RUANG DISKUSI

VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by I Wayan Distrik -
Number of replies: 35

Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)


In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by I Wayan Distrik -
Silahkan Kelompok yang bertugas, upload materi Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi) di Ruang ini. Silahkan peserta mengajukan klain, atau bertanya atau menanggapi/menjawab pertanyaan teman anda.
In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Nia Mar'ayuni -
Assalamualaikum wr wb pak.
Izin mengumpulkan materi Bencana Alam (Longsoran,Letusan gunung berapi)

Kelompok 3 dengan anggota
1. Nia Mar'ayuni_211302206
2. Da'if kurniawan_2113022026

https://drive.google.com/drive/folders/1GfsGtBs8pKd69s3lC16JcwL9vKEzzVFm
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Vera Yunita (2113022006) -

Nama Vera Yunita

NPM 2113022006

Izin bertanya kelompok 3

Why can pressure arise in the hot core of the earth, causing volcanic eruptions?

Kenapa bisa muncul tekanan pada inti bumi yang panas sehingga menyebabkan letusan gunung berapi?

In reply to Vera Yunita (2113022006)

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DIANA.PUSPITA21 DIANA.PUSPITA21 -
Diana Puspita
2113022023

Permission to answer,
The pressure on Earth's hot core causes volcanic eruptions because heat from the core warms the Earth's mantle layer closer to the surface. When this mantle material is heated, it becomes less dense and more liquid. Magma formed by this process has a lower density than the surrounding rocks, so magma tends to rise upward towards the surface.

The rise of this magma creates pressure that accumulates within the volcano. When this pressure reaches a certain level and exceeds the strength of the surrounding rocks, it can cause volcanic eruptions. During an eruption, magma, gases, and rocks can be released to the surface with great force, creating volcanic eruptions.

So, pressure coming from heat in the Earth's core causes upward movement of magma and can eventually lead to volcanic eruptions when that pressure is released.
In reply to Vera Yunita (2113022006)

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Nia Mar'ayuni -
Nia Mar'ayuni
NPM 2113022026
Permission to answer
The hot temperature in the earth's interior causes the formation of magma and at very hot temperatures it can melt the rocks in the earth to produce gases and these gases can mix with the magma. Magma containing gas little by little rises to the surface because it has a light mass and floats easily. The magma accumulates in the magma bag and over time cov yaers the hole in the magma bag. Meanwhile gas and rocks continue to exert high pressure on the magma from the bottom of the magma. If the pressure under the magma is greater than the pressure from above the magma, there will be a pressure difference and the magma will be pushed out, resulting in vibrations and sound waves in the form of an eruption that comes out through the main gap and then the magma comes out in the form of gas, dust and liquid in the form of lava.
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Rumaisa Hidayani 2113022020 -
Nama : Rumaisa Hidayani
NPM : 2113022020

My question is can volcanic eruptions trigger landslides?
In reply to Rumaisa Hidayani 2113022020

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DIANA.PUSPITA21 DIANA.PUSPITA21 -
Diana Puspita
2113022023

Permission to answer,
Yes, volcanic eruptions can trigger landslides. This happens because volcanic eruptions often release massive materials such as lava, volcanic ash, and large rocks that can trigger landslide movements in the surrounding area. In addition, volcanic lava flows consisting of a mixture of water, ash, and rock can also flow into mountain slopes and trigger landslides.
In reply to Rumaisa Hidayani 2113022020

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Amanda Fajar Arifia -
Nama: Amanda Fajar Arifia
NPM: 2113022045

Permission to answer Rumaisa,
Volcanoes create silent ash deposits, heavy rains and ash flows. This can cause vibrations or ground upheaval which can cause landslides.
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DIANA.PUSPITA21 DIANA.PUSPITA21 -
Diana Puspita
2113022023

permission to ask,
Is there a relationship between climate change and the frequency and intensity of avalanches and volcanic eruptions?
In reply to DIANA.PUSPITA21 DIANA.PUSPITA21

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Rumaisa Hidayani 2113022020 -
Nama : Rumaisa Hidayani
NPM : 2113022020

Permission to answer,
Yes, there is a relationship between climate change and the frequency and intensity of landslides and volcanic eruptions. Although this relationship is not completely well understood, several studies have shown a correlation between climate change and this geological phenomenon.

Rising global temperatures may cause melting of glaciers and snow in higher mountain areas. This water released from glaciers and snow can fill cracks in rocks and cause an increased risk of landslides. Warming can also affect rainfall patterns, resulting in heavier and more frequent rains. More intense rain could damage the volcano's slopes and trigger landslides.
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by KHUSNUL KHOTIMAH_2113022016 -
Nama: Khusnul Khotimah
NPM : 2113022016

Izin bertanya,
Bagaimana cara mendeteksi dan memprediksi letusan gunung api? Apakah ada metode ilmiah yang dapat memperkirakan waktunya dan sejauh mana dampaknya?
In reply to KHUSNUL KHOTIMAH_2113022016

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Nia Mar'ayuni -
Nama : Nia Mar'ayuni
NPM : 2113022026

Izin menjawab
Mendeteksi dan memprediksi letusan gunung api merupakan suatu proses yang kompleks dan sulit. Meskipun telah ada kemajuan besar dalam bidang ini, namun prediksi yang akurat dan tepat waktu masih menjadi tantangan bagi para ilmuwan. Meskipun demikian, terdapat beberapa metode ilmiah yang digunakan dalam upaya memprediksi letusan gunung api. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:

Pemantauan Geologi: Metode ini melibatkan pengamatan visual langsung terhadap gunung api, termasuk monitoring deformasi gunung api, aktivitas seismik, dan peningkatan suhu. Pengukuran deformasi melibatkan penggunaan GPS, interferometri radar, dan pengukuran tiltmeter. Peningkatan seismik ditangkap melalui jaringan seismik yang memonitor aktivitas gempa bumi yang terkait dengan aktivitas gunung api. Peningkatan suhu dapat dipantau dengan menggunakan kamera termal dan citra satelit.

Penilaian Gas: Metode ini melibatkan pemantauan keluarnya gas dari kawah gunung api. Peningkatan konsentrasi gas seperti SO2, CO2, H2S, dan gas lainnya dapat menjadi tanda kegiatan magmatik di dalam gunung api. Metode ini melibatkan penggunaan sensor gas, drone, pesawat, dan penginderaan jarak jauh.

Sistem Peringatan Awal: Beberapa negara yang terletak dekat dengan gunung berapi memiliki sistem peringatan dini yang dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika gunung api mulai menunjukkan tanda-tanda letusan yang berbahaya. Sistem ini melibatkan pengamatan langsung dan penggunaan teknologi seperti seismograf dan pendeteksi gas.

Simulasi Komputer: Metode ini melibatkan penggunaan model matematika dan komputer untuk mensimulasikan perilaku gunung api. Data yang dikumpulkan seperti deformasi, aktivitas seismik, dan sifat batuan digunakan untuk membangun model yang dapat memprediksi kemungkinan letusan gunung api. Metode ini lebih bersifat prediktif dan terus dikembangkan untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan prediksi.

Meskipun ada banyak upaya dan metode ilmiah untuk memprediksi letusan gunung api, penting untuk dicatat bahwa prediksi yang tepat waktu dan akurat masih sulit dan sering kali tidak memungkinkan. Prediksi letusan gunung api masih melibatkan tingkat ketidakpastian yang tinggi, dan seringkali hanya mungkin memberikan estimasi umum tentang aktivitas gunung api. Oleh karena itu, mitigasi risiko dan persiapan terhadap letusan gunung api yang memadai sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung api.
In reply to KHUSNUL KHOTIMAH_2113022016

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by M. Arya Nata Raharjo -
M. Arya Nata Raharjo
2113022073

Izin menanggapi, gunung api meletus itu merupakan proses alamiah untuk mencari keseimbangan alam dari tubuh magma yang ada di perut bumi. Dalam keadaan seimbang, gunung tidak meletus. Tapi saat keadaannya tidak stabil, terlalu penuh volumenya, dia akan meletus. Karena itu, dengan mengetahui interval letusan dari riset yang intensif, vulkanolog dapat menggambarkan pola letusan dan memprediksi kekuatan letusan
In reply to KHUSNUL KHOTIMAH_2113022016

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Putri Anzani 2113022034 -
Nama: Putri Anzani
NPM: 2113022034

Izin menjawab pertanyaan Khusnul,
Ada beberapa metode untuk mendeteksi dan memprediksi letusan gunung api, sebagai berikut:
1. Pemantauan Seismik: Pemantauan seismik adalah salah satu cara utama untuk mendeteksi aktivitas vulkanik. Gempa bumi vulkanik dapat menunjukkan pergerakan magma di dalam gunung api. Seismometer dipasang di sekitar gunung api untuk mendeteksi gempa-gempa ini, yang dapat memberikan petunjuk tentang perkembangan letusan.
2. Pemantauan Deformasi: Perubahan bentuk fisik gunung api dapat menjadi indikator penting aktivitas vulkanik. Alat-alat seperti GPS dan interferometri radar satelit digunakan untuk memantau perubahan deformasi gunung api, termasuk pembengkakan atau penurunan permukaan.
3. Pengamatan Visual: Ilmuwan vulkanologi melakukan pengamatan visual untuk melihat perubahan-perubahan fisik pada gunung api, seperti peningkatan aktivitas fumarol (sumber panas dan uap), perubahan warna dan bentuk kawah, atau peningkatan kegiatan letusan kecil.
4. Analisis Gas: Pemantauan gas vulkanik adalah metode lain yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung api. Analisis komposisi gas vulkanik dapat memberikan petunjuk tentang jumlah dan jenis gas yang dikeluarkan oleh gunung api, yang dapat digunakan untuk memprediksi potensi letusan.
5. Pemantauan Suhu dan Kelembaban: Pemantauan suhu dan kelembaban di sekitar kawah gunung api dapat membantu mengidentifikasi perubahan dalam sistem hidrotermal yang dapat terkait dengan letusan.
6. Model Numerik: Ilmuwan vulkanologi menggunakan model numerik untuk memprediksi perilaku gunung api berdasarkan data yang diperoleh. Model ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan skenario dan memperkirakan sejauh mana dampak letusan mungkin terjadi.
Mitigasi risiko vulkanik, seperti perencanaan zona merah dan peringatan dini adalah komponen penting dalam perlindungan masyarakat yang tinggal di dekat gunung api yang aktif.

Terima kasih
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Kresensia Syfha Marlita 2113022044 -

Name: Kresensia Syfha Marlita

NPM: 2113022044

Permission to ask group 3

Does global climate change influence the increase in the frequency and severity of natural disasters such as landslides and volcanic eruptions? What are the long-term impacts of these natural disasters?. Thank you

In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Nia Mar'ayuni -
Mohon maaf bapak sebelumnya izin konfirmasi bahwasannya terdapat kesalahan npm dari kelompok 3
Berikut npm yang benar
Kelompok 3
Anggota
Nia mar'ayuni_2113022026
Da'if Kurniawan_2113022069
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by FADHILAH OKTAVIYANTI -
Nama: Fadhilah Oktaviyanti
NPM: 2113022025

Izin bertanya pada kelompok 3.
Apa yang dapat mengakibatkan tanah di perbukitan mengalami longsor?
In reply to FADHILAH OKTAVIYANTI

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by ROSALINDA ALVIALLI -
Nama: Rosalinda Alvialli
NPM: 2113022049

Izin menjawab
Penyebab tanah di perbukitan mengalami longsor diantaranya adalah:
1. Tingginya curah hujan
Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah (rongga tanah) dan selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Apabila hujan datang, otomatis air hujan akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah.
2. Hancurnya bebatuan
Biasanya batu di lereng itu sifatnya lapuk atau tidak memiliki kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah, inilah pemicu terjadinya tanah longsor.
3. Tumpukan sampah
Sampah bisa menjadi pemicu longsor bila sampah tersebut telah menggunung ditambah dengan tekanan dari air hujan berintensitas tinggi.
4. Hutan gundul
Pohon-pohon yang ada di lereng bukit atau pepohonan di hutan sekitar, akarnya bemanfaat untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah.
5. Getaran
Jalanan di lereng bukit yang sering dilewati kendaraan perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan tanah longsor antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa bumi.
6. Erosi
Aliran sungai yang terus mengikis tebing di sekelilingnya. Terlebih jika tebing di perbukitan tidak memiliki penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada tebing bisa longsor.
7. Bendungan susut
Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini berdampak pula pada hilangnya gaya penahan lereng.Waduk dengan kemiringan 220o berpotensi untuk longsor.
8. Lereng dan tebing yang terjal
Proses pembentukan lereng atau tebing terjal adalah lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut.
9. Menumpuknya material
Tanah yang digunakan untuk menimbun lembah, belum benar-benar padat, jadi tatkala proses terjadinya hujan tiba-tiba mengguyur dapat menimbulkan retakan dan permukaan tanah yang turun.
10. Kelebihan beban
Adanya beban yang terlampau berat akan memberi tekanan pada tanah, sehingga tanah mudah longsor.
11. Tanah tidak padat
Sifat tanah yang pecah ketika pada pembagian musim seperti musim kemarau atau kering melanda dan lembek saat terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor.
12. Ada lahan pertanian di lereng
Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Pepohonan ditebang seenaknya untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian tanpa mempertimbangkan efeknya.
In reply to FADHILAH OKTAVIYANTI

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DAIF.KURNIAWAN21 DAIF.KURNIAWAN21 -

Nama : Da’if Kurniawan

NPM : 2113022069

Kelas : 21 (A)

Izin menjawab : 

lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Pengikisan inilah yang bisa menjadi penyebab longsor.

In reply to FADHILAH OKTAVIYANTI

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Amanda Fajar Arifia -
Nama: Amanda Fajar Arifia
NPM: 2113022045

Izin menanggapi Fadhilah,
Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi di daerah perbukitan yang mengakibatkan struktur tanah menjadi labil. Karena itulah, untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut, yuk simak tips-tips berikut ini! Waspadalah jika curah hujan tinggi dan siapkan dukungan logistik.
In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by ROSALINDA ALVIALLI -
Nama: Rosalinda Alvialli
NPM: 2113022049

Permission to ask
What causes environmental changes that lead to landslides?
In reply to ROSALINDA ALVIALLI

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by KHUSNUL KHOTIMAH_2113022016 -
Nama : Khusnul Khotimah
NPM : 21130222016

Izin menjawab pertanyaan Rosalinda Alviali
Perubahan lingkungan yang berujung pada tanah longsor dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
  1. Curah hujan yang tinggi
  2. Perubahan tingkat air tanah
  3. Kemiringan lereng yang curam
  4. Gempa Bumi

Perubahan lingkungan yang melibatkan faktor-faktor di atas dapat secara signifikan mempengaruhi kestabilan tanah dan meningkatkan risiko tanah longsor. Penting untuk memahami dan mengelola faktor-faktor ini dengan baik untuk mengurangi risiko longsor dan melindungi manusia dan properti dari bahaya tersebut.

In reply to Nia Mar'ayuni

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Putri Anzani 2113022034 -
Nama: Putri Anzani
NPM: 2113022034

Permission to ask,
Bagaimana dampak ekologis dan sosial dari tanah longsor? Dan bagaimana peringatan dini dan evakuasi dilakukan dalam kasus letusan gunung berapi?

Terima kasih
In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by SOFI AULIYA RAHMAN -
Izin bertanya, tanah longsor berdampak buruk bagi manusia yang memang terdampak peristiwa tersebut, seperti rusaknya rumah bahkan kehilangan seseorang yang disayang. Namun apakah tanah longsor memiliki dampak positif bagi kehidupan manusia?
In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by SOFI AULIYA RAHMAN -

Izin bertanya apakah ada hubungan atau pengaruh dari gravitasi terhadap peristiwa tanah longsor?

In reply to SOFI AULIYA RAHMAN

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by ROSALINDA ALVIALLI -
Nama: Rosalinda Alvialli
NPM: 2113022049

Izin menjawab
Secara umum, penyebab longsor paling utama adalah adanya pengaruh gaya gravitasi yang menimpa material tanah kemudian roboh hingga membentuk darah miring pada tanah. Pergerakan tanah longsor ini bisa terjadi secara tiba-tiba, ada pula yang terjadi secara perlahan.

Sementara itu Arsyad, dkk. (2018) menyampaikan bahwa longsor disebabkan oleh gaya gravitasi pada lereng yang curam sebagai faktor utama dan faktor tambahan seperti curah hujan yang tinggi, penggunaan lahan yang kurang tepat, serta struktur geologi.

Jadi bahwa gravitasi memang berpengaruh terhadap peristiwa tanah longsor.
In reply to SOFI AULIYA RAHMAN

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Putri Anzani 2113022034 -
Nama: Putri Anzani
NPM: 2113022034

Izin menjawab pertanyaan sofi,
Ya, gravitasi dengan peristiwa tanah longsor memiliki hubungan atau pengaruh. Hal ini disebabkan karena tanah longsor terjadi ketika tekanan atau gaya yang diberikan oleh gravitasi melebihi kekuatan material tanah atau batuan yang ada. Beberapa hal dimana gravitasi mempengaruhi tanah longsor, yaitu:
1. Gaya Gravitasi: Gravitasi adalah gaya yang menarik benda ke arah pusat bumi. Ketika suatu massa tanah atau batuan lebih berat dari yang dapat ditopang oleh kondisi geologis dan struktural tertentu, gravitasi dapat menariknya ke bawah, menyebabkan gerakan turun yang menyebabkan tanah longsor.
2. Perubahan Beban: Penambahan beban di atas suatu lereng (misalnya, karena pembangunan bangunan atau penggalian tanah) dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh gravitasi ke arah lereng tersebut. Ini dapat memicu penurunan kestabilan lereng dan menyebabkan tanah longsor.
3. Pembebanan Air: Curah hujan yang tinggi dapat membuat tanah menjadi lebih berat karena penyerapan air. Ketika tanah jenuh dengan air, beratnya bertambah, dan kemampuannya untuk menahan tekanan gravitasi menurun. Ini dapat mengakibatkan longsor lumpur atau tanah.
4. Erosi: Gravitasi juga mempengaruhi proses erosi. Erosi air dan angin dapat menghilangkan tanah dan batuan di lereng, mengubah karakteristik lereng tersebut, dan dapat mengurangi stabilitasnya. Air hujan yang mengalir di lereng juga dapat merusak tanah dan batuan, memicu longsor.
5. Struktur Geologi: Struktur geologi, seperti patahan dan lipatan, dapat mempengaruhi perilaku lereng. Gaya gravitasi dapat memengaruhi zona-zona lemah dalam struktur tersebut, yang dapat memicu longsor ketika beban tertentu diterapkan.

Terima kasih
In reply to SOFI AULIYA RAHMAN

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Amanda Fajar Arifia -
Nama: Amanda Fajar Arifia
NPM: 2113022045

Izin menanggapi Sofi,
Tanah longsor adalah proses perpindahan massa batuan (tanah) akibat gaya berat (gravitasi). Longsor terjadi karena adanya gangguan kesetimbangan gaya yang bekerja pada lereng, yaitu gaya penahan dan gaya peluncur.
In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DHEA SALSABILLA ALSA NPM 2113022058 -
Name: Dhea Salsabilla Alsa
NPM: 2113022058

Permission to ask, How does a natural landslide disaster occur due to human activity?
In reply to DHEA SALSABILLA ALSA NPM 2113022058

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by SOFI AULIYA RAHMAN -

Izin menjawab pertanyaan dari Dhea salsabila alsa. Aktivitas manusia dapat menyebabkan tanah longsor, seperti penebangan hutan yang tidak terkendali menyebabkan tanah tidak memiliki penyangga atau pengikat yang ketika hujan terjadi menyebabkan tanah melorot.

In reply to DHEA SALSABILLA ALSA NPM 2113022058

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DAIF.KURNIAWAN21 DAIF.KURNIAWAN21 -
Nama : Da’if Kurniawan
NPM : 2113022069
Kelas : 21 A

Izin menjawab:
Ulah manusia berikutnya yang dapat menjadi penyebab tanah longsor ialah kegiatan pertambangan. Pada pertambangan, bahan peledak sering digunakan. Penggunaan bahan peledak ini akan menyebabkan terjadinya getaran di bawah tanah, membuat daerah tersebut menjadi rawan longsor.
In reply to DHEA SALSABILLA ALSA NPM 2113022058

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Amanda Fajar Arifia -
Nama: Amanda Fajar Arifia
NPM: 2113022045

Permission to answer Dhea,
Landslide disasters can be caused by human activities such as deforestation or deforestation, land construction, excessive forest clearing, heavy loads on an area, and mining activities.
In reply to I Wayan Distrik

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Muhammad Fajri Amrullah 2113022074 -

Name: M. Fajri Amrllah
Student Number: 2113022074
Class: B

Permission to ask,
In which areas do landslides often occur?
Thanks.

In reply to Muhammad Fajri Amrullah 2113022074

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by DAIF.KURNIAWAN21 DAIF.KURNIAWAN21 -
Nama : Da’if Kurniawan
NPM : 2113022069
Kelas : 21(A)

Izin menjawab:
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.
In reply to Muhammad Fajri Amrullah 2113022074

Re: VI. Bencana Alam (Longsoran, Letusan gunung berapi)

by Amanda Fajar Arifia -
Nama: Amanda Fajar Arifia
NPM: 2113022045

Permission to answer Fajri,
Landslide disasters generally occur in hilly areas, so they often affect people in foothill areas and destroy land transportation infrastructure such as roads, bridges and railways.