat medesain pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa (teaching at the right level).
Selain itu menurut saya AKM harusnya dilaksanakan 2 kali. 1 kali sebagai alat ukur awal, lalu yang ke 2 sebagai alat ukur hasil dari penerapan desain pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa (teaching at the right level).
NPM : 2113053174
Izin memberikan jawaban maupun pendapat saya terkait pertanyaan tersebut pak.
Menurut saya agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat ukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu pendidik harusnya memanfaatkan AKM kelas sebagai alat bantunya dikelas untuk mendiagnosa hasil belajar setiap individu peserta didik didalam kelas. Tujuannya supaya pendidik dapat medesain pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa (teaching at the right level).
Selain itu menurut saya AKM harusnya dilaksanakan 2 kali. 1 kali sebagai alat ukur awal, lalu yang ke 2 sebagai alat ukur hasil dari penerapan desain pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa (teaching at the right level).
Nama : Ririn Dwiyanti
Npm : 2153053044
izin menjawab pertanyaan di atas bapak
“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat”, membahas tentang kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.
Lebih lanjut lagi, AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.
Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi. Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Kemudian ada Numerasi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. terkait literasi dan numerasi akan dapat ditinjau dari 3 (tiga) aspek, yaitu konten, proses kognitif, dan konteks. Bentuk soal AKM terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. AKM disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi hasil belajar yang bersifat kontinum. penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses AKM. Menganalisis data hasil asesmen secara teratur dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan praktik pengajaran dan strategi pembelajaran akan membantu dalam memastikan bahwa AKM terus menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik secara keseluruhan.
sekian terimakasih
Npm : 2153053044
izin menjawab pertanyaan di atas bapak
“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat”, membahas tentang kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.
Lebih lanjut lagi, AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.
Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu Literasi dan Numerasi. Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Kemudian ada Numerasi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. terkait literasi dan numerasi akan dapat ditinjau dari 3 (tiga) aspek, yaitu konten, proses kognitif, dan konteks. Bentuk soal AKM terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. AKM disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi hasil belajar yang bersifat kontinum. penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proses AKM. Menganalisis data hasil asesmen secara teratur dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan praktik pengajaran dan strategi pembelajaran akan membantu dalam memastikan bahwa AKM terus menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan dan keberhasilan peserta didik secara keseluruhan.
sekian terimakasih
Nama : Valentina Setiyawati
NPM : 2113053024
Menurut saya, untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu dengan cara mengidentifikasi tujuan dan sasaran AKM, memilih metode dan instrumen yang sesuai dengan tujuan, sasaran serta peserta didik yang akan melakukan AKM, membuat rubrik penilaian yang jelas dan rinci untuk memastikan konsistensi dalam penilaian, selain itu, guru juga harus diberikan pelatihan terkait pelaksanaan dan administrasi AKM supaya penilaian yang akan diberikan pada peserta didik antara guru 1 dengan guru yang lain selaras tidak ada kesenjangan maupun penilaian menggunakan prinsip guru masing-masing. Evaluasi AKM menurut saya juga sangat diperlukan supaya AKM dapat afektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan peserta didik, setelah setiap kali selesai pelaksanaan AKM harus ada evaluasi baik dari metode yang dugunakan berhasil atau tidak, apakah sudah tepat sasaran, juga apakah peserta didik mencapai target sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, dengan demikian, guru dan pihak - pihak terkait akan mengetahui berapa tingkat keberhasilan AKM tersebut dan hal ini dapat dijadikan bahan perbaikan untuk pelaksaan AKM selanjutnya.
Terima kasih Pak
NPM : 2113053024
Menurut saya, untuk memastikan bahwa Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu dengan cara mengidentifikasi tujuan dan sasaran AKM, memilih metode dan instrumen yang sesuai dengan tujuan, sasaran serta peserta didik yang akan melakukan AKM, membuat rubrik penilaian yang jelas dan rinci untuk memastikan konsistensi dalam penilaian, selain itu, guru juga harus diberikan pelatihan terkait pelaksanaan dan administrasi AKM supaya penilaian yang akan diberikan pada peserta didik antara guru 1 dengan guru yang lain selaras tidak ada kesenjangan maupun penilaian menggunakan prinsip guru masing-masing. Evaluasi AKM menurut saya juga sangat diperlukan supaya AKM dapat afektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan peserta didik, setelah setiap kali selesai pelaksanaan AKM harus ada evaluasi baik dari metode yang dugunakan berhasil atau tidak, apakah sudah tepat sasaran, juga apakah peserta didik mencapai target sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, dengan demikian, guru dan pihak - pihak terkait akan mengetahui berapa tingkat keberhasilan AKM tersebut dan hal ini dapat dijadikan bahan perbaikan untuk pelaksaan AKM selanjutnya.
Terima kasih Pak
Nama : Ditya Aslamiyah
NPM : 2113053291
Izin menjawab pak
Keberhasilan AKM untuk siswa bisa dilakukan dengan pertama sekolah melakukan pemetaan mutu guru karena kompetensi guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kedua sekolah memfasilitasi agar guru mengembangkan proses pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat seperti terjadinya transfer knowledge, problem solving, dan pembelajaran abad 21 seperti mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif. Hal ini diperlukan dalam upaya untuk melatih daya nalar siswa.
Ketiga sekolah memfasilitasi agar guru mampu menggunakan IT dan fasilitasi lainnya yang memungkinkan guru mampu mengakses segala informasi terkait dengan isu-isu aktual serta sumber bacaan di perpustakaan di luar sekolah. Hal ini dilakukan terkait dengan konten AKM terdiri dari teks infomasi dan teks sastra. Keempat guru hendaknya melakukan tranformasi proses belajar yang mampu mengoptimalkan gaya belajar dan delapan kecerdasan siswa sebagaimana kebijakan Kemendikbud dengan konsep merdeka belajarnya. Guru diberi peluang untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengelola PBM.
Kelima sekolah menfasilitasi pengembangan budaya literasi secara menyeluruh dalam artian tidak hanya mendorong terkait membaca dan menulis melainkan mengembangkan literasi finansial, sains, numerasi, digital budaya, dan kewarganegaraan. Hal ini penting mengingat kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks bisa menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Adapun untuk survei karakter upaya yang bisa dilakukan antara lain sekolah hendaknya merancang suatu program pembiasaan melalui pembiasaan spontan, pembiasaan terprogram maupun pembiasaan yang berupa projek, mengingat survei karakter terhadap siswa berfokus bagaimana penerapan profil pelajar pancasila dengan komponen seperti beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong serta berkebhinekaan global dalam kehidupan sehari hari.
Materi profil Pancasila bukan berupa pengetahuan yang harus dihapalkan namun dituntut sejauh mana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari siswa di sekolah, di luar sekolah, maupun di rumah, sehingga siswa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang produktif dan solutif.
Sedangkan untuk survei kinerja, sekolah hendaknya melakukan penataan manajemen sekolah melalui review KTSP dengan senantiasa memperhatikan bagaimana sekolah membangun kinerja sekolah dengan aspek-aspek yang menjadi sasaran pada survei kinerja satuan pendidikan seperti pertama membangun iklim belajar dan satuan pendidikan dengan fokus pada keamanan dan well being siswa, sikap dan keyakinan guru, praktik multi kultural di kelas, sikap dan keyakinan guru/kepsek, kebijakan dan program sekolah. Kedua mengidentifikasi indeks sosial ekonomi seperti pendidikan orang tua, profesi orang tua, fasilitas belajar di rumah. Ketiga mengembangkan kualitas pembelajaran seperti manajemen kelas, dukungan afektif, aktivasi kognitif, dan keempat pengembangan guru seperti melakukan fefeksi dan perbaikan pembelajaran: Dukungan untuk refleksi guru.
Tidak kalah penting agar sekolah sukses AKM adalah senantiasa melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pengawas pembina mengingat pengawas pembina mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu lulusan siswa di satuan pendidikan, dengan perannya pengawas pembina melakukan pendampingan serta advis terhadap program yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Kolaborasi siswa, guru, kepala sekolah serta pengawas pembina diperlukan dalam menyongsong AKM, karena kita harus meyakini tidak ada keberhasilan tanpa adanya atmosfer kerja yang kolaboratif dan produktif
NPM : 2113053291
Izin menjawab pak
Keberhasilan AKM untuk siswa bisa dilakukan dengan pertama sekolah melakukan pemetaan mutu guru karena kompetensi guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kedua sekolah memfasilitasi agar guru mengembangkan proses pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat seperti terjadinya transfer knowledge, problem solving, dan pembelajaran abad 21 seperti mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif. Hal ini diperlukan dalam upaya untuk melatih daya nalar siswa.
Ketiga sekolah memfasilitasi agar guru mampu menggunakan IT dan fasilitasi lainnya yang memungkinkan guru mampu mengakses segala informasi terkait dengan isu-isu aktual serta sumber bacaan di perpustakaan di luar sekolah. Hal ini dilakukan terkait dengan konten AKM terdiri dari teks infomasi dan teks sastra. Keempat guru hendaknya melakukan tranformasi proses belajar yang mampu mengoptimalkan gaya belajar dan delapan kecerdasan siswa sebagaimana kebijakan Kemendikbud dengan konsep merdeka belajarnya. Guru diberi peluang untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengelola PBM.
Kelima sekolah menfasilitasi pengembangan budaya literasi secara menyeluruh dalam artian tidak hanya mendorong terkait membaca dan menulis melainkan mengembangkan literasi finansial, sains, numerasi, digital budaya, dan kewarganegaraan. Hal ini penting mengingat kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks bisa menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Adapun untuk survei karakter upaya yang bisa dilakukan antara lain sekolah hendaknya merancang suatu program pembiasaan melalui pembiasaan spontan, pembiasaan terprogram maupun pembiasaan yang berupa projek, mengingat survei karakter terhadap siswa berfokus bagaimana penerapan profil pelajar pancasila dengan komponen seperti beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong serta berkebhinekaan global dalam kehidupan sehari hari.
Materi profil Pancasila bukan berupa pengetahuan yang harus dihapalkan namun dituntut sejauh mana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari siswa di sekolah, di luar sekolah, maupun di rumah, sehingga siswa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang produktif dan solutif.
Sedangkan untuk survei kinerja, sekolah hendaknya melakukan penataan manajemen sekolah melalui review KTSP dengan senantiasa memperhatikan bagaimana sekolah membangun kinerja sekolah dengan aspek-aspek yang menjadi sasaran pada survei kinerja satuan pendidikan seperti pertama membangun iklim belajar dan satuan pendidikan dengan fokus pada keamanan dan well being siswa, sikap dan keyakinan guru, praktik multi kultural di kelas, sikap dan keyakinan guru/kepsek, kebijakan dan program sekolah. Kedua mengidentifikasi indeks sosial ekonomi seperti pendidikan orang tua, profesi orang tua, fasilitas belajar di rumah. Ketiga mengembangkan kualitas pembelajaran seperti manajemen kelas, dukungan afektif, aktivasi kognitif, dan keempat pengembangan guru seperti melakukan fefeksi dan perbaikan pembelajaran: Dukungan untuk refleksi guru.
Tidak kalah penting agar sekolah sukses AKM adalah senantiasa melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pengawas pembina mengingat pengawas pembina mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu lulusan siswa di satuan pendidikan, dengan perannya pengawas pembina melakukan pendampingan serta advis terhadap program yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Kolaborasi siswa, guru, kepala sekolah serta pengawas pembina diperlukan dalam menyongsong AKM, karena kita harus meyakini tidak ada keberhasilan tanpa adanya atmosfer kerja yang kolaboratif dan produktif
Nama : Dina Damayanti
Npm : 2113053145
Kelas : 6E
izin memberikan pendapat bapak.
Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, pertimbangkan hal-hal berikut:
1. Tujuan yang Jelas : Tentukan dengan jelas apa yang ingin diukur dan capai dengan asesmen ini. Tujuan harus terkait erat dengan tujuan pembelajaran.
2. Kriteria yang Didefinisikan dengan Jelas : Tentukan kriteria keberhasilan yang spesifik dan terukur. Ini memastikan bahwa penilaian objektif dan konsisten.
3. Instrumen yang Tepat : Pilih instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan. Ini bisa berupa tes tertulis, proyek, presentasi, atau portofolio.
4. Konsistensi : Pastikan bahwa asesmen dilakukan secara konsisten di seluruh kelompok peserta didik dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan asesmen seimbang.
5. Keterlibatan Peserta Didik : Libatkan peserta didik dalam proses asesmen, baik dalam merancang kriteria keberhasilan atau memahami tujuan dari asesmen tersebut.
6. Umpan Balik yang Konstruktif : Berikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada peserta didik setelah melakukan asesmen. Ini membantu mereka memahami area yang perlu diperbaiki dan memperkuat.
7. Fleksibilitas : Pertimbangkan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik. Berikan opsi asesmen yang memungkinkan mereka menunjukkan kemampuan mereka dengan cara yang terbaik bagi mereka.
8. Keterukuran : Pastikan bahwa asesmen tersebut dapat diukur secara obyektif. Hindari asesmen yang terlalu subjektif atau sulit untuk diukur hasilnya.
9. Konteks yang Relevan : Sediakan konteks yang relevan bagi peserta didik sehingga mereka dapat melihat keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan asesmen yang dilakukan.
10. Evaluasi Terus Menerus : Lakukan evaluasi terus menerus terhadap efektivitas asesmen dan gunakan hasil evaluasi tersebut untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Asesmen Kemampuan Minimum dapat menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Npm : 2113053145
Kelas : 6E
izin memberikan pendapat bapak.
Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, pertimbangkan hal-hal berikut:
1. Tujuan yang Jelas : Tentukan dengan jelas apa yang ingin diukur dan capai dengan asesmen ini. Tujuan harus terkait erat dengan tujuan pembelajaran.
2. Kriteria yang Didefinisikan dengan Jelas : Tentukan kriteria keberhasilan yang spesifik dan terukur. Ini memastikan bahwa penilaian objektif dan konsisten.
3. Instrumen yang Tepat : Pilih instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan. Ini bisa berupa tes tertulis, proyek, presentasi, atau portofolio.
4. Konsistensi : Pastikan bahwa asesmen dilakukan secara konsisten di seluruh kelompok peserta didik dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan asesmen seimbang.
5. Keterlibatan Peserta Didik : Libatkan peserta didik dalam proses asesmen, baik dalam merancang kriteria keberhasilan atau memahami tujuan dari asesmen tersebut.
6. Umpan Balik yang Konstruktif : Berikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada peserta didik setelah melakukan asesmen. Ini membantu mereka memahami area yang perlu diperbaiki dan memperkuat.
7. Fleksibilitas : Pertimbangkan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik. Berikan opsi asesmen yang memungkinkan mereka menunjukkan kemampuan mereka dengan cara yang terbaik bagi mereka.
8. Keterukuran : Pastikan bahwa asesmen tersebut dapat diukur secara obyektif. Hindari asesmen yang terlalu subjektif atau sulit untuk diukur hasilnya.
9. Konteks yang Relevan : Sediakan konteks yang relevan bagi peserta didik sehingga mereka dapat melihat keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan asesmen yang dilakukan.
10. Evaluasi Terus Menerus : Lakukan evaluasi terus menerus terhadap efektivitas asesmen dan gunakan hasil evaluasi tersebut untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Asesmen Kemampuan Minimum dapat menjadi alat yang efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Nama: Irhan Aditya
Npm: 2113053183
Izin memberikan jawaban mengenai Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Agar Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah yang dapat diambil adalah:
1. Klarifikasi Tujuan: Tentukan dengan jelas tujuan dari asesmen tersebut. Apakah untuk mengukur pemahaman konsep, kemampuan menerapkan pengetahuan, atau keterampilan praktis.
2. Desain Instrumen Asesmen yang Relevan: Buat instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pastikan instrumen tersebut mencakup berbagai aspek kemampuan yang ingin diukur.
3. Penerapan Standar: Pastikan bahwa asesmen tersebut memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Hal ini memastikan bahwa asesmen memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya.
4. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif: Setelah melakukan asesmen, berikan umpan balik kepada peserta didik secara konstruktif. Berikan informasi tentang kekuatan mereka dan area yang perlu diperbaiki.
5. Gunakan Hasil Asesmen untuk Perbaikan Pembelajaran: Gunakan hasil asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran peserta didik secara individual atau kelompok. Hal ini memungkinkan guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Pendapat ahli juga penting untuk dipertimbangkan. Menurut John Hattie, seorang ahli pendidikan, asesmen yang efektif harus memberikan umpan balik yang spesifik dan dapat dijadikan dasar untuk perbaikan pembelajaran. Selain itu, Dylan Wiliam menekankan pentingnya asesmen formatif yang terintegrasi secara terus menerus dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai kegiatan terpisah.
Dalam konteks sekolah, kolaborasi antara guru dan siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi asesmen sangat penting. Guru perlu melibatkan siswa dalam memahami tujuan asesmen dan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mereka. Komunikasi yang terbuka dan transparan antara guru, siswa, dan orang tua juga diperlukan untuk memastikan bahwa asesmen digunakan secara efektif sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Npm: 2113053183
Izin memberikan jawaban mengenai Bagaimana cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Agar Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, beberapa langkah yang dapat diambil adalah:
1. Klarifikasi Tujuan: Tentukan dengan jelas tujuan dari asesmen tersebut. Apakah untuk mengukur pemahaman konsep, kemampuan menerapkan pengetahuan, atau keterampilan praktis.
2. Desain Instrumen Asesmen yang Relevan: Buat instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pastikan instrumen tersebut mencakup berbagai aspek kemampuan yang ingin diukur.
3. Penerapan Standar: Pastikan bahwa asesmen tersebut memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Hal ini memastikan bahwa asesmen memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya.
4. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif: Setelah melakukan asesmen, berikan umpan balik kepada peserta didik secara konstruktif. Berikan informasi tentang kekuatan mereka dan area yang perlu diperbaiki.
5. Gunakan Hasil Asesmen untuk Perbaikan Pembelajaran: Gunakan hasil asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran peserta didik secara individual atau kelompok. Hal ini memungkinkan guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Pendapat ahli juga penting untuk dipertimbangkan. Menurut John Hattie, seorang ahli pendidikan, asesmen yang efektif harus memberikan umpan balik yang spesifik dan dapat dijadikan dasar untuk perbaikan pembelajaran. Selain itu, Dylan Wiliam menekankan pentingnya asesmen formatif yang terintegrasi secara terus menerus dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai kegiatan terpisah.
Dalam konteks sekolah, kolaborasi antara guru dan siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi asesmen sangat penting. Guru perlu melibatkan siswa dalam memahami tujuan asesmen dan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mereka. Komunikasi yang terbuka dan transparan antara guru, siswa, dan orang tua juga diperlukan untuk memastikan bahwa asesmen digunakan secara efektif sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Nama: Aminata Zuhriyah
NPM: 2113053067
Izin menjawab pertanyaan diatas.
Tidak semua jenis evaluasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan tujuan pendidikan. Jika menggunakan alat ukur yang tepat
maka keberhasilan pendidikan dapat diukur dengan jelas. Kegiatan evaluasi
dilaksanakan pada siswa dan lembaga baik formal maupun nonformal pada tiap jenjang dan jenis Pendidikan (Nuryanta, 2008).
Oleh karena itu dalam melaksanakan evaluasi sebaiknya berdasarkan prinsip
untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, sehingga setiap evaluasi yang dilaksanakan oleh masing-masing lembaga adalah bertujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Kebijakan pendidikan merdeka belajar merupakan program yang diinisiasi oleh menteri pendidikan kebudayaan dan riset yang bertujuan untuk memberikan suasana belajar yang bahagia bagi guru maupun siswa. Yang mana UN digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum.
Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, ada beberapa cara atau langkah yang dapat ditempuh yaitu:
1. Jelaskan Tujuan dan Harapan
Jelaskan dengan jelas tujuan AKM kepada siswa dan stakeholder lainnya. Pastikan mereka memahami mengapa AKM dilakukan dan apa yang diharapkan dari hasilnya.
2. Rancang Penilaian yang Relevan
Perancangan tugas dan instrumen penilaian yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan standar kompetensi yang ditetapkan. Pastikan penilaian mencakup berbagai jenis tugas yang dapat mengukur berbagai aspek kemampuan siswa.
3. Beri Umpan Balik yang Konstruktif
Berikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa berdasarkan hasil penilaian. Umpan balik harus jelas, spesifik, dan mengarah pada langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan siswa.
4. Libatkan Siswa dalam Proses Penilaian
Libatkan siswa dalam proses penilaian dengan memberikan kesempatan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tugas penilaian. Ini akan memberikan rasa memiliki kepada siswa terhadap proses penilaian dan meningkatkan motivasi mereka untuk berpartisipasi secara aktif.
5. Kembangkan Rubrik Penilaian yang Jelas
Gunakan rubrik penilaian yang jelas dan terstruktur untuk memberikan panduan yang jelas kepada siswa tentang kriteria penilaian. Rubrik ini juga membantu memastikan konsistensi dalam penilaian oleh guru atau tim penilai.
6. Dukung Pembelajaran Berkelanjutan
Gunakan hasil AKM sebagai dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan merencanakan pembelajaran berkelanjutan. Pastikan bahwa AKM tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa.
7. Evaluasi dan Tinjau Ulang Secara Berkala
Lakukan evaluasi dan tinjau ulang secara berkala terhadap proses dan hasil AKM untuk memastikan efektivitasnya. Tinjau kembali tujuan, instrumen, dan prosedur penilaian, serta gunakan temuan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan relevansi AKM di masa depan.
Dengan mengambil langkah-langkah atau cara diatas, AKM dapat menjadi alat yang efektif dan berhasil digunakan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik serta mendukung pembelajaran yang berarti dan berkelanjutan.
Selain itu pendidik dapat berupaya untuk lebih perhatian maupun pihak
lainnya dilingkungan sekolah, sehingga dapat memperbaiki strategi belajar-mengajar yang sesuai untuk peserta didik. Pada dasarnya kegiatan AKM ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi dasar penentuan seberapa banyak siswa yang telah mencapai kompetensi dan mengetahui bahwa pembelajaran
sebelumnya masih belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan untuk dicapai oleh siswa, dan akan efektif jika sering dilakukan sehingga akan mengetahui lebih dan kurangnya.
Terima kasih.
NPM: 2113053067
Izin menjawab pertanyaan diatas.
Tidak semua jenis evaluasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan tujuan pendidikan. Jika menggunakan alat ukur yang tepat
maka keberhasilan pendidikan dapat diukur dengan jelas. Kegiatan evaluasi
dilaksanakan pada siswa dan lembaga baik formal maupun nonformal pada tiap jenjang dan jenis Pendidikan (Nuryanta, 2008).
Oleh karena itu dalam melaksanakan evaluasi sebaiknya berdasarkan prinsip
untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, sehingga setiap evaluasi yang dilaksanakan oleh masing-masing lembaga adalah bertujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Kebijakan pendidikan merdeka belajar merupakan program yang diinisiasi oleh menteri pendidikan kebudayaan dan riset yang bertujuan untuk memberikan suasana belajar yang bahagia bagi guru maupun siswa. Yang mana UN digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum.
Untuk membuat Asesmen Kemampuan Minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat pengukuran kemampuan keberhasilan peserta didik, ada beberapa cara atau langkah yang dapat ditempuh yaitu:
1. Jelaskan Tujuan dan Harapan
Jelaskan dengan jelas tujuan AKM kepada siswa dan stakeholder lainnya. Pastikan mereka memahami mengapa AKM dilakukan dan apa yang diharapkan dari hasilnya.
2. Rancang Penilaian yang Relevan
Perancangan tugas dan instrumen penilaian yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan standar kompetensi yang ditetapkan. Pastikan penilaian mencakup berbagai jenis tugas yang dapat mengukur berbagai aspek kemampuan siswa.
3. Beri Umpan Balik yang Konstruktif
Berikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa berdasarkan hasil penilaian. Umpan balik harus jelas, spesifik, dan mengarah pada langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan siswa.
4. Libatkan Siswa dalam Proses Penilaian
Libatkan siswa dalam proses penilaian dengan memberikan kesempatan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tugas penilaian. Ini akan memberikan rasa memiliki kepada siswa terhadap proses penilaian dan meningkatkan motivasi mereka untuk berpartisipasi secara aktif.
5. Kembangkan Rubrik Penilaian yang Jelas
Gunakan rubrik penilaian yang jelas dan terstruktur untuk memberikan panduan yang jelas kepada siswa tentang kriteria penilaian. Rubrik ini juga membantu memastikan konsistensi dalam penilaian oleh guru atau tim penilai.
6. Dukung Pembelajaran Berkelanjutan
Gunakan hasil AKM sebagai dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan merencanakan pembelajaran berkelanjutan. Pastikan bahwa AKM tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa.
7. Evaluasi dan Tinjau Ulang Secara Berkala
Lakukan evaluasi dan tinjau ulang secara berkala terhadap proses dan hasil AKM untuk memastikan efektivitasnya. Tinjau kembali tujuan, instrumen, dan prosedur penilaian, serta gunakan temuan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan relevansi AKM di masa depan.
Dengan mengambil langkah-langkah atau cara diatas, AKM dapat menjadi alat yang efektif dan berhasil digunakan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik serta mendukung pembelajaran yang berarti dan berkelanjutan.
Selain itu pendidik dapat berupaya untuk lebih perhatian maupun pihak
lainnya dilingkungan sekolah, sehingga dapat memperbaiki strategi belajar-mengajar yang sesuai untuk peserta didik. Pada dasarnya kegiatan AKM ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi dasar penentuan seberapa banyak siswa yang telah mencapai kompetensi dan mengetahui bahwa pembelajaran
sebelumnya masih belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan untuk dicapai oleh siswa, dan akan efektif jika sering dilakukan sehingga akan mengetahui lebih dan kurangnya.
Terima kasih.
Nama : Daffa Syifaa Nabiilah
NPM : 2153053016
Izin menjawab pertanyaan yang telah diberikan pak...
Cara agar asesmen kompetensi minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik adalah dengan mengikuti berbagai langkah yang diperlukan dalam proses AKM. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dengan efektif:
1. Penentuan Kompetensi Minimum: Langkah pertama dalam AKM adalah menentukan kompetensi minimum yang diharapkan dari individu dalam mata pelajaran atau subjek tertentu
2. Pengembangan Instrumen Asesmen: Langkah berikutnya adalah mengembangkan instrumen asesmen, yang dapat berupa tes tertulis, tes praktik, proyek, atau lainnya
3. Pengembangan Kemampuan Guru: Guru yang berkualitas tinggi dapat membantu siswa dalam mencapai kompetensi minimum dengan efektif
4. Peningkatan Motivasi Siswa: Motivasi siswa untuk belajar sangat mempengaruhi penerapan dari AKM. Siswa yang termotivasi lebih mungkin mencapai kompetensi minimum dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi
5. Peningkatan Kemampuan Kognitif: Siswa dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi mungkin lebih cepat dalam mencapai kompetensi tersebut
6. Perencanaan Kurikulum: Hasil AKM dapat digunakan untuk merancang atau memperbarui kurikulum pendidikan untuk memastikan bahwa mata pelajaran dan metode pengajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi minimum yang diharapkan
7. Evaluasi Sistem Pendidikan: AKM membantu dalam mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan secara keseluruhan, terutama dalam menilai pemberlakuan sistem pendidikan sudah memenuhi standar nasional atau belum
8. Menyediakan Dasar Kebijakan Pendidikan: Hasil AKM dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang efektif
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, asesmen kompetensi minimum (AKM) dapat efektif digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Sekian, Terima Kasih.
NPM : 2153053016
Izin menjawab pertanyaan yang telah diberikan pak...
Cara agar asesmen kompetensi minimum (AKM) efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik adalah dengan mengikuti berbagai langkah yang diperlukan dalam proses AKM. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik dengan efektif:
1. Penentuan Kompetensi Minimum: Langkah pertama dalam AKM adalah menentukan kompetensi minimum yang diharapkan dari individu dalam mata pelajaran atau subjek tertentu
2. Pengembangan Instrumen Asesmen: Langkah berikutnya adalah mengembangkan instrumen asesmen, yang dapat berupa tes tertulis, tes praktik, proyek, atau lainnya
3. Pengembangan Kemampuan Guru: Guru yang berkualitas tinggi dapat membantu siswa dalam mencapai kompetensi minimum dengan efektif
4. Peningkatan Motivasi Siswa: Motivasi siswa untuk belajar sangat mempengaruhi penerapan dari AKM. Siswa yang termotivasi lebih mungkin mencapai kompetensi minimum dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi
5. Peningkatan Kemampuan Kognitif: Siswa dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi mungkin lebih cepat dalam mencapai kompetensi tersebut
6. Perencanaan Kurikulum: Hasil AKM dapat digunakan untuk merancang atau memperbarui kurikulum pendidikan untuk memastikan bahwa mata pelajaran dan metode pengajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi minimum yang diharapkan
7. Evaluasi Sistem Pendidikan: AKM membantu dalam mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan secara keseluruhan, terutama dalam menilai pemberlakuan sistem pendidikan sudah memenuhi standar nasional atau belum
8. Menyediakan Dasar Kebijakan Pendidikan: Hasil AKM dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang efektif
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, asesmen kompetensi minimum (AKM) dapat efektif digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik.
Sekian, Terima Kasih.
Nama : Adella Shalsabila
NPM : 2113053259
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menilai kompetensi dasar yang dibutuhkan seluruh peserta didik untuk mengembangkan keterampilannya dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Kemampuan yang dinilai meliputi berpikir logis dan sistematis, kemampuan menggunakan konsep dan pengetahuan yang dipelajari, serta kemampuan mengkategorikan dan mengolah informasi. AKM menyajikan masalah dalam berbagai situasi yang diharapkan siswa dapat menggunakan pemahaman membaca dan keterampilan matematika untuk menyelesaikannya. AKM bertujuan untuk mengukur kompetensi lebih dari sekedar kemahiran konten. Keduanya dipilih karena merupakan keterampilan atau kemampuan penting yang dibutuhkan semua siswa, terlepas dari karier atau ambisi masa depan mereka. Keterampilan membaca, menulis, dan berhitung juga merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan lintas disiplin ilmu. Pemahaman membaca yang diukur dengan Literasi AKM harus ditingkatkan tidak hanya melalui pengajaran bahasa Indonesia, tetapi juga melalui pendidikan agama, IPA, IPS, dan kelas lainnya. Keterampilan berpikir logis dan sistematis yang diukur dengan AKM Berhitung juga harus dikembangkan melalui berbagai pembelajaran. Dengan mengukur keterampilan membaca dan menulis dalam penilaian nasional, guru di semua mata pelajaran didorong untuk fokus mengembangkan pemahaman membaca dan keterampilan berpikir logis dan sistematis. Tujuan asesmen nasional tidak hanya mencatat hasil belajar kognitif siswa, namun juga hasil belajar sosial emosionalnya. Asesmen nasional diharapkan dapat menangkap sikap, nilai, keyakinan dan perilaku yang dapat memprediksi perilaku dan kinerja siswa dalam berbagai konteks yang relevan. Hal ini penting untuk menyampaikan pesan bahwa proses belajar mengajar harus memaksimalkan pengembangan potensi kognitif dan non-kognitif siswa.
NPM : 2113053259
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menilai kompetensi dasar yang dibutuhkan seluruh peserta didik untuk mengembangkan keterampilannya dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Kemampuan yang dinilai meliputi berpikir logis dan sistematis, kemampuan menggunakan konsep dan pengetahuan yang dipelajari, serta kemampuan mengkategorikan dan mengolah informasi. AKM menyajikan masalah dalam berbagai situasi yang diharapkan siswa dapat menggunakan pemahaman membaca dan keterampilan matematika untuk menyelesaikannya. AKM bertujuan untuk mengukur kompetensi lebih dari sekedar kemahiran konten. Keduanya dipilih karena merupakan keterampilan atau kemampuan penting yang dibutuhkan semua siswa, terlepas dari karier atau ambisi masa depan mereka. Keterampilan membaca, menulis, dan berhitung juga merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan lintas disiplin ilmu. Pemahaman membaca yang diukur dengan Literasi AKM harus ditingkatkan tidak hanya melalui pengajaran bahasa Indonesia, tetapi juga melalui pendidikan agama, IPA, IPS, dan kelas lainnya. Keterampilan berpikir logis dan sistematis yang diukur dengan AKM Berhitung juga harus dikembangkan melalui berbagai pembelajaran. Dengan mengukur keterampilan membaca dan menulis dalam penilaian nasional, guru di semua mata pelajaran didorong untuk fokus mengembangkan pemahaman membaca dan keterampilan berpikir logis dan sistematis. Tujuan asesmen nasional tidak hanya mencatat hasil belajar kognitif siswa, namun juga hasil belajar sosial emosionalnya. Asesmen nasional diharapkan dapat menangkap sikap, nilai, keyakinan dan perilaku yang dapat memprediksi perilaku dan kinerja siswa dalam berbagai konteks yang relevan. Hal ini penting untuk menyampaikan pesan bahwa proses belajar mengajar harus memaksimalkan pengembangan potensi kognitif dan non-kognitif siswa.
Nama : Andini Putri Oktaviana
NPM : 2113053016
Bagaimana Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. AKM hanya akan diikuti oleh peserta didik kelas V, VIII, dan XI berdasarkan sensus satuan pendidikan dengan sampel peserta didik selama 2 (dua) hari. Dari segi jumlah soal, nantinya siswa kelas V mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi.
Menurut saya AKM dapat efektif dan berhasil sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, jika tetap menggunakan standar nasional yang ditetapkan di Indonesia. Jika dilihat AKM ini hanya disesuaikan dengan guru atau kebijakan sekolah setempat yang tentunya antara sekolah di provinsi satu dan lainnya memiliki standar lulusan yang berbeda. Seharusnya ada kebijakan dari pemerintah memiliki standar yang sama dalam evaluasi pembelajaran agar seluruh sekolah di Indonesia memiliki kesetaraan dalam Pendidikan sama halnya seperti ujian nasional. Selain itu juga AKM ini hanya mengambil beberapa sampel peserta didik saja bukan keseluruhan. Hal ini sangat tidak adil menurut saya, seharusnya memang dalam asesmen harus tiap peserta didik mengikutinya.
Jadi kesimpulannya pemerintah harus menetapkan standar dalam evaluasi pembelajaran yang menentukan kelulusan siswa harus secara general negara bukan berdasarkan otonomi sekolah. Dan seharusnya AKM harus dilaksanakan oleh seluruh peserta didik yang akan menempuh jenjang yang lebih tinggi, sama hal nya dengan Ujian Nasional.
NPM : 2113053016
Bagaimana Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. AKM hanya akan diikuti oleh peserta didik kelas V, VIII, dan XI berdasarkan sensus satuan pendidikan dengan sampel peserta didik selama 2 (dua) hari. Dari segi jumlah soal, nantinya siswa kelas V mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi.
Menurut saya AKM dapat efektif dan berhasil sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, jika tetap menggunakan standar nasional yang ditetapkan di Indonesia. Jika dilihat AKM ini hanya disesuaikan dengan guru atau kebijakan sekolah setempat yang tentunya antara sekolah di provinsi satu dan lainnya memiliki standar lulusan yang berbeda. Seharusnya ada kebijakan dari pemerintah memiliki standar yang sama dalam evaluasi pembelajaran agar seluruh sekolah di Indonesia memiliki kesetaraan dalam Pendidikan sama halnya seperti ujian nasional. Selain itu juga AKM ini hanya mengambil beberapa sampel peserta didik saja bukan keseluruhan. Hal ini sangat tidak adil menurut saya, seharusnya memang dalam asesmen harus tiap peserta didik mengikutinya.
Jadi kesimpulannya pemerintah harus menetapkan standar dalam evaluasi pembelajaran yang menentukan kelulusan siswa harus secara general negara bukan berdasarkan otonomi sekolah. Dan seharusnya AKM harus dilaksanakan oleh seluruh peserta didik yang akan menempuh jenjang yang lebih tinggi, sama hal nya dengan Ujian Nasional.
Nama : Fauriza Agustina
NPM : 2153053004
Izin menjawab pak..
Asesmen Kemampuan Minimum sebagai evaluasi sistem tidak memiliki konsekuensi pada murid peserta asesmen. Sebagai pemetaan dan umpan balik bagi satuan dan dinas pendidikan, maka tidak ada skor individu, murid, guru, juga kepala sekolah. Tujuannya adalah perbaikan proses pembelajaran. Hasil asesmen digunakan sebagai pemetaan awal untuk menangani hilangnya kesempatan belajar (learning loss) akibat pandemi.
Keberhasilan AKM untuk siswa bisa dilakukan dengan pertama sekolah melakukan pemetaan mutu guru karena kompetensi guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kedua sekolah memfasilitasi agar guru mengembangkan proses pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat seperti terjadinya transfer knowledge, problem solving, dan pembelajaran abad 21 seperti mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif. Hal ini diperlukan dalam upaya untuk melatih daya nalar siswa.
AKM ini adalah secara bersamaan dilakukan survei karakter bagi siswa, survei kinerja bagi guru, dan kepala sekolah, sehingga saat AKM dilaksanakan tidak hanya siswa yang sibuk melainkan guru dan kepala sekolah dituntut untuk mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mengisi instrumen survei kinerja, karena informasi dari guru dan kepala sekolah akan diagregasi menjadi sebuah laporan yang menentukan posisi suatu sekolah dengan sekolah lainnya.
Terima kasih.
NPM : 2153053004
Izin menjawab pak..
Asesmen Kemampuan Minimum sebagai evaluasi sistem tidak memiliki konsekuensi pada murid peserta asesmen. Sebagai pemetaan dan umpan balik bagi satuan dan dinas pendidikan, maka tidak ada skor individu, murid, guru, juga kepala sekolah. Tujuannya adalah perbaikan proses pembelajaran. Hasil asesmen digunakan sebagai pemetaan awal untuk menangani hilangnya kesempatan belajar (learning loss) akibat pandemi.
Keberhasilan AKM untuk siswa bisa dilakukan dengan pertama sekolah melakukan pemetaan mutu guru karena kompetensi guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kedua sekolah memfasilitasi agar guru mengembangkan proses pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat seperti terjadinya transfer knowledge, problem solving, dan pembelajaran abad 21 seperti mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif. Hal ini diperlukan dalam upaya untuk melatih daya nalar siswa.
AKM ini adalah secara bersamaan dilakukan survei karakter bagi siswa, survei kinerja bagi guru, dan kepala sekolah, sehingga saat AKM dilaksanakan tidak hanya siswa yang sibuk melainkan guru dan kepala sekolah dituntut untuk mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mengisi instrumen survei kinerja, karena informasi dari guru dan kepala sekolah akan diagregasi menjadi sebuah laporan yang menentukan posisi suatu sekolah dengan sekolah lainnya.
Terima kasih.
Nama: Niki Sasi Kirani
NPM: 2113053027
Izin menjawab pak,
Asesmen Kemampuan Minimun atau AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang dibutuhkan bagi peserta didik dalam mengembangkan kapasitas atau kemampuan diri di lingkungannya. Penilaian ini akan berhasil karena pada AKM ini mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi. Tentunya, hal ini sangat mempermudah pendidik dalam menilai peserta didik karena sesuai dengan kemampuan peserta didiknya. Selain itu pada AKM ini terdapat 2 kompetensi yaitu Asesmen Literasi dan Asessmen Numerasi. Melalui hal itu, pendidik dapat memberikan sebuah pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimilikinya. Soal latihan yang nantinya akan diberikan pun mampu membantu peserta didik dalam memahami apa yang sudah dipelajari berkenaan dengan materi yang sudah didapatkan.
Walaupun tingkat kesulitan AKM lebih adaptif, akan tetapi penilaian akan disesuaikan dengan kemampuan dan pengetahuan peserta didik. Maka, peserta didik akan lebih semangat dalam assesmen ini dan keberhasilan peserta didik melalui AKM akan tercapai.
Terima Kasih
NPM: 2113053027
Izin menjawab pak,
Asesmen Kemampuan Minimun atau AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang dibutuhkan bagi peserta didik dalam mengembangkan kapasitas atau kemampuan diri di lingkungannya. Penilaian ini akan berhasil karena pada AKM ini mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi. Tentunya, hal ini sangat mempermudah pendidik dalam menilai peserta didik karena sesuai dengan kemampuan peserta didiknya. Selain itu pada AKM ini terdapat 2 kompetensi yaitu Asesmen Literasi dan Asessmen Numerasi. Melalui hal itu, pendidik dapat memberikan sebuah pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimilikinya. Soal latihan yang nantinya akan diberikan pun mampu membantu peserta didik dalam memahami apa yang sudah dipelajari berkenaan dengan materi yang sudah didapatkan.
Walaupun tingkat kesulitan AKM lebih adaptif, akan tetapi penilaian akan disesuaikan dengan kemampuan dan pengetahuan peserta didik. Maka, peserta didik akan lebih semangat dalam assesmen ini dan keberhasilan peserta didik melalui AKM akan tercapai.
Terima Kasih
Nama: Irma Tri Susanti
Npm: 2113053069
Mohon izin menjawab pertanyaan diatas, pak.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini standar penilaian ujian Nasional diganti dengan AKM atau assessmen kemampuan minimum. Dalam pelaksanaan AKM ternilai belum efektif karena, pada dasarnya AKM itu nilai ditentukan oleh pendidik yang mana standar pendidik setiap individualnya itu berbeda-beda, jadi tidak ada pedoman atau standar khusus yang benar-benar menjadi kunci dari keberhasilan peserta didik itu sendiri. Oleh sebab itu, berikut beberapa upaya yang dapat diterapkan oleh pendidik supaya Assessmen Kemampuan Minimum (AKM) dilaksanakan secara efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik:
1. Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) sesuai fase
2. Menyesuaikan pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik peserta didik
3. Mengembangkan modul ajar yang digunakan oleh pendidik
4. Melaksanakan evaluasi pembelajaran dan asesmen
5. Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik
6. Merencanakan, melaksanakan, dan mengolah asesmen formatif dan sumatif
7. Pelaporan hasil belajar yang dilakukan antara pendidik dengan peserta didik
Dalam pelaksanaan AKM juga pendidik harus konsisten dan menentukan dengan jelas bagaimana standar kelulusan yang akan digunakan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Selain itu, AKM juga dapat dilakukan dengan waktu yang berkelanjutan, tidak hanya sekali saja supaya pendidik dapat mengevaluasi bagaimana sih AKM yang tepat dan efektif untuk dilakukan supaya dapat mengukur tingkat keberhasilan peserta didik.
Sekian, terima kasih.
Npm: 2113053069
Mohon izin menjawab pertanyaan diatas, pak.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini standar penilaian ujian Nasional diganti dengan AKM atau assessmen kemampuan minimum. Dalam pelaksanaan AKM ternilai belum efektif karena, pada dasarnya AKM itu nilai ditentukan oleh pendidik yang mana standar pendidik setiap individualnya itu berbeda-beda, jadi tidak ada pedoman atau standar khusus yang benar-benar menjadi kunci dari keberhasilan peserta didik itu sendiri. Oleh sebab itu, berikut beberapa upaya yang dapat diterapkan oleh pendidik supaya Assessmen Kemampuan Minimum (AKM) dilaksanakan secara efektif dan berhasil digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik:
1. Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) sesuai fase
2. Menyesuaikan pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik peserta didik
3. Mengembangkan modul ajar yang digunakan oleh pendidik
4. Melaksanakan evaluasi pembelajaran dan asesmen
5. Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik
6. Merencanakan, melaksanakan, dan mengolah asesmen formatif dan sumatif
7. Pelaporan hasil belajar yang dilakukan antara pendidik dengan peserta didik
Dalam pelaksanaan AKM juga pendidik harus konsisten dan menentukan dengan jelas bagaimana standar kelulusan yang akan digunakan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Selain itu, AKM juga dapat dilakukan dengan waktu yang berkelanjutan, tidak hanya sekali saja supaya pendidik dapat mengevaluasi bagaimana sih AKM yang tepat dan efektif untuk dilakukan supaya dapat mengukur tingkat keberhasilan peserta didik.
Sekian, terima kasih.
Nama : Wulan Erliana Safitri
NPM : 2113053185
İzin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas pak,
1. Yang pertama definisikan terlebih dahulu tujuan asesmen, disini tentukan dengin kelas apa yang ingin pendidik ukur dari peserta didik.
2. Selanjutnya pilih lah metode asesmen yang telat, disini sesuaikan metode asesmen dengin tujuan yang telah ditetapkan.
3. Kemudian buatlah instrumen asesmen yang relevan, disini buatlah instrumen asesmen seperti rubrik penilaian, tes, atau pun bisa dengan proyek yang sesuai dengan tujuan yang telah pendidik pilih.
4. Berikan arahan yang jelas, disini pastikan peserta didik memahami apa yang di harapkan dari peserta didik dalam melakukan asesmen.
5. Berikan umpan balik yang konstruktif, setelah asesmen selesai berikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada peserta didik.
6. Gunakan data asesmen untuk pembelajaran berkelanjutan, gunakan hasil asesmen untuk menginformasikan praktik pengajaran pendidik untuk merancang pembelajaran selanjutnya.
7. Evaluasi dan revisi, lakukan evaluasi terhadap efektivitas asesmen secara berkala.
Sekian jawaban dari saya terima kasih.
NPM : 2113053185
İzin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas pak,
1. Yang pertama definisikan terlebih dahulu tujuan asesmen, disini tentukan dengin kelas apa yang ingin pendidik ukur dari peserta didik.
2. Selanjutnya pilih lah metode asesmen yang telat, disini sesuaikan metode asesmen dengin tujuan yang telah ditetapkan.
3. Kemudian buatlah instrumen asesmen yang relevan, disini buatlah instrumen asesmen seperti rubrik penilaian, tes, atau pun bisa dengan proyek yang sesuai dengan tujuan yang telah pendidik pilih.
4. Berikan arahan yang jelas, disini pastikan peserta didik memahami apa yang di harapkan dari peserta didik dalam melakukan asesmen.
5. Berikan umpan balik yang konstruktif, setelah asesmen selesai berikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada peserta didik.
6. Gunakan data asesmen untuk pembelajaran berkelanjutan, gunakan hasil asesmen untuk menginformasikan praktik pengajaran pendidik untuk merancang pembelajaran selanjutnya.
7. Evaluasi dan revisi, lakukan evaluasi terhadap efektivitas asesmen secara berkala.
Sekian jawaban dari saya terima kasih.
Nama : Sekar Tyas Ayu Ningrum
NPM : 2113053011
cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, yaitu diantaranya dapat dilakukan oleh sekolah maupun guru
1. Pemetaan Mutu Guru
Sekolah harus segera melakukan pemetaan terhadap mutu guru. Setiap guru dituntut mengembangkan keterampilannya sendiri sebagai seorang pengajar. Dengan begitu, guru diharapkan mampu mendongkrak potensi siswa secara maksimal, terlebih dalam hal berpikir tingkat tinggi
2. Berorientasi pada Keterampilan Berpikir
Seluruh guru harus mengubah paradigma bahwa seluruh pengajaran mata pelajaran harus berorientasi pada keterampilan, terlebih dalam keterampilan berpikir
3.Memberi Fasilitas pada Guru
Sekolah perlu memberikan fasilitas kepada para gurunya agar dapat mengakses informasi yang lebih luas. Dengan bantuan IT, akan membuat guru lebih kaya informasi.
4.Menggalakkan Literasi
Sekolah perlu membuat gerakan literasi secara menyeluruh yang dapat menyentuh siswa dan guru sendiri. Dengan gerakan tersebut, guru dan siswa diharapkan mampu mengembangkan literasi lebih baik.
NPM : 2113053011
cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik, yaitu diantaranya dapat dilakukan oleh sekolah maupun guru
1. Pemetaan Mutu Guru
Sekolah harus segera melakukan pemetaan terhadap mutu guru. Setiap guru dituntut mengembangkan keterampilannya sendiri sebagai seorang pengajar. Dengan begitu, guru diharapkan mampu mendongkrak potensi siswa secara maksimal, terlebih dalam hal berpikir tingkat tinggi
2. Berorientasi pada Keterampilan Berpikir
Seluruh guru harus mengubah paradigma bahwa seluruh pengajaran mata pelajaran harus berorientasi pada keterampilan, terlebih dalam keterampilan berpikir
3.Memberi Fasilitas pada Guru
Sekolah perlu memberikan fasilitas kepada para gurunya agar dapat mengakses informasi yang lebih luas. Dengan bantuan IT, akan membuat guru lebih kaya informasi.
4.Menggalakkan Literasi
Sekolah perlu membuat gerakan literasi secara menyeluruh yang dapat menyentuh siswa dan guru sendiri. Dengan gerakan tersebut, guru dan siswa diharapkan mampu mengembangkan literasi lebih baik.
Nama: Zahra Dika Ramadhona
Npm: 2113053156
Terdapat beberapa cara agar peserta didik dapat berhasil dalam memperoleh asesmen kemampuan minimum, contohnya seperti:
1. Biasakan peserta didik untuk senang membaca. Dengan membaca peserta didik akan memperoleh banyak materi, sehingga saat evaluasi AKM peserta didik dapat mudah melaksanakan dan memperoleh hasil yang memuaskan atau efektif. Apalagi seperti yang diketahui bahwa akm menilai literasi dan numerasi peserta didik, jadi peserta didik bisa diwajibkan untuk selalu membaca dengan berbagai referensi buku.
2. membiasakan peserta didik untuk mengerjakan soal soal dari yang mudah hingga susah. Hal ini dapat melatih kemampuan memahami materi - materi yang telah di pelajari. Saat menjawab soal peserta didik sudah terbiasa dan tidak merasa gugup apabila dihadapi soal soal HOTS.
Berdasarkan urain diatas maka asesmen kemampuan minimum peserta didik dapat digunakan sebagai alat mengukur kemampuas keberhasilan peserta didik. Kemuadian pendidik dapat menilai UKM dengan jujur,transparan, teliti, serta kriteria penilaian yang jelas, valid, dan profesional tanpa membedekan dalam segi apapun.
Npm: 2113053156
Terdapat beberapa cara agar peserta didik dapat berhasil dalam memperoleh asesmen kemampuan minimum, contohnya seperti:
1. Biasakan peserta didik untuk senang membaca. Dengan membaca peserta didik akan memperoleh banyak materi, sehingga saat evaluasi AKM peserta didik dapat mudah melaksanakan dan memperoleh hasil yang memuaskan atau efektif. Apalagi seperti yang diketahui bahwa akm menilai literasi dan numerasi peserta didik, jadi peserta didik bisa diwajibkan untuk selalu membaca dengan berbagai referensi buku.
2. membiasakan peserta didik untuk mengerjakan soal soal dari yang mudah hingga susah. Hal ini dapat melatih kemampuan memahami materi - materi yang telah di pelajari. Saat menjawab soal peserta didik sudah terbiasa dan tidak merasa gugup apabila dihadapi soal soal HOTS.
Berdasarkan urain diatas maka asesmen kemampuan minimum peserta didik dapat digunakan sebagai alat mengukur kemampuas keberhasilan peserta didik. Kemuadian pendidik dapat menilai UKM dengan jujur,transparan, teliti, serta kriteria penilaian yang jelas, valid, dan profesional tanpa membedekan dalam segi apapun.
Nama : Masita Putri Kirana
NPM : 2113053182
Izin memberikan jawaban
Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bukan berdasar pada kemampuan menguasai materi sesuai kurikulum seperti dalam ujian nasonal, tetapi dirancang untuk memetakan dan memperbaiki kualiitas pendidikan secara menyeluruh. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berfokus pada penguasaan kompetensi literasi dan numerasi yang akan diukur.
Jadi agar AKM ini dapat berjalan efektif dan berhasil sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik perlunya :
1. guru dalam merancang pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran inovatif yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian siswa.
2. Instrumen soal AKM tidak hanya berisi topik atau konten suatu materi tertentu melainkan mencakup konten, konteks dan proses kognitif yang harus dilalui oleh siswa.
3. guru harus lebih kreatif dalam menyusun instrument penilaian untuk siswa.
Terimakasih.
NPM : 2113053182
Izin memberikan jawaban
Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bukan berdasar pada kemampuan menguasai materi sesuai kurikulum seperti dalam ujian nasonal, tetapi dirancang untuk memetakan dan memperbaiki kualiitas pendidikan secara menyeluruh. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berfokus pada penguasaan kompetensi literasi dan numerasi yang akan diukur.
Jadi agar AKM ini dapat berjalan efektif dan berhasil sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik perlunya :
1. guru dalam merancang pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran inovatif yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian siswa.
2. Instrumen soal AKM tidak hanya berisi topik atau konten suatu materi tertentu melainkan mencakup konten, konteks dan proses kognitif yang harus dilalui oleh siswa.
3. guru harus lebih kreatif dalam menyusun instrument penilaian untuk siswa.
Terimakasih.
Nama : Ida Wahyuni
Npm : 2113053193
Kelas : 6E
Izin menjawab pak,
Asesmen Kompetensi Minimum atau biasa kita sebut dengan AKM adalah proses penilaian yang dilakukan untuk mengukur dan memastikan bahwa individu atau kelompok memiliki keterampilan dan pengetahuan minimum yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu. AKM biasanya dilakukan dalam konteks pendidikan atau pelatihan di mana tujuannya adalah untuk mengevaluasi pemahaman dan kemampuan peserta terhadap materi yang diajarkan. Cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu sebagai berikut :
Tentukan dengan jelas tujuan dari asesmen kemampuan minimum yang akan dilakukan. Pastikan tujuan asesmen tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selanjutnya, pilihlah instrumen asesmen yang sesuai dengan kriteria dan tujuan yang telah ditetapkan. Ini bisa berupa tes tertulis, proyek praktis, presentasi, atau kombinasi dari beberapa metode. Setelah itu, tetapkanlah waktu yang efisien untuk peserta didik dalam menyelesaikan asesmen. Komunikasikan dengan jelas kepada peserta didik tentang apa yang akan diuji dalam asesmen tersebut. Setelah semua peserta didik menyelesaikan asesmen, berikanlah feedback yang bermanfaat kepada mereka. Terakhir, evaluasilah secara berkala efektivitas asesmen tersebut. Lakukan perbaikan atau pembaruan jika asesmen sebelumnya belum bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sekian, terima kasih
Npm : 2113053193
Kelas : 6E
Izin menjawab pak,
Asesmen Kompetensi Minimum atau biasa kita sebut dengan AKM adalah proses penilaian yang dilakukan untuk mengukur dan memastikan bahwa individu atau kelompok memiliki keterampilan dan pengetahuan minimum yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu. AKM biasanya dilakukan dalam konteks pendidikan atau pelatihan di mana tujuannya adalah untuk mengevaluasi pemahaman dan kemampuan peserta terhadap materi yang diajarkan. Cara Agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik yaitu sebagai berikut :
Tentukan dengan jelas tujuan dari asesmen kemampuan minimum yang akan dilakukan. Pastikan tujuan asesmen tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selanjutnya, pilihlah instrumen asesmen yang sesuai dengan kriteria dan tujuan yang telah ditetapkan. Ini bisa berupa tes tertulis, proyek praktis, presentasi, atau kombinasi dari beberapa metode. Setelah itu, tetapkanlah waktu yang efisien untuk peserta didik dalam menyelesaikan asesmen. Komunikasikan dengan jelas kepada peserta didik tentang apa yang akan diuji dalam asesmen tersebut. Setelah semua peserta didik menyelesaikan asesmen, berikanlah feedback yang bermanfaat kepada mereka. Terakhir, evaluasilah secara berkala efektivitas asesmen tersebut. Lakukan perbaikan atau pembaruan jika asesmen sebelumnya belum bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sekian, terima kasih
Nama: Ella Septiani
NPM: 2113053054
Sebelumnya izin menjawab terkait pertanyaan yaitu cara agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Terdapat beberapa hal agar asesmen berhasil
a. Perjelas Tujuan Asesmen
Guru harus tahu dan memahami dengan benar tujuan dasar diadakannya asesmen. Dengan begitu, penerapannya pun akan jauh lebih mudah.
b. Persiapkan Alat atau Perlengkapan yang Dibutuhkan
Alat atau perlengkapan apa yang biasa digunakan dalam proses asesmen selama ini? Inilah yang juga perlu untuk dipahami. Alat atau perlengkapan yang tidak memadai akan menjadikan asesmen tidak efektif dan efisien.
c. Siapkan Dokumen Pendukung
Ada banyak dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses asesmen. Pastikan semuanya sudah lengkap sebelum asesmen dimulai, jadi tidak akan mengganggu jalannya asesmen.
d. Koordinasi dan Komunikasi dengan Pihak yang Terkait
Dalam membuat atau mengadakan suatu asesmen, guru tentunya tidak bekerja sendiri. Ada banyak pihak lain yang juga terkait. Mulai dari kepala sekolah, pihak tata usaha, administrasi sekolah, dan masih banyak lagi. Usahakan koordinasi dan komunikasi di antara semua pihak bisa terjalin dengan baik, agar asesmen menjadi lebih efektif.
Sekian Terimakasih
NPM: 2113053054
Sebelumnya izin menjawab terkait pertanyaan yaitu cara agar Asesmen Kemampuan Minimun efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik?
Terdapat beberapa hal agar asesmen berhasil
a. Perjelas Tujuan Asesmen
Guru harus tahu dan memahami dengan benar tujuan dasar diadakannya asesmen. Dengan begitu, penerapannya pun akan jauh lebih mudah.
b. Persiapkan Alat atau Perlengkapan yang Dibutuhkan
Alat atau perlengkapan apa yang biasa digunakan dalam proses asesmen selama ini? Inilah yang juga perlu untuk dipahami. Alat atau perlengkapan yang tidak memadai akan menjadikan asesmen tidak efektif dan efisien.
c. Siapkan Dokumen Pendukung
Ada banyak dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses asesmen. Pastikan semuanya sudah lengkap sebelum asesmen dimulai, jadi tidak akan mengganggu jalannya asesmen.
d. Koordinasi dan Komunikasi dengan Pihak yang Terkait
Dalam membuat atau mengadakan suatu asesmen, guru tentunya tidak bekerja sendiri. Ada banyak pihak lain yang juga terkait. Mulai dari kepala sekolah, pihak tata usaha, administrasi sekolah, dan masih banyak lagi. Usahakan koordinasi dan komunikasi di antara semua pihak bisa terjalin dengan baik, agar asesmen menjadi lebih efektif.
Sekian Terimakasih
Nama : Khusnul Khotimah
NPM : 2113053122
Izin menjawab pertanyaan diatas, AKM Kelas digunakan sebagai alat bantu guru di kelas untuk mendiagnosa hasil belajar setiap individu murid. Tujuannya adalah untuk merancang pembelajaran yang menyesuaikan tingkat kompetensi peserta didik (teaching at the right level). Menurut saya AKM memang tidak ditujukan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik karena AKM dirancang untuk mengembangkan kompetensi berfikir tingkat tinggi bagi peserta didik, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan standar pendidikan Indonesia secara bertahap.
Berdasarkan hal tersebut dengan adanya AKM, peserta didik dituntut tidak hanya mengingat, memahami, dan menerapkan, melainkan juga bagaimana mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu dari apa yang dipelajari. Berbeda dengan UN yang cenderung menguji aspek mengingat dan hafalan yang merupakan keterampilan berfikir tingkat rendah.
Oleh sebab itu, AKM tidak bisa digunakan sebagai alat mengukur keberhasilan peserta didik. Jika pun ingin digunakan sebagai pengukur keberhasilan peserta didik, berarti yang diukur adalah kemampuan peserta didik dalam berfikir logi-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari dan ketrampilan memilah serta mengolah informasi.
NPM : 2113053122
Izin menjawab pertanyaan diatas, AKM Kelas digunakan sebagai alat bantu guru di kelas untuk mendiagnosa hasil belajar setiap individu murid. Tujuannya adalah untuk merancang pembelajaran yang menyesuaikan tingkat kompetensi peserta didik (teaching at the right level). Menurut saya AKM memang tidak ditujukan untuk mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik karena AKM dirancang untuk mengembangkan kompetensi berfikir tingkat tinggi bagi peserta didik, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan standar pendidikan Indonesia secara bertahap.
Berdasarkan hal tersebut dengan adanya AKM, peserta didik dituntut tidak hanya mengingat, memahami, dan menerapkan, melainkan juga bagaimana mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu dari apa yang dipelajari. Berbeda dengan UN yang cenderung menguji aspek mengingat dan hafalan yang merupakan keterampilan berfikir tingkat rendah.
Oleh sebab itu, AKM tidak bisa digunakan sebagai alat mengukur keberhasilan peserta didik. Jika pun ingin digunakan sebagai pengukur keberhasilan peserta didik, berarti yang diukur adalah kemampuan peserta didik dalam berfikir logi-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari dan ketrampilan memilah serta mengolah informasi.
Sekian Terimakasih
Nama : Ema Nofita Sati
NPM : 2113053108
Mohon izin menjawab
Dalam pelaksanaan AKM sendiri bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi.
Oleh karena itu agar pelaksanaan AKM dapat efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik maka diperlukan tujuan yang jelas apa yang akan di identifikasi dari peserta didik. Serta usahakan sering memberikan pengasahan pengetahuan mengenai numerasi dan literasi kepada peserta didik dapat berupa penugasan maupun pembiasaan membaca sebelum memulai pembelajaran, serta tetapkan kriteria penilaian yang jelas sehingga peserta didik mengetahui apa yang perlu mereka kuasai.
Sekian teruma kasih
NPM : 2113053108
Mohon izin menjawab
Dalam pelaksanaan AKM sendiri bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi.
Oleh karena itu agar pelaksanaan AKM dapat efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik maka diperlukan tujuan yang jelas apa yang akan di identifikasi dari peserta didik. Serta usahakan sering memberikan pengasahan pengetahuan mengenai numerasi dan literasi kepada peserta didik dapat berupa penugasan maupun pembiasaan membaca sebelum memulai pembelajaran, serta tetapkan kriteria penilaian yang jelas sehingga peserta didik mengetahui apa yang perlu mereka kuasai.
Sekian teruma kasih
Nama : Debi Elisa Prasasti
NPM : 2113053158
Izin menjawab
Supaya AKM menjadi alat yang efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik itu diperlukan hal seperti mempersiapkan pembelajaran yang matang dan terstuktur. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan dan tingkat capaian dari peserta didik contohnya
a. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan untuk membantu murid
mengembangkan kompetensi. Misal: belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah,
dan pembelajaran terdiferensiasi.
b. Guru merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif
bagi murid.
c. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan
budaya murid, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
Dengan pembelajaran yang matang dan terstruktur, maka akan memperoleh hasil yang memuaskan
NPM : 2113053158
Izin menjawab
Supaya AKM menjadi alat yang efektif dan berhasil dalam mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik itu diperlukan hal seperti mempersiapkan pembelajaran yang matang dan terstuktur. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan dan tingkat capaian dari peserta didik contohnya
a. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan untuk membantu murid
mengembangkan kompetensi. Misal: belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah,
dan pembelajaran terdiferensiasi.
b. Guru merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif
bagi murid.
c. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan
budaya murid, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
Dengan pembelajaran yang matang dan terstruktur, maka akan memperoleh hasil yang memuaskan
Nama: Andriyani Merkuri
NPM: 2113053247
Izin menjawab pak.
Agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik , sebagai guru kita harus membuat desain AKM yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa , sebagai guru kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan siswa karena setiap siswa memiliki kebutuhan belajar dan individual yang berbeda. Setelah itu kita juga bisa membuat assesment yang bervariasi seperti tugas presebtasi, proyek dan sebagainya.
Sekian terima kasih.
NPM: 2113053247
Izin menjawab pak.
Agar AKM efektif dan berhasil digunakan sebagai alat mengukur kemampuan keberhasilan peserta didik , sebagai guru kita harus membuat desain AKM yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa , sebagai guru kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan siswa karena setiap siswa memiliki kebutuhan belajar dan individual yang berbeda. Setelah itu kita juga bisa membuat assesment yang bervariasi seperti tugas presebtasi, proyek dan sebagainya.
Sekian terima kasih.
Nama I Wayan suberata
NPM 2153053007
Kelas 6 E
Izin Menjawab bapak
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat”, buka Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), Dr. Rahmawati, ST., M.Ed. Kegiatan Academic Discussion yang diadakan oleh Prodi S3 PEP ini membahas tentang kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.
NPM 2153053007
Kelas 6 E
Izin Menjawab bapak
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat”, buka Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), Dr. Rahmawati, ST., M.Ed. Kegiatan Academic Discussion yang diadakan oleh Prodi S3 PEP ini membahas tentang kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.