FORUM DISKUSI

TOPIK DISKUSI

TOPIK DISKUSI

oleh Ari Sofia -
Jumlah balasan: 28

Minggu ini kita akan membahas tentang Pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD Yaitu:

ü Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD

ü Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan

ü Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan

ü Unsur-unsur lingkungan perkembangan

Silahkan kalian berdiskusi terkait materi tersebut.

Selamat berdiskusi.

Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Silfi Fitriyani -

Nama: Silfi Fitriyani 

Npm: 2213p54025

Kelas 3 A .pgpaud 


Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD

Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan

Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan

Unsur-unsur lingkungan perkembangan


Jawaban :

1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD adalah sebagai berikut

Pendekatan Krisis: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Tujuannya adalah membantu mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu.

Pendekatan Remedial: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku. Tujuannya adalah membantu individu untuk memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dimilikinya.

Pendekatan Preventif: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya masalah atau kesulitan di masa depan.

Pendekatan Perkembangan: Pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu. Guru atau pembimbing yang menggunakan pendekatan ini berusaha memahami tahap-tahap perkembangan anak, kebutuhan, minat, serta membantu mereka mempelajari ketrampilan hidup.

 Pendekatan ini dipandang sebagai pendekatan yang tepat digunakan dalam tatanan lembaga pendidikan karena diarahkan untuk memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan anak.Dalam bimbingan konseling di PAUD, pendekatan perkembangan dipandang sebagai pendekatan yang tepat digunakan karena memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan anak, kebutuhan, minat, serta membantu mereka mempelajari ketrampilan hidup

2.  Berikut adalah teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan:

Teknik Pembelajaran: Teknik pembelajaran adalah cara-cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik pembelajaran meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Contoh teknik pembelajaran adalah diskusi kelompok, inquiry, tanya jawab, siswa membuat dan menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Teknik Inquiry: Inquiry mempunyai kesamaan konsep dengan istilah lain seperti 

 Teknik inquiry membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli peneliti

Teknik Penemuan: Teknik penemuan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan.

Teknik Ceramah: Penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas

Teknik Diskusi: Dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama

Teknik Taktik Pembelajaran: Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin teknik yang digunakan akan berbeda.Dalam pelaksanaan berbagai pendekatan, teknik-teknik tersebut dapat digunakan untuk memperkaya proses pembelajaran.


3. Bimbingan perkembangan adalah proses membantu individu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan berfokus pada pertumbuhan aspek positif dari setiap individu. Berikut adalah prinsip-prinsip bimbingan perkembangan yang dapat ditemukan dari beberapa sumber:

Bimbingan harus berfokus pada individu yang sedang dibimbing

Bimbingan harus luwes, identifikasi kebutuhan harus benar-benar dirasakan oleh individu yang dibimbing

Bimbingan konseling hanya bagi semua konselor, bimbingan tersebut bisa untuk bimbingan bermasalah atau tidak bermasalah

Bimbingan bukan sekedar tugas atau tanggung jawab para konselor, tetapi juga untuk para tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, guru sesuai peran masing-masing

Bimbingan harus dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan anak

Bimbingan harus fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan

Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing

Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan

Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan fisik, motorik, kecerdasan sosial maupun emosional

Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki guru sebagai pelaksana bimbingan, jika ada masalah maka guru pembimbing harus mengkonsultasikan kepada kepala sekolah

Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan

Dalam bimbingan perkembangan, tujuannya adalah untuk membantu individu dalam memenuhi kebutuhan psikologis termasuk untuk merealisasikan keinginan juga mengembangkan potensi diri


4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan 

Lingkungan perkembangan dapat merujuk pada berbagai hal, seperti lingkungan hidup, lingkungan keluarga, atau lingkungan pembelajaran. 

Berikut adalah unsur-unsur lingkungan perkembangan yang dapat ditemukan dalam beberapa konteks:

Lingkungan Hidup 

Unsur Abiotik: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas benda-benda mati dan sangat berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup, seperti air, angin, cahaya matahari, derajat keasaman, garam, kelembapan udara, suhu, dan tanah

Unsur Biotik: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme kecil yang tidak terlihat. Berdasarkan kemampuan mendapatkan makanan, unsur ini dibagi menjadi tiga, yaitu: produsen, konsumen, dan pengurai

Unsur Sosial Budaya: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas kepercayaan dan kesenian


Lingkungan Keluarga

Lingkungan Keluarga: pilar utama untuk membentuk baik buruknya pribadi manusia agar berkembang dengan baik dalam beretika, moral dan akhlaknya. Peran keluarga dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak, tidak hanya di sekolah akan tetapi semua faktor bisa dijadikan sumber pendidikan

Lingkungan Pembelajaran

Unsur Manusia: unsur-unsur berupa manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran

Unsur Peluang: unsur yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungannya

Unsur Pendukung: unsur yang membantu anak dalam mengembangkan potensi dan kreativitasnya

Unsur Penghargaan: unsur yang memberikan penghargaan atas prestasi yang dicapai anak

Lingkungan Epidemiologi

Unsur Kualitas-Waktu-Ruang: unsur lingkungan yang meliputi ruang, waktu, dan kualitas

Unsur Biotik-Kimia-Fisik: unsur lingkungan yang meliputi faktor biotik (organisme hidup), kimia (zat-zat kimia), dan fisik (faktor fisik seperti suhu, kelembaban, dan radiasi) 




Dalam berbagai konteks, unsur-unsur lingkungan perkembangan dapat berbeda-beda. Namun, unsur-unsur tersebut dapat mempengaruhi perkembangan individu dan lingkungan di sekitarnya.

Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Fanny Dwita Sari -


1.Dalam pendekatan perkembangan perolehan perilaku yang diharapkan terbentuk pada anak didik perlu dirumuskan secara komprehensif dan rumusan tersebut akan menjadi dasar pengembangan program bimbingan esensi strategi untuk membantu anak didik mengembangkan dan mengusai perilaku yang diharapkan tersebut terletak pada pengembangan lingkungan bekjar, yakni lingkungan yang memungkinkan anak didik memperoleh perilaku baru yang efektif. Didalam lingkungan behjar inilah dikembangkan peluang harapan, pemahaman dan persepsi yang memungkinkan anak didik memperkuat dan memenuhi kebutuhan dan motif dasar mereka atau mungkin mendorong mereka untuk mengubah atau menyesuaikan kebutuhan dan motif dasar tersebut kepada perilaku dan nilai-nilai yang berkembang di dalam lingkungan belajar

3.Prinsip pendekatan perkembangan dalam bimbingan

▸ Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak.

▸ BK perkembangan berfokus dalam

mengembangkan kegiatan belajar anak.

 ‣ Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan


perkembangan. ▸ Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dlm bimbingan perkembanga,


Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak.

Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak.

› Bimbingan perkembangan mengakui perkmbangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif.

Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim

Bimbingan perkembangan peduli dng identifikasi awal akan kebutuhan khusus anak.

Bimbingan perkembangan peduli dng penerapan aspek-aspek psikologi.

› Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yg berlandaskan pada kajian tentang psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar.

› Bimbingan perkembangan mempunyai sifat berurutan dan fleksibel.

4.Unsur-unsur lingkungan perkembangan

‣ Unsur peluang.

‣ Unsur pendukung. 

‣ Unsur penghargaan..

5.Teknik dalam pendekatan perkembangan

▸ Mengajar.

▸ Pemberian informasi.

› Bermain peran melatih. 

Tutorial konnseling



Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Monica Dian Kristiadi -
Nama : Monica Dian Kristiadi
Npm : 2213054035
Kelas :3A

1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
• Pendekatan krisis/kuratif
• Pendekatan remedial
• Pendekatan preventif
• Pendekatan perkembangan
2. Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
▪︎ Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
▪︎ Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
▪︎ Bermai peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
▪︎ Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing
▪︎ Tutorial, dimana tutor memberikan bantuan atau bimbingan belajar yang beraitan dengan materi ajar kepada peserta didik
▪︎ Konseling, Konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah tertentu.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak.
a. BK perkembangan berfokus dalam
mengembangkan kegiatan belajar anak.
b. Guru pendamping merupakan fungsionaris
bersama dalam program bimbingan
perkembangan.
c. Kurikulum yang terencana dan terorganisasimerupakan komponen penting dlm bimbingan perkembangan
d. Bimbingan perkembangan memperhatikan
aspek perkembangan penerimaan diri,
pemahaman diri dan pengayaan diri anak.
e. Bimbingan dan konseling perkembangan
membantu mendorong proses tumbuh
kembang anak.
f. Bimbingan perkembangan mengakuiperkmbangan yang terarah daripada akhir
perkembangan yang definitif.
g. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan
yang berorientasi pada tim.

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
> Unsur peluang, kondisi yang dapat memberikan kesempatan untuk seseorang, terutama pemilik bisnis untuk bisa mencapai tujuannya.
> Unsur pendukung, unsur yang terdapat dalam suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu
> Unsur penghargaan, reward atau prestasi atas suatu bentuk pencapaian
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Nur Habiburrohmah -

Nama : Nur Habiburrohmah                             NPM : 2213054021

1. Dalam bimbingan dan konseling di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdapat beberapa pendekatan perkembangan yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak dalam proses perkembangan mereka. Berikut adalah beberapa pendekatan tersebut:

a. Pendekatan Perkembangan Psikososial: Pendekatan ini berfokus pada perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Konselor di PAUD dapat membantu anak-anak mengatasi konflik sosial, membangun keterampilan interpersonal, dan mengembangkan empati.

b. Pendekatan Perkembangan Kognitif: Ini berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan belajar. Konselor dapat merancang aktivitas yang merangsang perkembangan kognitif anak-anak, seperti permainan edukatif dan eksplorasi lingkungan.

c. Pendekatan Perkembangan Motorik: Fokusnya adalah pada pengembangan keterampilan motorik kasar (seperti berjalan dan berlari) serta motorik halus (seperti menulis dan menggambar). Aktivitas fisik dan permainan yang sesuai dengan usia dapat membantu dalam pendekatan ini.


2.Terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan dalam berbagai pelaksanaan pendekatan dalam bimbingan konseling di PAUD. Berikut adalah beberapa teknik yang sesuai dengan pendekatan-pendekatan:

a. Pendekatan Piagetian:

●Pengamatan Perilaku: Konselor dapat mengamati bagaimana anak menyelesaikan tugas kognitif tertentu untuk menentukan tingkat perkembangan mereka.

●Stimulasi Kognitif: Memberikan teka-teki, permainan, atau aktivitas lain yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak untuk merangsang perkembangan mereka.

b.Pendekatan Ekologi:

●Kolaborasi dengan Orangtua: Bekerja sama dengan orangtua untuk memahami lingkungan keluarga anak dan memberikan dukungan yang konsisten.

●Intervensi dalam Lingkungan Sekitar: Memberikan panduan kepada guru dan pengasuh tentang cara menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

c.Pendekatan Humanistik :

●Konseling Pribadi: Membangun hubungan konseling yang empatik dengan anak untuk membantu mereka mengenali dan menghargai diri sendiri.

●Pengembangan Rencana Tujuan Pribadi:Membantu anak menetapkan tujuan perkembangan pribadi mereka.


3. Bimbingan perkembangan adalah pendekatan dalam bimbingan konseling yang bertujuan untuk membantu individu dalam memahami dan mengelola perkembangan mereka sepanjang rentang usia. Berikut adalah beberapa prinsip dasar dalam bimbingan perkembangan:

a. Respek terhadap Individualitas: Setiap individu adalah unik, dengan kebutuhan, minat, dan perkembangan yang berbeda-beda. Prinsip ini menekankan pentingnya menghormati perbedaan individu dan merancang bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

b.Pendekatan Proaktif: Bimbingan perkembangan tidak hanya responsif terhadap masalah atau krisis, tetapi juga proaktif dalam membantu individu merencanakan perkembangan mereka dan mengatasi hambatan yang mungkin muncul.

c.Etika dan Privasi: Menghormati etika profesional dalam bimbingan konseling, termasuk menjaga privasi dan privasi individu.

d.Kemampuan Konselor: Konselor harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bimbingan perkembangan, serta kemampuan untuk memahami dan menghargai keanekaragaman individu.


4. Lingkungan perkembangan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu sepanjang hidup mereka. Ini mencakup berbagai aspek dalam kehidupan seseorang yang memainkan peran penting dalam membentuk siapa mereka dan bagaimana mereka berkembang. Berikut adalah beberapa unsur-unsur perkembangan lingkungan:

a.Keluarga: Keluarga adalah lingkungan pertama dan paling signifikan bagi perkembangan individu. Interaksi dengan orang tua, saudara, dan anggota keluarga lainnya memainkan peran kunci dalam pembentukan nilai-nilai, norma, dan keterampilan sosial individu.

b.Teman Sebaya: Interaksi dengan teman sebaya adalah bagian penting dari perkembangan sosial anak-anak dan remaja. Teman sebaya mempengaruhi nilai-nilai, perilaku, dan perkembangan identitas individu.

c.Lingkungan Fisik : Mencakup tempat tinggal, sekolah, lingkungan sekitar, dan fasilitas umum. Kualitas dan keamanan lingkungan fisik dapat mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan individu.

Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Penyelenggaraan layanan bimbingan di taman kanak-kanak menggunakan layanan terpadu, artinya layanan bimbingan dilaksanakan secara terpadu dengan seluruh kegiatan pendidikan di taman kanak-kanak. Adapun pelaksanaannya dapat dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan pengajaran dan interaktif
yaitu terpadu dengan pelaksanaan Program Kegiatan Belajar (PKB). Misalnya:
– menciptakan suasana dan kegiatan kelas yang menyenangkan dan bervariasi,
– membiasakan disiplin,
– mengadakankegiatan individu, kelompok dan klasikal.
2. Pendekatan dukungan sistem,
yaitu dengan menciptakan suasana taman kanak-kanak dan lingkungannya yang mendukung perkembangan anak.
Misalnya:
– Membuat permainan yang dapat mendukung bakat anak
– Melatih anak untuk berani mengembangkan bakatnya
3. Pendekatan pengembangan pribadi
yaitu dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang sesuai dengan kondisi dan kemampuan dirinya.Pendekatan ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas individu,penempatan anak dalam kelompok berdasarkan minat dan kemampuan anak
misalnya:
– Memberikan tugas yang berbeda pada setiap anak
– Memberikan tugas seperti apa yang di sukai oleh masing-masing anak.

2. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode secara spesifik . Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak memerlukan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat mengganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

3. Pelaksanaan pelayanan bimbingan untuk anak usia dini tentu berbeda dengan pelayanan bimbingan orang dewasa, walaupun pada prinsip dasarnya,beberapa bagian hamper memiliki kesamaan. Adapun prinsip=prinsip pelayanan bimbingan untuk anak usia dini :

Bimbingan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Bimbingan diberikan pada semua anak dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan
Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan fisik,motoric,kecerdasan social maupun emosional.
Bimbingan harus dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan anak.
Bimbingan harus fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak.
Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orang tua diikutsertakan,agar mengerti bimbingan untuk anaknya saat dirumah.
Dalam menyampaikan permasalahan anak keada orang tua hendaknya menciptakan situasi aman dan menyenangkan,yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki guru sebagai pelaksana bimbingan,jika ada masalah maka guru pembimbing harus mengkonsultasikan kepada kepala sekolah.
Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan.

4. Pendekatan perkembangan menekankan faktor lingkungan perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru atau pembimbing. Suatu lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak didik.

2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b) keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan
(reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.

Sumber :
https://www.kompasiana.com/maziyahdining/563f1975579773fb06666bf1/prinsipprinsip-bimbingan-untuk-anak-usia-dini

https://isnainihanifah.wordpress.com/bimbingan-konseling-di-taman-kanak-kanak/pendekatan-bimbingan-dan-konseling-di-taman-kanak-kanak/

https://spada.uns.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=124574

https://www.biasamembaca.com/2016/04/unsur-unsur-lingkungan-perkembangan-di.html
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Dwi Citra Lestari 2213054007 -
Nama : Dwi Citra Lestari
NPM. : 2213054007
Kelas : 3A
1. Pendekatan perkembangan bertolak dari pemikiran bahwa perkembangan yang
sehat akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara anak didik dengan
lingkungannya. Pemikiran ini membawa dua implikasi pokok bagi pelaksanaan
bimbingan, yaitu :
1. Perkembangan adalah tujuan bimbingan; ini berarti bahwa petugas bimbingan
atau guru perlu memiliki kerangka berpikir dan keterampilan yang memadai
untuk memahami perkembangan anak didik sebagai dasar perumusan tujuan dan
isi bimbingan.
2. Interaksi yang sehat merupakan iklim lingkungan perkembangan yang harus
dikembangkan oleh guru. Ini berarti bahwa guru perlu menguasai pengetahuan
dan keterampilan khusus untuk mengembangkan lingkungan perkembangan
sebagai pendukung sistem pelaksanaan bimbingan
Dalam pendekatan perkembangan tercakup juga pendekatan-pendekatan lain.
Pembimbing yang melaksanakan pendekatan perkembangan sangat mungkin
melakukan intervensi krisis, remedial, mengembangkan program pencegahan dan
menggunakan kurikulum bimbingan (guidance curriculum) yang komprehensif
(Baker, 1992; Myrick, 1993 dalam Muro & Kottman, 1995 : 5). Upaya bantuan yang
diberikan terarah kepada pengembangan seluruh aspek perkembangan yang
mencakup akademik (intelektual), sosial-pribadi, dan karir. (Reynolds, 1993 dalam
Muro & Kottman, 1995 : 5).
Dalam pendekatan perkembangan, perolehan perilaku yang diharapkan
terbentuk pada anak didik, dirumuskan secara komprehensif dan rumusan itu akan
menjadi dasar bagi pengembangan program bimbingan. Esensi strategi untuk
membantu mengembangkan dan menguasai perilaku yang diharapkan, terletak pada
pengembangan lingkungan belajar, yaitu lingkungan yang memungkinkan anak didik
memperoleh perilaku baru yang lebih efektif. (Sunaryo Kartadinata, dkk, 1998 : 19).
Di dalam lingkungan belajar dikembangkan peluang, harapan, pemahaman,
persepsi yang memungkinkan anak memperkuat dan memenuhi kebutuhan dan motif
dasar mereka, atau mungkin mendorongnya untuk mengubah atau menyesuaikan
kebutuhan dan motif dasar tersebut kepada perilaku dan nilai-nilai yang berkembang
di dalam lingkungan belajar.
2.Berbagai teknik dapat digunakan dalam pendekatan ini seperti mengajar, tukar
informasi, bermain peran, melatih, tutorial dan konseling. Di dalam pendekatan
perkembangan, keterampilan dan pengalaman belajar yang menjadi kebutuhan anak
didik akan dirumuskan ke dalam suatu kurikulum bimbingan (guidance curriculum).
Pendekatan perkembangan bertolak dari pemikiran bahwa perkembangan yang
sehat akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara anak didik dengan
lingkungannya. Pemikiran ini membawa dua implikasi pokok bagi pelaksanaan
bimbingan, yaitu :
1. Perkembangan adalah tujuan bimbingan; ini berarti bahwa petugas bimbingan
atau guru perlu memiliki kerangka berpikir dan keterampilan yang memadai
untuk memahami perkembangan anak didik sebagai dasar perumusan tujuan dan
isi bimbingan.
2. Interaksi yang sehat merupakan iklim lingkungan perkembangan yang harus
dikembangkan oleh guru. Ini berarti bahwa guru perlu menguasai pengetahuan
dan keterampilan khusus untuk mengembangkan lingkungan perkembangan
sebagai pendukung sistem pelaksanaan bimbingan
Dalam pendekatan perkembangan tercakup juga pendekatan-pendekatan lain.
Pembimbing yang melaksanakan pendekatan perkembangan sangat mungkin
melakukan intervensi krisis, remedial, mengembangkan program pencegahan dan
menggunakan kurikulum bimbingan (guidance curriculum) yang komprehensif
(Baker, 1992; Myrick, 1993 dalam Muro & Kottman, 1995 : 5). Upaya bantuan yang
diberikan terarah kepada pengembangan seluruh aspek perkembangan yang
mencakup akademik (intelektual), sosial-pribadi, dan karir. (Reynolds, 1993 dalam
Muro & Kottman, 1995 : 5).
Dalam pendekatan perkembangan, perolehan perilaku yang diharapkan
terbentuk pada anak didik, dirumuskan secara komprehensif dan rumusan itu akan
menjadi dasar bagi pengembangan program bimbingan. Esensi strategi untuk
membantu mengembangkan dan menguasai perilaku yang diharapkan, terletak pada
pengembangan lingkungan belajar, yaitu lingkungan yang memungkinkan anak didik
memperoleh perilaku baru yang lebih efektif.
3.Prinsip merupakan kebenaran yang dijadikan dasar melakukan segala sesuatu. Pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu mempunyai prinsip-prinsip yang dijadikan dasar untuk berpijak diantaranya yaitu prinsip kerahasiaan, kesukarelaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus
4.Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik
mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan
berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik
anak didik.
2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat
menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara
kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan
upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh
anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b)
keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.
3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat
memperkuat pembentukan perilaku baru
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Paula Sherly Nanda Oktaviati 2213054039 -
Nama : Paula Sherly Nanda Okaviati
Kelas : 3A
Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling AUD
1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
• Pendekatan krisis/kuratif
• Pendekatan remedial
• Pendekatan preventif
• Pendekatan perkembangan
2. Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
• Mengajar.
• Pemberian informasi.
• Bermai peran.
• Melatih.
• Tutorial.
• Konseling
3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak. BK perkembangan berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak. Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan. Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dlm bimbingan perkembanga, Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak. Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak. Bimbingan perkembangan mengakui perkmbangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Bimbingan perkembangan peduli dng identifikasi awal akan kebutuhan khusus anak. Bimbingan perkembangan peduli dng penerapan aspek-aspek psikologi.  Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yg berlandaskan pada kajian tentang psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar. Bimbingan perkembangan mempunyai sifat berurutan dan fleksibel
4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
• Unsur peluang.
• Unsur pendukung.
• Unsur penghargaan
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Resti Purnama -

NAMA :RESTI PURNAMA

NPM :2213054027

KELAS :3A


Pendekatan-Pendekatan Perkembangan Dalam Konseling di PAUD

.1. Pendekatan Kritis

2. Pendekatan Remedial

3. Pendekatan Preventif

4. Pendekatan Perkembangan

Teknik-Teknik Dalam Pelaksanaan Dalam Berbagai Pendekatan

Terdapat beberapa teknik dalam bimbingan konseling anak usia dini yaitu: 

 a. Aktif Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, mempertanyakan mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan gagasan. Belajar harus merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja ilmu pengetahuan tersebut.

b. Kreatif Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.

c. Efektif Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran berlangsung, kemampuan yang diperoleh anak tidak hanya berupa pengetahuan, namun kemampuan yang lebih bermakna artinya tidak dapat mengembagkan bebagai potensi yangada dalam diri anak, sehingga menghasilkan kemampuan yang beragam.

d. Menyenangkan Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar. Kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman, akan mengaktifkan otak untuk berfikir dan mengoptimalkan proses belajar serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Suasana kelas yang kaku, penuh beban, akan menurunkan fungsi otak pada anak, maka anak tiak dapat berfikir secara optimal.

Prinsip-Prinsip Bimbingan Perkembangan

  1. Bimbingan merupakan proses dalam membantu individu supaya mereka bisa menyelesaikan masalah yang harus dihadapi.
  2. Bimbingan harus berfokus pada individu yang sedang dibimbing.
  3. Bimbingan harus luwes, identifikasi kebutuhan harus benar-benar dirasakan oleh individu yang dibimbing.
  4. Bimbingan konseling hanya bagi semua konselor, bimbingan tersebut bisa untuk bimbingan bermasalah atau tidak bermasalah, sehingga ada pendekatan bimbingan yang sifatnya preventif juga pengembangan penyembuhan.
  5. Bimbingan bukan sekedar tugas atau tanggung jawab para konselor, tetapi juga untuk para tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, guru sesuai peran masing-masing.
Unsur-unsur lingkungan perkembangan

1. Lingkungan Fisik

2. Dukungan Komunitas (Pelayanan Posyandu dan Pemeriksaan Jentik Nyamuk

3. Situasi finansial

4. Hubungan sosial

5. Kesehatan dan nutrisi


Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Rahma Amelia -

Nama : Rahma Amelia

Kelas : 3A

NPM: 2213054043

1

1. PENDEKTAN KRISIS

Merupakan upaya kuratif yang diarahkan pada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan untuk mengatasi krisis atau permasalahan yang dialami individu. Dalam pendekatan krisisi ini pembimbing menunggu individu yang datang. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai permasalahan yang dialami oleh klien.

2. PENDEKATAN REMEDIAL

Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang ditujukan kepada individu yang mempunyai kelemahan atau kekurangan. Dengan tujuan membantu individu dalam memperbaiki kekurangan/kelemahan yang dialaminya. Fokus mentor dalam pendekatan ini adalah pada kelemahan individu dan selanjutnya memperbaikinya.

3. PENDEKATAN PREVENTIF

Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang diarahakan sebagai upaya antisipasi terhadap masalah-masalah umum individu, mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa individu. Dalam proses pendekatan ini pembimbing banyak mamberikan informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.

4. PENDEKATAN PERKEMBANGAN

Pendekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi dan kekuatan-kekuatan tertentu, dengan pendekatan ini maka potensi-potensi tersebut dikembangkan dengan menggunakan berbagai teknik. Dalam hal ini bimbingan diberikan oleh semua individu tidak bergantung pada individu yang bermasalah saja.

1. Mengajar.

2. Pemberian informasi.

3. Permainan peran.

4. Melatih.

5. Buku teks.

6. Konseling

Atau juga terdapat beberapa teknik dalam bimbingan konseling anak usia dini yaitu:

1. Aktif  

Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang nyaman sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, bertanya mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan pendapat. Belajar merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja ilmu pengetahuan tersebut.

2. Kreatif 

 Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.

3. Menyenangkan 

 Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar. Kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman, akan mengaktifkan otak untuk berfikir dan mengoptimalkan proses belajar serta meningkatkan kepercayaan diri anak.

3

1. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak.

2. BK perkembangan berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak. 

3. Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan. 

4. Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dlm bimbingan perkembanga,

5. Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak.

6. Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak.

7. Bimbingan perkembangan mengakui perkmbangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif.

8. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim.

9. Bimbingan perkembangan peduli dng identifikasi awal akan kebutuhan khusus anak.

10. Bimbingan perkembangan peduli dng penerapan aspek-aspek psikologi.

11. Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yg berlandaskan pada kajian tentang psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar.

12. Pedoman pengembangan bersifat berurutan dan fleksibel.

4

Pendekatan perkembangan menekankan faktor lingkungan perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru atau konselor. Lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur berikut: 

1. Unsur peluang.

Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik peserta didik.

2. Unsur pendukung.

Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengandengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b)keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur apresiasi.

Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan (reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.

Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
Kelas : 3A
NPM : 2253054001

1) Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
pendekatan perkembangan terdapat tiga pendekatan yang banyak dipergunakan (Nurihsan, 2003).
-Pertama pendekatan krisis. Pendekatan disebut juga pendekatan kuratif, yaitu suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Adapun tujuan pendekatan ini adalah membantu mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan ini pembimbing tampak lebih pasif karena menunggu anak yang datang, selanjutnya pembimbing memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dihadapi dan dirasakan anak.
-Kedua, pendekatan remedial. Pendekatan ini merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuan pendekatan ini adalah membantu memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dialami individu.
-Ketiga, pendekatan preventif. Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang di arahkan kepada antisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa. Pembimbing memberikan beberapa upaya berupa informasi dan keterampilan untuk mencegah munculnya masalah.

2) Teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
a. Aktif
Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, mempertanyakan mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan gagasan. Belajar harus merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja ilmu pengetahuan tersebut
b. Kreatif
Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.
c. Efektif
Pembelajaran yang efektif terwujud karena pembelajaran yang dilaksanakan dapat menumbuhkan daya kreatif bagi anak sehingga dapat membekali anak dengan berbagai kemampuan setelah proses pembelajaran berlangsung, kemampuan yang diperoleh anak tidak hanya berupa pengetahuan, namun kemampuan yang lebih bermakna artinya tidak dapat mengembagkan bebagai potensi yangada dalam diri anak, sehingga menghasilkan kemampuan yang beragam
d. Menyenangkan
Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar.

3) Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
1. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh seluruh anak
2. Bimbingan dan konseling perkembangan terkandung pada upaya membelajarkan anak.
3. Konselor dan guru merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan.
4.Bimbingan perkembangan mengakui pengembangan yang terarah ketimbang akhir perkembangan yang pasti
5.Bimbingan perkembangan sebagai tim berorientasi menuntut pelayanan dari konselor profesional.
6. Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan-kebutuhan khusus dari anak
7. Bimbingan perkembangan peduli dengan penerapan psikologi.
8. Bimbingan perkembangan memilikikerangka dasar dari psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori-teori belajar.
9. Bimbingan perkembangan mempunyai sifat urutan dan lentur

4) Unsur-unsur lingkungan perkembangan
1. Unsur peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru.
2. Unsur pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangann interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
3. Unsur penghargaan
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Defi Juwita -
Nama: Defi juwita
Npm: 2213054015
Kelas :3 A
1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD adalah
Pendekatan Krisis: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Tujuannya adalah membantu mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu.
Pendekatan Remedial: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku. Tujuannya adalah membantu individu untuk memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dimilikinya.
Pendekatan Preventif: Pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya masalah atau kesulitan di masa depan.
Pendekatan Perkembangan: Pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu. Guru atau pembimbing yang menggunakan pendekatan ini berusaha memahami tahap-tahap perkembangan anak, kebutuhan, minat, serta membantu mereka mempelajari ketrampilan hidup.
Pendekatan ini dipandang sebagai pendekatan yang tepat digunakan dalam tatanan lembaga pendidikan karena diarahkan untuk memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan anak.Dalam bimbingan konseling di PAUD, pendekatan perkembangan dipandang sebagai pendekatan yang tepat digunakan karena memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan anak, kebutuhan, minat, serta membantu mereka mempelajari ketrampilan hidup

2. Berikut adalah teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan

Teknik Pembelajaran: Teknik pembelajaran adalah cara-cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik pembelajaran meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Contoh teknik pembelajaran adalah diskusi kelompok, inquiry, tanya jawab, siswa membuat dan menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
Teknik Inquiry: Inquiry mempunyai kesamaan konsep dengan istilah lain seperti Teknik inquiry membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli peneliti
Teknik Penemuan: Teknik penemuan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan.
Teknik Ceramah: Penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas
Teknik Diskusi: Dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama
Teknik Taktik Pembelajaran: Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah,



4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
Lingkungan perkembangan dapat merujuk pada berbagai hal, seperti lingkungan hidup, lingkungan keluarga, atau lingkungan pembelajaran.

Lingkungan Hidup
Unsur Abiotik: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas benda-benda mati dan sangat berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup, seperti air, angin, cahaya matahari, derajat keasaman, garam, kelembapan udara, suhu, dan tanah
Unsur Biotik: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme kecil yang tidak terlihat. Berdasarkan kemampuan mendapatkan makanan, unsur ini dibagi menjadi tiga, yaitu: produsen, konsumen, dan pengurai
Unsur Sosial Budaya: unsur lingkungan hidup yang terdiri atas kepercayaan dan kesenian

Lingkungan Keluarga
Lingkungan Keluarga: pilar utama untuk membentuk baik buruknya pribadi manusia agar berkembang dengan baik dalam beretika, moral dan akhlaknya. Peran keluarga dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak, tidak hanya di sekolah akan tetapi semua faktor bisa dijadikan sumber pendidikan
Lingkungan Pembelajaran
Unsur Manusia: unsur-unsur berupa manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran
Unsur Peluang: unsur yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungannya
Unsur Pendukung: unsur yang membantu anak dalam mengembangkan potensi dan kreativitasnya
Unsur Penghargaan: unsur yang memberikan penghargaan atas prestasi yang dicapai anak

Lingkungan Epidemiologi

Unsur Kualitas-Waktu-Ruang: unsur lingkungan yang meliputi ruang, waktu, dan kualitas
Unsur Biotik-Kimia-Fisik: unsur lingkungan yang meliputi faktor biotik (organisme hidup), kimia (zat-zat kimia), dan fisik (faktor fisik seperti suhu, kelembaban, dan radiasi)

3.Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan

1.Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak.
2. Bimbingan dan konseling perkembangan berfokus dalam
3.mengembangkan kegiatan belajar anak.
4.Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
5.perkembangan. ▸ Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dlm bimbingan perkembanga,
6.Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak.
7.Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak.
8.Bimbingan perkembangan mengakui perkmbangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif.
9. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim
10.Bimbingan perkembangan peduli dng identifikasi awal akan kebutuhan khusus anak.
11.Bimbingan perkembangan peduli dng penerapan aspek-aspek psikologi.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Denaya Yuliana putri -
Nama:Denaya yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling
Pendekatan diambil dari kata dalam
Bahasa Inggris yaitu “Approach” dimana
salah satu arti dari kata “Approach” ini
adalah “Pendekatan. Dalam arti yang lebih
luas pendekatan dapat diartikan sebagai
seperangkat asumsi mengenai cara atau
strategi dalam segala hal.
1.Pendekatan
psikoanalisis
merupakan penggerak
ego dan superego yang erat kaitan nya
dengan aktivitas jasmani. Ego, berfungsi
sebagai eksekutif yang mengatur,
mengontrol id dan superego
dan
meregulasi kepribadian untuk
mengesksekusi kebutuhan pada dunia
nyata. Superego, merupakan wewenang
moral dari kepribadian dan perwujudan
internal dari nilai nilai dan prinsip moral dan
cita cita tradisional masyarakat
Pendekatan Eksistensial Humanistik
Adalah pendekatan yang
Berfokus pada sifat dan kondisi manusia
dimana Hakikat konselingnya menekankan
renungan filosofi tentang apa artinya
menjadi manusia. Terapi eksistensial
bertujuan agar klien mengalami
keberadaan secara otentik dengan menjadi
sadar atas keberadaan dan potensipotensi
serta sadar bahwa ia dapat membuka diri
dan bertindak berdasarkan
kemampuannya.
3.Pendekatan person cintered counseling

semula pendekatan ini
hadir sebagai reaksi kontra Client-dirictive theraphy
(Pemusatan terapi pada diri klien) dimana
memberikan kebebasan kepada konseli
untuk mengungkapkan perasaan nya lebih
jauh lagi.
4.pendekatan Rational Emotive Behavior
adalah

teori belajar kognitif.
Teori REBT merupakan filsafat
rasional yang diekspresikan lewat
beberapa tingkah laku dalam bentuk
tingkah laku emosional neurotik Manusia
dapat menyusun kembali pemikiran
rasionalnya, yang dikuti selanjutnya dengan
pola tingkah laku.
5.Pendekatan gestlat
adalah
Gestlat Manusia dipandang memiliki
kesanggupan memikul tanggung jawab
pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai
pribadi yang terpadu. Konseli terdorong ke
arah keseluruhan dan integrasi pemikiran
perasaan serta perilaku. Pandangannya
anti deterministik dalam arti individu
dipandang memiliki kesanggupan untuk
menyadari bagaimana pengaruh masa
lampau berkaitan dengan kesulitankesulitan sekarang.

Teknik-teknik dalam pelaksaan bimbingan konseling
Untuk melaksanakan teknik-teknik hubungan dalam proses
konseling, diperlukan suatu teknik membantu klien untuk
mengembangkan tilikan. Interpretasi, dapat diartikan sebagai
suatu usaha konselor untuk memberitahukan suatu arti kepada
klien. Konselor membantu klien dengan memberikan suatu
hipotesis tentang hubungan atau makna tingkah laku untuk
dipertimbangkan oleh klien.
Tahap-tahap interpretasi tersebut adalah:
1. Refleksi perasaan, yaitu di mana konselor tidak pergi lebih
jauh dari apa yang telah dinyatakan klien.
2. Klarifikasi, yaitu menjelaskan apa yang tersirat dalam apa
yang telah dikatakan klien.
3. Refleksi, yaitu konselor memberikan penilaian terhadap apa
yang tersirat dalam kesadarannya.
4. Konfrontasi, yaitu konselor membawa kepada perhatian citacita dan perasaan klien yang tersirat, tetapi tidak disadari.
5. Interpretasi, yaitu konselor memperkenalkan konsepkonsep, hubungan, dan pertalian baru yang berakar dalam
pengalaman klien

Prinsip-prinsip dalam bimbingan konseling
1. Prinsip Umum
Bimbingan harus berpusat pada
individu yang di bimbingnya.
a) Bimbingan
diberikan
untuk
memberikan bantuan agar individu
yang
dibimbing
mampu
mengarahkan
dirinya
dan
menghadapi kesulitan- kesulitan
dalam hidupnya.
b) Pemberian bantuan disesuaikan
dengan kebutuhan individu yang
dibimbing.
c) Bimbingan berkenaan dengan sikap
dan tingkah laku individu.
d) Pelaksanaan
bimbingan
dan
konseling
dimulai
dengan
mengidentifikasi kebutuhan yang
dirasakan individu yang dibimbing
Prinsip-Prinsip
Khusus yang
Berhubungan Dengan Siswa
a) Pelayanan bimbingan dan
konseling harus diberikan kepada
semua sisiwa.
b) Harus ada kriteria untuk mengatur
prioritas pelayanan bimbingan dan
konseling kepada individu atau
siswa.
c) Program pemberian bimbingan dan
konseling harus berpusat pada
siswa.
d) Pelayanan
dan
bimbingan
konseling di sekolah harus dapat
memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
individu
yang
bersangkutan
beragam dan luas
Prinsip yang Berhubungan dengan
Organisasi
dan
Administrasi
(Manajemen) Pelayanan Bimbingan
Konseling
a) Bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan secara sistematis dan
berkelanjutan.Pelaksanaan
bimbingan dan konseling ada di
kartu pribadi (commulative record)
bagi setiap siswa.
b) Program pelayanan bimbingan dan
konseling harus disusun sesuai
dengan kebutuhan sekolah yang
bersangkutan.
c) Harus ada pembagian waktu antar
pembimbing, sehingga masingmasing pembimbing mendapat
kesempatan yang sama dalam memberikan
bimbingan
dan konseling

Unsur-unsur bimbingan konseling
Karakteristik Konseli
Karakteristik konseli yang turut mempengaruhi efektifiotas konseling adalah :
1. Kesamaan dengan konselor
Dapat terjadi kesamaan umur saat proses konseling, sehingga membuat konseling susah dalam mengungkapkan permasalahannya.
2. Harapan-harapan
Harapan klien tergantung pada sikap-sikap terapis, ada juga harapan yang dapat merugikan konseling adalah harapan klien untuk mendapatkan terapi medis,termasuk penggunaan obat-obatan.
3. Kebutuhan akan perubahan
Kebutuhan klien akan perubahan dan pemahaman empatik dari pihak konselor berpengaruh langsung terhadap hasil konseling.
Tujuan Konseling
1. Perubahan Perilaku
Salah satu hasil konseling adalah bahwa pengalaman-pengalaman tidak terasa menakutkan, individu kecemasannya berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan presepsi tentang dirinya dan nampak lebih berhasil.
2. Kesehatan Mental Yang Positif
bahwa tujuan utama konseling adalah menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau membawa ketidakmampuan menyesuaikan diri atau gangguan mental.
3. Pemecahan Masalah
Klien datang ke konselor karena telah percaya bahwa konselor akan membantu klien untuk memecahkan masalahnya. Selanjutnya ia menyatakan bahwa konselor behavioral karena terutama membantu klien merubah perilaku yang diingininya.
Unsur Penunjang Konseling
1. Kondisi-kondisi Eksternal
a. Penataan fisik
Keadaan serta lingkungan yang menyenangkan dan mendatangkan rasa indah bagi konselor dan konseli dapat membantu proses koinseling berjalan dengan baik.
b. Proxemics
Berhubungan dengan jarak dan posisi antara konselor dan konseli yang ideal demi terlaksananya proses konseling yang diharapkan.
c. Privacy
Sesuatu hal yang penting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi.
4. Ciri-ciri Khas
Banyak faktor yang mempengaruhi proses konseling diantaranya adalah pengalaman konseli, latar belakang kebudayaan, ekspektasinya terhadap konselor, kondisi ekonomi, dll
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Caesar Marischa Saputri -
Nama: Caesar Marischa Saputri

Npm: 2213054013

1. 1).Pendekatan Konseling Realistas Dikembangkan oleh William Glasser pada tahun 1962. Terapi Realitas muncul Ketika ketidakpuasan Glasser terhadap psikiatri psikoanalitik yang berfokus pada masa lalu. Terapi realitas adalah system yang difokuslan pada tingkah laku sekarang.
2). Pendekatan Naratif Konseling Terapi dikembangkan oleh Michael White dan David Epson pada tahun 1990, Terapi naratif mempunyai pandangan konstruktionist sosial, naratif, postmodern yang menyoroti bagaimana kekuatan, pengetahuan dalam keluarga dan kebenaran serta sosial lainya
3). Pendekatan SFBC/SFBT Dikembangkan oleh Steve deShazer didukung oleh Insoo kim Berg. Pendekatan ini merupakan terapi singkat yang berfokus solusi. Prinsip dasar dari terapi smgkat berfokus solusi sebagai berikut: Manusia pada dasarnya sehat, memiliki kekuatan atau kelebihan. Insoo Kim Berg dan Steve de Shazer mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan tersebut aktif dalam membantu klien/manusia menangani situasi mereka
4). Pendekatan Feminst Adalah terapi konseling yang berfokus pada isu gender dan kekuatan (power) sebagai inti dari proses terapi. Pendekatan ini dikembangkan oleh Mary Putman Jacobi pada tahun 1960. Hakikat manusia menurut teori Feminst ini adalah bahwa Perempuan dan laki laki bersosialisasi dengan cara yang berbeda, Ekspektasi peran gender sangat berpengaruh besar pada laki laki dan perempuan. Femininitas adalah kebalikan dari kekuatan, asertivitas dan kompeten, sedangkan maskulinitas adalah kebalikan dari rasa takut, ketergantungan, emosionalitas atau kelemahan
5). Pendekatan Behavioral Dikembangkan oleh Albert Bandura pada tahun 1970-an tokoh lainya yang membantu adalah Skinner. Konseling behavior muncul sebagai kekuatan utama dalam psikologi dan memiliki pengaruh yang berarti dalam pendidikan, psikologi, psikoterapi, psikiatri, dan kerja sosial.

2. 1). Teknik pendekatan konseling realitas, a. Terlibat dalam permainan peran dengan klien, b. Menggunakan humor, c. Mengonfrontasikan klien dan menolak dalih apapun, d. Membantu klien dalam merumuskan rencana-rencana yang spesifik bagi tindakan, e. Bertindak sebagai model dan guru, f. Memasang batas-batas dan menyusun situasi konseling, g. Menggunakan “terapi kejutan verbal” yang layak untuk mengonfrontasikan klien dengan tingkah lakunya yang tidak realistis, h. Melibatkan diri dengan klien dalam upayanya mencari kehidupan yang lebih efektif.
2). Teknik pendekatan SFBC/SFBT 1). Exception-finding questions (Questions discovery exception) (Kalimat Pengecualian), pertanyaan tentang waktu atau keadaan yang yang bisa membuat konseli merasakan terbebas dari masalahnya. 2). Miracle questions (Question miracle) (Pertanyaan Keajaiban), pertanyaan pengandaian pada konseli apabila masalahnya bisa terselesaikan dan apa yang akan dia lakukan untuk mewujudkan hal tersebut, teknik ini mendorong untuk mengetahui tujuan konseling yang diinginkan oleh konseli. 3). Scaling questions (Question-scale) (Pertanyaan Berskala), pertanyaan berskala memungkinkan konseli untuk lebih memperhatikan apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana meraka dapat mengambil langkah yang akan mengarahkan pada perubahan-perubahan yang mereka inginkan, sehingga perubahannya bisa diamati.

3). Teknik Pendekatan Feminist 1). Pemberdayaan. Kekuatan konseling feminis adalah memberdayakan konseli. Konselor membantu konseli agar dapat menjadi pribadi yang mandiri dan mempunyai partisipasi yang seimbang dalam masyarakat. 2). Keterbukaan. Hubungan antara konselor dengan konseli dibangun melalui keterbukaan. Keterbukaan tidak hanya sharing informasi dan pengalaman tetapi ada hubungan timbal balik antara konselor dengan konseli. 3). Menganalisis peran gender. Konselor mengeksplorasi harapan-harapan konseli yang berkaitan dengan peran gender dan dampaknya pada pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.

4). Teknik pendekatan behavioral. a. Penguatan positif : Yaitu memberikan penguatan yang menyenangkan setelah tingkah laku yang diinginakan ditampilkan yang bertujuan agar tingkah laku yang diinginkan cenderung akan diulang, meningkat dan menetap dimasa yang akan datang. b. Kartu berharga (Token Economy): Yaitu bertujuan untuk mengembangkan perilaku adaptif melalui pemberian reinforcement melalui dengan token. Ketika tingkah laku yang diinginkan telah cenderung menetap, pemberian token dikurangi secara bertahap. c. Desensititasi Sistematis; digunakan untuk menghapus rasa cemas dan tingkah laku yang diperkuat secara negatif, dengan disertakan pemunculan tingkah laku yang hendak dihapus. Hal ini klien diarahkan untuk menampilkan suatu respon yang tidak konsisten dengan kecemasan. d. Asertif; Teknik ini klien dapat belajar untuk membedakan tingkah laku agresif, pasif dan asertif. Tujuannya agar klien belajar bertingkah laku asertif. e. Aversi; Teknik ini untuk meredakan gangguan perilaku yang spesifik. Agar tingkah laku sesuai yang dengan diinginkan, maka stimulanya adalah berupa hukuman-hukuman.

3. 1). Bimbingan perkembangan diberikan kepada siswa. 2). Bimbingan perkembangan bersifat mengembangkan. 3). Bimbingan perkembangan telah terorganisir dan direncanakan dalam kurikulum. 4). Bimbingan perkembangan adalah bagian yang terintegrasi dalam proses pendidikan secara total. 5). Bimbingan perkembangan melibatkan seluruh personil sekolah.

4. 1). Unsur peluang, unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak didik.
2). Unsur pendukung, unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b) keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.
3). Unsur penghargaan, esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan
(reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Dinda Novita Safitri -

NAMA : DINDA NOVITA SAFITRI

NPM : 2213054001

Dalam konseling di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdapat berbagai pendekatan perkembangan yang dapat digunakan. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Pendekatan Perkembangan Psikoseksual: Mengacu pada teori Sigmund Freud, pendekatan ini fokus pada tahapan-tahapan perkembangan seksual anak dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi perilaku dan konflik psikologis.

2. Pendekatan Perkembangan Kognitif: Dikembangkan oleh Jean Piaget, pendekatan ini menekankan pentingnya pemahaman anak terhadap dunia sekitarnya, tahapan-tahapan pemikiran, dan bagaimana guru/konselor dapat mendukung perkembangan kognitif anak.

3. Pendekatan Perkembangan Sosial-Emosional: Fokus pada perkembangan hubungan sosial, emosi, dan keterampilan sosial anak. Pemahaman terhadap perasaan dan interaksi sosial penting dalam pendekatan ini.

4. Pendekatan Perkembangan Bahasa dan Komunikasi: Memahami perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasi anak, termasuk bagaimana mereka berbicara, mendengarkan, dan berinteraksi dengan orang lain.

5. Pendekatan Perkembangan Motorik: Berkaitan dengan perkembangan keterampilan motorik kasar dan halus pada anak, serta bagaimana melalui aktivitas fisik dapat mendukung perkembangan mereka.


Dalam pelaksanaan berbagai pendekatan ini, sejumlah teknik konseling dapat digunakan, seperti:


1. Observasi: Melibatkan pengamatan terhadap anak untuk memahami perilaku, reaksi, dan tingkat perkembangannya.

2. Wawancara: Berbicara langsung dengan anak atau orang tua untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah atau kebutuhan perkembangan anak.

3. Permainan dan Aktivitas: Menggunakan bermain dan aktivitas sebagai alat untuk memfasilitasi komunikasi dan perkembangan anak.

4. Penggunaan Alat Bantu: Menggunakan buku, mainan, atau media lainnya yang relevan untuk mendukung pendekatan perkembangan tertentu.

5. Kolaborasi dengan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam proses konseling dan memberikan mereka saran untuk mendukung perkembangan anak di rumah.


Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan yang penting dalam konteks PAUD mencakup:

1. Keselamatan dan Kepercayaan: Menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepercayaan bagi anak-anak untuk berkomunikasi dan eksplorasi.

2. Individuasi: Menghormati keunikan setiap anak dan mengakui bahwa perkembangan mereka dapat berbeda.

3. Partisipasi Aktif: Mendorong anak untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan perkembangan mereka.


4. Pengembangan Diri: Memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan potensi mereka.

5. Komunikasi Efektif: Menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak dan orang tua untuk memahami kebutuhan dan perkembangan anak.


Tentang lingkungan perkembangan, penting untuk memastikan bahwa lingkungan di PAUD mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, kognitif, dan bahasa anak. Ini termasuk menyediakan fasilitas yang aman, stimulasi yang sesuai untuk pembelajaran, dan interaksi yang positif dengan guru dan teman sebaya. Penyediaan lingkungan yang baik adalah kunci dalam memfasilitasi perkembangan yang sehat pada anak-anak di PAUD.

Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh 2213054009 Gita ramadona -
Nama:Gita ramadona
Npm:2213054009
Kelas:3A

1.Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam konseling paud.
Pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) berfokus pada pemahaman dan pengembangan potensi anak secara holistik
●Perkembangan anak
●Stimulasi perkembangan
●Pengamatan
●Menyesuaikan pendekatan
●Pemahaman terhadap lingkungan
●Mengatasi kesulitan

pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di paud bertujuan untuk membantu anak mencapai potensinya secara optimal dan membantu mereka mengatasi hambatan perkembangan yg mungkin muncul

2.teknik teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
●Wawancara
●Analisis masalah
●Refleksi
●Teknik kognitif
●Teknik perilaku
●Teknik relaksasi

3.Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan adalah pedoman dasar yang membimbing praktik konseling untuk membantu individu mengatasi masalah dan mencapai perkembangan yang optimal. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam bimbingan perkembangan:

● **Pemahaman Terhadap Perkembangan Normal**: Konselor harus memiliki pemahaman yang kuat tentang tahapan perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional yang normal pada berbagai usia. Ini membantu mereka mengidentifikasi ketidaknormalan atau keterlambatan perkembangan.

● **Keseluruhan Individu**: Pendekatan ini memperlakukan individu sebagai entitas keseluruhan, memahami bahwa perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional mereka saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

● **Kepentingan Diri dan Keunikan**: Menghargai keunikan setiap individu. Prinsip ini mengakui bahwa setiap individu memiliki minat, nilai, dan potensi yang berbeda.

● **Pertumbuhan dan Perkembangan Seumur Hidup**: Perkembangan adalah proses seumur hidup, bukan hanya terbatas pada masa anak-anak. Prinsip ini menekankan pentingnya pendampingan individu melalui perubahan dan transisi sepanjang hidup mereka.

4.Tindakan lingkungan dalam konteks perkembangan merujuk pada interaksi dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan individu. Berikut adalah beberapa tindakan lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan seseorang:

● **Stimulasi Kognitif**: Menyediakan lingkungan yang kaya akan pengalaman belajar seperti membaca buku, mengeksplorasi alam, dan memberikan akses ke berbagai sumber informasi dapat merangsang perkembangan kognitif anak.

● **Pemberian Dukungan Emosional**: Memberikan cinta, perhatian, dan dukungan emosional yang konsisten membantu anak merasa aman dan membangun fondasi perkembangan emosional yang sehat.

● **Model Perilaku Positif**: Orang dewasa dalam lingkungan tersebut dapat berperan sebagai model perilaku yang positif. Anak-anak sering meniru tingkah laku orang-orang yang mereka kagumi.

● **Kesempatan untuk Bermain**: Bermain adalah cara penting bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, dan fisik. Menyediakan waktu dan tempat yang aman untuk bermain sangat penting.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Qisti Farhani Azizi -
Nama : Qisti Farhani Azizi
Npm : 2213054093
kelas : A

1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD:
a. Pendekatan Behavioristik: Pendekatan ini fokus pada perubahan perilaku anak melalui penguatan positif dan penghapusan respons negatif. Dalam PAUD, ini bisa mencakup penggunaan hadiah dan hukuman untuk mengarahkan perilaku anak.

b. Pendekatan Kognitif: Pendekatan ini berfokus pada perkembangan kognitif anak, termasuk proses berpikir, pemecahan masalah, dan perkembangan bahasa. Di PAUD, ini dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas.

c. Pendekatan Psikodinamik: Pendekatan ini menyoroti konflik bawah sadar dan pengaruh pengalaman masa lalu dalam perkembangan anak. Bimbingan konseling dengan pendekatan ini dapat membantu anak mengatasi masalah emosional dan sosial.

d. Pendekatan Humanistik: Pendekatan ini menekankan pada pertumbuhan pribadi dan self-actualization anak. Di PAUD, ini dapat digunakan untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian anak.

2. Teknik-teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan:
a. Reinforcement (Penguatan): Menggunakan hadiah atau penghargaan positif untuk meningkatkan perilaku positif.

b. Modeling (Pemodelan): Menunjukkan contoh perilaku yang diinginkan kepada anak.

c. Counseling (Konseling): Memberikan dukungan emosional dan bimbingan kepada anak dalam mengatasi masalah atau konflik.

d. Pemberian Tugas: Memberikan tugas atau aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan tertentu.

e. Dialog dan Refleksi: Berbicara dengan anak tentang perasaan dan pemikirannya untuk membantu mereka memahami diri sendiri dan mengatasi konflik.

f. Permainan dan Aktivitas Kreatif: Menggunakan permainan dan aktivitas seni untuk mengajarkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan:
a. Penerimaan dan Empati: Bimbingan harus bersifat mendukung dan empatik terhadap anak, mengakui perasaan dan pengalaman mereka.

b. Pemahaman Individualitas: Setiap anak unik, dan bimbingan harus disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan tingkat perkembangan mereka.

c. Pengembangan Kemandirian: Mendorong anak untuk menjadi mandiri, mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka, dan membuat keputusan yang tepat.

d. Penguatan Positif: Menggunakan penguatan positif dan penghargaan untuk menguatkan perilaku yang diinginkan.

e. Keterlibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam proses perkembangan anak dan memberikan dukungan kepada mereka dalam peran pendidikan anak.

Unsur-unsur lingkungan perkembangan mencakup faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan anak, seperti:
a. Faktor Fisik: Kondisi fisik, seperti tempat tinggal, lingkungan fisik, akses ke fasilitas pendidikan, dan kesehatan fisik anak.

b. Faktor Sosial: Interaksi dengan keluarga, teman sebaya, guru, dan masyarakat sekitar, serta norma sosial yang memengaruhi perilaku anak.

c. Faktor Psikologis: Proses kognitif, emosional, dan perkembangan mental yang memengaruhi cara anak memproses informasi dan mengatasi tantangan.

d. Faktor Kultural: Nilai-nilai, norma, dan budaya yang memengaruhi identitas dan perkembangan anak.

e. Faktor Ekonomi: Kondisi ekonomi keluarga dan akses ke sumber daya ekonomi yang dapat memengaruhi kesempatan pendidikan dan perkembangan anak.

f. Faktor Lingkungan: Keamanan, kualitas lingkungan fisik, dan dukungan sosial yang tersedia untuk anak dalam lingkungan mereka.

Bimbingan konseling di PAUD harus mempertimbangkan semua faktor ini untuk memberikan dukungan yang efektif dalam perkembangan anak.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Ruth Zefanya -
Nama: ruth zepaya
Npm: 2213054061

1) 1. Pendekatan Konseling Realistas
Dikembangkan oleh William Glasser pada tahun 1962. Terapi
Realitas muncul Ketika ketidakpuasan Glasser terhadap psikiatri
psikoanalitik yang berfokus pada masa lalu. Terapi realitas adalah system
yang difokuslan pada tingkah laku sekarang. Menurut Glasser ketika
identtas sukses. tepat.
2. Pendekatan Naratif Konseling
Terapi dikembangkan oleh Michael White dan David Epson pada
tahun 1990, Terapi naratif mempunyai pandangan konstruktionist sosial,
naratif, postmodern yang menyoroti bagaimana kekuatan, pengetahuan
dalam keluarga dan kebenaran serta sosial lainya
3. Pendekatan SFBC/SFBT
Dikembangkan oleh Steve deShazer didukung oleh Insoo kim Berg.
Pendekatan ini merupakan terapi singkat yang berfokus solusi. Prinsip dasar
dari terapi smgkat berfokus solusi sebagai berikut: Manusia pada dasarnya
sehat, memiliki kekuatan atau kelebihan. Insoo Kim Berg dan Steve de
Shazer mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan tersebut aktif dalam
membantu klien/manusia menangani situasi mereka
4. Pendekatan Feminst
Adalah terapi konseling yang berfokus pada isu gender dan kekuatan
(power) sebagai inti dari proses terapi

2.Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
▪︎ Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
▪︎ Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
▪︎ Bermai peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
▪︎ Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing

3. Muro & Kottman (1995:50-53) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling perkembangan adalah program bimbingan dan konseling yang mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Bimbingan dan konseling diperlukanoleh seluruh siswa.Layanan bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh siswa, termasukdi dalamnya siswa yang mengalami kesulitan. Seluruh siswa ingin memperoleh pemahaman diri, meningkatkantanggung jawab terhadap kontrol diri,memiliki kematangan dalam memahami lingkungan, dan belajar membuat keputusan. Setiap siswa memerlukan bantuan dalam mempelajari cara pemecahan masalah, dan memiliki kematangan dalam memahami nilai-nilai. Semua siswa memerlukan rasadisayangi dan dihargai, memiliki kebutuhan untuk memahami kekuatan/kelemahan pada dirinya.
2. Bimbingan dan konseling perkembangan memilikifokuspada kegiatan belajar siswa.Sekolah saat ini memerlukan tenagaspesialis. Spesialis untuk membantu siswa membaca, memainkan instrumen musik, dan membantu pertumbuhan fisik. Guru Pembimbing atauKonselor dipandang sebagai spesialisdalam pertumbuhan dan perkembangan siswa, dalam mempelajari dan memahami dunia diri siswa.
3. Guru Pembimbing atau Konselor jugasebagaiperancang dan pengembangkurikulum dalam pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kurikulum yang dikembangkan oleh Konselor menitik beratkan pada embelajaran manusia dan pemanusiaan peserta didik.Secara operasional, konselor merupakan anggota tim dari suatu tim yang terdiri atas orang tua, guru, konselor,
4. Kurikulum yang diorganisasikan dandirencanakan, merupakan bagian penting dalam bimbingan dan konselingperkembangan.
5. Program bimbingan dan konseling perkembangan peduli pada penerimaandiri, pemahaman diri, dan peningkatan diri.

4. lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak didik.

2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b) keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan
(reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Nadya Napalka Sitepu -
Nama: Nadya Napalka Sitepu
NPM: 2213054063
Kelas: 3A

1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
Jawab:
- Pendekatan krisis/kuratif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
- Pendekatan remedial, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku.
- Pendekatan preventif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan.
- Pendekatan perkembangan, pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu.

2. Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
Jawab:
- Mengajar
- Pemberian informasi
- Bermain peran
- Melatih
- Tutorial
- Konseling

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
Jawab:
- Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak
- BK berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
- Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
perkembangan
- Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
- Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak
- Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak
- Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif
- Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan khusus dan penerapan aspek-aspek psikologi anak.

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
- Unsur peluang berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak.
- Unsur pendukung berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.
- Unsur penghargaan terletak pada penilaian dan pemberian yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung, diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Pujian Zaskia Fitri Pujian Zaskia Fitri -
Pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup berbagai teknik, prinsip, dan unsur-unsur lingkungan yang penting. Berikut poin-poin kunci dalam konteks ini:

1. Teknik-Teknik dalam Pelaksanaan Berbagai Pendekatan:
- Pendekatan Bermain (Play-Based Approach): Menggunakan permainan sebagai alat untuk mengajarkan keterampilan, pemahaman sosial, dan pengembangan motorik.
- Pendekatan Berbasis Proyek (Project-Based Approach): Memungkinkan anak-anak untuk belajar melalui proyek-proyek kreatif yang mereka pilih sendiri.
- **Pendekatan Pemberian Contoh (Modeling Approach):Guru atau konselor memberikan contoh perilaku yang diinginkan untuk ditiru oleh anak-anak.
- Pendekatan Komunikasi Positif: Fokus pada komunikasi yang membangun kepercayaan dan hubungan positif antara guru, konselor, dan anak-anak.
- Pendekatan Observasi (Observation Approach): Mengamati anak-anak untuk memahami perkembangan mereka dan memberikan bimbingan sesuai.

2. Prinsip-Prinsip Bimbingan Perkembangan:
- Individualisasi:Memahami bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki kebutuhan perkembangan yang berbeda.
- Pemberian Dukungan (Supportif): Memberikan dukungan emosional dan sosial kepada anak-anak untuk membantu mereka mengatasi tantangan perkembangan.
- Penghargaan Positif (Positive Reinforcement): Memberikan penghargaan dan penguatan positif untuk perilaku yang diinginkan.
- Partisipasi Aktif (Active Partisipasi):Melibatkan anak-anak dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan.
3. Unsur-Unsur Lingkungan Perkembangan:**
- Lingkungan Fisik:Desain ruang belajar yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
- Lingkungan Sosial:Membangun hubungan yang positif antara anak-anak, guru, dan teman sebaya.
- Lingkungan Psikologis: Menciptakan suasana yang mendukung perkembangan emosional dan kognitif anak-anak.
- Lingkungan Kultural: Mengakomodasi keberagaman budaya dan nilai-nilai dalam pengalaman belajar anak-anak.

Semua pendekatan, teknik, prinsip, dan unsur-unsur ini bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman belajar yang memadai dan mendukung perkembangan anak-anak di PAUD.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Seftia Putri Ananda 2213054003 -
Nama :Seftia putri ananda
NPM :2213054003

1. - Pendekatan krisis/kuratif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
- Pendekatan remedial, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku.
- Pendekatan preventif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan.
- Pendekatan perkembangan, pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu.

2. - Mengajar
- Pemberian informasi
- Bermain peran
- Melatih
- Tutorial
- Konseling

3. - Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak
- BK berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
- Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
perkembangan
- Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
- Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak
- Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak
- Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif
- Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan khusus dan penerapan aspek-aspek psikologi anak.

4. - Unsur peluang berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak.
- Unsur pendukung berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.
- Unsur penghargaan terletak pada penilaian dan pemberian yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung, diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Priska amelia fernanda -
NAMA :PRISKA AMELIA FERNANDA
NPM : 2213054029

1.• Pendekatan krisis/kuratif
• Pendekatan remedial
• Pendekatan preventif
• Pendekatan perkembangan

2.•Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
• Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
• Bermai peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
• Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing
• Tutorial, dimana tutor memberikan bantuan atau bimbingan belajar yang beraitan dengan materi ajar kepada peserta didik
• Konseling, Konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah tertentu.

3.a. BK perkembangan berfokus dalam
mengembangkan kegiatan belajar anak.
b. Guru pendamping merupakan fungsionaris
bersama dalam program bimbingan
perkembangan.
c. Kurikulum yang terencana dan terorganisasimerupakan komponen penting dlm bimbingan perkembangan
d. Bimbingan perkembangan memperhatikan
aspek perkembangan penerimaan diri,
pemahaman diri dan pengayaan diri anak.
e. Bimbingan dan konseling perkembangan
membantu mendorong proses tumbuh
kembang anak.
f. Bimbingan perkembangan mengakuiperkmbangan yang terarah daripada akhir
perkembangan yang definitif.
g. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan
yang berorientasi pada tim.

4. • Unsur peluang, kondisi yang dapat memberikan kesempatan untuk seseorang, terutama pemilik bisnis untuk bisa mencapai tujuannya.
• Unsur pendukung, unsur yang terdapat dalam suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu
•Unsur penghargaan, reward atau prestasi atas suatu bentuk pencapaian
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Ade Septiyani 2213054023 -
Ade Septiyani
2213054023
3A

1.Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
jawab: ada empat pendekatan yang dapat dirumuskan sebagai suatu pendekatan dalam bimbingan, yaitu pendekatan krisis, remedial, preventif dan perkembangan.
Dalam pendekatan krisis layanan bimbingan dilakukan bilamana ditemukan adanya suatu masalah yang krisis yang harus segera ditanggulangi, dan guru atau pembimbing bertindak membantu anak yang menghadapi masalah tersebut untuk menyelesaikannya. Dalam pendekatan remedial, guru atau pembimbing akan memfokuskan bantuannya kepada upaya penyembuhan atau perbaikan terhadap kelemahan kelemahan yang ditampakkan anak. Tujuan bantuan dari pendekatan ini adalah untuk menghindarkan terjadinya krisis yang mungkin dapat terjadi. Berbagai strategi dapat digunakan untuk membantu anak, seperti mengajarkan kepada anak keterampilan belajar, keterampilan bersosial dan sejenisnya yang belum dimiliki anak sebelumnya. Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang mencoba mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin akan muncul pada anak dan mencegah terjadinya masalah tersebut. Masalah-masalah pada anak taman kanak-kanak dapat berupa
perkelahian, pencurian, merusak, dan menyerang. Dalam pendekatan perkembangan, kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak muncul dari karakteristik dan permasalahan perkembangan anak didik, baik permasalahan yang berkenaan dengan perkembangan fisik motorik, kognitif, sosial, emosi, maupun bahasa.

2. Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
jawab; >Teknik yang digunakan dalam pendekatan krisis ini adalah teknik teknik yang secara “pasti” dapat mengatasi krisis tersebut. Contoh : seorang anak menangis ketika anak bermain di luar kelas karena tangannya berdarah dilempar batu oleh teman sebayanya.
>teknik pada teori remedial mengambil tindakan mengajarkan anak keterampilan berdamai sehingga anak dapat memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah-masalah hubungan antar pribadi. Misal guru atau pembimbing meminta anak yang telah melempar temannya dengan batu untuk meminta maaf atas perbuatannya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Mereka diminta untuk bersalaman dan bermain kembali.
>Pendekatan preventif ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi kepada anak tentang akibat dari suatu tindakan tertentu.
>Guru atau pembimbing yang menggunakan pendekatan ini beranjak dari pemahaman tentang keterampilan dan pengalaman khusus yang dibutuhkan anak didik untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran di taman kanak-kanak dan di dalam kehidupan.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
jawab:>Bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh siswa .Layanan bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh siswa, termasuk di dalamnya siswa yang mengalami kesulitan.
>Guru Pembimbing atau Konselor juga sebagai perancang dan pengembang kurikulum dalam pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
>Guru Pembimbing atau Konselor dan Guru adalah fungsionaris bersama dalam program bimbingan dan konseling perkembangan
>Bimbingan dan konseling perkembangan mempunyai sifat fleksibel
>Bimbingan dan konseling perkembangan memiliki kerangka dasar psikologi anak, perkembangan anak, dan teori-teori belajar.

4. unsur-unsur lingkungan perkembangan
>1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru
>2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik
>3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Pujian Zaskia Fitri Pujian Zaskia Fitri -
Dalam bimbingan konseling di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdapat beberapa pendekatan perkembangan yang digunakan, serta teknik, prinsip, dan unsur-unsur lingkungan yang relevan. Berikut ini adalah informasi terkait:
Pendekatan-Pendekatan Perkembangan dalam Bimbingan Konseling di PAUD:
1. Pendekatan Humanistik:
Pendekatan ini menekankan penghargaan terhadap individu, pemahaman diri, dan perkembangan pribadi. Konselor mendorong anak untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan mereka dengan bebas.
2. Pendekatan Behavioristik:
Berfokus pada pengaruh lingkungan terhadap perilaku anak. Teknik-teknik seperti penguatan positif dan pemusatan perhatian digunakan untuk membentuk perilaku yang diinginkan.
3. Pendekatan Kognitif:
Pendekatan ini mempertimbangkan perkembangan kognitif anak, termasuk kemampuan berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. Teknik pengembangan keterampilan berpikir dan penyelesaian masalah sering digunakan.
4. Pendekatan Psiko Dinamik: Menyelidiki aspek-aspek psikologis yang memengaruhi perkembangan anak. Terapis mencoba memahami perasaan, keinginan, dan konflik bawah sadar anak.

Teknik-Teknik dalam Pelaksanaan Berbagai Pendekatan:

- Bermain dan Aktivitas Kreatif: Anak-anak PAUD belajar melalui bermain dan aktivitas kreatif. Konselor dapat menggunakan permainan dan proyek seni untuk membantu anak mengungkapkan perasaan dan berkomunikasi.

- Observasi: Melalui observasi, konselor dapat memahami perilaku, perkembangan, dan kebutuhan anak secara individu.

- Komunikasi dan Mendengarkan Aktif: Mendengarkan dengan empati dan komunikasi yang efektif adalah kunci dalam bimbingan konseling di PAUD.

- Penguatan Positif: Mendorong perilaku positif dengan memberikan penguatan, penghargaan, dan pujian.

Prinsip-Prinsip Bimbingan Perkembangan:

- Keselamatan dan Kepercayaan: Anak-anak perlu merasa aman dan percaya kepada konselor.

- Penerimaan Tanpa Syarat: Menerima anak sebagaimana adanya, tanpa menghakimi atau menghukum.

- Pendekatan Berbasis Anak: Menggunakan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan anak, menghormati kualitas individu mereka.

- Keterlibatan Orang Tua: Mengikutsertakan orang tua dalam proses bimbingan konseling.

Unsur-Unsur Lingkungan Perkembangan:

- Fasilitas yang Aman dan Merangsang: Lingkungan fisik yang aman, bersih, dan merangsang kreativitas anak.

- Hubungan yang Positif: Hubungan yang positif dan kuat dengan teman sebaya, orang tua, dan pengasuh.

- Ketersediaan Sumber Belajar: Buku, mainan, dan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan anak.

- Kemungkinan Interaksi: Peluang interaksi sosial yang memungkinkan anak berkomunikasi, berkolaborasi, dan bermain bersama teman sebaya.

Semua ini berkontribusi pada pembentukan lingkungan yang mendukung perkembangan anak di tingkat PAUD dan memungkinkan bimbingan konseling yang efektif.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh nadia edira -
1. - Pendekatan krisis/kuratif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
- Pendekatan remedial, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku.
- Pendekatan preventif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan.
- Pendekatan perkembangan, pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu.

2. - Mengajar
- Pemberian informasi
- Bermain peran
- Melatih
- Tutorial
- Konseling

3. - Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak
- BK berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
- Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
perkembangan
- Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
- Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak
- Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak
- Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif
- Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan khusus dan penerapan aspek-aspek psikologi anak.

4. 4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
• Unsur peluang.
• Unsur pendukung.
• Unsur penghargaan
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Riska Miliasari 2213054031 -
Nama : Riska Miliasari
Kelas : 3A
Npm : 2213054031


1. Pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bertujuan untuk membantu anak-anak dalam tahap perkembangan awal mereka. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam bimbingan konseling PAUD meliputi:
-Pendekatan Piaget: Fokus pada tahap-tahap perkembangan kognitif anak, seperti sensorimotor, praoperasional, konkret-operasional, dan formal-operasional.
-Pendekatan Erikson: Berkaitan dengan perkembangan psikososial anak, seperti tahap-tahap trust vs. mistrust, autonomy vs. shame, dan lainnya.
-Pendekatan Vygotsky: Menekankan interaksi sosial dan peran lingkungan dalam perkembangan anak.
-Pendekatan Behavioristik: Fokus pada pengendalian perilaku anak melalui penguatan positif dan negatif.
-Pendekatan ekologi: Mengacu pada hubungan kompleks antara anak, keluarga, dan lingkungan.

2. Pendekatan bimbingan konseling dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) melibatkan sejumlah teknik yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Berikut beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pendekatan ini:
-Bermain dan Aktivitas Kreatif: Anak-anak usia dini belajar melalui bermain dan aktivitas kreatif. Konselor PAUD dapat menggunakan permainan dan kegiatan kreatif untuk membantu anak mengungkapkan perasaan, memecahkan masalah, dan mengembangkan keterampilan.
-Observasi: Konselor mengamati perilaku dan interaksi anak-anak untuk memahami kebutuhan dan masalah yang mungkin mereka alami. Observasi membantu dalam penilaian awal dan perencanaan intervensi yang sesuai.
-Cerita dan Dongeng: Menggunakan cerita dan dongeng adalah cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai, mengatasi masalah, dan mengkomunikasikan pesan penting kepada anak-anak.
-Pertanyaan Terbuka: Mengajukan pertanyaan terbuka membantu anak untuk berbicara lebih banyak dan mengungkapkan perasaan mereka. Ini membantu konselor memahami kekhawatiran atau masalah yang mungkin mereka hadapi.
-Pendekatan Play Therapy: Terapi bermain melibatkan penggunaan mainan dan permainan untuk memungkinkan anak-anak mengekspresikan diri mereka dan mengatasi masalah mereka. Ini adalah metode yang umum dalam konseling PAUD.
-Konseling Kelompok: Konseling dalam kelompok kecil dapat membantu anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya dan belajar keterampilan sosial, seperti berbagi, berkomunikasi, dan bekerja sama.
-Pendekatan Keluarga: Melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses konseling PAUD penting. Konselor dapat memberikan dukungan, edukasi, dan panduan kepada orang tua untuk membantu perkembangan anak secara holistik.
-Metode Kreatif: Menggunakan metode kreatif seperti seni, musik, atau gerakan untuk membantu anak-anak mengungkapkan diri dan memahami emosi mereka.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan adalah panduan dasar yang digunakan dalam membantu individu mencapai perkembangan pribadi yang optimal. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam bimbingan perkembangan:
-Individualitas
-Keterbukaan
-Pertumbuhan dan Perubahan
-Keselarasan
-Penerimaan dan Empati
-Pembinaan Diri
-Keterlibatan Orang Tua dan Lingkungan
-Holistik
-Dukungan
-Evaluasi dan Perbaikan

4. Unsur-unsur lingkungan yang memengaruhi perkembangan individu dapat dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk:
-Lingkungan Fisik: Ini mencakup faktor-faktor seperti iklim, geografi, kondisi rumah, dan keberadaan polusi. Lingkungan fisik dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kesejahteraan individu.
-Lingkungan Sosial: Ini mencakup keluarga, teman-teman, dan komunitas di sekitar individu. Hubungan sosial, dukungan emosional, dan norma sosial dalam lingkungan sosial dapat berperan dalam perkembangan sosial dan emosional.
-Lingkungan Budaya: Nilai-nilai, norma, bahasa, dan tradisi dalam suatu budaya dapat memengaruhi bagaimana individu memahami diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.
-Lingkungan Pendidikan: Lingkungan sekolah dan pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, metode pengajaran, dan interaksi dengan guru, memiliki dampak besar pada perkembangan kognitif individu.
-Lingkungan Ekonomi: Tingkat akses individu terhadap sumber daya ekonomi, seperti pekerjaan dan pendapatan, dapat memengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial.
-Lingkungan Digital: Di era modern, pengaruh dari teknologi digital dan media sosial juga memainkan peran dalam perkembangan individu, terutama dalam hal interaksi sosial dan perkembangan teknologi.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Sundari Purnamasari -
Nama:Sundari Purnamasari
NPM:221304019
KELAS:3A PGPAUD
1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD
• Pendekatan krisis/kuratif
• Pendekatan remedial
• Pendekatan preventif
• Pendekatan perkembangan
2. Teknik–teknik dalam pelaksanaan berbagai pendekatan
▪︎ Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
▪︎ Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
▪︎ Bermai peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
▪︎ Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing
▪︎ Tutorial, dimana tutor memberikan bantuan atau bimbingan belajar yang beraitan dengan materi ajar kepada peserta didik
▪︎ Konseling, Konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah tertentu.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan
Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak.
a. BK perkembangan berfokus dalam
mengembangkan kegiatan belajar anak.
b. Guru pendamping merupakan fungsionaris
bersama dalam program bimbingan
perkembangan.
c. Kurikulum yang terencana dan terorganisasimerupakan komponen penting dlm bimbingan perkembangan
d. Bimbingan perkembangan memperhatikan
aspek perkembangan penerimaan diri,
pemahaman diri dan pengayaan diri anak.
e. Bimbingan dan konseling perkembangan
membantu mendorong proses tumbuh
kembang anak.
f. Bimbingan perkembangan mengakuiperkmbangan yang terarah daripada akhir
perkembangan yang definitif.
g. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan
yang berorientasi pada tim.

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
> Unsur peluang, kondisi yang dapat memberikan kesempatan untuk seseorang, terutama pemilik bisnis untuk bisa mencapai tujuannya.
> Unsur pendukung, unsur yang terdapat dalam suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu
> Unsur penghargaan, reward atau prestasi atas suatu bentuk pencapaian.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Rahmawati Ayu Anggraeni -
Nama: Rahmawati Ayu Anggraeni
Npm : 2213054057

1. Pendekatan perkembangan dalam bimbingan dan konseling
a. Pendekatan krisis
Pendekatan ini disebut juga pendekatan kuratif merupakan upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan krisis pembimbing menunggu individu yang datang. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan individu.
b. Pendekatan Remedial
Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuan bimbingan ini adalah untuk membantu memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.
c. Pendekatan preventif
Pendekatan yang diarahkan pada antisipasi masalah-masalah umum individu, untuk mencegah masalah tersebut menimpa individu. Pembimbing memberikan beberapa upaya, seperti informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut. Masalah-masalah yang dimaksud seperti putus sekolah, berkelahi, merokok, membolos, menyontek, bermain game online dan sejenisnya yang secara potensial masalah itu dapat terjadi pada peserta didik secara umum.
d. Pendekatan Perkembangan
Pendekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi tertentu melalui penerapan berbagai teknik bimbingan potensi. Dalam pendekatan ini, layanan bimbingan diberikan kepada semua individu, bukan hanya pada individu yang menghadapi masalah. Bimbingan perkembangan dapat dilaksanakan secara individual, kelompok, bahkan klasikal melalui layanan pemberian informasi, diskusi, proses kelompok, serta penyaluran bakat dan minat.

2. Teknik dalam pendekatan perkembangan
a. Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
b. Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
c. Bermain peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
d. Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing
e. Tutorial, dimana tutor memberikan bantuan atau bimbingan belajar yang berkaitan dengan materi ajar kepada peserta didik
f. Konseling, konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah
tertentu.

3. Prinsip pendekatan perkembangan
dalam bimbingan
a. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak
b. Bimbingan dan konseling perkembangan berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
c. Guru atau pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan
d. Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
e. Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri,
dan penganyaan diri anak
f. Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak awal
g. Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir pengembangan yang definitif
h. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim, semestinya dilaksanakan oleh tenaga ahli konselor yang profesional
i. Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan-kebutuhan khusus anak
j. Bimbingan perkembangan peduli dengan penerapan aspek-aspek psikologi
k. Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yang berlandaskan pada kajian psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar
l. Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kehidupan-kehidupan khusus anak

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
a. Unsur Peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Hal ini mengandung implikasi bahwa tujuan tema yang terkandung dalam kurikulum yang diorganisasikan harus dimaknai dan dijabarkan ke dalam tujuan pengembangan pribadi, sosial, karier, keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan pengembangan konsep diri.
b. Unsur Pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan relasi jaringan yang memungkinkan anak mengembangkan kemampuan dan keterlibatan anak di dalam proses interaksi.
c. Unsur Penghargaan
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung. Diagnosis dilakukan
untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi anak dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.
Sebagai balasan Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

oleh Fitrotun Nissa Tamiya -
-Pendekatan Krisis
Pendekatan krisis disebut juga pendekatan kuratif merupakan upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan krisis pembimbing menunggu individu yang datang. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan individu.

- Pendekatan Remedial
Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuan bimbingan ini adalah untuk membantu memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

- Pendekatan preventif
Pendekatan yang diarahkan pada antisipasi masalah- masalah umum individu, untuk mencegah masalah tersebut menimpa individu. Pembimbing memberikan beberapa upaya, seperti informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut. Masalah-masalah yang dimaksud seperti putus sekolah, berkelahi, merokok, membolos, menyontek, bermain game online dan sejenisnya yang secara potensial masalah itu dapat terjadi pada peserta didik secara umum.

- Pendekatan Perkembangan
Pendekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi tertentu melalui penerapan berbagai teknik bimbingan potensi. Dalam pendekatan ini, layanan bimbingan diberikan kepada semua individu, bukan hanya pada individu yang menghadapi masalah. Bimbingan perkembangan dapat dilaksanakan secara individual, kelompok, bahkan klasikal melalui layanan pemberian informasi, diskusi, proses kelompok, serta penyaluran bakat dan minat.

Prinsip pendekatan perkembangan dalam bimbingan
1.Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak
2.Bimbingan dan konseling perkembangan berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak 3.Guru atau pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan 4.Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan
perkembangan
5.Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri,
dan penganyaan diri anak
6.Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak awal
7.Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir pengembangan yang definitif
8.Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim, semestinya dilaksanakan oleh tenaga ahli konselor yang profesional
9.Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan-kebutuhan khusus anak 10.Bimbingan perkembangan peduli dengan penerapan aspek-aspek psikologi
11.Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yang berlandaskan pada kajian psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar
12.Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kehidupan-kehidupan khusus anak

Unsur peluang
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku- perilaku baru. Hal ini mengandung implikasi bahwa tujuan tema yang terkandung dalam kurikulum yang diorganisasikan harus dimaknai dan dijabarkan ke dalam tujuan pengembangan pribadi, sosial, karier, keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan pengembangan konsep diri.

Unsur pendukung
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan relasi jaringan yang memungkinkan anak mengembangkan kemampuan dan keterlibatan anak di dalam proses interaksi.

Unsur Penghargaan Anak Usia Dini
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung. Diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi anak dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.

Teknik dalam pendekatan perkembangan
1.Mengajar, menyampaikan suatu ilmu kepada seseorang dengan tujuan menguasai pengetahuan.
2. Pemberian informasi, adanya interaksi pemberian suatu pengetahuan
3.Bermain peran, metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk memerankan suatu cerita pada kehidupan nyata
4.Melatih, pelatihan peserta didik dan membimbing
5.Tutorial, dimana tutor memberikan bantuan atau bimbingan belajar
yang beraitan dengan materi ajar kepada peserta didik
6.Konseling, konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah tertentu.